SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan NetworkAspirasi KitaArtikel KitaBerita Kita

 
Pendidikan Network Homepage
Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas, 2001, P 72)

Membaca Aspirasi Aspirasi Kita 1 (Index)
Ke Halaman 1, 2, 3, 4, 5
Menulis Aspirasi Anda



Aspirasi / Informasi dari Anda

Nama: Tober Berlin Marpaung
Dari: DKI Jakarta Pusat
Saya: Masyarakat jakarta
Aspirasi / Informasi:
Saya sangat bingung dengan perkembangan masyarakat sekarang ini, bagaimana sebenarnya yang harus didahulukan agar tercapai suatu kemajuan dalam perpolitikan di Negeri Tercinta ini, bila kemarin kita telah menggulingkan president Suharto yang memang tak mungkin dapat di gulingkan tetapi setelah hal tersebut terlaksana mengapa masih banyak hal yang belum dapat dilaksanakan dengan kemauan hati nurani rakyat tapi sekarang dengan apa yang di inginkan rakyat belum juga puas dalam menerima semua ini karena kelaparan makin banyak pengnganguran makin besar teror meraja lelah dan bom dimana-mana terutama kaum minoritas yang selalu jadi sasaran antar etnis dipecah dan banyak lagi sebenarnya yang mana yang harus didahulukan banyak propinsi yang ingin berpisah begitu pula otonomi daerah yang belum terlaksana akibat situasi beberapa propinsi miskin yang sulit untuk dijadikan otonomi maka prolem perpolitakan negara kita ini semakin sembrawut bagaimana jalan pemecahan permasalahan ini yang harus diselesaikan? mohon kiranya bapak-Bapak yang mempunyai andil didalam negara ini jangan mencari kesempatan dalam proses kedamaian di negara ini masih banyak yang harus dipikirkan dalam kehidupan negara ini trutama warga yang semakin lama semakin sengsaara dan buas akan segalah sesuatu yang diinginkannya.
E-mail Pengirim: toberb@Hotmail.com Tanggal: 3 Agustus 2001


Nama: Cepi Triatna
Dari: Bandung/Jawa Barat
Saya: Mahasiswa UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONSIA
Aspirasi / Informasi:
Seiring dengan bergantinya pemegang kursi kepemimpinan negara saat ini, maka banyak harapan dari kami para mahasiswa, terutama mahasiswa kependidikan untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan nasional, terutama pembangunan pendidikan di Indonesia. untuk itulah, kami dari BEM FIP UPI mengajukan kepada Presiden terpilih untuk melaksanakan profesionalisme dalam pemilihan mentri pendidikan nasional. Kami sangat tidak mengharapkan kalo pemilihan meteri pendidikan berdasarkan bagi-bagi kursi, atau karena permintaa dari partai-partai. Ibu Mega harus mampu memutuskan dengan peuh pertimbangan, bahwa menteri pendidikan haruslah orang yang mengetahui dan memahami serta mempuyai background pendidikan, supaya pembanguan pendidikan di masa yan akan datang tidak salah langkah.
Bandung 6 Agustus 2001
BEM FIP UPI
E-mail Pengirim: bemfipupi@yahoo.com, bemfipupi@astaga.com, bemfipupi@yahoo.com, bemfipupi@astaga.com
Tanggal: 6 Agustus 2001


Nama: Ign.Sumarya SJ
Dari: Jakarta
Saya: Pengamat Jakarta
Aspirasi / Informasi
Berkali-kali rumusan GBHN kita mengatakan bahwa "pembangunan manusia seutuhnya" menjadi sasaran. Namun yang terjadi adalah pembangunan phisik (gedung-gedung dst..), sedangkan masalah pembangunan manusia kurang memperoleh perhatian, hal ini nampak dalam anggaran untuk pendidikan yang minim. Maka kami berharap: bangunlah/didiklah manusianya dulu, yang tentunya perlu dukungan dana. Pendidikan yang baik senantiasa membutuhkan dana. Buatlah 'cerdas'(canggih?!) manusianya dulu baru sarana-prasarananya. Ingat kata-kata 'the man behind the gun', yang penting adalah 'the man' nya, bukan 'the gun' nya.
Menjadi 'cerdas' penting (apalagi masa kini kita kenal adanya cerdas intelektual, cerdas emosional dan cerdas spiritual'(bukankan cerdas emosional dan cerdas spiritual masih jauh dari harapan bagi kebanyakan manusia Indonesia _. nampak dalam gejala KKN dan aneka bentuk 'tawuran'/kebencian?) . Maka hemat saya tujuan pendidikan yang pokok adalah 'mencerdaskan' manusia Indonesia. Semoga ada keputusan politis yang berani untuk 'mencerdaskan manusia Indonesia' alias kepentingan pendidikan manusia Indonesia.
E-mail Pengirim: komdik@kawali.org
Tanggal: 20 Agustus 2001


Nama: Ignatius
Dari: Jakarta
Saya: Pengamat Jakarta
Aspirasi / Informasi
"Keputusan politik" dalam pemerintahan untuk pendidikan. Reformasi, c.q. peningkatan mutu pendidikan kita membutuhkan keputusan politik dari mereka yang berwenang, artinya keputusan pemerintah untuk 'mengalokasikan dana dan tenaga yang memadai untuk pendidikan.

Sebagai ilustrasi kecil, bukan tingkat besar/negara, saya sampaikan pengamatan saya pribadi. Keluarga merupakan 'dasar' dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Keluarga yang sungguh memperhatikan pendidikan anak-anaknya, maka masa depan akan cerah. Contoh konkrit (banyak terjadi di pedesaan yang miskin): orang tua(penguasa keluarga) untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai diusahakan pinjaman ke mana-mana.Untuk urusan lain(bangunan rumah, pembelian barang dll) ditunda, yang penting adalah mengusahakan dana untuk sekolah anak-anaknya. Hasilnya sangat bagus. Sebaliknya keluarga yang kurang memberi perhatian pendidikan anaknya saat ini sungguh 'memprihatinkan". Gambaran ini hemat kami inspiratif. Para tokoh yang berhasil, silahkan mawas diri: bukankah keputusan orangtua kita yang hebat -> mendidik anak-anaknya, membuahkan hasil yang membanggakan. Manusianya dulu yang dibangun, dan kalau perlu "hutang". Rasanya negara kita banyak berhutang juga, tetapi bukan untuk pendidikan, melainkan untuk "menara gading" beberapa orang, dan kebanggaan palsu.

Para pelayan/penentu masa depan bangsa: marilah kita menjadi bangsa ini sebagai keluarga (yang memang miskin) tetapi memiliki "keputusan politis" (keputusan keluarga miskin di desa-desa sudah memberi contoh, lihatlah) untuk menjadikan pendidikan strategi pembangunan, konkitnya 'optimalkan' dana dan tenaga untuk pendidikan.

Sejarah di dunia maupun "mutiara-mutiara" kecil di desa-desa telah menjadi bukti dan kekuatan yang riel. Moga-moga tidak hanya menjadi "wacana" saja, tetapi sungguh tindakan nyata : pembangunan manusia seutuhnya!
E-mail Pengirim: komdik@kawali.org
Tanggal: 29 Agustus 2001


Nama: Elyas
Dari: diy
Saya: Guru smk negeri 4 yogyakarta
Aspirasi / Informasi Bagaimana PGRI ku masihkah kau bersuara ketika "kebebasan sudah didepan mata" ketika ada CPNS yang sudah melaksanakan tugas tetapi ngurus haknya susah?
E-mail Pengirim: elyas_smk@yahoo.com
Tanggal: 2 Nopember 2001


Nama: Johan Yamin
Dari: Melbourne - Australia
Saya: Masyarakat Australia kelahiran Indonesia
Aspirasi / Informasi Ketepatan Susunan Mata pelajaran / kuliah untuk Kesiapan terjun di lapangan.
E-mail Pengirim: johan.yamin@bigpond.com
Tanggal: 18 November 2001


Nama: Sugeng Pramono
Dari: Surabaya, Jawa Timur
Saya: Masyarakat Surabaya
Aspirasi / Informasi Mengenai Sumber Daya Manusia memang menjadi pembicaraan dan ada upaya-upaya yang coba dilaksanakan. Pertanyaannya, kenapa dalam pembicaraan dan pelaksanaan masih meninggalkan celah? Khususnya, masalah kesejahteraan guru. Menurut saya, ada yang dilupakan dalam melakukan pemecahan terhadap masalah ini, yaitu belum adanya upaya yang serius untuk mencari kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang ada. Didukung juga dengan sikap yang cukup puas dari pelaku dan pelaksana progam, termasuk pemerintah, guru, masyarakat dan peserta didik. Kepuasan itu relatif, untuk itu perlu terus untuk mencari dari kekuatan-kekuatan yang ditemukan. Setelah itu perlu ada pembicaraan yang luas dengan beberapa pihak. Teman-teman guru yang menyuarakan keinginannya perlu untuk ditanggapi, baik secara moral maupun sikap nyata dalam kehidupan.
Sekian dari saya. Terima kasih atas teman-teman yang membaca aspirasi saya ini dan saya terbuka untuk kritik dan tanggapan baliknya.
E-mail Pengirim: sugeng.humanis@eudoramail.com
Tanggal: 27 November 2001


Nama & E-mail: iwan suwandi
Sektor Pendidikan: Sekolah Menengah
Tanggal: 27 Nov 2001
Informasi: saya mengajak teman-teman yg mau mengadakan kerjasama dengan pihak sekolah dalam hal pengadaan komputer dan internet disekolah. saya berdomisili di pontianak-kalimantan barat. saat ini ada 2 sekolah yg mau bekerja sama. selain menguntungkan, juga demi kemajuan pendidikan di daerah.


Nama: ita
Dari: jakarta
Saya: Mahasiswi universitas indonesia
Aspirasi / Informasi: dana pendidikan dalam anggaran negara sangat kecil bagaimana negara kita dapat mewujudkan sumber daya manusia yang unggul kalau tidak ada dana yang cukup, ternyata benyak anak putus sekolah karena kekurangan biaya padahal mereka termasuk anak-anak yang berpotensi untuk memajukan bangsa kita
E-mail Pengirim: ita_muslim@myquran.com
Tanggal: 2 desember 2001


Nama: Jannes Silaban
Dari: Pematangsiantar/Sumatera Utara
Saya: Wartawan Harian Ekonomi Medan Bisnis
Aspirasi / Informasi: Perhatikanlah guru Swasata
Jika kita mau jujur, peran serta pendidikan yang diselenggarakan pihak swasta di Indonesia, khususnya pendidikan formal seperti SD - SMU, merupakan andalan utama dalam pewujudan tujuan akhir pendidikan nasional--meski tidak seluruhnya.

Namun pemerintah, sama sekali tidak pernah memperhatikan pendidikan swasta sehingga berakibat fatal pada pencapaian tujuan pendidikan tadi.

Misalnya, guru PNS bisa mengajar di sekolah swasta walau dengan meninggalkan sekolah tempat mengajarnya, sehingga kesempatan mengajar lebih banyak dimilikinya ketimbang guru belum berstatus PNS.

Jika pemerintah sedikit memberikan perhatian kepada pihak swasta yang menyelenggarakan pendidikan, maka pemerintah harus melarang PNS mengajar di sekolah swasta. Tentu saja, bukan hanya melarang, namun juga harus memberikan subsidi--minimal 50 persen dari jumlah yang diperoleh sebuah sekolah swasta setiap bulan--sehingga pihak swasta tidak segan-segan lagi menerima guru honorer dengan gaji tinggi.

Dengan cara ini, eksploitasi pendidikan dengan tujuan provit bisnis akan berkurang.
Terimakasih.
E-mail Pengirim: janneswk@renungan.com
Tanggal: 12/12/2001


Nama: yahya
Dari: gorontalo
Saya: Staf Administrasi Dinas pendidikan
Aspirasi / Informasi: Kesan ttg pendidikan di negeri ini adalah setiap pergantian menteri maka terjadi pula penyesuaian ttg kebijakan pendidikan. Sejak saya mengenal pendidikan, sampai hari ini sepertinya pendidikan Indonesia tdk ada model yg langgeng. Apakah kita sedang mencari-cari model mana yg sesuai dgn budaya kita atau manakah yg sesuai selera pak menteri?

Dari program wajar dikdas, link and match, CBSA sampai peniadaan Ebtanas. Memang tujuannya demi terwujudnya generasi indonesia yg mandiri dan mampu mempertahankan dan memajukan bangsanya sejajar dan bahkan lebih maju dari negara lain. Sebenarnya, menurut pengalaman selama ini, tidak perlu terlalu membebani siswa dgn berbagai macam mata pelajaran, 4 atau 5 sudah cukup baik pd tkt SD, SLTP maupun SLTA. Dan yg terpenting adalah kesejahteraan para guru (gaji mereka terlalu rendah) sehingga kadang2 mereka meluangkan waktunya bagaimana utk mendapatkan tambahan penghasilan ketimbang memikirkan kualitas para anak didik.

Perlu kita hargai semboyan "guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa". Disisi lain pemerintah perlu memikirkan format yg tepat dalam merekrut calon guru. Karena banyak juga guru yg tdk trampil dalam mengajar. Hal ini terkait dgn perguruan tinggi, strategi atau pendekatan mana yang perlu diteruskan dan mana yang sudah saatnya ditinggalkan krn tdk sesuai lagi dgn perkembangan dunia pendidikan. Saya pikir inilah yg dpt disampaikan dlm kesempatan ini.
E-mail Pengirim: nunu@propinsi-gorontalo.com
Tanggal: 19 Desember 2001


Nama: Entis Sutisna
Dari: Tangerang Banten
Saya: Guru SMUN 4 Tangerang
Aspirasi / Informasi: Otonomi daerah yang menjanjikan harapan perbaikan bagi pendidikan dan guru ternyata harapan kosong. Pengelolaan pendidikan di daerah semakin jauh dari profesional, manajemen pendidikan semakin amburadu, birokrasi semakin berbelit, kesejahteraan tak ada perubahan, PEMDA semakin arogan. Nasib guru yang mutasi tidak jelas.
E-mail Pengirim: Entis63@yahoo.com
Tanggal: 3 Januari 2002


Nama: arbain
Dari: medan / sumatera utara
Saya: Staf Administrasi indosat divnet stti pantai cermin
Aspirasi / Informasi: sehubungan dengan akan diselenggarakannya reuni sma2 medan dari tahun 79 s/d 01 saya hanya punya ide masing-2 yang berminat mengumpulkan uang dengan jumlah yg ditentukan tdk terbatas untuk memberi apresiasi kepada eks bapak ibu guru kita untuk memotivasi peningkatan pendidikan
E-mail Pengirim: arbain@indosat.com
Tanggal: 16/01/2002


Nama: Nasruddin
Dari: Makassar
Saya: Mahasiswa unhas
Aspirasi / Informasi: Salah satu yang dicemaskan dunia perguruan tinggi di Indonesia saat ini yaitu masih bergantungnya kita terhadap hasil riset dari lur negeri. Sehingga kita tidak perlu heran, sampai kapanpun bangsa kita akan tetap diremehakn oleh bangsa lain karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup dikarenakan kita terus membeli hasil-hasil riset dari luar. Kita tentunya mahfum hal ini disebabkan perguruan tinggi di Indoinesia belum ada yang berorientasi kepada riset dan penelitian. Riset dan penelitian hanya dijadikan sebagai sarana untuk menjadi seorang "sarjana". Dan sampai hari kita lihat bahwa negara hanya menalokasikan dana dari APBN sebesar 13%. Bagaimana mungkin kita bisa melakukan penelitian-penelitian dengan alokasi dana yang seperti itu.

Dari bertebarannya "doktor" dan "profesor" di Indonesia belum ada satupun yang mampu menyumbangkan hasil riset yang bisa dijual kepada negara lain. Kita tentunya berbangga kepada Bapak Habibie yang namanya telah melambung tinggi karena keberhasilannya menemukan sebuah prinsip di dalam cara kerja pesawat terbang. Tapi kejadian itu tidak terjadi di negeri ini tetapi di Jerman. Dan juga para "doktor" dan "profesor" kita agaknya enggan untuk melakukan riset-riset dan penelitian-penelitian disebabkan karena mereka lebih senang bekerja di belakang meja dibanding bekerja di dalam laboratorium ataupun membimbing para mahasiswa untuk melakukan penelitian.

Namun kita tentunya tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah karena bagaimanapun kita memahami bahwa bangsa kita berada dalam titik nadir kehidupannya. Tapi tentu saja itu tidak menjadi penghalang bagi kita untuk melakukan riset dan penelitian-penelitiankan?Karena masih banyak hal-hal lain disekitar kita tanga masih perlu diteliti.
E-mail Pengirim: anaklaut@mahasiswa.com
Tanggal: 16 januari 2002


Nama: Asril Wardani
Dari: Palembang
Saya: Mahasiswa Universitas Sriwijaya
Aspirasi / Informasi: Saya beberapa kali mendapat kiriman informasi tentang program pertukaran pelajar bagi mahasiswa (undergraduate) yang dapat mengikuti program pertukaran pelajar di beberapa universitas di Jepang. Diantaranya adalah YSEP di Tokyo Institute Technology, Kemudian TUFS, ada juga di Kyushu dan lainnya. Saya pikir ini hal yang baik bagi pengembangan SDM kita untuk lebih meningkatkan profesional skillnya dibidang masing-masing. Makanya saya berusaha memberikan info ini ke pihak yang lebih tahu dalam hal ini yaitu pertama saya berikan ke Jurusan saya agar disampaikan ke Purek IV bidang kerjasama. Namun sampai sekarang belum saya dengar kabarnya. Adakah cara lain agar program ini bisa diadopsi di Unsri.
E-mail Pengirim: asriel992001@yahoo.com
Tanggal 19/1/2002


Nama & E-mail: SLTP WAHID HASYIM 11
Sektor Pendidikan: SLTP
Tanggal: 22 Januari 2002
Informasi: Mohon bantuan dana untuk pembangunan ruang kelas baru karena sekolah kami sangant membutuhkan dana. saat ini ada 6 kelas tetapi hanya ada 4 ruang dan saat ini sudah mulai membangun pondasi dan dana sudah habis


Nama: Murman
Dari: Demak, Jawa Tengah
Saya: Guru SLTP 2 Gajah Demak
Aspirasi / Informasi: Assalamualaikum
Mohon urun rembug,
Bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan perlu dilibatkan peningkatkan kemampuan sumberdaya baik ditingkat manajemen (birokrasi dan juga kepala sekolah) maupun para pelaksananya (guru). Agar SDM guru lebih meningkat perlu beberapa peluang yang bisa diberikan diantaranya untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Fenomena yang berkembang sekarang dengan dibukanya program S2 (Magister) dibanyak perguruan tinggi telah membuka pemikiran bagi sebagian guru di Indonesia untuk melanjutkan studi. Namun dalam kenyataan banyakm sekali kendala dan hambatan yang menghadang ketika seorang guru harus melanjutkan studinya. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan bahwa tanggung jawab memajukan pendidikan tidak hanya beban perguruan tinggi, untuk itu mohon bagi para guru yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi juga diberi peluang untuk mendapatkan bea siswa. Janganlah beasiswa hanya diuperuntukkan bagi para dosen saja. Hilangkan itu bentuk diskriminasi kalau pendidikan di Indonesia ingin maju. Sekali lagi, dukunglah niat baik kami para guru disekolah menengah untuk melanjutkan studinya dengan subsidi berupa beasiswa.
Dari kami,
Murman
Guru SLTP 2 Gajah Demak
E-mail Pengirim: murman_bonang@yahoo.com
Tanggal: 24 Januari 2002


Nama: Rujianto
Dari: Padang , Sumatra Barat
Saya: Mahasiswa AIM-AMIK JAYANUSA
Aspirasi / Informasi: Bekisar dengan perkembangan zaman yang semakin lama semakin maju dan berkembang, saya khususnya merasa bagaimana pendidikan kita bisa lebih berkembang/maju di bandingkan nagara lain, justru dari itu saya mohon solusinya bagaimana pendidikan yang jauh dari kemajuan jaman juga di perhatikan khususnya gaji-gaji guru yang mengajarnya karna sekarang sudah zamannya kebebasan tapi bebas yang tidak bersifat Anarkis tentunnya.
E-mail Pengirim: afriddoank@yahoo.com
Tanggal: 03- FEBRUARI-2001


Nama: chaerul rochman
Dari: Bandung/Jawa Barat
Saya: Dosen Tarbiyah IAIN SGD Bandung
Aspirasi / Informasi: Salam, Dunia terus berkembang, tantangan, respon, dan action pendidikan pun terus berubah seiring dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga pengelola pendidikan terus diterpa dengan keharusan melakukan penyesuaian.
Arah penyesuaian yang dilakukan pemerintah dan masyarakat masih jauh dari yang diharapkan. Namun masih banyak kalangan yang tidak sabar dengan perbaikan dan perubahan tersebut. Akibatnya suatu kebijakan belum berjalan dengan baik, sudah diubah lagi. Sehingga sangat banyak biaya dan waktu yang seolah kembali ke masa lalu.
Untuk itu saya mengajak kepada segenap pencinta pendidikan untuk bersabar sambil melakukan sesuatu yang konstruktif. Perbaiki program pembelajaran kita, lakukan sesuatu dengan sabar dan tawakal.
Wasssalam.
E-mail Pengirim: chaman@bdg.centrin.net.id
Tanggal: 6 Februari 2002


Nama: AGUS DERMAWAN MUCHSIN
Dari: BALIKPAPAN / KALTIM
Saya: Staf Teknologi SEPINGGAN AIRPORT
Aspirasi / Informasi: Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, disektor Pendidikan salah satu tonggak yang penting adalah peningkatan taraf hidup guru, dengan meningkatkan fasilitas gaji/tunjangan/perumahan yang baik, dengan demikian memberi motifasi Guru untuk meningkatkan kualitasnya dalam proses mengajar. Coba tengok ke belakang masih banyak Guru kita yang belum mendapatkan kesempatan seperti itu, untuk kebutuhan hidupnya sendiri belum mencukupi, bagaimana bisa meningkatkan prestasi belajar muridnya? Coba lihat Guru2 yang didaerah terpencil, untuk transportasi saja susah. Dibandingkan dengan Negara yang lainnya seperti contoh malaysia sektor pendidikannya sangat baik, utnuk itu ke arah depan pemerintah kita lebih meningkatkan sektor Anggaran pendidikan lebih besar lagi, hingga menjadikan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju, adil dan makmur.
E-mail Pengirim: agus@teknik.com
Tanggal: 09/02/2002

Ke Halaman 2 - Klik Di Sini






Membaca Aspirasi HOME Menulis Aspirasi Anda

Print Halaman Ini