SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan NetworkAspirasi KitaArtikel KitaBerita Kita

 
Pendidikan Network Homepage
Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas, 2001, P 72)

Membaca Aspirasi Aspirasi Kita 26 (Index)
Ke Halaman 25, 26, 27
Menulis Aspirasi Anda



Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Halaman 26)

Nama: enik
Dari: surabaya
Saya: Mohon Pilih
Aspirasi / Informasi: pendidikan di universitas berlabelkan agama islam sekarang telah kehilangan akhlaknya, banyak sekali kita temukan mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi Islam tetapi tidak mencerminkan mahasiswa yang Islami, kendala apa yang menjadikan mahasiswa seperti itu, apakah sistem pendidikan yang salah ataukah zaman yang telah berubah sehingga menjadikan moral anak bangsa rusak??? barang siapa saja yang bisa menjawab mohon kirim email ke alamat saya, trimakasih
E-mail Pengirim: gilayes@yahoo.com

Terima kasih Enik Yth,
Siapa bilang bahwa "moral anak bangsa rusak???"
Mungkin mereka hanya berbeda saja!

Kalau kita melihat moral generasi yang "dewasa", mereka sudah membentukkan negara yang termasuk yang paling berkorupsi di dunia, dengan ekonomi yang bankrut. Anak kita belum tentu dapat bekerja kalau tidak punya duit untuk masuk pekerjaan atau punya koneksi. Bagaimana mereka dapat menghormati orangtuanya yang kebanyakan masih mau melayani dan menghormati koruptor, daripada memberantas korupsi dan membuat contoh untuk anak kita yang lebih baik. Saya kira bahwa yang sudah dewasa adalah lebih rusak, dan bertanggungjawab untuk keadaan negara dan anak kita.

Anak kita belum berdosa, dibanding dengan generasi orangtuanya. Ayo, bebaskan negara kita dari KKN dan memberi anak kita kesempatan untuk berkembang di negara yang lebih jujur, tertib dan aman. Anak-anak kita memang belajar moral dari lingkungannya, bukan dari sekolah. Kalau mereka terus melihat bahwa orang yang jujur tidak punya masa depan, tetapi yang berkorupsi dan tidak jujur terus menang di negara kita, bagaimana kita dapat berharap mereka "bermoral".

Kami wajib untuk berharap anak-anak kita berbeda dengan generasi sebelumnya, kita sudah menyaksikan hasilnya dari generasi sebelumnya! Mencoba mengerti mereka kalau mereka tidak ingin seperti kita, daripada menyalahkan saja. Memang negara kita harus merubah!

Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R. (Webmaster)

Tanggal: 01-06-2005


Nama: Tati
Dari: jaBar
Saya: Masyarakat Indonesia
Aspirasi / Informasi: Mungkin yang kurang saat ini adalah universitas yang bermutu di Indonesia. Dengan jumlah populasi generasi muda yang sangat besar tidak semuanya bisa tertampung di universitas2 bermutu (terutama universitas negeri). Kini yang marak muncul malahan universitas2 swasta yang menawarkan biaya yang lebih mahal. Sedangkan kita tahu perekonomian masyarakat kita tidak terlalu baik, malah banyak yang kekurangan. Wong buat makan saja susah!! Hal ini membuat masyarakat kita mengesampingkan pendidikan terutama tingkatan sarjana. [Saran: pemerintah bisa mendirikan beberapa universitas yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.I hope..] Amiin
E-mail Pengirim: tati_rukiah@yahoo.com
Tanggal: 1juni '05


Nama: Bambang Subaktyo
Dari: DKI Jakarta
Saya: Masyarakat Jakarta
Aspirasi / Informasi: Kepada Semua orang yang berkepentingan
Hal: Tulisan "BUKU CETAK PELAJARAN SEKOLAH"
Dengan hormat,
Sebagai anggota masyarakat, saya merasakan beratnya beban para orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Mereka harus menyisihkan dana khusus untuk pembelian buku-buku cetak pelajaran sekolah, tahun demi tahun.

Permasalahannya, sudah klise, buku-buku cetak yang ada selalu dirubah sedikit-sedikit di sana-sini, sehingga buku si kakak yang hanya 1 kelas diatas sang adik tidak dapat dipakai oleh sang adik di tahun ajaran berikutnya. Padahal perubahannya hanya sedikit-sedikit dan tidak merupakan satu keharusan yang sangat perlu. Tetapi dibuat sedemikian rupa agar sang adik harus dibelikan buku-buku cetak yang baru.

Nah, itu pada saat masyarakat dalam keadaan aman dan damai, tetapi bagaimana bila bencana-bencana yang saat ini terus silih berganti menimpa masyarakat di seantero wilayah nusantara, dimana mereka yang tertimpa bencana itu kehilangan buku-buku pelajaran mereka, baik sang guru maupun sang murid. Tentu mereka akan sulit untuk meneruskan proses belajar-mengajar, karena tidak memiliki buku-buku cetak pelajaran sekolah. Adakah hal ini diliput oleh media massa? Adakah para penguasa daerah memperhatikan hal ini? Apakah kita akan biarkan hal ini terus menghancurkan generasi penerus bangsa Indonesia!?

Saya berharap tulisan ini dapat kita jadikan satu tonggak perubahan sistem pendidikan anak bangsa, sebagai bahan renungan semua anggota masyarakat, terutama para pemimpin bangsa, mereka yang di parlemen, yang menentukan kebijakan dan kebijaksanaan dalam proses pendidikan dan pembangunan bangsa Indonesia.

Demikian saja kiranya ungkapan pikiran saya sebagai anggota masyarakat, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Demi kepentingan orang banyak, tulisan ini saya sebarkan ke berbagai Lembaga, Tokoh dan Media lainnya. Silahkan rekan-rekan melanjutkan dan menambahkan data-data lapangan untuk itu.
Jakarta, 22 Mei 2005

Hormat saya,
Bambang Subaktyo, EDV.F.T.
Alamat: Bukit Duri Permai, blok A/6, Jatinegara Barat 54E, Jakarta 13320
HP: 0816870477
****************************

BUKU CETAK PELAJARAN SEKOLAH
Mereka yang memiliki uang cukup (banyak) tentu tidak akan merasa berat untuk membeli buku-buku cetak sekolah bagi anak-anak mereka yang sedang belajar di SD, SMP, SMA atau yang setingkat dengan itu.

Tetapi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang tentunya berjumlah jauh lebih banyak daripada yang mampu, keharusan membeli buku cetak pelajaran sekolah bagi anak-anak mereka dari waktu ke waktu pasti terasa berat. Dan keharusan membeli buku cetak yang baru untuk tahun pelajaran yang baru itu tidak bisa dihindari meski anak yang lebih tua hanya berbeda 1 kelas dengan sang adik, karena buku si kakak tidak bisa diturunkan kepada adiknya, sang adik harus dibelikan buku cetak yang baru.

Penulis merasakan sendiri hal yang sama, buku si kakak tidak bisa digunakan oleh sang adik, kalaupun dipaksakan akan membuat sang adik kerepotan dalam mengikuti pelajaran, karena buku pelajaran tahun yang berbeda memiliki perbedaan yang sedikit-sedikit disana-sini, misalnya nomor soal yang berbeda, cerita yang sama dengan nama tokoh berbeda, soal yang sejenis dengan nilai yang dibedakan, dll. Kalau dipaksakan, bisa jadi sang adik akan terlihat seperti anak bodoh karena jawaban-jawaban atas soal-soal yang dibuatnya akan berbeda dengan teman-temannya yang menggunakan buku cetak tahun terbaru. Pernah terjadi beberapa kali buku cetak itu hilang, dan untuk itu perlu dicarikan penggantinya, yang ternyata dicari di beberapa toko buku tidak tersedia, karena saat itu sudah mendekati akhir kwartal pelajaran dan toko buku tidak memiliki persediaan buku untuk kwartal berjalan dan mungkin juga mereka sedang mempersiapkan buku-buku untuk kwartal berikutnya atau dengan kata lain, buku tahun pelajaran yang hampir selesai tidak (banyak) tersedia, karena mereka (mungkin) sudah fokus ke penjualan buku-buku tahun pelajaran berikutnya.

Bukankah hal itu memang normal terjadi? Siapa yang mau menumpuk atau mencetak buku tahun pelajaran yang sudah berjalan, kalau pada tahun berikutnya buku cetak itu tidak dibutuhkan. Salahkah toko buku ataupun penerbit dalam hal ini? Tentu tidak bisa disalahkan.

Dimana letak kesalahan dalam sistem buku cetak pelajaran sekolah dengan masa pakai 1 (satu) tahun itu?

Cobalah dilihat kasus besar yang mungkin bisa dilihat secara nasional. Dimana banyak terjadi bencana banjir hampir di seantero pelosok Indonesia, ada yang hanya beberapa hari terendam banjir, ada yang seminggu dan ada yang berminggu-minggu. Anak-anak korban banjir tidak bisa sekolah dan saat banjir surut, mereka tidak punya buku-buku untuk melanjutkan sekolah, sekolah-sekolah yang ikut terendam juga kehilangan buku-buku mereka. Buku-buku cetak rusak terbenam banjir.

Pertanyaannya: Apakah mereka yang kehilangan buku-buku cetak itu dapat membeli buku-buku cetak yang baru?

Andaikata mereka punya uangpun akan sulit mendapatkan buku-buku cetak untuk tahun berjalan, karena toko buku ataupun penerbit tentu tidak bersedia menumpuk buku-buku tahun berjalan, mereka sedang memikirkan bagaimana mencetak buku cetak yang baru dan menjualnya di tahun yang akan datang.

Bisakah dibayangkan bagaimana para korban bencana itu meneruskan proses belajar-mengajar mereka, para guru dan murid-murid itu? Bagaimana para guru akan menetapkan ulangan dan ujian mereka, karena guru-gurupun kehilangan buku-buku mereka? Jangankan memikirkan ujian nasional, ujian sekolah pun berat dilaksanakan, karena guru dan murid kehilangan buku-buku cetak mereka. Darimana mereka akan belajar? Darimana akan dibuatkan ulangan?

Coba dirubah skenarionya. Anggaplah buku-buku cetak itu tidak dirubah setiap tahun, misalkan saja sekali dibuat dapat dikatakan baku (masa pakai) untuk 10 tahun atau 5 tahun. Setiap ada yang kehilangan buku-buku cetaknya, mereka tentu bisa membeli yang baru di toko buku, dan toko buku tidak merasa rugi untuk menyimpan buku-buku cetak itu, mereka akan terus memajangnya di etalase penjualan mereka karena buku-buku itu tetap bisa dijual di tahun berikutnya dan penerbit juga tidak akan keberatan untuk mencetak ulang buku-buku itu karena tetap dapat dijual untuk tahun pelajaran berikutnya. Dengan strategi buku baku untuk 10 atau 5 tahun, bangsa yang sering kebanjiran ini tidak akan kesulitan mendapatkan buku-buku cetaknya. Proses belajar-mengajar dapat terus berlangsung walau bencana datang dan pergi.

Memang kehilangan buku-buku cetak itu tidak dialami seluruh anak negeri, tetapi keadaan tidak memiliki buku-buku cetak itu jelas akan mempengaruhi kualitas keseluruhan anak negeri ini sebagai penerus bangsa. Mereka yang kehilangan akan menghambat seluruh sistem pendidikan generasi penerus bangsa, mengancam pembangunan sumber daya manusia Indonesia! Akankah kita pertaruhkan masa depan bangsa dan negara Republik Indonesia hanya pada batasan pembuatan dan penerbitan buku-buku cetak yang berbeda dan berubah di setiap tahun pelajaran?

Hanya demi keuntungan dari penjualan buku-buku kita pertaruhkan masa depan seluruh bangsa Indonesia!? Kejayaan bangsa Indonesia?? Hanya demi profit???

Banyak orang pintar yang tidak akan bersedia merubah sistem pengadaan buku-buku cetak pelajaran yang telah berjalan selama beberapa puluh tahun belakangan ini, mereka lebih berpikir bagaimana membuat setiap orang tua harus dengan terpaksa membeli buku-buku cetak yang baru meski anak-anak mereka duduk di kelas yang berturutan. Bagaimana membuat buku-buku pelajaran dari tahun pelajaran yang telah berjalan tidak dapat digunakan lagi di tahun pelajaran yang baru, dan hanya itulah cara berpikir mereka. Mereka memang pintar dalam berbisnis, tetapi mereka melupakan kemungkinan hilangnya buku-buku dalam berbagai keadaan bencana yang terus datang silih berganti, keadaan yang menyebabkan sebagian anak-anak diantara generasi penerus bangsa ini kehilangan kesempatan belajar dengan baik karena mereka kehilangan buku-buku mereka dalam berbagai kejadian bencana selama ini, dan mereka tidak bisa mendapatkan buku-buku cetak karena buku-buku cetak tahun pelajaran berjalan sudah tidak ada di pasaran.

Begitulah kalau pintar keblinger, pikiran mereka para penentu kebijakan dan kebijaksanaan hanya sampai kepada bagaimana memaksakan sistem pengadaan buku dan penjualan buku cetak yang baru untuk tahun pelajaran yang baru tetapi lupa akan kesadaran akan kehidupan berbangsa dan bernegaranya, lupa akan masa depan bangsa dan negara. Mereka hanya pintar dalam mencari keuntungan dari sistem pengadaan buku cetak, tetapi sangat bodoh dalam melihat ketimpangan proses belajar-mengajar anak-anak bangsa.

Adakah jalan keluar dari berbagai kasus bencana yang terus silih berganti di seantero nusantara Indonesia? Ada sih! Kalau para penerbit dan toko buku memang punya sedikit kesadaran dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara! Dimana saat bencana menghadang, mereka serta merta menyiapkan buku-buku cetak tahun pelajaran tahun berjalan, meski buku-buku itu tidak bisa dijual di tahun pelajaran yang baru (pergantian tahun ajaran mungkin hanya 2 atau 3 bulan dari kejadian bencana).

Adakah tanggung jawab dan kesadaran untuk sedikit merugi saat sebagian masyarakat di bagian lain Indonesia sedang menghadapi bencana?

Masalah berikutnya: Apakah para korban bencana mampu membeli buku-buku cetak yang baru! Kalau mereka tidak mampu??

Anggaplah mereka masih mampu, tetapi saat itu tinggal 1 atau 2 bulan ke akhir tahun pelajaran, mereka memang harus membeli buku-buku itu, karena diperlukan untuk belajar menghadapi ulangan akhir tahun. Lalu buku-buku baru harus dibeli, buku-buku yang baru dibeli harus dibuang karena tidak bisa dipakai oleh adik kelas.

MASA BAKU HARUS CUKUP LAMA

Sebenarnya, yang paling baik adalah menetapkan buku-buku cetak pelajaran sekolah berlaku untuk masa pakai 10 tahun atau 5 tahun. Kemudian buku-buku itu dimiliki oleh pemerintah daerah setempat, dipinjamkan kepada para siswa selama tahun pelajaran berlangsung. Setiap kekurangan buku langsung dipesan kepada toko buku atau penerbit, dan buku-buku yang baru dibeli tidak akan kehilangan gunanya ataupun harganya, karena tahun-tahun berikutnya akan dapat dipergunakan seterusnya.

Kalau bencana banjir terus datang dan datang lagi?

Mungkin perlu dicari teknologi lain yang memiliki kemampuan 'waterproof' atau 'banjirproof', tahan direndam dalam air, sekalian saja 'schockproof, 'antimagnetig', dan jangan lupa harus 'korupsi-free', 'kolusi-free', dst. Bikin saja buku yang lembarannya menggunakan plastik tahan air, tetap jernih dan bening walau direndam lumpur berminggu-minggu.
Jakarta, 21 April 2005
Bambang Subaktyo, EDV.F.T.
E-mail Pengirim: subaktyo@yahoo.com

Terima kasih Pak Bambang,
Sebetulnya tidak begitu susah untuk tebak, mengapa buku-buku dirubah terus. Mencetak ulang buku "baru" menguntungkan siapa??? Mengapa pejabat-pejabat setuju???

Saya sendiri, waktu bekerja di DEPDIKNAS diminta ikut campur dengan hal ini. Pimpro saya diminta anggaran dari proyek kami untuk mencetak edisi buku Bahasa Inggiris baru untuk semua SMU di Indonesia.
Setelah Pimpro saya membaca dua-duanya edisi kesimpulan beliau "hampir tidak ada bedanya". Jadi saya juga diminta untuk membandingkan edisi-edisi buku itu, memang saya tidak dapat melihat untungannya sama sekali untuk pelajar (sebagai guru Bahasa Inggris dan konsultan pendidikan). Memang tidak perlu dicetak lagi.

Tetapi waktu saya menyampaikan informasi ini di dalam rapat dan membela kasus "jangan cetak lagi", suasananya seperti menghadapi musuh-musuh, bukan membahas hal dengan orang-orang yang peduli pendidikan. Baru waktu itu saya sadar sebabnya Pimpro saya (Pegawai Negeri) tidak mau ikut rapatnya.

Keuntungan kami waktu itu, Bpk. Indra Jati Sidi, Dirjen Dikdasmen memutus bawha buku-buku tersebut tidak perlu dicetak lagi. Tetapi dari sumber dana yang lain, saya tidak tahu......

Terus terang, saya senang karena uang proyek kami diselamatkan dari kantong pencetak-pencetak. Yang jelas, menurut saya dan Pimpro saya, kalau buku-buku itu dicetak lagi pasti tidak ada keuntungan sama sekali buat pelajar di SMU.
Phillip R. (Webmaster)

Tanggal: 2 Juni 2005


Nama: M.Aulia.F
Dari: Kepulauan Riau
Saya: Siswa SMAN Plus Prop Riau 2002/2003
Aspirasi / Informasi: Saya ingin Menanyakan tentang beasiswa.. Kepri sebagai propinsi yang baru dan memiliki potensi yang sangat bagus ntuk kedepannya sudah semestinya mencari bibit dan sumber daya manusia yang berkualitas.. saat masih bergabung dengan propinsi Riau, Pemda Kab.Kepri sangat mewanti-2 agar sebanyak2 siswa dan siswi SLTP untuk dapat memasuki SLTA yang berkualitas (sbg contoh SMAN Plus Propinsi Riau ini dengan segala prestasi yang telah diraihnya) dan seeluruh pelajar bertekad untuk menjadi yang terbaik di kabupaten masing2 begitu juga di Kepri.. Sehingga dapat meraih keberhasilan untuk memasuki Sekolah yang unggulan.. Apakah Tidak sebaiknya demi lebih meningkatkan prestasi dan potensi yang dimiliki masyarakat Kepri juga demi kemajuan propinsi Kepri di masa yang akan datang Pemda membangun sekolah yang berlabel "PLUS" juga??

Serta demi menghargai dan memberikan penghargaan kepada siswa yang telah berusaha dan berhasil memasuki sekolah unggulan tersebut, Pemda memberikan BEASISWA?? Dengan pertimbangan untuk melanjutkan di PTN Favorit dalam negeri maupun luar negeri.. Toh siswa dan siswi yang berhasil kelak pasti akan kembali mengabdi kepada propinsi baru tempat mereka (kami) di besarkan yaitu Propinsi Kepulauan Riau dengan Maksud memajukan dan mengembangkan PEMBANGUNAN dan program lain Pemda.. Saya yakin, mereka (kami) akan menjadi orang yang sangat berguna dan sangat berpotensi demi meraih prestasi dan cita-cita serta dapat diandalkan untuk pembangunan dan pengembangan propinsi Kepri..

Kepada Pemda, Mohon Dipertimbangan dan di tindak lanjuti..
Atas perhatian-Nya saya ucapkan terima kasih..
E-mail Pengirim: ferdhey_myls@yahoo.com
Tanggal: 02 Juni 2005


Nama: ki gendeng
Dari: sawah sumur arjasa sumenep
Saya: Mahasiswa universitas islam negri suka
Aspirasi / Informasi: aspirasi / informasi dengan naiknya BBM makin banyak masyarqkat yang tidak mampu melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi danini semua kesalahan orang yang miskin sehingga banyak buku-buku yang mensinyalir tentang orang miskin dilarang sekolah. sory keburu- buru
E-mail Pengirim: jondi@yahoo.com
Tanggal: jum,at -03-06-2005


Nama: machfud chalimi
Dari: surabaya jawa timur
Saya: Mahasiswa unesa
Aspirasi / Informasi: dalam membangun pendidikan bangsa, memang bagus jika diadakan perubahan kurikulum, tetapi bagaimana kurikulum itu bisa berjalan jika masyarakat sendiri tidak mengerti kurikulum tersebut. sosialisasi tidak hanya pada guru, murid, tetapi juga para wali murid. pendidikan akan sukses jika ada keselarasan antara guru, murid, dan orang tua murid.
E-mail Pengirim: mc_chalim@yahoo.com
Tanggal: 05 juni 2005


Nama: machfud chalimi
Dari: surabaya jawa timur
Saya: Guru Tk-TPQ nurul huda kalongan surabaya
Aspirasi / Informasi: yang menghambat pendidikan di indonesia sebenarnya masyarakat indonesia sendiri. sebagai bukti kurang pedulinya masyarakat adalah di desa saya terdapat playgroup yang tidak memungut biaya sama sekali, tetapi banyak dari masyarakat setempat malah menarik kembali anak mereka dengan alasan yang tidak jelas. padahal guru di PG tersebut termasuk guru yang memperoleh penghargaan dari gubernur jawa timur atas perjuangannya dalam PADU.
E-mail Pengirim: saf_aisy@yahoo.com
Tanggal: 05 juni 2005


Nama: SHAUM
Dari: INDRAMAYU / JAWA BARAT
Saya: Siswa SMK NEGERI 1 INDRAMAYU
Aspirasi / Informasi: ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHIWABAROKATUH.
MELIHAT KEADAAN BANYAK ANAK-ANAK YANG SUDAH SEHARUSNYA MEMASUKI DUNIA PENDIDIKAN TETAPI MASIH BANYAK YANG BELUM MENGERTI AKAN PENDIDIKAN TERSEBUT. SAYA TURUT PRIHATIN AKAN SEMUA INI. DAN UNTUK SELANJUTNYA KITA SEBAGAI ORANG YANG MEMILIKI AGAMA HARUS SELALU BERTINDAK JUJUR DALAM HAL APAPUN. PENGELOLAAN SDM AKAN TERLIHAT BAIK ITU TEGANTUNG KITA MEMPROSESNYA. DAN UNTUK ITU KEJUJURAN ADALAH JALAN UNTUK MENCAPAI KEDAMAIAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN, INSYA ALLAH!!!
MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN KATA. TERIMA KASIH...
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHIWABAROKATUH.
E-mail Pengirim: shaum_ramadhan@plasa.com
Tanggal: 5 JUNI 2005


Nama: Data putra
Dari: Medan/Sumut
Saya: Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam
Aspirasi / Informasi: BIAYA PANGKAL UNIVERSITAS URUTAN TERATAS SEPERTI UGM ,UI,ITB KOK SELANGIT KATANYA MAU MEMPERBAIKI MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA TAPI GIMANA BISA KALAU SESEORANG YANG SEHARUSNYA LAYAK DUDUK DISANA GARA-GARA UANG PANGKAL SEBESAR ITU JADI TAK BISA
TOLONGGGG
PERHATIKAN INI INDONESIA BELUM MAKMUR NEGARA YG SUDAH MAKMUR AJA PENDIDIKAN DI BIAYAI GIMANA INDOESIA BISA BANGKIT DARI KETERPURUKAN INI
E-mail Pengirim: fileeesoon@yahoo.com
Tanggal: 5 juni 2005


Nama: M Yudha Sugiantoro
Dari: Yogyakarta
Saya: Mahasiswa UGM Yogyakarta
Aspirasi / Informasi: Pak, Tolong perhatikan nasib orang-orang yang terlantar dan tidak mendapat kesempatan sekolah. Terus terang, saya termasuk orang miskin dan tidak mampu melanjutkan study di perguruan tinggi. awas ya pak, tak tunggu jawabnnya!
E-mail Pengirim: gugunel-gul@yahoo.com
Tanggal: 6 Juni 2005


Nama: blues_irfan
Dari: cibarusah
Saya: Mahasiswa australia
Aspirasi / Informasi: om tante pemerintah jalanan masih banyak yang rusak tuh, sy kaget pas liburan ternyata jalan-jalan dicibarusah banyak yang rusak berat padahal daerah itu daerah industry yang semua orang tau, termasuk temen sy di australi, kecewa sih kaga tapi memalukan sekali
E-mail Pengirim: blues_irfan@yahoo.com
Tanggal: 07 juni 2005


Nama: aman
Dari: cirebon
Saya: Siswa sma negeri 1 karangsembung
Aspirasi / Informasi: Pa SBY saya mau menyampaikan aspirasi tentang dunia pendidikan di Indonesia. Menurut saya pendidikan di indonesia harus segera di perbaiki sarana dan prasarananya terlihat di setiap pelosok pedesaan hanya.
E-mail Pengirim:
Tanggal: selasa, 07-05-2005


Nama: Wariadi
Dari: Sidoarjo - Jawa Timur
Saya: Siswa SMA "Budi Utomo" Prambon - Sidoarjo
Aspirasi / Informasi: Menurut saya, dengan adanya OTODA dalam Dunia Pendidikan, hanya menyusahkan siswa - siswi yang tidak mampu (Seperti Saya). dengan adanya OTODA, maka dari pihak sekolah membuat peraturan - peraturan sendiri yang sangat menyiksa. misalnya : siswa diwajibkan membayar administrasi Perpisahan (Rekreasi) walaupun siswa tersebut tidak ikut. kalau tidak membayar, maka Ijasah siswa tersebut tidak diberikan. bagaimana langka yang ditempuh oleh pihak pemerintah dalam menanggapi masalah tersebut ?. peraturan - peraturan yang sama, tidak hanya terjadi di sekolah saya, tapi juga di seklah - sekolah lain di Kab. Sidoarjo.
E-mail Pengirim: Siera_Com@Plasa.Com
Tanggal: 7 Juni 2005


Nama: Syarip Aripin
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa Bandung
Aspirasi / Informasi: Saya tidak paham dengan cara berpikir pemerintah Indonesia, sedikitpun, karena aneh sekali cara berpikirnya, ntah makan apa mereka?

masa bikin peraturan ga dijalanin, bikin peraturan bahwa Pendidikan itu ditanggung pembiayaannya sama pemerintah.. lihat aja UU Sisdiknas dan AMANDEMN UUD 45, ironisnya lagi, kata mereka ini supaya masyarakat terlibat, emang buktinya kaya gmn? buktinya orang-orang kaya yang dapat menyumbang dalam lembaga pendidikan mendapatkan perlakuakn KHusus dan mendapat beasiswa liat aja, RUU BHP yang baru
E-mail Pengirim: tak_merah@yahoo.com
Tanggal: 8 Juni 2005


Nama: Syarip Aripin
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa IAIN Bandung
Aspirasi / Informasi: Masih inget kah, waktu SBY-Kalla terpilih pertama kali?.. mereka berencana untuk melakukan fit n proper test, pertanyaan saya adalah; kenapa Bamabang Sudibyo yang dipilih?

pertanyaan ini saya kemukakan bukan karena saya sirik atau iri, tapiu untu melihat konsistensi SBY-Kalla dalam programnya, padahal Bambang Sudibyo itu ahli ekonomi bukan ahli pendidikan, terliaht kan? betapa SBY-Kalla tak jauh beda dengan Soeharto. Pembangunan Jalan Diutamakan, pendidikan no terakhir. dan klo liat bamabnag Sudibyo kita dapat menyimpulkan klo dia todak berperspektif pendiidkan, .......
E-mail Pengirim: tak_merah@yahoo.com

Maaf kalau disensor, tetapi ini bukan aspirasi lagi, aspirasi adalah sesuatu yang menyebutkan masalahnya boleh, tetapi harus menuju ke yang lebih baik, solusi!
Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"
Solusinya apa? Seharusnya pilih siapa? Mengapa?
Juga, buktinya di mana? Kasus-kasus?
Mohon pengertian
Phillip R. (Webmaster)

Tanggal: 8 Juni 2005


Nama: dharmono
Dari: Cilaku - Cianjur
Saya: Staf Teknologi Jakarta
Aspirasi / Informasi: Saya baru pindah dari semarang. dulunya saya usaha komputer di semarang. karena istri ingin dekat sama orang tua... ya. saya akhirnya jadi orang CILAKU - CIANJUR. Tepatnya di Blok C5 No. 9 Perumahan Kota Baru Cilaku Cianjur.
Dan saya ingin sekali mengembangkan usaha komputer di bidang pendidikan, service, pengetikan maupun jual beli kembali. Tapi karena tidak adanya modal cita-cita saya sampai sekarang belum terwujud.
Jika ada yang berminat kerjasama usaha dibidang Komputer Hubungi Saya di : 0263-341245 Abdagiga@yahoo.com
E-mail Pengirim: abdagiga@yahoo.com
Tanggal: 8 Juni 2005


Nama: Oman
Dari: bandung
Saya: Mahasiswa Ektensi Fikom Unpad
Aspirasi / Informasi: menurut saya pendidikan indonesia di katakan masih ketinggalan jika dibandingkan dengan negara jepang, cina, uni soviet, USA. dan yang menyebabkan pendidikan indonesia tertinggal jika dibandingkan dengan negara tersebut karena keterbatasan teknologi & SDM manusianya, maksudnya jika teknologi yang berhubungan dengan pendidikan saja belum lengkap gimana bisa maju, seharusnya indonesia berusaha untuk menciptakan sebuah alat yang berhungan dengan pendidikan contoh yang baru saja ada yaitu di JEPANG, JEPANG baru saja menciptakan sebuah kalkulator kecil (15 X 10 cm / hampir serupa dengan leptop tetapi sistemnya berbeda dan lebih kecil dari leptop bentuknya tapi seperti kalkulator yang dilengkapi antena dan juga dilengkapi dengan akses intenet, seharusnya indonesia bisa menciptakan alat yang berbeda dari negara lain yang berhubungan dengan pendidikan, dan jalan yang paling tepat utamanya yaitu SDM-nya mereka harus berusaha untuk mencoba sadar bahwa pendidikan itu penting sehingga negara kita tidak ketinggalan jauh dengan negara lain dan juga pemerintah harus mengingatkan juga kepada seluruh rakyat yaitu dengan memberikan pendidikan didaerah daerah pedalaman atau daerah yang tingkat pendidikannya dianggap cukup minim.
E-mail Pengirim: antibohong@yahoo.com
Tanggal: 09 Juni 2005


Nama: Feriya Rembulan
Dari: jakarta
Saya: Mahasiswa padjajaran
Aspirasi / Informasi: untuk yang merasa menyelewengkan dana untuk pendidikan mohon kesadarannya untukmemperhatikan keadaan pendidikan di negeri kita ini,kita mengetahui pendidikan di negeri kita ini sudah semakin parah dalam pendidikan , kita tidak akan sanggup menghadapi masa depan jika keadaan pendidikan tetep seperti ini,jadi untuk para "PENYELEWENG" mohon kesadarannya akan nasib bangsa ini dalam pendidikan.Dan untuk para pembangun pendidikan jangan berhenti untuk mamperjuangkan kebangkitan pendidikan di negeri kita.Hidup pendidikan Indonesia........
E-mail Pengirim: GembloenK007@yahoo.com
Tanggal: jum'at 10 juni 2005


Nama: Nasrul Azwar,S.Pd
Dari: Padang/ Sumatera Barat
Saya: Guru SMA Negeri 10 Padang
Aspirasi / Informasi: Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,tugas terletak ditangan Bapak/Ibu guru,baik di tingkat dasar, menengah, atau pun lanjutan.

Tugas guru itu sangat berat, lima tahun atau sepuluh tahun yang akan datang ditangan guru akan lahir-pemimpin bangsa dan negara. Sementara jika dilihat kembali bahwa mutu pendidikan bangsa Indonesia masih sangat terpuruk jika dibandingkan dengan negara-negara Asean, Indonesia di bawah Negara Vietnam.

Siapa yang salah ? Apakah Kurikulum yang salah ? Ganti menteri ganti kurikulum,sehingga belum pernah tuntas, setiap sebentar muncul yang namanya Kurikulum 1975. Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, dan sekarang muncul Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Ada yang berpendapat Guru yang tidak bisa mengajar? Bagaimana guru mau mengajar penuh sementara pekerjaan sampingan masih dilakukan seperti tukang ojek,makelar mobil, dagang dipasar, jual ayam, telur, pakaian secara kredit ke sekolah, jual buku di sekolah dan seribu satu tugas samping lainnya, Kenapa demikian ?Karena menurutnya guru masih belum mendapat tempat di tengah-tengah masyarakat,Cemoohan masyarakat dimana kerjanya bapak/Ibu itu? jawab Guru. Oooooooooooh guru. Memang benar gaji guru itu sangat kecil sekali apalagi jika untuk membiayai kehidupan rumah tangga, biaya anak sekolah, ansuran kredit rumah, bayar cicilan hutang kepada Bank.semua persoalan ditanggung oleh guru.Dinegara Malasyia dan Singapura dan Brunai Darussalam.

Guru Mendapat tempat terhormat di masyarakat. Pemerintahnya mampu membayar mahal Jasa Guru . Di Jepang apa lagi. Guru Sangat dihormati.Di Jerman Guru dihargai oleh masyarakat dan negara. Semuanya kembali kepada kita Pemerintah harus mampu mengangkat harkat martabat guru Caranya adalah naikkanlah gaji guru maka guru tidak akan lagi melakukan kerja sampingan dia akan tekun bekerja ,jika kehidupan guru itu sudah mapan.tinggal di rumah yang layak, pergi kesekolah pakai kendaraan, maka masyarakat itu lambat lanun akan hormat dan segan kepada guru Jika harkat martabat guru itu sudah melekat, maka guru akan mendapat tempat di masyarakat,Guru akan dihormati dan disegani oleh anak-anak didiknya.

Demikianlah sedikit padangan saya terahadap pengingkatan mutu pendidikan,jika guru sudah mapan kehidupannya, maka ia akan bekerja tekun dan sungguh-sungguh. jika mereka bekerja sunggug-sungguh, maka akan berimbas kepada peningkatan mutu /kualitas siswa yang didiknya. maka semboyan Pahlawan tanpa jasa itu akan berkibar di hati guru-guru Indonesia
E-mail Pengirim:
Tanggal: 10 Juni 2005


Nama: Muhammad Idrus
Dari: Maros/Sulsel
Saya: Guru SDN 1 Pakalu I
Aspirasi / Informasi: Pak SBY, sebaiknya pelajaran bhs Inggris di SD negeri dijadikan mata pelajaran wajib (bukan Mulok) secara nasional sebagaimana pelajaran PPKn, IPA, IPS, Matematika, dan bhs. Indonesia. Ini penting agar siswa lebih siap memasuki era global.
E-mail Pengirim: idrus_maros@yahoo.com
Tanggal: 10 Juni 2005


Nama: Masdal Arief
Dari: Bndung/Jabar
Saya: Mahasiswa Poiliteknik Pos Indonesia
Aspirasi / Informasi: Saya sangat berharap agar pemerinta kembali proaktif dalam meningkatkan kualitas pondidikan di tanah air yang tercinta ini, sebab kita lihat sekarang ini pendidikan yang biayanya selangit dan bagi yang tidak mampu tidak dapat kuliah walaupun otaknya brilyan. fenomena tersebut juga mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia, bagaimana mungkin bermunculan SDM- SDM yang berkualitas jika sekolah- sekolah sudah dijadikan temapt berbisnis oleh sebagian oknum yang tak bertanggung jawab dan saya melihat pemerintah sekarang tutup mata dengan hal tersebut
E-mail Pengirim: masdal_arief
Tanggal: 11/06/05


Nama: yossi dewanti
Dari: Purwokerto/Jawa Tengah
Saya: Masyarakat
Aspirasi / Informasi: Kabarnya mulai tahun ajaran 2005/2006 pemerintah mencanangkan pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP. Saya berharap berita ini benar adanya dan pemerintah serius dalam pelaksanaannya sehingga tidak akan terjadi lagi kebocoran dana. Amin.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 12 juni 2005


Nama: anwar haviz
Dari: jambi/jambi
Saya: Mahasiswa universitas jambi
Aspirasi / Informasi: mohon dikerimin kurikulum kbk smp bidang studi fisika dan gbpp...terimakasih
E-mail Pengirim: co_cukeeil@yahoo.com
Tanggal: 12-06-2004


Nama: Biasa dipanggil "DM"
Dari: Jombang-Jawa Timur
Saya: Masyarakat Malang
Aspirasi / Informasi: Assalamualaikum Wr.Wb,
Selamat pagi,siang, sore, petang, pemimpin ku.
Mungkin ini hanya sebuah keisengan dari seorang Indonesia.


Saya ingin menanggapi sistem yang sering saya temukan dalam sebuah birokrasi sebuah instansi, saya salut dengan langkah yang diambil Bapak SBY untuk membentuk KPK, namun berat rasanya apabila pengoptimalan sistem yang diterapkan di Indonesia hanya di kontrol oleh sebuah lembaga independen.

Saya mempunyai "USUL USIL" yang saya rasa cukup efektif. Mohon pemerintah melibatkan masyarakat dalam pengontrolan tsb, kalo tidak salah istilahnya "KONTROL SOSIAL", Apalagi kalo melibatkan para komunitas yang MASIH punya idealisme yang kuat ya... (saya hanya menulis sedikit tentang usul usil saya...???, insya Allah kalau aspirasi ini tidak dibaca pasti tidak di balas )
E-mail Pengirim: ledy_djombang@yahoo.com
Tanggal: 12 JUNI 2005


Nama: H.M.Zainie Hassan.A.R dr SpKJ
Dari: Bandung/Jawa Barat
Saya: Dosen Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK UNPAD
Aspirasi / Informasi: Idealnya setiap calon guru (juga calon profesi lainnya) mengenal kepribadian yang ada pada dirinya kemampuannya kelebihan serta kekurangan dirinya sehingga dia dapat menjadi seorang guru "yang memang pantas untuk menjadi seorang guru" memberikan contoh teladan bagi muridnya, bagi keluarga, bagi masyarakat disekitarnya.

Memang manusia tidak ada yang sempurna tetapi mengenal kekurangan diri sendiri agar tidak menjadi hambatan atau gangguan terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain sangat penting, contoh seorang yang kepribadian judes, mudah tersinggung, waspada berlebihan mementingkan diri sendiri, apakah pantas menjadi seorang guru? mungkin lebih cocok jadi Satpam! saran saya coba memilah milah calon guru/calon kepala sekolah/calon pegawai diknas mereka yang punya ciri kepribadian yang sesuai, punya minat pengabdian, tidak mementingkan diri sendiri.
E-mail Pengirim: zainie@psychiatry.fk.unpad.ac.id
Tanggal: 13 Juni 2005


Nama: abidin mahifa
Dari: gorontalo
Saya: Mahasiswa UNG
Aspirasi / Informasi: saya hanya sampaikan bahwa pendididkan indonesia saat belum bisa kita standarkan kelulusannya karena banyak faktor yang menjadi kendala diantaranya perbandingan fasilitas penunjang seperti indonesia barat dengan indonesia timur, beside that tenega pengajar yang masih diragukan kualitasnya, jadi bisa kalau beberapa tahun kemudian.
E-mail Pengirim: abidin_mahifa@yahoo.com.au
Tanggal: 13 juni 2004


Nama: ihsan salim
Dari: banda aceh
Saya: Mahasiswa LP3I Cabang Banda Aceh
Aspirasi / Informasi: banyak diantara kita yang mempunyai kemauwan untuk belajar, tetapi harus terhenti karna kurangnya biaya, oleh karna itu maka purlu adanya beasiswa dari lembaga manapun yang ber hati mulia mau membantu soudara nya untuk menuntut ilmu, dengan hal ini juga secara tidak langsung telah membantu pemerintah dalam hal mengurangi angka pengangguran.
E-mail Pengirim: iceman_ronal@yahoo.com
Tanggal: 16 juni 2005


Nama: zahra
Dari: jombang jatim
Saya: Siswi smu
Aspirasi / Informasi: saya kok ga suka dg pendidikan di indonesia karna kurangnya kedisiplinan & kurangnya minat membaca seandainya seperti itu pasti kualitas di negara kita bakalan maju dech!!! PERCAYA KAn???
E-mail Pengirim: azahwa@plasa.com
Tanggal: 18 juni 2005


Nama: hamzah A
Dari: Palu, Sulawesi Tengah
Saya: Guru SMK Alkhairaat Palu
Aspirasi / Informasi: Assalamu Alaikum Wr.Wb
Di Indonesia saat ini yang dibutuhkan adalah penetapan suatu program pendidikan yang tidak bersifat temporer, yang ikut berubah dengan adanya pergantian kepemimpinan departemenya. sementara program-program lalu belum terlaksana dengan baik muncul lagi program baru yang dibawah oleh pemimpin baru tanpa didahului hasil penelitian akurat terhadap setiap program yang dulu perna ada
Terima Kasih
Hamzah A
E-mail Pengirim: alim_hamzah@yahoo.com
Tanggal: 20 Juni 2005


Nama: FERI FB (26)
Dari: MEDAN / SUMATERA UTARA
Saya: Konsultan UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
Aspirasi / Informasi: SAYA MOHON KEPADA DOSEN - DOSEN UNTUK MENGAJAR LEBIH DISIPLIN PADA JADWAL MATA KULIAH YANG TELAH DITERAPKAN, UNTUK TIDAK DATANG TERLAMBAT. KAMI SEBAGAI MAHASISWA BOSAN UNTUK TERUS MENUNGGU DOSEN YANG DATANG TELAT DAN SUKA - SUKA. DAN KAMI MOHON PADA UJIAN AKHIR NANTI UNTUK DAPAT MEMBERI KISI - KISI MATA KULIAH.
E-mail Pengirim: fee_ri@yahoo.com
Tanggal: 20 JUNI 2004


Nama: choirul anam zuliadi
Dari: lampung
Saya: Mohon Pilih malaysia
Aspirasi / Informasi: aku nggak tahu harus tulis apa di kolom SAYA, karena saya di malaysia adalah pekerja dan tak termasuk didalam sana.

saya sebenanya punya keinginan untuk sekolah yang tinggi tapi aplah daya karena keadaan ekonomi keluarga yang tak memungkinkan untuk saya sekolah tinggi, yang sampai akhirnya saya pergi ke luar negri untuk mencari biaya kuliah, tapi setelah sampai di sini kesempatan tu hilang sudah, karena kesempatan untuk mengikuti spmb hanya 3x saja, jadi kalau saya balik tahun depan kesempatan itu dah hilang. kenapa pemerintah membatasi kesempatan ini? bukannya membandingkan kalau dimalaysia tak ada batasan untuk masuk ke university. maaf kalau ada yang tersinggung. jadi bagaimana kalau aku mau masuk PG yang negeri, dan bagaiman untuk program D3? mohon bantuannya. terima kasih. sekali lagi maaf kalau ada pihak2 yang tak berkenan.
E-mail Pengirim: irul_choirul@yahoo.com
Tanggal: 23 juni 2005


Nama: Fuji
Dari: Lamongan, Jawa Timur
Saya: Siswi MTs. M 04 Bulubrangsi
Aspirasi / Informasi: Saya ingin agar kualitas pendidikan di Indonesia ditingkatkan, agar pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang. Selain itu juga prasarana dalam pendidikian harus dilengkapi dengan baik.Dan jangan sampai para pemerintah itu KORUPSI. Insya Allah dengan cara ini akak berhasil. AMIIIN !!
E-mail Pengirim: fuji@yahoo.com
Tanggal: 24 Juni 2005


Nama: Ismatul ziza
Dari: lamongan ,jawa timur
Saya: Siswi MTS, MUHAMMADIYAH 04
Aspirasi / Informasi: saya mengharapkan sekali pada sektor pendidikan di indonesia ini bisa meningkat labih maju dibandingkan dengan negara - negara lain yaitu dengan cara memasukkan guru yang lebih pintar dan dana yang dikeluarkan untuk sekolah lebih banyak untuk mengatasi anak anak yang terlantar dijalan supaya dapat belajar dengan layak sebagaimana mestinya untuk itu saya berharap pada bapak presiden untuk meningkatkannya supaya tidak banyak para pejabat yang korupsi dalam hal tersebut.
E-mail Pengirim: ziza@yahoo coom
Tanggal: 24 juni 2005


Nama: ario
Dari: surabaya
Saya: Masyarakat Sidoarjo
Aspirasi / Informasi: Mohon bantuannya untuk diinformasikan dimana kami bisa mendapatkan ujian persamaan setingkat slta di daerah sidoarjo, terima kasih
E-mail Pengirim: masariotok@yahoo.com
Tanggal: 250605


Nama: dharmono
Dari: cilaku-cianjur-jawa barat
Saya: Masyarakat jawa barat
Aspirasi / Informasi: Saya baru pindah dari semarang. dulunya saya usaha komputer di semarang. karena istri ingin dekat sama orang tua... di cianjur ya. saya akhirnya jadi orang CILAKU - CIANJUR. Tepatnya di Blok C5 No. 9 Perumahan Kota Baru Cilaku Cianjur.
Dan saya ingin sekali mengembangkan usaha komputer di bidang pendidikan, service, pengetikan maupun jual beli. Dan saya biasa pasang jaringan LAN-WAN baik windows maupun LINUX.
Tapi karena tidak adanya modal cita-cita saya sampai sekarang belum terwujud.
Jika ada yang berminat kerjasama usaha dibidang Komputer Hubungi Saya di : 0263-341245 SMS : 0856 8242454
E-mail Pengirim: kukudelima@yahoo.com
Tanggal: 26


Nama: Sonny Saputra
Dari: Denpasar/Bali
Saya: Siswa SMAN 1 Denpasar
Aspirasi / Informasi: Tolong tentang informasi beasiswanya,saya melihat masih sedikit untuk lulusan SMA.Juga tentang mengirim email dan SMS pada SBY sampai sekarang masih belum mendapat jawaban bagaimana ini?
E-mail Pengirim: saputra_sonny@yahoo.com
Tanggal: 25 Juni 2005


Nama: INDRA HANSA
Dari: LAMONGAN
Saya: Mahasiswa ITS SURABAYA
Aspirasi / Informasi: BAPAK PRESIDEN YANG TERHORMAT, SAYA SEBAGAI MAHASISWA MERASA KASIHAN PADA PARA CALON MAHASISWA YANG TELAH DITERIMA LEWAT JALUR PMDK HARUS DIKENAKAN BIAYA YANG MAHAL. PADAHAL HARAPAN MAHASISWA YANG DITERIMA LEWAT JALUR PMDK MENDAPAT BEASISWA PENUH/ GRATIS! DAN BAGAIMANA USAHA PEMERINTAH UNTUK MENJARING PARA SARJANA-SARJANA YANG TELAH MENYELESAIKAN STUDYNYA UNTUK MENGURANGI PENGANGGURAN DINEGARA KITA? ATAS PERHATIANNYA SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH.
E-mail Pengirim: H_4_17_5_A@ YAHOO.CO.UK
Tanggal: 28- 06- 05


Nama: Mirza
Dari: Malang/Jawat imur
Saya: Mohon Pilih SMP 21 Malang
Aspirasi / Informasi: Mohon, untuk informasi kelulusan khususnya SMP N 21 Malang, dapat di umumkan secepatnya. klo bisa hari ini..., Soalnya Udah Deg-degan
E-mail Pengirim: mirzapahlevi@yahoo.com
Tanggal: 29-06-2005


Nama: UMMULAILA .P
Dari: pematangsiantar/ sumut
Saya: Siswi man pematangsiantar
Aspirasi / Informasi: Pak kami ingin berdialog langsung kepada bapak. jadi kami mohon agar bapak mengunjungi semua sekolah-sekolah yang ada diseluruh indonesia. dan memperhatikan dunia pendidikan.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 29 juni 2005


Nama: ENDA LESTARI
Dari: PEMAANG SIANTAR
Saya: Siswi MAN
Aspirasi / Informasi: PAK, KENAPA DI NEGARA KITA INI MASIH ADA PERBEDAAN PENERIMAAN TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA YANG MENGENAKAN JILBAB DENGAN TENAGA KERJA YANG LAIN ?
E-mail Pengirim:
Tanggal: 29 juni 2005


Nama: chindy
Dari: sumatra utara
Saya: Siswi man
Aspirasi / Informasi: pak, kenapa masih banyak kejadian kejadian pemboman yang terjadi seperti dijakarta tadi pagi.saya mengharap bapak mau mencari solusinya. saya merasa kejadian tersebut sungguh mengerikan sekali.terima kasih
E-mail Pengirim:
Tanggal: 29 juni 2005


Nama: NOVITRI EVRIANI
Dari: Pematang Siantar / Sumatera Utara
Saya: Siswi MAN P. SIANTAR
Aspirasi / Informasi: Pak,negara kita sering terjadi korupsi, korupsi itu dilakukan oleh pejabat negara. Jadi apa hukuman yang pantas bagi pejabat itu. Seharusnya orang seperti itu harus di hukum mati.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 29 JUNI 2005


Nama: AFNIKA
Dari: pematang siantar
Saya: Siswi MAN pematang siantar
Aspirasi / Informasi: pak kapan bapak datanglangsung kesiantar saya ingin kalau bapak datang membawa bingkisan.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 29 JUNI 2005


Nama: wahyu
Dari: tegal
Saya: Siswa smk n 1 adiwerna
Aspirasi / Informasi: yth. bapak penerima pesan ini saya wahyu minta pengumuman hasil ujian nasional jawatengah 2005 secepatnya kalo bisa ke email saya wakhyusetiawan@yahoo.com
E-mail Pengirim: wakhyusetiawan@yahoo.com
Tanggal: 29 juni 2005


Nama: firman falandi
Dari: pematangsiantar / sumatra utara
Saya: Siswa madrasah aliyah negeri
Aspirasi / Informasi: PILKADA DI KOTA KAMI RATA - RATA ADA SUAPAN KEPADA MASYARAKAT DARI CALON CALON KEPALA DAERAH. BERARTI PILKADA INI TIDAK DIAMATI SECARA SERIUS
E-mail Pengirim: FIRMAN_NURANI@YAHOO.COM
Tanggal: 29 juni 2005


Nama: firman falandi
Dari: pematangsiantar / sumatra utara
Saya: Siswa madrasah aliyah negeri
Aspirasi / Informasi: PAK SBY, DIKOTA KAMI MINYAK BENSIN DAN SOLAR SULIT DIDAPAT.BANYAK LHO PAK YANG NYALAHKAN BAPAK , SEMENTARA BAPAK DISANA MUNGKIN NGGA TAHU
E-mail Pengirim: FIRMAN_NURANI@YAHOO.COM
Tanggal: 29 juni 2005


Nama: Evi Maysyaroh
Dari: Pematangsiantar/Sumatra Utara
Saya: Siswi MAN Pematangsiantar
Aspirasi / Informasi: Pak saya adalah seorang siswi disalah sau sekolah menengah dikota siantar. Beberapa minggu terakhir ini saya lihat dibeberapa pombensin yang keadaanny sangat buruk. kesediaan minyak yang sangat terbatas,sehingga banyak kendaraan yang tidak beroprasi. jadi kami minta kebijaksanaan bapak.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 29 Juni 2005


Nama: Arif Priyogo
Dari: Pematangsiantar
Saya: Siswa MAN Pematangsiantar
Aspirasi / Informasi: PAK, MENGAPA DIDAERAH KAMI INI KALAU MASUK ANGKATAN, HARUS MEMBAYAR SAMPAI PULUHAN JUTA? APA TIDAK ADA KESEMPATAN KEPADA ORANG - ORANG YANG SUSAH, PADAHAL BANYAK ORANG YANG MAMPU MASUK KEANGKATAN (TANPA BIAYA YANG -BANYAK).
E-mail Pengirim:
Tanggal: 29 juli 2005


Nama: dina
Dari: surabaya
Saya: Siswi smk darma siswa
Aspirasi / Informasi: sara mohon dengan sangat untuk sesering mungkin mengup-date web depdiknas.jangan cuman info masa lalu doank yg dipertahankan.atas nama semua siswa/i seindonesia kami sangat kecewa dg ketidak bergunaan web ini.
E-mail Pengirim: siji_dna1@yahoo.com
Tanggal: 30 juni


Nama: MHD YAKUB D
Dari: Sumatra Utara / Pematang Siantar
Saya: Siswa MAN Pematang Siantar
Aspirasi / Informasi: Pak SBY saya harapkan Bapak dapat menjalankan Roda Pemerintahan dengan baik sehingga apa yang dicita- cita dapat berhasil dengan baik
E-mail Pengirim: y@cub.com
Tanggal: 30 Juni 2005


Nama: LENY TRIANI
Dari: P.EMATANG SIANTAR/ SUMUT
Saya: Siswi MAN Pematangsiantar
Aspirasi / Informasi: Buat Bapak SBY mengapa akhir-akhir ini BBM susah di peroleh
E-mail Pengirim:
Tanggal: 30 JUNI 2005


Nama: cici ramayana
Dari: pematangsiantar/sumatra utara
Saya: Siswi MAN Pematangsiantar
Aspirasi / Informasi: Pak saya mau minta sama bapak bahwa nilai didalam UAN ini setiap tahunnya harus selalu dinaikkan. Karena dengan begitu minat belajar anak-anak di Indonesia ini meningkat, dan cara belajar disekolah sekolah itu fasilitasnya ditambahi dong Pak, misalnya tambah komputernya,pokoknya yang berbobot.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 30 Juni 2005


Nama: INDAH NURYANTI
Dari: PEMATANG SIANTAR / SUMUT
Saya: Siswi MAN PEMATANG SIANTAR
Aspirasi / Informasi: Pak SBY bagaimana cara untuk meningkatkan cara minat belajar yang baik dan mengurangi sifat yang egoisme terhadap ilmu.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 30 JUNI 2005


Nama: ERNI JULIANTI
Dari: PEMATANG SIANTAR/SUMUT
Saya: Siswi MAN Pematangsiantar
Aspirasi / Informasi: Buat Pak SBY, saya sangat sedih melihat teman-teman saya yang tidak bersekolah karena kehidupan ekonomi yang sangat minim. saya ingin sekolah terbuka digencarkan lagi!!
E-mail Pengirim: ERNI JULIANTI
Tanggal: 30 JUNI 2005


Nama: DEWI HANDAYANI
Dari: PEMATANGSIANTAR / SUMUT
Saya: Siswi MAN PEMATANGSIANTAR
Aspirasi / Informasi: Saya mengharapkan agar kiranya Bapak bisa lebih serius lagi dalam menghadapi negara kita ini. Sebab masih banyak koruptor-koruptor yang masih belum terungkap kasusnya. Saya harap Bapak bisa memahami.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 30 JUNI 2005


Nama: Halimah Tussa'diyah
Dari: Pematang Siantar/Sumatera Utara
Saya: Siswi MAN Pematang Siantar
Aspirasi / Informasi: Pak kenapa di siantar bahan bakar minyak tanah sangat sulit
E-mail Pengirim:
Tanggal: 30 JUNI 2005


Nama: Ridwan
Dari: Pematangsiantar\Sumatra Utara
Saya: Siswa MAN Pematangsiantar
Aspirasi / Informasi: PAK,SBY TOLONGLAH.BAPAK MEMBERITAHU KEPADA APARAT HUKUM BAHWAH SANYA HUKUM ITU JANGAN DIPERJUAL BELIKAN DAN HARUS MENJLAN KAN HUKUM HARUS DENGAN PERATURAN HUKUM, TERIMAKASIH
E-mail Pengirim:
Tanggal: 30-juni-2005


Nama: Halimah Tussa'diyah
Dari: Pematang Siantar/Sumatera Utara
Saya: Siswi MAN Pematang Siantar
Aspirasi / Informasi: Pak kenapa di siantar bahan bakar minyak tanah sangat sulit
E-mail Pengirim:
Tanggal: 30 JUNI 2005


Nama: Evi Susanti
Dari: Pematangsiantar / Sumut
Saya: Siswi MAN Pematangsiantar
Aspirasi / Informasi: Bapak SBY saya siswi dari salah satu sekolah yang ada di Pematangsiantar saya ingin menyampaikan aspirasi saya sebagai siswi. Saya melihat di kota Pematangsiantar ini mutu pendidikan masih belum memuaskan oleh karena itu saya ingin bertanya kepada bapak bagaimana cara untuk meningkatkan mutu pendidikan tersebut?
E-mail Pengirim:
Tanggal: 30 Juni 2005


Nama: Asep S
Dari: Bogor - JABAR
Saya: Masyarakat Bogor
Aspirasi / Informasi: Di kampung saya masih banyak anak usia sekolah SD tidak bersekolah karena orang tua miskin, anak yatim dll masalah sosial. Apakah ada program bantuan dari pemerintah melalui Sekolah/ diknas tk Kodya untuk menanggulangi keadaan ini terutama bila dihubungkan dengan dana pengalihan subsidi BBM untuk pendidikan.
E-mail Pengirim: asep@aman.or.id
Tanggal: 30 Juni 2005


Nama: Dewi febriYanti
Dari: Jakarta
Saya: Mahasiswi Bina Sarana Informatika
Aspirasi / Informasi: Saya hanya ingin memberikan saran Kepada Mendiknas Untuk mengembangkan pendidikan secara teknologi. Tidak hanya untuk sekolah yang bonafid tapi juga sekolah yang "kurang" akan fasilitas pendidikan terutama komputer,itu sangat penting untuk anak didik bangsa Indonesia!!!
E-mail Pengirim: dee_qu10@yahoo.com
Tanggal: 30/06/2005


Nama: appidionline@yahoo.com
Dari: Jakarta
Saya: Staf Teknologi Appidi Pusat
Aspirasi / Informasi: APPIDI (Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Indonesia). Memberitahukan kepada para anggotanya dan calon anggota untuk mendaftar ulang, di Sekretarian APPIDI Pusat Jakarta. Informasi selengkapnya di : http://www.appidi.or.id http://www.telematika.co.id Terima kasih
E-mail Pengirim: appidionline@yahoo.com
Tanggal: 30


Nama: dharmono
Dari: Jakarta
Saya: Staf Teknologi Jakarta
Aspirasi / Informasi: Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka dibentuklah Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Indonesia (APPIDI), dengan Akta No. 30, tanggal 15 September 2000, Notaris Ny Nelly Elsye Tahamata,SH. di Jakarta, sebagai wadah baru penyempurnaan dari Forum Komunikasi Yayasan Sekolah Swasta (FKYSS), merupakan hasil musyawarah pada Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ke-1 (satu) tahun 2000, Forum Komunikasi Yayasan Sekolah Swasta (FFKS) 3 Juli 2000 , disepakati dibentuknya lembaga profesi yang independen dan mandiri. Sebagai wadah terwujudnya masyarakat Indonesia yang cerdas, demokratis, modern, sejahtera, adil, yang dijiwai oleh ketakwaaan kepada Tuhan yang maha Esa.
Asosiasi Penyelenggara pendidikan Indonesia (APPIDI) merupakan wadah dan wahana perjuangan bagi komponen penyelenggara pendidikan Indonesia mengemban amanat, cita-cita dan semangat Proklamasi.
Semangat desentralisasi dan otonomi bukan saja milik pemerintah tetapi juga hak bagi penyelenggara pendidikan sesuai dengan perubahan paradigma sehingga memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi sekolah untuk bisa mandiri dan menentukan jati diri.
Dan saat ini membuka pandaftaran bagi para anggota : baik perorangan maupun yayasan dan lembaga pendidikan.
Alamat : Alamat surat : YASMIN, JL Raya Bogor, Km.27, Pekayon-Pasar Rebo, Jakarta Timur 13710 Telpon : 021-8703609, Fax 021-8703609 - Dharmono.
Sekretariat : Jl Wijaya I Blok Q/4 No. 381/N Kebayoranbaru - Jakarta Selatan 12170 Telpon 021-72799061
Wilayah Cianjur : Kantor Pendidikan P&K Sukanagara - Cianjur Telp. (0263) 341245 - A.Qohar.Sag
http://www.appidi.or.id / http://www.telematika.co.id
E-mail Pengirim: appidionline@yahoo.com
Tanggal: 1


Nama: Ilham Glend P
Dari: Jakarta
Saya: Masyarakat Indonesia
Aspirasi / Informasi: Saya hanya masyarakat awan yang perduli dengan pendidikan masyarakat. Sekedar bertanya kalo saya bisa mengumpulkan dana masyarakat (yang juga peduli dengan pendidikan) terus mau disalurkan, kira-kira kemana yah. supaya tepat sasaran bukan seperti janji-janji penguasa disalurkan tapi dikorupsi lagi plus pajak & biaya administrasi. thanks ya. oh ya saya juga punya kenalan yang mau membiayai uang kuliah full S2 dengan syarat mau menjadi dosen minimal 5 tahun, untuk S1 jurusan ato fakultas pendidikan. Intinya kuliahnya dibayarin tapi ilmunya musti dibagi lagi
E-mail Pengirim: ilhamglend@hotmail.com
Tanggal: 1 Juli 2005


Nama: lukaman
Dari: jawa timur
Saya: Masyarakat mojokerto
Aspirasi / Informasi: memang pendidikan di indinesia sekarang mahal dan itu sebuah pertanyan buat kiti. kok bisa malah itu kenapa? kalo menurut saya adalah yang aharus dirubah adalah pelaku sisitem yang berbudaya menindas dan menindas masarakat. coba kalo pelaku sistem mempunyai nilai. kerakyatam, kesetaraan, kedilan, aktif non violence. inya'allah semua akan teratasi.dan tugas kita semua untuk membantu kita yang lemah atau yang gak mampu.
E-mail Pengirim: 10382@plasa.com
Tanggal: 03-07-2005


Nama: Rudi Hartono Alias Milul
Dari: Samarinda-Kalimantan Timur
Saya: Mahasiswa Universitas Mulawarman
Aspirasi / Informasi: Ass. Pendidikan adalah kunci pengentasan kemisikinan dan ketertinggalan masyarakat indonesia untuk menghadapi persaingan global, seharusnya pemerintah pusat/daerah, yang diamanatkan dalam program Otonomi Daerah lebih memperhatikan pembangunan dalam sektor pendidikan, bukan pembangunan fisik dalam bentuk gedung atau infrastruktur umum yang kurang mendukung terhadap dunia pendidikan.

Kepedulian Pemerintah terhadap dunia Pendidikan, minimal diwujudkan dalam anggaran Pendidikan Murah bukan gratis dan sarana penunjang lainnya, seperti Perpustakaan dengan referensi buku kelas Internasional di samping buku sejarah lokal, bukan seperti sekarang kebanyakan perpusatakaan daerah bukunya terbitan tahun 40-an. harus ada kesamaan gerak yang di buat dalam bentuk program pendidikan nasional antara pemerintah daerah dengan pusat, yaitu: STOP sementara PEMBANGUNAN FISIK, UTAMAKAN PEMBANGUNAN SDM dalam jangka waktu 5 tahun ini.

Saya yakin anak cucu kita kedepan mampu membangunan sarana fisik seperti apa yang diharapkan PEJABAT-PEJABAT sekarang. Anggaran begitu besar dalam Otonomi Daerah ini, tidak sebanding dengan peningkatan PENDIDIKAN-nya. INGAT ITU!!! Wassalam
E-mail Pengirim: jagoan_faksi2004@yahoo.com
Tanggal: 4 Juli 2005


Nama: Rudi Hartono Alias Milul
Dari: Samarinda-Kalimantan Timur
Saya: Mahasiswa Universitas Mulawarman
Aspirasi / Informasi: Ass.
1. APAKAH PERTANYAAN INI di JAWAB?
2. Di REZIM ORBA, pendidikan tingkat SD-SLTA yang dibredeli dengan kurikulum yang menguntungkan PENGUASA, dengan cara PENYIMPANGAN SEJARAH. Sekarang REZIM SBY-KALLA, Bukan Lagi SD-SLTA, melainkan tingkat Perguruan Tinggi dengan cara membatasi proses belajar mahasiswa S1 Maximal 7 tahun dan D3 makximal 5 Tahun, kemudian Absensi perkuliahan wajib hadir 80 % pertemuan perkuliahan, kalau tidak memenuhi, resikonya tidak dapat mengikuti UJIAN AKHIR SEMESTER.

Pertanyaanya: 1. Bukankah itu bentuk pengebirian aktifitas dan kreatifitas mahasiswa? Pendapat anda?

2. Mungkin dengan cara seperti itu PEMERINTAH SBY-KALLA lebih aman dari gangguan aksi/demo mahasiswa. Pendapat Anda?

3. Saya bisa di bilang aktivis juga dikalangan teman-teman mahasiswa yang lain, karena pada saat saya masih Kuliah di D3 Tek Tambang Unmul, saya sempat memimpin kawan-kawan mhs teknik untuk demo penggantian Dekan dan itu terulang sampai dua kali. kasus pertama dan kedua Dekan tersebut sama, terindikasi Korupsi dan Pengelapan Bantuan Dana dari Perusahaan Swasta.

perjuangan kami termasuk sukses, karena Dekan pertama dan kedua akhirnya di ganti. tapi resiko yang saya terima, pada saat saya minta penundaan pembayaran SPP, saya tidak bisa diterima sebagaimana seperti kawan-kawan mahasiswa yang lain, dan juga pada saat saya mengajukan permohonan PKL ke Program Studi juga dipersulit, akhirnya aku tetap bisa PKL, tapi tanpa surat permohohan dari fakultas.

Yang sangat menyedihkan sampai sekarang, permohonan penelitian Tugas Akhir dan Pengajuan Judul Tugas Akhir saya sampai sekarang belum juga ada tindak lanjutnya, dan itu sudah berlangsung selama 1 tahun ini. untuk ini saya gak bisa ambil jalan pintas, karena TA harus ada persetujuan judul dari Fakultas. ya.... terkatung-katung gak jelas begini. Kemudian aku sedikit putus asa, di tahun ajaran 2004 lalu saya masuk lagi kuliah tahun ajaran baru di universitas yang sama dengan Fakultas yang berbeda dan strata yang lebih tinggi yaitu S1.

Ini untuk mengantisipasi kalau saya kena DO di Tek Tambang. tapi kelihatannya di Fakultas yang berbeda, saya mendapatkan perlakuan yang sama pada saat masih di Tek, karena absensi saya tidak memenuhi standar 80 %, maka selama 2 semseter ini saya tidak dapat mengikuti UJIAN AKHIR SEMESTER. sebenarnya kurangnya absensu hadir saya dalam perkuliahan bukan karena aku malas untuk kuliah, tetapi aku lebih mementingkan pergerakan sosial yang selama ini menjadi KOMITMEN-ku ketika ada ketimpangan dalam PEMERINTAHAN PUSAT/DAERAH. bukankah itu bagian dari proses belajar dan pengabdian saya dalam dunia pendidikan dan generasi bangsa ini! dalam hal ini aku minta komentar dan solusi anda?
Wassalam
E-mail Pengirim: jagoan_faksi2004@yahoo.com
Tanggal: 4 Juli 2005


Nama: wing Dharmawan
Dari: Bandung / Jawa barat
Saya: Masyarakat Bandung
Aspirasi / Informasi: Apakah benar anak-anak kelahiran Propinsi Riau / anak asli daerah Riau bisa mendapatkan fasilitas pendidikan gratis / Bea Siswa untuk tingkat SD, SMP, SMU ? Bagaimana caranya?
E-mail Pengirim: wingd@triadiyasa.co.id
Tanggal: 6 juli 2005


Nama: muh tarom
Dari: kyoto/japan
Saya: Masyarakat kyoto
Aspirasi / Informasi: Assalamualikum Wr wb
Bapak Mentri yang Terhormat, sebelumnya saya memperkenalkan diri saya, saya Adalah salah seorang peserta magang kerja di jepang yang di salurkan dari DEPNAKER TRANS RI dengan IMM JAPAN.

saya mau menanggapi Atas Gagasan bapak Mentri yanng akan menghapus SERAGAM sekolah, mohon di pertimbangkan kembali karena ,saya Adalah dari keluarga miskin pernah merasakan manis pahitnya saat saya sekolah. Karena apa bila seragam sekolah di hapuskan maka akan ada Kesenjangan antara siswa dari Keluarga miskin dan dari keluarga kaya. Dan pasti dari keluarga miskin akan minder dalam belajar dan pasti akan mengurangi prestasi si anak yang bersangkutan,karena saya pernah merasakan itu ,

Bapak Menteri Yang Terhormat,mungkin ada sebagian kecil yang tetap semangat dan tidak minder dalam keadaan yang demikian.Dan saya juga sudah melihat sendiri di jepang sangat tidak kompak ,walaupun mereka seragam pada topi dan tas sekolahnya tetapi saya melihat amburadul sekali dan tidak kompak.Mohon rencana Bapak di pertimbangkan kembali mengingat perekonomian negara kita yang belum baik saat ini.

sebelum nya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apa bila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak Mentri Yang Trehormat
Wassalamualikum wr wb.
E-mail Pengirim: romy_clasic@yahoo.com
Tanggal: 5juli2005


Nama: yanuarius nawipa,S.ipi
Dari: Papua
Saya: Masyarakat Timika
Aspirasi / Informasi: Sebenarnya saya bukan masyarakat tetapi karena telah selesai masa mahasiswa berarti, otomatis disebut masyarakat, sebenarnya saya seorang pustakawan orang Papua yang pertama dalam ilmu perpustakaan, selama ini pemerintah kurang memperhatikan dalam hal perpustakaan pada hal perpustakaan menghimpun berbagai informasi baik informasi terekam maupun informasi tercetak, selama ini dari pemerintah daerah tidak pernah menyekolahkan jurusan ilmu perpustakaan, tidak pernah mengangkat pegawai negeri lewat lemgaga perpustakaan. Berarti lebih baik tutup saja Jurusan ilmu perpustakaan itu.
E-mail Pengirim: yan_nawipa@yahoo.com
Tanggal: 6 juni


Nama: P. Siagian
Dari: DKI Jakarta
Saya: Konsultan Bekasi
Aspirasi / Informasi: Dalam meneta dan meningkatkan kualitas pendidikan kita yang sudah dan sedang terpuruk ini harus ada komitmen atau political will yang kuat dari pemerintah (Presiden) untuk memberantas mafia-mafia pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Keluarkan SK Presiden untuk menghentikan komersialisasi pendidikan seperti menjual buku-buku, seragam, memungut uang pangkal, dan lain-lain khususnya disekolah negeri. Dan tegakkan hukum bagi para pendidik yang korup. Selama ini, penegakan hukum bagi para pendidik (kepala sekolah dan guru) yang korupsi belum pernah diadili, padahal mereka sudah kasat mata melakukan penyelewengan
E-mail Pengirim: P.siagian@yahoo.com
Tanggal: 060705


Nama: Siti N Ariana M
Dari: Ciledug,Tangerang/Banten
Saya: Siswi SMU N 3 Tangerang
Aspirasi / Informasi: Jangan ada money poltik dalam penerimaan siswa baru, adanya hal tersebut dapat membuat bangsa ini seperti kerbau jelek yang ngga tau diri..Bayaran sekolah yang mahal, orang2 korup didepdikbud udah bikin pusing apalagi ada yg kayak gitu main duit dalam penerimaan siswa baru. Menjelang saat-saat seperti itu yg ngga punya duit makin aja pusing tujuh keliling, mikirin anak yg pengen sekolah unggulan (SMP/SMA Negeri pada umumnya). Saya, yg sekarang udah kelas 2SMA, juga harus bayar uang ke pihak sekolah yg jumlahnya besar juga untuk keperluan tetek bengek, walaupun saya masuk SMA Negeri (yg kata org2 biayanya sedikit murah daripada sekolah di swasta),he..he..he
E-mail Pengirim: yannovfer@yahoo.com
Tanggal: 6 Juli 2005


Mengunjungi:
Korupsi dan Pendidikan
Kunjungi Korupsi Org

Untuk yang Peduli Pendidikan

[ Ke Halaman 27 - Klik Di Sini ]






Membaca Aspirasi HOME Menulis Aspirasi Anda

Print Halaman Ini