|
Januari 2004 Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 17)
Nama: RUDHY-DICKY Dari: KALBAR Saya: Teacher LPSD DARUL FAIZIN PTK Aspirasi / Informasi: KAMI INGIN LEMBAGA KAMIPUN DIPERHATIKAN APALAGI SAAT INI PEMERINTAH INDONESIA SEDANG KONSENT DI BIDANG PENDIDIKAN. DI TEMPAT KAMI PENGUNGSINYA NUMPUK DAN TAK MAU BAYAR UANG PENDIDIKAN. SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB TENTANG HAL INI ???????? E-mail Pengirim: YPSD-DF@PLASA.COM Tanggal: 01-01-04
Nama: royfhigo. uropmabin. Dari: kab, pegunungan bintang, prof, papua Saya: Mahasiswa stpmd.apmd. diy. Aspirasi / Informasi: sebagai anak bangsa saya mennyampaikan keluhan saya ,bahwa diera tahun baru ini harus ada pemerataan pendidikan yang selama ini di idamkan oleh anak bangsa khususnya bagi penduduk kaum miskin di pedalaman yang belum perna merasakan pendidikan , sebab pendidikan itu betapa pentingnya bagi kaum generasi penerus bangsa indonesia ,untuk demi kemajuan bangsa dan negara yang selama ini di idamkan oleh bangasa indonesia. E-mail Pengirim: royfhico@yahoo.com Tanggal: 02-01/04
Nama: Prof DR Ir Zoer;aini Djamal Irwan, MS Dari: Jakarta Selatan DKI Jakarta Saya: Dosen Universitas Trisakti Jakarta Aspirasi / Informasi: ASS WW
Sudah lama kami prihatin dengan kondisi SDM kita. Pada suatu ketika kami bicara-bicara dengan rekan dosen (th 80an. Kami sampai pada kesimpulan bahwa "waktu itu yang baik itu belum tentu benar, yang benar belum tentu baik". Orang sudah tidak dapat lagi bekerja sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan keahliannya masing-masing karena praktek KKN yang sangat kental.
Berjalannya waktu, kami sudah tidak tahan lagi akhirnya kami dengan bbp teman sepakat membuat wadah "Asosiasi Dosen Insonesia (ADI)" pada tanggal 2 Mai 1998, ADI mendapat dukungan dari Mendikbud waktu itu dan dari para dosen.. akhirnya ADI diseklarasikan. ADI lahir karena kebutuhan mengingat kondisi bangsa dan mutu SDM, yang katanya semakin menuruan baik dari bidang IPTEKS maupun dari IMTAQnya. Dosen mempunyai tugas dan fungsi yang strategis di perguruan tinggi, jelas mempeunyai tanggung jawab akan kondisi SDM kita. Disamping dosen itu senidiri mempunyai banyak masalah. Sewpertinya tidak ada yang peduli dengan nasib dosen. Banyak dosen yang mengajar kesana kemari, demi periuk nasi, sehingga munculah istilah "dosen ngamen". Bersama ini kami mengundang para dosen/pimpinan perguruan tinggi untuk mengikuti panel diskus, selahkan baca brosur berikut ini:
Asosiasi Dosen Indonesia (ADI)
Indonesian Lecturers Association (ILA)
PANEL DISKUSI
DI HOTEL INDONESIA JAKARTA,
RABU, 14 JANUARI 2004,
TEMA:IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PENDIDIKAN NASIONAL DALAM MEMBANGUN PROFESIONALISME DOSEN
Sekretariat Sementara:
* Jl KS Tubun No. 37 D.Petamburan.
T. 5481991; 5712029.F.5712029.
Jakarta Pusat 10260
* Majalah Widya Kopertis III, T/F 8009947 Jl SMA 14 Cililitan. Cawang. Jakarta Timur.
Latar Belakang
Berbagai masalah bangsa Indonesia dewasa ini antara lain adanya krisis moral dan kualitas sumberdaya manusia (SDM), merajalelanya korupsi dan tidak berjalannya penegakan hukum, banyaknya pengangguran, semakin meningkatnya kemiskinan bahkan meningkatnya buta huruf, telah menyebabkan bangsa Indonesia menjadi semakin terpuruk.
Untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, sebagaimana dituang-kan dalam pembukaan UUD 1945,"untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial", diperlukan peningkatan mutu SDM Indonesia secara berkelanjutan, sehingga mampu memahami, mempelajari, dan mengem-bangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), seni dan budaya yang bermoral dan berakhlak tinggi serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME untuk selanjutnya diabdikan kepada kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Salah satu upaya pokok untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan kesejahteraan umum, adalah melalui jalur pendidikan, yang pada ting-katan pendidikan tinggi dilakukan oleh sivitas akademika yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Dasar hukum penyeleggaraan pendidikan adalah Undang-undang Pendidikan Nasiona Dosen adalah tenaga pengajar merupakan ujung tombak di perguruan tinggi, berperanan strategis dan bertanggung jawab dalam mempersiap-kan anak didiknya menjadi generasi penerus bangsa yang mampu bersaing dalam era globalisasi, demi kemajuan dan eksistensi bangsa Indonesia di masa depan.
Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) adalah organisasi profesi yang independen, bersifat kepakaran dan kecendekiaan, bercirikan keilmuan, seni dan budaya, bercorak terbuka, mandiri, kekeluargaan dan teman sejawat, yang lahir pada tanggal 2 Mei 1998. Kehadiran ADI dilatar belakangi oleh besarnya tanggung jawab dosen yang berkaitan dengan mutu sumberdaya manusia yang dibutuhkan menuju Indonesia baru, akan menyelenggarakan panel diskusi.
Tujuan panel diskusi
1.Usaha mencarikan pemecahan mengatasi masalah krisis bangsa khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas SDM.
2.Mendapatkan masukan dan merumuskannya untuk dapat diimple-mentasikan khususnya dalam dunia pendidikan
Waktu Dan Tempat Pelaksanaan
Rabu; pada tanggal 14 Januari 2004 di ruang Reog Madura Hotel Indonesia Jakarta.
Peserta
Jumlah peserta seluruhnya sekitar 250 orang yang terdiri dari:
1.Para dosen dari berbagai perguruan tinggi
2.Para pengurus dan para anggota ADI
3.Pimpinan perguruan tinggi, Organisasi Profesi Kependidikan
4.Dari pemerintah, masyarakat dan para Intelektual lainnya
Pembicara Dan Topik
I. Pembicara Utama: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Drs Faisal Tamin dengan topik: Membangun Profesionalisme Dosen Untuk Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia Menuju Indonesia Baru
II. Panelis
1. Prof DR Azyumardi Azra, MA. Rektor UIN Syarif Hidayatullah, dengan topik: Krisis Moral Dan Kualitas Sumberdaya Manusia:
2. Prof DR Thoby Mutis, Rektor Universitas Trisakti, dengan topik: Bagaimana Membangun Profesionalisme Dosen
3. Prof DR H. Winarno Surachmad, pakar pendidikan dengan topik: Reformasi Visi Pendidikan Nasional menghadapi Globalisasi.
4. Prof. DR. Ir.H.Ahmad Ansori Mattjik Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan topik: Visi Pembangunan Nasional Berbasis Sumberdaya Alam yang Dimiliki Indonesia.
III. Moderator
Prof DR Ir Zoer'aini Djamal Irwan, MS., Sekretaris Umum MPPADI
Rencana acara: 09:00 - 15:00
Pendaftaran Peserta
Karena tempat terbatas, peserta akan diprioritaskan yang mendaftar terlebih dahulu. Peminat dipersilahkan mendaftar kesektariat ADI pada:
*Asni melalui telpon T/F: no. 021 8009947
*Wati melalui telpon T. 5481991. T/F. 021 5712029
*Diah Irawaty, SH.,MH T. 8444692. HP. 0818180423
* atau melalui email: romance@dnet.net.id. atau
* asosiasi_dosen@yahoo.com
Setiap peserta dikenakan biaya sebagai pengganti biaya snack, ma
kan siang, makalah dan sertifikat sebagai berikut:
1.Dari perguruan tinggi, umum dan dari pemerintah sebanyak Rp. 200.000.-
2.Dosen sebanyak Rp. 150.000.-
3.Anggota ADI dan mahasiswa sebanyak Rp. 75.000,- Bagi dosen yang ingin menjadi anggota ADI silahkan isi formulir dengan membayar Rp. 50.000.- (uang pangkal dan uang iuran)
Kontak langsung: Prof DR Ir Zoer'aini Djamal Irwan, MS (Sekretaris Umum MPP ADI). 021 7378842. HP. 0811964964. Email: romance@dnet.net.id
Apa Tujuan Adi
1.Mewujudkan cita-cita proklamasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan kesejahteraan dan ikut menjaga perdamaian dunia melalui penguasaan, pengembangan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
2.Menumbuhkembangkan kemampuan pro-fesi dan pengembangan karir dosen
3.Meningkatkan kesejahteraan anggota dan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi anggota dalam melaksanakan tugas mulianya untuk mencerdaskan dan meningkat-kan kualitas kehidupan bangsa
Apa Kegiatan Adi
1.Menggali dan mengembangkan serta menyelenggarakan fungsi dosen dalam melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu serta pengabdian pada masyarakat, dalam mencerdaskan dan meningkatkan kualitas bangsa.
2.Berperan aktif dalam kegiatan pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan dalam usaha meningkat-kan disiplin serta kualitas sumberdaya manusia
3.Menyelenggarakan, mengembangkan dan menggalang kerjasama dan jaringan informasi, komunikasi, konsultasi dalam bidang IPTEK, seni dan budaya dengan berbagai kalangan, baik perorangan, maupun antar lembaga dengan selalu meningkatkan iman dan taqwa, untuk terbentuknya suatu sinergi dalam mengantisipasi era globalisasi
4.Berusaha meningkatkan sikap dan mutu profesionalisme serta kepakaran para anggota di bidang disiplin ilmu yang ditekuninya, melalui studi lanjut, berbagai kegiatan ilmiah, pengembangan karir serta kesejahteraannya
5.Menyelenggarakan berbagai kegiatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap Tridharma perguruan tinggi, dan pengkajian yang inovatif, strategis dan antisipatif serta berupaya merumus-kan dan memecahkan berbagai masa-lah strategis pembangunan bangsa dan negara dalam skala daerah, nasional, regional dan global.
Siapa Yang Dapat Menjadi Anggota Adi:
Warga negara Republik Indonesia yang mempunyai profesi dosen, telah mempunyai jabatan akademik yang diakui pemerintah. Dengan sukarela mengajukan permohonan menjadi anggota serta memenuhi persyaratan yang ditentukan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga ADI
Bagaimana Susunan Organisasi Adi
1.ADI meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia dengan susunan Tingkat Pusat, Tingkat Wilayah dan Tingkat Cabang.
2.Tingkat pusat adalah organisasi tingkat pusat yang meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia.
3.Tingkat wilayah meliputi tingkat propinsi atau daerah tingkat I yang sederajat
4.Tingkat cabang merupakan ADI cabang yang dibentuk atas dasar jumlah anggota sekurang-kurangnya 25 orang dosen, dengan latar belakang berbagai disiplin ilmu, yang berada di daerah tingkat II di mana terdapat minimal 4 (empat) perguruan tinggi.
Apa Manfaat Menjadi Anggota Adi
1.Dosen perlu meningkatkan profesionalisme serta kemampuannya baik aspek kognitif, afektif dan aspek psikomotor, secara terus menerus dengan konsep belajar seumur hidup, sehingga dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik.
2.ADI berusaha membantu mengim-formasikan kesempatan studi lan-jutan, atau kegiatan ilmiah lain-nya, untuk dalam dan luar negeri.
3.ADI berusaha membantu anggota dalam proses kenaikan pangkat.
4.ADI berusaha membantu anggota untuk menggalang kesejahteraan anggota.
5.Banyak program ADI yang dapat mendukung pengembangan karir anggota.
6.ADI dapat membantu anggota jika kesulitan dalam menulis karya ilmiah, menulis buku atau kesulitan dalam penelitian.
7.ADI akan membuka biro konsultasi yang dibutuhkan
8.Semua usaha ADI dapat terlaksana jika ada partisipasi aktif dan positif serta produktif dari anggota dan pengurus.
Kode Etik Dan Ikrar Dosen
ADI memiliki dan melaksanakan Kode Etik dan Panca Ikrar Dosen, wajib dilaksanakan dan dipatuhi oleh semua anggota ADI
Sekian, terima kasih atas perha-tian dan partisipasi semua pihak, sampai jumpa di HI 14 Jan 2004
WASS WW
Zoer'aini E-mail Pengirim: romance@dnet.net.id Tanggal: 3 Januari 2004
Nama: rofiatin Dari: kota probolinggo Saya: Mahasiswi unuversitas negeri malang Aspirasi / Informasi: menurur saya kenakalan remaja saat ini semakain menjadi karena kurangnya perhatiaan dari semua pihak yang mendukung perkembangan remaja. Remaja kadang salah kaprah dala menghadapi tren mereka suka meniru hal-hal yang kurang begitu positif dan mereka hanya sebagai bunglon. Untuk cewek biasanya yang pakaiannya adalah pakaian bayi tolong deh dikurangi, adik-adikku yang manis-manis cobalah untuk mengikuti kegiatan yang lebih positif. E-mail Pengirim: Tanggal: 6januari 2003
Nama: DOMSY GOO Dari: NABIRE Saya: Mahasiswa GORONTALO Aspirasi / Informasi: SAYA MELIHAT KINERJA DARI PEMERINTA PROPINSI SAMPAI DENGAN DAERAH YANG SEDANG BELANGSUNG DI TANAH PAPUA SELAMA INI HANYA BERPIHAK PADA PEMILIHAN DAN UNSUR POLITIK UNTUK MEMCARI NAMA PADA PARTAI-PARTAI OLEH SEBAB ITU SAYA BERHARAP AGAR PARA TOKO-TOKO YANG INGIN PERKEMBANGAN KEPENDIDIKAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK AGAR DAPAT MEMBIAYAI MAHASISWA YANG SEDANG BERKULIA DI PERGURUAN TINGGI YANG PROFESINYA JADI GURU
SEPERTI IKIP GORONTALO MENGGINGAT BAHWA MAHASISWA YANG BERASAL DARI KABUPATEN NABIRE SAAI INI DI GORONTALO SANGAT BANYAK OLEH SEBAB ITU SAYA BERHARAP AGAR DAPAT MEMBANTU KAMI YNG SEDANG BERKULIA DISINI OKEY
DARI MR DOMSY
TOLONG DIPERHATIKAN E-mail Pengirim: Tanggal: 06 JANUARI 2004
Nama: Ridwan Firdaus Dari: Jakarta Saya: Mahasiswa FIP/MP Universitas Negeri Jakarta Ang '01 Aspirasi / Informasi: Melihat kondisi pendidikan sekarang, khususnya pendidikan tinggi sangat memprihatinkan. Dengan di mulainya pemberlakuan otonomi pendidikan kepada seluruh perguruan tinggi khususnya PTN, banyak mahasiswa yang mempunyai kompeten tetapi tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi yang sangat mahal, jelas ini sangat memprihatinkan. Dengan dihapusnya subsidi pemerintah kpd perguruan tinggi lalu melimpahkan kekurangan biaya tersebut kepada mahasisiwa yang cukup tingi. Saya berharap pemerintah bisa jeli perguruan tinggi mana yang memang harus disubsidi, jika tidak perbanyaklah program beasisiwa untuk melanjutkan pendidikan bagi mahasiswa yang ingin terus mengenyam pendidikan tinggi. E-mail Pe
ngirim: bagenggong@yahoo.com Tanggal: 06 Januari 2004
Nama: sutedjo Dari: CILEGON/BANTEN Saya: Pengamat bidang Sosial & Pendidikan Aspirasi / Informasi: Kalau pemerintah belum mampu manaikkan anggaran menjadi 25 %, sebaiknya tanpa menunggu dari pusat maka masing-masing daerah yang dilingkungan banyak perusahaan biasanya setiap perusahaan yang punya keuntungan menyisihkan sebagian labanya sebagai dana sosial. Bagian dari Dana sosial inilah yang sebagian diminta agar dialokasikan untuk pengembangan pendidikan didaerah.
Kalau ada yang berhasil maka prosentase sumber dana pendidikan dilaporkan secara transparan dong, jangan yang berasal dari pemerintah saja. E-mail Pengirim: sutedjo@krakataueng.co.id Tanggal: 08 Januari 2004
Nama: nn Dari: bandara luar Saya: Masyarakat k.a.luar Aspirasi / Informasi: memang sulit untuk merubah sesuatu yg sudah sangat rusak, namun harapan masih ada sebab bila dibiarkan saat ini andapun ikut tersangkut demi tanggung jawab bangsa dan negara.
yg terutama pakai pikiran dulu baru perasaan dan bukan sebaliknya, merubah secara menyeluruh dari atas turun kebawah, diatur janganlah mengatur akhirnya sama saja bukan. E-mail Pengirim: diabaikansi@hotmail.com Tanggal: 09-01-2004
Nama: RONNIE SAMUEL Dari: JAKARTA TIMUR / DKI JAKARTA Saya: Mahasiswa UKI Aspirasi / Informasi: Menurut saya pribadi mengenai kebutuhan pendidikan di Indonesia semuanya tergantung kepada pemerintah sebab mulai dari gaji guru semua di atur oleh pemarintah. Tentu saja pendidikan di negeri ini kurang, dikarenakan kurangnya perhatian pemerintah thd nasib Guru, terutama di daerah2 kecil seperti Nias, Pematang raya di SUMUT. Itu masih merupakan contoh kecilnya belum lagi kekurangan alat2 bantu belajar seperti papan tulis,spidol,kursi, dan bangunan persekolahan yg di anggap kurang memadai.Jadi saya minta agar pemerintah memperhatikan kekurangan2 ini karena semua ini merupakan aspek penunjang bagi majunya SDM di negeri kita ini,atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih banyak. E-mail Pengirim: ron_bnington@yahoo.com Tanggal: 10 JANUARI 2004
Nama: abdi Dari: ngalam Saya: Masyarakat jatim Aspirasi / Informasi: negara kita adalah negara islam terbesar didunia, hebat, marilah kita memikirkan nasib anak2 kita untuk kemudian hari mereka.
saya mencoba pikiran modern, lain dari pada yg lain yakni;
setiap orang yg sembayang kegereja atau kemesjid dikenakan pajak sembayang 1 rupiah sekali sembayang, ini sudah ada dana pemasukan yg lumayan untuk beaya pendidikan mereka tanpa minta2 bantuan.
wassalam. abd. E-mail Pengirim: mohonan@yahoo.com Tanggal: 12 jan-2004
Nama: DENATUS Dari: PAPUA/JAYAPURA Saya: Masyarakat JAYAPURA Aspirasi / Informasi: SAYA JUGA SANGAT PRIHATIN DENGAN PROSES PENDIDIKAN SEKARANG INI, YANG SAYA INGIN SAMPAI KAN KE PADA PETINGGI NEGARA KITA BAHWAH TOLONG LAH DI PERHATIKAN PARA GURU-KITA YANG SUDAH MENGABDI BAGI BANGSA DAN NEGARA KITA INI MENTRI DAN PARA PEJABAT SEKARANG INI KAN BISAH ADA KARENAH GURU, DOSEN DAN TENAGA PENGAJAR LAIN NYA,DAN JUGA SAYA MOHON AGAR PARA GURU YANG MENGAJAR DI DAERA PEDALAMAN JUGA DI PERHATIKAN SARANA NYA DI ANTARANYA TRASPORTASINYA DAN JUGA KE ADAANA EKONOMI NYA.
KIRANYA PARA PETINGGI KITA BOLEH MEMPERHATIKAN HAL INI. DAN JUGA MARI KITA SEMUA YANG ADA DI FORUM ASPIRASI/INFORMASI SETIDAK NYA MARIH LAH KITA DOAKAN PARA PETINGGI NEGARA KITA AGAR TUHAN MELIMPAHKAN HIKMAT DAN AKAL BUDI YANG BAIK KEPADA MEREKA UNTUK MEMIMPIM BANGSA DAN NEGARA KITA INI.SEKIAN DARI SAYA
SYALOOM....
E-mail Pengirim: denatus_bik@yahoo.com Tanggal: 15 JANUARI 2004
Nama: Yermias Ignatius Degey Dari: Yogyakarta/ Daerah Istimewa Yogyakarta Saya: Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Aspirasi / Informasi: Berbicara tentang pendidikan tidak akan pernah habis dibicarakannya sampai kapan pun. Hal ini dikarenakan, begitu esensialnya pendidikan dalam kehidupan manusia, terutama pembebasan manusia dari belenggu penderitaan. Dengan demikian, kalau manusia Indonesia berbicara tentang keberhasilan pendidikan masa yang akan datang, berarti seharusnya berbicara masalah kesejahteraan guru di Indonesia. Selama bangsa ini tidak memperhatikan kesejahteraan guru secara serius oleh pemeritah, pedidikan/ SDM bangsa ini tetap akan terbelakang.
Pendidikan negeri ini dinilai tertiggal karena bayak guru pergi dari tugas mulia mereka sebagai guru. Mereka lebih banyak menyediakan waktu untuk berusaha di luar demi kesejahteraan mereka. Mereka bingug bagaimana harus menjamin keluarga, sementara gajinya tidak mencukupi. Kenyataan ini terjadi di mana-mana di seluruh Indonesia, terutama pelosok-pelosok dan daerah-daerah terisolir. Daerah-daerah yang belum berkembag baik seperti Kalimantan, Papua dan beberapa daerah lainnya menjadi lahan mencari nafkah. Banyak guru senang bertugas di sana, tetapi bukan dengan tujuan mendidik anak bangsa. Mereka pergi untuk memperbaiki kehidupan mereka, karena peluang bisnis ada di sana. Tempat-tempat seperti ini biasanya jarang ada badan pengawas pendidikan, akhirnya yang terjadi adalah para guru mejadi bisnismen.
Hal ini fakta dan benar-benar terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan demikian, kalau kita mau mencoba berbicara tentang keberhasilan pendidikan masa yang akan datang, maka saya mengajak semua pihak terutama pemerintah
" Mari kita perhatikan kesejahteraan guru di negeri tercinta ini" semoga. E-mail Pengirim: atou02@yahoo.com Tanggal: 19 Januari 2004
Nama: dewi setiangsih,SPd Dari: bandar lampung/lampung Saya: Masyarakat lampung Aspirasi / Informasi: ingin menjadi pengajar disma atau di pt,saya lulusan uniersitas perndidikan indonesia bandung dengan ipk cum laude (3,57) jur ekonomi, saya bisa ngajar akuntansi,ekonomi,manajemen, bisa komputer.
kalo ada lowongan mohon informasi ke dew_set@telkom.net
ma kasih E-mail Pengirim: dew_set@telkom.net Tanggal: 19-01-2004
Nama: mei mei Dari: kalimantan barat Saya: Mahasiswi yogyakarta Aspirasi / Informasi: Di negara berkembang seperti sekarang ini semua orang tidak yakin kalau masih ada org yg hidup buta huruf.
tetapi kenyataannya seperti itu, saya sangat prihatin sekali tapi saya tidak berdaya.
adakah teman yang bisa membantu saya untuk bekerjasama membantu anak yang putus sekolah di kalimantan ?
mereka pingin sekolah tapi tidak punya biaya. E-mail Pengirim: menkoyna@YAHOO.COM Tanggal: januari 19-2004
Nama: nana Dari: DIY Saya: Siswa salah satu smu negri di yogyakarta Aspirasi / Informasi: Saat ini saya duduk di kelas tiga dan sebentar lagi akan menempuh ujian yang sangat mempengaruhi kehidupan saya di masa depan.Terus terang saya agak takut dalam menghadapi UAN 2004 ini. Apalagi sekarang sudah tidak ada ujian susulan. Setelash lulus nanti saya ingin masuk UGM atau universitas negri di jakarta yang gratis seperti STIS atau STAN tapi di STIS sepertinya tdk ada asrama, saya berharap di sana ada asramanya mengingat jahatnya kota jakarta. Dan terus terang saya juga kurang informasi mengenai sekolah2 gratis lainnya. Sekiranya Ibu dapat membantu saya dalam memberikan informasi2 yang berhubngan dengan itu dan tentang bea siswa bagi siswa yang kurang mampu.Sebelumnya saya ucapkan terimakasih dan mohon maaf bila ada salah kata E-mail Pengirim: tomat_yoi@yahoo.com Tanggal: 24 januari 2004
Nama: Wawan Setiawan Dari: Bandung/Jabar Saya: Mahasiswa ITB Aspirasi / Informasi: Saya berharap pemerintah lebih memikirkan masalah pendidikan, karena Indonesia bukanlah negara yang isinya orang2 bodoh, tetapi kebanyakan dari mereka tidak ada kesempatan untuk sekolah. Tirulah restorasi Meiji di Jepeang pasca bom atom dijatuhkan. Negara mengirimkan mahasiswa2nya ke luar negeri untuk belajar dan kemudian membawa hasil belajarnya untuk membangun negara. Lihat mereka sekarang jadi macan asia.
Kasihan Indonesia masih jadi macan ompong terus. Berikan beasiswa kepada orang2 yang berhak dan memang berkualitas untuk memajukan bangsa ini. Gantung koruptor. E-mail Pengirim: wawan@eudoramail.com Tanggal: 25 Jan 2004
Nama: Herwin Nur Dari: Jakarta Selatan / DKI Jakarta Saya: Pengamat Aspirasi / Informasi: Caleg untuk Pemilu 2004 tega dan elegan melampirkan ijazah palsu. Bayangkan, pada pemilu berikutnya mungkin nama, jenis kelamin yang akan disulap!!!
Makanya, ayo sekolah. Bukan salah sekolah mahal. Hanya daya beli kita yang semakin melorot.
Anehnya, semua ini akibat ulah orang yang tak "makan bangku" tapi mampu membeli pasal-pasal KUHP. E-mail Pengirim: setsdm7@kimpraswil.go.id Tanggal: 26 Januiari 2004
Nama: hayat Dari: magelang Saya: Staf Administrasi kantor Aspirasi / Informasi: malulah merbuat merugikan orang lain. E-mail Pengirim: safatunufus@plasa.com Tanggal: 27 januari 2003
Nama: Dra. Leony M. Rafael - Ndoen Dari: Kupang / Nusa Tenggara Timur Saya: Dosen Undana Aspirasi / Informasi: Melihat negara kita dalam keadaan yang tidak pasti, baik itu Legislatif maupun Pemerintah dengan berbagai kebijakan yang dikeluakan membuat masyarakat bingung diminta siapa yang jadi Presiden, aspek pertama yang harus diperhatikan adalah ASPEK PENDIDIKAN kerena menyangkut SDM. Maju mundur suatu Negara terletak pada SDM E-mail Pengirim: Leony_Rafael@yahoo.com Tanggal: 29 januari 2004
Nama: Hana Dari: DIY Saya: Mahasiswi UGM Aspirasi / Informasi: sekarang pendidikan sudah dijadikan ladang bisnis. Negara kita sudah menjadi negara kapitalis, padahal jelas di UUD di sebutkan bahwa semua penduduk berhak mendapatkan pendidikan tetapi nyatanya hanya orang2 berduitlah yang dapat mengenyam pendidikan yang tinggi padahal mohon maaf sekali orang2 itu belun tentu encer otaknya. Mana negara kita yang katanya ingin mencerdaskan bangsa. BUL....T E-mail Pengirim: johanapinky@Yahoo.Com Tanggal: 30 januari 2004
Nama: Burhan Dari: Gorontalo Saya: Mahasiswa Gorontalo Aspirasi / Informasi: Koruptor-koruptor di negeri ini dihukum seberat-beratnya E-mail Pengirim: Tanggal: 30 Jan 2004
Nama: Syamsul Bahri Dari: Lhokseumawe/NAD Saya: Guru SMP 1 Lhoksukon Aspirasi / Informasi: Saya bingung dengan kebijakan akhir-akhir ini, terutama tentang dunia pendidikan dan nasib guru di Provinsi Aceh Darussalam. Semenjak diberlakukan Undang-Undang No.18 tentang Otonomi Khusus, raja-raja kecil mulai menunjukan jati diri dan keperkasaannya. Dunia pendidikan benar-benar di obok-obok. Kita bayangkan saja seorang camat ditempatkan di dinas pendidikan memegang jabatan esalon III, ada lagi sekwan di di kantor DPRD Aceh Utara dijadikan Ka.Subbaag Kepegawaian di Dinas pendidikan. Belum lagi pencopotan jabatan kepala-kepala SD-SMP dan SMA.
Pada hal ketika darurat militer belum diberlakukan di Aceh hanya guru yang setia menjalankan tugas sebagai pembela NKRI, mereka mempertaruhkan harta, nyawa dan keluarga dalam menjalankan tugasnya sebagai patriot bangsa tanpa tanpa jasa. Aktivitas kepemerintahan lain praktis tidak jalan.Tapi ketika Pemda mulai bernafas lega tidak sedikitpun nasib guru diperhatikan. Kenaikan pangkat sebelum Otononom berjalan lancar, sekarang ini berjalan sangat lanbat, hal ini terjadi karena sistem birokrasi yang membelit. Kami mohon kepada Ibu Mega selaku Presden RI dan Bapak Malik Padjar selaku Mendiknas agar memberi keistimewaan baik menyangkut kesejahtraan maupun kenaikan pangkat guru. Terima kasih. E-mail Pengirim: soel.aceh@telkom.net Tanggal: 31 Januari 2004
Nama: mohamad zakir mohd naain Dari: malaysia Saya: Dosen kolej kemahiran tinggi MARA, kelantan, malaysia Aspirasi / Informasi: Indonesia mempunyai hala tujunya tersendiri. Untuk mencapainya, pendidikan begitu penting. Saya bangga dengan Indonesia, kerana masih memberi tumpuan kepada perkembangan jati diri Indonesia. E-mail Pengirim: zakirnaain@yahoo.com Tanggal: 8 febuari 2004
Nama: mohamad zakir mohd naain Dari: malaysia Saya: Dosen kolej kemahiran tinggi MARA, kelantan. Aspirasi / Informasi: Pendidikan merupakan asas kepada kemajuan sesebuah negara. Masa depan negara juga ditentukan tahap pendidikan untuk rakyatnya. Justeru itu, permasalahan penyediaan infrastruktur merupakan tanggungjawab pemerintah. Namun begitu saya bangga dengan pengorbanan yang diberikan para pendidikan. Walaupun begitu jauh ke pedalaman, mereka masih mencurahkan baktinya. Teruskan perjuangan wahai para pendidik, kerana masa depan negara terletak di tanganmu. E-mail Pengirim: zakirnaain@yahoo.com Tanggal: 8 febuari 2004
Nama: agung gunarso putro Dari: padang sumbar Saya: Mahasiswa padang Aspirasi / Informasi: Ass tuk anda saudara semuslim.
tidak ada yang perlu dipersalahakan dalam hal ini apakah anda pak mentri, kepsek, kurkulum atau mungkin saya...
sebaik-baik manusia adalah yang slalu bercermin pada sejarah, sejarah telah membuktikan...kalo anda membaca sejarah.
saya bukannya menafikan agama karena memang agama adalah pondasi bagi saya so segala sesuatu dlaam hidup ini harus berdasarkan agama lihat Rasullullah bagaimana Ia mendidik anda pasti menjawab itukan Rasul akan tetapi mengapa kita tidak mencontohnya.....
saya sendiri mungkin bisa begini berkat pendidikan rasul. Alangkah sombong anda jika yang menciptkan anda saja tidak tahu... karena yang paling tahu kebutuhan kita ya yang membuat kita
itu saja sementara
Wallahu bissawab, E-mail Pengirim: gunarso_oo@yahoo.com Tanggal: 10 jan 2004
Nama: AS'ARIL MUHAJIR Dari: Sidoarjo/Jawa Timur Saya: Mahasiswa PPS IAIN Surabaya Aspirasi / Informasi: Jangan terlalu bersikap kontra terhapa UU No. 20 tahun 2003. Coba dulu disosialisasikan dan diberlakukan. Selanjutnya dievaluasi dalam aplikasinya. Ingat, bahwa UU No. 20 tersebut sebagai hasil dari perumusan representasi akademisi, praktisi, politisi, dan birokrasi.
Janganlah mem-blow up pro dan kontra yang berkepanjangan. Akibatnya, kapan pendidikan nasional bisa maju E-mail Pengirim: asmuhajir@yahoo.com Tanggal: Selasa, 17 Pebruari 2004
Nama: Yosep Badii Dari: Jayapura, Pronisinsi Papua Saya: Mahasiswa ASMI jayapura Aspirasi / Informasi: saya sampai saat ini bingun kenapa di propinsi papua sudah di berikan otonomi khusus dengan harapan agar masyarakat papua menikmati bisa mengatur daerahnya sendiri.
saya melihat di sektor pendidikan kami mahasiswa belum pernah mendapat/ memperoleh beasiswa dari pemerintah provinsi Papua. untuk usulkan kalau boleh lewat email ibu/Bapak memberi kami beasiswa supaya apa yang menjadi harapan Bapak Ibu mengenai aspirasi kami akan penuhui.
dari Yosep Badii
Mahasiswa Asmi Jayapura
Jl, Amfhibi No.35 Jayapura Papua
Telp. (0967) 535442 Hamadi Jayapura E-mail Pengirim: ocep_badii@yahoo.com Tanggal: 19 Februari 2004
Nama: J Budi Prasetyo Dari: Malang Saya: Masyarakat Malang Aspirasi / Informasi: Negeri kita terkesan senang membuat UU Baru, yang membuat kita bingung bagai orang tertimbun kertas pekerjaan yang tak pernah tuntas.
Kita juga masih jauh dengan mengembalikan budaya bangsa yang hampir punah dan budaya disiplin yang hampir lenyap dan budaya berprestasi yang masih rendak mengapa pekerjaan satu belum selesai sudah ada saja yang baru, maunya apa sih ? Bmok ya benahi yang itu tadi lebih dulu, ya! E-mail Pengirim: arek@malang.com Tanggal: 21 Feb. 2004
Nama: Johanes Budhi Prasetyo Dari: Malang, Jawa Timur Saya: Masyarakat Malang Aspirasi / Informasi: Pak Menteri, saya orang awam hanya mohon anak-anak kita semakin diamati melalui kedisiplinan, menghargai sastra dan budaya negeri sendiri karena sekarang makin parah baik kenakalannya di masyarakat, dan juga tolong tegur sekolah yang nggak mau memperhatikan muridnya yang suka keluyuran saat jam-jam pelajaran, dan bagaimana supaya beaya pendidikan itu seimbang dengan penghasilan kami yang miskin, makanan kami bergusi dan tulangisasi sehingga kami sulit juga untuk berprestasi apalagi berkompetisi.
Salam hangat kami dari Malang. E-mail Pengirim: ndus com Tanggal: 21 Februari 2004
Nama: YULIANUS, FRANSISCUS MAGAI Dari: YOGYAKARTA Saya: Mahasiswa STIEB-BANK Aspirasi / Informasi: saya selama sekolah selalu mendampingi dan menolong dan sampai saat ini saya semester enam stieb-bank yogyakarta dan saya ingin mau jadi berguna bagi indonesia dan pada khususnya papua barat E-mail Pengirim: frans_x_maga@yahoo.com Tanggal: PAPUA 24/2/2004
Nama: azman Dari: johor bahru Saya: Pengamat johor bahru, malaysia Aspirasi / Informasi: cuma kamu2 semua anak2 generasi baru yang bisa mengubah SEMUANYA..
jangan cuma mengikut apa yang di ajarkan oleh bpk2 kita , kerana yang akan merana adalah KITA2 SEMUA.. E-mail Pengirim: don_azman@yahoo.com.sg Tanggal: 25 feb 04
Nama: junaidy Dari: BINJAI / sumatera utara Saya: Mohon Pilih Aspirasi / Informasi: Ibu mega, Kami berharap ibu menjadi presiden kembali karena saat ibu memegang dolar stabil dan masy juga mengharapkan agar mengurangi laju pengangguran yang smakin meningkat khususnya generasi muda yang akan datang. Banyak pelajar yang tamat sekolah akhirnya menganggur E-mail Pengirim: jhoncarllos@yahoo.com Tanggal: 29 -maret 2004
Nama: yeshasia Dari: jakarta Saya: Mahasiswi jakarta/unj Aspirasi / Informasi: katanya pendidikan 9 tahun, tapi gimana ceritanya kalau uang Sppnya aja tinggi sehingga mereka yang kurang mampu tak bisa membiyayai sekolahnya. jadi mohon fikirkanlah E-mail Pengirim: Der_imoet Tanggal: 3 march 2004
Nama: Sumarni Dari: Bandung/Jawa barat Saya: Guru SMU Negeri 23 Bandung Aspirasi / Informasi: Bapak, Ibu siapapun yang membaca keluhan saya, saya hanya ingin berbagi dengan semua rekan, karena pengalaman buruk yang menimpa saya. Saya guru mata pelajaran PPKn di SMA negeri, yang ingin berbagi ilmu, juga teknologi kepada siswa, karena kebetulan sekolah memiliki infocus dan laptop, maka proses pembelajaran ttg sebuah materi akan saya sampaikan dengan penggunaan teknologi tersebut, seminggu sebelumnya saya sudah meminta ijin kepada wakasek, dan mereka mengijinkan serta siswa pun sudah siap, saya menggunakan fasilitas tersebutpun dengan diminimalisir, artinya tidak seluruh kelas yang menggunakan fasilitas itu, kelas yang lain saya minta untuk foto copy hand out. Jadi hanya 2 kelas yang akan menggunakan infocus, tetapi pada saat hari infocus akan dipakai, sudah ditenteng bahkan oleh wakasek kurikulum, tiba-tiba kepala sekolah melintas, dengan menggunakan bahasa sunda dan nada marah, beliau menyampaikan, bahwa alat itu tidak boleh di gunakan di kelas, karena MAHAL, 27 JUTA!!!
sambil pergi ke kamar mandi, sampai di situ saya masih kuat, dan wakasek pun meminta pendapat saya, dan saya katakan, gapapa simpan saja lagi alatnya, kemudian saya lanjutkan ke ruang kelas tanpa infocus, ketika proses pembelajaran berlangsung saya beberapa kali menyampaikan kondisi negara, dan akhirnya nyerempet ke sekolah sampai kenapa saya gagal memakai infocus. Sumpah saya ga ga sadar air mata tiba-tiba mengalir!!! Akhirnya saya menangis dalam kelas, saya hanya ingin bertanya, koq ada kepala sekolah yang seperti itu di SMA, bukan menunjang pendidikan malah sebaliknya, kalau ada para pejabat yang punya waktu, datang dan lihatlah secara objektif sekolah tersebut, saya melakukan semua demi siswa, demi penerus negara ini. Terima kasih atas semua pihak yang berkenan membaca sedikit sakit hati saya, semoga pendidikan dapat mengangakt kembali nama baik Indonesia di mata dunia, AMIN!!!! E-mail Pengirim: tanieg2004@yahoo.com Tanggal: 6 Maret 2004
Nama: Gabriel Agapa Dari: semarang-Jawa Tengah Saya: Mahasiswa Aspirasi / Informasi: saya sangat bangga sekali dengan informasi mengenai kebutuhan pendidikan sumber daya di indonesia dan pada khususnya papua didaerah pegunungan papua bagian barat (pania).Dengan demikian saya harap tolong informakan ke alamat e-mail saya berikut ini ugakai_makime@myway.com
untuk informasi lebih lantut saya akan menunggu tanggapan selanjutnya.
skian dan terimakasih
salam
Gbriel Agapa
E-mail Pengirim: ugakai_makime@myway.com Tanggal: 9, maret 2004
Nama: MUHADAM LABOLO Dari: PROPINSI SULAWESI TENGAH/PALU Saya: Dosen JAKARTA Aspirasi / Informasi:
1. Sebaiknya kita melibatkan banyak LSM yg berfokus pada pendidikan untuk membantu pengentasan ketertinggalan masyarakat dari kebutuhan akan pendidikan.
2. Melihat pesatnya perkembangan teknologi informasi komputer negara2 tetangga seperti India, Malaysia dan Singapura,maka saya menyarankan agar bahasa resmi negara kita ditambah satu lagi, yaitu bahasa inggris, supaya kita dapat menyerap banyak informasi guna mengejar ketertinggalan pendidikan dibidang teknologi informasi.
3. Dengan penggunaan teknologi informasi yg maksimal itu, maka kita berharap agar masyarakat dapat memperoleh akses yg sama guna mengejar ketertinggalannya dibidang pendidikan, (sebab selama ini yg banyak memperoleh akses hanya masyarakat kota sebagai pengguna teknologi informasi, sehingga masyarakat "rural" tetap tertinggal)
4. Kepada ibu Mega, saya berharap agar "booming about e government" sudah menjadi kenyataan hingga ketingkat Desa pada tahun 2005. Ini untuk meninggkatkan pelayanan kpd masyarakat.(kita harus komitmen terhadap pemberantasan korupsi, melalui penggunaan teknologi agar lebih transparan, termasuk efisiensi dari pelayanan itu sendiri, skarang ini ada asumsi bahwa sebuah pelayanan yg dpt diselesaikan dalam sehari ternayata dibuat dalam waktu 3 hari)
5. Salah satu cara dalam pemberntasan penyakit KKN di Indonesia selain peningkatan spiritulisme dalam konteks implementasi sosialnya juga harus ditunjang oleh teknologi yg dapat dinilai oleh publik secara langsung. Karena itu sudah saatnya kita melibatkan masyarakat melalui pendidikan teknologi informasi sejauh dini. Thank you. E-mail Pengirim: ipdnddn@yahoo.com Tanggal: 12 Maret 2004
Nama: Danu R.P Dari: Serang, Banten Saya: Siswa di sebuah SMP di kota Serang Aspirasi / Informasi: Pendidikan adalah sebuah hal yang penting bagi rakyat2 di Indonesia. Karena pendidikan adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih baik. Tapi kalau di Indonesia biaya untuk mendapatkan suatu pendidikan begitu mahal, bagaimana kita bisa maju. KIta akan terpuruk terus kalau biaya pendidikan di Indonesia terus saja mahal. Seharusnya pemerintah menyadari hal ini dari dulu. Banyak bibit2 unggul yang musnah akibat pendidikan yang begitu mahal. Semoga pemilu 2004 ini akan melahirkan pemerintah yang memahami akan pentingnya pendidikan. Nggak kayak sekarang, yang dipikirin cuma KORUPSI DAN KORUPSI. E-mail Pengirim: danu_riyan@plasa.com Tanggal: 14 Maret 2004
Nama: Rina Dari: sumedang Saya: Guru MTs,SLTP, MA Darul Fatwa Aspirasi / Informasi: Saya sebagai salah satu pengurus yayasan Islam Darul Fatwa sekaligus guru disana, ingin mengemukakan beberapa hal:
1. Sebagai Sekolah Swasta Darul Fatwa (DF) bukan termasuk sekolah yang mempunyai budget tinggi dalam pembangunan fisik (ruang kelas) karena sebagian besar siswanya dari keluarga tidak mampu, jadi saya mohon kepada Depag/Diknas subsidi untuk pembangunan fisik jangan hanya diberikan kepada sekolah negeri saja, padahal MTs, SLTP,MA(SMA) kami jumlah siswanya lumayan banyak sedang ruang kelas sedikit kalo hanya mengandalkan uang siswa+uang yayasan tidak akan cukup, yayasan kami betul-betul ingin membantu rakyat disekitar kami yang tidak mampu sekolah ke tempat lain(karna biaya ditempat lain mahal)jadi sekali saya mohon bantuan untuk bangunan fisik mohon diberikan kepada sekolah swasta yang kurang mampu jangn hanya kepada sekolah negeri yang fasilitasnya sudah memadai, saya kira bukan kami saja yang merasa seperti itu masih banyak sekolah swasta seperti kami yang minta diperhatikan nasibnya.
2. Untuk pelajaran agama di SLTP (PAI) mohon ditambah jam belajarnya jangan hanya 2 jam, dirasakan sangat kurang bagi pemahaman siswa, walaupun sedang diberlakukan KBK belum tentu siswa bisa mencapainya, mudah-mudahan KBK (kurikulum berbasis kompetensi) ini tidak diubah-ubah lagi.
3. UAN yang berubah menjadi UN (Ujian Nasional) yang sebentar lagi akan dilaksanakan mudah-mudahan bukan sebagai percobaan seperti UAN tahun lalu, belum lagi SLTP dan SMU yang kembali diubah menjadi SMA dan SMP seperti dulu,mohon konsisten. E-mail Pengirim: rina_dara79@yahoo.com Tanggal: 14 Maret 2004
Nama: dias widhiyanto Dari: semarang unnes Saya: Mahasiswa unnes Aspirasi / Informasi: pendidikan bukan segalanya, tapi segalanya berawal dari pendidikan. oleh karena itu sebagai mahasiswa, mari kita buktikan kalau kita itu sebagai agen perubah, pemberontak ketidak jelasan dalam pendidikan. E-mail Pengirim: diasysp@plasa.com Tanggal: 15 maret 2002
Nama: KHASAN,S.Pd. Dari: PACET MOJOKERTO JATIM Saya: Guru SMPN1 SUGIHWARAS Aspirasi / Informasi: Saya guru Fisika SMPN 1 suighwaras Bojonegoro, ingin pindah ke smpn di wilayah mojokerto, agar kami dapat mengembangkan keilmuan kami di daerah. E-mail Pengirim: ascpacet@yahoo.com Tanggal: 16 MARET 2004
Nama: KONADI Dari: NAD Saya: Mahasiswa MUHAMMADIYAH ACEH Aspirasi / Informasi: mahasiswa merupakan cikal bakal masa depan oleh karena itu apa yang dilakukan oleh kami semua merupakan suatu kewujudan pada masyarakat. kadang saya berpikir sangat jauh saya kepingin dapat bea siswa dary donatur tapy apa yang saya lihat di Aceh. Masyarakat miskin, DOM, akibat konflik mereka tidak diperdulikan sama sekali .yang saya sayang kan mereka di beri iming2 harpan dll. kalu bukan kita siap lagi. E-mail Pengirim: adi_2707@yahoo.com Tanggal: 16 maret 2004
Nama: INDRAYANI Dari: JEMBER JAWA TIMUR Saya: Masyarakat JEMBER Aspirasi / Informasi: SAYA MEMILIKI PAGUYUBAN PERIAS YANG INGIN BERKIPRAH DIKANCA PEMBANGUNAN INI DENGAN MENGADAKAN PELATIHAN-PELATIHAN UNTUK KEGIATAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, YANG MENJADI KENDALA DIMANA SAYA BISA MEMINTA BANTUAN UNTUK KEGIATAN INI, ATAU KEMANA SAYA HARUS BISA MENGAJUKAN PROPOSAL BANTUAN DANA UNTUK KEGIATAN TERSEBUT ? E-mail Pengirim: indrayani_dan@plasa.com Tanggal: 17 MARET 2004
Nama: Rosa Elfira Dari: Buton/Sultra Saya: Mahasiswi STMIK Handayani Aspirasi / Informasi: Kiranya suatu institusi yang bergerak di bidang pendidikan keahlian utamanya sekolah-sekolah komputer agar menyediakan bursa kerja bagi outputnya agar tidak repot lagi dalam mencari pekerjaan. he he he E-mail Pengirim: rosa_miv@yahoo.com Tanggal: 23-03-2004
Nama: kiki Dari: bandung Saya: Siswa smun 23 bandung Aspirasi / Informasi: Kami adalah siswa kelas 3 dari smun 23 bandung, kami merasa tidak puas atas perilaku para petinggi di sekolah kami.
Kami berasal dari keluarga tidak mampu, saat acara "cross country" ke Tangkuban Perahu setiap siswa wajib membayar Rp30000 (tanpa konsumsi), karena tidak mau membebani orang tua kami berusaha untuk mendapatkan uang tersebut dengan cara kami sendiri.
Saat acara berlangsung kami sama sekali tidak puas atas fasilitas yang diberikan dari biaya yang telah dikeluarkan. Selain memakai truk ABRI sebagai alat transportasi, kami tetap mengeluarkan uang untuk biaya transportasi menuju kawah. Ternyata setelah kami hitung biaya yang dikeluarkan sangat tidak sebanding dengan yang harus dikeluarkan sekolah untuk biaya perjalanan itu.
Kami memohon kepada pemerintah untuk menindaklanjuti hal tersebut agar mereka sadar atas perbuatannya.(biaya untuk masing-masing peserta diperkirakan hanya mencapai Rp15000, padahal kami sudah bersusah payah untuk mendapatkan uang tersebut)
Kami sangat kecewa....
Menurut informasi yang dapat dipercaya saat siswa-siswi kelas 2 mengadakan study tour ke Bali mereka melakukan hal yang sama atas uang "kami" yaitu uang yang telah diberikan pemerintah untuk pendidikan justru dipakai untuk biaya para guru pergi ke Bali dengan gratis. E-mail Pengirim: cinta_as@yahoo.com Tanggal: 23 maret 2004
Nama: MULYONO Dari: JAWA TIMUR Saya: Guru JOMBANG Aspirasi / Informasi: PENINGKATAN PENDIDIKAN JANGAN HANYA SLOGAN DAN JARGON YANG DIJUAL SAAT KAMPANYE, NAMUN SEPI REALISASI. KALAU MAU TINGKATKAN SIAPKAN DANA DAN ALOKASI YANG JELAS DAN TERPANTAU SERTA DIEVALUASI. YANG SUDAH POKOKNYA DANA DILEPAS HABIS, TERSERAH MAU DIHABISKAN UNTUK APA YANG PENTING LAPORANNYA JELAS. PADAHAL BANYAK LAPORAN FIKTIF BELAKA. KALAU MEMBERI BANTUAN BAIK GEDUNG, SARANA, ATAU APAPUN BENTUKNYA. KIRIM LANGSUNG, JANGAN UANG. KARENA KALAU UANG, SAYA SERING MELIHAT LAPORAN FIKTIF, PETUGAS/PEGAWAI/MINTA KUITANSI PEMBELANJAAN RATUSAN RIBU/JUTAAN MUDAH KE TOKO. HANYA MEMBAYAR BEBERAPA PULUH RIBU SUDAH DAPAT STEMPEL DAN DANTA TANGAN PEMBELIAN. KALAU GEDUNG BANYAK GEDUNG SUDAH JADI DIJADIKAN LAPORAN PROYEK BANTUAN LEBIH DARI SATU KALI. KE MANA UANGNYA ? E-mail Pengirim: mulyono_an@telkom.net Tanggal: 25 MARET 2004
Nama: emi Dari: medan/sumatera utara Saya: Guru smu swasta Aspirasi / Informasi: menurut saya.. selain diperlukan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan .tapi kalau bisa. pemerintah harus sadari perkembangan media elektronik atau media massa sekarang begitu bebasnya menanyangkan anak-anak sekolah yang tidak sesuai dengan kondisi yang sewajarnya. anak sekolah ditampilkan sebagai sosok yang tidak peduli terhadap masa depan .yang ditampilkan anak sekolah yang gila bergang-gang dan hura-hura juga tentang perebutan pacar.. seharusnya bukan itu yang ditampil kan di TV. TETAPI seharusnya moral dan etika anak sekolah yang sewajarnya. harap perhatian pemerintah khususnya di bidang pendidikan terhadap nasib anak bangsa sebagai generasi yang bermutu dan bertakwa. mohon perhatiannya. E-mail Pengirim: epri_81@yahoo.com Tanggal: 26 maret 2004
Nama: munawwar Dari: malang Saya: Mahasiswa UM Aspirasi / Informasi: tolong bebaskan negara kita dari biaya pendidikan yang melambung tinggi, karena kita berharap 10 tahun mendatang kita bisa bebas dari kebodohan. dan jangan ada komersilasi dalam dunia pendidikan lagi. HIDUP PENDIDIKAN. HIDUP BELAJAR E-mail Pengirim: good_mood20 Tanggal: 29/03/2004
Nama: dhimas Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswa uny Aspirasi / Informasi: pendidikan di indonesia sangat bagus, buktinya sudah banyak tercipta orang pinter di indonesia, hanya masalahnya biayanya sangat tinggi. E-mail Pengirim: Tanggal: 30 maret 2004
[ Ke Halaman 18 - Klik Di Sini ]
|