|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 28)
Nama: mahdi, S.Pd Dari: Banda Aceh/NAD Saya: Guru Banda Aceh Aspirasi / Informasi: Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Bisa Kembalikan Orang ke Masa Lalu
(Jujurkah Kita?)
Catatan Mahdi, S.Pd (Mantan Guru Honor/Sekarang Guru Bantu NAD)
Saya pernah menonton sebuah filem Hongkong yang saya lupa judulnya. Yang ingin saya katakan bahwa dalam filem tersebut dikisahkan bahwa karena melewati suatu zona (wilayah) aneh, ada manusia yang terlempar ke masa ratusan tahun lalu hingga memungkinkan orang bertemu dengan leluhurnya yang hidup ratusan tahun silam. Belakangan sinetron Gerhana yang ditayangkan RCTI juga sempat membawa Gerhana, Mastur, Pegi dan kawan-kawan ke masa pendudukan Belanda. Gerhana menjadi seorang anak kompeni Belanda sementara Mastur menjadi si Pitung. Sementara Dora Emon dengan ilmu memutar jarum jamnya juga pernah mengembalikan Nobita ke masa lalunya.
Jika cerita-cerita ini kita masukkan ke alam pikiran logis maka kita pasti tak yakin jika cerita ini pernah terjadi atau pernah dialami oleh seseorang. Cerita ini hanyalah hayalan semata. Tentu tidak mungkin rasanya ada orang yang bisa kembali ke masa. Namun apa yang belakangan ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh tidak jauh beda dengan yang dikisahkan dalam cerita-cerita di atas. Jika anda pernah menjadi guru honor pada tahun 1996 misalnya, namun anda ketika itu tidak sempat mengurus atau pihak berwenang ketika itu tidak mengeluarkan Surat Keterangan (SK) sebagai guru honorer, anda dapat mengurusnya sekarang di Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh.
SK yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh ini dibuat diatas korp (dan ditandatangani oleh pejabat kepala) ketika itu. Meskipun instansi ini telah berganti nama dari Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Kandepdikbud) Kotamadya Banda Aceh menjadi Kantor Departemen Pendidikan Nasional Kotamadya Banda Aceh terakhir menjadi Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh. Dan surat ini tidak ditandatangani oleh Kepala Dinas yang sekarang tapi oleh Kepala Kantor ketika itu. Memang untuk memperoleh tandatangan dari mantan kepala ini harus mencari sendiri dimana mereka saat ini berada. Jafar Raden dan Zakaria Sarong termasuk mantan pejabat di dinas ini yang tandatangannya kembali "hidup". Ini merupakan fenomena menarik yang terjadi di abad modern ini. "Pengurusan" SK honor ini membuat sibuk kalangan Guru Tidak Tetap (GTT) di Kota Banda Aceh. Bahkan banyak guru yang tidak masuk mengajar karena harus berdesakan mengurus SK ini di Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh padahal pendidikan di kota ini baru saja kena pukulan telak dengan banyaknya siswa yang tidak lulus Ujian Nasional (Unas).
"Pengurusan" SK honor oleh sejumlah kalangan guru diakui banyak mengorbankan waktu, tenaga bahkan harus mengeluarkan sekedar "biaya produksi". Prosesnya pun tidak cepat harus melalui tahapan demi tahapan.
Seorang GTT yang ingin mengurus SK ini sedikitnya harus melewati tujuh meja mulai dari meja pengetikan, pengambilan SK, lalu difotocopi bawa ke meja stempel legalisir (pengesahan), tanda tangan KTU, stempel dinas, pengambilan SK yang telah dilegalisir dan berakhir di meja penyerahan berkas.
Yang agak aneh menurut saya ada diantara mereka yang baru lulus kuliah tahun 1999 telah memiliki SK tahun 1996 dan di SK tersebut diujung namanya ada S.Pd. Padahal pada tahun itu ia belum lulus. Saya merasa tak yakin jika para pemegang SK itu benar-benar guru honor.
Banyak guru honor yang belakangan ini sibuk mengurusi SK Honor berkaitan dengan kabar akan adanya pengangkatan guru honor menjadi PNS. Kalau menurut saya pemerintah sebaiknya memprioritaskan mereka yang usianya telah lanjut terlebih lagi SK honor bisa diakal-akalin. (*) E-mail Pengirim: mahdiandela@yahoo.com Tanggal: 20 Agustus 2005
Nama: rifa Dari: atjeh Saya: Mahasiswi atjeh Aspirasi / Informasi: salam kenal...
kami dari lembaga Children Media Centre mempunyai data dan profil
sejumlah 314 orang anak yatim dan piatu korban tsunami Aceh
kami menwarkan kepada saudara, untuk menjadi orang tua asuh bagi mereka untuk keberlangsungan pendidikan mereka
kami menyediakan profil setiap anak yang akan dibantu dan bersedia mempertemukan dengan saudara (calon orang tua asuh)
dengan catatan mereka tidak dibawa dari Aceh (melangsungkan pendidikannya
di Aceh) dan kami bersedia memberikan laporan perkembangan anak selama dalam masa pemberian beasiswa.
kami sangat berharap, kepdulian saudara.
bagi yang bersedia, kami akan memberikan konfirmasi lebih lanjut
terima kasih
kaka_atjeh E-mail Pengirim: kaka_atjeh@yahoo.com Tanggal: 20-08-2005
Nama: renny kurnia sari Dari: palembang Saya: Dosen stmik mdp palembang Aspirasi / Informasi: penerimaan (PENGANGKATAN) guru bantu sebagai calon PNS SEHARUSNYA tidak lagi menggunakan TES karena mereka masuk sebagai GURU BANTU melalui tes. E-mail Pengirim: rea_palembang@yahoo.com Tanggal: 23 agustus 2005
Nama: Wien S Respati Dari: Saya: Dosen Jakarta Aspirasi / Informasi: Saya mohon kepada Mendiknas agar memperhatikan betul proses pendidikan di tingkat sekolah dasar. Para pengajar di tingkat sekolah dasar dan usia dini, agar dipastikan sungguh-sungguh memahami perkembangan anak. Kenapa? karena menurut saya, dasar pendidikan yang paling penting adalah di tingkat awal ini, baru kemudian berlanjut ke tingkat-tingkat berikutnya. Seseorang akan mampu melanjutkan pendidikan sampai dengan profesor, doktor, master; sukses dalam pergaulan, karier, pekerjaan, dll, dan yang penting adalah menjadi 'manusia yang berkualitas tinggi' adalah hanya jika ia mampu melewati setiap tahap pendidikan di tingkat awal ini dengan baik. Meskipun ini tidak terlepas dari pendidikan di keluarga, tetapi buat anak-anak pada usia sekolah dasar dan sebelumnya, pendidikan formal di sekolah tidak kalah pentingnya dalam memberi andil untuk pembentukan kepribadiannya. Dan akan lebih bagus lagi apabila para pendidik mengetahui juga latar belakang keluarga anak dengan lebih baik, sehingga dapat memberikan treatment yang sesuai bagi anak. Trimakasih. E-mail Pengirim: wien_s_rowlin@yahoo.com Tanggal: 25 agustus 2005
Nama: mr. dre sospoler Dari: jakarta Saya: Mahasiswa Indonesia Aspirasi / Informasi: Saya adalah seorang mahasiswa yang (walaupun) kuliah di salah satu universitas negeri terkemuka di negeri kita tercinta ini tapi masih merasa berat dalam maslah finansial.
Apalagi dengan akan diubahnya status ui menjadi bhp yang berarti akan semakin meningkatkan biaya kuliah.
Walaupun mungkin pt akan semakin bebas mencari sumber pendanaan, tapi pihak rektorat pasti akan pertama-tama mengambil jalan pintas dengan meningkatkan biaya operasional pendidikan atau dengan kata lain meningkatkan bayaran kuliah mahasiswa/i.
Bagi kalian yang tertarik dengan tema ini, saya mendengar dari teman saya akan ada kajian mengenai ini di fakultas ilmu budaya universitas indonesia pada tanggal 23 September 2005 yang akan datang. Dan bagi yang ingin mendiskusikan lebih jauh dengan saya bisa hubungi di e-mail dede_zaif@yahoo.com E-mail Pengirim: dede_zaif@yahoo.com Tanggal: 27 Agustus 2005
Nama: Moh. Holili Dari: Pasuruan / Jawa Timur Saya: Guru Pasuruan Aspirasi / Informasi: Bapak Bambang Sudibyo, saya sekarang sedang menempuh S2 di IAII Situbondo Jawa Timur Magester Pendidikan Konsentrasi Manjemen Pendidikan Islam, sehubung gaji kami sebagai guru tidak cukup untuk beli buku, maka saya minta bvantuan buku-buku pendidikan untuk keperluan S2 tersebut E-mail Pengirim: moh_holili@plasa.com Tanggal: 28 Agustus 2005
Nama: herlina nk Dari: yogya Saya: Mahasiswi usd Aspirasi / Informasi: melihat kecendurangan masyarakat menilai fakultas yang mencetak guru-guru sebagai suatu pilihan yang kesekian dibawah fakultas-fakultas yang lain tentunya juga bisa menurunkan minat masyarakat untuk menjadi guru dan memandang sebelah mata profesi tersebut. dampak jangka panjang dari kondisi ini tentu saja dengan keterpurukan sistem pendidikan yang terjadi saat ini. Waspadalah!!! E-mail Pengirim: linalupaidnya@yahoo.com Tanggal: 29/08/2005
Nama: diah priharsari Dari: bandung/jawa barat Saya: Masyarakat bandung Aspirasi / Informasi: Saya sangat menyayangkan pendidikan dasar di negeri ini yang mendorong siswa/i untuk menghafal tanpa pengasahan daya nalar, sehingga siswa/i menjadi seperti mesin pekerja.
memang ada sekolah yang cukup bagus mendorong daya kreatifitas, sayangnya sekloah seperti itu sangat mahal dan tidak terjangkau oleh kami, rakyat dnegan penghasilan pas-pasan.
Apakah kurikulum tidak bisa diubah menjadi lebih baik lagi dengan menekankan kepada peningkatan kreatifitas, keberanian mengungkapkan pendapat, mendorong keingintahuan mencari kebenaran dan mengetahui diri sendiri kemudian berperan aktif dalam pemberdayaan lingkungan sekitarnya? E-mail Pengirim: priharsari@yahoo.com
Saran Webmaster: Cara melaksanakan kurikulum tergantung kita sendiri Referensi: http://MBEProject.Net
Salam Hormat dan Selamat Berjuang! Phillip R. Tanggal: 29 Agustus 2005
Nama: hanjungan h. j. naun Dari: Palangka Raya/Kalimantan Tengah Saya: Guru SMP- 1 Palangka Raya Aspirasi / Informasi: Memang biaya pend. sekarang cukup mahal, tapi marilah kita renungkan sebentar apakah pemerintah kita telah mampu membiaya pend. yang gratis dengan keadaan kita yang serba sulit ini?
Boleh saya tanya, yang membuat "keadaan kita yang serba sulit ini" siapa??? Apakah, anda merasa korupsi dan kolusi tidak sangat mempengarui???
Selamat Berjuang!
Webmaster E-mail Pengirim: hanjungan.@plasa.com Tanggal: 31 Agustus 2005
Nama: Bambang Soepeno Dari: Jember Jawa Timur Saya: Dosen FKIP-Univ. Jember Aspirasi / Informasi: Salah satu diterminan yang menyebabkan rendahnya kinerja sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan, adalah belum optimalnya peran komite sekolah dan dewa pendidikan. Permasalahan yang dihadapi komite sekolah adalah rendahnya "Posisi tawar" (bargaining position) terhadap Kepala sekolah (warga sekolah). Sedang permasalahan yang dihadapi Dewan pendidikan adalah belum adanya PERDA yang menjamin Dewan pendidikan unt melakukan berbagai aktivitas pendidikan dan subsidi dana oprasional unt kelangsungan kelembagaan Dewan pendidikan tersebut (Walaupun Dewan pendidikan sebuah lembaga independen, namun unt mengawali aktivitasnya memerlukan dukungan dana dan pemerintah kabupaten/kota, yg dijamin dalam PERDA).
SOLUSI: (1). Perlu intervensi Bupati/Wali kota untuk memfasilitasi langsung terhadap penguatan kelembagaan komite sekolah ( tidak diserahkan kepada Dinas pendidikan). (2). Perlu segera dirumuskan PERDA pendidikan di kabupaten/Kota yang dapat memberi jaminan Dewan pendidikan unt dapat mengimplemtasikan peran dan fungsinya sesuai Kep. Mendiknas No. 044/U/2002; (3). Teralokasinya dana operasional Dewan pendidikan berdasarkan PERDA. E-mail Pengirim: bsoepeno@yahoo.com Tanggal: 01/9/2005
Nama: Intan Dari: semarang/Jateng Saya: Siswi SMP 2 Aspirasi / Informasi: Pak SBY, saya mohon agar mutu pendidikan semakin ditingkatkan tetapi kenapa kesejahteraan guru - guru tidak diperhatikan? kasihan karena mereka telah berjasa mencerdaskan kehidupan generasi muda sekarang. Terima kasih atas perhatiannya Pak SBY maaf jika ada kesalahan dalam penulisan kata - kata saya. E-mail Pengirim: Tanggal: 2 September 2005
Nama: Budi Yunianto Dari: Purworejo,Jawa Tengah Saya: Mahasiswa UNY Aspirasi / Informasi: Pendidikan di Indonesia masih sangat jauh sekali daripada pendidikan di negara lain.Menurut saya, Indonesia memang sudah maju karena sudah memiliki banyak sekolah unggulan,tetapi kalau saya lihat itu semua belum menjamin kalau Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.Bangsa kita selalu melakukan impor dengan negara lain padahal Indonesia sendiri tidak mengekspor barang ke negara tersebut. Bagaimana makna pendidikan kita di Indonesia sebenarnya? Apakah pendidikan dengan bayaran tinggi, tetapi hasilnya tidak ada bagi kita semua.Bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia? Apakah kualitas pendidikan kita kalah dengan negara lain sehingga banyak anak Indonesia yang sekolah ke luar negeri terutama para pejabat negeri ini. Bagaimana dengan anak-anak yang tak mampu untuk bersekolah? apakah mereka harus diam saja di rumah? E-mail Pengirim: Tanggal: 3 September 2005
Nama: Paito Dari: Surabaya Saya: Kepala Sekolah Surabaya Aspirasi / Informasi: Pada judul rubrik di atas tertera SLTP.Net, SLTA.Net dsb. mengapa tidak ada rubrik PLB.Net, yang akan memuat semua informasi tentang Pendidikan Luar Biasa di Indonesia dan dunia, padahal saya memprakirakan bahwa 5 sampai 10 tehun ke depan, akan terjadi ledakan anak - anak luar biasa, yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan, pencemaran makanan dan minuman, maraknya prostitusi, merajalelanya penyalahgunaan narkoba. Menurut saya perlu rubrik khusus PLB tersebut. Terima kasih. Saya tunggu. E-mail Pengirim: pakpaito@yahoo.co.id Tanggal: 4 September 2005
Nama: Dedy Setiawan Dari: Purwokerto Saya: Masyarakat purwokerto Aspirasi / Informasi: Saya mempunyai saran dan masukan, mungkin sebaiknya pemerintah juga memperhatikan tentang nasib tenaga keperawatan di bumi indonesia ini, karena tenaga keperawatan di indonesia masih sangat menyedihkan, dimana setiap hari harus bergulat dengan ratusan jenis penyakit dan menghadapi bermacam resiko tertular. namun pemerintah nampaknya masih memandang sebelah mata terhadap profesi keperawatan yang ada di indonesia ini ..." PEMERINTAH " tolong perhatikan nasib kami juga, kami juga ingin seperti rekan profesi kami yaitu guru yang sering sekali mendapat perhatian dari pemerintah, nampaknya kami juga ingin mendapat giliran untuk dapat diperjuangkan tentang nasib kami... E-mail Pengirim: dhedy_purwokerto@yahoo.com Tanggal: 5 september 2005
Nama: Alumni STIK_DCI tahun 2000 Dari: Tasikmalaya Saya: Pengamat Tasikmalaya Aspirasi / Informasi: Mengapa pendidikan di Indonesia sangat jauh tertinggal dengan negara-negara lain? jawabannya harna semua sekolah dan instansi terkait sudah menjadi BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) bagaimana coy !!! E-mail Pengirim: prahiannuha@yahoo.co.id Tanggal: 5/09/2005
Nama: Ollen Dari: Nabire - Papua Saya: Masyarakat nabire Aspirasi / Informasi: KPDE Kabupaten Nabire harus segera membuka akses internet dengan biaya murah kepada masyarakat umum kabupaten Nabire, agar terlihat peran KPDE sebagai lembaga pengelola data elektronik. E-mail Pengirim: marth_seroi@yahoo.co.id Tanggal: 6-9-05
Nama: Darlim Dari: Pangkalpinang / Kep. Bangka Belitung Saya: Guru SMK N 1 Pangkalpinang Aspirasi / Informasi: Supaya hasil pelatihan / penataran dapat diterapkan sebaiknya pihak yang terkait perlu melihat langsung kelapangan (hasil pelatihan sering tidak dapat diterapkan karena peralatan tidak mendukung. E-mail Pengirim: liembro@yahoo.com Tanggal: 11 September 2005
Nama: Adhi Surya Dari: Bandung Saya: Masyarakat Bandung Aspirasi / Informasi: Ass Wr Wb, menurut saya sebaiknya pendidikan di Indonesia disesuaikan dengan karaktek lokal kita misal nya di Indonesia rata2 kita kaya akan hasil alam kita maka bisa diarahkan utk pendidikan ke sana, saya mengibaratkan seperti
Proses Komputer :
Input (Tujuan, Sasaran/Target, Aspek2 lainnya sesuai dengan aspek lokal dan tdk lupa global juga " think globaly and act local")
Proses (Alat : Pendidikan SD, SMP, SMU dan Universitas)
Output (SDM yang berkualitas)
Dlm hal ini saya lebih setuju tentang satu bidang/interestnya misal : dari kecil matematikanya sudah bagus ya ampe ke Univ ambil bidang itu.....
.... Pemerintah dan swasta juga harus konsekuen utk menempatkan pegawai sesuai bidang pendidikannya JANGAN ABU-ABU.
..... Kalu di pusat bisa menerapkan ini jangan sampai terjadi pembangunan terpusat tetapi DAERAH tdk diperhatikan sehingga timbul kesenjangan pendidikan .... masih banyak di daerah yg belum mengenyam pendidikan padahal resources nya diambil oleh pusat.
Sekian dari saya,
Wassalam,
As
E-mail Pengirim: surya_indonesia_2004@yahoo.com Tanggal: 12/09/2005
Nama: dedi mulyasana Dari: Bandung - Jawa Barat Saya: Rektor Universitas Islam Nusantara Aspirasi / Informasi: Sudah saatnya dipikirkan penyelenggaraan pendidikan yang lebih efektif. Saat ini SD 6 tahun, SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun. APa landasan filosofinya, sehingga waktu belajar di SD 6 tahun, SMP dan SMA 3 tahun ? dan S-1 144 - 160 SKS ? Sebaiknya, bukan waktu dulu yang ditetapkan, tapi tujuannya dulu. Propil lulusan SD yang bagaimana yang diharapkan ? Dengan propil dan tujuan itu, baru menetapkan materi apa yang cocok untuk memenuhi tuntutan propil dan tujuan itu. Kemudian, baru menetapkan langkah apa yang harus dilakukan oleh penyelenggara dan pengelola pendidikan ? Dengan demikian, waktu belajar di SD dan SMP cukup 6 tahun. 2 tahun pertama para peserta didik dibina agar mampu membaca, menulis dan berhitung (calistung). 2 tahun kedua, sambil mengembangkan calistung, diberi tambahan wawasan umum, serta memberi tekanan pada pemberdayaan diri( dibentuk motivasi, spirit, cultur belajarnya, kesadaran, disiplin dan tanggung jawabnya sebagai pelajar. 2 tahun ketiga, para peserta didik sudah mulai melakukan proses pembelajaran secara mandiri dan kontekstual.
Untuk SMA dan sederajat, tetap 3 tahun, namun layanan pendidikannya, tahun pertama melanjutkan pengembangan wawasan pasca pendidikan dasar. Tahun kedua, mulai diperkenalkan pada riset-riset. Dan tahun ketiga, disamping riset, sudah mulai mengaplikasikan teori ke dalam praktik di lapangan.
Untuk S-1, jumlahnya SKSnya dirampingkan menjadi 120 SKS, dengan menetapkan masing-masing matakuliah menetapkan target teoritis dan praktis yang terukur hasilnya secara nyata di lapangan. Dengan demikian, evaluasi perkuliahan, tidak lagi menekankan pada kemampuan kognitif saja, tapi sudah dikembangkan ke kemampuan performance (penampilan diri)
APabila program ini dapat diterima, maka pemerintah dapat melakukan efisiensi dalam waktu (SD 2 tahun dan SMP 1 tahun). untuk SD 2 tahun X sekitar 50.000 kelas x 3280 jam (kelas 5 dan 6 dlm 1 tahun) x anggaran pendidikan untuk masing-masing jam pelajaran = hasilnya ? E-mail Pengirim: alvi_fauzan@yahoo.co.id Tanggal: 12 September 2005
Nama: Nana Dari: Jakarta Saya: Pengamat Jakarta Aspirasi / Informasi: Sebagai warga yang menikmati pendidikan tinggi sampai dengan S2, persoalan yang sekarang adalah bagaimana masayarakat bisa sekolah dengan biaya murah. Sebagai bandungan di Amerika, yang pendapatan perkapita tinggi , mmembebaskan rakyatnya dalam biaya Pendidikan hingga jenjang SMU. Luar biasa ! Kita bilang bahwa Amerika individualis, tetapi hak hak sipil sebagai Warga Negara diakui. Karena sebagai pembayar pajak, kita juga berhak menikmati apa yang telah kita bayara, sebagai imbalannya: warganegara berhak atas pendidikan yang layak dan pensiun dimasa kita tidak produktif. Ayo berjuang demu hak hak sipil. E-mail Pengirim: nana_febrina@yahoo.com Tanggal: 13 September 2005
Nama: Jack Prawiranegara Dari: Jerman Barat;ulm Saya: Masyarakat Jerman Aspirasi / Informasi: Kita sepertinya selalu mengejar keuntungan dengan seceppatnya tanpa mau besusah payah untuk mendapatkannya, begitu juga mutu pendidikan di Indonesia sangatlah kurang bila kita bandingkan dengan Negara negara tetangga kita, sehingga SDM bangsa Indonesia sangatlah tidak produktif dan hal itu sangat banyak tergantung dari Politik will dunia pendidikan kita ,kurangnya gaji para pendidik kita, kurangnya pemerataan hasil ekonomi kita,keserakahan para koruptor yg tidak punya hati nurani sama sekali yg tidak malu bangsa dan masarakatnya tertinggal oleh bangsa bangsa lain di dunia, dsb E-mail Pengirim: pangadaran@t-online.de Tanggal: 13.September 2005
Nama: SUTADI, SPd Dari: Merauke/Papua Saya: Guru SMK N 3 Merauke Aspirasi / Informasi: Penerapan standar nilai kelulusan 4,26 sangat bagus. Namun untuk kualitas pendidikan di Indonesia bagian timur (Papua-Merauke) terasa sangat berat. Selaku guru itu menjadi tantangan. Namun sistem yang ada mulai dari input pendidikan sebelumnya (SMP) kurang bagus jelas selama proses di SMK, out putnya-pun kurang optimal. Apa lagi ada beberapa oknum guru yang kurang memiliki dedikasi. Mengajar sekedarnya dan berbisnis lain dengan kadang mengorbankan jam-jam diklat. Tidak mendorong siswa untuk lebih berprestasi, dengan alasan pendapatan (gaji) kurang mencukupi. Mengingat kebutuhan keluarga dan harga barang yang tinggi. Banyak guru yang terlilit kredit untuk sewa atau buat rumah. Bagaimana mau kerja optimal kalau sebagian besar guru seperti ini?Jadi saran kami tingkatkan gaji guru sebagaimana gaji para profesional uyang lain. E-mail Pengirim: Resutadi@yahoo.com Tanggal: 14 September 2005
Nama: Sufian Husni Dari: Aceh Tenggara Saya: Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia Aspirasi / Informasi: Berbicara mengenai masalah kualitas pendidikan di Indonesia memang harus diakui sangat menyedihkan, tetapi kita harus punya perinsif belajar dari masalah tersebut bukan memperbesar masalah. Kita tidak akan pernah mampu merubah masa lalu tetapi setidaknya kita berusaha untuk merubah masa depan. Mari sama-sama memberikan solusi yang terbaik menurut kita jangan yang terburuk disisi kita. Saya sangat setuju dengan saudara Mahmud Sanusi yang mengatakan Pendidikan formal, dari SD sampai PT, menurut saya adalah merupakan dasar (pondasi), sedangkan untuk mendirikan bangunannya, proses pembelajaran tidak bisa mengandalkan pendidikan formal saja. Justru setelah lepas dari pendidikan formal, itu adalah awal pembelajaran hidup yang nyata. Ini bermakna bahwa baik dan buruknya kualitas pendidikan anak bukan hanya berpunca dari pihak sekolah akan tetapi harus dilihat dari berbagai aspek (Sekolah, guru, orang tua, lingkungan) dll. E-mail Pengirim: sufinhusni@yahoo.com Tanggal: 14-09-2-5
Nama: M.SALIS.FITROWAN Dari: TEGAL Saya: Siswa UN.AL AZHAR EGYPT Aspirasi / Informasi: JADIKAN 2 BAHASA ARAB DAN INGGRIS SEBAGAI BAHASA PENGANTAR DALAM PENDIKAN, TENTUNYA HAL INI BUTUH PROSES DAN KESUNGGUHAN DALAM MEREALISASIKAN. TERIMA KASIH. E-mail Pengirim: SALIS_FITROWAN@YAHOO.COM Tanggal: 14-9-05
Nama: Nuryanto Dari: jogja Saya: Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Aspirasi / Informasi: hah heh heh, pendidikan di indonesia adalah layaknya pelaut yang berlayar tanpa sampan. Kenapa? karena dari sedemikian kebijakan yang ada selalu saja pendidikan hanya dijadikan sebagai "wadal". Sebenarnya kurang apa sih para pengamat pendidikan menyampaikan saran bahkan kritiknya ?. kasus ini adalah hasil dari pendidikan bangsa ini masa lampau yang tidak mampu menanamkan "Spiritual Attitude" sehingga menghasilkan para pendidik yang tidak mempunyai rasa mendidik namun hanya mempunyi rutinitas didik yang tidak menghasilkan apa-apa yang ahirnya peserta didik hanya mampu menerima dunia global ini tanpa saringan yang nyata. E-mail Pengirim: zain_98@palsa.com Tanggal: 15 sepetember 2005
Nama: Ates Dari: Tolitoli- sulteng Saya: Guru smk negeri i galang tolitoli Aspirasi / Informasi: tolong pendidikan di kabupaten tolitoli lebih diperhatikan oleh pemerintah pusat terutama dalam hal pembiayaan penyelenggaraan pendidikan. terima kasih. E-mail Pengirim: ates_132049849@yahoo.co.id Tanggal: 20 september 2005
Nama: Anzy Indrashanty Dari: Surabaya / jawa Timur Saya: Masyarakat Jakarta Aspirasi / Informasi: Masalah sekolah memang sesuatu yang sangat krusial. Di satu sisi semua masyarakat menginginkan anak-anak mereka dapat memperoleh pendidikan yang bermutu, disisi lain pendidikan yg bermutu membutuhkan biaya yang luar biasa besar. Biaya pendidikan harus bisa dimanage agar tidak membuat masyarakat resah dengan biaya tinggi yang dibutuhkan untuk pendidikan. Anak-anak bangsa adalah aset masa depan, lha kalau biaya pendidikan makin melambung. Bagaimanakah arah bangsa ini di masa yang akan datang? E-mail Pengirim: anzyshanty@yahoo.com Tanggal: 22 September 2005
Nama: supangat Dari: jogjakarta Saya: Guru sekolah dasar Aspirasi / Informasi: sekolah formal sekarang kususnya di daerah kota sangat mahal. Sekolah hanya menerima dari 3 golongan yaitu ; golongan pintar+berduit, golongan pintar tak berduit, golongan berduit tak pintar. Kemana golongan tiga yang bodohdan melarat harus sekolah? E-mail Pengirim: dolah5@yahoo.co.id Tanggal: 21 september 2005
Nama: NaDa Dari: DKI Jakarta Saya: Siswi SMA Negeri Aspirasi / Informasi: Para koruptor menanggung banyak dosa akibat kesengsaraaan dan penderitaan rakyat mereka. Bahkan tanpa mereka peduli, berbagai masalah yg timbul dalam bidang sosial dan rohani pun disebabkan karenanya. Sbg contoh: keretakan hubungan antar sesama menjadi semakin banyak terjadi, tak sedikit rumah tangga yg hancur diawali dengan jatuhnya kondisi ekonomi. Banyak kasus seperti ini yang berakar pada dana yang seharusnya menjadi hak mereka terhalang oleh kasus korupsi. Dan perlu diketahui, pendidikan yang seharusnya menjadi masa depan bangsa hampir sepenuhnya adalah korupsi yang menjadi penghalangnya.
Oleh karena itu, orang2 yang memegang peranan penting dalam kehancuran negara ini adalah para pejabat yang berkorupsi... Berdasarkan pengetahuan saya, 90% dari semua teman-teman saya, akan berusaha mempraktikkan korupsi tsb jika mengetahui keuntungan dan kemudahan dlm berkorupsi. Saya benar-benar berharap semua kebobrokkan moral ini segera dihentikan, kalau tidak siap-siap saja dijajah kembali oleh bangsa lain karena sedikit demi sedikit jalan menuju kehancuran mulai terbuka lewat korupsi. Tak saya sangkal, bahkan saya yang hanya murid sma sendiri merasakan secara perlahan dampak dari korupsi tsb,,, E-mail Pengirim: nd_potter18@yahoo.com Tanggal: 21-09-2005
Nama: fatahillah Dari: medan/sumatera utara Saya: Staf Administrasi unimed Aspirasi / Informasi: ass.
saya seorang pegawai rendahan di salah satu institusi pendidikan di medan. saya punya tanggungan seorang istri. sebelum menikah istri saya sempat menempuh studi S2 di universitas negeri medan. istri saya berasal dari keluarga kurang mampu. selama ini dia membiayai studinya dari beasiswa yang ditawarkan oleh ikatan masyarakat melayu di medan. tapi karena permasalahan internal organisasi, beasiswa tidak kunjung cair hingga sekarang masuk semester 3. istri saya kemudian membiayai kuliahnya dengan strategi gali lobang tutup lobang. meminjam dari temannya yang satu untuk bayar SPP, kemudian meminjam dari temannya yang lain untuk melunasi hutangnya kepada temannya yang pertama.
demikian seterusnya. sayangnya itu tidak bisa berlangsung lama. hingga kami memutuskan untuk menghentikan studi sementara sampai kami menemukan kepedulian pemerintah terhadap pendidikan rakyatnya yang kesulitan sementara sementara negeri kita adalah negeri yang kaya raya, tapi rakyatnya miskin. mohon kepada temen2 semua berikan kami informasi beasiswa yang ril yang bisa kami ikuti segera. agar saya bisa membiayai kuliah istri saya yang SPP nya sebesar 3,5 juta per semester. terima kasih wassalam E-mail Pengirim: fatahillah_99@yahoo.com Tanggal: 22 September 2005
Nama: Darmawati Dari: Bogor / Jawa Barat Saya: Staf Administrasi IPB Aspirasi / Informasi: Saya ingin menjadi Pustakawan dan diangkat menjadi PNS dimana saja saya mau, mengingat umur saya sudah 32 tahun, maka untuk menjadi PNS harus beradu nasib dengan jutaan orang bahkan mungkin lebih. Untuk itu tolong bantu saya mengenai informasi PNS tsb. E-mail Pengirim: darma_wati@telkom.net Tanggal: 22 September 2005
Nama: nana Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswi uny Aspirasi / Informasi: bagaimana sebenarnya penggunaan bos. dalam masyarakat terdapat berbagai asumsi. sebagaian masyarakat mengatakan bahwa sekolah gratis bahkan sisanya bisa diterima oleh masyarakat lagi. tp prakteknya di sekolah masih membayar biaya spp. bpk bupati dan memteripun mengatakan sekolah gratis. sebenarnya apa yang terjadi? memang benar jika sekolah tanpa biaya pasti tidak akan maju. katanya bos tidak boleh untuk penggandaan barang. tapi kenapa banyak sekolah membeli peralatan drum band, komputer, dll. E-mail Pengirim: ninna_rosse@yahoo@com Tanggal: senin, 26 september 2005
Nama: Choirul Ibad Dari: Semarang/ Jawa Tengah Saya: Mahasiswa UNNES Aspirasi / Informasi: sebelumnya saya minta maaf, mungkin aspirasi dari saya ini kurang terfokus pada masalah pendidikan. Begini Bapak Susilo Bambang Yudoyono yang terhormat, mengenai masalah kenaikan BBM atau mungkin lebih tepatnya merubah harga. Saya melihat dan mendengan dari berbagaia pihak yang tidak menyetujui hal ini. Memang benar dengan mencabut atau mengurangi subsidi BBM ini, dana subsidi bisa lbih di pergunakan pada bidang-bidang yang lebih penting seperti pendidikan di Indonesia, namun sampai saat ini, rakyat (yang saya dengar dan saya lihat) banyak yang menderita.
mungkin kalau tanya mengenai kenaikan BBM pada pedagang, mereka masih ada kemungkinan menjawab ringan, "halah BBM naik dagangan saya juga naek", tapi kalau tanya terhadap karyawan/ buruh industri yang bergantung pada BBM bagaimana?. Maaf pak, sebenarnya inti saya menyampaikan aspirasi ini yaitu alasan bapak yang lebih relevan dalam mencabut/mengurangi subsidi BBM ini dan tindah lanjut Bapak pada rakyat yang kehilangan mata pencaharian karena hal ini. maaf sekian dari saya dan terima kasih. E-mail Pengirim: ibad_85@yahoo.com
RE: "aspirasi dari saya ini kurang terfokus pada masalah pendidikan"
Salam kenal,
Sebenarnya harga BBM juga sangat mempengaruhi biaya anak sekolah. Misalnya, saya sendiri naik angkutan umum setiap pagi dan sore, sering bersama anak-anak sekolah. Ongkosnya dari kemarin naik dari Rp.2.000 sampai Rp.3.000, jadi Rp.2.000 per hari (P-P). Memang semua anak sekolah juga kena kenaikan ongkos (Rp500, atau Rp.1000 / hari) Kalau keluarga punya 3 anak sekolah ini jadi kenaikan ongkos Rp.3.000 per hari atau Rp.72.000 per bulan. Lumayan kan?
Memang menaikkan harga BBM yaitu wajib dan harus jadi. Tetapi kewajiban pemerintah (yang belum dilaksanakan) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dulu. Mislalnya, korupsi harus diatasi dulu. Korupsi "uang dan waktu" masih sebagai hal utama ekonomi Indonesia. Pemerintah harus membuka banyak pabrik dan industri, mengundang banyak investor dari luar negeri, dll. Kebanyakan investor lokal hanya membangun Mal dan Plaza yang sangat non-productive dengan gaji karyawan/ti yang sangat kecil.
Sebaiknya investor dalam negeri hanya diijinkan untuk bangun industri, jadi membantu export dan penghasilan negara Indonesia. Sudah jauh terlalu banyak mal, tetapi rakyat tidak dapat bekerja, dan negara kita mogok.
Satu hal lagi, yaitu kontrol pemerinta terhadap kenaikan harga dan ongkos. Banyak bisnis senang dengan kenaikan harga BBM karena ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan untung mereka dan merugikan rakyat lagi. Misalnya ongkos taksi. Dulu harga bensin naik Rp.600/liter (30%) "atau Rp.600/10 kilometer di taksi". Tetapi, ongkos taksi langsung naik kira-kira 30% walapun 1 liter adalah cukup untuk jalan 10 kilometer dan ongkosnya 10 kilometer untuk penumpang jadi naik lebih dari Rp.5.000, mengapa?. Sebetulnya taksi tidak wajib menaikkan ongkos lagi sekarang.
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R. (Webmaster)
Tanggal: 29 September 2005
Nama: Khayat S.Pd.I Dari: Bekasi/Jabar Saya: Masyarakat Bekasi Aspirasi / Informasi: Berikan kesempatan kepada setiap warga negara Indonesia untuk men-dapatkan pekerjaan yang layak, ber-dasarkan kemampuan dan pendidikan tanpa memandang usia. Karena tuntu-tan menuntut ilmu itu sampai tua. Bagaimana kalau kita mendapatkan pendidikan S1, tapi untuk CPNS dibatasi usia? tentu kita akan kecewa. E-mail Pengirim: bilqo@yahoo.co.id Tanggal: 2 Oktober 2205
Nama: M. Chimtrex Dari: Serang Banten Saya: Guru Serang Aspirasi / Informasi: Keprihatinan Bangsa Ini sangat banyak sekali, mulai dari masalah Harga BBM, BOM Bali, Korupsi, dsb. Bagaimana Nasib dengan Guru Bantu yang ada diseluruh Indonesia, apakah akan ada kenaikan Honor mengingat tingginya biaya hidup sekarang... Ok ? Betul ... ? E-mail Pengirim: chmp1977@yahoo.com
Salam kenal
Kalau Guru Bantu hanya "diam di tempat" barangkali tidak akan ada kenaikan honor (apa lagi yang signifikan). "Inga-inga" - Anak yang paling ribut selalu akan diperhatikan duluan!
Nasib kita adalah di tangan kita sendiri.
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R. (Webmaster)
Tanggal: 02/10/2005
Nama: onamussy Dari: Tobelo/Maluku Utara Saya: Masyarakat Indonesia Aspirasi / Informasi: tentukanlah periritas dalam pembangunan indonesia. mulailah dengan peningkatan kapasitas guru bukan pembangunan fisik. E-mail Pengirim: onamussy@yahoo.com Tanggal: 04/10/2005
Nama: nandha Dari: bandung Saya: Mahasiswi UNPAD Aspirasi / Informasi: Ass.WRB
Maaf sebelumnya atas apa yang saya sampaikan.
saya hanya ingin menyampaikan rasa kekecewaan saya terhadap Kampus Ekstensi Fikom UNPAD.
1.kenapa kami (saya dan teman2 lainnya) tidak diberikan hari libur untuk berkumpul bersama keluarga kami di hari pertama puasa? kami sebagai anak kost yang jarang bertemu dengan keluarga, sangat mengharapkan dapat bertemu dan menjalankan hari pertama puasa dengan keluarga kami.
2.mengapa waktu yang diberikan untuk merayakan hari Raya Idul Fitri sangat pendek (hanya 7 hari), dan itu pun mulai dari tanggal 30 oktober, perkuliahan kami diliburkan.
saya mengharapkan pengertian sera kemurahan hati bapak/ ibu, agar kami dapat berkumpul dengan keluarga kami tanpa harus dikejar waktu.
terima kasih E-mail Pengirim: nanda_kasim@yahoo.com Tanggal: 05 oktober 2005
Nama: Raka Ikhsan Pratama Dari: Pabuaran, Jawa barat Saya: Siswa Bogor Aspirasi / Informasi: Waduh, Supaya secepatnya aja deh pemerintah menaikan gaji guru, jadi saya engga pucing lagi.
soalnya ibu saya guru lho, ha- ha- ha. E-mail Pengirim: raka1994@yahoo.com Tanggal: 06 Oktober 2005
Nama: Jido Dari: Pathuk/gunumg kidul ,YK Saya: Siswa kelas 3 sma tahun ini Aspirasi / Informasi: oy kasihan anak2 sma kelas 3 sekarang, masa kena apesnya terus dari dulu buat percobaan E-mail Pengirim: JIJIo@yahoo.com Tanggal: 6 oktober 2005
Nama: Alexander Citra Suryadi Dari: BOGOR Saya: Guru GONZAGA COLLEGE Aspirasi / Informasi: Bapak presiden atau bapak/ibu dewan yang terhormat dinegeri ini. Mohon keseriusannya dalam menangani masalah dana kompensasi dana BBM. Bagi saya tercekik untuk kepentingan sesama yang membutuhkan tidaklah menjadi masalah. Targetkan dana kompensasi BBM ini hanya bagi yang membutuhkan..dan tolong perhatikan kesengsaraan rakyat kecil. E-mail Pengirim: alexgeo_98@yahoo.co.id Tanggal:
Nama: inTAn Dari: Surabaya Saya: Mahasiswi Surabaya Aspirasi / Informasi: biaya pendidikan tambah lama kok tambah mahal sih???? E-mail Pengirim: dadar_jagung1986@yahoo.com Tanggal: 7-oktober-2005
Nama: Rio S de Araujo Dari: Dili Timor Leste Saya: Pengamat Dili Aspirasi / Informasi: Sungguh saya tertarik dengan pendidikan di Indonesia, karena telah banyak menghasilkan jutaan sumber daya manusia yang dapat bersaing dengan negara lain, termasuk pendidikan di Indonesia telah membantu sumber daya manusia di Timr Leste, apakah mungkin sistim pendidikan di Indonesia dapat menyebarkan expansinya ke Timor Leste suatu saat, karena terus terang kebanyakan orang Timor Leste masih memakai bahasa Indonesia , kalau mungkin dapat dibukakan sekolah International oleh para tenaga pendidik dari Indonesia, terutama perguruan Tinggi yang bermutu, nah saya kira semua pemuda akan perbondong-bondong masuk untuk kuliah walaupun biaya kuliahnya tinggi. E-mail Pengirim: rodea01@yahoo.co.uk Tanggal: 7 oktober 2005
Nama: sarju Dari: Daerah Istimewa Yogyakarta Saya: Kepala Sekolah SMK N2 Pengasih Aspirasi / Informasi: Dengan Hormat,
Assalamu"allaikum Wr Wb.
Kami adalah guru pada program studi mekanik Otomotif. Siswa kami terkenal dengan siswa yang tekun-tekun, terbukti banyak perusahaan/industri yang meminta lulusan sekolah kami langsung kesekolah. Kami sudah mengajar selama 17th, tetapi yang diajarkan/dipraktekan adalah teknologi yang sudah ketinggalan jaman (training obyek praktek engine/mobil dengan teknologi kuno)
Untuk membeli training obyek dengan teknologi baru tidak akan mungkin bisa, mengingat siswa kami banyak darai golongan ekonomi lemah. Mohon sekiranya fihak yang berwenang bisa membantu agar proses belajar mengajar siswa kami bisa mendekati teknologi yanga ada di pasar.
Demikian peromonan kami banyak salah mohon maaf.
Hormat saya, Sarju E-mail Pengirim: zhard_joe@yahoo.com Tanggal: 8 Oktober 2005
Nama: Goo Domsy Dari: Gorontalo Saya: Masyarakat Gorontalo Aspirasi / Informasi: Saya Sangat terharu dengan adanya pendidikan di indonesia yang mana pendidikan telah mengalami perubahan (change education) namun tidak merata mungkin diakibatkan dengan adanya pendidikan terpusat (education center), oleh karena itu saya berharap kepada pembaca agar jangan menerima pendidkan yang terpusat namun harpan saya agar pendidikan yang harus di terapkan di indonesia harus besifat daerah artianya bahwa siswa itu mampu memneriam pendidikan sesuai dengan kurikulum daerah. E-mail Pengirim: domsy2001@YAHOO.COM Tanggal: 8 Oktober 2005
Nama: Bill Asbi Dari: Jakarta Saya: Konsultan Jakarta Aspirasi / Informasi: saya buka kesempatan bagi ex ikip dan fkip dari semua propinsi utk berkomunikasi dan sharing pengalaman dgn saya. Lihat http://www.hostinghelps.com/xikip E-mail Pengirim: billasbi@gmail.com Tanggal: 11-10-2005
Nama: Susanto.Alek Dari: Sintang/Pontianak Saya: Siswa Smu Panca setia Aspirasi / Informasi: Nama:Susanto.alek Dari:Kalimantan Barat Saya: SMU Panca Setya Aspirasi saya bagai mana menghadapi kemajuan duni pendidikan saya sebagai seorang siswa. Maka dari itu saya meminta kepada mentri pendidikan mesalah mengenai ujian yang semakin naik niali kelulusa E-mail Pengirim: Tanggal: 13, kamis
Nama: PURWANTO Dari: JAKARTA Saya: Mahasiswa JAKARTA Aspirasi / Informasi: PERLU KESADARAN YANG TINGGI BAGI PERUSAHAAN-PERUSAHAAN DI INDONESIA UNTUK IKUT MEMAJUKAN PENDIDIKAN DENGAN MEMBERI BEASISWA KEPADA SISWA/MAHASISWA KHUSUSNYA YANG KURANG MAMPU. E-mail Pengirim: propelan@yahoo.com Tanggal: 13 OKTOBER 2005
Nama: Slayer of the doom Dari: heaven Saya: Siswi somewhere Aspirasi / Informasi: woi!!!!! kalo bangun gedung tuh sekolahan... jangan tempat clubbing... tempat clubbing byk maksiatnya... sekolah byk pinternya... makanya jangan korup.. kalau gak korup, jangan mau jadi orang sogokan!!! negara kita cuma menang nama sebagai : 1.negara muslim
2.ke3 terbesar korup 3.negara miskin 4.negara beribu hutang
negara muslim sih muslim... kalau kurang pendidikan akhlak... kelaut aja lo ama kebo.. buktinya paling banyak korupsi departemen agama!!!!!! malu dong.... luar peci dalem busuk.... sadarlah kalian!!! jangan sampai Allah SWT marah lagi!!! sudah byk derita di negara ini!!!! pokoknya ini berlaku untuk semua kalangan orang! dari miskin sampe kaya...... inget ini bulan suci.... inget akan keberadaan Allah SWT !!!! E-mail Pengirim: rpl@coolgrrrls.com Tanggal: 13 okt 2005
Nama: MARDIYAH YUSAN S.Pd Dari: SULAWESI TENGGARA Saya: Mahasiswi UNIVERSITI MALAYA Aspirasi / Informasi: Saya alumni dari IKIP dalam bidang pend. bahasa jerman. karena sudah 1 tahun saya menganggur karna tidak dapat mengajar, saya memutuskan untuk mengambil mester di fak. pendidikan UM. kenepa bahasa jerman seakan-akan tidak diperlukan, padahal kalau dipikir bahasa asing sangat penting, sama halnya dengan bahasa inggris. tapi kenyataannya kebanyakan dari alumni bahasa jerman tidak mendapat kerja krn peluang untuk menjadi PNS sangat kecil, berbanding dengan bidang studi yang lain. hal ini dikarnakan bahasa jerman hanya di ajarkan untuk tingkat SMU dan jurusan kelas bahasa saja, bahkan ada sekolah pun tak mau menggunakan bahasa jermansebagai bahasa asing lain. hal ini juga di karnakan pembukaan jurusan bahasa merupakan otoritas dari kepala sekolah. jadi saya harap kementerian memperhatikan nasib kami yang alumni bahasa jerman E-mail Pengirim: Dhi_yah80@yahoo.com Tanggal: 15 OKTOBER 2005
Mengunjungi:
[ Ke Halaman 29 - Klik Di Sini ]
|