|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 25)
Nama: bahrumsyah Dari: tebing tinggi/ sumatra utara Saya: Siswa yayasan perguruan dipanegara Aspirasi / Informasi: pendidikan sekarang memang perlu diperhatikan, baik sarana pendidikan maupun pihak yang memberikan pendidikan tersebut.
dalam upaya memmbangun pendididkan yang bermutu tinggi tidak luput dari hal biaya. maka untuk itu kepada pihak yang cinta akan pendidikan saya mohon untuk memecahkan keluhan dimasyarakat sekarang ini.
banyak anak2 yang ingin bersekolah terhalang karna hal itu. E-mail Pengirim: ego_ok@plasa.com Tanggal: 16 April 2005
Nama: Riyanto Dari: Jawa Tengah Saya: Guru MA Salafiyah Lahar Pati Aspirasi / Informasi: Banyak sekali lembaga-lembaga yang mendapatkan bantuan penegembangn gedung dan prasarana pendidikan dari pemerintah, tetapi mereka yang mendapat itu dibilang sudah baik'dan maju. Mungkin hanya karena pihak pengelola lebih dekat dengan pengusa saja.Padahal masih banyak sekolah-sekolah yang lebih membutuhkan tetapi justru tidak mendapatkan bantuan. E-mail Pengirim: http://www.geocities.com/riyantoning Tanggal: 16/4/05
Nama: istanti Dari: purbalingga/ jawa tengah Saya: Mahasiswi purwokerto Aspirasi / Informasi: pemerintah seharusnya mengalokasikan dana lebih untuk sektor pendidikan E-mail Pengirim: sweety_girl025@yahoo.com Tanggal: 16 aptil 2005
Nama: mulan Dari: Cibinong Saya: Siswi smun 2 cibinong Aspirasi / Informasi: assallammuallaikum, melihat kondisi pendidikan yang seharusnya mencerdaskan anak bangsa kini menjadi sebuah pendidikan yang lebih menuntut biaya agar dapat cerdas. Saya merasa turut prihatin terutama terhadap biaya kuliah yang terkadang tidak konsisten dari apa yang telah ada. Menurut saya pendidikan seharusnya benar-benar dilakukan dengan jujur dan adil agar masa depan indonesia kelak berada dalam pembangunan yang merata karena pengolaan sdm yang benar-benar berpotensi agar dapat merata dan akhlak dari dasarnya agar terbentuk negara yang baik ipteknya dan jujur manusianya . apabila ada kesalahan saya mohon maaf sebesar-besarnya E-mail Pengirim: @ lan.jasmine Tanggal: 16 april 2004
Nama: Nasrudin Dari: Groboga Jawa Tengah Saya: Mahasiswa PTS Jogjakarta Aspirasi / Informasi: Berantas Korupsi secara berjamaah di Kabupaten Grobogan. mulai dari Pemda dan jajarannya dan DPRD-pun turut meikmatinya. hayooo.... E-mail Pengirim: infoinspect@yahoo.com Tanggal: Minggu 17 April 2005
Nama: amir Dari: surabaya / jatim Saya: Mahasiswa upn "veteran" jawa timur Aspirasi / Informasi: IRONI PENDIDIKAN KITA sebuah realitas ketika komersialisasi pendidikan terjadi. banyak tawaran pendidikan mahal namun didukung dengan fasilitas yang sangat memadai. sangat ironis apabila di telusuri lebih jauh akan pendidikan kita. masyarakat sangat mengharapakan sebuah keadilan akan pendidikan yang layak serta berkualitas. sangat tidak terpuji jika pendidikan sebagai pilar utama pembentukan watak anak bangsa adalah real pada pembentukan kesejahteraan rakyat.pendidikan berbasis kompetensi belum memberikan hasil yang sangat maksismal. kurang tanggapnya pemerintah akan pendidikan adalah suatu langkah mundur menuju persaiangan era neo globalisme yang sarat akan kepentigan kapitalisme.
langkah-langkah perumusan pendidikan kita agar keluar dari keterpurukan :
1. pemerintah harus memberikan dana kompensasi dari segalah instansi yang peduli terhadap pendidikan kita
2. penetapan sebuah standar kualitas pendidikan kita yang dapat bersaing pada dunia global
3. komersialisasi pendidikan apabila didukung dengan kualitas yang memadai harus dapat menyentuh kalangan masyarakat bawah
4. instansi pendidikan harus lebih maksimal dalam menjalankan segala program rekontruksi pendidikan yang lebih berkualitas dan berbasis kompetensi
terima kasih amir lamema parandy, mahasiswa Teknik Industri UPN veteran jawa timur, mantan presiden BEM UPN E-mail Pengirim: amir_lamema@yahoo.com Tanggal: 20 April 2005
Nama: idris apandi Dari: Bandung - Jawa Barat Saya: Masyarakat Bandung Aspirasi / Informasi: melalui media ini, saya menyampaikan harapan sebagai berikut: 1. pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang ada di daerah terpencil. kondisi sekolah di daerah tersebut rata-rata sangat memperihatinkan.
2. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pemerintah berjanji akan mengalokasikan dana kompensasi kenaikan BBM untuk sektor pendidikan sebesar 5,6 trilyun, saya mengharapkan dana tersebut sampai kepada yang berhak. awasi dengan ketat, karena dana tersebut akan memunculkan korupsi baru, utamanya di lingkungan Depdiknas.
3. Pak Menteri, silakan cek ke tiap Dinas Pendidikan, apakah ketika sebuah sekolah mendapatkan bantuan bantuan, apakah dari bebas dari pungli oknum pejabat disdik atau tidak? pasti jawabannya banyak sekali sekolah yang ketika mendapatkan bantuan harus memberikan "upeti" kepada oknum petugas sebagai tanda terima kasih.!
4. Sebagaimana kita ketahui bahwa beberapa tahun ini pmerintah memberikan subsidi kepada guru, baik guru PNS maupun Non PNS dalam bentuk Insentif Guru Swasta dan KJM. yang menjadi pertanyaan saya adalah mengapa Staf Tata Usaha dan Pesuruh tidak mendapatkan subsidi serupa? padahal mereka juga sama sebagai pejuang pendidikan di sekolah. di Dalam UU Sisdiknas No. 20/2004 dikenal adanya pendidik (misalnya guru) dan tenaga kependidikan (misalnya TU/Pesuruh), mengapa ada diskriminasi? hal ini akan menyebabkan kecemburuan sosial di lingkungan sekolah. demikian aspirasi ini kami sampaikan. atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih. E-mail Pengirim: iner2005@yahoo.com Tanggal: 20-4-2005
Nama: UKUM FRANS HILAPOK Dari: JAYAPURA PAPUA BARAT Saya: Mahasiswi JAYAPURA/PAPUA Aspirasi / Informasi: KALAU DOSEN SETEMPAT SA MOHON JANGAN HANYA MEMBERIKAN ILMU SECARA TEORI TAPI SA HARAP BERIKAN PETUNJUK YANG BENAR DENGAN PERAKTEK YANG ADA DAN YANG BARU SEBAB ORANG PAPUA PASTI MAMPU DALAM HAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEHNOLOGI UNTUK MASA DEPAN PAPUYA KEMUDIA MAHASISWA PAPUA KAMU JANGAN MINUM KETERLALUAN KARENA NIT ADA YAMG ADA DIBELAKANG KITA, SEBAB KITA TIDAK TAU HAL ITU MERUBAH PERILAKU KEHIDUPAN YANG SANGAT MERUGIKAN PRIBADI ORANG PAPUA DALAM HAL INI KITORANG YANG MASIH MENEKUNI ILMU PENGETAHUAN. E-mail Pengirim: WAMUDLIKHE Tanggal: 21 APRIL 2005
Nama: dwi krniawati Dari: bengkulu Saya: Mahasiswi bengkulu Aspirasi / Informasi: saya seorang mahasiswa unib. kalau menurut saya bengkulu saat ini belum bisa dikatakan sebagai kota pelajarkarena fasilitas dan sdmnya yang masih kuranguntuk itu pemerintah sebaiknya meeperbaikisekolah-sekolah yang berada didesa atau tingkat kecamatan yang keadannya masih sangat memperihatikan. dan seharusnya kota pelajar bukan dicanangkan tetapidiberi gelar tersebut karena memang kotannya sudah siap atau terbentuk dengan lingkungan yang mendukung,dan kalau ada judul skripsi untuk mahasiswa komunikasitolong dong diinfomasikan ke emailku ku tunggu kamis minggu depan E-mail Pengirim: dwik_bkl@yahoo.com Tanggal: kamis, 21april 2005
Nama: siswo wijoto Dari: situbondo jawa timur Saya: Mahasiswa STAIN JEMBER Aspirasi / Informasi: KENAPA PENDIDIKAN DIINDONESIA PADA SAAT INI YANG BERBASIS KBK TIDAK SEJALAN YANG DI HARAPKAN OLEH PARA SISWA DAN MASIH BANYAK SEKOLAH-SEKOLAH TIDAK MENAKAI SITEM KBK, MUNGKIN ITU TIDAK ADA KETEGASAN DARI PEMERINTAH APA GURUNYA YANG KURANG TAU TENTANG SISTEM KBK, SAYA SEBAGAI MAHASISWA SANGAT MENDUKUNG DENGAN SISTEM KBK, KARENA SISTEM KBK MENINGKATKAN POTENSI YANG DIMILIKI OLEH PARA ANAK DIDIK, MUNKIN ITU DARI SAYA KURANG LEBIHNYA SAYA MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA E-mail Pengirim: DINO_WANK@PLASA.com Tanggal: 22-04-05 JUM'AT
Nama: Mohd Shaf Dari: kuala lumpur Saya: Mahasiswa Universiti Malaya Aspirasi / Informasi: Kepintaran tanpa emosi membuat dunia
tidak aman. Rasuah dan white collar crime di sebab tidak mempunyai EQ yang seimbang dengan IQ. Ramai graduan lulus dengan kepujian atau mempunyai IQ yang tinggi. Tetapi EQ mereka tidak sama tinggi nya kedudukan dengan IQ. Ini membawa kerah pertimbangan yang tidak rsional
keadilan,kerjayaan,kebaikan hanya dapat diluahkan oleh yang mempunyai
kecedasan emosi yang seimbang. Dunia mempunyai terlalu ramai manusia kecerdasan emosi yang rendah.Lihat lah diri anda sendiri. adakah anda golongan EQ RENDAH ATAU SEIMBANG. E-mail Pengirim: mohamad_yesnet@yahoo.com Tanggal: 23.4.05
Nama: halid hasan Dari: malang/jawa timur Saya: Dosen politeknik negeri malang Aspirasi / Informasi: Pak, mohon di era bapak, ada kejelasan antara pendidikan akademik (s1 - s3) dengan pendidikan vokasi (undang-undang pendidikan baru), seperti di australia mis. ada uni (untuk bachelor - doctor) dan TAFE untuk vokasi. Ini juga penting untuk penyadaran masyarakat terhadap pendidikam yang diminati. E-mail Pengirim: hh922@uow.edu.au Tanggal: 25 april 2005
Nama: Dari: Saya: Siswa sma swasta ostrom methodist Aspirasi / Informasi: kalau sekolah baik swasta ataupun negeri sama sama menghasilkan penerus2 bgs, maka baiklah kiranya jika dana pembangunan sekolah jgn hanya untuk sekul negeri saja, karena masih banyak anak2 yg tdk dpt msk skul negeri yg pastinya berpotensi.cth pembagian buku dan fasilitas lainnya.terima kasih atas kesempatan yang diberikan.syalom E-mail Pengirim: zardos2005@yahoo.com Tanggal: 30 april 2005
Nama: firdha amalia Dari: sorong/papua barat Saya: Siswi smp negeri 9 Aspirasi / Informasi: saya adalah seorang siswi yg bersekolah di salahsatu smp negeri di kota sorong. saya ingin beraspirasi bahwa fasilitas dan prasarana sekolah di kota sorong ini belum memadai apalagi di sekolah saya. dari kondisi bangunan dan tempat belajar saya belum nyaman untuk dikatakan sebagai sekolah terbaik ,untuk itu saya meminta pemerintah agar lebih memperhatikan sekolah yang berada di daerah terpencil khususnya kota sorong. saya juga ingin sekali ikut dalam program pertukaran pelajar ke luar negeri yang biaya itu ditanggung oleh pemerintah/ gratis. saya sudah siap untuk dites dari pemeritah pusat E-mail Pengirim: yahoo.com Tanggal: 30 april 2005
Nama: Atik Sustiwi Dari: Yogyakarta Saya: Mahasiswi UNY Aspirasi / Informasi: Sebenarnya apa, sih yang diinginkan oleh KBK? kearah mana, sih pendidikan Indonesia akan dibawa? Kurikulum berbasis kompetensi begitu sulit untuk dipahami. Saya mencoba mempelajari kurikulum smk 2004 (KBK) ternyata sangat rumit dan menimbulkan banyak sekali pertanyaan. bahkan saya sempat menjumpai, karena bingungnya seorang guru mengisi SAP yang sesuai dengan KBK, beliau mengisikan dengan sembrono dan asal. Ketika saya cermati bersama kawan2 satu jurusan, ternyata isian tersebut terdapat banyak sekali kesalahan. Nah, coba dipikirkan, jika dalam mengisi format SAP saja sudah salah. Lantas dari mana kegiatan belajar di kelas juga akan benar? Acuannya sudah salah kok! E-mail Pengirim: atik_sustiwi@yahoo.com Tanggal: 1 Mei 2005
Nama: Afifah Mu'minah Dari: Serang-Banten Saya: Siswa SMAN 1 Cipocok Jaya Aspirasi / Informasi: saya harap biaya sekolah dapat di jangkau oleh semua lapisan masyarakat. jika itu tercapai semua generasi penerus bisa mengecap pendidikan dan menambah SDm di Indonesia. Saya sangat berharap guru mengajar dengan tujuan pemahaman, jangan untuk sekedar mengejar target pengajaran teori, kalau bisa diadakan excursion (kunjungan ke tempat-tempat yang berkaitan dengan materi yang sedang di bahas) . E-mail Pengirim: afifah_muminah@yahoo.com Tanggal: 14 Januari 1989
Nama: Sutrisno Dari: Bandung Saya: Masyarakat Aspirasi / Informasi: Hari Pendidikan Nasional sudah dilupakan ?
Pendidikan kita terpuruk, moral sudah bejad, koruptor merajalela. Hari Pendidikan Nasional sebetulnya bisa dijadikan momentum untuk membangun kembali pendidikan, baik moral maupun intelektual. Kenapa justru disaat-saat yang terpuruk begini, para pemimpin kita tidak menghargai jasa Ki Hajar Dewantoro yang punya jasa dalam pendidikan nasional, dengan melupakan hari pendidikan nasional.
HANYA ORANG-ORANG YANG BODOH YANG TIDAK TAHU MENGHARGAI JASA PARA PAHLAWANNYA. E-mail Pengirim: trissutrisno@yahoo.com Tanggal: 3 Mei 2005
Nama: Amalia Dari: Malang/Jawa Timur Saya: Mahasiswi Universitas Gajayana Malang Aspirasi / Informasi: Saya memiliki harapan besar terhadap dunia pendidikan agar senantiasa berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional yang semakin terpuruk di dunia internasional. Terlebih bagi seorang guru, karena ditangan andalah masa depan generasi bangsa digenggam. E-mail Pengirim: Ja_poenkgirl@yahoo.com Tanggal: 4 Mei 2005
Nama: Rosnani Dari: Jakarta Saya: Mahasiswi UI Aspirasi / Informasi: Beasiswa untuk disiplin ilmu keperawatan di Indonesia masih sangat sedikit sekali, padahal Indonesiasaat ini sangat membutuhkan peningkatan SDM keperawatan untuk meningkatkan status kesehatan agar visi Indonesia sehat 2010 tercapai. E-mail Pengirim: Hygieasalsa@yahoo.com Tanggal: 4 mei 2005
Nama: Eta Loreta Dari: Pontianak Saya: Mahasiswa Pontianak Aspirasi / Informasi: Sulit untuk meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu semua kalangan masyarakat harus berpartisipasi, HARUS E-mail Pengirim: etaloreta@yahoo.com Tanggal: 4 Mei 2005
Nama: mariska apriani Dari: jakarta Saya: Mahasiswi universitas al azhar lndonesia Aspirasi / Informasi: ass. dana bwat pendidikan sangat tidak mencukupi. tolong pemerintah lebih peduli lagi dengan pendidikan masyrakat miskin. karena masih banyak sekali anak indonesia yang buta huruf dan terancam putus sekolah. thanks. wass E-mail Pengirim: risk_april@yahoo.com Tanggal: 3 may 2005
Nama: susilo adi sutikno Dari: kepanjen-malang Saya: Siswa sma muhammadiyah 01 kpj Aspirasi / Informasi: tolong Pak nilai standart mengapa dinaikan. saya mohon kalau dinaikan setiap siswa mendapatkan index 2.5. atas perhatia Bapak terimakasih. E-mail Pengirim: dinda_viadi@yahoo.com Tanggal: 4 mei 2005
Nama: syaiful amin Dari: semarang/jawa tengah Saya: Mahasiswa Unnes Aspirasi / Informasi: pendidikan sekarang minim akan kajian filsafati akan hakekat manusia. seyogyanya pendidikan itu untuk manusia tolonglah manusiakan manusia baik dari tinjauan emosi, nafsu, psikologis, latar belakang ekonomi dll. saya juga mempertanyakan tentang hakekat/arti dari keadilan, masih perlukah keadilan apabila tidak digunakan lagi? dalam hal ini tidak hanya terjadi dalam dunia pendidikan. masih kurangkah profesor pendidikan, masih kurangkah sarjana pendidikan atau apa yang kurang sehingga pendidikan jadi sekarang ini??? saya memerlukan jawaban!!! E-mail Pengirim: IPOL_@plasa.com Tanggal: 04 mei 2005
Nama: tsabit azinar ahmad Dari: semarang/jawa tengah Saya: Mahasiswa Unnes Aspirasi / Informasi: Pendidikan merupakan proses untuk menuju kedewasaaan, pembebasan, perbaikan serta penemuan jati diri. Dengan demikian pendidikan menjadi faktor yang dapat merubah suatu keadaan yang lebih baik. Masih relevankah pendidikan pada masa sekarang? Mengingat dari pengertian di atas ada beberapa hal yang masih belum terwujud, yakni pembebasan, kedewasaan serta keadaan yang lebih baik. Bahkan jika ingin lebih menyeramkan, tujuan pendidikan masih belum tercapai.
Dalam suatu tataran sistem global, mungkin itu masih bisa untuk diterima namun dalam hal manusianya, perlu ada perubahan dalam pelaksanaannya. Secara global, suatu sistem merupakan gambaran dan cita-cita yang diidamkan. Di Indonesia sistem global tersebut adalah pancasila. Dalam hal pendidikan, penerrapan PAncasila sebagai cara pandang, ideologi, falsafah bangsa menjadi sangat penting. Bagaimana sebenarnya ini, siapa yang salah? E-mail Pengirim: mas_anis@plasa.com Tanggal: 04 mei 2005
Nama: ROOSMALA DEWI Dari: JAKARTA Saya: Mahasiswi UIN Aspirasi / Informasi: SAYA ADALAH CALON GURU, YANG AKAN MENDIDIK ANAK-ANAK BANGSA INI. TETAPI KINI SAYA TAHU...,INILAH YANG SERING DIJERITKA PARA GUR, BAHWA MEREKA AKAN TETAP JADI "PAHLAWAN TANPA TANDA JASA" YANG HASIL KERINGATNYA HANYA DIBAYAR DENGAN GAJI YANG HANYA CUKUP SAMPAI SATU MINGGU. SAYA RASA SUDAH SEPATUTNYA KINI PARA GURU DIBERI "TANDA JASA" KARENA BERKAT MEREKA BANGSA INI MAJU. SETUJU????. WAHAI CALON PARA GURU, ANAK TARBIYAH DAN FKIP, WAKTUNYA KITA JIHAD AND DON'T GIVE UP E-mail Pengirim: NONAYOMA@LYCOS.COM Tanggal: 5 MEI 2005
Nama: Heni larasati Dari: Purwodadi, Jawa Tengah Saya: Mahasiswi UNJ Aspirasi / Informasi: Melihat kondisi perekonomian indonesia yang bisa dikatakan kurang stabil ini maka kami mengharap kepedulian pemerintah dalam bidang pendidikan khususnya yaitu bagi anak-anak kurang mampu seperti saya untuk bisa melanjutkan kuliah. padahal saya baru semester 2 dan saya hanya dibiayai oleh ibu yang berprofesi sebagai pedagang dakampung. E-mail Pengirim: alya.com Tanggal: 06 mei 2005
Nama: kukuh setyo budi Dari: surabaya jatim Saya: Mahasiswa uwp Aspirasi / Informasi: mohon pendidikan seni budaya dan budi pekerti diangkat lagi supaya generasi bangsa mendatang tidak buta tentang budaya aslinya. ingat bapak, rusaknya sebuah bangsa karena sudah tidaklagi melestarikan budaya aslinya. E-mail Pengirim: akhrianto@telkom.net Tanggal: 8 mei 2005
Nama: dadan irpansah Dari: bandunh/jabar Saya: Mahasiswa bandung Aspirasi / Informasi: pendidikan kita harus maju. untuk maju ada banyak cara. salah satu membuat kurikulum yang bakudan sesuai dengan tingkat kedewasaan siswa. jangan sampai siswa jadi kambing conge terus. kemudian kebijakan pemerintah yang stabil , jangan mudah diubah-ubah.ganti mentri ubah, ganti kepala dinas ubah. satukan dong misi pendidikannya. jangan pada egois. kita ingin maju kita harus maju. pendidikan moral yang tinggi juga jadi faktor keberhasilan bangsa ke depan . terima kasih E-mail Pengirim: ipan_da@yahoo.com Tanggal: 9
Nama: Dari: yogjakarta Saya: Mahasiswa pts manajemen informatika Aspirasi / Informasi: saya harap ri bakal waras lagi seperti dulu dengan diberantasnya koruptor2 yang kiya yahu tampang2nya,ilegal lodging, ambalat, penyelesaian konflik SARA yang keji, biaya pendidikan murah lagi, kurs rupiah kepada US$ turun anjlok lagi dengan pelunasan hutang pake money2nya para jahanam koruptor yan itu-itu ! dll, jadi harga buku ama komik turun lagi dan ri cerdas lagi harga buku buku pelajaran E-mail Pengirim: bravo_yow@yahoo.com Tanggal: 11 mei 2005
Nama: AGUS FReedom Dari: Riau/Pekanbaru Saya: Masyarakat Pekanbaru Aspirasi / Informasi: Didalam sistem pendidikan, membiasakan berperilaku sesuai dengan norma-norma kehidupan bermasyarakat dijaga oleh salah satu bidang pendidikan yang namanya "pendidikan budi pekerti". Anak, sejak usia dini, dibiasakan untuk mengenal dan mempelajari hakekat kebenaran dan berperilaku jujur. Toleransi terhadap pendapat orang lain. Mengenal "unggah-ungguh" (menghargai yang lebih tua) serta sopan santun.
Mengenal "peran dan kewajiban" sosialnya didalam masyarakat, serta masih banyak lagi hal-hal yang pada intinya adalah memanifestasikan nilai-nilai keimanan anak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pendidikan budi pekerti, hak individual adalah bagian yang dikecilkan didalam kehidupan bermasyarakat, sebaliknya kewajiban sosial menjadi bagaian yang paling ditonjolkan didalam sistem pergaulan hidup. Satu citi pola berfikir Timur yang tidak didapatkan pada cara berfikir Baarat. Inilah persoalan dassar yang antagonistik dari pola berfikir Pancasilais dengan pola berfikir Liberal yang sekarang banyak menjadi cara pandang para akademisi muda kita produk depolitisasi kampus., dimana hak-hak individual menjadi tumpuan dalam hubungan bermasyarakat dan bernegara. E-mail Pengirim: agusmail832yahoo.com Tanggal: 12 Mei 2005
Nama: Linda Dari: Tasikmalaya/Jawa Barat Saya: Mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia Aspirasi / Informasi: Pak Bambang,kapan dana APBN Pendidikan turun ke tangan rakyat?kalupun sudah turun,mengapa sampai saat ini dana itu belum sampai juga ke tangan siswa.Bagaimana nih untuk penyelesaiannya?Bagaimana rakyat Indonesia mau jadi pintar/cerdas kalau biaya pendidikan saja mahal? tolong pertimbangkan!perhatikan rakyat miskin! E-mail Pengirim: Tanggal: 13 Mei 2005
Nama: sigit dili ariyanto, s.kom Dari: semarang Saya: Masyarakat Semarang Aspirasi / Informasi: Pendidikan adalah modal dari kemajuan bangsa, tetapi pendidikan akan melempem tak berguna bila tanpa riset dan penelitian mandiri. Mengapa dari dulu pemerintah tidak memikirkan masalah riset? Jangan salahkan badan riset indonesia bila selama ini belum menunjukkan karya nyata. apakah karena kita yang malas ataukah karena memang tidak adanya kepedulian dari pemerintah terkait. kalaupun ada kemajuan kita hanya sebagai "siswa" sekolah bangsa lain dan pembeli produk mereka. E-mail Pengirim: sigitda@plasa.com Tanggal: 14 Mei 2005
Nama: rosada rahmat Dari: Bandung-Banjar Saya: Siswa Banjar Aspirasi / Informasi: pencermatan saya terhadap semua kegiatan yang berbau sosial di indonesia terasa sangat tidak menyentuh ke pundi-pundi masyarakat bawah, untuk itu agar departemen sosial lebih memusatkan pada nilai-nilai yang ada pada masyarakt bawah E-mail Pengirim: rosada_dream Tanggal: 16 Mei 2005
Nama: bambang tri cahyono Dari: denver, usa Saya: Dosen denver Aspirasi / Informasi: Pak Bambang yth,
sampai hari ini saya masih seorang dosen, persis sama seperti yang bapak kenal 10 tahun yang lalu di ugm. Di Denver saya mendirikan sebuah universitas Indonesia pertama di Amerika serikat. Saya sudah memberitahukan hal ini kepada Pak Dirjen (Prof. Satryo Brodjonegoro) untuk ikut membidani dan membantu dari jauh. Tapi belum ada jawaban. Tolong dipikirkan adanya sebuah universitas Indonesia di USA yang antara lain bertujuan untuk meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa serta penghematan devisa negara.
Saya masih ingat bahwa dulu kita pernah satu perguruan di UGM dan Lemkari. Di Lemkari waktu itu saya sudah sabuk biru dan bapak sabuk hijau. Osh. Dari USA saya akan terus membantu bapak untuk membangun pendidikan bangsa kita.
salam,
BTC E-mail Pengirim: cahyonobambang@yahoo.com Tanggal: 16-5-05
Nama: Syahrizal Syahril Dari: Bengkalis/Riau Saya: Dosen Politeknik Bengkalis Aspirasi / Informasi: Saya mengharapkan kepada pemerintah agar yang paling utama kesejahteraan para guru-guru sangat ditingkatkan sebab kesejahteraan merupakan faktor penentu untuk menjadikan bangsa Indonesia dapat bersaing dengan negara luar. E-mail Pengirim: djalls_rgt@yahoo.com Tanggal: 18-05-2005
Nama: imam Dari: jogja Saya: Mahasiswa jogja Aspirasi / Informasi: lawan kapitalisme pendidikan.!!!!! E-mail Pengirim: garahan_76@yahoo.com Tanggal: 18 mei 2005
Nama: ella Dari: bandung Saya: Mahasiswi UPI bandung Aspirasi / Informasi: Pendidikan indonesia katanya sudah menakai sistem KBK, padahal kita sendiri tahu bagaimana kinerja dan kualita guru di Indonesia.
saya tidak bermaksud untuk mengatakan kalu guru di Indonesia itu payah2 semuanya tapi guru yang benar2 kompetent di bidangnya untuk saat ini bisa di hitung dengan jari. bagaimana anak didik bisa mendapatkan ilmu yang berkualitas kalau gurunya sendiri tidak berkualita.
Jadi siapa dulu yang harus dibenahi lebih dahulu. GURUnya dulu atau GURUnya GURU.
silakan ada pikirkan sendiri.... E-mail Pengirim: Tanggal: 19 mei 2005
Nama: Suwartini Dari: Tanon, Sragen, Jawa Tengah Saya: Masyarakat Sragen, Jawa Tengah Aspirasi / Informasi: hambatannya. 1.faktor ekonomi, 2.biaya sekolah yang asal menaikan biayanya. 3.kemauannya kurang. solusi: hapus penjabat yang korupsi, kurangi biaya sekolah agar orang yang miskin dapat sekolah lagi, berikan bantuan secara lasung datang ke siswa-siswa yang tidak mampu jangan lewat guru, orang-orang penjabat yang tak bertangung jawab. samakan setatus antara anak-anak penjabat dengan anak-anak yang miskin. jadikan penjabat yang gak di perbudak oleh uang dan kedudukan. jalinlah tali persahabatan dalam hidupini kerena dengan sahabat kita bisa melihat mana yang salah dan mana yang benar. E-mail Pengirim: tsuwartini@yahoo.com Tanggal: JuMat,21mei05
Nama: Hasri Dari: Majene / Sulawesi Barat Saya: Masyarakat Majene Aspirasi / Informasi: Saya ingin menuliskan, tentang masih banyaknya kasus-kasus korupsi yang ada di Kabupaten yang belum tersentuh. Kalaupun tersentuh, itu hanya bagi mereka yang dijadikan kambing hitam ataupun bagi mereka yang kecil..., tapi bagi mereka yang punya power dipemerintahan seakan-akan mereka tidak tersentuh sama sekali, padahal kalau dipikir-pikir justru merekalah yang harus dihukum lebih berat. 'Tikus-tikus' kantor tersebut dengan bangga melenggak-lenggok bagai tak punya salah secuil pun, dan yang mengherankan para 'Kucingpun' seakan-akan tidak melihat kelakuan sang Tikus, mereka hanya molor saja kerjanya. Saya hanya berharap semoga penanganan masalah korupsi ini di Daerah Kabupaten segera teratasi. E-mail Pengirim: hasri_mj@yahoo.com Tanggal: 23/Mei/2005
Nama: diana Dari: surabaya / jawa timur Saya: Mahasiswi UNESA Aspirasi / Informasi: aduh gimana ya! bingung jadi ngomongnya. Gini loh, gimana mau maju kalo sarana pendidikannya aja gak disediain, n gimana mau maju kalo pendidikan non formalnya aja gak ada! n gimana kita bisa maju kalo uang buat kompensasi pendidikan aja dikorup ama orang-orang yang pada mata duitan! udah deh gak usah banyak ngomong, percuma! sekarang tinggal bagaimana menyikapi masalah ini dengan cerdas! capek kita dengerin janji-janji para pembohong! E-mail Pengirim: Tanggal: 23 mei 2005
Nama: surya sevchenko Dari: bengkulu beautiful things Saya: Siswa sman 2 Aspirasi / Informasi: saya sangat setuju dengan sistem kbk namun pada kenyataannya sistem tersebut terasa memberatkan saya. dapat dilihat dari saya harus menggunakan metode otodidak, yang mengharuskan membeli buku-buku agar saya dapat lebih berkembang.yang sangat mahal E-mail Pengirim: Tanggal: rabu, 24 mei 2005
Nama: Dari: papua Saya: Mahasiswa bandung Aspirasi / Informasi: pemerintah kota nabire harus melihat angka / jumlah pengangguran yang ada di papua . E-mail Pengirim: mellox Tanggal: 27 - 05 - 2005
Nama: niko Dari: medan Saya: Guru SMK Aspirasi / Informasi: saya kecewa melihat pengawasan terhadap keamanan dan kerahasiaan soal UNAS tahun 2004/2005. karena banyaknya soal-soal yang sudah bocor. hal itu akan membuat para siswa menjadi malas disebabkan mereka telah mendapatkan bocoran soal sebelum ujian. saya harap keamanan soal diperketatlagi. E-mail Pengirim: kokosabastian@yahoo.com Tanggal: 28-05-2005
Nama: yanti Dari: bandung- Jawa Barat Saya: Siswi sman 2 cimahi Aspirasi / Informasi: UNAS kali ini sangat berat........ terlebih laagi dengan adanya tes listening pada mata pelajaran bahasa Inggris........
Mungkin bagi siswa-siswi yang di daerah Jawa masih memungkinkan sarana dan prasarana pendidikannya, tetapi bagaimana halnya dengan yang diluar Jawa?? bukankah hal itu malah akan membuat kemunduran dan kepasifan mentalitas pemuda (dalam hal ini siswa-siswi SMU sederajat)
Mereka munkin saja jadi malas belajar dan merasa lemah akan bahasa Inggris tersebut...... Tolong dicarikan jawabannya dan tolong DIPIKIRKAN !!!!!!!!! jangan hanya bisa menentukan nilai yang tinggi untuk dijadikan standarisasi pendidikan saja donk..........!!!!tetapi juga harus memikirkan bagaimana pengaruh alias akibatnya bagi para pemuda tahun ini.........thank's E-mail Pengirim: sevensist_080687@yahoo.com Tanggal: 30 Mei 2005
Nama: rudi p Dari: sumatera selatan Saya: Guru sumatera selatan Aspirasi / Informasi: Perlu perhatian dari pemerintah ke profesi guru bukan dengan membebani guru dengan bertugas tugas dan kewajiban, sementara jika guru ingin mengembangkan karir di jabatan struktural, menpan membatasi. Ini tidak adil, profesi guru tidak mendapat perhatian. Jangankan ingin meningkatkan penghasilannya??? E-mail Pengirim: Tanggal: 30-mei-2005
Nama: WINDU SETIANTO Dari: METRO LAMPUNG Saya: Mahasiswa UGM Aspirasi / Informasi: Menanggapi masalah di IPDN saya ingin memberi sedikit saran bahwa IPDN harus tidak ada lagi kekerasan antara senior dsn yunior. untuk pemberian hukuman kepada praja harap daalam bentuk yang bersifat akademik jangan dengan fisik. E-mail Pengirim: astomex@yahoo.com Tanggal: 1 JUNI 2005
Nama: ahmad arex Dari: Jakarta Barat / DKI Jakarta Saya: Mahasiswa Universitas Mercu Buana Aspirasi / Informasi: Pendidikan, pada dasarnya pendidikan adalah nilai yang sangat penting dan harus dibangun serta di pupuk dari sejak dini. Namun sungguh tragis jika PENDIDIKAN HANYA MENJADI LADANG BISNIS, mungkin isu ini sudah banyak yang mendengar, akan tetapi mungkin hanya dianggap angin lewat saja oleh banyak masyarakat karena mungkin mereka merasa mampu, tapi bagaimana bagi masyarakat dari kalangan tidak mampu...?
haruskah mereka berhenti untuk melanjutkan cita-cita mereka hanya karena terbentur dan ketakutan ketika anak mereka, kita, kalian, saudara kita, tetangga kita mulai menapaki jenjang pendidikan yang sedikit maju. HARUSKAH PENDIDIKAN MENJADI LADANG BISNIS...? jawabnya semua tau TIDAK dan TIDAK AKAN PERNAH TIDAK...pendidikan adalah suatu nilai luhur yang dibangun atas dasar kemanusian untuk mencerdaskan anak bangsa.. sekian salam REVOLUSI PENDIDIKAN..dan PENDIDIKAN GRATIS UNTUK RAKYAT E-mail Pengirim: rvlsi98@yahoo.com Tanggal: 1 Juni 2005
Mengunjungi:
[ Ke Halaman 26 - Klik Di Sini ]
|