|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 30)
Nama: diprasetyo Dari: purwokerto/jawa tengah Saya: Mahasiswi unsoed Aspirasi / Informasi: Saya ingin kalo memberikan soal ebtanas itu jangan terlalu sulit dan mohon sediakan lapangan kerja yang banyak. Tolong diperhatikan masyarakat yang ekonominya lemah!!!. E-mail Pengirim: tysa_sasa@yahoo.com Tanggal: 17 desember 2006
Nama: Usman Jayadi Dari: Lombok Tengah, NTB Saya: Staf Administrasi SMKN 1 Praya Tengah, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Aspirasi / Informasi: Aspirasi : Sistim kelulusan yang diterapkan oleh Mentri Pendidikan, adalah baik. NAMUN dari penetapan tersebut alangkah baiknya jika ujian nasional itu di tiadakan, karena ujian nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah tersebut, ternyata kurang pas, karena yang menentukan kelulusan adalah pemerintah. sedangakan yang mengetahui keadaan siswa dan siswi sekolah adalah guru bukan pemerintah yang menyelenggarakan UAN, sehingga kasus yang terjadi di lapangan adalah banyak siswa yang layak lulus namun pada akhirnya mereka tidak lulus, sedangkan siswa yang tidak layak lulus namun akhirnya mereka lulus, ini tidak etis, jadi kalau bisa UAN ditiadakan E-mail Pengirim: yadi_surian@yahoo.co.id Tanggal: 17 Desember 2005
Nama: Diah Indriyati Dari: Purwokerto/ Jawa Tengah Saya: Mahasiswi PGSD FKIP UNS Aspirasi / Informasi: saya hanya ingin bertanya, apa aturan baru dimana guru Sd harus S1 itu tidak terlalu cepat? sementara kami yang sedang menyelesaikan D2 apa harus langsung transfer ke S1? apa setelah UU Guru dan Dosen dimana guru Sd harus S1 maka kami yang lulusan D2 tidak berkesempatan untuk menjadi PNS? tolong jawab pertanyaan saya, saya sedang menjalani semester akhir di D2 PGSD dan saya rasa keuangan saya belum bisa kalau harus langsung transfer ke S1, beri jawaban atas pertanyaan saya ini!terima kasih E-mail Pengirim: Tanggal: 17/12/2005
Nama: FERRY PRATAMA Dari: SRAGEN Saya: Mahasiswa IPB Bogor Aspirasi / Informasi: Pendidikan di Indonesia sangat tertinggal dengan negara tetanga semisal MALAYSIA. Seharusnya kita harus memberikan dana khusus kepada setiap sekolah di Indonesia, karena selama ini banyak sekali sekolah-sekolah terpencil sangat minim sarana dan prasarananya apalagi gedung fisik sekolah yang memprihatinkan. setiap depdiknas di kabupaten dan kota kurang sekali untuk meninjau langsung. paling-paling hanya janji belaka....???? E-mail Pengirim: v-rry@plasa.com Tanggal: 17-12-2005
Nama: Usman Jayadi Dari: Kab. Lombok Tengah, NTB Saya: Staf Administrasi SMKN 1Praya Tengah, Kab. Lombok Tengah, NTB Aspirasi / Informasi: Aspirasi : Melihat kondisi kami, di lombok tengah, pada khususnya dan NTB pada umumnya, maka kami dapat melihat apa yang terjadi setiap saat, mengenai pendidikan kami sekarang ini, memang banyak mengalami peningkatan namun di balik semua itu kami juga tidak kalah prihatin dengan kondisi yang ada, kenapa? tehitung banyak sekali warga NTB yang terpaksa tidak dapat mengenyam pendidikan sedikitpun, karena kondisi mereka yang tidak mendukung, oleh karena itu saya atas nama rakyat NTB meminta agar ada keseriusan pemerintah atas kondisi tersebut. E-mail Pengirim: yadi_suriani@yahoo.co.id Tanggal: 17 Desember 2005
Nama: Dominikus Ph Ulukyanan Dari: Enarotali-Paniai / Papua Saya: Guru SMA N 1 Paniai Timur Aspirasi / Informasi: Peningkatan kwalitas pendidikan pada dasarnya dimulai dari bagaimana masyarakat menghargai pendidikan itu sendiri, dan bagaimana pemerintah penegakkan aturan (hukum) yang menciptakan sitwasi tersebut. Nyatanya di kabupaten Paniai banyak bertebaran ijasah palsu. Yang pada akhirnya merambat pula pada SK PNS palsu; yang telah diketahui pemerintah, namun tidak pernah ada konsekwensi hukum. Sepertinya pemerintah dan aparat penegak hukum tidak peduli. Untuk apa ada usaha peningkatan kwalitas pendidikan oleh pemerintah kalau pemerintah sendiri tidak serius mendukung usahanya sendiri; bohong namanya. Cetak saja Ijazah sebanyak banyaknya dan bagikan kemasyarakat untuk kemudian terima pula SK PNS palsu. E-mail Pengirim: dominikus2005@yahoo.co.id Tanggal: 17 Desember 2005
Nama: Jessica Lee Dari: SBY/JaTim Saya: Mahasiswi WM Aspirasi / Informasi: Setelah naiknya harga BBM untuk menambah subsidi pendidikan bagi masyarakat tidak mampu, hendaknya hal ini tidak diselewengkan seperti banyaknya kasus korupsi yang terjadi di negara ini. pertanyaanya adalah apakah di daerah terpelosok seperti papua, nusa tenggara, kalimantan dan daerah lain yang jauh dari jangkauan pemerintah tetap dapat dialiri dana bantuan tersebut tanpa dipotong kanan kiri? sementara kita menggemborkan slogan Perbaiki nasib Dosen, Guru dan Buruh, ada sekian banyak orang yang tidak dapat mengenyam pendidikan dengan baik. apakah masih pantas kita mementingkan nasib sendiri? Bukankah seharusnya kita bersyukur karena memiliki hidup yang lebih layak daripada mereka? saya merasa sudah saatnya kita menengok kepada mereka yang lebih lemah E-mail Pengirim: luv_meonk@yahoo.co.id Tanggal: 18 Desember 2005
Nama: Syarif Hidayatullah Dari: Bandung- Jawa Barat Saya: Masyarakat Bandung Aspirasi / Informasi: Saya mengerti Pemerintah kesulitan untuk menyelenggarakan pendidikan gratis, tapi segera membuat kebijakan pendidikan yang murah, sehingga masyarakat miskin dan masyarakat yang "Pas-Pas-an" penghasilannya bisa menikmati pendidikan . Guru berikan kesempatan untuk meningkatkan kualitasnya melalui pendidikan. Ini penting untuk Pembangunan Nasional kedepan. Kesempatan mendapatkan pendidikan murah dan berkualitas, diyakini akan membawa dampak terhadap pembangunan nasional secara menyeluruh. Semoga. E-mail Pengirim: syarief_19@yahoo.com Tanggal: 18 Desember 2005
Nama: Agus Purwanto Dari: Bandung- Jawa Barat Saya: Masyarakat Bandung Aspirasi / Informasi: Kualitas Pendidikan Indonesia yang kian hari kian menurun. Biaya pendidikan semakin mahal. Angka Partisipasi masyarakat terhadap pendidikan juga menurun. Jika dibiarkan terus, maka Pendidikan semakin merosot, dan 5 sampai 10 tahun kedepan SDM Indonesia tidak memiliki kualifikasi yang jelas, dan menjadi kendala bagi pembangunan nasional E-mail Pengirim: gusz@yahoo.com Tanggal: 18 Desember 2005
Nama: Ocha Dari: Bontang, kaltim Saya: Mahasiswa Universitas POLNES Aspirasi / Informasi: Menurut saya pendidikan dikota Bontang sudah cukup bagus. hanya saja kurang sedikit diberbaiki dalam hal sekolah swasta, karena disana terlalu diperioritaskan dalam hal sekolah Negeri saja. E-mail Pengirim: Tanggal: 19 Desember 2005
Nama: Rusdiansyah Dari: Banjarmasin/Kalimantan Selatan Saya: Guru SMA PGRI 6 Banjarmasin Aspirasi / Informasi: Pendidikan merupakan ujung tombak pembangunan nasional oleh karena itu dalam setiap kebijakan yang diambil penerintah hendaknya jangan mementingkan golongan dan jabatan saja tetapi hendaknya pengambilan kebijakan disesuaikan dengan aspek dan kemampuan negara. Bola salah mengambil kebijakan maka yang dipertaruhkan adalah rakyat dan masa depan anak didik kita. Dapat kita ambil contoh kebijakan pemerintah sebelumnya merombak kurikulum yang semestinya belum tentu dapat diterapkan dinegara kita, beganti Pemerintahan dirombak lagi berapa dana dan tenaga yang dikeluarkan tidak ada hasilnya.
Jadi saran saya agar Segala kebijakan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan kita, kultur sosial dan adat negara kita sehingga kebijakan yang di ambil dalam pemerintahan selanjutnya tinggal menyempurnakan lagi. E-mail Pengirim: udin bjr@yahoo.co.id Tanggal: 20 Desember 2005
Nama: wilfried harry krismasto Dari: surakarta, jawa tengah Saya: Mahasiswa ASDI Surakarta Aspirasi / Informasi: Pendidikan di negara kita secara kurikulum memang sudah baik, tapi sistem pengajaran atau cara mendidik dari dari para pendidik kita masih sangat jauh untuk dapat menciptakan manusia yang kreatif, mandiri dan responsif. Lihat saja anak-anak kita bangga sebagai bangsa "user" atau pemakai produk bangsa lain, dengan kata lain tidak produktif dan tidak punya kepribadian diri sebagai bangsa indonesia serta tidak percaya diri. Bukti yang dapat dirasakan adalah: Apa sumbangsih lembaga pendidikan, "cendikiawan", dan "orang-orang terdidik" terhadap masyarakat terutama terhadap bangsa ini? E-mail Pengirim: whom_adapt@yahoo.com Tanggal: 20-12-2005
Nama: ali Dari: kudus Saya: Siswa kudus Aspirasi / Informasi: kalau kita mengengok dari cara-cara atau langkah-langkah yang sudah diterapkan dengan tujuan untuk mengembangkan sumberdaya manusia yang telah sekian lama kita nantikan ternyata hasilnya kurang memuaskan, itu disebabkan karena ketidakseriusan dalam membimbing, dan dikarenakan dlm membimbing siswanya hanya diberi tugas-tugas yang tidak jelas tujuannya. BERLANJUT ESOK HARI...! E-mail Pengirim: HEXA.@.cO.ID Tanggal: 23-12-2005
Nama: Forum siswa smk telkom Dari: purwokero/banyumas Saya: Siswa smk telkom purwokerto Aspirasi / Informasi: Kenapa sistem pendidikan pada pelajaran umum smu dan smk di bedakan padahal menurut saya siswa smk dpat pula bersaing dengan siswa smu jika pada pembelajarannya dan materinya di samakan ini terbukti disekolah saya dimana pada pelajaran matematika kami lebih unggul dari pada sekolah di smu, dan sekolah kami sering mengadakan lomba matematika antar smp/smu se jawa tengah. E-mail Pengirim: bayukom@yahoo.com
Terima kasih Forum Siswa SMK Telkom Yth, Memang ini pertanyaan yang sangat baik. Memang kita juga boleh tanya mengapa ada dua sistem?
Banyak sekali siswa/i yang masuk SMU tidak punya kemampuan untuk lanjut ke perguruan tinggi, mengapa masuk SMU? Apa lagi, tanpa belajar keterampilan, ke mana mereka?
Menurut saya masalahnya begini, pada umum kebanyakan masyarakat masih menganggap bahwa SMU adalah pilihan terbaik dan ingin anaknya masuk, biar masuk akal atau tidak. Di negara ini masyarakat masih tidak begitu menghargai pendidikan kejuruan (kelihatannya kebanyakan ingin menjadi manajer), padahal yang negara ini sangat perlu adalah masyarakat yang mempunyai kemampuan ketrampilan yang tinggi kalau kita akan maju. Pendidikan kejuruan adalah salah satu hal yang sangat penting untuk pengembangan negara kita.
Di luar negeri Dosen di universitas dapat menghasilkan misalnya $60.000-$130.000/tahun padahal Tukan Listrik atau Tukan Ledeng dapat menghasilkan $150.000/tahun.
Saya sendiri adalah hasilnya dari sekolah kejuruan di luar negeri. Tetapi sistem itu sudah di bubarkan dan sekarang hanya ada satu macam "Senior Secondary School" (seperti SMU) tetapi pilihannya mata pelajaran adalah banyak dan siswa/i bebas memilih pelajarannya termasuk kejuruan, dan tidak ada masalah status lagi untuk siswa atau orangtuanya.
Kelihatannya selama ada dua sistem, mungkin status akan terus sebagai masalah untuk anak-anak SMK.
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R. (Webmaster)
Tanggal: 23 desmber 2005
Nama: michael sandiego Dari: yogyakarta Saya: Siswa SMA PIRI 2 Aspirasi / Informasi: mohon perbaiki indonesia daN BERANTAS KORUP MOHON PENDIDIKAN DI INDONESIA DITINGKATKAN DAPATKAN SDA BARU DAN SDM YANG BERKUALITAS SEPERTI SDM DI JEPANG E-mail Pengirim: GAGA@YAHOO.COM Tanggal: natal
Nama: mohammad Ahsan Dari: Bondowoso - Jawa timur Saya: Kepala Sekolah MTs. Bustanul Ulum Aspirasi / Informasi: Perubahan Kurikulum pendidikan di Indonesia memeng sudah tepat dalam rangka lebih meningkatkan dan mengangkat kwalitas SDM di indonesia. Namum banyak kendala yang masih dihadapi lembaga pendidikan. baik berupa pendanaan atau pun sarana prasarana.
lebih khusus di lembaga kami yang menjadi kendala dari plelaksanaan KBK adalah respon peserta didik dan orang tua sangat rendah. dalam kontek pemenuhan kebutuhan BUKu anak-anak. oleh karenanya lewat aspirasi mungkin adal pemerhati pendidikan yang bersedia menjadi donatur dalam penyediaan sarana prasarana pendidikan kami siap menerima. utamanya BUku - buku dan bahan bahan praktikum E-mail Pengirim: mtsbu_pkm@yahoo.com Tanggal: 27 desember 2005
Nama: Satriyadi Dari: Cirebon, Jawa Barat Saya: Guru SMK Negeri 1 Kedawung Aspirasi / Informasi: Perubahan Kurikulum hendaknya tidak hanya perubahan administrasi guru dalam pembelajaran. Karena pendidikan bernilai strategis bagi masa depan bangsa, sudah waktunya pemerintah dalam hal ini Mendiknas duduk bersama-sama dengan guru-guru pelaksana di lapangan untuk mendengarkan aspirasi dan temuan-temuan di lapangan khususnya mengenai penerapan kurikulum 2004. E-mail Pengirim: yadi_satri@yahoo.com Tanggal: 28 Desember 2005
Nama: kabayan Dari: bandung jawa barat Saya: Siswa bandung Aspirasi / Informasi: ass kepada segenap siswi di bandung agar dapat menyelesaikan pelajarannya dengan baik dan nilainya sangat membanggakan jangan sampair tergiur oleh hawa nafsu yang sesaat yang dapat merusak masa depan mu. thanks wasalam E-mail Pengirim: jae_kabayan@yahoo.com Tanggal: kamis 29 desember2005
Nama: fuad Dari: pasuruan/jatim Saya: Mahasiswa unibra malang Aspirasi / Informasi: mohon pendidikan di indonesia ini lebih ditingkatkan, kita selalu kalah dengan negera-negara maju dalam bidang ini. dan kalau bisa mutu dari para guru lebuh ditngkatkan juga E-mail Pengirim: fuad_01firdaus@yahoo.com Tanggal: 30-12-2005
Nama: oasis saputra Dari: depok Saya: Mahasiswa ui Aspirasi / Informasi: pendidikan di indonesia sudah tidak berkualitas, sebab mati terkurung oleh mahalnya biaya pendidikan dan minimnya dana penelitian. bagaimana indonesia bisa maju wong pendidikan kita aja mahal, anggaran untuk pendidikan dan penelitian juga masih kurang. sebenarnya sih kita ga perlu impor beras atau pesawat sukhoi lagi, sebab kita punya ribuan sdm yang keluar tiap tahun. wah, kalau pemerintah ga cepat tanggap, pendidikan di indonesia cuma tinggal nama, mana teknologi di negara kita kebanyakan cuma sampah dari luar... E-mail Pengirim: batosai_ui@yahoo.com Tanggal: 30 desember 2005
Nama: yayan Dari: pontianak Saya: Mahasiswa untan pontianak Aspirasi / Informasi: undang-undang tentang guru dan dosen memang sanggat bagus untuk meningkatkan kesejahteraan para pendidik kita akan tetapi kita jangan lupakan satu hal bahwa dengan naiknya tingkat kesejahteraan guru dan dosen bukan serta merta akan bisa menjawab semua permasalahan pendidikan yang begitu komplek ini. kita juga harus tahu bahwa persoalaan pendidikan kita bukan hanya persoalan kesejahteraan guru tetapi yang lebih penting adalah apakah semua masyarakat kita sudah sadar bahwa pendidikan itu penting bagi manusia yang ingin hidup dunia.
kita tahu pola pikir masyarakat kita sanggat pragmatis dimana pendidikan bagi mereka han ya sebagai simbol untuk mendongkrak status mereka dimasyarakat dan untuk mencari kerja supaya bisa menjadi pns.nah pola pikir seperti ini yang perlu kita ubah dan kita buang jauh-jauh dari masyrakat.selain sudut pandang yang salah dari masyarakat tentang arti pendidikan yang juga perlu kita benahi adalah diknas dan pihak sekolah serta universitas yang selalu memandang pendidikan adalah barang kosumsi artinya begini ketika suatu jurusan atau fakultas sudah tidak diminati masyarkat maka jurusan tau fakultas itu akan ditutup mereka tidak menyadari bahwa ada suatu bidang keilmuan yang hilang ketika sebuah jurusan atau universitas itu ditutup siapa yang kan mengembangkan keilmuan itu kalau orang yang menguasai itu tidak ada.
dan yang terakhir yang menjadi persoalan pendidikan kita adalah kemampuan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan karena kita tahu bahwa banyak masyarakat kita yang hidup di bawah standar jadi bagaimana mereka mau sekolah kalau untuk makan sjaa mereka tidak bisa bukan kah selama ini dunia pendidikan kita lebih mengutamakan kulit dari pada isisnya mereka lebi menekankan pengunaan seragam dengan segala tetekbengek atribut sekolah dari pada lemmampuan otak dari si murid. E-mail Pengirim: sam_04@yahoo.co.id Tanggal: 30 desember 05
Nama: RYA Dari: TANJUNG PINANG/KEPULAUAN RIAU Saya: Mahasiswa UNIVERSITAS BUNG HATTA Aspirasi / Informasi: PENURUNAN JUMLAH MAHASISWA UNIVERSITAS SWASTA SANGANT MEMPRIHATINKAN SKALI HAL INI TERJADI KARNA BEBAGAI ALASAN DIANTARANYA KARNA ADANYA EKSTENSI DARI UNIVERSITAS NEGERI.PADAHAL NILAI KUALITAS BUKAN DITENTUKAN OLEH NEGERI ATAU SWASTANYA SEBUAH UNIVERSITAS ITU TAPI DITENTUKAN OLEH INDIVIDUNYA MASING-MASING.DAN LAGI CAP YANG IDENTIK DI PEGANG OLEH UNIVERSITAS SWASTA ADALAH UNIVERSITAS SWASTA MERUPAKAN SEKOLAH KHUSUS BUAT ANAK-ANAK YANG NOTABENENYA ORANG KAYA.PADAHAL ITU TIDAK SEPENUHNYA BENAR.MUDAH-MAUDAHAN HAL INI TIDAK BERKEPANJANGAN LAGI. AMIIIN E-mail Pengirim: SWEETY_GETOOH03@YAHOO.COM Tanggal: 3-01-2006
Nama: viena Dari: jember/jawa timur Saya: Mahasiswi unmu jember jrsn TI Aspirasi / Informasi: di era globalisasi sekarang ini ada baiknya komputer mulai di pelajari di SD sehingga pada saat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sekolah tidak akan mengulang dari materi dasar dan di saat duduk di bangku SMP ato SMA materi akan lebih terfokus pada sistem bahasa komputer. karena materi komputer terus berkembang. E-mail Pengirim: apvs_hawa@yahoo.com Tanggal: 4 januari 2006
Nama: I NENGAH MORNA Dari: BALI Saya: Kepala Sekolah SMA N 2 MENGWI Aspirasi / Informasi: MOHON INFORMASI TENTANG UJIAN NASIONAL 2006 DAN PELAKSANAAN UU GURU TERUTAMA YANG MENYANGKUT TENTANG UJI KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI BAGI GURU UNTUK LAYALK MEMPEROLEH TUNJANGAN PROPESI DAN KIRIM INFORMASI LEWAT E`MAIL :sma2mengwi@telkom.net E-mail Pengirim: sma2mengwi@telkom.net Tanggal: 4 JANUARI 2006
Nama: Hidayat, S.Pd. Dari: Banjarmasin/Kalimantan Selatan Saya: Guru SMA PGRI 6 Banjarmasin Aspirasi / Informasi: Pemerintah terutama Departemen Pendidikan Nasional hendaknya memperhatikan nasib guru honor. Jika perlu gaji mereka dibantu oleh Departemen Pendidikan Nasional agar kesejahteraan mereka dapat terangkat dengan baik. E-mail Pengirim: dayat_sma@yahoo.co.id. Tanggal: 6 Januari 2006
Nama: miranti eka putri Dari: malaysia Saya: Mahasiswi ukm Aspirasi / Informasi: Rekan-rekan pendidik sekalian...Dengan adanya fakta sistem pendidikan negara kita yang telah jauh tertinggal, bukan berarti semua harus diwujudkan dengan sindiran-sindiran menyudutkan tanpa suatu gebrakan yang real. Sudah waktunya kita berhimpun, memikirkan jalan yang terbaik, dan menjadikannya suatu perubahan dan kenyataan bagi dunia pendidikan kita. Karena mungkin MEREKA telah mencapai tahap 'overload'. E-mail Pengirim: miranti_ekaputri@yahoo.com Tanggal: 7 Januari 2006
Nama: olivia Dari: bandung/jabar Saya: Mahasiswi universitas islam nusantara Aspirasi / Informasi: Gw gak ngerti banget ... di daerah gw banyak banget berdiri lembaga pendidikan, tapi knapa masih banyak juga yang gak mampu buat bayar sekolah ... aneh banget..!! bingung gw ..!! E-mail Pengirim: rinyvia@yahoo.com Tanggal: 8 januari 2006
Nama: Jokerisasi Dari: jakarta Saya: Siswi jakarta Aspirasi / Informasi: Seburuk-buruknya pendidikan indonesia, kita tak dapat begitu saja menyalahkan pemerintah (walau mereka memang salah). Seharusnya kita memandang diri kita sekali lagi. Apakah saya sudah menjadi pengajar yang ikhlas mengajar demi murid semata? Apakah saya sudah menjadi siswa yang belajar bukannya demi kelulusan, melainkan demi bangsa dan ibadah? Apakah saya sudah menyadari pentingnya mencintai ilmu daripada memanfaatkannya untuk uang semata? hal2 semacam itu tak dapat dianggap sepele... bukankah semua hal2 besar berawal dari hal2 yang kecil? dan saya kira kejatuhan pendidikan indonesia adalah karena permainan uang. kita tak bisa membantah bahwa uang telah menguasai baik lahir maupun batin. Maka sebisa mungkin kuasailah uang sebelum anda dikuasainya... E-mail Pengirim: L_JokerHe2@yahoo.com Tanggal: 9 Jan 2006
Nama: Fajar Nugraha Dari: Kota Tasikmalaya Propinsi jawa Barat Saya: Siswa SMA Plus Nashrul Haq Aspirasi / Informasi: Mengapa pendidikan di indosesia tidak merata apalagi dengan adanya KBK, yang bisa melaksanakan KBK dengan lancar hanya sekolah sekolah yang mempunyai pasilitas baik tetapi sekolah-sekolah yang pasilitasnya tidak memadai sulit untuk melaksanakannya. saya harap yang di perhatikan itu jangan sekolah negri saja. E-mail Pengirim: zhar_n@yahoo.com Tanggal: 12 Januari 2006
Nama: Wiwin Mayasari Dari: Sumatera Selatan Saya: Masyarakat Prabumulih Aspirasi / Informasi: Saya ingin magang mengajar di sekolah sebagai syarat bisa ikut akta mengajar di Unsri, saya mohon info agar bisa magang mengajar di sekolah kota Prabumulih, Terima kasih E-mail Pengirim: 263dd@plasa.com Tanggal: 13-1-2006
Nama: E.A. Rubiantoro Dari: Sragen Saya: Mahasiswa smg Aspirasi / Informasi: buat aku pendidikan sangat riskan ya..maksudya dengan pendidikan kita bisa menyaring segala bentuk perubahan, entah itu perubahan teknologi, perubahan politik, pengetahuan ataupun berbagai informasi baik itu dari dalam maupun luar. sara rasa mutu pendidikan kita perlu sekali dibenahi, menggingat kita sudah sangatlah jauh tertinggal..dan yang paling penting adalah akhlak generasi kita ya..maka pendekatan2 dari guru-murid, mahasiswa-dosen juga antara orang tua-anak perlu diperhatikan lebih mendalam, maksudnya dalam bangku pendidikan guru tidak harus muluk2 pada pelajaran...dia bisa mengganti/menyelinggi dengan pengalaman hidup dia..misalnya kayak para dosen yang sudah guru besar itu.,beliau sedikit sekali memberikan mata kuliah, tapi beliau banyak cerita mengenai pengalaman hidup dia dan ini dirasa lebih mengena bagi mahasiswa n mahasiswa lebih mendapatkan banyak motivasi n pelajaran berharga dari hal tersebut. so, mengapa sitem ini nggak dipakai dari pendidikan paling kecil........ E-mail Pengirim: plenthon@plasa.com Tanggal: 14/1/2006
Nama: RIJALUL AKMAL Dari: NUSA TENGARA BARAT Saya: Guru Madrasai Ibtidaiyah Aspirasi / Informasi: Mohon sekiranya tidak di bedakan antara Madrasah dengan SD trutama dalam pemberian bantuan. Khusun dalam bidang olahraga.
karna selama ini kami merasakan sangat kekurangan dengan alat-peraga atau paraktek. baik dalam mata pelajaran IPA pada umumnya. dan penjaskes pada khususnya.
karna selama ini kami di sekolah kami sangat membutuhkan.
untuk meningkatkan kreativitas siswa kami.
untuk mempertahankan prestasi yang kami telah dapetkan saat ini walaupun prestasi yang kami dapetkan saat ini dariperalatan seadany. namun kami mampu bersaing denga sekolah-sekolah yang memiliki pasilitas yang memadai.
harapan saya mohon sekiranya tidak di bedakan dengan sekolah negeri. trimakasih. E-mail Pengirim: akmal_rijal@yahoo.com Tanggal: 14 Januari 2006
Nama: amal usman Dari: semarang Saya: Mahasiswa undip Aspirasi / Informasi: assalam,saya adalah mahasiswa jurusan ilmu pemerintahan universitas diponegoro semarang,saya sangat sedih terhadap sistem pendidikan yang di terapkan di indonesia yang sangat jauh ketinggalan dengan negara-negara berkembang lainnya,saya hanya ingi memberikan komentar tentang sistem pendidikan yang berlaku diindonesia dengan anggara yang hanya 25% saja apakah mampu untuk mengangkat standarlisasi mutu pendidikan di indonesia semantara kita ketahu bersama dari jumlah anggara yang diberikan untuk pendidikan untuk realisasiakan harus menempuh jalur birokrasi yang cukup panjang sehingga membuka peluang bagi para koruptor untuk mengkebiri dana yang sudah ada yang pada akhirnya berimbas mutu pendidikan itu sendiri.oleh kerena itu untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di indonesia haru perlu adanya kajian yang lebih dalam oleh pemerintah saat ini tentang sistem yang tepat untuk digunakan sehingga dalam mengambil kebijak yang berkaitan denga pendidikan tidak salah salah.
bangsa indonesia adalah bangsa yang kaya akan suberdaya manusia yang tangguh hal ini dibuktikan dengan prestasi yang telah ditunjukan oleh anak bangsa dalam mangangkat nama indonesia kejang internasional dalam bidang akademik,maka dari itu untuk mempontensikan sumberdaya yang ada maka perana pemerintah sangatlah dibutuhkan,seperti kta ketehui bersama bangsa indonesia sering dibodoho oleh bangsa asing yang ingin mecuri ilmudari putra-putri terbaik bangsa dengan iming-iming memberikan beasiswa sekolah gratis yang kemudian mereka yang telah mendapatkan beasiswa tersebut harus tinggal dan bekarja kepada negara yang telah memberi bantuan kepadanya sebaia timbal balik terhadap bantuan yang telah diberikan kepadanya,contoh yang nyata dari persoalan itu adalah mantan presiden RI yakni bj habibi dan masih banyak putra-putri terbaik bangsa lainnya.ini merupakan tantangan bagi bangsa indonesia pada masa pemerintahan sby-jk agar dapat mengupayakan agar kejadian-kejadian yang semacam ini tidak terulang lagi. E-mail Pengirim: Amal_kendari@yahoo.com Tanggal: 16-januari-2006
Nama: TENNY BOGARD Dari: Pontianak / Kalbar Saya: Siswa SMTI N PONTIANAK Aspirasi / Informasi: Menurut saya sebagai siswa, pengaruh kenaikan harga BBM yang tidak diimbangi dengan kenaikan gaji masyarakat. Dan keputusan Presiden yang ingin mengeksport beras ke negara-negara tetangga sangatlah merugikan warga/masyarakat jika hasil eksport beras hanya untuk menutupi kekurangan material yang dialami Indonesia saat ini. Jika saja hasil yang diperoleh dari penjualan beras dijadikan subsidi bagi masyarakat. maka tidak mustahil masyarakat dapat menerima keputusan yang diambil pemerintah dengan lapang dada. E-mail Pengirim: tenny1a@yahoo.com Tanggal: 17-01-2006
Nama: phede Dari: jogja Saya: Mahasiswa jogja Aspirasi / Informasi: pendidikan tidak akan maju bila pemerintah tidak memperhatikan nasib guru. Diharapkan pada tahun ini pemerintah bisa menaikan anggaran pendidikan sesuai dengan amanat GBHN dan UUD 45 yaitu 25%. E-mail Pengirim: phede_06@yahoo.com Tanggal: 18-01-2006
Nama: Domi Dari: jogja Saya: Masyarakat jogja Aspirasi / Informasi: MAsyarakat hari ini TIDAKLAH MISKIN maysarakat hari ini tidaklah DUNGu. Masyarakat sada betul kalau hari ini semua jenis sekolah di Indonesia tidak lah berbeda YAKNI dengan tujuan mencuci otak masyarakat dan memeras mereka dengan orientasi kerja.
BAGI SAYA YANG DUNGU hari ini ADALAH SEMUA PEJABAT PEMERINTAH DAN PEMODAL yang BERPIHAK PADA KEBIJAKAN PEMERINTAH SAAT INI. Pendidikan menjadi RACUN yang sangat berbahaya karena mengandung unsur 1. pembutaan kesadaran. 2. Pemaksaan dan Doktrin yang kuat.
Para pejabat alias para pengkhianat telah meracuni akar2 tumbuhan yang kelak menjadi tanaman yang baik. Pemerintah DENGAR, LIHAT DAN RASAKAN rakyat mu mereka tidak sekolah bukan DUNGU artinya tapi kalian yang BENAR-BENAR dungu. Pola pemikiran yang dibangun disekolah jg membutakaan nasib NUSANTARA terutama dalam mata pelajaran SEJARAH yang terkesan membosankan. Ini adalah proyek sukses pemerintah dalam MELANGGENGKAN KEKUASAAN. DASAR PEMERINTAH DUNGU!! E-mail Pengirim: Virus_gawat@yahoo.com Tanggal: 19/1/05
Nama: taufiq el-hafizi Dari: Medan/Sumut Saya: Mahasiswa UMSU Aspirasi / Informasi: kemudahan dalam mengakses pendidikan yang bermutu harus bisa dirasakan secara merata, dan konsep pendidikan untuk semua harus segera terealisasi. pendidikan terasa begitu mahal terutama pada jenjang perguruan tinggi, jangan sampai putra/i bangsa ini bodoh karena ketidak adaan biaya untuk sekolah E-mail Pengirim: hafiz_koe@yahoo.com Tanggal: 20 Januari 2006
Nama: Moortri Bramantyo Dari: Yogyakarta Saya: Siswa SMA Kolese De Britto Aspirasi / Informasi: Sejauh saya melihat selama ini, sekolah hanyalah merupakan sebuah tuntutan bagi kebanyakan siswa. Ketika prestasi siswa didasarkan pada sebuah penilaian, penilaian itulah yang menjadi segala aspek kehidupannya.
Seorang siswa hanya akan sekolah untuk mengejar nilai. Berjuang selama 9 tahun lebih (bagi pelajar SMA) hanya untuk mendapatkan selembar kertas penghargaan tanda ke-bisa-an (sejatinya, tidak). Segala cara dilakukan agar dapat 'tuntas' tanpa memperhatikan hati nurani. Timbullah aksi mencontek, meniru, egois, dsb.
Kondisi semangat belajar yang seperti ini sungguh memperihatinkan. Dahulu, ilmu pengetahuan terbentuk karena keingintahuan manusia akan segala sesuatu yang pada akhirnya berujung kepada Tuhan YME. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan ada agar manusia bisa memaknai hidupnya dengan kehadiran-Nya, memahami ciptaan-Nya yang justru akan membawa manusia kepada Kemuliaan-Nya. Manusia akan kehilangan jati dirinya tanpa adanya semangat belajar terus menerus. Maksudnya, adalah 'ongoing formation'; semangat yang melandasi seseorang untuk belajar terus-menerus, seumur hidup karena menyadari keterbatasannya sebagai manusia.
Karena itu,
sekolah yang berdiri sebagai lembaga pendidik seharusnya 'mendidik' bukan 'mengajar'. Tidak perlu melulu belajar tentang teori karena teori bisa dipindahkan, bisa didokumentasikan, bahkan ada yang bisa disanggah. Sekolah lebih mengarahkan siswanya kepada pengalaman hidup. Dari situ, sebuah pelajaran akan 'membadan' bagi siswa tersebut.
Siswa tidak hanya diajari menulis, membaca, menghitung, mengkritik, menganalisis, menyimpulkan, dll., tetapi perlu juga disisipkan moralitas yang menjiwainya. Porsi belajar lebih dititikberatkan pada pembentukan kepribadian bukan pembentukan 'otak'. Kalau orangnya pintar dan hebat, tetapi korup, lantas buat apa?!?
Intinya, pendidikan ya mendidik, bukan mengarahkan atau mengajarkan. Pendidikan harus dimulai dari mental, jiwa dari seorang pedidik (orang yang dididik). Penilaian yang berlebihan hanya akan mengekang 'kebebasan' siswa, siswa menjadi tidak eksploratif.
Ohh... ya.. saya ingat satu pesan dari Konfusius(filsuf Cina) :
"Jika saya mengetahui kebenaran di pagi hari, saya akan mati dengan tenang di malam harinya"
AMDG
Tjah JB :] E-mail Pengirim: m00_161@yahoo.com Tanggal: 20 Januari 2006
Nama: seira c Dari: mlg /jatim Saya: Mahasiswa Aspirasi / Informasi: demokrasi dinegara ini mgkin semakin menurun karena bentuk pemerintahan yang kurang termotifasi untuk membangun bangsa kedepan apalagi dengan kenaikan bbm yang akan mensengsarakan rakyat solusi untuk kedepan nya itu bagaimana? E-mail Pengirim: mafia_unibraw@yahoo.com Tanggal: 20 -01 -2006
Nama: Jonggi Juan Martinus Panjaitan Dari: Batam/Kepulauan Riau Saya: Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau Aspirasi / Informasi: Kepulauan Riau telah definitif berdiri sebagai sebuah provinsi. Dapat dimaklumi jika terdapat berbagai kekurangan diberbagai bidang pelaksanaan pemerintahan. Namun perlu diperhatikan pemerintah Kepulauan Riau, bahwa pendidikan merupakan parameter perubahan masyarakat, maka pemerintah harus lebih fokus dan aktual membangun bidang ini. Mengingat pendidikan merupakan bidang yang tidak memberikan perkembangan secara langsung, sistem yang buruk atau baik hanya akan nampak pada saat generasi pendidikan tersebut menjadi masyarakat praktis.
Hal tersebut bereratan dengan perkembangan pendidikan di Kepulauan Riau. Sebagai sebuah provinsi, sepatutnya Kepri memiliki sebuah perguruan tinggi yang dibiayai oleh negara, tegasnya perguruan tinggi negeri (PTN), agar tingkat pendidikan yang lebih tinggi dapat dirasakan oleh masyarakat tingkat ekonomi menengah bawah. Perguruan Tinggi yang ada di Kepri tergolong relatif berbiaya tinggi, serta berkuantitas dan berkualitas rendah. Masalah yang lebih utama terdapat pada biaya pendidikan, sebab pada era globalisasi saat ini kita akan semakin tertinggal tanpa adanya pendidikan yang memadai, biaya tinggi menyebabkan tidak sanggupnya masyarakat mengenyam pendidikan lanjutan tingkat tinggi. Ditambah lagi dengan besarnya beban masyarakat karena meningkatnya inflasi akibat bahan bakar minyak, sungguh dilematis untuk Kepulauan Riau yang memiliki Index Biaya Hidup yang tinggi pula. Masalah lain adalh pemerintah harus bisa memenuhi tuntutan pendidikan di berbagai pulau yang ada di Kepri, mengingat kondisi Kepri yang Kepulauan.
Jangan sampai terjadi kesenjangan antara tingkatan daerah yang sama. Terutama adanya issue yang mengindikasikan tingkat pendidikan Batam jauh lebih tinggi dari daerah kabupaten lainnya. Jika permasalahan biaya pendidikan telah selesai, pemerintah harus segera memperbaiki sistem pendidikan di Kepri agar tercapai tingkat pendidikan yang kompeten. Masalah ini telah cukup lama terjadi terutama pada masyarakat golongan ekonomi atas, diantara meraka banyak yang melanjutkan pendidikan tinggi diluar provinsi, bahkan luar negeri. Kebanyakan Etnis Tionghoa melanjutkan pendidikan ke luar negeri, karena adanya kesan pembedaan status sosial di daerh lain diluar Kepri. Mereka takut terjadi pelecehan HAM dalam kesehariannya. Tercipta sebuah eksklusivitas dalam Etnis Tionghoa. Seandainya pemerintah dapat menangani ini, pemerintah telah dapat mewujudkan salah satu cita daripada dasar negara kita.
Demikian opini saya mengenai Pendidikan Kepri, maaf jika ada pernyataan yang siftnya spekulatif. Pandangan ini saya sampaikan karena saya pernah menempuh pendidikan di Kepri tepatnya di Batam. Kesan sosial yang saya dapatkan seperti itu adanya, masih banyak yang ingin saya utarakan namun karena keterbatasan materi saya menutup opini saya.Trims. E-mail Pengirim: zongghai_batax@yahoo.com Tanggal: 21 Januari 2006
Nama: Muhammad Yahya Aziz Dari: Jawa Timur Saya: Wartawan Jasmas Aspirasi / Informasi: Semestinya pemerintah memperhatikan pemberdayaan pendidikan masyarakat di Madura menyongsong indsutrialiasasi. mengingat tingginya angka buta aksara di Madura. Tentu menjadi keprihatinan besar kita bersama, ketika orientasi pembangunan di Madura bersifat monumental. setidaknya perlu desakan bahwa keberhasilan sebuah kepemimpinan daerah adalah terletak pada pemberdayaan sosial dan pendidikan, bukan pada pembangunan fisik semata. thanks E-mail Pengirim: aziz_yahyaaziz Tanggal: 21-01-2006
Nama: Godhy.Y Dari: Sukabumi Saya: Mahasiswa universitas islam jakarta Aspirasi / Informasi: Kepada pengelola pendidikan saya ingin tahu. sekolah kan sekarang ada yang gratis darimana biaya itu diperoleh ini perlu semua orang tahu agar jangan sampai kita kebangblasan tidak tahu umber dana sekolah itu E-mail Pengirim: Tanggal: 23 Januari 2006
Nama: kiki Dari: jawa tengah Saya: Mahasiswi stikes Aspirasi / Informasi: kapan ya indonesia bener-bener perhatian dengan pendidikan, nggak setengah-setengah ! E-mail Pengirim: Tanggal: 25 Januari 2006
Nama: mubarak Dari: malang Saya: Mahasiswa brawijaya Aspirasi / Informasi: saya heran dengan sistem pendidikan sekarang! misalnya di kalangan para mahasiswa kok yang diajarin cuman ilmu-ilmu yang bersifat duniawi saja. saya paham kalo kita didunia ini kta kudu punya pegangan ilmu tapi kok ngga' ada refreshing tentang ilmu agama yang memadai.
contohnya saja mata kuliah agama hanaya diberikan 2 sks selama kuliah. padahal rata-rata masa kuliah mahasiswa 4-7 tahun. apa ngga' bener-bener kurang itu....
jadi jangan heran kalo lulusan-lulusan kita yang diharapkan mampu menjadi tulang punggung bangsa yang terdidik dan BERIMAN itu ngga' akan pernah tercapai. Mata kuliah yang diajarkanpun termasuk agama semuanya berbasis pada liberalisme yang jelas-jelas bertentanagn dengan budaya kita dan berbahaya. jadi saya mohon pada pihak yang bersangkutan untuk memberikan rekomendasi pada universitas-universitas maupun instansi-instansi pendidikan lainnya agar mengadakan perubahan sistem liberalisme dan mata kuliah Agama yang benar pada para calon-calon penerus negara kita.
Saran Webmaster
Sebenarnya anda punya banyak kesempatan untuk belajar agama di luar kampus. Tetapi, di mana anda mendapat kesempatan untuk belajar ilmu-ilmu (yang masih kurang) di luar kampusnya? Hal-hal yang saya merasa perlu ditingkatkan di kampus-kampus kita adalah kreativitas, kemandirian, dan penelitian yang dapat dilanjutkan ke lingkungan untuk membantu mengatasi masalah-masalah rakyat kita.
Agama walapun penting, adalah hal pribadi dan kewajiban kita untuk belajar secara masing-masing untuk "memperbaiki kita sendiri".
Mahasiswa-mahasiswi semua perlu tanya diri, bagaimana saya dapat meningkatkan kreativitas dan ilmu saya supaya saya dapat sebagai "orang yang berguna" untuk memajukan dan meningkatkan lingkungan dan negara kita.
Salam Hormat dan Selamat Berjuang! Phillip R. (Webmaster) E-mail Pengirim: - Tanggal: 1 februari 2006
Nama: hendro Dari: Mataram/ NTB Saya: Staf Teknologi ISP Aspirasi / Informasi: asalamualaikum, program sekolah kecenderungan saya tidak luput dari Teknologi Informasi, sangat penting dan kebutuhan mendesak saat ini untuk mengikuti jendela dan arus informasi global. jadi perlu adanya program IT masuk sekolah, dilihat sangat minim dan masih sedikit minat guna mewujudkan NTB daerah basis Internet terlebih dunia pendidikan NTB. jadi sangat saya butuhkan sumbangsih dan perhatian instansi pemerintah atau swasta guna mewujudkan NTB global, khusus nya jalur pendidikan IT. sangat saya butuhkan saran dan solusi buat kemajuan pendidikan NTB,
wasalamualaikum E-mail Pengirim: hendro_sby@yahoo.com Tanggal: 26 Januari 2006
Nama: fitriya z Dari: malang /jawa timur Saya: Mahasiswi PPs UMM Aspirasi / Informasi: As.Wr.Wr.ada pertanyaan untuk pemerintah nih..'sudah berapa 'target' 10 hari anda yang telah terlaksana? mohon jawab dengan jujur. Rakyat tidak butuh retorika, mereka butuh bukti nyata.salam...kami selalu menyertakan kesejahteraan para pemimpin dalam doa-doa yang kami panjatkan...jadi tolong ingatlah dengan janji yang dulu telah anda berikan pada kami, atau perlu Big Boss kami yang harus menagihnya kelak? salam E-mail Pengirim: fzaja@pendidikan.zzn.com Tanggal: 27-01-06
Nama: Luluk Septiana Dari: Mahasiswa Surakarta Saya: Mahasiswi Salah satu PT surakarta Aspirasi / Informasi: Ass,Saya berharap kondisi guru diperhatikan baik dari instansi Sipil maupun swasta. Terlebih lagi tentang kesempatan guru honorer yang diinstansi swasta harus dipertimbangkan lagi. wass E-mail Pengirim: n_megono@plasa.com Tanggal: 27 januari 2006
Nama: Jo Dari: Pontianak / Kalimantan Barat Saya: Siswa sekolah swasta Aspirasi / Informasi: merasa sangat sedih karena tidak semua beasiswa yang diberikan kepada pada pelajar dapat tersalur dengan baik, dan kalau dapat uang beasiswa resebut harus diawasi pengirimannya. E-mail Pengirim: Tanggal: 28 January 2006
Nama: Deni Dari: Yogyakarta Saya: Mahasiswa Stt Telkom Aspirasi / Informasi: Sudah saatnya sistem pendidikan di Indonesia diubah. Masyarakat di Indonesia telah dibodohi dengan sistem pendidikan saat ini. Indonesia dulu mengekspor guru ke Malaysia. Akan tetapi apa yang terjadi sekarang? Malaysia meninggalkan jauh Indonesia dan kalau dihitung dengan tahun maka Indonesia tertinggal 20 tahun. Dengan sistem pendidikan ini pula Indonesia menghasilkan orang2 yang berintelektual tinggi tetapi korup. Bahkan, Indonesia menjadi terkorup di dunia ini. Akankah kita harus bangga dengan prestasi tersebut. Indonesia harus berubah dengan mengubah sistem pendidikan yang selama ini diterapkan. Mulai sekarang atau tidak sama sekali!!!
Bukan sistem masalahnya. Manajemen, Perhatian, dan Kepedulian terhadap Pendidikan - SDM yang perlu diubah! Sistem hanya sebagai scapegoat! (alasan saja)
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R. (Webmaster) E-mail Pengirim: den_laviola@yahoo.com Tanggal: 28-1-2006
Nama: Ratu Ayu Astira Dari: Banten Saya: Siswi SMAN 1, Serang Aspirasi / Informasi: bapak Yth, saya ingin bertanya : kapan hutang-hutang indonesia dapat dilunasi? tolong dong segera dilunasi, biar anak2 tidak terbebani dengan hutang! kerena tugas kami hanya belajar jadi, jangan bebani dengan biaya2 apapun. terima kasih pak! E-mail Pengirim: cokluts_tuts@yahoo.com Tanggal: 29 januari 2006
Nama: ALIA Dari: SURABAYA Saya: Mahasiswi IAIN SUPEL SBY Aspirasi / Informasi: SAYA MENGHARAPKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA MEMILIKI KUALITAS YANG BAIK DAN MERATA DAN TIDAK HANYA SEBAGIAN SEKOLAH TERTENTU SAJA. SAYA MENDUKUNG ADANYA SEKOLAH KAWASAN KARENA AKAN MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN TIDAK HANYA PADA SEKOLAH TERTENTU DAN BAHKAN BISA MENINGKATKAN SDM. DAN JUGA SAYA HARAP BANTUAN PEMERINTAH LEBIH MENGARAH PADA PROSPEKTIF PENDIDIKAN KEMUDIAN SAYA BERHARAP PENDIDIKAN DIDASARI DENGAN IMTAQ DAN IPTEK TENTUNYA. TERIMA KASIH E-mail Pengirim: a'al_ale2004@yahoo.com Tanggal: 31 JANUARI 2006
Nama: ari setiawan Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswa pasca Sarjana UNY Yogyakarta Aspirasi / Informasi: mohon pada dinas pendidikan ikut mendukung uu pornografi dan pornoaksi terutama berkaitan dengan anak smp dan sma karena mereka rawan sekali terutama bagi mereka pengguna HP karena saai ini dengan mudah mereka mengaksses pornografi dan porno aksi. Mari kita berjuan berantas segala bentuk porno agar masyarakat kita terutama generasi muda tidak rusak moralnya. ALLAHUAKBAR .....!!!!!
Jangan lupa "korupsi dan tidakkejujuran" yang betul merusakkan semua moral bangsa biar "mau atau tidak mau", dibanding pornografi yang hanya mempengarui "yang mau".
Salam Hormat dan Selamat Berjuang Webmaster E-mail Pengirim: akhi_ari@yahoo.com Tanggal: 1 februari 2006
Nama: Hur aini Mardhotilah Dari: padang,SUM-BAR Saya: Mahasiswi Padang State University Aspirasi / Informasi: Asslam.wr.wb salam tebar semuanya, ana adalah seorang mahasiswi yang berasal dari kampus ini, sebagai seorang mahasiswi tentulah harus menjalankan tugasnya masing2 sebagaimana mahasiswi mencari ilmu dan menerima ilmu. untuk masa pencarian atau menerima tentulah harus melewati administrasi yang ada pada suatu lembaga tersebut,example:salah satunya pendidikan. Nah hal ini yang mendasar dalam pendidikan adalah membutuhkan uang? yang Kan!, untuk hidup saja harus pakai uang, tanpa ada uang kita akan mati, siapa yang bilang akan mati, ya itu para korupsi. maksudnya contoh ini bahwa pendidikan itu harus ada dana yang membeli pendidikan itu. akan tetapi dalam berlangsungnya kelacaran dalam balajar sangat dibutuhkan keuangan. yang merupakan sumber utama proses belajar maupun mutu pendidikan. itulah lembaga pendidikan.
sekarang bagaimana dengan objek pendidikan, misalnya universitas ya tentu mahasiswa/i nya lagi yang utama dalam proses belajar. nah untuk kalangsungan mempermudah belajar kan uang lagi yang nggak! .
ini lah sebanarnya kesulitan dalam kemajuan mutu pendidikan di Indonesia, bagi pemerintah mungkin sudah bersikeras untuk memecahkan masalah ini dana dengan tidak ada cara lain, untuk meluruskan masalah ini baik korupsi dana, tidak jelasnya dana 20% UNTUK PENDIDIKAN, dan laionnya sebagaimnya. ini telah diusakan mencari jalan yang sebaik2nya. alhamdullah! masih ada usaha, itu sudah menenangkan kegelisahan masyarakat, akan tetapi kenyataannya tidak !WoooW gimana ini!, nah meluruskan masalah ini sulit sekali wajar pemerintah menjadikan BHPT salah satu ide yang dicontoh dari MASA PEMERINTAHAN OTONOM, maka kesulitan pemerintah dalam mengurus biaya2 daerah sedikit agak tenang, bisa dikatakan perkerjaan berkurang namun uang katong berkurang. Mudah2an bapak pejabat kita tidak begini yach (hanya orang2 yang jujur. semoga kehilapan sadar dengan TOBAT NASUHA.
ngomong2 dengan pendidikan, dana & BHPT tadi akhirnya mahasiswa/i dan ana sendiri juga kerepotan lou....., buat anak babe sih nggak masalah, but kami yang orang yang nggak punya gimana? maslah itu sangat membuat kami kelaparan, ingatlah doa-doa orang teraninyaya. kami sangat mengerti dengan kesulitan pemerintah dalam memecahkan masalah yang sudah banyak di Indonesia, salah satu BHPT cara yang objektif namun ini banyak pula dampat bagi kami yang belum siap, dana tidak punya yang begitu besar, dosen yang tidak semangat dalam memberikan ilmunya tekniknya cuma kesombonganya, pelit ya katanya ilmuan Prof,Dr tapi sampah saja kain kotor (belum sesungguhnya niat dalam sebagai contoh belum siap), namun adapun yang baik, alhamdullah.,begitupun pemerintah (bagi pejabat orang2 yang bersungguh-sungguh) menjalankan tugasnya dengan teknik baru, ambil ilmu orang yang menjajh kita, kalahkan bangsa asing, kritis, tidak tong tong kosong, tapi tong-tong berisi. BERUSAHALAH DENGAN SEMANGAT TANPA MENINDAS ORANG MELARAT SEPERTI KAMI. yang kami minta cuma 1, pertimbangkan lagi, kalau bisa hanya 0,5% yang dinaikkan uang kuliah kami dari 100%,hidup perlu bertahap, biaya sekolah mestinya dimurahi kalau bisa ngatis utuk yang benar2 tidak mampu/ miskin.
bapak yang kami hormati maupun yang membaca ini: kalaupun ini diberlakukan berilah peluang kerja yang mudah sesuai dengan ruang lingkup dan ngaji.bagi orang yang mampu untuk digaji setandar sesuai dengan kecukupan siapapun itu baik suwasta maupun PNS, diseimbangi dengan orang bawah,. ini memang coretan lemabran kertas email yang membuat uang, tenaga mengetik,tulisan yang jadi tidak beguna, jikalu ini memang berguna bagi anda yang meminta informasi opini ini jadikan ini kosep berfikir logis, jadikan fakta dalam kehidupan sbenarnya bukan coretan saja. terima kasih semoga ini jadi panutan kita semua agar dapat mnegenang jasa2 orang terdahul. Indonesia bisa menang karena Pndidikan yang luar biasa sangat MURAH dengan fasilitas menyedikan dengan bantuan banyak dari beberapa orang yang pejuang walaupun menyedikan tetapi mutu tetap MAHAL. itulah berfikirlah .
akhir kata mohon maaf sebesar2nya hanya pada ALLAH segala yang benar. terima kasih. salam tebar. wasslm.wr .wb E-mail Pengirim: Anjelic_twin@yahoo.com Tanggal: 2 february 2006
Nama: masrina Dari: medan/sumut Saya: Mahasiswi UNM Aspirasi / Informasi: Kurikulum kita pada saat ini mengacu kepada KBK, tetapi kenapa sampai saat ini masih banyak sekolah - sekolah yang proses belajar mengajarnya berlangsung dengan cara yang lama. Padahal KBK ini sudah berlangsung 2tahun.Apakah kurikulum ini nantinya dapat menjadi sesuatu yang dapat mengembangkan pendidikan di Indonesia? Kalau menurut saya, walaupun kurikulum ini bagus, tapi kurang sosialisasinya kemasyarakat sama aja hasilnya.Pemerintah kita menetapkan bahwa tidak boleh ada jual beli buku di sekolah, bahkan tidak boleh memaksa murid untuk membeli buku. Lalu bagaimana murid dapat mengikuti pelajaran? Katanya untuk buku itu sudah ada dananya, tapi mana hasilnya E-mail Pengirim: maci_girl83 Tanggal: 1 februari 2006
Nama: yulius nirigi Dari: propinsi papua Saya: Mahasiswa univercitas cenderawasih jayapura Aspirasi / Informasi: sasaran program pembangunan pada masa otonomi khusus di propinsi papua salah satunya adalah bidang pendidikan banyak dana otsus untuk bidang pendidikan namun kita lihat kenyataan di daerah mutuh pppennndidikannya masih rendah kunci keberhasilan ada pada guru mohon perhatikan nasib guru-guru di daerah terpencil E-mail Pengirim: yuliusnirigi@yahoo.com Tanggal: 02.februari 2006
Nama: Arip Ripani Dari: Pekanbaru / Riau Saya: Siswi Indonesia Aspirasi / Informasi: dengan berkembangnya jaman dan modrenisasi, justru membawa budaya kita kepada perubahan yang negatif, terutama bagi anak-anak se usia SLTP dan SMU. Hal ini, dapat kita lihat dari acara2 dimedia massa seperti sinetron, yang memberikan contoh yang kurang menyenangkan, dan hal tersebut kebanyakan ditiru oleh anak2 sekolah...sehingga perkembangan prilaku, nilai, dan norma anak2 menjadi tidak terkontrol lagi...
Saya hanya ingin mempertanyakan kepada pembaca dimana saja berada...mengapa hal seperti ini dibiarkan saja, dinegara kita yang berbudaya, beragama, dan bermoral...siapa yang harus disalahkan, jika banyak terjadi pemerkosaan, kriminalitas, dan lain sebagainya...
karena, pornografi dan unsur2 yang mengundang pelaku kejahatan memang segaja dilakukan oleh remaja2 kita saat ini...Pakaian yang seksi, pornografi di TV, pergaulan bebas, bahkan beredarnya VCD anak2 SMU yang sedang berhubungan intim...mau jadi apa bangsa kita kedepan...
Sebenarnya "korupsi dan tidakkejujuran" yang betul merusakkan semua moral bangsa biar "mau atau tidak mau", dibanding pornografi yang hanya mempengarui "yang mau".
Mohon membaca Klik -"Revolusi Seks Bangku Sekolah", ini bukan hal baru! Moral dulu sebenarnya bagaimana?
Salam Hormat dan Selamat Berjuang Webmaster E-mail Pengirim: arip_ripani2000@yahoo.com Tanggal: 2 Februari
Nama: donny Dari: medan Saya: Pengamat medan Aspirasi / Informasi: ideologi pendidikan indonesia itu seperti apa?
dan jika mengenai mendidik sudah tentu menjadikan anak didik itu menjadi sesuatu yang berguna?
visi dan misi pendidikan itu berlandaskan apa atau hanya dibuat - buat sehingga banyak anak2 yang tak tau apa itu "indonesia" tolong pemerintah perhatikan
E-mail Pengirim: naek_virgo@dawson.com Tanggal: 7-2-2006
Nama: Ainin Naim Dari: Jawa Timur Saya: Mahasiswa Kampus Aspirasi / Informasi: Wahai Presiden yang jabatannya paling terhormat!!!
Dimana janji yang kau tawarkan sebelum kau jadi presiden ???
Rakyat tambah melaratttttt!!! Bahan bakar tambah melambung tinggi harganya (kayak tingginya gunung Bromo) yang ada di malang.....
..... thank's for your attention!!!!! From your citizen. E-mail Pengirim: ainin_naim@yahoo.com Tanggal: 07-Pebruari-2006
Nama: pino Dari: tanjungpinang Saya: Mahasiswa surabaya Aspirasi / Informasi: tolong dong teman-teman yang baca, saya kepingin kalian ngeliat anak-anak cacat, mereka juga punya kemamapuan untuk melakukan sesuatu, jadi tolong bila kalian punya hati, seandai nya ada di daerah kalian, tolong bantu keinginan mereka, mereka kan mempunyai kelebihan yang gak terduga. E-mail Pengirim: oni_ray@yahoo.id.com Tanggal: 8 februari 2005
Nama: Rama76 Dari: Jakarta Indonesia Saya: Masyarakat Jakarta Aspirasi / Informasi: Yang terhormat kepada pihak terkait : 1. Tolong jangan hanya PNS saja yang di programkan tapi pikirkan bagi kami yang tidak tamat sekolah seperti SD,SMP,SMA atau perguruan tinggi (yg tdk memiliki ijazah) dan bagi mereka (sklh sampai tamat)sebenarnya bisa saja mencari pekerjaan tanpa ikut campur pemerintah karena sudah sepantasnya mereka memiliki kemampuan yang mungkin bisa di andalkan seperti bakat atau keterampilan.
Dan yang ke 2 Tolong perhatikan dengan serius dan seksama tentang ekstrakurikuler di sekolah sekolah seperti SD,SMP dan SMA untuk lebih banyak waktu kegiatan organisasi yang ada pada sekolah tersebut karena saya sudah mencoba dan ikut serta dalam organisasi tersebut selama 10 tahun sampai sekarang, alhasil ternyata banyak sekali yang dapat terbentuk dan menghasilkan bakat,ide, kretivitas yang mengarah ke hasil karya (mencari/mengembangkan potensi SDM) pada usia pendidikan dan akhir dari semua itu insya Allah tidak adalagi atau mengurangi angka penggangguran karena apa yang telah dicari atau dikembangkan dapat menghasilkan karya atau seni atau menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang tidak memiliki modal yang cukup.ada satu hal yang perlu di catat mgkn ada bebarapa pengangguran yang ingin pekerjaan/posisi enak,gaji besar. Mohon maaf apabila ada kata-kata atau tidak sopan yang ngk enak didengar dan terimakasih. E-mail Pengirim: dyon76rama@yahoo.com Tanggal: 10 Febuari 2006
Nama: MATNURIL Dari: PEKANBARU/RIAU Saya: Mahasiswa UNIVERSITAS RIAU Aspirasi / Informasi: saya minta dengan sangat tolong disedia/dialokasikan beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. seandainya instansi yang menangani masalah beasiswa ini merasa keberatan menbantu (hanya memberi tampa ada pengembalian). pribadi saya,sebagai salah satu orang yang sangat membutuhkan,bersedia mengganti kembali (menyicil) dana bantuan beasiswa tersebut jika study saya telah selesai.dan saya bersedia memenuhi persyaratan yang jelas dan tidak terkait kepentingan tertentu (mengikat). MOHON pertimbangan dan PERKEMBANGANNYA dari pihak yang menangani. TERIMA KASIH. E-mail Pengirim: matnuril_ok@yahoo.com Tanggal: 11-februari-2006
Nama: Arief Irawan Dari: Garut / Jawa Barat Saya: Staf Administrasi SMK Nusantara Garut Aspirasi / Informasi: Informasi:
Sekira Akhir Desember kami menerima Dana BKM untuk 20 siswa kami. Salah satu teman saya di sekolah pernah menanyakan/memohon tentang beasiswa untuk siswa yang tidak mampu yang menyatakan, kami merekomendasikan 20 orang siswa kami. Tetapi setelah saya cek di komputer jumlah siswa yang kami rekomendasikan 36, dan sekitar akhir Desember keluar kuota Dana BKM dari dinas untuk 20 orang siswa.
Terima kasih banyak kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan, atas perhatiannya, semoga kita semua mendapat Ridho Allah YME. Amin.
Untuk selanjutnya sekira Akhir Desember/awal AJanuari, sekolah kami mendapat kuota Dana Insentif Periode Januari-Juli 2005 Guru Honorer untuk 15 Guru. Pihak Dinas Kabupaten, menyatakan untuk periode Juli-Desember 2005 katanya menyusul, mungkin Akhir Januari atau Awal Februari (± 10-02-06). Tetapi sampai sekarang belum terealisasi.
Saran:Untuk menangani segala urusan finansil dari dinas untuk berbagai hal diatas, sebaiknya melibatkan Kabag Adm/KTU & Komite Sekolah, bukan hanya pihak Dinas & Kepala Sekolah Saja, sebab kami (lembaga) bertanggung jawab penuh kepada semua pihak (transparansi).
Demikian dari kami, sekali lagi kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas apa yang telah kami terima. Semoga menjadi amal bagi kita semua. Wassalam
Semoga Pendidikan Indonesia makin menjadi baik adanya. E-mail Pengirim: smksmip_grt@yahoo.com Tanggal: 11-02-2006
Nama: Fransiska Dari: Bandung, Jawa Barat Saya: Guru SDN Haurpancuh Aspirasi / Informasi: Saya guru honor yang belum dapat insentif/uang susu. Sekarang ini Pemkot Bandung tidak memperhatikan guru honor yang belum mendapatkan insentif. Saya sedih dengan CPNS sekarang ini, kata Presiden bahwa akan memperhatikan guru honor tetapi kenyataannya berbeda. Saya ini hanya mendapatkan uang seratus empat puluh dua ribu lima ratus rupiah/bulan. Saya ikut pendaftaran CPNS tapi saya tidak menerima panggilan CPNS. Saya ikut yang umum dan guru bantu/Honda pendaftarannya lansung sedangkan yang belum Honda harus lewat pos padahal sama-sama ngehonor di SD. Tolong perhatikan nasib guru honor dan tingkatkan nasib guru honor. E-mail Pengirim: yayah_the_best@hotmail.com Tanggal: 11 Februari 2006
Mengunjungi:
[ Ke Halaman 31 - Klik Di Sini ]
|