|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 19)
Nama: bento Dari: kudus Saya: Siswa kudus Aspirasi / Informasi: SAYA SANGAT BERHARAP SEMOGA BANGSA INDONESIA MENDAPATKAN PEMIMPIN YANG BAIK DAN CAKAP + BEBAS DARI SEGALA KECURANGAN SERTA SELALU MEMPERHATIKAN NASIB RAKYAT OKEY ! HIDUP OM IWAN FALS .... E-mail Pengirim: ipon_nopi@yahoo.com Tanggal: 29 Mei 2004
Nama: M.Sukron Mamhud Dari: Jombang Jatim Saya: Mahasiswa di alazhar Aspirasi / Informasi: melihat kondisi Indonesia saat ini tentunya mengundang banyak perhatian di belahan dunia karena apa, mulai dari pemerintahan yang kacau tentunya akan mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia, sebenarnya kalau kita mau interospeksi apa yang sedang terjadi, pendidikan yang ada di indonesia akan jauh beda dengan keadaan pendidikan yang ada di jepang . faktor pendukung pertama adalah bebasnya sebagian biaya sekolah, dan rasa keingintahuan dari para siswanya itu merupakan faktor terpenting dalam pendidikan. dan tidak di uber dengan beban biaya lagi.
mereka akan lebih meningkatkan belajar dan daya kretifitas masing-masing ,menengok kembali keadaan masyarakat kita yang kebanyakan menengah kebawah akan lebih mudah dan tidak usah bingung lagi dalam memikirkan beban biya . memang keadaan itu mungkin sangat minim untuk bisa di wujudkan dalam pendidikan di indonesia tapi kita semua berdo'a semoga dengan memulihnya keadaan indonesia dari berbgai krisis multidimensi ini dapat lebih meningkatkan mutu pendidikan yang ada di indonesia amien. E-mail Pengirim: ram _inc04@yahoo.com Tanggal: 12 mei
Nama: Aep Saepul Rohman Dari: Ciamis Jawa Barat Saya: Konsultan Ciamis Aspirasi / Informasi: Apakah saudara tahu berapa hutang (negara) saudara dengan konsep non-produktif (konsumtif) bangsa ini ? apa pula sudah di buat bangsa ini selain kekacauan, keributan, korupsi, dan kebohongan struktural?
hampir saya pastikan merek-merek tsb ada di jidat kita, tetapi merek-merek yang produktif ada di pasar-pasar dan jalan-jalan. E-mail Pengirim: aepsaepul@yahoo.com Tanggal: 30 Mei 2004
Nama: Marza Dari: Aceh Saya: Siswa SMU Aspirasi / Informasi: Pendidikan merupakan modal untuk mengangkat derajat dan martabat bangsa dan negara .Oleh sebab itu, sudah saat pemerintah untuk membuka mata dan telinga untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini. Banyak sekali solusi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan diantarantya ,menyeleksi guru yang berkualitas. E-mail Pengirim: zuzeramori@yahoo.com Tanggal:
Nama: Maria Carizza Dari: Semarang, Jawa Tengah Saya: Siswi Domenico Savio Aspirasi / Informasi: Sekarang banyak murid-murid yang kurang memperhatikan guru di kelas seakan-akan guru yang membutuhkan murid, bukan sebaliknya murid yang membutuhkan guru. Thank's.... God Bless You! E-mail Pengirim: coniecarizza@yahoo.com Tanggal: 31 Mei 2004
Nama: budiyana rahayu Dari: bogor Saya: Siswa smun 1 jasinga Aspirasi / Informasi: saya mohon maaf sebelumnya. tapi ini merupakan uacapan terimakasih karena smun1 jasinga sudah mempunyai komputer. dansatu lagi saya mohon diberitahu tentang beasiswa untuk pergi ke jepang karena saya ingin mengetahui pesatnya perkembangan tekhnologi disana. Atas perhatiannya terima kasih banyak E-mail Pengirim: godx111@yahoo.com Tanggal: 01/06/2004
Nama: Ahmad S Dari: Subang _ Jawa Barat Saya: Guru SMP Aspirasi / Informasi: Sebaiknya pemerintah dan DPR/DPRD segera melihat berbagai aspek mengenai penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Sehingga kebijakan-kebijakan tidak bersifat parsial. Sebagai contoh guru hanya dituntut mengajar, tetapi tidak boleh mengetahui dan diajak dalam penentuan RAPBS, karena kepala sekolah menganggap kepala sekolah tidak bertanggung jawab kepada guru. E-mail Pengirim: as_63@plasa.com Tanggal: 2 Juni 2004
Nama: SUBKHAN TOMAITO Dari: MANADO Saya: Mahasiswa UNSRAT MANADO Aspirasi / Informasi: Kepada IBu Presiden,
Di universitas kami untuk pengadaan buku-buku baru sangatlah kurang, dan kebanykan kami hanya mengkomsuyumsikan buku-buku yang lama. Kami sangat mengharapkan pada IBu untuk menperhatikan komdisi dan mutu dari pendidikan kami, dan di harapkan bu bisa menggunjungi PERPUS di kampus UNSRAT MANADO E-mail Pengirim: lilie_girl2000@yahoo.com Tanggal: RABU 2 - 6 - 2004
Nama: Dari: Saya: Mohon Pilih Aspirasi / Informasi: saya turut prihatin dengan mahalnya pendidikan sekarang ini. apalagi beberapa universitas negeri telah menjadi BHMN, hal tersebut dapat berdampak menjadi mahalnya biaya pendidikan. apalagi bertambahnya jumlah anak yg masuk pada jalur PMDK dan dikuranginya jumlah anak yg masuk melalui SPMB. jadi orang yg kuliah cenderung hanya bermodalkan uang, bagaimana nasib anak yg pintar tetapi kuranga ada biaya ? apalagi biaya kuliahpun juga tinggi. E-mail Pengirim: enti_kju@yahoo.com Tanggal: 03 Juni 2004
Nama: Amar Dari: Bogor/Jawa Barat Saya: Mahasiswa Bogor Aspirasi / Informasi: Saya sedih kepada pihak pemerintah yang hanya memperhatikan Guru saja namun tidak pernah memperhatikan Staf tata Usahanya maupun personil yang ada disekolah sementara mereka ada yang gajinya dibawah standar! oh Tuhan tolonglah kepada siapa kami harus mengadu? E-mail Pengirim: whjoe_die@yahoo.com Tanggal: 5 Juni 2004
Nama: bolon Dari: surabaya/jatim Saya: Siswa smu negeri XX Aspirasi / Informasi: please tolong klo bikin nilai standart buat UAN jangan tinggi-tinggi pikirin dong kemampuan kami jangan liat yang ditengah aja, kami yang sekolah di pinggiran juga diperhatiin dong,.. E-mail Pengirim: Tanggal: 6 juni 2004
Nama: Konadi Dari: Nangroe aceh darussalam Saya: Mahasiswa Unmuha Aspirasi / Informasi: Menurut saya apa yang kita perjuangkan oleh teman 2 semua merupakan suatu hak yang harus di lkukn oleh pemerintah dan kita jangan hanya duduk saja mulailah saatnya bekerja dari sekarang. E-mail Pengirim: didy_ady27072@plasa.com Tanggal: 9 - 06 - 04
Nama: Sri Hartini Dari: Medan/Sumatera Utara Saya: Staf Administrasi Binus Center Medan Aspirasi / Informasi: Saya sangat gembira dan sedih melihat hasil UAN 2004. Gembira karena hasil UAN yang diprediksikan 20% yang tidak lulus ternyata hanya 11%. Tapi amat saya sedihkan, 11% bukanlah hal yang benar-benar murni. Banyak kepala sekolah yang memutar otak untuk menyelamatkan tingkat kelulusan siswanya secara "haram", yang datang ke Kantor Dinas Pendidikan untuk melakukan Mark up terhadap nilai yang dihasilkan siswa mereka, Guru bidang studi yang diujikan tetap berada di sekolah sebagai benteng. Semua dilakukan demi menyelamatkan akreditasi sekolah. Disadari atau tidak disadari, langsung atau tidak.
Standar UAN yang diharapkan meningkatkan SDM justru menjadi salah satu langkah semakin terpuruknya kualitas SDM yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bermoral. Standart UAN yang meningkat dari 3.01 menjadi 4.01, menjadi bahan pembicaraan yang hangat baik dari pakar, pemerhati pendidikan. Keraguan mereka wajar untuk kita bahas, mengingat dari kemampuan peserta didik. Bapak - Ibu yang peduli dengan dunia pendidikan, yang bergelut bekerja didunia pendidikan, yang ambil bagian dengan dunia pendidikan, mari kita sama-sama bekerja meningkatkan kualitas pendidikan negara ini yang seperti benang kusut, entah darimana harus kita mulai memperbaikinya, tapi saya yakin masalah itu akan berakhir jika dimulai dari diri kita sendiri, lingkungan sekitar kita. Air yang mengalir dari satu paret/comberan akan bertemu di lautan. Kita tidak melawan arus dalam bekerja dengan baik, jujur dan sesuai dengan aturan, tapi kita harus bentuk arus yang baik menuju tujuan yang baik.
Untuk meningkatkan kualitas SDM kita dukung pemerintah dengan terus meningkatkan standarisasi UAN. Jangan takut untuk mengalami kegagalan untuk membawa anak didik menuju standart tersebut. Jikalau gagal mari kita koreksi diri, dan membuat program-program serta usaha-usaha apa saja untuk mengatasi masalah-masalah penyebab kegagalan tersebut. Kita harus bekerja keras. Bekerja keras tidak selalu di dukung dengan nilai materi, Hati yang tulus ingin melayani merupakan segelintir usaha yang dapat kita lakukan untuk menciptakan SDM yang berkualitas. Kalau bukan dari sekarang kita benahi, Kalau bukan mulai dari kita, lalu kapan dan siapa yang akan memulainya. Mari kita bangun dan didik anak kita dengan moral yang baik.
E-mail Pengirim: Bl3ss1n6@yahoo.com Tanggal: 12-6-2004
Nama: ROBERTH RIVALDO M Dari: JAWA TENGAH Saya: Mahasiswa UKSW SALATIGA Aspirasi / Informasi: KALAU SAYA MELIHAT SEPUTAR FENOMENA PENDIDIKAN DI TANAH AIR PASCA KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (kbk) MAKA SEBETULNYA HASILNYA DARI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SEMAKIN BAIK. TAPI SANGAT DISAYANGKAN APABILA KAITANNYA DENGAN KBK SEKARANG DIPERLAKUKAN NEM NYA SISWA RATA2 4,1 TANPA MELIHAT DAERAH- DAERAH LAIN YANG KUALITAS PENDIDIKANNYA RENDAH . APA DAMPAK YANG AKAN MUNCUL TIU PAK. SISWANYA DIRUGIKAN TO E-mail Pengirim: Tanggal: 14 JUNI 2004
Nama: ayi azhari Dari: Nanggro Aceh Darussalam Saya: Wartawan Harian Ekonomi Medan Bisnis Aspirasi / Informasi: Dunia Pendidikan di Negara tercinta kita ini sangat menyedihkan khususnya di NAD, dengan anggaran hingga Rp.700 milyar pada tahun 2003, kenyataannya murid yang tidak lulus Ujian Akhir Nasional (UAN) sekitar 8.000 lebih dari jumlah murid keseluruhan sebanyak 37.000 lebih, jadi kesimpulannya jika banyak murid yang tidak lulus itu berarti Gurunya yang tidak becus. E-mail Pengirim: aribisnis@yahoo.com Tanggal: 15 Juni 2004
Nama: dian faikhotul j Dari: malang/jawa timur Saya: Mahasiswa unibraw Aspirasi / Informasi: konversi nilai yang dilakukan dinas pendidikan kota malang sangat tidak masuk diakal. hal itu termasuk pembodohan masrayarakat. bagaimana mungkin indonesia bisa maju bila korupsi telah diajarkan oleh dinas pendidikan sendiri. konversi nilai jelas sangat merugika bagi siswa yang benar-benar berprestasi. konversi nilai dilakukan dengan cara pengurangan nilai bagi siswa yang mampu menjawab setengah dari soal uan untuk kemudian diberikan bagi siswa yang tidak bisa menjawab kurang dari setengah soal uan. dikemas dalam bentuk apaun jelas konversi nilai sesuatu yang aneh dan sama sekali tidak menunjukkan masyarakat berpendidikan. E-mail Pengirim: faikh_imoet@yahoo.com Tanggal: 18 juni 2004
Nama: tri raharjo Dari: samarinda /kaltim Saya: Guru smk 2 samarinda Aspirasi / Informasi: Mensikapi Surat Edaran nomor 15 dari menpan tgl 18 mei 2004 tentang larangan guru masuk formasi PNS struktural, saya menganggap hal ini merupakan bentuk arogan pihak pusat ato mungkin suatu kebingungan dalam mencari sensasi sebagai orang pusat yang seolah sebagai pemegang kendali kebijakan. kenapa demikian saya melihat adanya bentuk diskriminasi terhadap pihak pns guru, terutama pada point 4 yang seolah menyatakan profil guru yang dianggap tidak pantas ato tidak mampu terjun dibidang struktural.
Mungkin kita harus mengaca pada beberapa makna tentang model bottom up, otonomi daerah dan standar nilai kompetensi, apa salahnya kalo dari sosok umar bakri yang selama ini sebagai tumpuan kekesalan, kesalahan dan keterpurukan program pendidikan yang apalagi standar gaji guru yang masih banyak potongan dan untuk mencukupi hidup dalam sebulan aja harus sabet sana-sini ternyata menyimpan potensi yang tidak kalah dibandingkan pns struktural dalam mensikapi tetang pendidikan.saya melihat ada pengkotak-kotakan tentang arti pns gemuk dan pns kurus.saya yakin dikaltim dalam waktu dekat ada ledakan rasa dongkol tentang surat edaran ini. surat edaran sudah sampai ke komunitas/lsm yang mensikapi tentang pendidikan. E-mail Pengirim: patriec_er@yahoo.com Tanggal: 20 juni 2004
Nama: raja jimmy pramana Dari: jogja Saya: Mahasiswa jogja Aspirasi / Informasi: memulai tahun ajaran baru dengan tertatih! mungkin itu yang dirasakan para mahasiswa ataupun pelajar yang mulai memasuki almamater barunya. bagaimana tidak, uang pendaftaran saja sedah begitu besarnya. belum lagi sumbangan di sana-sini. ini menyebabkan banyak para pellajar potensial menjadi tidak melanutkan pendidikannya.
sementara itu, kewajiban untuk sekolah terus didengung-dengungkan oleh kita. tapi tidak dengan kemampuan untuk menyediakan institusi pendidikan itu sendiri. atau kalau tidak, mari ramai-ramai kita menjadi bangsa yang bodoh!!!! karena untuk menjadi bangsa yang bodoh sangat mudah caranya. nggak usah aja belajar.
dalam hal ini negara berkewajiban untuk menyediakannya. tapi apa lacur, negara kita tercinta ini terlalu sibuk untuk hingar bingar demokrasi. pesta demokrasi bahasa kerennya mungkin.
kalau saya lanjutkan lagi mungkin hanya kata-kata sinis bahkan cenderung apatis yang keluar. hanya satu saja, pemerinah perhatikanlah pendidikan rakyatmu!!!!! E-mail Pengirim: jimmy_pramana@yahoo.com Tanggal: 21 juni 2003
Nama: Nasya Salsabila Dari: Yogyakarta Saya: Dosen Yogyakarta Aspirasi / Informasi: Assalamu'alikum Wr.Wb
Bu Presiden yang terhormat..
Saya adalah seorang mahasiswi, saya ingin mengatakan aspirasi sebagai warga negara mengenai bidang pendidikan, bu.. menurut saya daripada uang negara dipergunakan ntuk membuat gedung2 pemerintahan, jalan layang dsb alangkah bijaknya ibu, bila uang tersebut dijadikan biaya pendidikan anak2 bangsa, yang Insya Allah kelak akan menjadi tulang bangsa yang terdidik. harap ibu lebih bijak dalam segala perkataan, dan perbuatan
Semoga bangsa kita menjadi bangsa yang aman, sejahtera Amien...
Wassalam E-mail Pengirim: amolusca@yahoo.com Tanggal: 22, juni 2004
Nama: Tyo Dari: negeripamansam Saya: Mahasiswa Aspirasi / Informasi: Saya setuju dengan ide bahwa pemerintah harus memberi subsidi lebih untuk sektor pendidikan di Indonesia. 20% subsidi dalam tiga tahun kedepan menurut saya adalah goal yang cukup realistic. Mungkin yang saya bisa tambahkan bahwa pemerintah seharusnya bisa lebih merangkul para profesionals dan swasta untuk lebih giat lagi membantu memajukan pendidikan di negeri kita tercinta ini. Karena menurut saya beban pemerintah sekarang cukup berat dengan adanya banyak gejolak ekonomi dan politik, jadi ada baiknya para profesional2 yang ahli dalam bidangnya dan para perusahaan swasta untuk turut membantu majunya pendidikan di Indonesia ini. E-mail Pengirim: Tanggal: 23 Juni 2004
Nama: Indra Purwanto Dari: purwokerto/ jawa tengah Saya: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Aspirasi / Informasi: Saya pikir bila yang menjadi tolak ukur dalam pendidikan adalah hasil akhir sebagai seorang yang mempunyai sumberdaya manusia unggul, maka harus menggunakan penilaian yang menyeluruh. Aspek yang dinilai bukan hanya prestasi nilai. Dalam sistem penilaian terhadap siswa harus dibenahai untuk mendorong siswa maju dan berprestasi. Alasannya, sistem penilaian yang diterpkan oleh staf pengajar, seringkali mengecilkan hati siswa untuk berprestasi.
Sekolah sebagai tempat berproses siswa harus memiliki kemauan untuk mempromosikan sistem penilaian yang mendorong siswa untuk belajar. Salah satu wujudnya ialah sistem penilaian yang bertahap melalui model tes yang mudah dikembangkan ke model soal yang lebih sulit. Selain itu, sekolah harus berani untuk mengatakan lulus atau tidak lulus terhadap siswa sekolah. Lalu bagaimana tanggapan kita bila bicara mutu pendidikan bila ada manipulasi nilai? Bagaimana dengan konversi nilai UAN? .... E-mail Pengirim: ndapunk01@yahoo.com Tanggal: Rabu, 23 Juni 2004
Nama: Fahmi Dari: NAD Saya: Mahasiswa Unsyiah Aspirasi / Informasi: Di NAD dana pendidikan mencapai 700 Milyar, tatapi sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan itu sendiri tidak memadai, dan dana tersebut sampai hari ini tidak tau kemana. sekolah yang sudah di bakar tidak kunjumg dibangun. ditambah yang lulus UAN tahun ini cuma 49%.itu semua karena tidak mendukungnya sarana dan prasarana untuk sekolah. E-mail Pengirim: fahmi_e2003 Tanggal: 24-Juni-2004
Nama: RAMA Dari: GRESIK/JATIM Saya: Siswa SLTP 1 GRESIK Aspirasi / Informasi: SAYA INGIN ANDA MENURUNKAN KOPETENSI STANDART KELULUSAN UAN SEBAIKNYA DI TURUNKAN LAGI DAN SEMOGA ANDA DAPAT MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK E-mail Pengirim: SBL_212002@YAHOOI.COM Tanggal: 25/6/2004
Nama: MEGA BINTANG Dari: SOLO Saya: Mahasiswi SOLO Aspirasi / Informasi: NGISINGO, MOSDHARO, LULUSAN SMA ORA LULUS KOK DADI PRESIDEN, AREK DADI OPO INDONESIA, NAK SING MIMPIN WONGE BODHO? OPO AKU AREK PINTER LHA SING MIMPIN AKU PENDIDIKANNE LUWEH CENDHEK, NGILO GITHOK WAE. E-mail Pengirim: WWW.NGISINGO.COM Tanggal: 25-06-04
Nama: Dari: Saya: Masyarakat surabaya Aspirasi / Informasi: Saya melihat sistem pendidikan dewasa ini tidak mencerminkan adanya keinginan pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, melainkan hampir semua lembaga pendidikan berlomba lomba untuk mencari keuntungan dari kelemahan pemerintah yang tidak memberikan subsidi pendidikan yang memadai. Perlu Bapak /Ibu ketahui bahwa tidak semua masyarakat Indonesia yang mempunyai cukup materi tetapi mereka mempunyai otak dan hati nurani sehingga untuk masuk kegerbang pendidikan terhenti begitu saja tanpa ada yang memperhatikan. Atau kita ingin kembali kepada era jaman penjajahan Belanda dimana manusia yang sama derajatnya dibuat kelas kelas agar yang ingin berkuasa dan menguasai Indonesia dikemudian hari tidak lagi memikirkan Bangsa ini tetapi ia hanya memikirkan segelintir orang dilingkungannya.
Saya tidak menyalahkan lembaga pendidikan yang harus hidup dari penerimaan iuran yang dibebankan kepada siswa yang akan masuk ke lembaga tersebut (Kalau lembaga itu swasta)tetapi kalau negeri ? apa harus seperti itu...............(katanya negeri dimana gurunya sudah digaji berdasarkan anggaran APBN) semua ini kita dibuat seperti harus menerima kenyataan bahwa soal biaya tidak ada bedanya antara swasta dan negeri...... kita patut kasihan dan berdoa kepada mereka mereka yang tidak mampu............ Kalau bisa dan Bapak Bapak mau mendengarkan aspirasi Saya tolonglah kalau dalam penerimaan siswa baru ada pungutan DPP benar benar digunakan untuk pembangunan yang dianggarkan tetapi kalau tidak ada yang direncakan jangan ada lagi pungutan DPP,dan kepada Bapak/Ibu guru berilah pelajaran budi pekerti kepada siswa bukan budaya balas dendam. E-mail Pengirim: 600sdm@posindonesia.co.id Tanggal: 26-6-2004
Nama: Tri Asmujiono Dari: Kab. Pekalongan Saya: Guru Wonopringgo Pekalongan Aspirasi / Informasi: Ibu. Mega Saya Adalah guru swasta yang sudah lama mengabdi di sekolah swasta SMP Islam Wonopringgo umur sudah tidak memenuihi syarat untuk mendaftar PNS, Honor hanya cukup hidup pas-pasan tolong perhatikan nasib kami yang mengabdi untuk anak bangsa E-mail Pengirim: trias62 Tanggal: 26 Juni 2004
Nama: Fernando Adventius Dari: Jakarta / DKI Saya: Mahasiswa Teknik Elektro - ITB Aspirasi / Informasi: Untuk membangun sumber daya manusia yang berkompetensi dan berakhlak, pemerintah di masa mendatang sebaiknya:
1. Melakukan eksternalisasi utang dari APBN, di mana anggaran pendidikan 20% dari APBN yang telah dipotong utang.
2. Mengurangi bidang studi yang bisa dipelajari dari kehidupan sehari-hari (non-formal) mulai dari jenjang SD hingga SMU.
3. Reorientasi arah pendidikan. Penjurusan IPA/IPS/Bahasa sejak 3 SMP.
4. Standarisasi mutu pendidikan. Kontrol mutu pendidikan sebaiknya diadakan tiap tahun agar para siswa tidak kaget dengan "UAN".
5. Subsidi silang, setiap sekolah harus menggratiskan pendidikan bagi beberapa siswa pada tiap angkatan. Jalur khusus pada PTN masih diperlukan untuk menggalang dana operasional, namun beasiswa terpadu harus diutamakan.
6. Pelajaran agama disalurkan di tempat ibadah bukan di sekolah. Tempat ibadah memiliki keunggulan yang lebih dibandingkan sekolah dalam pembentukan nilai- Sekolah menjadi kontrol Depdiknas terhadap proses pelajaran di tempat ibadah di mana ujian diselenggarakan terpusat di sekolah. Sangat ironis bila seorang siswa tidak pernah bolos pelajaran agama namun sering meninggalkan sholat jumat ataupun misa & kebaktian. Di sisi lain ketika pelajaran agama para siswa harus memisahkan diri sesuai agama masing-masing - yang secara tidak disadari menimbulkan sekatan yang kasat mata antar siswa.
7. Memberantas mafia pendidikan. Jalur uang yang selama ini lewat pintu belakang sebaiknya diputihkan saja mengingat besarnya biaya operasional untuk menjaga kualitas pendidikan E-mail Pengirim: Fernando@Canisius.NET Tanggal: 27 Juni 2004
Nama: Muhammad Yunan Nasution,SE Dari: Pasir , Propinsi Kalimantan Timur Saya: Staf Administrasi Perusahaan BUMN Aspirasi / Informasi: Menurut saya biaya pendidikan baik tingkat SD s.d Perguruan tinggi dapat dimonitoring Pemerintah biaya SPPnya soalnya setiap sekolah beda beda biayanya. E-mail Pengirim: Tanggal: 28 Juni 2004
Nama: haryanto Dari: pekanbaru Saya: Mahasiswa universitas Aspirasi / Informasi: mungkin didalam hyati kiat bertanya-bertanya mengapa kok dudia pendidikan islam yang kita liaht sekarang ini sangat merosot, mungkin pertanyaan itu sudah terdetik dalam setiap diri seorang islam kerena kalau kita lihat pendidikan islam tidak kemajuan yang begitu ketara apalagi dalam masalah duniawi, mungkin kerena orang islam hanya sibuk berdebat masalah2 hukum2 islam yang tiada akhir di perdebatkan, kerena saya mengharapkan kepada umat islam jangan terlampau lugu dalam mejalankan syriat islam sehingga menjadi penghambat kita untuk bembuat suatu karya yang sifatnya dudiawi, karena walau bagimana pun kita hidup di dunia ini sangat membutuhkan apa yang dinamakan teknologi.
apalgi yang saya saksikan di riau khusunya walaupun mayoritasnya orang islam tapi yang mengusai dunia pendidikan malah sebaliknya. E-mail Pengirim: anto_bugies@yahoo.com Tanggal: 29-6-2004
Nama: hasnoraini hassan Dari: malaysia Saya: Mahasiswi upm, serdang Aspirasi / Informasi: Jangan biarkan kebutuhan pendidikan dan SDM di negara anda. E-mail Pengirim: Lia_Sari@hotmail.com Tanggal: 29/06/2004
Nama: susanti Dari: Jakarta Saya: Masyarakat jakarta Aspirasi / Informasi: Kepada Bapak Menteri Pendidikan NAsional
Dengan Hormat
SELAMATKAN INDONESIA DARI ANCAMAN KEBODOHAN
Saat ini pendidikan di Indonesia benar2 terpuruk. biaya pendidikan tinggi, sehingga banyak anak2 yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya. termasuk suami saya. beliau adalah seorang dokter umum yang baru selesai PTT dan menjadi dokter terbaik di INHIL RIAU. dia ingin melanjutkan pendidikan dokter spesialis di sebuah kota diwilayah Sumatra, walau kami tidak punya banyak tabungan kami tetap maju berbekalkan tekad dan kemauan yang kuat.
Ternyata semua itu tidak cukup karena setelah suami saya lulus biaya terlalu tinggi bagi kami; Uang pembangunan saja 40 juta. dari sini bisa kita lihat bahwa pendidikan nampaknya diperuntukkan bagi orang2 berduit. bukan untuk orang2 berprestasi. Prestasi bagus tanpa didukung oleh dana akan menghadapi kendala.
Beasiswa juga sudah jarang sekali. dulu disaat saya sekolah dan kuliah saya bisa dapat beasiswa Super semar dan Yayasan tempat saya kuliah. tapi sekarang sulit sekali mendapatkan beasiswa, bukan karena saringannya yang ketat tapi beasiswa itu sendiri yang sudah jarang sekali menawarkan bantuannya.
Haruskah biaya pendidikan meningkat dari tahun ketahun?
sementara qualitas pendidikan masih saja sama. kesejahteraan bagi pendidiknya juga tidak ada.
Mohon bagi Bapak Menteri dan Depdikbud untuk lebih peduli pada ancaman Kebodohan yang kini dialami oleh banyak masyarakat kita.
Terima Kasih
E-mail Pengirim: su_santie@yahoo.com Tanggal: 29juni2004
Nama: wahyu ardi Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswa yogya Aspirasi / Informasi: jg menggunakan foto presiden dalan halaman situs yang digunakan sebagai sarana negara dan bukan sarana kepresidenan, karena dapat digunakan sebagai sarana politik kelompok tertentusiapapun presidennya!!! jelas!!!1 E-mail Pengirim: wahyu_ak@hotmail.com Tanggal: 29 juni 2004
Nama: Winangun Baduga Radja Dari: Bandung Saya: Mahasiswa Bandung Aspirasi / Informasi: Saya mohon kepada pemerintah untuk menekan biaya pendidikan..... mahalnya biaya pendidikan pada saat sekarang ini membuat banyak siswa yang lulus tidak dapat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Tingkat pendidikan indonesia yang rendah memang disebabkan oleh banyak hal dan salah satunya adalah mahalnya biaya pendidikan. E-mail Pengirim: WinangunBR@hotmail.com Tanggal: 4 juli 2004
Nama: Sri Hartini Dari: Medan / SUMUT Saya: Pengamat Medan Aspirasi / Informasi: Tahun Ajaran Baru dimulai, Semua lembaga pendidikan swasta ramai-ramai mempromosikan lembaganya. Dengan daftar biaya mulai dari pendaftaran hingga baju seragam.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya di lembaga pendidikan yang berkualitas harus membayar biaya pendidikan yang relatif mahal, memang sesuai dengan hasil yang di peroleh. Bagi masyarakat ekonomi lemah akan menikmati kualitas pendidikan yang sesuai dengan ekonominya.
Harapan yang muncul dapatkah anak saya menempuh pendidikan berkualitas dengan harga murah?
Sepertinya sekolah yang berkualitas hanya diperuntukkan untuk orang - orang kaya. Sekarang bisakah kita yang berada pada ekonomi lemah bergandengan tangan dan bekerja sama untuk memberikan kualitas pendidikan yang baik dengan harga murah. Jangan tunggu pemerintah, mari kita mulai dari diri kita dengan menggunakan hati nurani kita. Kepada Bapak/Ibu yang bergelut dalam pengambilan kebijakan di dunia pendidikan berikan sedikit perhatian pada kami masyarakat yang menginginkan pendidikan berkualitas dengan harga murah. E-mail Pengirim: Sri_Hartini_04@Telkom.Net Tanggal: 06 Juli 2004 Terima kasih Memang "mutu pendidikan tergantung maunya bukan duit". Mungkin situs ini dapat membantu http://mbeproject.net Semoga sukses, Webmaster
Nama: sanna silly dayusman Dari: Jawa barat Saya: Mahasiswa bandung Aspirasi / Informasi: saya berharap ada sekolah animasi pemerintah (negeri), mengapa? indonesia memang sudah seharusnya mengembangkan dunia entertainment termasuk didalamnya perfilman animasi yang sudah tertinggal.
jadi, tidak hanya sekolah-sekolah swasta saja yang mendirikan pendidikan animasi, tetapi pemerintah pun turut memperhatikan & memberdayakannya.... E-mail Pengirim: dayoesz@yahoo.com Tanggal: 9 july 2004
Nama: akhmad munir Dari: bekasi jawa barat Saya: Mahasiswa bekasi Aspirasi / Informasi: mohon agar para bapak / ibu guru bisa mengajar murid-muridnya denagn agak keras tetapi ingat disiplin dan para murid tidak merasa tertekan bagaimana usaha anda yang terbaik itu yang sangat kami harapkan bila ada kata yang salah mohon dimaafkan E-mail Pengirim: moneertaekwondo@yahoo.com Tanggal: 17 juli 2004
Nama: siti khodijah Dari: jakarta selatan Saya: Guru mts assaadah Aspirasi / Informasi: saya ingin sekali mengetahui informasi biodata/CV/ latar belakang pendidikan dan bagaimana menghubungi Prof.Dr.winarno Surachmad. terima kasih E-mail Pengirim: titihasan@yahoo.com Tanggal: 17 juli 2004
Nama: Emmy Sri Sutamy Dari: jakarta Saya: Mahasiswa Stekpi, tmp kalibata Aspirasi / Informasi: Menurut saya, pendidikan di atas segala-galanya. Tapi ingat pendidikan harus diiringi dengan agama, karna tanpa agama, pendidikan itu akan buta ( Enstein ). Pemerintah untuk hal ini belum optimal dan belum sungguh-sungguh untuk memberi anggaran pada pendidikan nasional kita. Sebenarnya kalau pemerintah dapat mengelola APBN dgn baik, tentunya ini akan terselesaikan. Dengan birokrasi yang kaku, dan tidak kooperatif, serta tidak adanya team work akan sulit dicapai.Untuk itu saya menghimbau, bahwa ingat lah sejenak peta fundamental negara ini.Berpikir dan merenung dibawa kemana bangsa kita. Moralitas tentunya menjadi acuan utama dalam bertindak. Tetaplah senyum bangsa ku. Kehormatan hanya untuk bumi indonesia. Merdeka.... E-mail Pengirim: emmysrisutamy@yahoo.com Tanggal: 17 juli 2004
Nama: Zainuri Dari: Jogja Saya: Mahasiswa UGM Jogjajarta Aspirasi / Informasi: Ass.wr.wb
Kami (KSAI)-Kelompok Studi dan Amaliyah Islam- sedang mencari informasi beasiswa yang sangat dibutuhkan beberapa teman yang kesulitan dan sangat membutuhkannya. Nah, bagi siapapun yang punya info lengkap tentang itu, mohon informasikan ke kami. Selama ini beasiswa yang ada sangat terbatas dan kurang alokasinya, karena banyaknya pelajar/mahasiswa yang membutuhkannya. Atas informasinya, Jazakumullah khairan katsira.
Wass.wr.wr E-mail Pengirim: zainuri_uswah@yahoo.com Tanggal: 18 Juli 2004
Nama: adi riyanto Dari: wonosobo/jawa tengah Saya: Mahasiswa ums Aspirasi / Informasi: Pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan mutunya, jangan hanya beban atau biaya pendidikan saja yang terus meningkat tapi kualitas atau mutunya sangat jauh dari kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan sarjana saja kadang masih bingung untuk bekerja dengan baik dan benar. Sumsidi pendidikan harus ditingkatkan agar masyarakat bawah tetap bisa sekolah sampai minimal 9 tahun, coba bayangkan saja bila banyak rakyat Indonesia yang tidak mampu untuk sekolah gara-gara biaya pendidikan yang sangat mahal, mungkin Indonesia akan terus menjadi bangsa yang tertinggal. Selain itu kualitas dari fasiltas untuk pendidikan juga harus ditingkatkan, guna mendukung kegiatan belajar mengajar. E-mail Pengirim: Arch_adi@plasa.com Tanggal: 19 juli 2004
Nama: enna Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswi yogyakarta Aspirasi / Informasi: wah..kalau biaya pendidikan semakin mahal, kemungkinan besar hanya orang kaya saja yang bisa merasakan bersekolah. contohnya saja, sumbangan untuk sekolah sudah mencapai jut-jutan. memang ada untungnya bahwa beasiswa juga banyak membantu, tapi ya itu lagi tetap saja MAHAL E-mail Pengirim: paulin142000@yahoo.com Tanggal: 19/7/04
Nama: M.Rasyidi.AR Dari: Surabaya / Jawa Timur Saya: Masyarakat Surabaya Aspirasi / Informasi: Sejak ditetapkan program wajib belajar 9 tahun, mengapa proses maupun biaya utk sekolah dari tk SD, SLTP, SLTA dst menjadi semakin rumit dan mahal, padahal dulu dizaman Presiden Soekarno sampai awal pemerintahan Soeharto (masa saya sekolah, seblm program wajib belajar, tidak serumit dan semahal saat ini, padahal negara kita sudah jauh lebih maju dan kaya, kalau dihitung secara matematis, dulu dan sekarang seharusnya tidak mahal dan rumit, asal semua pejabat tdk memikirkan utk mencari pengganti uang sekolahnya seblm jadi pejabat..... E-mail Pengirim: ollienn@yahoo.com Tanggal: 19 Juli 2004
Nama: Bejo Utomo Dari: Denpasar Saya: Mahasiswa Unud Aspirasi / Informasi: Kondisi bangsa yang carut marut ini harus segera diatasi. Budaya korupsi, kolusi dan nepotisme jelas-jelas masalah yang menindas kemiskinan, pengangguran serta penderitaan bagi masyarakat indonesia. Untuk itu bertepatan dengan suksesi kepemimpinan nasional, yakni presiden dan wakil presiden. melalui media ini saya menyerukan kepada pemimpin bangsa ini yakni :
1. jangan pandai berkotbah untuk menanamkan janji-janji kepada masyarakat guna mendukung posisi kekuasaan yang diinginkan.
2. Secara moral berkomitmenlah terhadap semua yang anda sampaikan kepada masyarakat, karena janji yang telah anda sampaiakan merupakan utang kepada rakyat.
3. Kepesimisan masyarakat terhadap komitment anda sebagai pemimpin bangsa harus dapat diubah dengan keoptimisan dengan cara mengaktualisasi terhadap semua yang anda janjikan.
4. Ingat 200 juta masyarakat siap menuntut anda.
Demikian aspirasi ini kami sampaikan,jangan hanya bermulut manis tetapi ambil sebuah kebijakan yang akan merasa manis dinikmati bangsa yang merasakan kepahitan ini.
Bejo Utomo
E-mail Pengirim: Busets@plasa.com Tanggal: 20 Juni 2004
Nama: utami dewi kartika Dari: sidoarjo, jawa timur Saya: Siswa smpn 1 sidoarjo Aspirasi / Informasi: Biaya sekolah koq nik lagi sich!!!!
ktanya mo di gratisin????!!!
tau ga cih lo!!!???
banyak buanget anak bangsa yang ga bisa sekolah lantaran biayanya selangit, padahal mereka ini khan generasi penerus bangsa!!!
lha terus gimana donk indonesia beberapa tahun ke depan ???!!!
emang sich ada beasiswa bagi anak yang ga mampu but berprestasi. tapi, biasanya pemberiannya sering salah sasaran [ga ngeliat latar belakang ekonomi keluarga]. sehingga yang kaya skulnya dapet bantuan tapiyang ga mampu ga dapat apa-apa.
ok guys!!!
saran-q klo mau ngasih beasiswa teliti yang bener!!!!!!
E-mail Pengirim: 50Ck_potter@plasa.com Tanggal: 20 juli 2004
Nama: adi Dari: tulungagung Saya: Siswa Aspirasi / Informasi: pendidikan harganya mahal tapi kenapa kualitasnya tidak bagus(moralnya bobrok)/kurang mencerminkan org berpendidikan
E-mail Pengirim: Tanggal: 30-7-04
Nama: Sugeng Putranto Dari: D I Y Saya: Guru SMK N 6 Yogyakarta Aspirasi / Informasi 1: Mohon untuk para pengawas jangan memantau tentang administrasi pendidikan secara berlebihan. Melainkan bersatu mejalah dengan komunikasi kasih dialogis. Jangan seperti penguasa kepada budaknya. Aspirasi / Informasi 2: Ayahku seorang pensiunan ABRI pangkat rendah bukanlah seorang pengacara atau pengusaha. Sering dinas di Aceh.Makasar. Mungkin sama dengan teman - temannya ketika pensiun tidak begitu mahir untuk menopang ekonomi keluarga. Untuk itu mohon beaya pendidikan jangan dibebankan kepada mereka atau masyarakat lain yang ekonomi lemah. E-mail Pengirim: genksoe@yahoo.com Tanggal: 1 Agustus 2004
Nama: Ahmad Sudrajat Dari: sleman/yogyakarta Saya: Mahasiswa UGM fakultas Teknologi pertanian Aspirasi / Informasi: Ass.
moga-moga nanti siapa aja yang menjadi presiden. harus diperhatikan biaya pendidikan. dimana anggaran untuk pendidikan selama ini amatlah minim, kurang lebih 3,4%. bagaimana sdm indonesia bisa berkembang, maju dan bermutu, jika untuk sekolah aja biaya mahal buanget.... pemerintah kita selama ini pelit sekali dengan biaya pendidikan. padahal suatu negara itu bisa dikatakan maju dan modern jika sumber daya manusianya baik. kita memahami negara kita sekarang ini banyak sekali masalah, mulai dari krisis multidimensi, ekonomi, politik, krisis moralitas dsb. namun jangan menjadikan alasan utnuk tidak memperdulikan pendidikan.
sungguh ironis melihat rakyat yang tidak bisa sekolah namun kesejahteraan pejabat mewah sekali. apakah mereka" yang dipilih rakyat itu bisa mengemban amanat. jika mereka masih memilki hati nurani serta bertanggung jawab dengan amanat itu tentunya mereka sadar bahwa masih banyak di negeri ini rakyat yang belum sekolah bakan masih ada yang buta huruf ironis memang. semoga harapan saya presiden yang terpilih pada 20 september 04 nanti bisa merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 % itu. harapan saya anggran pendidiakn ini amatlah penting sekali, jika melihat biaya pendidikan yang melambung tinggi saat ini. wassalam E-mail Pengirim: ahmad_hikam46@yahoo.com Tanggal: 2 Agustus 2004
[ Ke Halaman 20 - Klik Di Sini ]
|