SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan NetworkAspirasi KitaArtikel KitaBerita Kita

 
Pendidikan Network Homepage
Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas, 2001, P 72)

Membaca Aspirasi Aspirasi Kita 21 (Index)
Ke Halaman 19, 20, 21, 22, 23
Menulis Aspirasi Anda



Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Halaman 21)

Nama: Beng beng
Dari: Dki Jakarta
Saya: Siswa Jakarta
Aspirasi / Informasi: Saya ingin sekolah yang tinggi tapi karna ekonomi yang tidak tidak mendukung, saya mesti harus berjuang keras untuk mengejarnya. saya heran jaman semakin maju tapi AKHLAK NYA NO.7 (AMBURADUL), demi kepentingan golongan mereka rela melakukan apa saja untuk merusak yang lain.

Gimana kami bisa belajar kalau biaya pendidikan nya terlalu mahal, Gimana nasib generasi penerus nanti, kami mohon dengan sangat kepada para pendiri-pendiri Gedung sekolah dan para PENGUASA-PENGUASA YANG BERHATI LUHUR & DERMAWAN untuk segera turun tangan membantu kami yang ingin masih belajar dan sekolah
E-mail Pengirim: beng2kris@yahoo.com
Tanggal: 31/8/04


Nama: Amin laksono
Dari: Jawa timur
Saya: Mahasiswa S1 ektensi universitas widya gama
Aspirasi / Informasi: Saya dulu tidak dapat masuk ke universitas negeri yaitu unibraw di malang tahun 2002. Saya tidak tahu apa yang menyebabkannya. Banyak diantara teman teman saya yang pada waktu SMU prestasinya di bawah saya dapat masuk. Saya dulu ingin masuk S1 akuntansi.Informasi mengenai program program mulai dari D3 sampai S1 tidak dapat saya peroleh secara jelas di daerah saya yaitu puspo pasuruan jawa timur indonesia.Oleh karena saya bingung setelah tidak masuk S1, dan juga tidak tahu bahwa di unibraw ada program D3 maka saya masuk D1 el rahma malang.

Tetapi kenyataannya setelah saya lulus dari sana saya hanya bisa bekerja di bagian operator mesin produksi PT.Matsushita Lighting Indonesia PIER Pasuruan. Di sana saya dapat melihat adanya perbedaan perlakuan lulusan universitas negeri baik D3 atau S1 yang tidak mempunyai pengalaman dapat masuk,sedangkan lulusan dari universitas swasta kesulitan untuk masuk melamar kerja di perusahaan atau pemerintahan.Saya menanyakan apakah lulusan universitas negeri itu seluruhnya kualitasnya di atas universitas swasta?Saya beberapa waktu yang lalu menenyakan IP teman saya di D3 yang tentu sangat minim yaitu 2,17. Apakah lulusan seperti ini lebih baik dari lulusan universitas swasta yang IPnya lebih tinggi? Mohon jawabannya.

Amin Laksono, Krajan kulon 77 Puspo Pasuruan 67176 Jawa Timur indonesia
E-mail Pengirim: Amin_ims@yahoo.com
Tanggal: 31 Agustus 2004


------------------------------

Nama: Y A N T O
Dari: MALANG - JAWA TIMUR
Saya: Mahasiswa FE UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Aspirasi / Informasi: MEMPERTAHANKAN IDEALISME ...

Maaf Yanto Yth. Ini situs Aspirasi Pendidikan. Silakan mengirim lagi mengenai aspirasi pendidikan anda.
Salam hormat, Webmaster.


E-mail Pengirim: yanto_sagu@yahoo.com
Tanggal: 1 SEPTEMBER 2004


Nama: Ade Sudaryat
Dari: Garut jawa barat
Saya: Masyarakat Cisurupan garut
Aspirasi / Informasi: Berdasarkan UU sisdiknas, keberadaan kelompok belajar paket B dan paket C termasuk salah satu pendidikan alternatif bagi warga negara. namun mengapa pemerintah belum maksimal memeprhatikan keberadaannya. Juga kesejahteraan para tutornya belum diperhatikan. perlu diketahui, saya menjadi tutor tidak tetap (honore) paket b dan paket c di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)Cisurupan Garut sudah hampir tujuh tahun. Honor yang saya terima hanya Rp. 85.000,- per bulan. mengapa bagi para tutor tidaka ada uang kelebihan jam mengajar atau uang kesejahteraan lainnya. Mohon diperhatikan. Bukankah berdasar UU Sisdiknas keberadaan para tutor sejajar dengan para guru baik negeri maupun swasta?
E-mail Pengirim: adesud2002@yahoo.com
Tanggal: 4 september 2004


Nama: reza iswandi
Dari: pekanbaru/riau
Saya: Mahasiswa universitas islam indonesia yogyakarta
Aspirasi / Informasi:
1. realisasikan anggaran 20% untuk pendidikan
2. jangan pilih capres yang tidak peduli pada tuntutan pendidikan murah
3.negara harus bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan yang murah bagi rakyat
4.dll
E-mail Pengirim: reza_iswandi@yahoo.com
Tanggal: 07 september 2004


Nama: antonius bayu k
Dari: DKI Jakarta
Saya: Masyarakat Jakarta
Aspirasi / Informasi: Saya melihat pendidikan di Indonesia sudah berjalan pada jalan bisnis, dimana pengusaha membuat sekolah sebagai ladang pendapatan mereka. Sedangkan pemerintahan kurang tanggap terhadap fasilitas pendidikan dimana gedung, peralatan untuk belajar serta akomodasi dari rumah-sekolah dan kembali ke rumah tdk diperhatikan.

Murid dituntut utk menyiapkan sendiri utk belajar dengan fasilitas yg minim, murid dituntut utk membiayai pendidikan dengan mahal juga dengan fasilitas yg minim.

Guru2 Palsu asik dengan menjadi murid dan orangtua sebagai ladang2 pendapatan mereka dengan alasan : beli buku, seragam, dll

Waktu dulu saya sekolah sekitar tahun 75 - 80an buku dapat dipergunakan utk adik2 kita yang akan sekolah atau saudara2 kita jadi perlu membeli buku bila ternyata memang ada atau dapat meminjam dari perpustakaan sekolah yang mempunyai buku subsidi dari P dan K.

Sekarang sebagian guru2 yg memegang posisi penting di sekolah di kota hidup mewah seperti layaknya penguasaha dengan investasi pembelia rumah dan tanah, ini merupakan realita karena saya mengalami melihat guru tersebut.

Kalu melihat The Real Teacher di pedalaman sungguh kasihan sekali, memang nasib org siapa tau tetapi dunia penididikan di Indonesia sdh bobrok sekali.....

semoga sharing dapat membangun dunia pendidikan kembali kepada Tut Whuri Handayani....
E-mail Pengirim: ant_bayu@yahoo.com
Tanggal: 08 Sept 2004


Nama: YUNIS MARIAS & DESY AMBAR RINI
Dari: PARE / JAWA TIMUR
Saya: Siswi SMAN 1 PARE
Aspirasi / Informasi: Kami berdua ingin agar aparat kepolisian memberantas para penjudi dan para pecandu obat - obatan terlarang.

karena kami merasa apa yang dilakukan para pihak yang berwajib belum maximal.
E-mail Pengirim:

Terima kasih YUNIS MARIAS & DESY AMBAR RINI
Kalau kita melihat masalah judi.
Judi hanya mempengaruhi sebagian kecil masyarakat, dan yang penting, yang mau dipengaruhi - mereka ingin main judi. Siapa yang menjadi korban?
Dibanding dengan korupsi yang merugikan seluruh masyarakat yang tidak ingin dirugikan, plus menghancurkan masa depan dan moral bangsa, maupun ekonomi negara. Sebenarnya, judi sebagian hal kecil kalau dibandingkan.

Mengenai "pecandu obat", anda ingin apa sebenarnya? Mereka adalah sebagai korban dan perlu dibantu. Kalau yang menjual obat terlarang, mereka dihukum mati juga boleh, mereka adalah kriminal yang menganggap uang lebih penting daripada manusia.

Dua-duanya tidak mungkin diberantas kalau korupsi tidak diberantas dulu - korupsi adalah musuh negara kita!
Salam Hormat dan Selamat Berjuang
Webmaster

Tanggal: 8 - SEPTEMBER - 2004


Nama: lica
Dari: Jogja
Saya: Siswi sma jogja
Aspirasi / Informasi: Sudah hampir 7 tahun kita mengalami krisis multidimensi yang sampai saat ini belum terlihat perubahan yang mendasar. Padahal selama ini sudah digencar-gencarkan adanya reformasi dan mencoba untuk mengatasi segala tindak kejahatan yang terjadi baik di kalangan masyarakat maupun para birokrat. Tapi ada satu hal yang terlupakan oleh pemerintah yang sebenarnya adalah cara yang paling efektif dan potensial dalam menyelesaikan masalah yang berkepanjangan ini yaitu PENDIDIKAN.

Generasi muda adalahtulang punggung bangsa yang menentukan Indonesia dikelak kemudian hari. tapi apa yang kita lihat dalam dunia pendidikan kita. Subsdi APBN yang rencananya 20% hanya keluar sekitar 4%,pemerintah yang mencanangkan Wajib Belajar 9 tahun tidak mau bertanggung jawab. Masyarakat diwajibkan sekolah tapi pemerintah tidak wajib membayari,iya tho? Padahal kita tahu sendiri bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan apalagi dengan otonomi daerah yang memicu otonomi sekolah dalam bahasa kasarnya liberalisasi sekolah.

Biaya mahal dengan dalih penambahan fasilitas dan segala kegiatan, padahal apakah semua itu harus mahal? Selain itusistem pendidikan yang tidak jelas tujuannya dimana siswa dijejeli berbagai ilmu pengetahuan yang tidak tahu aplikasinya dimasa yang mendatang. Siswa dipaksa menghafal beribu-ribu halaman buku untuk mendapat nilai berupa sebuah angka dengan ancaman nanti tidak naik kelas lho? Dengan sistem ini siswa tidak dihadapkan pada dunia nyata yaitu krisis dan kemiskinan.........to be continued
E-mail Pengirim: licadecacan@yahoo.com
Tanggal: 11 September 2004


Nama: Anom Pramana
Dari: DIY
Saya: Siswa DIY
Aspirasi / Informasi: Sistem pendidikan di Indonesia harus segera direvolusi. Jika tidak tahun 2010 nanti Indonesia akan menjadi negara penghasil buruh terbesar di dunia.
E-mail Pengirim: pram_14@yahoo.com

Terima kasih
Memang harus ada perubahan, tetapi sistem bukan masalahnya - mengganti sistemnya 1.000 kali juga hasilnya sama. Masalahnya bukan sistemnya tetapi orang-orang yang melaksanakannya. Pendidikan menerima 5% dari anggaran negara, tetapi korupsi memakan lebih dari 30% dari anggaran negara.
Kalau SDM yang mengelolah negara dan pendidikan di negara ini memakai sistem yang mana saja hasilnya sama - kalah. Ini krisis kejujuran! Siapa lagi yang akan memaksa mereka bertanggungjawab dan jujur kalau bukan anda (masyarakat)?
Salam Hormat dan Selamat Berjuang
Webmaster

Tanggal: 11


Nama: ISA SEMBIRING
Dari: MEDAN
Saya: Mahasiswa Pariwisata USU
Aspirasi / Informasi: Alangkah baik dan eloknya jika setiap universitas negri yang ada di medan bila berkeinginan membuka program diploma atau jurusan yang baru haruslah memberikan tambahan pada prakteknya sehingga orang yang masuk ke dalam jurusan itu memahami bidangnya sesuai dengan jurusan yang diminatinya. Khusus bagi para pimpinan universitas hendaklah melengkapi segala bentuk bahan praktek yang dibutuhkan jangan mau makan duit yang sebegitu banyak tapi nyatanya belum ada pembenahan banyak laboratrium belum di benahi gaji dosen di masing - masing fakultas ada yang telat.

jangan buat ada anak emas dan anak perunggu segala benahi donk seluruhnya biar semua mahasiswa semangat untuk masuk ke usu. Sudah cukup BHMN tapi jangan banyak ditindas dan juga kalo bisa tidak ada diskriminasi terhadap agama ok. Semua sama. JAyalah terus Indonesia.
E-mail Pengirim: Isakevinjordan 82@yahoo.com
Tanggal: 11 September 2004


Nama: Nur haris
Dari: yogyakarta
Saya: Mahasiswa yogyakarta
Aspirasi / Informasi: Ilmu mahal harganya itulah kata orang tua saya ketika dia memberi nasehat kepada saya jadi kalau biaya pendidikan mahal hendaknya kita sebagai seorang pelajar hendaknya serius belajar, dan bagi para orang kaya semuanya yang nyimpen duitnya di bank swiss atau dinegara lain diambil dan dibank di indonesia cukup itu saja pesan dari saya mudahkan
E-mail Pengirim: sumitro_2001@plasa.com
Tanggal: 14 september 2004


Nama: haris
Dari: jogja
Saya: Mahasiswa jogja
Aspirasi / Informasi 1: mahal ngak apa apa asal komponen pendidikan bagus dan dapat menjamin menjadikan peserta didik yang bermanfaat
Aspirasi / Informasi 2: kalau saya tambah berarti nambah tulisan jadi lebih baik anda baca saja pesan pesan sebelumnya
E-mail Pengirim: harrys@umy.com
Tanggal: 14 september 2004


Nama: Thomas Agung, M.Pd.
Dari: Tasikmalaya / Jawa Barat
Saya: Kepala Sekolah SMP BPK PENABUR
Aspirasi / Informasi: Menyimak Lima Pilar Pemerintahan ..... 2004-2005, terutama Pilar Pendidikan, kiranya Siapapun Presiden terpilih ? Tetap harus memperhatikan kesejahteraan guru-guru bukan hanya yang PNS tetapi juga kami-kami yang dari sekolah swasta.
E-mail Pengirim: thomasagung@plasa.com
Tanggal: 18 September 2004


Nama: BAGAS
Dari: RIAU
Saya: Siswa JOGJAKARTA
Aspirasi / Informasi: JANGAN TERLALU PUSING MEMIKIRKAN NASIB BANGSA KITA SAAT INI, KITA SEBAGAI KADER BANGSA TETAP LAH MEMPRORITAS KAN TUGAS KITA YAITU MENUNTUT ILMU, KARNA KITA JUGA TIDAK INGIN MELIHAT BANGSA INI DALAM KONDISI SEPERTI INI, TERUSLAH LAH BELAJAR, KARNA INDONESIA YANG DAMAI, SEJAHTERA, MAKMUR, KEDEPAN NYA ADA DI DEPAN KITA.
E-mail Pengirim: bagas_2004@yahoo.com
Tanggal: 19-SEP-2004


Nama: bagong
Dari: jogja
Saya: Mahasiswa JOGJAKARTA
Aspirasi / Informasi: bagai mana negara ini bisa membangun dan lepes dari krisis, kalau kwalitas sumber daya manusia nya rendah. apalagi biaya pendidikan saat ini mahal, wah bisa-bisa bangsa indonesia bisa tambah runyam..
E-mail Pengirim: bagong@yahoo.com
Tanggal: 19-SEP-2004


Nama: bento sbg
Dari: subang/jabar
Saya: Siswa malaysia
Aspirasi / Informasi: kami mohon supaya aman selalu dan tiada lagi kerusuhan aku dukung bagi siapa saja yg mampu bebas kan masalah masyarakat kecil dan sebagai manusia jangan sombong...!!!

Aspirasi / Informasi: hehehehehe....!aku lagi susah nih gmn caranya...aku d luar negri ga d gaji2 gimn ko rakyat indonesia ko pd ngabur semua.....ke luar negri apa indon itu sudah enda menjamin lgi.....gimn caranya....?????
E-mail Pengirim: bento_sbg@yahoo.com
Tanggal: 23/09/2004


Nama: mugi arto
Dari: bandar lampung
Saya: Konsultan indonesia
Aspirasi / Informasi: saya harap kepada para petinggi-petinggi di indonesia bahwasanya gaji pegawai negri dinaikkan (gaji yang besar) karna dengan begitu para alumni SLTA yang jenius-jenius tidak haya memilih kuliah dengan jurusan yang...tapijuga memilih FKIP sehingga lulusanya pun bemutu dan jadi guru yang berkualitas dan majulah indonesiaku, karna guru adalah peran utama majunya suatu bangsa.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 2 oktober 2004


Nama: Hasanuddin
Dari: Jakarta Selatan/DKI Jakarta
Saya: Guru MTs. Manaratul Islam
Aspirasi / Informasi: Hubungan antara Guru dan Kurikulum
Dengan diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi pada tahun pelajaran 2004-2005, mulai dari tingkat sekolah Dasar hingga (untuk kelas I)tingkat lanjuta atas (untuk kelas I) telah membuat beberapa guru kebingungan untuk merumuskan bagaimana sebaiknya memberlakukan KBK di sekolah. apalagi bagi mereka yang bukan berasal dari pendidikan.

tujuan pemerintah dengan memberlakukan KBK adalah agar dapat mengangkat kualitas pendidikan di Indonesia yang terpuruk bila dibandingkan dengan negara-negara tengga lainnya, seperti Malaysia dan Singapura.

menurut saya biarpun kurikulum berganti setiap tahun, naumun bila itu tidak diikuti dengan peningkatan kualitas para guru maka belumlah dapat menyelesaikan persoalan pendidikan di Indonesia

seorang guru lebih dituntut lagi kemampuannya untuk mengolah setiap pelajaran yang akan disampaikan dihadapan para siswa
E-mail Pengirim: rio_rennu@yahoo.com
Tanggal: 3 Oktober 2004


Nama: Roidel
Dari: SUMATERA UTARA
Saya: Mahasiswa IPB
Aspirasi / Informasi: Mudah-mudahan ditahun 2004 ini pendidikan di Indonesia bisa bangkit kembali dan biaya pendidikan lebih murah sehingga tidak menyebabkan sisiwa menjadi terhalang untuk sekolah
E-mail Pengirim: roydel_01
Tanggal: 05 OKTOBER 2004


Nama: masturoh
Dari: colorado. USA
Saya: Masyarakat USA
Aspirasi / Informasi: mengapa keadaan politik di indonesia sangat memprihatinkan padahal indonesia negara yang indah dan menyenangkan kalau dipikirkan bersama. sangat di sayangkan ...kalau terus-terusan tidak beres bisa tenggelam keindahan indonesia.

salam rindu saya dari amerika untuk semua orang indonesia. saya berusaha selalu mengikuti berita perkembangan indonesia dari amerika. kalau saya bisa berkomunikasi dengan orang indonesia yang merantau ke amerika alangkah senangnya. dan saya selalu cinta indonesia ...MAJULAH INDONESIAKU...
E-mail Pengirim: masturohluqman@.yahoo.com
Tanggal: 6-okt-2004


Nama: NENI OKTAVIA
Dari: WONOSARI
Saya: Mohon Pilih
Aspirasi / Informasi: Pendidikan di Indonesia saya rasakan kurang sekali mendapat perhatian dari pemerintah. Sebagai pelajar saya sangat merasa kecewa sekali atas keadaan tersebut. Saya adalah siswa SMK, biasanya untuk tingkat SMK sering diadakan PKS (Promosi ketrampilan Siswa) tapi yang membuat saya kecewa setelah selesai penyelenggaraan PKS dari pemerintah kabupaten ataupun propinsi sama sekali tidak mengadakan pembinaan ataupun perhatian terhadap siswa-siswa tersebut, padahal merekakan merupakan bibit-bibit terbaik dari setiap sekolahan yang sangat membutuhkan pembinaan untuk berkembang dan memperbaiki roda perekonomian di masa yang akan datang.
E-mail Pengirim: NN_OKT@plasa.com
Tanggal: 8 OKTOBER 2004


Nama: alief
Dari: makassar/sulsel
Saya: Mahasiswa atmik
Aspirasi / Informasi: kenapa lapangan kerja di kota makassar masih sangat kurang.
E-mail Pengirim: bebasasap@alief.com
Tanggal: 8-10-2004


Nama: Sapto Rini Budi Mumpuni, SPd
Dari: Semarang-Jawa Tengah
Saya: Guru SMK Veteran
Aspirasi / Informasi: Saya hanya ingin bertanya, seberapa besar kemungkinannya dan sebesarap besar harapan saya untuk dapat menjadi pegawai negeri sipil ?
E-mail Pengirim: budimumpuni@yahoo.com
Tanggal: 9-10-2004


Nama:
Dari: Anon.
Aspirasi / Informasi: saya ingin generasi penerus bangsa nanti menjadi penggerak, nyawa, dan harapan bangsa dimana segala tujuan dan cita-cita bangsa ini bisa terealisasikan untuk menjadikan negara yang adil makmur dan sejahtera. mungkin ini adalah keinginan yang muluk-muluk tapi kalau semua elemen mau dan ingin memperbaiki nasib bangsa ini untuk kedepannya apa salahnya kalau kita berharap seperti itu.

kepada para penguasa negara yang berada di atas arahkanlah generasimu untuk itu semuanya. jangan lupa juga denga fasilitas dari semuanya. baik itu pengayaan untuk sumber belajar maupaun tenaga kerja yang profesional. mari kita mulai ini bersama dengan saling menopang dan mengoreksi saya yakin bangsa kita mampu berdiri dengan baik bahkan berlari kencang mengejar yang sudah jauh meninggalkan kita.
E-mail Pengirim: tigin_sweet
Tanggal: 11/10/2004


Nama: Eulis Tigin Rakhmawaty
Dari: Cianjur / Jawa Barat
Saya: Mahasiswi UPI Bandung
Aspirasi / Informasi: saya ingin generasi bangsa nanti menjadi motor dan nyawa dalam kemajuan bangsa ini kedepannya. tidak sedikit anak-anak yang menatap masa depan dengan penuh kebingungan dan ketidakpastian. apakah kita hanya tinggal diam dengan itu semua? dimana para penguasa negara ? lihatlah penerusmu kebingungan akan masa depannya sendiri. pendidikan yang selalu di nomor duakan saat ini, justru dari situlah kita harus mulai merubah sistem yang dari dulu telah mengakar. saya ingin mereka nanti menjalankan harapan dan cita-citanya dengan penuh keyakinan dan keoptimisan yang besar bahwa negara ini akan maju di tangan kami.

Mungkin itu semua adalah keinginan yang muluk-muluk tapi kenapa tidak kalau memang semua eleman mau bergerak dan berusaha.mari kita mulai ini dari kita bersama. jangan tunda-tunda lagi sebelum semuanya hancur. saya yakin generasi nanti bisa membawa bangsa ini berdiri dengan baik, dan bahkan lari dengan kencang untuk mengejar ketinggalan yang sudah jauh sekarang ini.di kota saya,di Cianjur masih banyak sekali anak-anak yang putus sekolah. apalagi di cianjur selatan masih banyak sekali kekurangannya. baik itu fasilitas, keinginan belajar, dan tenaga kerja.mudah-mudahan dengan ini semua bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
E-mail Pengirim: tigin_sweet
Tanggal: 11 Oktober 2004


Nama: vickrie (victor)
Dari: jakarta
Saya: Dosen di jakarta
Aspirasi / Informasi: kami dari web-C (webmaster certification) bergerak di bidang IT dengan program-program yang dapat menunjang keberhasilan mahasiswa/wi yang belajar mengenai IT. Saat ini kami mau mengembangkan program membuat website dengan menggunakan open source dari Mambo. Jadi kami mengundang setiap dosen Universitas yang mengajar IT mengikuti seminar di kantor kami mengupas tentang e-learning dan cara membuat website dlm 5 menit menggunakan CMS (content manajemen sistem) secara gratis. Bila berminat dan ingin mencoba silakan masuk ke website kami di www.webmastercertification.web.id atau di www.webmastercertification.web-c.web.id. kami sangat senang membantu rekan pengajar dalam membuat materi yang baik dlm sistem pengajaran di kampus-kampus. Terima kasih
E-mail Pengirim: victor@webmastercertification.web.id
Tanggal: 14 oktober 2004


Nama: anton kegan.ginting
Dari: binjaisekarang di kuala lumpur MALAYSIA
Saya: Masyarakat indonesia/malaysia
Aspirasi / Informasi: saya merasa bangga atas perubahan jaman pendidikan di indonesia yg semakin baik, tapi juga saya merasa sedih karena mahal nya biaya pendidikan di negara kita ini.

jadi saya berharap kepada bapak sby/kalla yg akan di lantik pada tgl 20 oct ini, sebagai presiden dan wakil presiden RI, kami sudah tau janji bapak kepada kami khusus nya di bidang pendidikan,jadi PLEASE DECH.....di perhatikan kondisi pendidikan kita.
E-mail Pengirim: anton_kegan@yahoo.com
Tanggal: 15 Oct 2004


Nama: Ikham Rensan
Dari: Bandung / Jawalah
Saya: Pengamat Bandung
Aspirasi / Informasi: ADA BEBERAPA HAL YANG HARUS DI FAHAMI OLEH MASYARAKAT TENTANG KEBERADAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA, TAPI YANG TERPENTING HANYA SATU CARA YAITU APAKAH MASYARAKAT DAN PEJABAT YANG ADA MERASA PERLU DENGAN PENDIDIKAN YANG BENAR, KLO SEMUA LAPISAN MERASA PERLU DENGAN YANG NAMANYA PENDIDIKAN MAKA SAYA JAMIN NEGERI INI TIDAN AKAN MENGALAMI MULTIDIMENDI MASALAH PENDIDIKAN. TAPI KALAU SEMUA PIHAK TIDAK MEMAHAMI UNTUK APA PENDIDIDIKA ITU, MAKA SAMPAI KAPANPUN YANG NAMANYA PENDIDIKAN DI NEGERI INI TIDAK AKAN BERHASIL/BENAR, KARENA ITU YANG PERLU KITA LAKUKAN ADALAH MENGIKTROSPEKSI APAKAH KITA PERLU DENGAN PENDIDIKAN YANG ADA ATAU TIDAK, KALAU KITA MERASA PERLU TANYA PADA ORANG YANG ADA DISEBELAH ANDA APAKAH IA JUA PERLU DENGAN PENDIDIKAN BANGSA INI, DST. BEGITUPUN DENGAN PARA PEJABAT YANG ADA. DAN YANG MENJADI MASALAH BAGI SAYA ADALAH APAKAH BENAR PEJABAT-PEJABAT KITA INI TERMASUK ORANG YANG BERPEDIDIKAN BAIK?
E-mail Pengirim: chetah10id@yahoo. com
Tanggal: 18 OKTOBER 2004


Nama: lia amelia
Dari: BANDUNG
Saya: Mahasiswi BANDUNG
Aspirasi / Informasi: YA AMPUN KENAPA SIH PENDIDIKAN DI INDONESIA ITU BEGITU MAHAL.. PADAHAL KALO DIBANDINGKAN MUTUNYA MASIH KALAH DENGAN NEGARA-NEGARA LAIN, MALAHAN CENDERUNG LULUSAN DARI INDONESIA BANYAK YANG TIDAK DIAKUI DI LUAR NEGERI!! HAL ITU AKAN TERASA PADA SAAT AKAN MELANJUTKAN STUDI DIPERGURUAN TINGGI LUAR NEGERI.DIKARENAKAN BANYAK BEREDAR IJAZAH PALSU DI SINI..POKONYA KALO DI INDONESIA ASALKAN PUNYA UANG, LOE BISA NGELAKUAIN APAPUN!!PA JADINYA BANGSA INI...
E-mail Pengirim: ANTAVISTA_ZECIA@YAHOO.COM
Tanggal: 18 OKTOBER 2004


Nama: agus
Dari: pacitan jatim
Saya: Masyarakat pacitan
Aspirasi / Informasi: sekarang pendidikan sudah maju. dan adanya sarana informasi internet. makanya orang bijak bilang dunia kecil. terima kasih
E-mail Pengirim: gemantung@yahoo.com
Tanggal: 23 okt 2004


Nama: khansa
Dari: semarang/jawa tengah
Saya: Mahasiswi FISIP UnDip
Aspirasi / Informasi: menurut saya kenapa kok dalam hal penerimaan mahasiswa baru banyak sekali yang diterima karena "uang", sehingga orang-orang yang pintar yang seharusnya diterima , jadi tersingkir... mnurut saya tidak adil....

saya tahu sekarang sudah otonomi kampus,dan universitas harus mencari dana untuk pembangunan universitas itu sendiri, namun seharusnya "kursi" untuk anak-anak SPMB Harus lebih banyak dibandingkan "kursi' untuk anak-anak yang pake uang buat masuk tanpa tes....
E-mail Pengirim:
Tanggal: 24-10-2004


Nama: andri dwi
Dari: jaksel
Saya: Masyarakat dki jkt
Aspirasi / Informasi: saya pekerja rendahan merasa tersisihkan dengan adanya ketentuan perusahaan swasta dengan tidak dibolehkannya karyawan yang bersangkutan untuk bisa melanjutkan studinya dgn demikian berat bagi kami untuk dapat posisi yg diharapkan dgn berbekal background slta namun demikian itu adalah wewenang mereka saya berharap dgn terpilihnya bpk sby & mjk bisa memberikan solusi yg terbaik. saya juga berharap sekolah kedinasan yg dulunya membantu mahasiswanya dalam biaya studinya bisa diaktifkan kembali karna yg saya rasa studi di sekolah kedinasan tidak cukup membantu walaupun sekolah itu gratis sampai selesai but doelo ada uang saku yg bisa digunakan untuk biaya lain2 namun sekarang tidak ada! yg saya tanyakan apakah dunia indonesia tercinta ini akan dipenuhi orang2 yg berharap dgn angan2nya saja??????
E-mail Pengirim: andri_dwi2001@yahoo.com
Tanggal: 28-10-2004


Nama: Rudy Iswanto
Dari: Karawang/Jawa barat
Saya: Guru SMAN 5 karawang
Aspirasi / Informasi: bagaimanapun seorang guru sering ikut pelatihan, tapi tanpa meningkatkan kesejahteraan mereka. kayak hasil pelatuhan itu hanya menjadi bahan "wawasan" aja buat seorang guru
E-mail Pengirim: Cikento@telkom.net
Tanggal: 29 Oktober 2004


Nama: Rudy Iswanto
Dari: Karawang/ Jawa Barat
Saya: Guru SMAN 5 karawang
Aspirasi / Informasi: Guru sebagai ujung tombak dalam pembelajaran selalu disorot apabila mutu pendidikan rendah. Coba dong adakan penelitian atau pengkajian dari balitbang depdiknas apa yang penyebabnya ?Saya pernah membuat pemetaan mengapa etos kerja seorang guru tidak bergairah
1. Jarang guru ada mutasi, dari pertama kali diangkat sampa pensiun ya... tetap aja sesuai SK yang pertamanya. Jika pun ada mutasi itupun dengan permintaan sang guru dengan pengorbanan UUD.
2. Guru jika ingin mengajukan naik pangkatnya , hanya diajadikan objek perahan orang-orang diatasnya
3. Guru di daearah terpencil jarang sekali mendapat pelatihan, untuk menambah wawasannya
4. Tuntutan kerja guru tidak sesuai dengan kesejahteraan guru, (lihat deh tiap tgl 15 pasti buka bon baru)
5. Adanya ketidaktransparannya mengenai pengelolaan keuangan di sekolah , sehingga guru tidak dapat mengembangkan daya kreasinya
6.Guru tidak pernah mendapat pendidikan lebih lanjut dengan cara gratis.
7. Banyak guru yang berdedikasi tinggi tidak pernah dihargai,contohnya tuh temen-temen guru yang tugas di pulau-pulau terpencil
8. banyak pimpinan sekolah, bersifat feodal,( Saya pernah tugas di kalimantan .Ada kepala sekolah selalu tidak ada di tempat. dia ada kalau awal bulan doang kenapa orang seperti ini bisa jadi kepsek)
9. Guru apabila berurusan dengan orang dinas kabupaten tidak pernah dilayani dengan baik (kasihan deh teman-teman guru SD ). Kadang -kadaang mereka kayak pejabat yang harus disembah dan disanjung.
10. banyak pengawas pendidikan bukan menjadi pengawas yang baik malah menjadi wasit (sering kasih komentar tapi nggak bisa kasih contoh=memperagakan)
11. udah dulu , ntar saya sambung lagi. Kalau bisa litbang ditingkatkan lagi kerjanya
E-mail Pengirim: Cikento@telkom.net
Tanggal: 29 Oktober 2004


Nama: BAIMAWATI,S.Pd
Dari: Singapore
Saya: Guru Singapura
Aspirasi / Informasi: Pendidikan sangatlah penting bagi kemajuan suatu bangsa tanpa pendidikan maka akan terkebelakanglah bangsa tersebut. Menurut pengamatan saya setelah saya dapat membandingkan sistem pendidikan di Indonesia dengan yang saya dapati disini sangat jauh tertinggal. Dari segi sumber daya manusianya. Penguasaan IPTEK dan sarana prasarana. pendidikan yang tidak merata ketingkat bawah dan sebagainya. harapan saya agar pemerintah dapat mengutamakan pendidikan menuju kerarah yang lebih baik sehingga dapat bersaing dengan negara-negara lain.
E-mail Pengirim: Baimawati@hotmail.com
Tanggal: 29 October 2004


Nama: Bambang Dwi Prasetyo
Dari: DKI Jakarta
Saya: Guru SMP 135 Jakarta
Aspirasi / Informasi: Saya setuju "Tahun 2004 sebagai Tahun Pendidikan" dalam pengertian bahwa tahun ini, dengan pemerintahan baru, hendaknya para elit politik dan seluruh bangsa Indonesia mulai peduli pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Berbicara tentang pendidikan, yang rencananya tahun ini mulai menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, saya mengusulkan kepada pemerintah, dalam hal ini terutama kepada Depdiknas, agar lebih mempertimbangkan untuk mendorong tumbuh-kembangnya pemberdayaan perpustakaan di setiap sekolah. Perpustakaan sekolah adalah sumber belajar yang tidak boleh ditiadakan jika kita menyadari beberapa hal berikut:

1. sebagai sumber belajar (bahkan kemungkinan kelak dapat menjadi Pusat Sumber Belajar) perpustakaan sekolah menyediakan bahan bacaan relatif murah dan lengkap (jika dibandingkan dengan pembelian buku sendiri oleh setiap siswa dan guru)

2. dengan diberlakukannya KBK, kiranya tepat sekali strategi pengembangan perpustakaan sekolah, karena dengan demikian tersedia sumber belajar yang harus dikejar/didapatkan para siswa untuk menyelesaikan tugas-tugasnya, maupun sumber wawasan yang sangat memungkinkan para siswa tumbuh dewasa dengan penuh tanggung jawab sebagai manusia terpelajar

3. perpustakaan adalah gudang ilmu, jendela dunia, guru yang paling sabar, hendaknya dilengkapi jargon tersebut dengan "perpustakaan adalah jantung pendidikan/sekolah". Ini berarti jangan ada lagi penyelenggara sekolah yang tidak peduli pada penyelenggaraan perpustakaan sekolah.

Jika dulu banyak kepala sekolah atau penyelenggara pendidikan bisa beranggapan "tanpa perpustakaan sekolah, pendidikan pun berjalan lancar" maka sekarang mari kita balik "dengan pemberdayaan perpustakaan sekolah, kualitas pendidikan dapat meningkat optimal"

Salam hormat kepada para pemimpin, pejabat, guru-guru, dan masyarakat yang peduli masa depan bangsa dengan memperbanyak kesempatan membaca bagi generasi muda. Terima kasih.
E-mail Pengirim: bambangdwi_p@hotmail.com
Tanggal: 01/11/2004


Nama: Bambang Dwi Prasetyo
Dari: DKI Jakarta
Saya: Guru SMP 135 Jakarta
Aspirasi / Informasi: Sebagai Ketua FORUM PERPUSTAKAAN SEKOLAH INDONESIA (FPSI) periode 2002 - 2006, saya mengusulkan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah:

1. pemberdayaan perpustakaan sekolah sekarang ini sangat diperlukan, oleh karena itu harus difasilitasi dengan benar dan bersungguh-sungguh, baik melalui kebijakan pemerintah pusat (melalui Depdiknas dan Perpusnas RI) maupun pemerintah daerah di seluruh Indonesia

2. upaya pemberdayaan perpustakaan sekolah tidak mungkin terwujud tanpa membenahi sistem pengadaan SDM Pengelola Perpustakaan Sekolah. Pengelola perpustakaan sekolah tidak harus Pustakawan Fungsional (jika ini disyaratkan tidak akan tercapai 100 tahun ke depan?), melainkan dapat dipercayakan kepada para pengelola lokal (baik PNS atau Honorer) dari tenaga Guru atau Tata Usaha sekolah yang diberikan kepadanya a.l.: a) pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah b) diberikan status jabatan sebagai pengelola perpustakaan sekolah dengan berbagai konsekuensinya seperti masa kerja, tunjangan/insentif khusus dan c) kepercayaan dari sekolah untuk mengembangkan perpustakaan tersebut dengan dibekali anggaran belanja yang harus dikelola penuh sesuai manajemen perpustakaan sekolah

3. memberikan kesempatan (dapat melalui pemberdayaan kurikulum sekolah) kepada para siswa dan guru untuk memanfaatkan waktu tertentu bagi pengembangan wawasan pribadi melalui kegiatan membaca buku-buku koleksi perpustakaan sekolah tersebut.

Demikian usul dan harapan kami demi kemajuan bangsa ke depan. Para pelajar kita dapat diibarat sebagai ujung pena yang menggoreskan tinta ... pada lembaran-lembaran ... bermakna. Terima kasih.
E-mail Pengirim: fpsi_pp@hotmail.com
Tanggal: 01/11/2004


Nama: rochmadi
Dari: jakarta
Saya: Mahasiswa unj
Aspirasi / Informasi: bangsa yang maju adalah bangsa yang peduli terhadap pemuda karena bangsa ini nantinya akan dipegang oleh generasi muda kita. kalau generasi muda kita hancur maka bangsa ini ikut hancur dan sebaliknya jika generasi muda bangsa ini bagus dan berkompeten maka bangsa ini akan lebih maju pula. pesan saya bagi generasi muda jangan sia-siakan masa muda kita isilah dengan kegiatan yang berguna bagi perkembangan bangsa ini "say no to drug"
E-mail Pengirim: miidruz@yahoo.com
Tanggal: 1 Nop 2004


Nama: Ahmad 'Athaullah
Dari: D.I. Yogyakarta
Saya: Mahasiswa UGM
Aspirasi / Informasi: Sudah lama saya memikirkan nasib pendidikan di indonesia, betapa mahalnya dan tidak terjangkaunya terutama bagi masyarakat eknomi menengah kebawah.

pemikiran itu pada akhirnya mebuat saya dan teman2 berfikir tentang sebuah pendidikan murah, bahkan gratis yang bisa terus berkelanjutan. Sebuah sistem pendidikan baru yang dapat memberikan kesejahteraan lahir dan batin bagi peserta didik maupun tenaga pengajarnya. sistem ini kemudian kami sebut denan Multi Level Education (MLE) he....he...he... mirp MLM yach.

Untuk mencoba proyek ini kami telah menyiapkan sebah proyek percontohan (pilot project). Kendalanya..........

Sangat sulit mencari founding ataupun donatur yang konsen di bidang tersebut. karena untuk memulai proyek ini kami membutuhkan dna yang tidak sedikit.

(sulit apa kami yang ga' bisa?)

Nah, kami berharap temen2 yang tahu harap memberikan informasinya (proposal telah kami buat) baik founding, donatur atau sponsor yang tidak mengikat.

Lembaga Pengembangan Sumberdaya Insani (LaPSI)

Yogyakarta.
E-mail Pengirim: Alel_0502@hotmail.com
Tanggal: 5 November 2004


Nama: nevi juhana dan farikha
Dari: jogjakarta
Saya: Siswi SMUN 7 Jogjakarta
Aspirasi / Informasi: sebenarnya menurut kami pendidikan yang di ajukan oleh pemerintah seperti di sekolah kami pada progam kbk itu sudah cukup bagus tapi mungkin dalam aplikasi yang kurang. tahun 2005 adalah lulusan pertama dari sekolah kami yang menggunakan sistem kbk bagaimana hasilnya kita lihat saja, OK?!
E-mail Pengirim: far_ilm48@yahoo.com
Tanggal: 6 November 2004


Nama: Drs. I Dewa Nyoman Sarjana, M.Pd
Dari: Tabanan/Bali
Saya: Guru Tabanan
Aspirasi / Informasi: Mohon dunia pendidikan kita diberikan nuansa kemerdekaan yang lebih luas, bebas dari tekanan dan campur tangan birokrasi yang berlebihan, dan mengacu pada profesionalisme yang bernuansakan pendidikan, bukan nuansa politik.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 7-11-2004


Nama: Ridwan
Dari: Lampung
Saya: Mahasiswa Unila
Aspirasi / Informasi: Saya sangat kurang setuju apabila seragam siswa dihapuskan. karena akan banyak menimbulkan kan dampak negatif terhadap siswa dan lingkungannya. Salah satu contoh apabila ada siswa yang keluyuran di mal pada saat jam pelajaran tidak akan ketahuan. dan akan menimbulkan perbedaan yang mencolok antara yang ekonomi lemah dan sebaliknya.
E-mail Pengirim: ridwan_rosi@yahoo.com
Tanggal: 7/11/04


Nama: Berlin Kirori Tambunan
Dari: Jakarta Timur / Jakarta
Saya: Mahasiswa Universitas jaya baya
Aspirasi / Informasi: Saat ini saya sedang menyusun skripsi. dan saya ingin menlanjutkan ke jenjang s2 setelah ini. Adapun IPK saya di jayabaya adalah 3,69. Mohon untuk informasi bea siswa untuk ke s2.
Terima kasih sebelumnya untuk informasinya.
E-mail Pengirim: berlintambunan@yahoo.com
Tanggal: 8 November 2004


Nama: Daniel Sihasale. S.Pd, M.Si
Dari: Ambon/Maluku
Saya: Dosen Universitas Pattimura-Ambon
Aspirasi / Informasi: Jadikan Universitas/kampus sebagai ajang kreatifitas dalam menimba ilmu, dan jangan dijadikan tempat untuk tempat tawuran, peredaran narkoba dan penyebaran HIV AIDS. Mahasiswa harus mampu dapat menganalisis secara intelektual bahwa mana yang baik untuk dirinya dan mana yang kurang baik, karena dengan cara seperti ini diharapkan mahasiswa di kalangan kampus akan mampu berpikir dan bergaul dengan baik, untuk selanjutnya dapat meraih cita-cita yang diharapkan. bentengi diri dengan banyak menyerahkan diri kepada yang Maha Kuasa, serta mau selalu mendengar, membuka diri untuk menerima segala teguran yang positif guna perkembangan diri kedepan.
E-mail Pengirim: sihasale_das@yahoo.com
Tanggal: 8 Nopember 2004


Nama: Wiwit Wicaksono
Dari: Bandung / Jawa Barat
Saya: Mahasiswa Biologi UPI
Aspirasi / Informasi: Pak SBY selamat bekerja, seperti halaman awal tolong jadikan tahun ini atau semasa pemerintahan Bpk menjadi thn pendidikan, berilah kami kenang-kenangan yang positif dan tidak terlupakan bagi PENDIDIKAN. Amin.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 17 November 2004


Mengirim saran anda mengenai:
Bagaimana Presiden Baru Dapat Memperbaiki Pemerintah Terhadap Pendidikan?


Nama: Melany K Gigir
Dari: South Jakarta
Saya: Guru Sekolah Cita Buana Jakarta
Aspirasi / Informasi: I am really worried with the frequent bullying behavior and student gang fights in schools in Jakarta. Actually, I am writing my master thesis on that subject because this violent behaviors have become our concerns - parents, school and the communities. I hope you could send me information on the bullying experiences, statistic numbers of violent behaviors in high schools in Jakarta and preventions or interventions that have been implemented to minimize the se violent behaviors. That would be very useful for my research. Thank you.
E-mail Pengirim: kusumawa@yahoo.com
Tanggal: 23 Nov 2004


Nama: Abd. Radjab M.
Dari: Makassar/Sulawesi Selatan
Saya: Pengamat Makassar
Aspirasi / Informasi:
Tujuan Pemerintah saat ini untuk menciptakan SDM yang bebas KKN melalui ujian CPNS secara nasional menurut saya merupakan salah satu langkah yang tepat. Permasalahan yang sangat tidak dikehendaki dari penerimaan PNS adalah percaloan dan KKN itu sendiri. Pemerintah memiliki keterbatasan itu sudah pasti. Saya dapat memberikan pendapat, pelaksanaan CPNS tetap akan terjadi kecurangan. Harus Pemerintah ketahui bahwa pelaksanaan ujian Guru Kontrak saja terdapat kecurangan, berupa soal yang bocor terlebih dahulu (melibatkan panitia ujian) dan perjokian. MAsah sih mau menjadi tenaga pendidik kok malah berbuat curang. Orang-orang seperti ini sangat berbahaya dan pasti tidak akan menjadikan pendidikan kita bermutu. Nah, soal ujian dan perjokian di PTN melalui SPMB, STAN, AKPER, Politeknik yang nota bene merupakan penyaringan terpusat selalu terjadi setiap tahunnya. Apalagi CPNS yang baru lalu.

Andaikan saja, pemerintah membuka lebar-lebar kepada siapa saja untuk menjadi panitia/ pengawas ujian yang terpenting loyal kepada negara, jujur, dan dapat bertanggung jawab terhadap tugas dan pekerjaannya dalam pelaksanaan penyaringan CPNS. Insya Allah, kecurangan yang terjadi dapat dihindari. Harapan saya harus ada UU yang mengatur kejahatan di dunia pendidikan dan pemerintahan kita. Misal mahasiswa yang terlibat perjokian, harus dipecat, jangan diistirahatkan saja oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dan harus diadili minimal 5 tahun penjara. Jangan kata 'minimal 5 tahun' diubah menjadi 'selama-lamanya 5 tahun' karena ini dapat diartikan yang bersangkutan dapat bebas dari segala tuntutan. Nah ini yang dapat dimanfaatkan oleh pengadilan orang penghuni neraka yang juga korup dan polisi yang dari dulu selalu merugikan siapa saja.
E-mail Pengirim: irradjab@pendidikan.zzn.com
Tanggal: 28 November 2004


Nama: juned
Dari: Pekanbaru
Saya: Mahasiswa yogyakarta
Aspirasi / Informasi: saya berharap kepada presiden yang dipilih sekarang kiranya mampu mengatasi kemiskinan yang sedang terjadi ini karena disatu sisi kemiskinan membawa effect terhadap partisipasi masyarakat didalam berbangsa dan bernegara dalam proses demokrasi dan demokratisasi.maka dari itu saya berharap kepada pemimpin untuk mewujudkan demokrasi dan demokratisasi hapuskan segala bentuk kemiskinan di bumi tercinta ini.
E-mail Pengirim: bembenk@yahoo.com
Tanggal: 29/11/2004


[ Ke Halaman 22 - Klik Di Sini ]






Membaca Aspirasi HOME Menulis Aspirasi Anda

Print Halaman Ini