SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan NetworkAspirasi KitaArtikel KitaBerita Kita

 
Pendidikan Network Homepage
Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas, 2001, P 72)

Membaca Aspirasi Aspirasi Kita 22 (Index)
Ke Halaman 20, 21, 22, 23, 24
Menulis Aspirasi Anda



Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Halaman 22)

Nama: LIA HAVILAH
Dari: JAKARTA
Saya: Guru JAKARTA
Aspirasi / Informasi: Banyak sekali PR dalam dunia pendidikan saat ini, selain pendidikan persekolahan termasuk didalamnya kurikulum (mudah-mudahan dengan KBK bisa membawa ke arah perbaikan) & kwalitas gedung yang belum merata,juga kesejahteraan guru di sekolah. Ternyata diluar sekolahpun banyak pihak yang mengupayakan meningkatnya anak-anak bangsa. jadi selain pendidikan persekolahan, pendidikan luar sekolahpun mohon diperhatikan dan diberdayakan bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah.
E-mail Pengirim: lihav@plasa.com
Tanggal: 3 DES 2004


Nama: M. Syamsul Bahri, Spd.
Dari: Arjasa-Sumenep
Saya: Kepala Sekolah SLTP Sabiliyah Arjasa Kangean, Sumenep
Aspirasi / Informasi: Saya berharap, dimasa datang pendidikan akan semakin bagus dengan kualitas yang teruju baik dari sisi mentalis maupun profesionalitas. Saya, sebagai warga kepulauan berharap agar pendidikan dikepulauan mendapat perhatian yang cukup serius dari pemerintah, karena merekalah-para generasi muda- akan melanjutkan pembangunan daerah dan mengembangkan potensi daerah. Saya saat ini sedang menjadi kepala Sekolah di SLTP Sabiliyah yang merupakan satu-satu sekolah swasta yang berkurikulum standar negeri dikepulauan kangean berharap siswa-siswi kami nantinya akan memiliki kualitas mental, inteligensi, dan profesionalitas yang baik. Sekedar informasi, saat ini di sekolah kami ingin mengembangkan sarana untuk belajar dunia komputer baik untuk akses dunia infomasi maupun untuk melatih profesionalitas bagi siswa-siswi kami. Untuk itu saya berharap, pemerintah senantiasa memperhatikan keinginan atas usaha2 yang dibangun untuk mewujudkan masyarakat kepulauan yang mampu berdaya saing dimasa depan.
E-mail Pengirim: emhaxp@postmaster.co.uk
Tanggal: 4 Desember 2004


Nama: Riyan Aji Nugroho
Dari: D.I Yogyakarta
Saya: Siswa MAN Yogyakarta I
Aspirasi / Informasi: aspirasi saya, saya ingin pemerintah untuk lebih menfokuskan pembangunanya di bidang pendidikan karena pendidikan merupakan salah satu dasar dan kunci yang membawa suatu bangsa menjadi maju. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan merupakan salah satu jalan yang efektif dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mapu bersaing. kita lihat saja semakin maju kualitas pendidkan suatu negara maka semakin tinggi kualitas bangsa kita.hendaklah pemerintah benar-benar serius dalam menetukan kurikulum pendidikan. apa bila dicermati kurikulum pendidikan sudah cukup baik meskipun mungkin terlalu sulit untuk merealisasikannya.
E-mail Pengirim: sonic_ryn748@yahoo.com
Tanggal: 05 Desember 2004


Nama: Fuadb Khoerudin
Dari: D.I Yogyakarta
Saya: Siswa MAN Yogyakarta I
Aspirasi / Informasi: perlu adanya sebuah inovasi pendidikan dalam pembuatan kurikulum dan perlu hati-hati apabila kita mencontoh sistem pendidikan contoh sistem yang benar-benar sudah teruji dan sesuai dengan kemampuan kita untuk merealisasikan. Dan harus memperhatikan resiko dari sudut pandang manapun agar resiko tersebut dapat diminimalisir, setelah kita mengetahui kemungkinan resiko yang terjadi
E-mail Pengirim: not dead_mnf@yahoo.com
Tanggal: 5 Desember 2004


Nama: Echi
Dari:
Saya: Masyarakat Tangerang
Aspirasi / Informasi: kenapa sih kita bisanya cuma nyontek punya orang. apa nggak bisa bikin sendiri apa. Dari hukum kita ngadopsi dari belanda. dari fashion kita ngikut amerika, katanya biar nggak ketinggalan jaman, kenapa dengan meniru kita bisa bangga yah! apa nggak ada orang kreatif dan revolusioner. mankanya orang nya pada kreatif n revolusioner tingkatin dong mutu pendidikan. anati indonesia bakalan maju dan menjadi negara yang kreatif dan inovatif
E-mail Pengirim:
Tanggal:


Nama: ahmad budi
Dari: jakarta pusat / dki
Saya: Masyarakat jakarta
Aspirasi / Informasi: siang,
pendidikan......
adalah bidang yang mahal, kenapa?
karena pendidikan sekarang berbasis bisnis.
Ada apa semua?
E-mail Pengirim: setiawanahmed@yahoo.com
Tanggal: 6 november 2004


Nama: ADE
Dari: semarang-jawa tengah
Saya: Mahasiswi PTN
Aspirasi / Informasi: seiring diberlakukannya KBK yang menuntut adanya kompetensi peserta didik dalam hasil belajar maka dinas pendidikan dan sekolah memerlukan ahli-ahli kurikulum dan media demi terciptanya hasil pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan, oleh karena itu pemerintah harus menambah ahli -ahli kurikulum dan media pembelajaran di depdiknas atau di sekolah. Ahli-ahli itu dapat diambil dari lulusan bidang kurikkulum dan teknologi pembelajaran. penyerapan ahli kurikulum dan media pembelajaran membantu jurusan ini dalam perluasan kesempatan kerja di dunia pendidikan .jur kurikulum dan teknologi pendidian sekarang ini dalam pencarian lapangan kerja mengalami kesulitan bahkan nyaris tidak ada lowongan bagi jurusan ini.

Kepada pejabat-pejabat diknas tolong berikan peluang bagi lulusan kurikulum dan teknologi pendidikan untuk ikut serta dalam kegiatan pendidikan di indonesia.
E-mail Pengirim: jeng_20@plasa.com
Tanggal: 08desember 2004


Nama: tomson barutu, sh
Dari: JAKARTA TIMUR
Saya: Masyarakat DKI
Aspirasi / Informasi: DULU BPK WARDIMAN (MANTAN MENDIKNAS) BILANG BAHWA PENDIDIKAN UNTUK PROGRAM PASCASARJANA SENILAI 3,5 JUTA ITU MURAH. HARUSNYA KATANYA 20 JUTA.
CERITANYA, DULU WAKTU SAYA LULUS DARI UNIVERSITAS LAMPUNG 1989, MAU NGUMPULIN DUIT BUAT NGAMBIL S2, BOROBORO 3,5 JUTA APALAGI 20 JUTA. SEKARANG (2004) TERNYATA BIAYA UNTU S2 SUDAH SAMAPAI 32 JUTA (KARENA 1 SEMESTER DI PASCA SARJANA UI DELAPAN JUTA UNTUK MAGISTER HUKUM) ITU HANYA UNTUK SPP, BELUM YANG LAIN-LAIN. PERLU DIKETAHUI SAYA KERJANYA NGGAK ADA RUANG UNTUK KORUPSI. PERAS KERINGAT SAMPAI KERING. SIAPA YANG BISA NGAMBIL S2 YA ? DARI MANA DUIT MEREKA ? PAK SBY BISA NGGAK REFORMASI UANG SPP S2 ?
E-mail Pengirim: tomsonbrt@plasa.com
Tanggal: 8 DESEMBER 2004


Nama:
Dari: Mandar Sul-Sel
Saya: Masyarakat Universitas Malaysia
Aspirasi / Informasi: Indonesiaku..... kenapa saat ini kau begitu payah, jangankan berlari berjalanpun sudah mulai terseok-seok. kenapa sosok seperti cokroaminoto tak lagi ada yang muncul, agus salim, soekano, Hatta, Roem, Buya Hamka, Natsir, Lopa. Kenapa setelah era kemerdekaanmu dan orde pembangunanmu malah banyak yang muncul pribadi-pribadi yang kropos, korup. adakah yang salah dengan pendidikan yang diberikan selama ini? bukankah kemerdekaan itu untuk semua anak bangsa? bukankah pembinaan sosial, politik, ekonomi dan pendidikan hanya untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunanmu? kau sepertinya bertambah lupa bahwa kemerdekaan itu adalah sangat mahal harganya....masih ingatkah dengan bau anyir tetesan darah dan air mata anak negerimu.....? masih ingatkah dengan upaya revolusi komunis? masih ingatkah dengan kejatuhan soeharto......? jangan sekali-kali kecewakan kepercayaan rakyat terhadapmu, sebab jika mereka murka maka kursi empuk tak lagi enak diduduki.

belajar banyaklah dari tragedi yang menimpa iraq, tunjukkan kalau dirimu itu punya jati diri sebagai bangsa indonesia yang besar yang disegani dan tidak gampang didikte oleh negara-negara lain. kasihanilah rakyatmu yang rela mengadu nasib di rantau orang, jangan hanya jargon pahlawan yang dapat kau berikan padanya. tidakkah mereka bisa cari nafkah di negara sendiri sehingga tidak ada lagi yang ditipu oleh calo, dizalimi oleh majikan, dikejar-kejar dan ditangkap polisi karna tidak memiliki dokumen yang lengkap. tahukah, mereka senekat itu karna memang tak bisa memastikan apa yang bisa dimakan esok..... bukan siapa yang boleh dimakan esok. jangankan punya biaya untuk urus dokumen lengkap, berangkatnya saja udah ngutang dengan tetangga atau paling tidak menggadaikan tanah.

kita mestinya banyak belajar dari tetangga kita mendidik rakyatnya jangan karna kita merasa besar lantas meremehkannya, buktinya urusan tki saja kita masih terkesan kurang serius dan sempat mengundang rasa kurang enak ketika membaca salah satu sudut opini sebuah media yang terbit di negara itu. era tahun 80-an negara tetangga kita sempat ngimpor guru dari indonesia tapi sekarang terbalik malaysia telah melejit menjadi negara yang banyak berbicara di peringkat internasional. sedangkan negara kita masih saja menjadi negara yang memiliki rating korupsi yang sangat tinggi. Astagfirullah
E-mail Pengirim: Mandar@yahoo.com
Tanggal: 09 Desember 2004


Nama: Fitri kartika
Dari: DI Yogyakarta
Saya: Siswi SMU Muhammadiyah 1 YK
Aspirasi / Informasi: Assalamualaikum......
"Salam Pendidikan"
Tahun 2005 sudah ada didepan mata kita, Presidenpun sudah berganti...saya sebagai siswi smu, sebagai penerus Bangsa, sangat mengharapkan Pendidikan di Indonesia dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.. karena dalam sebuah negara, Pendidikan adalah prioritas utama yang paling penting.. karena dengan pendidikan semuanya akan berjalan. Jayakanlah dunia pendidikan.. jangan biarkan negara kita tertinggal jauh dengan negara lain hanya karena pendidikan,saya harap staf-staf yang berada di kalangan atas agar dapat memperhatikan semua aspirasi kami semua,terutma dalam hal "PENDIDIKAN"
Wassalam Wr Wb
E-mail Pengirim: fika_manies@plasa.com
Tanggal: 12 Desember 2004


Nama: diane
Dari: jakarta
Saya: Masyarakat jakarta
Aspirasi / Informasi: Website yang sangat bagus sekali. Sayang sekali tidak banyak masyarakat yang mengetahuinya. Akan sangat membantu jika ada publikasi ke sekolah2 tentang ini dan ada halaman khusus untuk konsultasi siswa.

Banyak siswa yang dalam memilih jurusan yang yang akan ditempuhnya selepas Smu bingung sehingga sering terjadi mereka banyak salah pilih dan bisa berakibat putus sekolah.

semoga saran saya bisa berguna bagi pengelola website ini... dan salut atas perhatiannya pada dunia pendidikan karena tidak banyak yang peduli pada bidang ini.
E-mail Pengirim: my_melanny@yahoo.com
Tanggal: 11 dec 2004


Nama: Priadi Dodo Pracoyo
Dari: Bandung Jawa Barat Indonesia
Saya: Staf Administrasi FRI-YPSDM Bandung
Aspirasi / Informasi: Saya sering membaca jurnal yang diterbitkan oleh depdiknas via http://www.depdiknas.go.id. Saya pikir konsep konsep yang tertuang dalam jurnal tersebut cukup baik dan saya yakin jika konsep tersebut terlaksana maka pendidikan di indonesia dapat melaju pesat. Tapi permasalahannya sekarang adalah apakah semua konsep tersebut dilaksanakan dengan semestinya atau hanya jadi wacana saja, dan apakah pemerintah dapat memberikan dukungan untuk melaksanakan konsep tersebut. Dukungan dapat berupa dana, Undang2 atau fasilitas.

Saya sangat berharap kepada pemerintahan yang baru ini dalam program 100 hari ini me-review sistem pendidikan di indonesia dan segara memperbaiki kebolongan2 dalam sistem pendidikan. 1726 hari kemudian laksanakanlah segala konsep tersebut sebagai mana mestinya dan dengan sepenuh hati.
E-mail Pengirim: dodo_028@yahoo.com
Tanggal: 14 Des 2004


Nama: Ismail Djakaria
Dari: Gorontalo / Gorontalo
Saya: Dosen Univ. Negeri Gorontalo
Aspirasi / Informasi: Mengharap agar pemerintahan yang baru di bawah kendali SBY-MJK, terutama Mendiknas BS, agar memperhatikan kesejahteraan guru termasuk dosen. Di Kota saya kesejahteraan dosen memprihatinkan dibandingkan pegawai provinsi, apalagi kesejahteraan guru.
E-mail Pengirim: iskar@gorontalo.net
Tanggal: 14 Desember 2004


Nama: Baqir muhdlor
Dari: pasuruan/jatim
Saya: Siswa SMA2 pasuruan
Aspirasi / Informasi: Saya sebagai siswa kelas III merasa bimbang karena masalah uan yang rencananya akan dihapus atau tidak. saya dan seluruh siswa kelas III ingin kepastian dari bapak tentang uan, dihapus atau tidak?
E-mail Pengirim: baidok@yahoo.com
Tanggal: 14/12/04


Nama: FZ
Dari: jawa timur
Saya: Mahasiswi Univ Muhammadiyah Malang
Aspirasi / Informasi: Assalamualaikum dan selamat (pagi/siang/malam).Saat ini banyak kita temui sekolah-sekolah 'fiktif' yang tidak hanya bermunculan dikota-kota besar, tapi juga sudah merambah kedaerah terpencil. Entah bagaimana awalnya sekolah ( lembaga pendididkan, karena ada beberapa diantranya adalah PT) 'fiktif' ini bisa mengeluarkan titel dan ijazah yang sama persis dengan yang asli. Tentu saja hal ini sangat merigikan banyak pihak, terutama mereka yang benar-benar harus mengeluarkan tenaga, pikiran dan uang untuk sekolah ( mencari gelar).

Bayangkan saja, disekolah 'fiktif' ini kita tinggal menyetor sejumlah uang tertentu, dan dapatlah gelar dan nilai seperti yang kita inginkan. Yang mengherankan, sepertinya pemerintah belum mengambil langkah tegas untuk hal yang satu ini, meskipun hal ini sudah termasuk masalah klasik dan sangat penting. Bahkan...denger-denger nih...ada beberrapa pejabat kita yang menggunakan titel 'aspal' tersebut, (wallahu a'lam). yang jelas, masalah ini sangat serius dan memerlukan perhatian dari praktisis pendidikan dan pemerintah, sebab terrlalu banyak yang harus dikorbankan jika hal ini dibiarkan berrlaruut-larut. Tapi..saya sarankan, tidak usah membentuk komisi-komisi khusus, mending langsung kerja aja, dan dana yang sedianya digunakan untuk pembentukan komisi itu bisa dialokasikan untuk pendidikan. Bukankah itu lebih yanfa' (bermanfaat? )
Salam...:)
E-mail Pengirim: fzaja@pendidikan.zzn.com
Tanggal: 16 desember 2004


Nama: fzaja@pendidikan.zzn.com
Dari: jawa timur
Saya: Mahasiswi UM Malang
Aspirasi / Informasi: Salam... ada yang memiliki informasi mengenai nyai dahlan ( siti walidah?) atau mengenai catur pusat pendidikan? atau mengenai Rangkayo Rahmah el-Yunusiyah? terima kasih sebelumnya... "Suatu hari, ada si fulan yang akan dimasukkan neraka oleh Tuhan karena seumur hidupnya dia tidak menuntut ilmu, padahal dalam agama nya menuntut ilmu hukumnya wajib. si fulan 'protes' kepada malaikat, 'aku tidak bisa menuntut ilmu karena dinegaraku dulu sekolah itu mahal' malaikat berkata' kan tidak harus sekolah! kamu bisa menuntut ilmu dimana saja!' si fulan menjawab,' buku juga mahal, aku tidak bia baca tulis, dan lagi tidak ada yang memberitahuku bahwa menuntut ilmu tidak harus disekolah!' malaikat menjadi bingung, akhirnya Tuhan 'turun tangan' 'Dia tidak bisa dikenai hukuman, ORANG-ORANG YANG MENJADIKAN DIA SEPERTI ITULAH YANG HARUS DIHUKUM'kata-Nya.

si fulan, yang selama hidupnya berbuat kerusakan ( disebabkan ketidak tahuannya) kini melenggang ke surga bersama jutaan manusia yang senasib dengannya, dari negerri yang sama. terima kasih, bapak-bapak...kalaulah bukan karena tindakan bapak dulu, mungkin kami akan sulit masuk surga" Tuhan 'tersenyum' dan memerintahkan untuk memanggil bapak-bapak dan ibu-ibu yang dianggap si fulan yang 'berjasa' untuk kemudian dimasukkan ke....( ?) Tapi kita tentunya tidak ingin seperti Fulan, yang masuk surga karena 'kebetulan' akan lebih membanggakan jika kita bisa ke surga karena usaha kita ( dan atas rahmat Tuhan ). Bukankah dnegan begitu berarti kita telah memanfaatkan karunia terbesar yang telah diberikan oleh-Nya (akal) dan itu berarti sebagai wujud syukur kita. Terima kasih Tuhan...semoga kami bisa memanfaatkan karunia-Mu ini...Amin.
E-mail Pengirim: fzaja@pendidikan.zzn.com
Tanggal: 16 des 04


Nama:
Dari:
Saya: Mohon Pilih
Aspirasi / Informasi: kepada bp Presiden SBY dan seluruh birokrasi indonesia
assalamualaikum wr.wb
kita bangsa indonesia telah lama merdeka sejak dahulu hanya menyandang negara berkembang bahkan semakin mlorot, beda jauh dengan negara Malaysia baru merdeka kemarin namun sudah begitu maju bahkan guru SDpun seorang Prof atau paling tidak S2/S3 menurut saya kita seharusnya memajukan negara ini dari pendidikan, tapi sayang sekali pendidikan di Indonesia semakin lama justru semakin dikomersialkan InsyaAlloh jika kita telah sadar sesungguhnya harta benda tak akan dibawa mati, dan seluruh amal perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawabanya, tidakkah anda ingin meniru khalifah umar yang begitu tanggung jawabnya dalam memikirkan rakyatnya

tolong pendidikan mestinya dipermudah untuk rakyat kita terutama yang tidak mampu dan juga diperhatikan kualitasnya.

demikian semoga bisa dibaca oleh yang bersangkutan. AAAMIIN
E-mail Pengirim:
Tanggal: 20/12/2004


Nama: Lutfi boy
Dari: Dari sukabumi
Saya: Siswa Smp 2
Aspirasi / Informasi: Saya melihat bahwa pendidikan ini sangat - sangat memprihatinkan karena banyaknya sekolah yang hanya mengutamakan kepentingan guru dan koco- koconya saja ,dan banyak sekolah yang menginkan menjadi sekolah yang berstandar na sional namun mereka spertinya kekurangan dana oleh krena itu mereka banyak mengemis kepada siswa-siswinya tapi uangnya dimakan oleh guru
E-mail Pengirim: cosmp2.com
Tanggal: 21 December 2004


Nama: MUFLIHUN
Dari: GRESIK/JATIM
Saya: Mahasiswa UNMUH GRESIK
Aspirasi / Informasi: BERANTAS KORUPSI DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN. PENERIMAAN PNS HARUS MELALUI SELEKSI PENUH BERANTAS SEMUA BENTUK KKN! KAPAN INDONESIA AKAN MAJU JIKA PARA PNS NYA KORUPTOR TERMASUK CALON PNS GURU YANG SUAP MENYUAP. NERAKA ADALAH BAGIMU!
E-mail Pengirim: lie-chuen@yahoo.com
Tanggal: 21 DES 2004


Nama: ANDY. AGUS GOBAI
Dari: NABIRE-PAPUA
Saya: Mahasiswa UNIVERSITAS CENDERAWASIH JAYAPURA
Aspirasi / Informasi: ASPIRASI SAYA: BAGAIMANA BUMI INDONESIA BERKEMBANGDAN MAJU ??? MARI PERHATIKAN MASALAH PENDIDIKAN SECARA SERIUS DAN PEHATIKAN SEMUA YANG BERADA DI BANGKU STUDI KULIAH YANG BENAR-BENAR KULIH UNTUK MEMBERIKAN BEASISWA. TERUTAMA ANAK BANGSA YANG MAU KULIAH YANG DILANDA KEBODOHAN DAN KETERTINGGALAN KARENA BIAYA PENDIDIKAN YANG BEGITU MAHAL. DAN KURANG PERHATIAN DARI SELURUH PEMERINTAH DAERAH SELURUH INDONESIA. TERUTAMA PEMERINTAH KOTA DAN KABUPATEN DI TANAH PAPUA. JANGANKAN MANIS DI BIBIR AJA.
TOLONG KAMI YANG KURANG MAMPU.
E-mail Pengirim: UNCEN COM
Tanggal: 21-DESEMBER 2004


Nama: rahmawaty
Dari: ternate, maluku utara
Saya: Mahasiswa ternate
Aspirasi / Informasi: Mahasiswa diternate merupakan mahasiswa yang kurang akan pengetahuan dimana kualitas dosen sangat sedikit dibandingkan kualitas dosen yang ada dijakarta. inilah yang membuat banyak sarjana-sarjana yang ngangur.
E-mail Pengirim: Rahma @yahoo. com
Tanggal: 21-12-2004


Nama: ahmadsyah
Dari: danmar
Saya: Mahasiswa skagen
Aspirasi / Informasi: saya sagat kecewa lagi karena pemimpin yang zakim masih berkuasa, sehinga rayak betambah mederita,akibat pemimpin yang zalim.

sadara semua dapat melihat sendiri kondisi negara tita sekarang seperti apa?

saya sekarang dapat merasakan kesengsaraan rakyat kita, dan saya mengharab kepada soudara2 yang mampu berfikir jernih bagaimana kalou kita gilir pemimpin yang zalim dengan bersatu, dan kita diri kan negara yang DEMOKRASI.

Bagaimana menurut anda?

saye merasa selama pemimpin yang zalim masih berkuasa, saya enggak samggub melihatnya apalagi untuk kembali.

wasalam
E-mail Pengirim: ahmad_nisam2001@yahoo.dk
Tanggal: 21


Nama: turyanto
Dari: tangerang/banten
Saya: Mahasiswa UIN JAKARTA
Aspirasi / Informasi: kepada bpk Bambang Sudibyo, saya mohon agar pendidikan di negara kita agar lebih diperhatikan. Karena bagaimanapun, pendidikan adalah sangat penting untuk menentukan maju mundurnya bangsa ini. Banyak generasi bangsa yang tidak dapat mengenyam pendidikan dikarenakan biaya yang sangat mahal, oleh karenanya agar mereka punya kesempatan belajar, utamakanlah masalah pendidikan.
E-mail Pengirim: fadly_aah@plasa.com
Tanggal: 22 DES 04


Nama: hamdani
Dari: langsa/ nangroe aceh darussalam
Saya: Mahasiswa universitas muhammadiyah malang
Aspirasi / Informasi: saya sangat prihatin dengan pendidikan diaceh yang mutunya sangat minim dibandingkan dengan pendidikan yang ada dipusat. untuk itu saya sangat mengharapkan kepada pemerintah pusat untuk memperhatikan hal ini. Disamping pendidikannya yang sangat mahal ditambah dengan kondisi aceh yang belum kondusif. Harapan saya selesaikan massalah aceh dengan secepatnya agar kami bisa belajar dengan tenang.
E-mail Pengirim: YOKiii@umm.ac.id
Tanggal: kamis, 23-12-2004


Nama: natanael
Dari: surabaya
Saya: Siswa surabaya
Aspirasi / Informasi: sebaiknya pemerintah harus lebih spesifik dalam menghadapi permasalahn pendidikan, kenapa karena pendidikan adalah sebuah awal dari kemajuan suatu perkembangan negara. contohnya aja klo presiden tidak berpendidikan sizpa yg jadi presiden?, apakah dengan di nomor duakan nya pendidikan akan membuat bangsa menjadi maju, tentu tidak? bbm boleh naik, sembako boleh naik, tetapi apa pengaruhnya kenaikan tersebut pada kualitas pendidikan. pemerintah bilang dengan kenaikan ini subsidi pendidikan dinaikkan, apakah betul, kita tunggu aja!
E-mail Pengirim: r_zqtox@yahoo.com
Tanggal: 25 desember 2004


Nama: Eko Miftahul Arif Saidi
Dari: Bangkalan/ Jawa Timur
Saya: Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
Aspirasi / Informasi: Saya rasa penegakan korupsi haruslah dimulai dari atas karena sesuai dengan filsafat bahwa ikan itu busuk dimulai dari kepala. jadi bila kepala busuk maka bawahannya pun akan ikut juga. dan penegakan korupsi bukanlah hanya sekedar wacana belaka melainkan haruslah realisasi yang nyata kalau hanya wacana saja kapan akan selesai korupsi itu dan juga kapan akan bekerjanya.

Hidup mahasiswa, berantas korupsi sampai ke akar akarnya dan kalau perlu terapkan hukum mati bagi koruptor agar bisa dijadikan sebagai shock therapy bagi koruptor lainnya dan tentunya akan bisa meminimalkan angka korupsi. YAKIN USAHA SAMPAI
E-mail Pengirim: Ekomif@telkom.net
Tanggal: 26 Desember 2004


Nama: sri suwalti
Dari: karanganyar
Saya: Masyarakat matesih
Aspirasi / Informasi: ass.wr.wb, mohon perhatian pemerintah terhadap anak-anak yang kurang mampu bersekolah,terutama bagi anak usia sekolah pendidikan dasar, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih
E-mail Pengirim:
Tanggal: 27 desember 2004


Nama: Zoel Arief Iskandar
Dari: Jogjakarta
Saya: Mahasiswa UGM
Aspirasi / Informasi: Assalamuaalaikum Wr.Wb.
Salam pendidikan
Pendidikan di Indonesia bukan merupakan tanggungjawab sepihak saja melainkan tanggungjawab bersama, sehingga saya kurang setuju jika negara harus menanggung seluruh pembiyayaan pendidikan, karena akan mengakibatkan ketimpangan di sektor yang lain, misalnya saya terabaikannya para kaum miski jalanan yang juga membutuhkan santunan dari pemerintah. Tetapi sayang-sayang sungguh sayang pendidikan tidak juga geratis tetapi para kaum gelandangan juga tidak lebih baik. Sehingga diperlukan komitmen dari masing-masing pihak untuk menjalankan apa yang menjadi tugas dan saya yakin masyarakat tidak akan merasa keberatan untuk membantu, tetapi hendaknya bantuan itu sewajarnya saja, jangan seolah-olah biaya pendidikan itu dibebankan kepada para siswa maupun mahasiswa.

Sehingga seolah-olah mereka merupakan sapi perahan yang diperas bukan untuk keluar susunya melainkan untuk keluar uangnya, karena jika suatu saat uang yang diperas itu habis bisa jadi tanpa disadari keringat bahkan darah mereka ikut diperas. Dengan saya tulisnya artikel ini semoga menggugah hati masing-masing pihak untuk peduli terhadap pendidikan karena "ombak dilautan yang tenang akan menjadi badai jika di tiup angin".
Wasalamualaikum Wr.Wb.
E-mail Pengirim: zoel_ai@yahoo.com
Tanggal: 27 - 12 -2004


Nama: Dr. Sutrisno
Dari: Bandung/Jabar
Saya: Staf Teknologi PT. LEN
Aspirasi / Informasi: Yth. Mendiknas
Mengutip berbagai aspirasi masyarakat, pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa, oleh karena itu pendidikan harus mendapat prioritas.

Universitas BHMN menurut saya sangat kontra produktif terhadap kemajuan pendidikan kita. Sulit bagi masyarakat mendapatkan nilai positip dari Universitas BHMN.
1. Negara mana sebetulnya yang menjadi referensi kalau Universitas nya sudah mengarah ke BHMN ? Jerman dan Belanda yang saya tahu, biaya pendidikan bukan lagi murah tetapi gratis.
BHMN hanya alasan pemerintah untuk kasarnya cuci tangan dalam pendidikan.

2. Menurut UU, biaya pendidikan akan dinaikkan menuju, logikanya biaya pendidikan akan lebih murah.
Kalau Universitas sudah menjadi BHMN, mustahil biaya pendidikan menjadi murah, yang nampak adalah komersialisasi pendidikan.

3. Dengan dijadikannya BHMN, PTN ramai-ramai membuat program, dari mulai kelas paralel, kelas extention, kelas karyawan, sampai kursus. Alasannya pasti bagus-bagus, padahal sebenarnya untuk meningkatkan pendapatan. Dampaknya:
- staf pengajar jadi overload, tidak ada waktu penelitian, mutu menurun tidak lagi profesional.
- penelitian-penelitian yang non profit (maksudnya yang tidak langsung menghasilkan uang pasti tidak dilakukan).
- Perguruan tinggi swasta tidak kebagian mahasiswa, karena disedot oleh program2 paralel tersebut.

4. Banyak sekolah2 SLTA, SLTP dan bahkan sampai TK yang terimbas BHMN, dengan memungut sumbangan uang masuk yang cukup besar. Mereka merasa kalau saudara tuanya diberi kebebasan, kenapa saya tidak?

5. Uang masuk yang mahal dan berbeda-beda tidak hanya merugikan yang miskin tetapi juga merugikan yang kaya. Orang yang kaya sebenarnya sudah membayar berbagai pajak (kalau kekayannya diperoleh dengan cara yang benar). Dan layanan pendidikan, layanan kesehatan, transportasi publik dan sejenisnya adalah bentuk pelayanan Pemerintah terhadap pembayar pajak. Sedang kerugiannya untuk orang miskin, karena jatahnya hanya 20% (kalau ada) jelas itu akan mengurangi rasio keberhasilan.

6. Biaya pendidikan yang mahal, cenderung akan membentuk mental korup dan mental kere ? Sama saja dengan orang yang mau jadi pejabat pakai bayar mahal, secara otomatis akan berpikir bagaimana mengembalikan uang yang telah dikeluarkan. Sementara yang tidak dapat membayar, akan jadi pengamen, pengemis seperti yang setiap hari kita lihat di setiap perempatan jalan.

7. UUD 45 Pasal 31
(1) Tiap-tiap Warga Negara berhak mendapat pengajaran.
(2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistim pengajaran nasional, yang diatur dengan Undang-undang.

Apa sebenarnya yang dimaksud berhak? Kalau biaya pendidikan sudah tidak terjangkau, apa masih dikatakan berhak?

8. Mari kita coba renungkan :
Semua anak yang baru lahir, mereka mempunyai hak hidup yang sama, baik dia anak orang kaya atau anak orang miskin, anak pejabat atau anak rakyat jelata. Mereka juga mempunyai hak mendapatkan pendidikan yang sama. Kalau biaya pendidikan mahal seperti dinegeri ini, sehingga banyak diantara anak-anak dari rakyat miskin tidak bisa sekolah yang diakibatkan orang tuanya tidak mampu membayar sekolah, itu berarti Pemerintah telah melanggar hak asasi anak. Yang punya hak adalah anak, bukan orang tuanya. Kalau orang tuanya miskin itu bukan kesalahan anak. Seandainya anak-anak negeri ini bisa protes, dia akan menuntut kepada pemerintah kenapa harus mewarisi kesalahan orang tuanya yang miskin sehingga dia tidak bisa sekolah?.
Ingat mahasiswa belum punya kekayaan. Kalau bapak-bapak sekolah lagi, wajar kalau harus bayar mahal.

9. Kalau naik kereta atau pesawat, orang bisa membayar berbeda-beda karena memang ada perbedaan kelas. Kelas Eksekutif, kelas bisnis dll. Tapi kalau naik angkot yang tidak pakai kelas, tapi bayarnya berbeda-beda untuk anaknya orang kaya dan anaknya orang miskin, apa itu logis ?

10. Negara kita ini kan bukan negara pertama didunia, sudah banyak yang bisa dicontoh, tidak usah trial and error. Kamana pendidikan ini akan dibawa mustinya masyarakat tahu. Memang sudah ada UU nya, tapi sosialisasinya minim. Yang diam saja bukan berarti setuju. Dan yang tahu dimana-mana sudah menjerit, menuntut pendidikan murah.

KESIMPULAN
1. Biaya pendidikan harus murah, dari mulai SD sampai PT.
2. Seleksi penerimaan harus berdasarkan prestasi akademis.
3. Biaya pendidikan harus sama untuk semua anak, karena anak tidak mewarisi dosa orangtuanya kenapa orang tuanya miskin, kecuali kalau di sekolah dibuat seperti di kereta, ada kelas eksekutip, ada kelas bisnis, ada kelas kambing.
4. SDM kita sudah terbelakang, yang hanya dapat dikejar melalui pendidikan yang bermutu, bukan pendidikan yang mahal.
5. BHMN harus dibubarkan, karena dalam pendidikan tidak mungkin dibuat klasifikasi seperti di kereta, ada kelas eksekutif, kelas bisnis, kelas ekonomi dll.

Hormat saya
Sutrisno
E-mail Pengirim: sutrisno@len.co.id
Tanggal: 27 Desember 2004


Nama: Mukhtaruddin Tata Saputra
Dari: Yogyakarta
Saya: Mahasiswa Yogyakarta
Aspirasi / Informasi: Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi telah membawa begitu banyak perubahan dalam kehidupan kita, khususnya bidang pendidikan. Segala fasilitas dan sarana pendukung yang begitu mudahnya diperoleh oleh siswa, cenderung membuat siswa saat ini mengalami penurunan motifasi untuk belajar.

Kenapa bisa begitu? Coba kita lihat pelajar pada era 60 an, hanya dengan berjalan kaki dan tanpa sepeser uang pun di kantong, mereka dengan begitu bersemangatnya untuk mengenyam pendidikan di bangku sekolah, bahkan ketika ujian tiba, mungkin hanya sebuah lentera kecil yang menemani mereka membuka lembar-demi lembar buku-buku pelajaran. Tapi pelajar saat ini, dengan kendaraan-kendaraan terbaru dan uang penuh di kantong mereka dengan enaknya nongkrong di Mall di saat jam sekolah. Belum lagi ditunjang dengan berbagai macam fasilitas yang modern, akan tetapi mereka seakan justru labih suka nongkrong di Mall, atau bermain game online, atau bahkan "Ngedugem" dari pada menimba ilmu di bangku sekolah.

Sebuah ironi memang, ketika segala fasilitas yang memberikan begitu besar peluang bagi pelajar untuk maju dan berkembang, tapi justru disia-siakan. Untuk itu saya mengajak, marilah kita bersama-sama mensyukuri dan memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang telah kita peroleh, janganlah kita justru terlena dan takabur. Tak akan ada yang bisa merubah nasib kita, selain kita sendiri. Apabila banyak salah saya mohon maaf.Terima kasih.
E-mail Pengirim: nihamba_putra@plasa.com

Terima kasih,
RE: "Coba kita lihat pelajar pada era 60 an"
Bagaimana kita dapat melihat "pada era 60 an"?

  • Kita harus sangat hati-hati dengan info mengenai yang lalu! Dari siapa? Yang menyampaikan info punya tujuan apa? Sering orang tua kita suka omong begitu, dan tujuannya baik, tetapi kenyataanya???

    Misalnya, saya sendiri ingat bahwa waktu saya lagi kuliah tahun 1966 Jurusan Elektro, saya punya 2 sehabat dan kami sering secara bergiliran begini; satu teman ke kampus mencatat tugas kuliah sambil dua teman main biliard. Kemudian tugas kuliah di fotokopi dan dibagi.

    Memang ini tidak baik, tetapi kita juga harus bertanya mengapa jadi begini? Apakah ikut kelasnya memberi sesuatu yang kita menghargai yang kita tidak dapat mengerti kalau membaca buku atau fotokopi? Apakah, kelasnya hanya "ritual" saja?

    Sekarang, seperti dulu tergantung orangnya sendiri, apa lagi dynamics pelajarannya, dan "relevance pelajarannya" bagi kita!

  • Cara menyampaikan pelajaran adalah sangat penting (presentasi menarik atau tidak, dosennya peduli atau tidak, persiapan dosen untuk mengajar cukup baik atau tidak).

  • Tahun 1993-1996 saya kuliah lagi tetapi, "kuliah luar kampus", dan saya hanya ikut ke kampus 2 atau tiga minggu setahun dan saya heran, mengapa saya dapat prestasi yang sebagus atau lebih bagus dibanding mahasiswa yang ikuk ke kampus setiap hari? Kunci (menurut saya) adalah - bahan "kuliah luar kampus" (external) sangat diperhatikan (persiapan "preparation" jauh lebih bagus).

  • Menurut saya, "Uang di kantong" dan "teknologi" bukan hal yang perlu dibahas. Kalau kuliahnya menarik dan kita dapat melihat untungnya dan itu relevan buat kita sendiri, tidak akan ada masalah.

    Ayo, kita (mahasiswa/i) ke kampus semua dan kalau pelajarannya tidak menarik, sambil meningkatkan kemampuan, kreativitas dan kemandirian kita, ayo, kita bergerak untuk memperbaiki mutu pendidikannya, jangan membuang waktu kuliah ini yang sangat penting dan cukup mahal.
    Viva siswa/i dan mahasiswa/i di Indonesia!

    (Ref. saja) System PAKEM dan pengaruhi motivasi dapat dilihat di http://MBEProject.Net

Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R., Webmaster

Tanggal: 1 Januari 2005


Nama: ena nakiah
Dari: Probolinggo
Saya: Mahasiswi S3 UM
Aspirasi / Informasi: Saya kecewa melihat lulusan SMU dan S1 yang menganggur mencapai 40 juta orang. Saya sedih melihat anak bangsa yang bekerja sebagai abang becak, buruh, kuli di negara sendiri. Sepertinya pendidikan yang mereka lakukan disekolah tidak bisa menjawab tuntutan zaman. perubahan kurikulum berbasis kompetensi tidak juga menjamin anak dimasa depan akan berubah, sebab esensinya tidak ada perubahan signifikan dari kurikulum 1975. Hanya modifikasi kulit belaka.

Perubahan pendidikan secara radikal perlu dilakukan, tidak hanya mengkomersilkan sekolah dan buku pelajaran yang bergedung mewah dan berganti setiap tahun, tetapi mutunya rendah. bagaimana keluar dari bangsa kuli ?? apakah pendidikan cukup memberi jalan keluar??? Kalo tidak, masyarakat tidak percaya lagi pada sekolah....
E-mail Pengirim: ena_nakiah@yahoo.com
Tanggal: 2 Januari 2005


Nama: Andreas gobai
Dari: Jayapura / papua
Saya: Mahasiswa Jayapura- Papua
Aspirasi / Informasi: Aspirasi saya suatu bangsa maju apa bila ada Guru dan siswa terjadi interaksi yang baik membentuk manusia yang pandai maka lewat aspirasi ini saya usul supaya tolong perhatikan sekolah-sekolah dasar yang tidak ada guru terutama di daerah pedalaman papua yang ada SD dan tidak ada Guru. apa lagi di daerah tersebut ini tidak ada kemajuan dalam hal pembangunan dan pendidikan karena kurang nya pendidikan apa lagi pakaiannya masih mengunakan kotteka alias bobe. kosa.
E-mail Pengirim: e-mi :
Tanggal: 4 January 2005


Nama: YULIANTO
Dari: JAKARTA
Saya: Masyarakat JAKARTA BARAT
Aspirasi / Informasi: TOLONG DI PERHATIKAN SLTP N 88 JAK-BAR, SEKOLAH INI MANAIKAN UANG SPP DARI 75 RIBU MENJADI 99.500, KATANYA KENAIKAN INI UTK PENINGKATAN MUTU (BIMBINGAN), TAPI SAMPAI SEKARANG REALISASINYA NOL, JUGA MASALAH IURAN PEMBANGUNAN MASJID, TAPI MASJIDNYA DARI DULU TIDAK ADA PERUBAHAN. TOLONG BAPAK PEJABAT MENG-INSPEKSI/INTROGRASI LANGSUNG ANAK SEKOLAH-NYA. KARENA SEKOLAH INI BANYAK SEKALI IURAN2.
......
E-mail Pengirim:
Tanggal: 05 JAN 05


Nama: rully
Dari: jateng
Saya: Pengamat sltg
Aspirasi / Informasi: Dengan 100 harinya Pak SBY, memberantas KKN saya ada informasi nih, CPNS ternyata belum bersih masih dan masih deh KKN, Kalo bapak yang di Makasar bilang panitia yang jurdil yang mesti dipilih, tapi bagaimana nih kalo itu dilakukan sama yang pemberi proyek boleh jadi pimpro aato bendaharalah ini yang disebut K ketiganya yakni koneksi. Yang masih menggandeng sodara, adik, keponakan, calon keponakan, atau mantulah... masih ada Pak SBY. Di CPNS DEPDIKNAS sendiri coba dilihat deh. Masih dan masih terus harus dibersihkan lho Pak. Kasian dong yang rakyat jelata yang bener2 usaha, iktiar, dan doa pastilah.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 8 jan 2005


Nama: Endang Suarna
Dari: Jawa Barat
Saya: Masyarakat Garut
Aspirasi / Informasi: Pendidikan hanya untuk orang-orang kaya waye, kami orang cilik hak-hak kami diambil oleh pengelola mulai dari Jakarta sampai ke guru SD dan Tukang Sapu. Mangkanya kami lebih baik ngamen aje. Biar devisa negara tambah gede.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 09 Januari 2005


Nama: arini
Dari: surabaya jatim
Saya: Mahasiswi Ubaya
Aspirasi / Informasi: biaya pendidikan saat ini sangat mahal,dan pemerintah pada saat ini masih belum dapat memenuhi aspirasi dari rakyat.dengan mahalnya pendidikan saat ini seakan pendidikan itu hanya diperuntukan bagi orang kaya.
E-mail Pengirim: lamah_manis@yahoo.com
Tanggal: 11 januari 2005


[ Ke Halaman 23 - Klik Di Sini ]






Membaca Aspirasi HOME Menulis Aspirasi Anda

Print Halaman Ini