|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 16)
Nama: ANDRI SUPRIYANTO Dari: JAKARTA Saya: Siswa SMU N 55 JAKARTA Aspirasi / Informasi: SEBUAH GENERASI YANG TERDIDIK SANGAT DIPERLUKAN UNTUK MEMBANGUNAN BAMGSA INDONESIA YANG BERKUALITAS. SEKTOR YANG HARUS PERTAMAKALI DIBAMNGUN ADALAH SEKTOR PENDIDIKAN. SAYA SEBAGAI PELAJAR BEGITU IRONI KETIKA PRESIDEN MEGAWATI MEMBELI PESAWAT SUKHOI,BUKANKAH KITA MEMILIKI BANYAK TENAGA AHLI YANG BEKERJA DI LUAR NEGERI? SEBAGAI RAKYAT KECIL SAYA MEMINTA KEPADA SELURUH JAJARAN PEMERINTAH UNTUK MEMPERHATIKAN KAMI, INGAT JABATAN YANG ANDA PEGANG SAAT INI MERUPAKAN AMANAH DARI KAMI RAKYAT KECIL. JANGAN KALIAN LEBIH DISIBUKKAN DENGAN PEMILU 2004 MENDATANG. E-mail Pengirim: Tanggal: MINGGU.14-9-2003
Nama: Fa.Dwiyatno FIC Dari: Jawa Tengah Saya: Guru SLTP PL Domenico Savio Aspirasi / Informasi: Keberadaan sekolah swasta sering dinomorduakan, padahal posisinya sebagai mitra yang artinya sejajar. Maka penghapusan dikotomi sekolah swasta dan negeri sebaiknya benar-benar direalisasikan termasuk dalam segi fasilitas baik tenaga kependidikan dan sarana prasarana. Dengan demikian akan terjadi kompetisi yang sehat antar mitra penyelenggara pendidikan. Beri saja kebebasan yang dapat dipetanggung jawabkan secara publik agar masyarakat yang menilai kualitas sekolah bukan hanya sekedar status tetapi lebih pada kualitas pelayanan dan output dan outcomenya. E-mail Pengirim: ga punya Tanggal: 14 September 2003
Nama & E-mail: tony damianus
I'm a Student at smuntig kelas 3 ipa 8 bna, NAD.
Date: 14 september 2003
Kondisi pendidikan aceh. Antara mutu dan realitas
Pendidikan aceh sekarang sangat memprihatinkan. bagaimana tidak, sekolah dibakar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka tidak berpikir bahwa membakar sekolah merupakan pembakaran terhadap harapan masa depan anak2 aceh yang sekarang berada di tempat yang tidak selayaknya. oleh karena itu harapan bangsa indonesia sekarang -khususnya aceh - supaya pendidikan di aceh mendapat prioritas yang tinggi dari semua kalangan dan pemerhati masalan pendidikan. aceh sebenarnya mempunyai sumber daya manusia yang tidak kalah bersaing dengan sdm dari daerah lainnya di indonesia, bahkan di tingkat dunia.
sebut saja duta aceh untuk ikut di olimpiade fiseka (ipho), wakil aceh mendapat tempat ketiga di tingkat asia. itu membuktikan bahwa aceh kaya akan manusia bermutu yang mampu bersaing secara global. ibarat sebuah parang, makin diasah makin tajam.pepatah ini mengisyaratkan bahwa aceh jangan dipandang sebelah mata. siapa tahu di olimpiade mendatang pelajar aceh dapat mendulang sukses dan mengibarkan bendera merah putih di luar negeri. E-mail Pengirim: tony_gaulabis@yahoo.com Tanggal: 14 September 2003
Nama: fithra aulia Dari: bandarlampung/Lampung Saya: Mahasiswa universitas lampung Aspirasi / Informasi: saya berharap biaya untuk pendididkan di indonesia tidak tinggi sebab ini akan menghambat peningkatan sdm.terlalu banyak generasi muda yang ingin sekolah tapi tidak memiliki biaya termasuk saya
terus terang impian saya untuk dapat melanjutkan ke jenjang pasca sarjana akan terhambat karena orang tua saya sudah tidak mampu memberikan biaya lagi, apalagi saya berasal dari daerah yang sedang konflik yaitu aceh
sebagai anak daerah saya merasa sekarang dijajah oleh sistem pendidikan negara kita sendiri
saya yakin semakin lama akan semakin bertambah generasi muda yang tidak memiliki sdm karena tidak sekolah dan ini akan membuat negara kita terjajah oleh pihak asing
saya berharap hal ini dapat dianalisa dn dipikirkan dengan cermat
jangan melihat dengan kacamata orang kaya tapi lihatlah kebawah dimana 40% bangsa kita hidup dalam kemiskinan
dimanakah hati nurani kita??? E-mail Pengirim: fithra_00@yahoo.com Tanggal: 16 sept 2003
Nama: iim imron r Dari: BANDUNG Saya: Guru SMUN 23 BANDUNG Aspirasi / Informasi: Akan lebih bermartabat apabila pendidikan tidak hanya sebagai komoditas penguasa untuk mencari popularitas politik, harus segera disudahi merginalisasi pendidikan, buang jauh-jauh ekspos ketertinggalan pendidikan kita dibanding dengan negara lain, bangkitkan nasionalisme pendidikan kita, bangkitkan "guru" sebagai cita-cita anak bangsa, guru harus menjadi salahsatu cita-cita warga negara. Jawabannya hanya satu. PENDIDIKAN HARUS SERIUS, ada kemauan politik untuk menata kembali pendidikan kita. E-mail Pengirim: iim@wankota.org Tanggal: 17 SEPTEMBER 2003
Nama: Supardi, S.T. Dari: Yogyakarta Saya: Staf Teknologi Dinas P & K Kabupaten Sleman Aspirasi / Informasi: Depdiknas sebaiknya memberi kesempatan yang lebih besar lagi kepada PNS Daerah untuk meningkatkan SDM di tingkat daerah melalui tugas belajar S2 dan S3 yang didanai oleh pemerintah pusat, bekerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di daerahnya masing-masing. Terima kasih. Salam buat para pembaca. E-mail Pengirim: supardi_st@yahoo.com Tanggal: 18 September 2003
Nama: Stevanus Trio Dari: Tanjungpinang/kepri Saya: Siswa SMK N 3 Tanjungpinang Aspirasi / Informasi: Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan para guru yang selama ini telah sangat berjasa kepada negara dan memberikan porsi yang lebih dalam APBN untuk sektor pendidikan karena dengan pendidikan dan peningkatan SDM Indonesia bisa bertahan ditengah persaingan dunia yang semakin ketat ini. E-mail Pengirim: trio_stevanus@yahoo.com Tanggal: 19 September 2003
Nama: dian ade permana Dari: salatiga/jawa tengah Saya: Mahasiswa uksw Aspirasi / Informasi: kami disalatiga memberi les kepada anak-anak sd dan smp, di daerah terminal tingkir, khususnya bagi anak yang tidak mampu. dan walau baru berjalan sekitar satu bulan sudah memiliki sekitar 40-an siswa-siswi. mohon dukungan dan doanya agar kegiatan tidak hanya seumur jagung. demi pendidikan yang sebenarnya E-mail Pengirim: ade_langen@yahoo.com.au Tanggal: 22-september-2003
Nama: budie agung Dari: banding/jabar Saya: Mahasiswa iain sunan gunung djati bandung Aspirasi / Informasi: saya baru lulus kuliah kemarin bulan agustus, alhamdulillah saya bisa mendapat gelar sarjana pendidikan islam namun dibalik itu ada tugas selanjutnya yang harus saya cari. yaitu mencari pekerjaan tentunya sesuai dengan basic kuliah saya, yaitu menjadi guru agama.
yang menjadi permasalahan adalah susahnya menjadi guru honor didaerah saya yaitu di bandung, karena kapasitas sekolah-sekolah yang sudah penuh dengan guru-guru agama lainnya, padahal kalau saya lihat mereka bukan asli orang bandung. jadi harusnya saya sebagai asli orang pribumi ngajar di sekolah lokasi saya tinggal.
jadi saya punya usul kepada anda
1. upayakan setiap guru diperbantukan pada daerah masing2nya.
2. hapus penyetaraan akta 4 karena itu sama saja mengambil lahan orang lain.
3. tingkatkan kesejahteraan guru serta fasilitas didaerah-daerah yang membutuhkan bantuan sarana prasana sekolah
4. hapuskan sekolah yang berorientsi pada bisnis pendidikan. E-mail Pengirim: budiagung2003@yahoo.com Tanggal: 22 september 2003
Nama: KS Dari: Luar Negeri Saya: Konsultan Luar Negeri Aspirasi / Informasi: Dengan system pendidikan yang dimiliki sekolah, sulit bagi masyarakat Indonesia untuk maju. Fokus pendidikan Indonesia sama sekali tidak relevant dengan kemajuan teknologi. Tiga kelemahan bagi masyarakat Indonesia:
1. Lemah dalam bahasa Inggris, bahasa asing
2. Lemah dalam ilmu informasi teknologi
3. Lemah dalam ilmu teknologi lain, seperti research, bio-teknologi, life-science, fisika, kimia
Dengan kelemahan dalam pendidikan, sulit bagi Indonesia untuk maju. E-mail Pengirim: Tanggal: 23 Sept 2003
Nama: KS Dari: Abroad Saya: Consultant Abroad Aspirasi / Informasi: Indonesia since the fall of Soeharto, has not yet recovered from the ruins. In fact, some ppl say that it is getting from bad to worse, with corruptions are more rampant.
It has been 5 years, but we haven't seen any lights of improvement.
1. More than 45 millions ppl are jobless and live without proper jobs.
2. Education systems don't get revised to focus on more important aspects of education, thus quality of ppl still below standard
The above two topics are co-related. The faulty education system which lacks in focus of teaching students in mastering English, Foreign languages, IT, Bio-Science, Physics, Chemistry, etc., will result that the manpower Indonesia produces are not able to undertake serious jobs. Thus, more or more are jobless or only qualified to do labour jobs.
I dont know when the system can improve. With the rampant corruptions, I doubt it will in the near term. E-mail Pengirim: Tanggal: 23 Sept 2003
Nama: Sugeng Putranto Dari: Daerah Istimewa Yogyakarta Saya: Guru SMK N 6 Yogyakarta Aspirasi / Informasi: Kalau mengamati perkembangan kekinian sebetulnya saya pribadi tidaklah bingung. Beberapa hal sudah menjadi catatan sejak tahun 1982 (ketika itu baru lulus SMA Babarsari) yang tidak boleh kita langgar oleh bangsa kita. Mereka itu antara lain bahwa Dunia pendidikan haruslah/sewajarnya bersifat:
1. Netral terhadap kepentingan agama/kepercayaan manapun.
2. Netral terhadap partai politik manapun. Walaupun tetap harus belajar tentang politik.
3. berpikir jadi bukan menghafal untuk kemajuan bangsa kita NKRIndonesia.
4. murah beaya agar merata . Jadi bukan milik orang berduit. Karena orang berduit belum tentu tulus membangun negeri ini .
Jadi siapa saja yang jadi menteri Pendidikan atau Presiden haruslah yang berkomitmen demikian.
"Jadilah orang penting ! Tetapi yang paling penting jadilah orang baik"
E-mail Pengirim: genksoe@yahoo.com Tanggal: 24 September 2003
Nama: Muhammad Nashir Takbir Dari: Makassar/Sulawesi Selatan Saya: Mahasiswa STMIK Handayani Aspirasi / Informasi: setip Lembaga yang mengaku dirinya sebagai lembaga pendidikan hendaknya mengutamakan kualitas outputnya sebab bagaimanapun output dari sebuah institusi pendidikan pasti akan membawa nama institusi mana tempat ia di telorkan, tapi sedihnya masih banyak lembaga pendidikan yang mempromosikan dirinya sebagai lembaga yang mengedepankan kualiutas naun pada kenyataanya justru lebih cenderung kepada kuantitas mahasiswanya sebab semakin banyak mahasiswa yang terjaring maka semakin banyak pula income yang mereka peroleh.
Harapan saya saya kiranya kopertis Wil. IX Sulawesi menyikapi fenomena ini. saya salut dengan sistem yang di terapkan di STIM Nitro Makassar, walaupun biaya kuliah tinggi nam
un Balance dengan apa yang mahasiswa peroleh, walau mungkin masih banyak harapan mahasiswa yang belum sempat dipenuhi oleh pihak lembaga namun setidaknya saya pribadi menganggap bahwa memang demikianlah sistem pendidikan yang di harapkan. biar mahal yang penting balance E-mail Pengirim: www.ibanezzzt@yahoo.com Tanggal: 1/10/2003
Nama: anggit budi luhur Dari: KAB.TEGAL,JAWA TENGGAH Saya: Mahasiswa PROGRAM DIII BHS INGGRIS UNSOED Aspirasi / Informasi: banyak orang yang enggan menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi yang berkualitas dan ternama karena mahalnya biaya pendidikan. Mohon pemerimtah meninjau ulang keputusannya, tirulah negara tetangga kita, kita ini bangsa kaya bung! E-mail Pengirim: anggit_maharani@hotmail.com Tanggal: 6 OKTOBER 2003
Nama: Muhammad Munadi Dari: Jawa Tengah Saya: Dosen STAIN Surakarta Aspirasi / Informasi: Perlu ada Tenaga ahli yang mendampingi SAudara di DPRD, khususnya Komisi E, agar mereka tidak gagap dalam upaya desentralisasi pendidikan. E-mail Pengirim: nadia_72@telkom.net Tanggal: 11 Oktober 2003
Nama: M.Yusuf K Dari: Lhokseumawe Saya: Masyarakat nad Aspirasi / Informasi: Saya hanya masyarakat biasa yang kurang mengerti tentang tujuan dan manfaat kurikulum yang saat ini diterapkan di sekolah sekolah indonesia, karena setelah selesai pendidikan pada umumnya para lulusan justru menjadi masalah, terutama karena tidak tersedianya lapangan kerja. oleh sebab itu sudah selayaknyalah orientasi pendidikan kita harus dirombak total agar manghasilkan suatu output siap pakai sesuai permintaan pasar.Tk E-mail Pengirim: yus-nad@telkom.net Tanggal: 16-10-2003
Nama: Ip@nk Dari: JakArta SeLaTaN Saya: Mahasiswa ISTN (Institut Sains & Teknologi Nasinal) Aspirasi / Informasi: Siapapun yang akan menduduki ketua himpunan mahasiswa mesin ISTN saat ini haruslah orang yang mengerti tentang mesin dan mampu membawa kembali nama besar HMM ISTN dimata komunitasnya dan Masyarakat pada umumnya.
Diharapkan agar pada setiap kali HMM melaksanakan kegiatan pihak jurusan maupun kampus untuk ikut serta membantu dan mensuport bukan menghalang-halangi apalagi NATO doank..!!! Bravo HMM ISTN E-mail Pengirim: volvo202000@plasa.com Tanggal: 19-10-2003
Nama: i-pank Dari: batavia alias jakarta Saya: Mahasiswa ISTN Aspirasi / Informasi: Bagi teman-teman mahasiswa dari maluku utara yang sedang kuliah di jakarta, dan berada pada tingkat semester 4-8, dari komunitas mahasiswa Moluku kie-raha membuka kesempatan kepada teman-teman untuk tinggal diasrama yang baru-baru ini disediakan oleh PEMDA dan forum pemuda pelajar malut dijakarta.
untuk informasi lebih lanjut hub :
nela (IISIP)
OMAr (ISTN)
sekertariat forum (samping kmps UP )
E-mail Pengirim: volvo202000@plasa.com Tanggal: 20-10-2003
Nama: irhus Dari: selong Saya: Mahasiswa selong Aspirasi / Informasi: untuk bupati lombok timur, supaya lebih memperhatikan dunia pendidikan dan pemibinaan generasi muda. artinya supaya anggaran pendapatan dan belanja daerah juga lebih banyak diprioritaskan pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut.
Satu hal yang perlu diketahui oleh pejabat di pemda Lotim bahawa sampai sekaranag ini hampir putradaerah yang melanjutkan studi S2 rata-rata menggunakan beaya pribadi sehingga perhatian pemda untuk memberikan suppot dana harus lebih besar. misalnya memberikan dana penelitian atau dana penelitian tugas akhir. akarena itu juga menjadi kepentingan daerah.
terima akasih
E-mail Pengirim: irzani@stkip-hamzanwadi.ac.id Tanggal: 21 Oktober 2003
Nama: sugik Dari: Jogyakarta Saya: Staf Teknologi cikarang Aspirasi / Informasi: memang pendidikan di negara kita sudah terlalu jauh ketinggal dengan negara2 lain. untuk itu perlu sekiranya di adakan sistem pendidikan yang lebih praktis dan maju. tapi sebenarnya bukan itu yang perlu kita benai. tapi mental dan moral seharusnya yang perlu kita bina mulai dari dini, percuma juga kan kita menerapkan sistem pendidikan yang canggih tapi tidak di dasari dengan moral yang baik pula. E-mail Pengirim: sugik_18@yahoo.com Tanggal: 24-Oktober-2003
Nama: Yayan Suntiana Dari: Sumedang/Jawa Barat Saya: Mahasiswa UPI Aspirasi / Informasi: pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap individu dalam menghadapi kehidupan. Tapi apakah pendidikan yang ada sudah dapat memnuhi kebutuhan kita atau belum?. pendidikan yang diselenggarakan diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kompetensi individu tidak hanya kognitif tetapi juga afektif dan psikomotor. oleh karena itu perlu penekanan ketiga aspek tersebut sehingga pendidikan tidak hanya menciptakan manusia yang cerdas tetapi juga berakhlak mulia dan berprilaku yang sopan.
mengingat akan diberlakukannya KBK diharapkan kompetensi para pendidik dan segala sumber pendukung dalam penyelenggaraan pendidikan menjadi perhatian yang penuh sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. ciptakanlah pendidikan yang dapat beorientasi pada pemenuhan kebutuhan individu dimasa yang akan datang maupun sekarang. semoga pendidikan diIndonesia bisa berkembang dan menciptakan manusia yang benar-benar berkualitas. E-mail Pengirim: yans_an@yahoo.com Tanggal: 30 Oktober 2003
Nama: HAMZAH B. UNO Dari: GORONTALO Saya: Dosen IKIP GORONTALO Aspirasi / Informasi: BUAT PAK MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL RI. DIMANA-MANA SEKARANG INI DIBUKA PROGRAM PASCASARJANA YANG DILAKUKAN OLEH PERGURUAN TINGGI NEGERI MAUPUN SWASTA DALAM RANGKA PENINGKATAN SDM DI INDONESIA. KIRANYA HAL INI MERUPAKAN KEBANGGAAN DAN KEBERHASILAN PAK MENTERI. TETAPI HAL YANG DISIKAPI PAK MENTERI ADALAH MAKIN MENJAMURNYA LEMBAGA -LEMBAGA YANG MENGATASNAMAKAN YAYASAN PENDIDIKAN LUAR NEGERI MENAWARKAN GELAR BAGI PEJABAT ATAU PENGUSAHA UNTUK MENJADI DOKTOR. BAHKAN YAYASAN INI MENAWARKAN SESEORANG PENGUSAHA UNTUK DIANUGERAHI PROFESOR. DASAR TOLOL PROFESOR YANG NOTABENENYA BUKAN JABATAN YANG DIPEROLEH MELALUI JENJANG PENDIDIKAN DIIKUTKAN DALAM PENAWARAN UNTUK DIANUGERAHKAN KEPADA SESEORANG DENGAN DALIL HONORARI KAUSA DENGAN MEMBAYAR UANG SEBANYAK RP. 10.000.000 DORKTOR DAN RP. 15.000.000. PROFESOR. ACARANYA LANGSUNG IKUT PERTEMUAN MAKAN-MAKAN DI HOTEL HI DAN DILANTIK MEMPEROLEH GELAR SETELAH MENYERAHKAN UANG.
YANG MEMPRIHATINKAN MEREKA YANG MEMPEROLEH GELAR PEMBODOHAN INI ADALAH PARA PEJABAT DARI DAERAH BAIK PEJABAT EKSEKUTIF MAUPUN LEGISLATIF. TIDAK TERKECUALI SEPERTI WALIKOTA GORONTALO. MEDI BOTUTIHE DASAR DIBODOHIN MAU-MAU SAJA. SEBENARNYA INI MODEL PENJAJAHAN DI ERA KAPITALISME MEDRN. MELALUI RUANG ASPIRASI INI SAYA MOHON PAK MENTERI UNTUK MENEGAKKAN UNDANG-UNDANG PELANGGARAN MENGGUNAKAN GELAR INI DEMI MARTABAT BANGSA DAN WIBAWAH PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA. JIKA INI TIDAK DISIKAPI PAK MENTERI SAYA KHAWATIR SELURUH RAKYAT INDONESIA AKAN MEMPEROLEH GELAR DOKTOR DAN PROFESOR SEKALIPUN YANG TIDAK PERNAH BISA MENULIS ATAU MEMBACA. SUDAH SEPARAH DAN SEBODOH INI MENTAL PEJABAT DAN PENGUSAHA KITA DI INDONESIA? PAK MENTERI BENAR-BENAR BERHASIL MEMIMPIN PENDIDIKAN DI INDONESIA JIKA MAMPU MENGATASI MASALAH INI. E-mail Pengirim: puteputete@yahoo.com Tanggal: 4 NOVEMBER 2003
Nama: Tri Aji Wibowo Yani Seno Dari: Medan / Sumatera Utara Saya: Mahasiswa Politeknik Negeri Medan Aspirasi / Informasi: Assallamualaikum Wr Wb
Sejauh ini, saya tidak berharap banyak kepada pemerintah negeri ini. Saya hanya ingin agar sektor pendidikan ditingkatkan, keluarin dech beasiswa sebanyak˛ nya. Emang mau dikemanain tuch dana yang bejibun..? Bangun dech sarana˛ pendidikan biar rakyat Indonesia semua pada melek (dalam segala hal). Satu lagi saran saya nich, jangan biarkan si Bush (BushUK) mengobok˛ negeri ini (nggak rela dech saya). Jangan biarin dia mencampuri terlalu jauh urusan dalam negeri kita. Untuk sementara ini, cukup sekian dulu, lain waktu disambung lagi.
Wassallamualaikum Wr Wb
NB: Bagaimana ya caranya agar saya bisa dapat beasiswa..? Mengapa setelah sekian banyak saya memohon bantuan, tetap saja tidak ada tanggapan. Mudah˛ dengan saya kirimkan aspirasi ini, saya menjadi sedikit diperhatikan (maklumlah..wong cuilik). Amien! E-mail Pengirim: aji@secureroot.com Tanggal: 04 November 2003
Nama: wawan Dari: makassar/sulawesi selatan Saya: Masyarakat makassar Aspirasi / Informasi: pendidikan bukan sarana untuk berbisnis k'lo berbisnis silahkan jadi direktur atau wiraswasta pendidikan bukan sesuatu yang murah dan mudah dibeli kadang saya ingin menertawaai sistem pendidikan di Indonesia tapi justru saat tertawaa saat ingin menangis. Malu saya jadi masyarakat Indonesia k'lo pendidikan terus begini, k'lo perlu sekolah atau kampus diubah fungsikaan saja memjadi pasar atau perusahaan E-mail Pengirim: toraja@yahoo.com Tanggal: 5 November 2003
Nama: balosan rajagukguk Dari: Tarutung, Sumatera Utara Saya: Masyarakat Sumatera Utara Aspirasi / Informasi: Pendidikan Penindasan di Indonesia tidak akan meningkatkan mutu atau qualitas SDM Indonesia. Misalnya, pendidikan di jalan raya dengan mencantumkan papan peringatan "AWAS TIKUNGAN BERBAHAYA" dengan gambar tengkorak, atau awas maut menanti anda, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang menakutkan; di rumah - seorang ibu rt dalam upaya mengendalikan anaknya yang mulai lasak (mulai umur 2 tahun), selalau dikatakan "AWAS HANTU", tidak pernah dikatakan "JANGAN TAKUT, TUHAN BESERTA ENGKAU"; di sekolah, kalau ada anak yang kritis yang mungkin menyampaikan pikirannya apa adanya, guru atau dosen mengatakan "AWAS" kamu tidak akan lulus sampai kiamat.
Nah komunikasi otoriter di dalam proses pendidikan perlu dihilangkan, jika hanya itu sekedar "warning" ok ok saja, hendaknya pendidikan kita berkomunikasi dengan persuasi yang mampu memotivasi anak didik dan masyarakat untuk lebih "pro-aktif" sehingga SDM Indonesia semakin meningkat mutunya. Hopefully. E-mail Pengirim: balosanraja@Yahoo.com Tanggal: 10 Nov.2003
Nama: Risfan Dari: Jabotabek Saya: Pengamat Jabotabek Aspirasi / Informasi: Salam kenal,
Salah satu bagian stakeholders yang perlu di"berdaya"kan untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah peran dan posisi orang tua (ortu) murid. Masalahnya biasanya (di kota besar) orang tua yang aktif di "paguyuban ortu/POM" justru mereka yang ampuh dari segi intelektualnya, karena ortu yang pinter-pinter justru sibuk kerja dan tidak mudah hadir ke sekolah. Padahal di banyak sekolah, POM nya biasanya "berkuasa", tetapi kurang punya visi dan orientasi pendidikan (visi ibu2 RT yang seringkali cenderung jor-joran dan konsumtif).
Karena itu pengembangan mutu pendidikan juga perlu membekali POM dengan visi, wawasan tentang tujuan pendidikan yang sebenarnya (bukan sekedar memproyeksikan keinginan ortu), tentang prinsip manajemen pendidikan, dan peran yang sesungguhnya diharapkan dari ortu atau POM. Salam pendidikan!!! E-mail Pengirim: risfano@yahoo.com Tanggal: 14 Nopember 03
Nama: harnuji Dari: pacitan/jawa timur Saya: Guru smu 1 ngadirojo pacitan Aspirasi / Informasi: dengan semaraknya akan diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), apa yang sebenarnya perlu dipersiapkan oleh semua komponen masyarakat, utamnya komponen sekolah dalam menghadapi KBK tersebut. bukankah keberhasilan perubahan sistem pendidikan nasional sangat tergantung ada tidaknya kesadaran belajar masyarakat (KBM) DAN ada tidaknya komietmen bersama dari semua pihak dan harus disadari oleh semua pihak akan adanya suatu perubahan , tidak selalu pasrah apa adanya tanpa ada keinginan untuk merubah keadaan. Mana yang lebih utama diperhatikan subyek didik atau obyek didiknya atau masyarakatnya. mari kita renungkan. sudah beberapa kali Indonesia mengalami perubahan kurikulum pendidikan namun kalau kit
a melihat hasil pendidikan /output secara global bila dibanding dengan negara tetangga , kita masih jauh dari harapan . MARI KITA INSTROPEKSI DAN KITA RENUNGKAN UNTUK TIDAK MENYALAHKAN PADA PIHAK LAIN DEMI PENINGKATAN SDM DI MASA YANG AKAN DATANG E-mail Pengirim: harnuji@telkom.net Tanggal: 21 Nopember 2003
Nama: Ny.Wantania.K Dari: Manado Sulawesi Utara Saya: Guru KEC.DIMEMBE Aspirasi / Informasi: Ternyata, setelah saya baca berita di koran daerah (Harian Komentar dan Manado Post) beberapa waktu lalu dan dimuat beberapa kali, Kebijakan Dirjen tentang Block Grant di 'mainkan' ditingkat propinsi E-mail Pengirim: Wantania@yahoo.com Tanggal: 28 November 2003
Nama: John.Wororomi Dari: Bandung Saya: Mahasiswa ITB Aspirasi / Informasi: Sebagai penggerak utama seluruh sumber dayadan komponen di daerah, maka dengan hormat saya sampaikan kepada PEMDA, dalam hal ini Yth. Bapak Gubernur propinsi Papua untuk dapat kembali kepada komitmennya untuk sungguh2 memperhatikan pembangunan bidang pendidikan. Anda mempunyai kapabilitas dan tanggung jawab moral terhadap generasi ini. Apapun bentuk program investasi di bidang pendidikan yang anda programkan saat ini.
Kami sangat mengharapkan movement dari anda saat ini.
Tuhan memberkati. E-mail Pengirim: jonathan201.math.itb.ac.id Tanggal: 30-11-2003
Nama: Yudi Dari: Bekasi, Jawa Barat Saya: Siswa Smu Nasional I Aspirasi / Informasi: Saya berharap pendidikan di Indonesia bisa lebih baik lagi. Dan saya berharap untuk memfokuskan dana untuk pendidikan terlebih dahulu. Bagaimana ingin membangun bangsa, bila Sumber Daya Manusianya tidak berkualitas
Selain itu para guru/staf pengajar yang ingin mangajar di suatu sekolah harus diseleksi terlebih dahulu agar sesuai dengan mata pelajaran yang mereka kuasai. Jadi mereka tidak asal mengajar.Mau jadi apa negara kita,kalau staf pengajarnya asal mengajar,dan tidak sesuai dengan bidang yang mereka kuasai. Mereka mengajar hanya untuk mencari materi semata, bukan untuk mencerdaskan bangsa. E-mail Pengirim: mr_x_1186 Tanggal: 01/12/2003
Nama: DIAN ASRIATI & NURUL NADIA Dari: BUKITTINGGI / SUMBAR Saya: Siswi SMK N 2 BUKITTINGGI Aspirasi / Informasi: SUPAYA PEMERINTAH TIDAK HANYA MEMENTINGKAN KEADAAN PENDIDIKAN DI PUSAT SAJA TAPI JUGA DIDAERAH LAIN. E-mail Pengirim: newboys_dito@yahoo.com Tanggal: 02/12/03
Nama: ari Dari: Semarang Saya: Mahasiswi UNNES Aspirasi / Informasi: saya prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia, dimana guru hanya sekedar membeberkan ilmu tanpa tahu muridnya paham atau belum. Saya menemukan adanya korelasi antara CTL dengan methode konstruksivisme pembelajaran,yang kemungkinan dapat diterapkan untuk memperbaiki kondisi diatas. Jika anda mempunyai informasi tentang hal diatas harap dikirim melalui e-mail ini.terima kasih. E-mail Pengirim: rna_xyz03@plasa.com Tanggal: 7 Desember 2003
Nama: Arief Budiman Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswa PTS Yogyakarta Aspirasi / Informasi: Fenomena yang terjadi sekarang ini adalah pemerintah lebih mementingkan dirinya sendiri padahal bidang pendidikan inilah yang perlu ditanggapi dengan serius agar negara kita menjadi negara yang pandai menciptakan teknologi bukan pandai memakai teknologi, dengan cara menekankan untuk meningkatkan skill/keterampilan - keterampilan/praktek didunia pendidikan bukan teori-teori saja yang diberikan kepada mahasiswa E-mail Pengirim: arbud01@yahoo.com Tanggal: 08 desember 2003
Nama: Edi Gunawan Dari: Jakarta Saya: Masyarakat PT. ARDELINDO 1991 Aspirasi / Informasi: Saya ingin menjadi anggota dari Dewan Pendidikan bagaimana saya mendaptkan inforamsi mengenai kebutuhan-kebutuhan agar Pendidikan khususnya di Indonesia berkualitas E-mail Pengirim: umbull2000@yahoo.com Tanggal: 09-12-2003
Nama: Opik Jamaludin Dari: Bandung/Jawa Barat Saya: Siswa SMU (Plus) Muthahhari Aspirasi / Informasi: Saya seorang siswa kelas tiga SMU, sudah seharusnya saya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian, apalagi dengan di"tinggikan"nya nilai rata-rata minimal yang harus dicapai, agar dapat mendapatkan STK (Surat Tanda Kelulusan)....
Nah, yang jadi pertimbangan saya kali ini adalah 'hendak ke mana aku melanjutkan pendidikanku?'
Hitung-hitung cari pengalaman, ingin rasanya aku melanjutkan ke Luar Negeri, sebelum menuju tempat yang jauh-jauh, boleh tau gak gimana prosedur untuk dapat melanjutkan di negeri Malaysia, itu loh negara tetangga kita??
sebelumnya Makasih ya !! E-mail Pengirim: kahlil_rumi@yahoo.com Tanggal: 13-12-2003
Nama: Rina Sukawati Dari: Jakarta Saya: Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta Aspirasi / Informasi: Hallo nama saya rina, saya mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan yang sangat prihatin dengan keadaan pendidikan indonesia saat ini.. apalagi saya kuliah di UNJ yang notabene awalnya adalah IKIP Jakarta yang menghasilkan Pendidik / Guru yang harus berkompeten di bidangnya. Melihat permasalahan yang ada sekarang ini..tidak akan habis kalau kita terus mempermasalahkan atau meratapi dan menyesali keadaan indonesia sekarang ini! Akibatnya malah timbul lebih banyak masalah lagi tanpa ada suatu penyelesaian yang berarti,lalu kita akan menjadi orang-orang yang pesimis seperti " Hidup segan, Mati pun tak mau " ... Jadi Pendapat saya, Kita harus menyikapi setiap permasalahan dan tantangan yang ada dengan sikap kita yang terbaik
Bagaimana Cranya??
Semua Harus diawali oleh kesadaran dari diri kita masing2 dalam memahami arti penting Suatu Pendidikan!!! Karena dengan Pendidikan, seharusnya membuat seorang manusia menjadi manusia yang "Beradab".
Ingat kita tidak hanya memiliki Pendidikan Formal ( Sekolah )! tetapi juga ada pendidikan Nonformal dan Informal. Menurut saya Pendidikan di dalam keluarga ( non formal ) merupakan hal yang paling penting untuk menjadi suatu pondasi dalam pembentukan karakter kepribadian anak di awal masa pertumbuhan.
Pendidikan Agama Juga dapat diberikan di dalam keluarga, tidak hanya berupa teori tetapi diaplikasikan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
Kita tidak usah terlalu memusingkan mengenai UU Sisdiknas, dan pemerintah yang hanya "duduk2" saja tanpa ada pelaksanaan yang jelas. Kembalikan Kepada diri kita masing... Bagaimana kita dapat memberikan peranan sesuai dengan bidang kita masing2....
Kalau Anda Guru jadilah guru yang selalu memberikan teladan kepada anak didiknya, bukan hanya "mengajarkan" mata pelajaran saja tetapi juga harus "mendidik" anak didiknya agar mnjadi orang yang tidak hanya mempunyai Kecerdasan Intelegensi/Otak ( IQ ) tetapi juga Kecerdasan Emosional dan Spiritual ( ESQ ) agar dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang unggul, beriman, bermoral, dan tangguh dalam menghadapi setiap permasalahan dan tantangan hidup yang ada.
Jadi, apapun profesi anda, berusahalah Profesional sesuai dengan bidang pekerjaan yag anda geluti, sehingga dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
SARAN SAYA UNTUK SEMUA (KHUSUSNYA MUSLIM) : COBALAH BACA BUKU TENTANG bagaimana " MEMBANGUN KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL BERDASARKAN RUKUN IMAN DAN RUKUN ISLAM" KARYA : ARY GINANJAR AGUSTIAN. WARNA BUKU : BIRU TUA.
ISI : MEMBERIKAN TIPS2 DAN CARA2 YANG PRAKTIS BAGAIMANA MEMBENTUK KEPRIBADIAN YANG UNGGUL/TANGGUH DENGAN KECERDASAN EMOSI DAN SPIRITUAL ( ESQ ) BERDASARKAN ALQURAN DAN HADITS, DENGAN CONTOH2 DAN BAHASA YANG RINGAN YANG DAPAT DIMENGERTI DAN LANGSUNG DIPRAKTEKKAN BAIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI2 DAN PEKERJAAN!!!
MET MEMBACA...N KEEP CHAYOO!!!! E-mail Pengirim: jerina_26@yahoo.com Tanggal: 20 Desember 2003
Nama: Kabut Dari: Riau Saya: Masyarakat Pekanbaru Aspirasi / Informasi: Ibu Mega saja tidak pernah kuliah, bagaimana mau punya niat buat memajukan Pendidikan di Indonesia.
Apa lagi jabatannya tinggal beberapa bulan lagi, tentu dia lebih sibuk berjuang mempertahankan kabatannya sebagai Presiden ketimbang memajukan Pendidikan di tanah air. E-mail Pengirim: Tanggal: 22 Des 2004
Nama: Dwi Yuli Fitrianto Dari: Jawa Timur Saya: Mahasiswa Malang Aspirasi / Informasi: Pendidikan hari ini masih setengah senyum dan bahkan terkesan sinis. E-mail Pengirim: wiex2000@yahoo.com Tanggal: 22 Des'03
Nama: M. Hudaizin Dari: Riau Saya: Mahasiswa Malang Aspirasi / Informasi: Pendidikan k-lo ingin lebih terkenal silahkan contoh pendidikan yang berada di kabupaten Bengkalis (free education), tapi sayang pemr. pusat kurang memperhatikan terhadap mutu dan kualitas. E-mail Pengirim: hud41z1n@yahoo.com Tanggal: 22 Des'03
Nama: melika kumara Dari: jawa barat Saya: Mahasiswi universitas pendidikan indonesia Aspirasi / Informasi: masyarakat kita dewasa ini sepertinya sudah jenuh dengan apa yang telah di sajikan oleh panggung perpolitikan di indonesia. lucunya masalah yang diangkat adalah masalah2 yang sekiranya membuat kita tertawa. pemerintah seolah-olah tidak melirik sedikit pun pada masalah yang sangat mendasar yaitu pendidikan. saya berharap siapa pun yang kan menjadi pemimpin negeri ini esok adalah orang yang benar-benar profesional dan dalam penentuan mentri pun jangan asal cabut. E-mail Pengirim: melika_ap03@plasa.com Tanggal: 23 desember 2003
Nama: Ifana Fauziyah Dari: Demak Saya: Mahasiswi IKIP PGRI Semarang Aspirasi / Informasi: "Pemerintah Harus Bertanggungjawab terhadap kesejahteraan Guru"
Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa saya kira masih sangat relefan. Ini mengacu pada apa yang telah diberikannya kepada negara tidak setimpal dengan apa yang diperolehnya saat ini ( kesejahteraan. Sehingga saya sangat mendukung sekali terhadap sikap para guru yang bernaung dalam organisasi guru (PGRI) menduduki gedung rakyat kemarin sangat wajar karena pemerintah tidak sama sekali memperhatikan nasib para pahlawan tersebut.
Kalau sampai ada guru yang mencari alternatif pekerjaan lain misal ngojek, MLM bukan salah mereka, sehingga untuk mengajar timbul rasa malas (aras - arasen).
memang pada saat pemerintahan Gusdur seakan guru mendapat angin segar karena gaji PNS ( guru ) dinaikkan sampai 100 %.akan tetapi setelah terjadinya pergantian kepemimpinan Megawati nasib guru seakan tak karuan. meski ada kenaikan gaji akan tetapi dibarengi dengan naiknya harga kebutuhan pokok sehingga kenaikan gaji itu nonsent. Apa yang di amanatkan dalam GBHN bahwa perlu adanya peningkatan anggaran pendidikan sebesar 20 % dari APBN hanya sekedar wacana saja dan belum teraplikasikan.Maka saya mengharap pemerintahan yang akan datang mempunyai polical will dalam meningkatkan kesejahteraan guru - guru kita tercinta . Ingat anda jadi MPR,DPR dan presiden semata - mata karena jasa guru.
Ingat....janganlah kau besarkan perutmu sendiri wahai penguasa...!!!
Maju terus guru Indonesia ....!!!
E-mail Pengirim: beyondtheportal_pgri02@yahoo.com Tanggal: 23 Desember 2003
Nama: Leonard merari Dari: Yogyakarta Saya: Mahasiswa JOGJA Aspirasi / Informasi: Proses Perkuliahan Di indonesia khusunya di beberapa PTN/BHMN memiliki kesenjangan dengan perguruan tinggi swasta, bukan dari segi kualitasnya akan tetapi fasilitas dan integritas dosen-dosen didalamnya.
Dalam beberapa segi saya sangat sedih melihat kampus/fakultas saya dimana isi perkuliahan yang kami dapatkan sangatlah jauh dibandingkan teman-teman PTS, kami hanya diberikan "kulit-kulit" dan sangat sulit untuk mengembangkan maksud dari perkuliahan itu di masyarakat nyata, sedangkan perkuliahan di PTS sungguh baik sekali dengan materi yang dikupas lebih mendalam dan fasilitas laboratorium yang baik sehingga dalam berimajinasi atau pengembangan lebih lanjut mereka sangat mudah. Namun menurut saya PTN/BHMN hanya memilik input yang baik (mahasiswa pilihan) proses didalamnya (KAmpus) sangat minim sehingga perkembangan mahasiswa hanya ditunjang oleh kemampuannya semata, bukan dari kampus. Sebaliknya PTS yang memiliki input kurang baik juga sulit berkembang akibat sifat sebagian besar mahasiswanya yang kurang baik. Sampai kapan ini terus berlanjut??
Hanya waktu yang mampu menjawabnya, Tuhan beserta kita...
E-mail Pengirim: ari140583@yahoo.com Tanggal: 24 Desember 2003
Nama: TOTOK S/tions Dari: JOMBANG, JATIM Saya: Masyarakat JOMBANG Aspirasi / Informasi: Pendidikan adalah sektor penting dan amatberperan didalamkemajuan dan kemuduran negara namun sampai hari ini kamimerasa pendidikan di indonesia semakin menurun karena terjadinya degradasi moral!kadangdirinibertanya yang salah ini siapa ? guru atau orang tua ? disini sering kitatidak pernah tau jawabannya!namun sebenarnya kitaperlu memilah. orang tua juga salah alasanya adalah orang tua tidak/jarang mau berperan sertadalampendidikan contoh, kalau anaknya salah di dan dihukumoleh gurunya orang tua datang kesekolah untukmelabrak/mencaci gurunya.
Namun guru kadang juga salah karnetleh membiasakan diri dengan memberi nilai yang sangat murah dan akibatnya anak kadang menganggap itu wajar ini hanya contoh kecil saja.
namun perlu kita simak pula bahwa nasib guru ini perlu kita perhatikan terutama bagi guru-2 disekolah swasta, honorer yang kelihatanya tidak begitu terperhatikan. contoh kecil kemarin dijombang terjadi peregrutan PNSD yang mana saya melihat dan ini adalah kenyatan guru yang honorer sudah puluhan taun gara-2 IP-nya kurang akirnya kalah dengan yang tidak honorer tapi ip-nya 2,75 lalu dimana ? rasa dari pemda itu ? kalau anda misalkan sebagai guru dan dikondisikan seperti ini bagaimana perasaann anda ?
Untuk itu perlu nya pemda jombang memperhatikan dan meninjau kembali padamasamendatang untuk CPNSD nya.
Perlu anda ketahui bahwa sekarang ini banyak sekolah yangmengobral nilai.
E-mail Pengirim: sulika2005@yahoo.com Tanggal: 24 DESEMBER 2003
Nama: M. N. Falah KS Dari: Bandung Saya: Mahasiswa UPI Bandung Aspirasi / Informasi: Cara Mengatasi korupsi di Indonesia adalah memberikan kesempatan bagi setiap pegawai negeri untuk menjadi bersih dan profesional serta gajinya di tingkatkan menjadi semewah-mewahnya (cont; 10x gaji sekarang) dana untuk menaikan gaji, pemerintah bisa pinjam dulu. Dan apabila terbukti melakukan korupsi (siapapun juga) maka hukumannya tembak mati.
apabila sistem ini di jalankan (terbukti di cina) maka perekonomian Indonesia lambat laun akan menjadi lebih baik (dengan berkurangnya tingkat korupsi sebesar 30% saja maka Pemerintah bisa meenaikan gaji pegawai negri sebesar 10x. E-mail Pengirim: mnf03@hotpop.com Tanggal: 26 Desember 2003
Nama: S U L A E M A N Dari: MAKASSAR / SULAWESI SELATAN Saya: Mahasiswa MAKASSAR Aspirasi / Informasi: MENGINGAT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI YANG KIAN PESAT KHUSUSNYA DI KAWASAN TIMUR INDONESIA, MAKA KAMI SANGAT PRIHATIN DENGAN NASIB MAHASISWA YANG SEMENTARA INI MELAKSANAKAN KULIAH DI STMIK HANDAYANI MAKASSAR DAN PENYEBAB SEMUA MASALAH YANG ADA, DAPAT KAMI SIMPULKAN BAHWA :
1. KEBUTUHAN SARANA YANG MENUNJANG BERTAMBAHNYA PENGETAHUAN TIDAK TERPENUHI.
2. KETUA I DALAM HAL INI PENANGGUNG JAWAB BIDANG KURIKULUM MASIH BELUM MAMPU MENYUSUN KURIKULUM PATEN YANG MENJADI ACUAN DOSEN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR.
3. ADANYA DISKRIMINASI BAGI ORGANISASI KAMPUS YANG DEKAT DENGAN PENGELOLA BIDANG KEMAHASISWAAN.
4. KESEJAHTERAAN BAGI DOSEN-DOSEN KADANG DITAHAN SEHINGGA MEREKA DALAM MEMBERIKAN KULIAH TIDAK MAKSIMAL.
OLEHNYA ITU, KAMI MENGHIMBAU KEPADA TEMAN-TEMAN KHUSUSNYA YANG BERDOMISILI DI MAKASSAR YANG NANTINYA MAU MELANJUTKAN KULIAH DI STIMIK HANDAYANI UNTUK MEMPERTIMBANGKANNYA
TRIM'S E-mail Pengirim: Emank_JK@Internux.Web.Id Tanggal: 31/12/2003
[ Ke Halaman 17 - Klik Di Sini ]
|