|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 27)
Nama: daud michael walilo Dari: jayapura papua Saya: Mahasiswa universitas cenderawasih Aspirasi / Informasi: saya berharap supaya kami dipapua diberikan waktu untuk dapat merasakan pendidikan diluar negeri sebagai mana halnya masyarakat kita diindonesia timur sebab kami dipapua masih sangat tertinggal dalam segi SDM oleh sebab itu saya mohon sekali lagi kepada Bapak untuk memperhatikan akan hal ini dan sayapun ingin sekali untuk bisa bersekolah diamerika tetapi saya tidak mampu oleh sebab itu saya minta dukungkan dari bapak.Akhirnya saya ucapkan terima kasih atas program pendidikan yang bapak berikan saat ini dan semoga Tuhan memberkati Bapak. E-mail Pengirim: Tanggal: rabu 7 juli 2005
Nama: agustini Dari: benteng selayar sul-sel Saya: Staf Administrasi perpustakaan Aspirasi / Informasi: mohon kiranya...diinformasikan apabila ada penerimaan pns perpustakaan ...disuatu daerah...ijazah saya d2 perpustakaan dan telah lama mengabdi diperpustakaan selayar..tapi sampai sekarang blum diangkat jadi pns E-mail Pengirim: tinioke@plasa.com Tanggal: 7-7-2005
Nama: arini Dari: benteng selayar sul-sel Saya: Masyarakat benteng selayar Aspirasi / Informasi: Tolong dong di informasikan kalau ada penerimaan cpns perpustakaan ijazah saya d2 perpustakaan... aku dah..lama mengabdi di kantor perpustakaan tapi blum di angkat2 juga...trims ntuk semua daerah... E-mail Pengirim: arini_sly@yahoo.com Tanggal: 6 juli 2005
Nama: nonong Husan Dari: Banda Aceh/ Nanggroe Aceh Darussalan Saya: Mahasiswi unsyiah Aspirasi / Informasi: untuk pendidiakn diaceh saya berharap bisa diprioritaskan karena saya melihat jumlah ketidak lulusan UAN diaceh mencapai 50 % begitu juga mahasiswa, ini disebabkan kondisi aceh yang belum stabil, dan bagi daerah yang tidak kena imbas tsunami mereka sebahagian mengatakan bahwa fasilitas yang tidak meadai dan guru yang kurang, menjadi penghambat mutu pendidikan diaceh sangat merosot oleh karena itu mohon perhatian dari pemerintah untuk elemen terkait untuk bisa melihat kondisi pendidikan diaceh menjadi permasalahan yang sangat serius E-mail Pengirim: nononghusna_25@yahoo.com Tanggal: 8-07-2005
Nama: Laily Nur Fitriyanti Dari: Semarang / Jawa tengah Saya: Guru SMK muhammadiyah Susukan Kab Semarang Aspirasi / Informasi: Saya merasa prihatin dengan manajemen sekolah kami, yang selama ini tidak terkontrol karena kepala sekolah yang kurang profesional (maaf). Jadi walaupun memiliki SDM yang handal namun sekolah kami terancam gagal untuk menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas. Untuk itu mohon kepada yayasan Muhammadiyah pusat untuk perhatiannya. mungkin saja memberikan kami manager yang profesional dalam bidang ini. gedung laboratorium kamipun hampir bisa dikatakan memenuhi syarat. Terima kasih E-mail Pengirim: Lea_onAir@plasa.com Tanggal: 10 Juli 2005
Nama: Bambang Prasetyo Dari: Jakarta Timur / DKI Jakarta Saya: Staf Administrasi Perusahaan Jasa Security Aspirasi / Informasi: Mohon Informasinya mengenai bebas biaya masuk sekolah untuk SD dan SMP yang pernah di siarkan di salah satu stasiun televisi. E-mail Pengirim: bap@bandung.com Tanggal: 11 July 2005
Nama: yunsant Dari: Yogyakarta Saya: Staf Teknologi yayasan Aspirasi / Informasi: Pendidikan yang murah tapi bermutu bisa dihandalkan E-mail Pengirim: yunsant@yahoo.com Tanggal: 11/07/2005
Nama: mardiana Dari: makassar/sul-sel Saya: Mahasiswa stmik handayani Aspirasi / Informasi: Tak bisa dipungkiri kemajuan teknologi semakin bergulir begitu pula perkembangan dunia pendidikan.kualitas dan kuantitasnya sangat tidak seimbang dunia pendidikan telah banyak mencetak sarjana sarjana,namun sangat sedikt yang profesional dibidangnya sedang zaman semakin menuntut kikerja yang baik.sampai kapan dunia pendidikan di indonesia akan mengalami peningkatan jika hak mendapatkan pendidikan diperkosa oleh kepentingan politik pemerintah.subsidi BBM untuk subsidi pendidikan?
kenapa harus mensubsidi pendidikan disaat rakyat harus menghentikan anaknya bersekolah karna keperluan pokok naik. Harga kebutuhan naik. Harga susu naik dan akibatnya musibah busung lapar menimpa rakyat kurang mampu.tidakkah pemerintah merasa seperti pembunuh yang haus darah?
Dimana perginya jiwa pancasila itu apakah pancasila sekarang sudah tak punya sayap lagi untuk terbang?
Tolong pemerintah memperhatikan lagi kebijakannya, masa depan negara ini sudah diujung tanduk E-mail Pengirim: topetoosang@yahoo.com Tanggal: 12-07-2005
Nama: Dhani Dari: Nanggroe Aceh Darussalam Saya: Pengamat banda Aceh Aspirasi / Informasi: Pak ! Tolong bapak perhatikan pendidikan di Aceh.makaih pak E-mail Pengirim: Yaelah2002@yahoo.com Tanggal: 14 7 2005
Nama: SUPRIHNO Dari: JATENG SALATIGA Saya: Pengamat INDONESIA Aspirasi / Informasi: PENDIDIKAN MERUPAKAN HL YANG SANGAT PENTING BAGI MASYARAKAT DENGAN PENDIDIKAN MASYARAKAT DAPAT MENGENYAM DAN MENGETAHUI AKSES AKSES INFORMASDSI NAMUN PENDIDIKAN JIKA DI KORELASIKAN DENGAN YANG ADA DAN TERJADI DI INDONESIA SAAT INI SUNGGUH MEMPERIHATINKAN PASALNYA PENDIDIKAN HANYA DI JADIKAN SEBAGAI TOLOK UKUR PENDIDIKAN SECARAMENYELURUH DATI KOTA SAMPAI PELOSOK DESA.
HAL INI DAPAT MEMPENGARUHI MASYARAKAT SEHINGGA YANG TERJADI ADALAH BEBAN PSIKOLOGI ORANG TUA DAN SISWA
PADSALNYA TIDAK DAPAT MEMILILIKI STL HANYA TAMAT
PERUSAHAAN MANA YANG AKAN MENERIMA TAMATAN BUKAN LULUSAN.
HAL INI AKAN MENGAKIBATKAN LUASNYA ANGKA PENGANGGURAN DI INDONESIA MARI MASALAH INI KITA EVALUASI BERSAMA SUPRIHNO
E-mail Pengirim: han_toro@yahoo.com Tanggal: 15 JULI 2005
Nama: Nares Dari: Jakarta Saya: Mahasiswa UNPAD Aspirasi / Informasi: permasalah pendidikan, khususnya PT karena adanya BHPT, saya pikir perlu disikapi betul2 oleh semua pihak. banyak pro-kontra di balik peluncuran RUU BHPT, setidaknya di unpad. sebenarnya saya gerah dgn opini, kritik maupun hal-hal yang saya dengar di media massa mengenai pemerintah. maaf ya, bukan maksud menyepelekan, selama ini rakyat selalu bergantung pada pemerintah. hal apapun yang terjadi, apalagi yang buruk2, saya pikir ini saatnya rakyat indonesia tidak 'manja' lagi. kenapa harus menggantungkan pada pemerintah kalo pemerintah tak bisa diandalkan? usaha sendiri saja, saya juga merasakan kesulitan hidup sebagai mahasiswa dan saya tidak mau hanya menyalahkan pemerintah. sebaiknya para pejabat yang memperebutkan uang di DIKNAS atau lembaga lainnya (tak perlu saya sebutkan satu per satu, bukan?) sadar diri deh.. sudah tua kok masih kayak anak kecil? konsep "mencuri" saja tidak mengerti. apa yang mereka pelajari selama ini di bangku sekolah? setau saya di kurikulum pendidikan, tidak ada mata pelajaran mencuri dan korupsi, karena tidak ada ya sebaiknya tidak dilakukan bukan? kalo egois seperti itu, sampe pulau jawa tenggelam karena sampah juga ga bakalan ngerti2. E-mail Pengirim: kazeki01@yahoo.com Tanggal: 15 juli 2005
Nama: Thaufan Dari: DKI Jakarta Saya: Mahasiswa Universitas Indonusa Esa Unggul Aspirasi / Informasi: Tolong diperhatikan pendidikan di kalangan masyarakat menengah kebawah. Keluarga saya mengelola sekolah , dan ada satu kejanggalan pada saat sekolah melaksanakan ujian negara (UN) seharusnya sekolah mendapatkan bantuan dana ujian negara dari pemerintah, tetapi sampai UN telah usai mendekati pembagian ijazah belum juga mendapatkan dana bantuan tersebut. Dan ini terjadi didaerah DKI, bukan hanya saya saja yang mengeluh akan mengenai hal ini, tetapi berpuluh puluh sekolah di DKI khususnya sekolah unggulan dan RAYON.... E-mail Pengirim: topan_t4@yahoo.com Tanggal: 16 juli 2005
Nama: M.supi'i Dari: MALANG/ Jawa Timur Saya: Kepala Sekolah MI Tarbiyatu Huda Arjowinangun Kedungkandang Malang Aspirasi / Informasi: Yth; Bpk.Presiden SBY
Kami sebagai Guru di Madrasah Ibtidaiyah Selama 20 tahun kiranya bpk memberi kebijakan kepada kami dalam pengangkatan PNS secara obyektif agar diutamakan bagi kami dan teman-teman yang sudah mengabdi dalam dunia pendidikan selama ini.
harapan kami nanti dalam pengangkatan PNS berdasarkan pengabdian yang sudah lama.
Demikian atas aspirasi kami mohon diperhatikan
sekian terima kasih dan mohon maaf apabila kurang berkenan di hati Bapak. Wassalam E-mail Pengirim: Tanggal: Senin,18 Juli 2005
Nama: grace f Dari: depok/ jawa barat Saya: Siswi Aspirasi / Informasi: saya mempunyai adik yang bersekolah di sekolah negeri depok. sekolah itu tidak sesuai dengan yang sudah dicanangkan atau yang ditegaskan oleh pemerintah, seperti contohnya pemaksaan pembelian buku secara kontan dan memaksakan/ agar membeli di sekolah karna sekolah pun mencari keuntungan. bagaimana apabila orang tua anak tersebut tidak mampu, adanya guru yang masih menerima penyuapan dari orng tua murid. guru lebih memperhatikan anak yang orang tuanya rajin memberikan suapan walaupun anak itu bodoh. E-mail Pengirim: geges_rhesi@yahoo.com Tanggal: 18 juli 2005
Nama: H.Faishal Anas. Ma Dari: T.Tanah Kerinci Jambi Saya: Konsultan Univesiti Malaya Kuala lumpur Malaysia Aspirasi / Informasi: MENGENAI PENDIDIKAN DI INDONESIA BAGUS SANGAT BAGUS. TAPI SAYA PUN MERASA BINGUN YACHH..KOK BANYAK JUGA SERJANA PRA SERJANA APALAGI YANG UDAH S2 MALAH ADA S3 BANYAK TIDAK DAPAT TEMPAT INI ADALAH SUATU KANDALA YANG SANGAT BESAR BAGI MASYARAKAT. TRUTAMA YANG UDAH SERJANA DAN PHD. TAPI SAYA MINTAK KEPADA PEMERINTAH BAGAIMANA MANA CARA DAN SOLUSINYA BIAR MEREKA SEMUA DAPAT TEMPAT YANG SEWAJAR NYA. BUKAN DI INDONESIA SAJA MALAH DI LUAR NEGRI SEPERTI MALAYSIA DAN THAILAND. BANYAK EX MAHASISWA YANG BELUM DAPAT TEMPAT ARTIAN BELUM ADA PEKERJAAN ALIAS MOGOK .SAYA MOHON PIHAK PEMERINTAH MEMBERI PERTIMBANGAN . ITU SAJA OK BYE GOOD LUCK AMIN YARABBAL ALAMIN E-mail Pengirim: faishal_anas@yahoo.com Tanggal: July - 22- 2005
Nama: Nandar Sujono Dari: Purwokerto / Jawa Tengah Saya: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto Aspirasi / Informasi: Saya sangat tidak setuju dengan kebijaksanaan pemerintah menaikkan harga BBM, kemudian dimana tindakan pemerintah untuk menyikapi masalah pendidikan yang makin hari makin terpuruk? Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan masalah pendidikan, gaji guru, dan kualitas individu di dalamnya. sehingga bisa menghasilkan output tenaga pendidik dan terdidik yang lebih kompetent dalam era global menghadapi pasar bebas. kalau bisa pemerintah menaikkan gaji guru. minimal satu bulan 5 juta. terima kasih. E-mail Pengirim: johnbecks_072001@yahoo.com Tanggal: 23 Juli 2005
Nama: AGUS ISMAIL Dari: BANDUNG/JAWA BARAT Saya: Siswa SMKN 4 BANDUNG Aspirasi / Informasi: PAK SUDIBYO, sAYA SEORANG SISWA SMKN4 BANDUNG DAN KAMI PRAKTIK DI BPTP BANDUNG JL. PAHLAWAN ALAT-ALATNYA SUDAH RUSAK DAN TIDAK LAYAK PAKAI SEDANGKAN KAMI IURAN TERUS DISITU KENAPA TIDAK PERNAH DIPAKAI UANGNYA YA? . KAMI SEAKRANG SUDAH KELAS TIGA SEDANG PKL KENAPA IURANNYA HARUS FULL YA? SEMOGA BAPAK DAPAT MENDENGAR ASPIRASI SAYA DAN SAYA BERTERIMAKASIH KALAU BAPAK MENJALANKAN AMANAT SEBAGAI MENTRI PENDIDIKAN OXXX! HIDUP MENDIKNAS. DAN MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN MENULIS E-mail Pengirim: Tanggal: 24-07-2005
Nama: rosmaladewi Dari: Sydney Saya: Mahasiswi Australia Aspirasi / Informasi: Assalamu alaikum Pak Mentri.
Kami bertemu Bapak di Sydney awal tahun ini pada acara jumpa bersama Indonesian Students.
Begitu banyak sumber daya kita yang dapat diandalkan untuk pembangunan di Indonesia. Namun sayang, lulusan luar negeri lebih banyak memilih tinggal di luar negeri dengan alasan mencari pengalaman dan isi kantong. Karena tentunya malu pulang ke Indonesia tanpa bisa langsung mengaplikansikan ilmu yang baru didapatkan, atau menganggur dan menengadahkan tangan pada orangtua setiba di negeri sendiri.
Sebelum sekolah ke Australia saya mengajar di PTS dengan gaji bulanan pas- pasan untuk biaya transportasi dari rumah ke kampus. Biaya hidup masih ditanggung oleh orangtua. Sekarang saya telah menyelesaikan program Master saya dan sedang menemani suami menunggu menyelesaikan sekolahnya juga. Kami berdua dulu sama- sama dosen di PTS di provinsi yang berbeda.
Saat ini saya sedang bingung dan khawatir untuk pulang ke Indonesia karena belum mendapat bayangan akan "makan di piring mana" sambil suami tetap mengabdi di PTS tempat dulu mengajar. Saya sedang mengandung anak pertama dan sudah " malu" makan sama orang tua.
Begitu banyak ide hasil diskusi kami berdua untuk membuka lapangan pekerjaan, baik untuk kami berdua maupun untuk orang lain. Namun, setelah itu kami akhiri dengan tertawa bersama karena tertumbuk pada ide dan pertanyaan" dana/ modal dari mana?"
ASPIRASI:
Bila kami telah berusaha meningkatkan taraf hidup dengan menjadi PNS namun belum berhasil juga, sebaiknya ada dana bantuan bagi kami yang hanya punya modal ide dan idealisme untuk mengawali hidup di negeri sendiri.
Terima kasih,
Dewi
E-mail Pengirim: dewitext1@yahoo.com.au Tanggal: 25 July 2005
Nama: Abdee_linkon Dari: Bandung Saya: Siswa smu n 46 Aspirasi / Informasi: kenapa penerimaan mahasiswa di STPDN sedikit?apa tidak bisa ditambah?saya mohon pertimbangan nya E-mail Pengirim: Tanggal: 26 Juli 2005
Nama: lasva situngkir Dari: Medan Saya: Mahasiswi IAKPSU- Medan Aspirasi / Informasi: Saya melihat masalah pendidikan di Indonesia adalah masalah yang sangat ruwet, jadi tidak adil rasanya jika kita hanya menuntut pemerintah untuk melakukan terobosan-terobosan baru. Ada baiknya kita mulai membenahi pendidikan itu dari diri kita sendiri, dalam hal ini menyangkut kwalitas pribadi. Sebagai pribadi kita juga sering melakukan hal-hal yang merusak mutu pendidikan, contohnya : dengan adanya ilmu nyontek, titip absen, bahkan tidak sedikit yang memberi amplop kepada pihak sekolah atau dosen dan masih banyak kebobrokan lain yang kita sendiri ikut terlibat didalamnya.
Jadi benahilah mutu pendidikan dari diri kita sendiri. E-mail Pengirim: lasva06@yahoo.com Tanggal: 26 Juli 2005
Nama: Akhmad Ridha Dari: Yogyakarta Saya: Mahasiswa UNY Aspirasi / Informasi: Biaya pendidikan tinggi anak bangsa terancam kebodohan. walaupun ada beasiswa untuk mahasiswa, tapi itu semua tidak membantu lancarnya pendidikan.
turunya SDM dapat membuat pengangguran lebih banyak lagi.
Memang sulit untuk merubah segalanya, banyak faktor yang harus kita pantau tapi semua itu hanya dapat kita lakukan dengan BEKERJASAMA. E-mail Pengirim: ari_charles@yahoo.com Tanggal: 26 Juli 2005
Nama: Rajib Gandhy Dari: Makassar - Sul-Sel Saya: Konsultan Makassar Aspirasi / Informasi: Saya salah seorang Mahasiswa di Makassar sangat sependapat dengan iklan yang ada di TV yang mengatakan bahwa : "MAU PINTAR KOQ MAAHAL"
Bagaimana orang yang taraf hidupnya pas-pasan bisa menyekolahkan anaknya di sekolah pavorit ( padahal IQ nya tinggi ) hanya karena tidak mampu membiayai uang sekolah anaknya.
Katanya ada subsidi BBM tuk Pendidikan, tapi yang dapat hanya yang dekat dengan ??? E-mail Pengirim: rajibon2000@yahoo.com Tanggal: 27-Juli-2005
Nama: Drs.Marsono Dari: Yogyakarta Saya: Guru SMP Negeri 7 Yogya Aspirasi / Informasi: Saya sekarang bertugas mengajar bahasa Jawa di Suriname. Pengalaman yang saya peroleh adalah mahirnya siswa setara SMP mempergunakan bahasa Inggris, bahasa Belanda, tidak seperti yang ada di Indonesia. Orang jawa di Suriname itu secara umum menguasai bahasa Belanda, bahasa Inggris, bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa daerah yang namanya Taki-taki.
Kapankah kurikulum SMP di Indonesia akan lebih memperbanyak bahasa asing? Saya sebagai guru bahasa Jawa yang mempunyai jarak begitu jauh dengan bahasa Inggris, sangat merasakan, betapa pentingnya bahasa Inggris untuk pergaulan internasional. Ini dapat saya buktikan ketika mengajar bahasa Jawa pada siswa SMP di Suriname, mereka akan cepat mengerti jika diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda atau bahasa Inggris. Sekali lagi, kapan keterampilan berbahasa asing lebih digiatkan lagi di SMP Indonesia? E-mail Pengirim: marsonosmp7yk@yahoo.com Tanggal: 27 Juli 2005
Nama: Ahmad Yani Dari: Banten Saya: Mahasiswa IAIN Serang Aspirasi / Informasi: Hendaknya kehadiran SMU Unggulan lebih peka terhadap realitas masyarakat sekitar. Sehingga Masyarakat kecil (miskin) dapat merasakan bagaimana belajar dengan fasilitas yang memadai. saya sangat menyayangkan atas ketidak pekaan pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan prov. Banten pada realitas masyarakat. karena yang saya lihat ternyata berdirinya SMU unggulan tidak bisa dinikmati oleh orang-orang kecil. MANA SEKOLAH UNTUK RAKYAT? bukankah uang miliaran rupiah yang digunakan untuk membangun sekolah tersebut milik rakyat? kapan rakyat bisa menikmati pendidikan yang layak? E-mail Pengirim: imm_oce@yahoo.com Tanggal: 28 Juli 2005
Nama: HUSEIN SIREGAR Dari: KAB. BANDUNG/JAWA BARAT Saya: Guru BANDUNG Aspirasi / Informasi: MOHON KESEJAHTERAAN GURU/PNS DIPERHATIKAN TANPA ADA KORUPSI.
BANYAK PNS GOL II, TAPI PENGHASILANNYA JENDERAL, KERANA SIBUK DALAM PROYEK DI LEMBAGA, SEDANGKAN PNS GOL IV PENGAHASILANNYA DI BAWAH GOL II, KOK JADI BENGITU E-mail Pengirim: Tanggal: 28-07-05
Nama: Andi SUpangat Dari: Bandung / Jawa Barat Saya: Dosen Universitas Widyatama Aspirasi / Informasi: Yth. Bapak Bambang S (MENDIKNAS RI)
Bersama ini saya sampaikan kepada Bapak, bahwa saya adalah salah seorang staf pengajar di Fakultas Bisnis dan manajemen Universitas Widyatama - Bandung, telah mencoba melakukan penelitian dalam bidang kajian STATISTIKA, dan telah ditemukan formula baru untuk menentukan tingkat kemiringan kurva (SKewness) serta parameter lainnya seperti parameter rata-rata untuk data yang belum dikelompokkan dan untuk data yang sudah dikelompokkan.
Sejalan dengan hasil temuan dimaksud, perkenankan saya untuk menanyakan, bagaimana caranya agar formula yang telah ditemukan tersebut dapat tersosialisasikan kepada masyarakatdan dapat dijadikan sebagai bahan referensi formula seperti halnya formula-formula sebelumnya?
Demikian surat ini saya sampaikan, dengan harapan kiranya Bapak berkenan memberikan arahan dan dukungan guna kepentingan kemajuan dunia Ilmu pengetahuan pada umumnya.
Atas perhatian dan dukungannya, diucapkan terima kasih.
Bandung 28 Juli 2005
Hormat saya,
Andi Supangat E-mail Pengirim: andi_s@widyatama.ac.id Tanggal: 28 Juli 2005
Nama: Tanwirul Qulub Dari: Malang / Jawa Timur Saya: Mahasiswa IKIP BUDI UTOMO MALANG Aspirasi / Informasi: saya banyak melihat dilapangan bahwa ternyata banyak sekali anak-anak yang potensial harus putus sekolah karena orang tua mereka tidsk mampu membiayai mereka untuk melanjutkan sekolah. Hal ini sungguh sangat disayangkan, untuk itu saya mengajak kita semua baik pemerintah maupun orang yang peduli pendidikan "mari kita bantu mereka!!!" E-mail Pengirim: Iroel_1@yahoo.com Tanggal: 30 Juli 2005
Nama: Iyas_menuju Demokrasi Nasional Dari: Kota Cimahi / Jawa Barat Saya: Mahasiswa Ilmu Sejarah Unpad_Jatinangor Aspirasi / Informasi: Pendidikan bukan barang dagangan bung!!. Saya mengeluh bahkan menolak RUU BHP yang masuk di Universitas Padjadjaran walau dalam proses studi banding terhadap PTN-PTN yang telah berubah status menjadi PT_BHMN. Saya menilai bahwa UU BHPT merupakan proses swastanisasi dengan alasan bahwa Unpad dengan otonomnya nanti akan mampu meningkatkan mutu pendidikan, tanpa mempertimbangkan materi bagi mahasiswa sendiri yang terus diperas uangnya untuk pendidikan yang makin mahal dan terus mahal.
Lantaran otonom tersebut malah tampak jelas bahwa pemerintah lepas tangan dalam membiayai pendidikan. Terbukti dengan PTN yang telah berstatus BHMN telah memeras saku mahasiswa dan mempertebal saku para dosen. Di Unpad sendiri yang rencananya pada bulan september ini akan kehilangan subsidi dari pemerintah. Salah satu faktor tersebut telah menjadi perencanaan pihak birokrat kampus Unpad untuk bagaimana caranya menggantikan subsidi yang hilang. Cara yang mereka lakukan adalah dengan pendidikan yang mahal, kasus komersialisasi biaya pendidikan di Unpad yang jelas menguntungkan birokrat kampus, dan kasus ini terus terjadi. Perguruan tinggi di luar negeripun ada yang berstatus otonom, namun pemerintahnya tetap memberikan biaya pendidikan, bukanya lepas tangan.
Sejak naiknya SBY di kursi rakyat, pendidikan yang seharusnya murah malah jauh dari realita. Pendidikan adalah tanggung jawab negara. Kaum buruh, kaum tani, yang berharap bisa menyekolahkan anaknya, masih dikejar oleh mimpi si setan pendidikan yang bertopeng mewah,jumawa dan perutnya yang buncit dan tak pernah kenyang. Celoteh ini bukanlah sebuah lelucon. Lalu dengan ini saya meminta realisasikan 20 persen anggaran pendidikan dan ikut untuk TOLAK RUU BHP bagi Unpad karena bertentangan dengan UU No 20 tahun 2003 tentang sisdiknas. Wujudkanlah aspirasi hamba. Terima kasih dan salam demokrasi. E-mail Pengirim: Bush_EEbau@yahoo.com Tanggal: 31-Juli-2005
Nama: ade hasan Dari: Karawang Saya: Konsultan Karawang Aspirasi / Informasi: Pelaksanaan PEndidikan Masyarakat saat ini masih terkesan ditangkap sebagai peluang proyek belaka. dan berorientasi pada pendapatan, sedikit pencapaian kualitas SDM dari proyek- dikmas tersebut. Ayo kita berfikir dan bertindak secara arif E-mail Pengirim: teknokrat_ngo@yahoo.com
Terima kasih Ade, Kalau anda ingin melihat proyek yang benar-benar berhasil mampir ke: http://MBEProject.Net
Semoga Sukses Selalu Phillip R. (Webmaster)
Tanggal: 2 Agustus 2005
Nama: Aris Yuliana Dari: Semarang Jawa Tengah Saya: Mahasiswi Universitas Negeri Semarang Aspirasi / Informasi: Saya sendiri sangat bingung dengan pendidikan sekarang ini. setiap pergantian persiden pasti dalam pendidikan pasti pergantian kurikulum. hal ini sangat membingungkan siswa ataupun orang tua itu sendiri.apakah itu mengikuti perkembangan pendidikan diluar negeri atau hanya sebagai bahan percobaan saja?
selain dari perubahan kurikulum juga berdampak pada perubahan buku pelajaran yang dulu dan buku pelajaran yang sekarang. banyak dari orang tua mengeluhkan masalah buku pelajaran yang tiap tahun atau tiap generasi harus ganti itu pun harus wajib untuk membeli.
memang sekarang subsidi BBM sudah disalurkan untuk pendidikan tapi itu belum bisa meringankan beban orang tua. mau dibawa kemana pendidikan sekarang ini jika pergantian kurikulum setiap pergantian persiden harus digant? E-mail Pengirim: risa_cute1985 Tanggal: 2 Agustus 2005
Nama: Hendri Dari: Tembilahan, Riau Saya: Masyarakat Tembilahan Aspirasi / Informasi: sarana teknologi informasi belum memadai, sehiga masyarakat di tembilahan masih bayak yang belum mengenal (IT). agar anak sekolah di ajarkan tentang (IT). begitu juga anak-anak sekolah yang ada di Nusantara. dan supaya kita seperti CINA. Wassalam. E-mail Pengirim: hendri_BPKD@yahoo.com Tanggal: 4 Agustus 2005
Nama: Dari: Saya: Mohon Pilih Aspirasi / Informasi: semoga pemerinta RI memperhatikan kesejateraan para guru diseluruh RI dan pemerintah berkewajiban mengintruksikan kepada seluruh stap pendidikannya untuk meningkatkan kualitas guru tsb baikpengajarannya maupun kedisiplinanya supaya menjadi guru yang berwawasan global E-mail Pengirim: suwamad_1978@plasacom. Tanggal:
Nama: widya waskito aji Dari: semarang Saya: Mahasiswa undip Aspirasi / Informasi: mengapa dengan adanya dampak kenaikan BBM, dapat mampengaruhi laju perekonomian bangsa kita? E-mail Pengirim: jeehad_007@sahid.every1.net Tanggal: 5 agustus 2005
Nama: yuslinah Dari: Depok/Jawa Barat Saya: Dosen Depok Aspirasi / Informasi: Untuk menjadi anggota ADI dapatkah isian formulir melalui email, uang pendaftaran ditransfer saja ? E-mail Pengirim: Yushifar@yahoo.co.id Tanggal: 05/08/2005
Nama: LAMEYRIA Dari: MERAUKE BO!!! Saya: Siswi sekolah saya... Aspirasi / Informasi: Saya setuju dengan kurikulum KBK tapi, saya jadi tidak punya waktu untuk bersenang - senang di luar sekolah karna dengan sistem kbk yang diterapkan di sekolah saya, KAMI para siswa sekolah tersebut menjadi terbebani SEKALI dengan pemberian tugas yang BUANYAK dan SULIIT serta di atas kemampuan kami.semua itu mengakibatkan tidak adanya waktu untuk bergaul dengan teman2!! Disamping itu penetapan standar nilai Kelulusan dan Kenaikan Kelas membuat kami STREESS yang berkepanjangan!! MOHON PERTIMBANGAN DARI ORANG PEDULI ANAK SEKOLAH! TERIMA KASIH E-mail Pengirim: A_2@YAHOO.COM Tanggal: 6/8/2005 Nama: wenny silalahi Dari: sumatra utara Saya: Mahasiswi manado Aspirasi / Informasi: walau siapapun presiden harap diperhatikan nasib orang2 yang tidak mampu. kaum bawah jangan dijadikan seperti seekor ayam setelah diberi makanan(janji2 manis/janji palsu)oleh kaum atas untuk mendapatkan keinginan hatinya untuk duduk dikursi parlemen maka dia lupa akn orang2 yg tlah berjasa memperjuangkannya bahkan kembali memeras rakyat tersebut dengan menaikkan BBm dan mencuri hasil2 alam dan menjualnya keluar negri dengan harga tinggi. seharusnya pemerintah tanggap akan hal tersebut. E-mail Pengirim: wenie_4ever2004@yahoo.com Tanggal: 7 agustus 2005
Nama: Jazz Dari: Burk Saya: Pengamat United States Aspirasi / Informasi: Saya tidak tinggal di indonesia, tetapi saya banyak membaca tentang semakin terpuruknya situasi eko-pol di indo. Sedih sekali membacanya. Gap antara yang miskin dengan yang kaya semakin besar, and ini memicu timbulnya kriminalitas karena rakyat hungry. Dan hal ini juga ditunjang dengan terbatasnya pengetahuan masyarakat akan poltik. Pendidikan penting sekali karena dengan terdidiknya masyarakat berarti kemajuan dalam daya berpikir bangsa, karena hanya dengan pendidikan dan moral yang baik kita bisa lebih maju serta positivisme dalam memandang ke masa depan.
Pak Sudibyo yang terhormat, Saya tidak tahu bagaimana kebijaksanaan presiden terpilih, tapi hendaknya...bapak presiden, jangan tekan rakyat kecil. Mereka sudah susah mencari makan, jangan tambah lagi dengan kenaikan harga yang diluar jangkauan pendapatan mereka. Terima kasih dan selamat malam dari Nevada. E-mail Pengirim: silhouette_of_silence@yahoo.com Tanggal: August 8, 05
Nama: zaelani Dari: D.K.I Jakarta Saya: Mahasiswa UMJ Aspirasi / Informasi: saya menyambut baik program gratis biaya pendidikan tp kok cuma sd,smp kenapa sma tidak pada dalam konvensi internasional pasal 13 dan 14 jelas, yang terpenting pemerintah serius menangani pendidikan dengan memberikan politikal will berkaitan dunia pendidikan E-mail Pengirim: zela_80@plasa.com Tanggal: 8 Juni 2005
Nama: BACHTIAR BADULLAH Dari: JAKARTA/DKI JAKARTA Saya: Masyarakat JAKARTA TIMUR Aspirasi / Informasi: KAMI SEBAGAI WALI MURID SANGAT KECEWA DENGAN ADANYA BIAYA SEBESAR RP 30.000,-/BLN YG DIPUNGUT OLEH KEPALA SEKOLAH DAN KOMITE SEKOLAH SD 03 & 04 PAGI NEGERI CILANGKAP JAKARTA TIMUR, BERAPA BESAR KEUNTUNGAN YG MEREKA NIKMATI DARI HASIL PUNGUTAN TSB, JUMLAH MURID DIKEDUA SEKALAH MENCAPAI 1000 MURID, MOHON UNTUK DILAPORKAN KE KPU DAN SEGERA DISELIDIKI INI MERESAHKAN PARA WALI MURID MOHON DENGAN SANGAT E-mail Pengirim: bit_ds@cbn.net.id Tanggal: 9/08/2005
Nama: rarasati Dari: bandung Saya: Siswi SMA Swasta Islam Aspirasi / Informasi: yang terhormat.. anda yang membaca artikel saya :
saya hanya seorang siswi SMA biasa, namun saya mempunyai beberapa pertanyaan untuk siapa saja yang berhak membaca dan menanggapi pertanyaan saya, dimana pertanyaan2 ini sudah menjadi buah pikiran sya sejak lama :
1. kenapa pendidikan di Indonesia berbasis Kompetensi baru berkembang akhir2 ini?
2. kenapa di Indonesia tidak dikembangkan kurikulum yang memakai system MULTIPLE INTELLIGENCE ??
3. kenapa system pengajaran di Indonesia tidak menerapkan belajar berbasis OTAK??
4. saya melihat rata2 dan kebanyakan di Indonesia , system pendidikannya tidak menggunakan metode yang menyeimbangan otak kanan kiri! dan justru.. kebanyakan lagi malah, di Indonesia banyak sekolah-sekolah yang hanya "mengajari Otak KIRI saja!".
5. " sekolah itu untuk mencari ILMU! bukan untuk mencari NILAI..!"
terima kasih sebelumnya... semoga saya bisa mendapatkan saran, jawaban atau kritikan dari pertanyaan2 saya tersebut.
salam. E-mail Pengirim: porsh_red@yahoo.com Tanggal: 9 Agustus 2005
Nama: anhar Dari: panyabungan/ sumatera utara Saya: Mahasiswa uin pekanbaru Aspirasi / Informasi: salam hangat
saya sangat perihatin dengan pendidikan di kabupaten mandailing natal, sumut, sebab pasilitas yang tidak ada seperti perpustakaan,labor,dan sarana dan prasarana,sehingga membuat out-put dari lembaga pendidikan resebut tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat karna tidak mempunyai potensi,keterampilan,kecakapan,dll,mengingat perlunya pendidikan dan merupakan suatu kebutuhan, maka saya mengharapkan agar lembaga pendidikan lebih diperhatikan lagi apalagi di desa-desa terpencil.
saya memandang bahwa kurangnya perhatian pemeritah terhadap lembaga pendidikan didesa-desa, sehingga tidak mampu menyaingi kemampuan anak-anak di kota dalam masalah ini, saya harapkan
1.pemerintah harus menambah anggaran terhadap pendidikan
2.pemerintah harus mnyesuaikan kebutuhan suatu daerah melalui kurikulum yang sesuai dengan daerah tsb
3memberikan pasilitas yang cukup dan sarana prasarana, seperti labor komputer, bahasa,dll.
4.mengangkat guru yang lebih propesional dibidangnya, hal ini sangat penting karna banyak guru yang tidak menguasai bahan pelajaran yang akan dia ajarakan kepada murid.
sekian dan terimakasih
salam
anhar pulungan
mahasiwa uin suska riau
jurusan manajemen pendidikan islam E-mail Pengirim: anhar_pul@yahoo.com Tanggal: 09-08-2005
Nama: Sugeng Pramono Dari: Surabaya/Jawa Timur Saya: Konsultan Institut Ilmu Sosial Alternatif Surabaya Aspirasi / Informasi: Mempertumbuh dan mengembangkan Sumber Daya Manusia memprasyaratkan kepekaan kita sebagai insan yang memiliki keunikan dan basis untuk tumbuh dan terus melatih serta bertindak untuk kemajuan bukan kemunduran. Sekeliling kita (kehidupan hari-hari) menandakan waktu dan ruang terus bergerak.
Pergerakan kita juga melibatkan interaksi dengan saudara-saudara kita. Suara-suara kehidupan memberikan inspirasi bagi kita untuk melakukan pengolahan dan terus untuk terbuka bagi suara-suara itu.
Secara konkret, pengembangan SDM dimulai dengan pewujudan penghargaan terhadap nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan profresionalitas layanan.
Pendidikan sendiri perlu melakukan re-refleksi serta aksi yang berdekatan dan memanifestasikan nilai kemanusiaan. E-mail Pengirim: sp_suna02@yahoo.co.id Tanggal: 10 Agustus 2005
Nama: reza Dari: mataram Saya: Mahasiswa mataram Aspirasi / Informasi: pendidikan kita sampai hari ini belum dapat menjawab tantangan yang ada, karena orientasi pendidikan kita bukanlah meningkatkan sumberdaya manusia akan tetapi hanya menyediakan tenaga murah terdidik yang siap untuk menghamba pada siapa yang mampu membayarnya E-mail Pengirim: reza_safetsila@yahoo.com Tanggal: 11-08-2005
Nama: nastori Dari: cirebon/jawa barat Saya: Mahasiswa stain cirebon Aspirasi / Informasi: Remaja adalah generasi penerus bangsa. Bila para remaja menjadi baik tentu bangsa ini akan menjadi baik pula. Akan tetapi, untuk menjadi remaja yang baik sangat tidak mudah. Disamping harus mempunyai watak yang baik dari pembawaan sifatnya, mereka juga harus senantiasa berusaha untuk memanfaatkan potensinya kepada hal-hal yang baik.
Untuk itu semua dibutuhkan sarana yang tepat. Organisasi-organisasi pemuda maupun wahana yang positif lainnya sangat dibutuhkan dalam hal ini.
Mendirikan sebuah organisasi sangatlah mudah. Namun untuk melanggengkan aktivitasnya teramat sulit. Faktor utama yang membuat sulit tersebut adalah biaya untuk berbagai kegiatan organisasi itu. Para remaja biasanya akan kesulitan dalam mencari dana. Dalam hal ini maka kedermawanan para donatur sangat diperlukan.
Saat ini saya aktif dalam organisasi kepemudaan di tingkat desa. Yaitu di Desa Astana Gunung Jati Cirebon Utara. Sudah dua tahun berjalan dan alhamdulillah lancar dan dapat melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat banyak, meskipun harus disertai dengan kerja keras pengurusnya.
Agar lebih lancar, saya sangat mengharapkan bantuan dari siapa saja. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya.
Atas perhatiannya disampaikan terima kasih. Semoga Tuhan yang Maha Pengasih meridloi setiap niat baik kita. E-mail Pengirim: nastori@plasa.com Tanggal: 13 agustus 2005
Nama: tak penting Dari: Bandung - Jabar Saya: Mahasiswa FMN Sastra Unpad Aspirasi / Informasi: Perjalanan menuju kampus dengan menggunakan bus kota diiringi dengan lantunan musik bocah-bocah jalanan yang kira-kira berumur sekitar enam sampai sembilan tahun, dan dengan wajah yang penuh harap dan terlihat memakai pakaian yang sangan sederhana dan tidak menggunakan alas kaki. Disatu sisi saya merasa terhibur namun, disisi lain saya sedih dan marah. Mereka para kurcaci jalanan harus rela mencari uang di jalanan hanya untuk sesuap nasi yang dibeli di warung-warung makan yang sederhana dan murah. Saya sedih melihat itu semua dan saya pun marah terhadap negara yang kurang memperhatikan rakyat miskin. Mana subsidi untuk rakyat miskin???,. Inipun sangat berkaitan dengan pendidikan. Para bocah-bocah jalanan tak pernah merasakan nikmatnya duduk di bangku sekolah. Memang itu karena orang tua mereka yang tidak mampu menyekolahkan anaknya, tetapi dimana peran dan tanggung jawab negara? Dimanakah keadilan yang berpihak kepada rakyat? Maka jangan salahkan apabila mereka mencuri dompet orang di jalan. Pendidikan murah untuk rakyat, untuk anak buruh, untuk anak tani, dan untuk anak miskin kota. E-mail Pengirim: menuju_demokrasi_nasional@yahoo.com Tanggal: Agustus 05
Nama: susanto sastro Dari: batam/kepri Saya: Masyarakat batam Aspirasi / Informasi: mohon pendidikan di negara kita jangan di permainkan dan jangan di perdangangkan ........ bantulah generasi penerus kami yang punya niat dan cita2 tapi tidak punya dana...... E-mail Pengirim: susantosastro@akerkvaerner.com Tanggal: 14-augustus-2005
Nama: Purwati Utami Dari: Jakarta - DKI Jakarta Saya: Staf Administrasi PMA Sole Distribution AC Aspirasi / Informasi: sALAM,
Saya sbg istri , karyawati juga mahasiswi sangat prihatin akan biaya pendidikan saat ini . Mohon pemerintah bisa mendengar, merasakan juga membantu biaya pendidikan dari SD-Perti sangatlah Muahallll, bagaimana negara kita bisa memiliki good leader dan SDM yang muatab kalo biaya sekolah saja mahal..? Mohon di bantu orang2 yang kurang mampu dalm hal pendidikan ... jangan hanya ber senang2 dan ber korup ke sana -i . Ingat lah mereka masih sangat butuh bantuan kita dalam hal pendidikan ! E-mail Pengirim: uni_jkt@tsp-id.com Tanggal: 15 Agustus 2005
Nama: Purwati Utami Dari: Jakarta - DKI Jakarta Saya: Staf Administrasi PMA Sole Distribution AC Aspirasi / Informasi: Pak, Kenapa pendidikan sangat muahal...? pls help dan concern akan masalah ini . Kasian anak2 Indonesia yang haus akan ilmu but tidak mampu untuk bersekolah ...Mereka masih butuh kita tuk membantu dalam hal pendidikan. E-mail Pengirim: uni_jkt@tsp-id.com Tanggal: 15 Agustus 05
Nama: RADIANTO Dari: BALIKPAPAN (KAL-TIM) Saya: Siswa SMK N 4 BALIKPAPAN Aspirasi / Informasi: BAPAK YANG TERHORMAT......
SEBAGAI SEORANG PELAJAR SAYA TIDAK HABIS PIKIR MENGAPA PENDIDIKAN DI INDONESIA SAAT INI SANGAT TINGGI. PADAHAL SEBAGAI SEORANG PELAJAR SAYA SANGAT INGIN MELANJUTKAN SEKOLAH SETINGI-TINGGINYA. TAPI SEPERTINYA HAL INI TIDAK AKAN MUNGKIN TERJADI. SAYA TERMASUK MURID YANG BERPRESTASI DI SEKOLAH SAYA.
DARI KELAS 1 SAMPAI DENGAN SEKARANG SAYA SELALU MEMPEROLEH PERINGKAT 1. TAPI SAYA TIDAK PERNAH MENDAPAT BEASISWA PADAHAL SAYA TERMASUK DALAM KELUARGA YANG PAS-PASSAN. ANDAIKAN SAJA SEKOLAH TIDAK SETINNGI INI TENTU SAYA AKAN TERUS BERUSAHA AGAR SAYA DAPT MELANJUTKAN SEKOLAH SAYA. MOHON PERHATIAN BAPAK DAN TERIMA KASIH. E-mail Pengirim: idar_cool@yahoo.com Tanggal: 16 AGUSTUS 2005
Nama: Desma waty sihombing Dari: Medan Saya: Siswi SMAN 5 Medan Aspirasi / Informasi: Kepada bapak Mendiknas , saya cuma mau nanya, apa ia sich di SMA negri
itu ada jalur-jalur khusus. Saya sebagai pelajar sangat kecewa melihat seleksi penerimaan siswa baru di SMAN terutama di sekolah saya.Kapan kita melihat mutu pendidikan meningkat kalau caranya tidak jujur seperti ini .Dan satu lagi , tolong dong fasilitas-fasilitas di SMAN itu dilengkapi, seperti komputer and lain -lain . E-mail Pengirim: dex_cuex@yahoo.com Tanggal: 17 agustus 2005
Nama: Bisker Limbong Dari: Pontianak/Kalbar Saya: Pengamat Pontianak Aspirasi / Informasi: Bagaimana mungkin mutu pendidikan di negeri ini bisa meningkat? hal ini menjadi suatu pertanyaan mendasar seiring dengan dikeluarkannya berbagai kebijakan yang konon katanya demi peningkatan mutu pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah tampaknya tidak punya waktu untuk memikirkan pendidikan.
hal ini dipertegas dengan berbagai kebijakan pemerintah yang menurut hemat saya merupakan kebujakan tambal sulam, pemerintah tidak pernah menggali akar permasalahan yang melanda dunia pendidikan kita. Kurang efektifnya fungsi perencanaan merupakan permasalahan mendasar dalam pengelolaan pendidikan baik dipusat maupun daerah.Sehingga pada ahkirnya kebijakan pemerintah untuk memberikan kompensasi kenaikan BBM dalam bentuk Operasional Sekolah merupakan kebijakan yang kurang tepat, terlalu instan.
kebijakan pemerintah tersebut merupakan suatu bukti yang menunjukkkan bahwa pemerintah tidak mempunyai niat yang cukup baik dalam peningkatan mutu pendidikan. Menurut saya peningkatan mutu pendidikan di negeri ini harus didahului dengan reformasi penyelenggaraan pendidikan. saatnya peningkatan mutu pendidikan beralih dari project oriented menjadi provit oriented, baik siswa terutama peningkatan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta sarana dan prasarana. E-mail Pengirim: Jepnhp@Plasa.com Tanggal: 19 Agustus 2005
Mengunjungi:
[ Ke Halaman 28 - Klik Di Sini ]
|