|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 23)
Nama: rizki amalia Dari: jakarta cengkareng Saya: Siswi smk cengkareng 1 Aspirasi / Informasi: saya seorang siswi smk cengkareng 1 saya sekarang duduk di kelas 2ak5 sebagai seorang siswi saya mengharapkan seorang guru yang bisa mendidik siswa/siswinya dalam belajar bukan hanya guru yang memperbolehkan muridnya untuk menyontek pada ualngan umum saya benci sekolah swasta yang memperbolehkan muridnya menyontek E-mail Pengirim: desta_blank2fun@yahoo.com Tanggal: 12-01-05
Nama: ENY Dari: Malang/Jawa Timur Saya: Mahasiswa UM Aspirasi / Informasi: Assalamua'alikum wr.wb. n selamat pagi!!!
Saya tidak puas dengan kurikulum yang ada di Indonesia n tidak mengerti apa sebenarnya yang diinginkan oleh Indonesia khususnya masalah pendidikan. seperti yang kika tahu kurikulum di Indonesia selalu berubah sebelum kita tahu kurikulum yang kita terapkan itu berhasil atau tidak. Mis:kurikulum 1994 kita tinggalkan begitu saja dan beralih ke kurikulum 2004/KBK, padahal kita belum tahu hasil yang nyata dari kurikulum sebelumnya. Karena kurikulum baru tidak menjamin lebih baik dari kurikulum lama.
Masalah KBK, apakah menjamin dapat diterapkan di sekolah sedang kita tahu banyak sekali tenaga pendidik yang tidak mengerti apa dan bagaimana KBK itu? maka dari itu sebaiknya KBK itu kita kenalkan dulu bagi para Dosen2 dibidang pendidikan karena denngan begitu dimuntgkinkan dapat menghasilakan mahasiswa calon guru khususnya yang siap terjun ke sekolah2 dengan keterampilan yang memuaskan. Selain itu juga harus sering diadakan seminar, lokakarya masalah pendidikan/KBK.
SEMOGA KURIKULUM KITA BENAR-BENAR DAPAT MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA!!!
E-mail Pengirim: eNy_3011@plasa.com Tanggal: 13 Januari 2005
Nama: Gatot Soelaksono Dari: Bandung / Jabar Saya: Staf Administrasi Politeknik Swasta Aspirasi / Informasi: Saya staf administrasi pada politeknik swasta di Bandung dan sedang mengikuti kuliah D-3 semester VI pada politeknik tempat saya bekerja, saya bercita-cita melanjutkan ekstension ke S-1 namun terbentur biaya.
Adakah instansi/lembaga yang bisa membiayai (memberikan beasiswa) mahasiswa yang hendak meneruskan ekstension ke S-1. MOHON INFORMASINYA - Terimakasih
E-mail Pengirim: TotzChakep@yahoo.com Tanggal: 13 Januari 2005
Nama: agunais.s Dari: konawe /sulawesi tenggara Saya: Guru SDN 2 Lambuya Aspirasi / Informasi: kepada presiden yang baru (SBY)
agar dana pendidikan khususnya SD (Sekolah Dasar) diberikan juga sebab SD selama ini tidak ada dana untuk menunjang proses belajar mengajar salah satu contoh SMP mempunyai dana rutin sertiap tahun sementara SD tidak ada. Biaya pembeli kapur, kertas, tinta, DLL sangat sulit akibat tidak adanya dana.
Terima kasih Pak Agunais.S, Baik Pak, memang kami di Pendidikan Network tahu keadaanya sangat sulit.
Omong-omong, Pak jangan lupa hadir di http://MBEProject.Net Bukan Proyek-proyekan, hasilnya sangat sukses untuk meningkatkan "mutu pendidikan" tanpa uang. Salam Hormat dan Selamat Berjuang! Phillip R., Webmaster E-mail Pengirim: wawan_ekha@yahoo.com Tanggal: 14 januari 2005
Nama: MUCHLISUN.c S.Pdi Dari: Wonosobo Saya: Mahasiswa STAIN Purwokerto Aspirasi / Informasi: Pendidikan yang bobrok menghasilkan lulusan-lulusan yang tak bermutu. Dikatakan tak bermutu karena standart mutu selalu berubah-ubah, yang disebabkan oleh tak lakunya lulusan sekolah memasuki dunia kerja. mestinya semua pihak tak hanya memperhatikan kurikulum sekolah untuk diselesaikan dengan "apa adanya", tapi juga harus memperhatikan "HIDEN KURIKULUM". (Bersambung......) E-mail Pengirim: zun2003@yahoo.com Tanggal: 14 Januari 2005
Nama: petrus lagho Dari: malang/jatim Saya: Mahasiswa unitri Aspirasi / Informasi: menurut hemat saya pendidikan di indonesia saat ini hanyalah sebagai sebuah fenomena yang sulit untuk di mengerti. mengapa? kita dapat melihat ketika semakin banyaknya mahasiswa yang di wisuda maka di sana pula angka pengangguran semakin bertambah. ironis memang seorang serjana masih mengalami kekurangan lapangan pekerjaan, yang menjadi pertanyaan dimanakah letak pendidikan itu sebenarnya.apakah pendidikan hanyalah sebagai syarat untuk mendapatkan ijasah dan dipandang penting di dalam masyarakat sementara output yang di hasilkan tidak seimbang.
saran saya pemerintah sebaiknya dapat kembali mengoreksi di manakah letak kakurangan dalam tubuh dunia pendidikan di indonesia. mungkin saja kita perlu mengambil contoh dari negara-negara maju yang mampu menciptakan lapangan kerja sendirti bagi seorang lulusan sarjana bukannya hanya mengharapkan tes Pegawai Negri Sipil. terima kasih E-mail Pengirim: joe_bajawa@yahoo.com Tanggal: 14 juanuari 2005
Nama: Scriven Dari: Malang Saya: Siswa SMA ADVENT Aspirasi / Informasi: saya rasa pemerintah harus memberi jaminan kepada semua yang berpendidikan tinggi... sebagai contoh, pemerintah harus sudah menyediakan lapangan kerja/menjamin semua yang selasai bersekolah mendapat pekerjaan sesuai tingkat yang di capai. saya lihat selama ini...banyak sekali orang yang bisa selesai sekolah bahkan samapai mendapai gelar s2 tetapi tidak bisa/sangat sulit untuk mendapat pekerjaan.. ini tidak lain karena kurangnya lapangan kerja & pemerintah lebih banyak melihat dari sektor pengalaman dari pada sektor pendidikan seseorang...klo bgini lebih baik tidak perlu bersekolah tinggi2 dan lebih banyak bekerja untuk mencari pengalaman..karena lebih gampang mendapat kerja bagi orang yang punya banyak pengalaman dari pada orang yang berpendidikan tinggi.
Melihat: http://berjuang.org/korupsi.html - Date: 16 Januari 2005 E-mail Pengirim: ewin_cia@yahoo.com Tanggal: 18 januari 2005
Nama: MUH. SHOLEH Dari: Jawa Tengah Saya: Mahasiswa Semarang Aspirasi / Informasi: Pendidikan di Aceh Tolong diperhatikan. Saya setuju jika perhatian terhadap kondisi fisik untuk saat ini lebih diutamakan, tetapi untuk masalah pendidikan jangan dilupakan E-mail Pengirim: muh-5eh@telkom.net Tanggal: 19 Januari 2005
Nama: Murni Ramli Dari: Nagoya, Jepang Saya: Guru Bogor Aspirasi / Informasi: Saya sekarang sedang mengikuti Teacher Training Program di Nagoya University yg disponsori oleh Pemerintah Jepang. Saya mengajar bidang pertanian di Pesantren Pertanian Darul Fallah, Bogor.Saya sangat terkesan dg sistem pendidikan mereka, terutama sekolah kejuruan. Banyak siswa SMU yg tidak melanjutkan ke Univ, tapi lebih memilih keprofesian (semacam diploma), bekerja di berbagai lapangan kerja, sangat ahli, dan etos kerjanya memukau ! Pendidikan keprofesionalan (SMK,Akademi) di Indonesia saat ini semakin surut, padahal banyak industri yg membutuhkan teknisi handal, setingkat ahli madya.
Siswa2 SMU cenderung memilih Univ, dan membayangkan kerja di perkantoran. Pedesaan kita menunggu karya mereka. Barangkali Mendiknas perlu menstimulus ini dg lebih banyak membuka sekolah/pendidikan kejuruan terutama di daerah, dan juga membuka peluang untuk perkembangan sekolah yg sudah ada. Rekan2 guru pun sangat perlu menanamkan kepada siswa ttg luasnya lapangan kerja yg dapat menampung mereka, tidak sekedar menjadi pegawai negeri. Terima kasih. E-mail Pengirim: moernier@yahoo.com Tanggal: 21/1/2005
Nama: kiki fahriadi Dari: gorontalo Saya: Siswa smantig Aspirasi / Informasi: lebih baik sistem pendidikan di indonesia untuk mau memasuki jenjang pendidikan seperti mau masuk STPDN/IPDN tidak usah syaratnya umurnya harus 18 tahun E-mail Pengirim: Edwardo_lole@yahoo.com Tanggal: 22 januari 2005
Nama: Natalia Dari: Cirebon, Jawa Barat Saya: Siswi SMA 2 Cirebon Aspirasi / Informasi: Saya cuma ingin mengomentari soal ujian akhir nasional tahun 2004-2005, smua ketetapan dari pemerintah saya setuju...tetapi dengan ketetapan seperti itu soal-soal ujian nya jangan di persulit...khan murid-murid harus belajar dari yang mudah baru ke yang sulit...tetapi itu hanya saran dari saya, terima kasih atas perhatiannya... E-mail Pengirim: nad_dhiva@yahoo.com Tanggal: 23 January 2005
Nama: fitri Dari: DKI jakarta Saya: Masyarakat jakarta Aspirasi / Informasi: adakah bimbingan belajar masuk magister kenotariatan UI?? kalo ada tolong saya di beritahu terima kaih... E-mail Pengirim: chikachikaaku@yahoo.com Tanggal: 25-1-2005
Nama: ivo patricia maladi Dari: jakarta utara Saya: Mahasiswi universitas tarumanagara Aspirasi / Informasi: saya mahasiswi desain grafis semester terakhir.setelah membaca aspirasi teman-teman, saya ingin mengajukan proposal tugas akhir tentang kemerosotan perhatian pemerintah tentang "MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA". Sepertinya pemerintah terlalu suka cari perhatian rakyat kecil hanya dengan iming2 memperhatikan masalah EKONOMI.
Bagaimana Indonesia bisa maju kalo rakyatnya bodoh???
oh ya, kalo mungkin temen2 ada yang tau bagaimana mendapatkan informasi pendidikan di daerah terpencil, mohon di kirim ke alamat email ya.trims. E-mail Pengirim: ivo_p_maladi@plasa.com Tanggal: 25 januari 2005
Nama: Mojapati Dari: Jawa Tengah Saya: Guru SMA N 1 Jakenan Aspirasi / Informasi:
1. Mohon jumlah pelajaran kelas X KBK dikurangi.
2. Yang terhormat Bapak/Ibu pejabat di lingkungan Diknas tidak usah terlalu jaga gengsi sehingga tidaak perlu risau peserta didiknya tidak lulus atau tidak naik kelas, tetapi boleh risau kalau mereka meganggur setelah lulus. Biarlah yang memang belum mampu lulus, digodog dulu dalam kawah pendidikan sesuai level/tingkatannya.
3. Mohon para pejabat menghormati Bapak/Ibu guru tidak hanya dengan ucapan dan pujian atau kenaikan gaji, tapi ubahlah sistem budaya pendidikan yang tidak mengabdi pada ilmu/pendidikan tetapi mengabdi kepada atasan.
4. Mohon diciptakan kurikulum yang match dengan dunia kerja, atau dunia kerja Indonesia yang harus diubah untuk disesuaikan dengan teori yang dipelajari di sekolah. Mengapa? Karena saya merasakan bahwa lulusan suatu lembaga pendidikan serasa kurang match ketika masuk dunia kerja. Apakah kurikulumnya yang salah atau dunia kerjanya yang menyimpang.
5. Mohon pendapatan Guru bisa disesuaikan dengan pola hidup seorang guru, yang harus jadi tauladan serta arah pandangan berkaca bagi para peserta didiknya. E-mail Pengirim: Jacktiyus@yahoo.com Tanggal: 27-01-2005
Nama: Ali Rahmat Dari: Jakarta Selatan/DKI Jakarta Saya: Guru SMP Islam Avicenna Tanjung Barat, Jaksel Aspirasi / Informasi: Pemerintah hendaknya lebih serius memikirkan pendidikan Indonesia supaya lebih maju. Perhatikan kesejahteraan guru, karena ini yang lebih utama. Berikan subsidi yang mencukupi kepada sekolah-sekolah swasta yang telah banyak membantu pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat. Penuhi Anggaran pendidikan 20 persen. Insya Allah, Indonesia akan dapat mengejar ketertinggalannya dengan negara-negara Asean lainnya. E-mail Pengirim: banyumili@yahoo.com Tanggal: 28 Januari2005
Nama: Vickry Reza Sallamanda Dari: Jember/Jawa Timur Saya: Mahasiswa Universitas Jember Aspirasi / Informasi: Kita tahu dan mungkin mengenal bahwa bangsa kita beradab. Merupakan hal yang lucu seperti kondisi negara saat ini, banyak dari penduduk kita hanya jadi budak2 yang hanya mencari lapangan kerja. Sebenarnya untuk kondisi saat ini kita perlu menciptakan lapangan kerja sendiri. Persepsi dan tujuan mahasiswa sekarang mencari nilai untuk mendapatkan pekerjaan, bukannya memikirkan bagaimana kita memajukan bangsa kita sendiri.
SDM sangatlah penting, khususya jalur pendidikan. Itu yang menurut saya harus digalakkan oleh pemerintah dari dulu, setelah itu baru kita membenahi bidang yang lain, seperti ekonomi. Sekarang pun yang terpikir dalam benak kita, Budaya Barat lebih beradab dan maju daripada budaya Timur. Ingat dahulu banyak penemuan2 yang berasal dari Timur yang diambil dan dicuri oleh Barat. PENDIDIKAN merupakan modal bangsa untuk maju. E-mail Pengirim: csklioness@yahoo.com Tanggal: 2 Februari 2005
Nama: IMAS MASYRIQOH Dari: DKI JAKARTA Saya: Mohon Pilih Aspirasi/Informasi Pendidikan Aspirasi / Informasi: saya sangat prihatin dengan kondisi pendidikan Indonesia, dimana sekarang cenderung dikomersialkan, terlebih oleh pihak swasta. seperti yang terjadi pada kota-kota besar. dimana sekolah diperdagangkan. ironisnya sekolah negeripun ikut-ikutan untuk memperdagangkan sekolahnya, hal ini terbukti dengan adanya uang pangkal yang sudah ditentukan harganya yang tergolong tinggi. maka bagi yang tidak mampu akan mau tidak mau akan mendapatkan sekolah yang kualitas dan kondisinya memprihatinkan. mohon pemerintah agar membenahi sistim Pendidikan di Indonesia, bukan malah ditiadakan subsidi atau anggaran untuk pendidikan. sebab generasi berikutnyalah yang akan melanjutkan keberlangsungan kehidupan negara ini. E-mail Pengirim: Im_s02@Yahoo.com Tanggal: 03 FEBRUARI 2005
Nama: dante Dari: jakarta Saya: Mahasiswa Unpad Aspirasi / Informasi: hahhaha hari gini mikirin beasiswa benerin dulu tu janji mau benerin pendidikan ok jagn kasi makan para PEMBELA RAKYAT ITU YANG CUmA DUDUK SAMA DEBAT AJA ga da hasil yang memuaskan bkin dung solusinya kya gni beasiswa siswa indonesia ke luar minimal australi a 100 orang aja per 10 tahun gmana tu ide think about it my lovely goverment regrads
dante E-mail Pengirim: Tanggal: 03-02-05
Nama: diana Dari: jember/jawa timur Saya: Mahasiswi UNEJ Aspirasi / Informasi: Saya mengharapkan pada masa yang akan datang biaya pendidikan lebih murah tidak seperti sekarang ini sekolah dan kuliah aja biayanya mahal gimana penduduk indonesia bisa pintar & jenius, dimana kita liat bahwa sebagian penduduk indonesia tergolong ekonominya menengah kebawah, saya mohon aspirasi saya ini dapat dipertimbangkan oleh pejabat2 pemerintahan disana, sekian terima kasih E-mail Pengirim: dn_yls@yahoo.com Tanggal: 5 februari
Nama: hary sujatmoko Dari: jogjakarta Saya: Mahasiswa jogjakarta Aspirasi / Informasi: gedung kembar yang megah kampus terpadu umy nampak mengagumkan bila dilihat dari ring-road di depannya. Saya ingin sekali gedung tersebut akan saya jadikan obyek penelitian skripsi pada semester ini. Saya mengharapkan sekali mendapatkan informasi mengenai konsep pembangunan gedung tersebut. E-mail Pengirim: harysujatmoko@yahoo.com Tanggal: 05 Februari 2005
Nama: Hajrul Aswadi,S.Kom Dari: Merangin/Jambi Saya: Guru Smkn 1 Bangko Aspirasi / Informasi: Saya sangat Prihatin dengan SDM bangsa ini 10 sd 20 tahun yang akan datang di saat sekarang orang pada gencar-gencarnya mempromasikan peningkatan sdm malah yang mencetak sdm itu sendiri terabaikan,mari bersama-sama kita renungkan jangan kita cari siapa yang salah mari kita berbenah sesuai dengan motto bapak indonesia bersatu kita bersama kita bisa,dan saya berharap pada pihak-pihak yang berwenang atas dunia pendidikan indonesia ini benar-benar tulus dari niat yang bersih dan iklas untuk berani melakukan langkah-langkah baik jangka pendek dan panjang mau di kemanakan arah haluan pendidikan kita ini...?
mengapa malaysia yang dulu berkiblat pada kita bisa meninggalkan kita dalam dunia pendidikanya,memamang faktor kesejahteraan selalu di permasalahkan dan menjadi kendala utama di indonesia tapi perlu kita ingat malaysia berani memberi kesejahteraan lebih kepada para pendidiknya karena pendidik di sana memang orang-orang yang telah memenuhi standar dan layak di sebut pendidik mereka mempunyai program yang wajib di laporkan kepada pihak pemerintah di samping itu mereka juga mempunyai pengontrol baik dari pihak pemerintah maupun pihak-pohak yang terkait dengan dunia pendidikan mereka,Pemerintah mereka berani mengeluarkan Dana untuk membentuk TIM khusus di setiap propinsi yang bertugas mengevaluasi kinerja pendidik di negri Jiran itu,apa salahnya kita mencontoh kalau itu demi kemajuan dunia pendidikan kita bravo untuk semua insan yang peduli dengan dunia pendidikan indonesia E-mail Pengirim: hajrulaswadi@yahoo.com Tanggal: 5 febuari 2005
Nama: Yana Suryana Dari: Tasikmalaya/Jawa Barat Saya: Mahasiswa STMIK_DCI Tasikmalaya Aspirasi / Informasi: Kualitas pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dgn negara-negara lain. Mungkin hal ini disebabkan oleh kurangnya sdm kita. Banyaknya keganjilan2 di lapangan menyebabkan ketidak puasan masyarakat terhadap hasil pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu tidak heran lagi apabila terjadi monopoli dlm hasil pendidikan. Sebagai seorang mahasiswa saya ikut prihatin atas kondisi bangsa ini & mudah2an akan ada perubahan yg positif setelahnya dibangun pemerintahan baru. Amien.... E-mail Pengirim: layunk_bembie@yahoo.com Tanggal: 6 February 2005
Nama: Denasa Dari: bandung/jabar Saya: Mahasiswa unpas Aspirasi / Informasi: pendidikan sekarang hanya kosmetik jaman untuk membungkus kebusukan kapitalis, dengan biaya pendidikan yang mahal seperti menara gading ditambah kurikulum yang tidak menjadikan kreatif tp hanya mengajarkan tunduk dan patuh pada kekuasaan, satu2 nya cara nerubah itu semua adalh revolusi sistem pendidikan yang ada karena banyak terjadi penyimpangan dari tujuan pendidikan yang sebenarnya........jika pemerintah tidak perhatian pada masalah pendidikan berarti mereka tidak pernah di didik budi pekertinya, mereka bukan manusia yang beradab krena manusia melahirkan peradaban karena pendidikan... E-mail Pengirim: metro_mental03@yahoo Tanggal: 6 februari 2005
Nama: malu! Dari: malang Saya: Masyarakat indonesia Aspirasi / Informasi: mungkin saya salah satu dari jutaan anak bangsa yang malu karena tidak merasakan sekolah tinggi! sampai saat ini saya blm melihat usaha kongkrit pemerintah untuk membantu jutaan anak putus sekolah! UJIAN PERSAMAAN! BULLS..T! (maaF!!) saya rasa dengan membayar biaya 2 juta sedikit skali masyarakat indonesia yg mau mengeluarkan jumlah uang tersebut! bukankah sbagian bsar anak putus sekolah dikarenakan faktor biaya???? atau mungkin saya yang kurang informasi mengenai itu??? ADAKAH YANG BISA MEMBANTU SAYA???? E-mail Pengirim: terbuang_aku@yahoo.com Tanggal: 7 februari 2004
Nama: angga Dari: jakarta Saya: Mahasiswa uin Aspirasi / Informasi: kepada para praktisi pendidikan yang berpendidikan [tentu saja] saya harap kurikulum yang anda susun dan terapkan di setiap sekolahan yang ada di seluruh indonesia ini benar-benar kurikulum yang memihak kepada siswa. maksudnya dalam sistim belajar itu kan seharusnya mengutamakan untuk memacu semangat anak didik, mengeluarkan potensi dan kreatifitas dari siswa. bukan hanya terpaku kepada perkembangan intelegent saja.secara langsung maupun tidak langsung kurikulum yang berlaku di mayoritas sekolahan sekarang ini hanya terpaku kepada berapa rata-rata yang diperoleh oleh siswa, nilainya mencapai batas ketentuan kelulusan tidak.. dan bla..bla.. yang berdampak menimbulkan stress pada sebagian besar siswa.
okelah jika uan atau unas sekarang, berperan untuk mengadakan evaluasi bagi para siswa di bangku kelasnya. akan tetapi realnya banyak praktek-praktek yang justru menjadikan siswa sebagai komoditas keuntungan sepihak atas nama standar atau prosedur pendidikan. saya harap pendidikan di tahun 2005 ini lebih baik minimal sedikit baiklah dari pada yang kemarin, dengan mengedepankan siswa sebagai anak-anak kandung anda sendiri yang amat sangat memerlukan bimbingan positif yang memihak kepada mereka. terima kasih atas perhatiannya E-mail Pengirim: ghorro_islam@yahoo.com Tanggal: 8 februari 2005
Nama: Bintang Dwitya Dari: Surabaya / Jawa Timur Saya: Siswa SMUN 17 Surabaya Aspirasi / Informasi: Pendidikan merupakan sebuah Investasi yang sanagat penting demi kemajuan masa depan negara kita. Tapi mengapa pemerintah lebih mementingkan investasi dibidang perekonomian? Mal-mal dan pusat perbelanjaan dibangun baru, namun mengapa sekolah-sekolah yang mau ambruk dibiarkan saja. Bagaimana kita bisa menjadi negara yang maju jika sekolah saja ambrul/bobrok?
Padahal pendidikan merupakan syarat mutlak demi kemajuan negara? Kita tahu bahwa pendidikan dapat merubah masarakat Indosesia dulunya merupakan buruh kasar yang dibayar murah menjadi seorang tenaga ahli yang dibayar mahal, Namun kapan kita dapat seperti itu kalau pemerintah tidak mau peduli?! E-mail Pengirim: bintangdwitya@yahoo.com Tanggal: 11-02-2005
Nama: Deni Andriana Dari: Bandung / Jabar Saya: Wartawan Pers Suara Mahasiswa Unisba Aspirasi / Informasi: Menurut UU Sisdiknas disebutkan bahwa alokasi dana pendidikan dari APBN adalah 20 %. tapi, sampai sekarang kenyataannya masih jauh dari angka itu. untuk tahun ini hanya diambil 8 % dari APBN 2005. JaDI, masih ada 12 % lagi yang dikhianati.
Sebenarnya kalaupun angka 20 % itu tercapaipun, tidak akan menjamin untuk memajukan dunia pendidikan kita, angka tersebut bukan targetan ideal, tapi hanya batasan minimal.
Mohon diperhatikan dong!!! E-mail Pengirim: deni_borin@yahoo.com Tanggal: 12 Februari 2005
Nama: didin n.a Dari: kediri Saya: Mahasiswa jogja Aspirasi / Informasi: bagaimana prospek pendidikan di indonesia untuk tahun tahun yg akan datang? apakah seprti bulan yg kadang terang bersinar dan setelah beberapa hari meredup dan kemudian tidak tampak dng berulang ulang. atau seperti bintang walaupun cahyanya kecil tetapi dpt bersinar setiap malam? E-mail Pengirim: diddi_2004@telkom.net Tanggal: 12 februari 2005
Nama: nenny Dari: jogja Saya: Mahasiswi atma jaya Aspirasi / Informasi: saya setuju jika subsidi bbm benar2 di hapus, jika sekolah dari sd sampai smp di bebaskan dari segala biaya.
khususnya untuk sekolah2 negeri. para orang tua yang merasa dirinya mampu sebaiknya menyekolahkan anaknya di sekolah swasta/ jika mau di negeri harus membayar biaya pembangunan (tanpa subsidi).
juga untuk kesehatan, jika memang susidi kesehatan di tambah... seharusnya masyarakat kecil sangat merasakannya. untuk rumah sakit pemerintah sebaiknya membebaskan biaya pengobatan dan opname untuk kelas 3 dan kelas 4. masak seh yang berduit kalo sakit mau ambil yang kelas 3 atau kelas 4??? jadi biarlah masyarakat merasakannya benar2 nyata.
saya sebagai mahasiswi merasa agak keberatan jika di bilang 85% yang memakai subsidi adalah rakyat menengah ke bawah. karna jika saya lihat di kota jogja ini bisa di bilang banyak sekali mahasiswa dan pelajar yang menggunakan motor, masak semuanya di katakan kalangan menengah keatas??? motor sudah menjadi kebutuhan dan bukan barang mewah. jadi kami bukan kalangan menengah keatas. E-mail Pengirim: rachel_jogja@yahoo.com Tanggal: 14 feb 2005
Nama: jazuli fadil Dari: banjarmasin/kal-sel Saya: Staf Teknologi politeknik negeri banjarmasin Aspirasi / Informasi: Bismillah..
Dear all..
hampir semua mereka yang mempunyai fikiran idealis sekarang menilai bahwa sistem pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan hampir di semua lini yang harus dibenahi oleh pemerintah kita, mendapatkan nilai dengan perfom yang sangat buruk..!
Dan memang peran para pemimpin untuk mengambil kebijakan yang tepat untuk memajukan bangsa ini tentunya sangat diharapkan.. walaupun terkadang tidak semua kebijakan tersebut bisa membuat mereka yang menginginkannya bisa tersenyum.. bahkan terkadang sebaliknya..
So what we have 2 do??
Untuk memajukan bangsa dan negeri tercinta ini sudah saatnya kita berhenti mengeluh dan terus membicarakan bagaimana lemahnya pemerintah kita.. dan marilah kita MEMULAINYA dari diri kita sendiri. Walaupun didepan terlalu banyak rintangan yang harus dihadapi. Dan tentunya kita harus konsisten dengan niat yang ikhlas untuk terus maju.. demi negeri ini dan sekali lagi marilah kita memulainya dari diri kita sendiri.. dan jikalau masing-masing rakyat indonesia dan juga anda memulai arah perbaikan dari diri mereka dulu. Insya Allah negara ini akan menjadi jauh lebih baik. Pendek kata jika anda mengambil duri yang ada dijalan atau di halaman sekolah/ kampus dan membuangnya ketempat sampah maka apa yang anda lakukan tersebut bukan untuk sekolah atau kampus atau diri anda tapi anda melakukannya untuk sebuah bangsa yang besar yaitu Indonesia...
Dan awali semua pekerjaan anda dengan bismillah..
jika ada kesalahan mohon maaf..
Wassalam.. E-mail Pengirim: fadiltech@yahoo.com Tanggal: 14 februari 2005
Nama: DR. Drh. M. Yusuf MS Link: http://www.deptan.go.id Dari: Bengkulu Saya: Dosen Bengkulu Aspirasi / Informasi: SDM perlu disiapkan dengan mata pelajaran yang langsung bisa diterapkan dibidang pekerjaan yang akan dilaksankan. E-mail Pengirim: widayati@deptan.go.id Tanggal: 16 Pebruari 2005
Nama: atin Dari: malang/jatim Saya: Masyarakat malang Aspirasi / Informasi: yang ingin saya sampaikan adalah hal yang sangat kllasik di masyarakat kita. mengapa masih saja biaya pendidikan mahal sekali. terutama untuk melnjutkan ke universitas?
terus terang saya adalah salah satu dari orang-2 tersebut. cita-2 saya sangat sederhana. saya ingin menjadi seorang guru bahasa inggris n turuit menyimbang sedikit demi kemajuan bangsa ini. namun sulit sekali bagi saya untuk bersekolah krn saya tidak mampu membayarnya. saya tidak pitis asa sehingga tetap belajar secara otiodidak di rumah. tapi saya masih menyimpan harapan untuk bersekolah kembali. adakah kemungkinan bagi saya dan orang-2 yang juga ingin bersekolah lainnya?? E-mail Pengirim: ikiaku_ndut@yahoo.com Tanggal: 16 feb 2005
Nama: Munawar Dari: Mbojo Saya: Mahasiswa Yokyakarta Aspirasi / Informasi: Pada kesempatan ini saya hanya ingin menyoroti sekolah-sekolah yang menawarkan biaya yang sangat tinggi tetapi sekolah tersebut tidak memberikan pelayanan atau kepuasan tersendiri bagi saya lalu untuk apa mereka menyryuh siswa untuk membayar mahal sedangkan kenyataanya tidak sesuai dengan apa yang kami bayar , E-mail Pengirim: Ladodu@plasa.com Tanggal: 17-02-05
Nama: Munawar Dari: Mbozo Saya: Mahasiswa Yogya Aspirasi / Informasi: kita jangan hanya bisanya ngoceh aja tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana ocehan kita itu ada memiliki hasil. minimal untuk kita sendiri. kalau hanya ocehan saja anak kecil juga bisa tetapi yang sulit adalah bagaimana mempertanggungjawabkan ocehan kita apalagi di depan orang banyak. E-mail Pengirim: Ladodu@plasa.com Tanggal: 17-02-05
Nama: Napi Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswa DIY Aspirasi / Informasi: nama:Donald
dari: UPN
Saya: Mahasiswa
Aspirasi/informasi: menurut saya pendidikan di indonesia kurang akurat, kita dapat melihat dari kegiatan para guru dan dosen yang hanya mementikan diri sendiri, dengan tidak memperhatikan mahasiswa. Contoh kecil, kami mahasiswa papua yang kulia di upn "v"yk, sejujurnya kami merasa di kecilkan. karna setiap doesen masuk kami mahasiswa papua tidak di perhatikan yang diperhatikan adalah anak2 dari luar jawa, untuk itu kami selaku penggurus mahasiswa papua UPN "V"YK, mohon bantuan dari saudarah sekalian. ATAS PARTISIPASI SAUDARA KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH E-mail Pengirim: westpapua2003@yahoo.com Tanggal: 18-02-05
Nama: Nova Berliana Hutabarat Dari: Pancing/ Medan/ Sum. Utara Saya: Mahasiswi Fak.Teknik/ UNIMED Aspirasi / Informasi: Kalau kilas balik ke belakang, maka masihlah sangat menyedihkan kualitas pendidikan di Indonesia mulai dari tingkat SD s/d Perg.Tinggi. bicara soal negara yang pernah dijajah, malaysia juga pernah dijajah tapi sekarang ini mereka jauh lebih berkembang.Menurut saya Indonesia bisa mencapai lebih dai itu, namun dengan pertimbangan harus lebih mengutamakan penangan bidang pendidikan. Bagaimana mengolah kekayaan Indonesia, bila tak memiliki tenaga profesional yang menguasai medan dan ilmu.
Sekolah negeri dulunya berkualitas, namun sekarang sudah beralih ke sekolah swasta, sementara banyak siswa dan mahasiswa justru mengalami kesulitan dana, sehingga mau ta mau harus memilih sekolah negeri. sekolah negeri yang terbatas dengan fasilitas belajar, justru tidak dapat menolong peserta didik mengembangka ilmu yang didapatnya. saya rindu sekali pemerintah turut memikirkan hal ini, karena kita takut keluaran pendidikan Indonesia akan tetap kalah persaing padahal sekolah negeri tetap jadi favorit sebagai unggulan.
Lulusan yang dinyatakan berhasil secara akademik, tampaknya belum membuat bangsa ini bangga dilihat dari moral dan hasil karya yang kreatif, yang masih sulit ditemui padahal nilai yang tertulis sudah dapat menggambarkan kemapuan, namun setelah diseleksi masih banyak juga yang takut dan ditakut-takuti, sehingga dengan perasaan gampang sulit membuktikan ketidakmampuannya dengan lembaran rupiah yang menjadi haram bagi yang memberi dan menerima. Terimakasih buat pemerintahan yang baru, mengawali kinerjanya dengan mengkikis KKN yang merusak kualitas bangsa Indonesia.
Kalau kita masih berani bermain curang untuk lulus dari pendidikan dan seleksi PNS, berarti kita sedang tidak mendukung Indonesia tanah air beta, yang dipuja-puja bangsa lain. mari kita dukung penciptaan kualitas bangsa Indonesia baik dari siswa maupun guru, mahasiswa maupun dosen serta birokrasi kampus. saya mengharapkan tanggapan dari rekan mahasiswa/guru/dosen.MAJULAH INDONESIA E-mail Pengirim: nova_berliana@yahoo.com Tanggal: 18 Februari 2005
Nama: Cecep S. Hidayat Dari: Bandung Saya: Staf Administrasi PT. PLN (persero) APD Aspirasi / Informasi: Assalamualaikum. Ngomong-ngomong soal kenaikan BBM sebetulnya saya sih setuju, tapi penyaluran subsidi untuk pendidikannya tolong ditinjau ulang bapak Mentri, Kalau saya gak salah lihat di Media subsidi hanya untuk semacam bea siswa, bukankah itu sudah direalisasikan dengan anak asuh baik oleh perorangan atau instansi pemerintah, Saya ingin sekali subsidi itu dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia dengan mensubsidi Bayaran sekolah dari SD sampai Perguruan Tinggi yang seolah-olah mencekik kami. Bapak-bapak yang ingin menaikan BBM saya sebagai rakyat Indonesia tolong subsidi yang dari BBM itu mau dikemanakan di terangkan dengan jelas di Media masa secara detail. Wassalam E-mail Pengirim: omcepi@yahoo.com Tanggal: 23 Pebruari 2005
Nama: Andika Mahardi Dari: Maluku Tengah Saya: Siswa SMP 53 Aspirasi / Informasi: Saya mohon sistem pendidikan di Indonesia harus disesuaikan dengan keadaan siswa - siswa di sekolah sekolah. E-mail Pengirim: bentogendeng@yahoo.com Tanggal: 26 Februari 2005
Nama: denni ardianto Dari: surabaya/jawa timur Saya: Mahasiswa IAIN sunan ampel surabaya Aspirasi / Informasi: pendidikan yang harus di lakukan di indonesia adalah: pengembangan pendidikan otak kanan dan pengembangan IESQ yang kuat dengan menjauhkan dari pendekatan "religius" di Indonesia yang terkesan irational, mematakan pemikiran, menjatuhkan nilai-nilai keilmuan. E-mail Pengirim: deepsycho_29@yahoo.com Tanggal: 28 february 2005
Nama: arifin Dari: bandung Saya: Mahasiswa unpad Aspirasi / Informasi: sebelum memperbagus atau menghias berbagai sekolah di kota besar dengan berbagai fasilitas, ada baiknya memperhatikan sekolah2 n saudara2 kita di daerah pedalaman.terutama guru-guru di daerah tersebut. E-mail Pengirim: Ridox82@yahoo.com Tanggal: 1-3-2005
Nama: Dari: Saya: Mahasiswa Aspirasi / Informasi: Pak, mengapa lembaga pendidikan agama dan pendidikan umum dipisahkan?? maksudnya lembaga pendidikan yg selama ini berada dibawah naungan depag jelas telah jauh ketinggalan dibandingkan dg depdiknas. Saya pikir hal ini dilatar belakangi oleh terlalu banyaknya bidang yg ditangani oleh pihak depag, sehingga aspek pendidikan menjadi kurang diperhatikan.
Saya harap lembaga pendidikan yg ada semuanya ditangani oleh pihak depdiknas, baik itu pendidikan agama (institusi pendidikan agama seperti madrasah dll) dan umum . Jadi dengan demikian diharapkan semua lembaga pendidikan baik umum dan agama sama2 mengalami kemajuan.
Saya harap bapak selaku mendiknas memperhatikan hal ini, sebab dalam pendidikan itu tidak ada dikotomi .
Sebagaimana yg diungkapkan oleh seorang filosof tentang pendidikan "sebagaimana pendidikan ,seperti itulah negara". Jadi kemajuan suatu negara adalah ditentukan oleh pendidikannya.
Semoga Bapak mempertimbangkan aspirasi ini,demi kemajuan kita bersama. E-mail Pengirim: serius_girls@yahoo.com Tanggal:
Nama: Fandy S Dari: Jogja, DIY Saya: Mahasiswa Jogjakarta Aspirasi / Informasi: Saya berharap bagi pemimpin bangsa ini agar mempergunakan sisa hidupnya untuk cita2 murni meningkatkan derajat bangsanya demi kemajuan kita bersama..
Aamiinn E-mail Pengirim: fandy@gorontalo.net Tanggal: 4 Maret 2005
Nama: EDO PERMANA Dari: SAMARINDA / KALIMANTAN SELATAN Saya: Siswa SLTA N 2 Aspirasi / Informasi: Yth.Bpk Mendiknas, Tolong diperhatikan lagi masalah UNAS karena sangat memberatkan Siswa/I apalagi Nilai Max.4.25 Bapak harus berpikir bahwa Pelajar Indonesia tidak sebanding dengan Pelajar negara lain terutama di Fasilitas, pengajar (guru), biaya mahal. Tolong Dipertimbangkan Ya!!!!! Mewakili Seluruh Pelajar Indonesia. E-mail Pengirim: Tanggal: 04 MARET 2005
Nama: Dwi wahyu prehantoro Dari: TEMPELREJO, MONDOKAN, SRAGEN Saya: Mahasiswa universitas teknologi yogyakarta Aspirasi / Informasi: saya mohon untuk temen-temen yang ada di jurusan teknik elektro kalau ada kegiatansaya mohon di hubungi, maaf saya belum punya email dibawah ini adalah nomor telephon ku E-mail Pengirim: 08122643605 Tanggal: 3 maret 2005
Nama: Dari: Saya: Guru Samarinda Aspirasi / Informasi: Mohon benar-benar dilaksanakan Kepmen RI No.0296/U/1996 tentang penugasan Guru PNS sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Depdiknas, sebab :
1. Masih banyaknya kepala sekolah yg bercokol lebih dari 2 periode jabatan
2. Masih terjadinya money politik dalam memperoleh jabatan
3. Tidak terjadinya regenerasi dalam kepemimpinan.
4. Mutu pendidikan tetap saja seperti apa adanya, tidak akan berkwalitas seperti yang diaharapkan
terima kasih. E-mail Pengirim: www.alady@.com Tanggal: 5 Mei 2005
Nama: kiki Dari: samarinda/kalimantan timur Saya: Siswa sekolah kejuruan Aspirasi / Informasi: saya mau bertanya bagaimana seharusnya peran serta masyarakat dalam menciptakan pendidikan murah dan berkualitas? mohon jawabannya. E-mail Pengirim: caem@com.
Terima kasih, Biar sekolah SD, SMP, SMK, SMU prinsipnya sama. Saya berharap ini dapat membantu: Search Results MBE Project Phillip R. (Webmaster) Tanggal: 06 maret 2005
Nama: swandi siagian Dari: sumatera utara Saya: Siswa medan Aspirasi / Informasi: Saya mohon maaf sebelumnya. Pemerintah jangan membuat pendidikan sebagia bahan korupsi. Asal-asal mengatur pendidikan, tetapi manfaatnya tidak ada, bahkan menjadikan tempat korupsi. E-mail Pengirim: Tanggal: 6 Maret 2005
Nama: rifai ahlaf Dari: jabar Saya: Mahasiswa ekop universitas pendidikan indonesia Aspirasi / Informasi: menganggapi masalah kurikulum yang sekarang mengenai penyelenggaraan ujian nasional diharapakan dengan standar yang jelas dan tidak membingungkan pihak sekolah mungkin kebijakan sekarang belum bisa dterapkan karena harus adanya sosialisasi yang jelas agar setiap sekolah dapat siap menjalankan kurikulum yang baru. E-mail Pengirim: pay_ekop@plasa.com Tanggal: 07-03-2005
Mengunjungi:
[ Ke Halaman 24 - Klik Di Sini ]
|