|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 18)
Nama: ena_nakiah Dari: Probolinggo Saya: Mahasiswi s3 universitas negeri malang Aspirasi / Informasi: pendidikan kontekstual meneguhkan kecakapan hidup (life skill) yang harus berintegrasi dalam semua mata pelajaran di sekolah. adapun prinsip kecakapan tersebut meliputi (1) keterampilan berpikir logis (2) motivasi tinggi (3) menguasai kemampuan bahasa (4) memggukan teknologi informasi secara trampil (5) kreativitas (6) mandiri (7).(bekerja keras). dengan melatih ketujuh kecakapan ini diharapkan mampu mendidik siswa yang tangguh dan bekerja maksimal memecahkan masalah
salam
ena. E-mail Pengirim: ena_nakiah@yahoo.com Tanggal: 31/3/04
Nama: Ira Maisita Dari: Medan,sumatera Utara Saya: Mahasiswi Ilmu Komputer S1Usu Medan Aspirasi / Informasi: Masalah pendidikan, memang suatu hal yang pelik atau susah dijelaskan, Pendidikan memang sesuatu hal yang penting untuk dijalani, Karena pendidikan dapat menuntaskan kebodohan dan buta huruf.Untuk itu diperlukan partisifasi semua manusia untuk meningkatkan pendidikan dengan memberikan ilmu yang kita punya kepada semua insan yang belum mengecam pendidikan. walaupun tanpa imbalan sekalipun. E-mail Pengirim: Tanggal: 1-4-2004
Nama: Ardana Dari: Denpasar/Bali Saya: Mohon Pilih Aspirasi / Informasi: om swastiastu
Saya sangat gembira akan adanya halaman aspirasi ini, karena dapat mengemukakan segala hal tentang keluhan dalam dunia pendidikan khususnya bagi saya yang masih berstatus mahasiswa, untuk hal ini saya berharap setiap aspirasi yang dikemukakan oleh seluruh pelaku pendidikan dapat terserap seluruhnya dan mudah-mudahan aspirasi mereka terjawab dan harapan saya dapat diteruskan kepada instansi terkait dan pemecahan maupun pelaksanaan aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. terima kasih atas perhatiannya
om santih santih santih om
E-mail Pengirim: mang_ar@telkom.net Tanggal: 6 april 2004
Nama: hamluddin Dari: Malang/Jawa Timur Saya: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Aspirasi / Informasi: Pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kemampuan siswa sesuai dengan bidang masing-masing seolah tidak ada keseriusan dari pemerintah dalam penanganannya. ini dapat diwujudkan dalam reorientasi kembali tiap-tiap bidang atau fokus dari bagian-bagian bidang pendidikan, sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih dalam hal materi pendidikan. selama ini fokus yang tidak jelas telah menjadi warna pendidikan, semisal jika mengorientasikan pendidikan pada satu bidang, jangan lagi bidang tersebut dicampuri dengan materi-materi lain. selama ini ada aja alasan bahwa materi lain yang ada pada bidang tertentu merupakan pengetahuan penunjang, persoalan ini kemudian yang menjadikan kebingungan pada siswa, karena tidak ada ukuran dan batasan yang jelas dalam materi tambahan tersebut. menjadikan pengetahuan tambahan seringkali lebih dominan dibanding fokus orientasi bidang tertentu.
Mo nanya pada pemerintah, untuk siswa yang kurang mampu dalam hal beaya pendidikan, sedang ingin melanjutkan kejejnjang yang lebih tinggi, apa ada penenganan khusus dari pemerintah terhadap persoalan ini, mohon diberi jawaban dan jika ada prosedurny bagaimana?
terakhir dari kami para siswa yang punya cita-cita tuk peduli pada bangsa, sampaikan salam kami terhadap bapak Malik Fajar sebelum kabinet baru terbentuk. E-mail Pengirim: ludi-g@plasa.com Tanggal: 9 April 2004
Nama: Bambang Sri Asmoro Dari: Surabaya/ Jawa Timur Saya: Masyarakat Surabaya Aspirasi / Informasi: Pendidikan (baca:investasi masa depan) seharusnya menjadi prioritas pembangunan saat ini. Pendidikan merupakan pondasi agar menjadi bangsa yang maju, "pinter", dihormati dan dihargai oleh bangsa lain, serta tidak "ngisin-isini". Berhentilah berpikir ingin menjadi bangsa yang maju dengan cepat (instan), sebab dengan cara tersebut tidak akan pernah terjadi pemerataan. E-mail Pengirim: sriasmoro@telkom.net Tanggal: 11 April 2004
Nama: Elfridus Siuk Berkanis Dari: Kupang / Nusa Tenggara Timur Saya: Masyarakat Kota Kupang Aspirasi / Informasi: Di masa pemerintahan Megawati, alokasi anggaran biaya negara (APBN) untuk sektor pendidikan mencapai 30 %. Sejauh mana realisasinya, masih dipertanyakan. kenapa saya katakan seperti ini? berangkat dari kondisi riil di masyarakat, khususnya di wilayah saya, masih sekian banyak anak-anak bangsa di daerah terpencil menikmati apa yang namanya pendidikan itu, masih sangat jauh dari sentuhan perhatian pihak terkait yang katanya mau mengangkat masyarakat dari ketertinggalan informasi. banyak anak putus sekolah, bahkan ada yang tidak bersekolah hanya karena belum ada infrastruktur yang memadai yang dapat menjawab kebutuhan pendidikan anak-anak bangsa yang ada di desa.
Kedua, hal lain yang saya lihat adalah tentang metodologi belajar guru dan anak didik. anak didik pada tingkat sekolah dasar, umumnya diajarkan untuk menghafal, bukan untuk mengerti. sebenarnya mereka (anak didik tingkat elementary) perlu dibekali dengan strategi pengajaran guru yang memberanikan anak didik untuk berani bicara, mengungkapkan pendapat, berani membuat terobosan baru dalam hal inisiatif, dan sekali-kali seorang guru jangan membatasi daya kreasi anak-anak, kalau itu benar-benar berbobot. sekian saja.
"30%" - ??? Melihat lebih ke dalam!
Kalau mengenai hal "metodologi belajar" yaitu sesuatu yang sedang diperbarui, tetapi kita harus berjuang sendiri di daerah masing-masing (jangan menunggu petunjuk lagi). Saya sudah menyaksikan bahwa sekolah yang mana saja dapat berhasil kalau ada "keinginan". Manajemen Berbasis Sekolah dan PAKEM adalah kuncinya dan kita "tidak perlu duit". Proyek Managing Basic Education http://MBEProject.Net (yang sudah jalan lebih dari setahun) dan http://IAMBE.Org (baru mulai akhir bulan April, 2004) sedang melaksanakan MBS & PAKEM di ratusan sekolah tanpa memberi uang ke sekolah - hasilnya hebat!
Banyak sekolah yang tidak ikut program proyek juga merubah setelah melihat hasilnya - anda juga dapat ikut merubah. Ayo! Phillip R., Webmaster
E-mail Pengirim: elfrieds@yahoo.com Tanggal: 11 April 2004
Nama: Bopha Dari: Yogyakarta Saya: Pengamat yogyakarta Aspirasi / Informasi: menurut anda apa penyebab/faktor utama rendahnya kualitas output pendidikan nasional ? E-mail Pengirim: abopha@yahoo.com Tanggal: 15 April 2003
Nama: Paulus Ligo Lemba Dari: Jakarta / DKI Jakarta Saya: Mahasiswa Akademi Telekomunikasi Indonesia Gemilang Jakarta Aspirasi / Informasi: Dunia telekomuniaksi di Indonesia sangat di Monopoli oleh PT.TELKOM tbk, sehingga dari segi financial sangat memberi keuntungan bagi PT. TELKOM tbk. Tapi kenapa pada bulan April 2004 PT. TELKOM tbk. harus menaikan tarif LOCAl? Apakah keuntungan yang di peroleh masih kurang banyak???
Saya melihat tidak ada keuntungan timbal balik dari PT. TELKOM tbk.dalam menaikin harga local kepada Masyarakat sebagai "USER" dalah hal "services".
1. Ada contoh yang sangat nyata jika terjadi gangguan saluran telpon pada pelanggan masyarakat kecil, untuk "memperbaiki" membutuhkan waktu yang lama, padahal tingkat gangguan tidak terlalu parah, tapi kalau ada gangguan untuk pelanggan yang nota benenya berduit, maka secara begitu cepat di "services".
2. SDM
SDM karyawan PT. TELKOM tbk harus di tinjau kembali, di tempat saya yang menjadi karyawan itu adalah orang yang hanya berpendidikan SD.
Apakah orang seperti ini masih bisa di andalkan?
3. Saya sangat menharapkan Tamatan AKADEMI TELEKOMUNIAKSI INDONESIA GEMILANG JAKARTA bisa di terima sebagai karyawan PT. TELKOM TBK. karena kualiatas pendidikan dari Alumi nya tidak lebih buruk dari STT Bandung dan Univ. Lainnya di Indonesia. E-mail Pengirim: paulus@cepat.net.id, kurus_sopan@yahoo.com, lemba1sister@yahoo.com Tanggal: 16 April 2004
Nama: yulman, S.Pd Dari: Argamakmur / Bengkulu Saya: Mahasiswa Bengkulu Aspirasi / Informasi: Saya saat ini sedang menulis thesis, dan saya mohon bantuan rekan-rekan untuk dapat memberikan informasi kepada saya tentang Efektifitas Sekolah dan Profesionalitas Guru. Untuk itu Saya mengucapkan terimakasih. E-mail Pengirim: yulman_yun@yahoo.com Tanggal: 17 April 2004
Nama: Pepen syuraji Dari: Jakarta Selatan Saya: Masyarakat Pondok labu Aspirasi / Informasi: Ah.. ternyata kita ini baru bisa saling menyalahkan dan ternyata benar kata teman saya yang di sono (luar negeri) bahwa masyarakat kita itu banyak yang pinter. Tapi ilmu yang kita dapat itu baru taraf mengutarakan TEORI alias NATO ( Not Action Talk Only ) E-mail Pengirim: pepen65@yahoo.com Tanggal: 18 April 2004
Nama: firdaus Dari: banda aceh/ NAD Saya: Mahasiswa universitas syiah kuala Aspirasi / Informasi: Saya Firdaus, mahasiswa T.Elektro Unsyiah. Saya ingin sekali mengikuti Olimpiade,tapi saya rasa itu tak mungkin lagi sebab saya bukan lagi murid SMU. Saya rasa alangkah baiknya jika untuk mahasiswa juga ada olimpiade. Kalau ada yang tahu informasi mengenai olimpiade untuk mahasiswa, tolong kasih tahu,ya! E-mail Pengirim: pehade03@yahoo.com Tanggal: 20/4/2004
Nama: irawati Dari: Cimahi/JABAR Saya: Guru SMPN 1 Cimahi Aspirasi / Informasi: Saya bingung dengan KBK :
1.Banyak guru tidak paham dengan KBK,karena sosialisasi KBK di seputar guru tidak mengakar kuat,tidak menyentuh permasalahannya.
2.Guru jadi sibuk dengan urusan administrasi, menulis silabus, renpel, penilaian2, sementara kebanyakan urusan kurikulum di sekolah2 tidak banyak membantu.
3.Banyak peralatan, perangkat yang harus disediakan dengan uang, padahal sekolah tidak memilikinya.
4.Guru terlalu banyak menangani siswa, jumlah siswa tidak relevan dengan kemampuan guru, sementara teknik2 mengajar yang sesuai KBK (seperti CTL, active learning, Quantum Learning, CBSA,...) tidak banyak dikuasai oleh guru2.
Jadi, tolong deh Pemerintah memperhatikan kondisi ini,agar jangan timbul keadaan "Talk only,No Action" tentang KBK.
Banyak guru2 menyarankan sebaiknya Dinas Pendidikan mengadakan aksi sosialisasi yang mantap! disetiap sekolah, jangan asal mengadakan penataran KBK,tapi yang nongol itu2 juga orangnya.Sebaiknya semua guru ikut serta ditatar KBK, tidak terkecuali.Ingin sukses KBKnya... coba semua guru ditatar...
Maaf ya jangan tersinggung,ini cuma masukan. E-mail Pengirim: ira120561@yahoo.com Tanggal: 21 April 2004
Nama: husri bara Dari: muarasoma/sumut Saya: Mahasiswa IPB Aspirasi / Informasi: Mohon biaya pendidikan jangan terlalu mahal, sebab masih banyak yang ingin sekolah tapi tidak sanggup.Sekali-kali apa salahnya pemimpin hidup sederhana dan bergandeng tangan dengan rakyat. E-mail Pengirim: www.husri_bara@yahoo.com Tanggal: 22 april 2004
Nama: Muhajirin Dari: Palembang Saya: Mohon Pilih mana aja Aspirasi / Informasi: saya mahasiswa S3 UIN jakarta, program tafsir hadits.
langsung aja bagaimana caranya agar buku-buku di indonesia ini murah. kenapa Timur Tengah mampu kita tidak!. E-mail Pengirim: sktmuda@yahoo.com.sg Tanggal: 23 April 2004
Nama: Ratih Ayu Priyanti Dari: Medan/ Sumatera Utara Saya: Mahasiswi USU Aspirasi / Informasi: Jadikan bangsa Indonesia berilmu pengetahuan! E-mail Pengirim: Ratih_a yu200@yahoo.com Tanggal: 24 April 2004
Nama: Hendra Nugraha Dari: bandung-jawabarat Saya: Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Aspirasi / Informasi: sungguh fenomena yang mengerikan bila, suatu urusan yang didalamnya terdapat sistem-sistem yang mengatur tentang sesuatu ke arah pencerahan, dipimpin atau dikelola oleh orang-orang yang notabene tidak mengerti dan tidak menguasai ilmu-nya. maka sesuai janji Allah, bila suatu urusan tidak dipegang oleh ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. Kepada para insan pendidikan yang masih peduli akan nasib indonesia mendatang, mari kita benahi pendidikan di negeri kita ini, bukan hanya omong kosong, serta dijadikan lahan untuk mengeruk tahta dan kuasa. semoga pemimpin kita mengerti akn aspirasi rakyatnya. E-mail Pengirim: tirititit@yahoo.com Tanggal: 27 april 2004
Nama: gusdaromei.as Dari: jakarta /dki jakarta raya Saya: Masyarakat jakarta Aspirasi / Informasi: cara meningkat kan mutu pendidikan di negara ini,sebetulnya sangat pelik dan rumit untuk dapat kita atasi bersama-sama jikalau pendidik masih mempermasalahkan dana yang begitu minim untuk biaya pendidikan, tapi bila kita ingin dunia pendidikan itu maju sebaik nya kita tanya kan dulu pada calon sang pendidik kita apa tujuan anda memilih propesi sebagai guru ? dan jawab nya sudah pasti ingin mengabdi demi bangsa dan negara ini tapi yakinkah kita bahwa dia memilih propesi itu demi kepentingan bangsa ini?
dari 2 pertanyaan yang di atas tadi sudah dapat kita pastikan bahwa angaran pendidikan itu sebetul nya sudah sangat cukup dan memuaskan.namun mengapa dunia pendidikan kita masih sanggat tertinggal dari negara tetangga kita? itu lah masalah yang harus kita pecah kan dan perlu pengorbanan seorang guru,guru jangan memikirkan dulu untuk apa mendidik dengan serius jikalau honor yang didapat kan tidak setimpal dengan apa yang dikerjakan nah sekarang ini masih banyak sekali seorang pendidik mesih mempunyai prinsip seperti di atas tadi itu. inilah yang merusak citra seorang guru yang konon katanya pahlawan tanpa jasa.tapi mengapa pula kita memilih pendidik pada orang-orang yang salah jikalau demikian mari kita benahi guru dan murid agar dunia pendidikanini dapat bersaing dengan negara tetangga kita.
jangan ada lagi beasiswa yang jatuh pada orang yang salah untuk menerimanya dan mari kita adakan seleksi dengan ketat para calon pendidik kita agar kita tidak salah dalam memilih seorang pendidik dengan cara mendengar kan apa keluhan dari yang mereka didik. bukan seperti sekarang ini tempat pengaduan ada namun tangapan bila ada pengaduan dari orang tua siswa atau siswa itu malah di jadikan suatu proyek bagi orang yang akan menangani aduan tersebut.apakah itu nama nya ingin memajukan negara ini?
memang jikalau kita telusuri untuk menghilangkan kkn di negri ini sulit namun bila aparat yang berwenang mau mengapa tidak ?
adakan sidakdari aparat terkait dengan tidak di agendakan terlebih
dahulu agar persiapan pada obyek yang akan disidak tersebut tidak berlebihan apa lagi pengawalan yang begitu mencolok.
nah sekarang maukah kita seperti itu ?
dan siapa pula sih yang tidak mau memampaat kan pasilitas itu kalau
kita sedang mendapat kan pasilitas yang ada itu? itu lah kelemahan kita yang selama ini bukan dari segi dunia pendidikan saja tapi sudah meramba di setiap sektor/Instansi yang ada di negri ini. stop dan tekan untuk berKKN dengan cara sidak dan waskat di seluruh instansi terrutema pada dunia pendidikan.
karena jikalau pendidikan saja sudah mahal bagai mana kalau mau masuk kerja nya nah itu yang buat kita menjadi berkkn, krna kita sudah mengeluarkan dana yang begitu besar dan secara logika nya harus kembali dengan besar pula. E-mail Pengirim: hankkite_khian@yahoo.com Tanggal: 27-04.2004
Nama: cici Dari: batam/riau Saya: Mahasiswi politehnik API yogyakarta Aspirasi / Informasi: seharusnya pendidikan itu harus diterapkan sedini mungkin. dan juga pemerintahan haruslah memperhatikan masalah pendidikan ini bukan masalah politik. sekarang ini pemilihan capres dituntut utk mengutamakan masalah pendidikan. karena dengan pendidikan bisa mengubah negara ini dari kemiskinan ilmu. E-mail Pengirim: cici@yahooo.com Tanggal: 28-04-04
Nama: nurmajidi Dari: sigli/atjeh Saya: Mahasiswa atjeh Aspirasi / Informasi: saya saran selamatkan pendidikan karena salah satu kecedasan anak bangsa di akan datang merupakan tanggung jawab kita bersama. baik pendidikan formal,imformal,informal
jangan sampai anak bangsa mengalami (demoralisasi) dan (cultur cash). dan kami mengharapkan kepada pemimpin lebih memperdulikan pendidikan dan itu degenerallisasi sebagai penganti kita, dan pendidikan negara kita sangat rendah kualitas dibandingkan negara tetangga kita, dan bila ditinjau secara historis dulu orang asing belajar pada kita,dan kenapa sekarang kita kesana...? dan itu perlu kita intropeksikan upaya memobilitas pendidikan kita untuk yang akan datang dan selamat berjuang. E-mail Pengirim: Tanggal: 29 april 2004
Nama: endi p Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswa ITS Aspirasi / Informasi: Di indonesia ini katanya negara hukum, apakah gak salah nih karena di di klaten, yogya dan surabaya sendiri yang aku tempati untuk kuliah banyak sekali pelanggaran hukum' namun cara penangainya kok ngak mencerminkan kaidah kita sebagai penganut negara hukum . yang kedua ditempatku sekarang sedang marak terjadinya tindak KKN yaitu pendaftaran sebagai peg negri disitu para pendaftar tidak diseleksi lewat akademis namun hanya diseleksi lewat uang yang masuk aja ke pemda.itu kira-kira yang diterima hanya orang yang mau menyumbang Rp 40 juta.
yang terakhir yaitu jika kita ingin masuk angkatan laut, darat,caba dsb pasti dipungut biaya yang berlebih, yang menjadi masalah adalah "seandainya kita sudah jadi terjun di situ maka apakah mungkin para perwira muda tersebut tidak ingin mengembalikan modalnya dengan menghalalkan segala cara. E-mail Pengirim: endiek@plasa.com Tanggal: 5 mei 2004
Nama: kurniawan Dari: bandar lampung Saya: Siswa stm poncowati bandar lampung Aspirasi / Informasi: saya hanya ingin sarana dan parasarana sekolah stm di bandar lampung mohon di perlengkapi lagi agarsemua siswa dapat belajar dengan fasilitas ygmemadai saya sangat mohon pada gubernur lampung trima kasich E-mail Pengirim: kurnia_sari87@yahoo.com Tanggal: 6/5/04
Nama: SYURYA DARMA Dari: MEDAN Saya: Guru SMU N 1 LIMAPULUH Aspirasi / Informasi: HARAPAN SAYA PENDIDIKAN JANGAN HANYA DIJADIKAN SEBAGAI KONSUMSI ISU POLITIK.
MARI PENDIDIKAN KITA JADIKAN PROSES YANG WAJAR. E-mail Pengirim: Tanggal: 7-5-2004
Nama: cucu setiawan Dari: jawa barat Saya: Mahasiswa IAIN SGD Bandung Aspirasi / Informasi: Kita harus membikin konsep pendidikan yang sesuai dengan kultur kita, jangan selalu mengadopsi milik orang lain. E-mail Pengirim: cucu_s2003@yahoo.com Tanggal: 07-05-2004
Nama: Carolus Samosir Dari: Sumatera Utara Saya: Kepala Sekolah SMA Bintang Timur Balige Aspirasi / Informasi: Kita semua menyambut baik keinginan masyarakat dan tokoh pendidikan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Salah satu lembaga yang harus digerakkan adalah pendidikan. Tapi mustahil peningkatan dengan kurikulum apapun namanya jika tidak seluruh instansi pemerintah mendukungnya. Kita punya problem dengan izasah palsu. Selain itu banyak ditemukan izasahnya legal tapi dengan nilai baik tapi personnya tidak memiliki keahlian. Nampaknya pendidikan yang diharapkan belum sesuai dengan kondisi masyarakat.
Apa yang harus dipersiapkan untuk menerima perubahan. Saya pikir mentalitas manusia dulu lalu sistem dan metodenya. Kita sibuk dengan sosialisasi yang disambut hangat dipermukaan tapi tidak dilaksanakan. Kita hebat membuat promosi tapi isinya banyak bohong. Kondisi politik negara inipun harus lebih dulu diperbaiki. Kita bagaikan kapal yang diterpa badai tapi bingung untuk mencari solusinya. Jika tidak semua pihak memiliki niat memperbaiki maka akan sia - sia segala usaha.
Pendidikan bukan tanggungjawab sebahagian orang tapi seluruh lapisan masyarakat. Siapa yang akan jadi moderator tentu pemerintah. Hendaknya tidak semua aspek hidup kita dilihat hanya dari politik belaka. Jika kita membangun politik sehat maka iklim akan membaik. Terutama hati nurani para politikus. E-mail Pengirim: artodins@plasa.com Tanggal: 08 Mei 2004
Nama: bejo Dari: Indraayu/jawa barat Saya: Siswa Sltp Aspirasi / Informasi: Saya ingin sekolah di indonesia tidak mementingkan seragam. lebih baik berpakaian bebas tetapi mutu terjamin. tapi saya tidak tau bagaimana menyampaikan aspirasi ini dan pada siapa. E-mail Pengirim: bejo_goreng@yahoo.com
"Saran saja" dari Webmaster
Saya sangat setuju dengan prinsip bahwa kebebasan dan kemedekaan yaitu sangat baik. Tetapi, saya juga merasa bahwa di sekolah sekarang sudah cukup tantangan untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu dan kalau anda berpikir mengenai perasahan mereka, melihat anak lain dapat pakai baju "bermerek dan sangat mahal", mungkin anda dapat paham sebabnya saya setuju dengan seragam. Salam hangat, Phillip Tanggal: 9 mei 2004
Nama: dian kurnia muldani Dari: jawa barat Saya: Mahasiswa Yogyakarta Aspirasi / Informasi: kita sebagai bangsa indonesia tentunya bosan dengan kata-kata reformasi, supremasi hukum, dan tek-tekbengek, tentunya tatkala itu semua tidak ada hasilnya yang diinginkan oleh segenap masyarakat Indonesia.sekarang yang diinginkan hanya realisasi itu semua,WAHAI PETINGGI NEGRI INI. E-mail Pengirim: aa_diyogkare@plasa.com Tanggal: 11 mei 2004
Nama: Aladin Dari: Jakarta / DKI Saya: Masyarakat Jakarta Aspirasi / Informasi: Tingkatkan program belajar seni untuk mengasah kemampuan otak kanan siswa di Indonesia. Fungsi otak perlu diseimbangkan dengan program akademi terpadu.
Aladin adalah salah satu media pendidikan yang cocok untuk para siswa ber-eksplorasi diri atas kemampuan daya pikir kreatifnya.
http://www.clayworld.co.kr
Kami hadir di masyarakat untuk turut serta menciptakan masyarakat yang berwawasan dan kreatif. E-mail Pengirim: info@aladinclayindonesia.com Tanggal: 12 May 2004
Nama: RENDY FISCA Dari: DEPOK Saya: Masyarakat DEPOK Aspirasi / Informasi: " Program Otonomi Sekolah"
Mohon Pengkajian Aparat Terkait!
Kesiapan Pemerintah Daerah dan Sekolah perlu ditinjau dan disosialisasikan mengenai Tujuan Otonomi Sekolah, sehingga tujuan Program tersebut tidak berakibat kemasyarakat yang menyekolahkan anaknya dengan biaya mahal dengan alasan program tersebut.
Banyak sekolah-sekolah negeri yang membebani biaya Pembangunan sarana dan prasarana khusunya di Kota Depok, kepada para orang tua murid pada saat penerimaan murid baru. terima kasih. E-mail Pengirim: aryagusti_randa@yahoo.com Tanggal: 13 MEI 2004
Nama: dewantoro Dari: jakarta Saya: Masyarakat jakarta Aspirasi / Informasi: Saya seorang karyawan sebuah perusahaan swasta, dengan ijazah SLTP. Saya ingin sekali melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau SLTA. Tapi saat ini saya bingung mencari sekolah SLTA untuk karyawan yang sah atau terdaftar di Departemen Pendidikan. E-mail Pengirim: Lautanluas@plasa.com Tanggal: 14 Mei 2004
Nama: ADE SUNARYO Dari: TANGERANG-BANTEN Saya: Guru SDN PASARKEMIS II Aspirasi / Informasi: Indonesia dihadapkan pada sebuah kenyataan tentang ketidakberdayaan dalam mempersiapkan pengelolaan pendidikan sebagai investasi masa depan. Dengan kebijakan-kebijakan yang terus "berubah" (mundur atau maju) guru tidak hanya dijadikan "ujung tombak" keberhasilan pendidikan tetapi juga sebagai "ujung tombok" yang terkadang dianggap sebagai satu-satunya pemegang kendali pendidikan, padahal hanya merupakan personil lapangan yang sangat dipressure oleh kebijakan-kebijakan yang mungkin kurang bijak. Kami juga mengharapkan ada peningkatan kesejahteraan baik yang bersifat material maupun batin, sehingga guru dapat memaksimalkan kinerja disertai dengan rasa tanggung jawab luhur kepada Tuhan Yang Maha Esa. E-mail Pengirim: SDNPKM2@Yahoo.com Tanggal: 16 MEI 2004
Nama: Dita Dari: jogja Saya: Mahasiswi sosiologi UGM Aspirasi / Informasi: biaya pendidikan saat ini sangat mahal, sekiranya itulah yang menjadikan anak-anak putus sekolah. Selepas SMU kebanyakan dari mereka ingin melanjutkan pendidikan tapi karena kondisi ekonomi mereka yang sulit, ibaratnya untuk makan saja susah apalagi untuk meneruskan kuliah. beasiswa dari kampus yang ada saat ini pun untuk memperolehnya sangat sulit harus dengan banyak syarat terkesan berbelit belit.
Tindakan pemerintah saat ini dalam bidang pendidikan khususnya untuk generasi penerus bangsa Indonesia sama sekali belum terlihat. Kalau begini terus kapan Indonesia bisa menjadi negara maju????? E-mail Pengirim: atid84@yahoo.com Tanggal: 20 Mei 2004
Nama: angelica baramoy Dari: benjeng/jawa timur Saya: Dosen unair Aspirasi / Informasi: mohon pilih wakil rakyat yang becus jangan asal milih, karena diSOGOK.waah ga jamane REEK!!!pilih saya saja.ok dijamin rek.tak buju'i milih pkb wae yooo E-mail Pengirim: kakikugatel@yahoo.com Tanggal: 21 mei 2004
Nama: Juniastel Rajagukguk Dari: Tangerang/Banten Saya: Pengamat Jakarta Aspirasi / Informasi: Peningkatan kwalitas pendidikan di negara kita yang tercinta ini memang sudah dari zaman dulu saya dengar. Ketika saya duduk di Sekolah Menengah Tingkat Pertama (sekarang SLTP) sudah sangat sering saya dengar program pemerintah untuk meningkatkan kwalitas pendidikan. Namun saya tidak tahu apakah arti "kwalitas" disini mereka yang ngomong tidak tahu artinya? masalahnya sampai sekarang kwalitas yang dinyatakan tersebut belum terbukti, bahkan jika saya bandikan kwalitas zaman saya waktu Sekolah Menengah Atas (SMA) dulu dengan SMU sekarang sangat jauh beda kwalitasnya (jika diikutkan dengan perkembangan zaman modern sekarang ini). Sebenarnya kwalitas pendidikan itu harus di seimbangkan dengan peningkatan moral dari si anak, karena jika moral dari si anak rendah maka sangat di khwatirkan si anak akan lebih mengenyampingkan pendidikan di sekolah dibandingkan dengan kepentingan dia untuk bersenang-senang di luar sekolah dan akan merusak citra guru juga sekolah tersebut.
Untuk kebijakan di tingkat pusat saya sangat setuju jika anggaran di sektor pendidikan di naikkan dan jika saat ini anggaran pendidikan nasional 20% memang sudah seharusnya dilaksanakan, karena di belahan dunia manapun pendidikan yang tinggi sangat erat sekali dengan biaya yang tinggi. Namun masalahnya sekarang; disaat anggaran pendidikan dinaikkan, oknum-oknum penyelenggara pendidikan mulai dari tingkat pusat sampai tingkat daerah jadi makin ganas untuk melakukan korupsi. Maka diharapkan kepada pengawas lembaga pendidikan ini harus terus mengawasi kinerja orang dan lembaga pelaksana pendidikan ini dan juga para anggota DPR, DPRD I, dan DPRD II harus selalu mengawasi jalannya pendidikan ini apakah benar ke sasaran.
Juga seperti kasus di Depdiknas saat ini sangat memalukan. Seperti dimuat di beberapa media di Tanah air bahwa Depdiknas ...... melakukan korupsi sampai 150 miliar rupiah dari pengadaan buku Matematika. Ini masih hanya buku matematika, bagaimana lagi dengan buku yang lain???? Yang seharusnya Depdiknas itu memberi pelayanan pendidikan malah melakukan penyelewengan. Jika terus-terusan seperti ini kapan pendidikan di Indonesia memiliki kwalitas yang diharapkan???? E-mail Pengirim: juniastel@yahoo.com Tanggal: 20 Mei 2004
Nama: husni afriansyah Dari: palembang/sumatera selatan Saya: Mahasiswa Ekstension Unsri Aspirasi / Informasi: tolong kepada pemerintah agar diberikan semacam dispensasi kepada atlet yang statusnya pelajar/mahasiswa. Agar diberikan kemudahan dalam menempuh pendidikan. Karena seorang atlet dituntut untuk latihan agar memberikan prestasi yang gemilang. Untuk itu dibutuhkan konsentrasi dimana dia juga dituntut untuk belajar.selain itu juga banyak atlet yang ada di negara ini jerih payahnya seolah-olah tidak dihargai.seakan-akan pepatah mengatakan 'habis manis sepah dibuang'.khususnya untuk kota palembang saya mengharapkan betul pemerintahnya ada perhatian. terima kasih..... E-mail Pengirim: husni_tkd@yahoo.com Tanggal: 20 mei 2004
Nama: Rosulhadi Dari: Jawa Timur Saya: Masyarakat Gresik Aspirasi / Informasi: Bagaimana nasib bangsa digenerasi mendatang, jika gaji sarjana masa kerja di Pegawai negeri selama 20 th tidak cukup untuk makan sederhana dan membiayai anaknya kuliah?, mungkinkah di negeri kita sekolah gratis kayak di Jerman?. E-mail Pengirim: rosulh@yahoo.com Tanggal: 21/05/2004
Nama: Nahar Suparman Dari: Bogor Saya: Guru Bogor Aspirasi / Informasi: Bagi Guru-guru ingin mengenal SLTP TARUNA TERPADU, Jl. raya Salabenda Semplak Bogor dan ingin kunjungan ke sekolah nuansa Alami, kami menyediakan Bus Antar jemput bagi siswa Anda. Segera Hubungi Sdr. Nahar Or Mutztahidin Phone. 0251-512842, lihat dan jangan baca brosur, maka anda tidak akan kecewa. Sekolah yg dikelilingi danau dan sistim belajar yg tdk menoton, siswa dan guru tetap fressh.... E-mail Pengirim: supar38@plasa.com Tanggal: 23/05/2004
Nama: chaerul Dari: makassar Saya: Masyarakat Aspirasi / Informasi: Aku adalah alumni politeknik negeri ujung pandang di makassar,saat ini aku adalah salah satu dari 40 jt pengangguran dinegara tercinta ini. Aku baru merasakan betapa parahnya sistem pendidikan negeri kita. yang mau aku soroti adalah :
1. biaya pendidikan. Sangat terjadi kesenjangan dalam membayar biaya kuliah dimana yang miskin dan yang kaya memiliki pembayaran yang sama di PT negeri. seharusnya dibedakan,karena para pejabat mempergunakan kesempatan ini untuk berusaha meluluskan anaknya dengan cara nepotisme.
2.fasilitas pendidikan. seharusnya apa yang digunakan kami di jawa sama dengan fasilitas di daerah lain sehingga tidak terjadi perbedaan kualitas dan kami harus ke Jawa untuk menikmati fasilitas seperti lab dsb yang lebih baik.
3.Disiplin ilmu harus tegas dan jelas dan berbobot. Artinya program study bukan sekedar nama, sehingga tak jarang banyak yang bekerja bukan skillnya. Disamping masyarakat yang memiliki channel ke pejabat dan pejabat (PNS)seakan menitipkan anaknya hanya untuk mendapatkan gelar agar bisa duduk manis dalam kepegawaian yang telah disiapkan (sudah ada NIP sebelum masuk pegawai).
4. Pembersihan orang-orang yang menjadi tikus dalam pendidikan kita, seperti dosen yang bisa dibayar untuk nilai A, jatah dalam meluluskan kerabat di SPMB, pembayaran siluman (EXTENSI), terlibatnya aktifis kampus dalam sistem perpolitikan busuk yang dijadikan batu loncatan dalam mendapatkan karir.
Mungkin masih banyak yang lain dalam sembrautnya sistem pendidikan kita. Akan berubah bila semua kita kompak untuk berubah dengan jalan jangan menambah bila ada kesempatan, berteriak bila melihat dan tidak menurut jika disuruh melakukan seperti diatas. trims... E-mail Pengirim: sukma_wira@yahoo.com Tanggal: 22 mei 2004
Nama: teguh Dari: bogor Saya: Mahasiswa ui Aspirasi / Informasi: saya sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan kepada pelajar yang kekurangan biaya, untuk itu saya memohon kepada pemerintah lebihy memperhatikan kepada pelajar yang kurang mampu dan mohon tingkatkan anggaran pendidikan kepada pelajar yang sangat membutuhkan E-mail Pengirim: teguh642051 Tanggal: 23
[ Ke Halaman 19 - Klik Di Sini ]
|