|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 31)
Nama: HARAHAP Dari: BATAM/KEPRI Saya: Masyarakat BATAM Aspirasi / Informasi: SAYA MOHON KEPADA PIHAK PIHAK YANG TERKAIT AGAR SEMESTINYA MEMPERHATIKAN HAK2 RAKYAT ,DAN AGAR PELAYANAN UMUM KHUSUSNYA DI KOTA BATATM AGAR DI TINGKATKAN LAGI KINERJANYA MENUJU YANG LEBIH BAIK .TERIMAKASIH E-mail Pengirim: muda_harahap@yahoo.com Tanggal: 12 FEBRUARI 06
Nama: Dahlan Suparlan Dari: Garut / Jawa Barat Saya: Mahasiswa Universitas Garut Aspirasi / Informasi: Suara Kita
Dari informasi yang diperoleh, saat ini banyak Pelaku KKN (kebanyakan korupsi) di lingkungan Dinas Pendidikan yang tertangkap dan mendapat hukuman, diantaranya hukuman penjara.
Menurut pengamatan saya korupsi di Indonesia, khususnya di daerah kami, kebanyakan dilatar belakangi kelalaian SDM-nya (banyak SDM kita yang belum dewasa/urakan walaupun usianya sudah matang), tidak disiplin administratif dan kredibilitas yang buruk.
Saya punya beberapa teman yang masih berstatus PHL, baik di lingkungan Dinas Pendidikan dan dari Dinas yang lainnya di lingkungan PEMDA.
Saya sangat menyayangkan sikap buruk kebanyakan dari meraka, tentang status dan pekerjannya dan juga tentang diri pribadinya (persepsi yang negatif).
Dalam beberapa kontak pembicaraan, diperoleh informasi, honor mereka antara Rp. 200 - 300 ribu/bulan, tetapi penghasilan mereka satu bulan kadang-kadang bisa mencapai Rp. 500 ribu - 1 juta rupiah.
" Kok, bisa begitu? Ya katanya banyak plusnya, atau tempat saya basah dan sebagainya".
Sering mereka mengeluh tentang pekerjaan, jika sudah menumpuk dan harus lembur. Saya maklum karena teknologi informasi di daerah kami belum begitu memadai dan juga SDM-nya. Tetapi katanya, walaupun begitu tetap ada "Plusnya" untuk membuat kita tetap semangat dan tidak BAD MOOD, He.He..
Saya harap fenomena ini bisa menjadi perhatian kita semua, dicarikan solusinya, untuk memperbaiki manajemen, birokrasi dan wibawa pemerintahan, baik di tingkat paling bawah sampai paling atas.
E-mail Pengirim: sn_ijem@yahoo.com Tanggal: 13-02-2006
Nama: Arief Irawan Dari: Garut / Jawa Barat Saya: Staf Administrasi SMK Nusantara Garut Aspirasi / Informasi: Dear, Forum SMK Telkom Yth.
Ketika saya membaca aspirasi/informsi dari Anda, saya merasa tersentuh sekali dengan keseriusan para pelajar (Forum SMK Telkom) dan semangat belajarnya, dan ini berdampak pada kemajuan dunia pendidikan kita. Saya dukung penuh semangat belajar Anda, semoga menjadi tauladan dalam proses pencapaian kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan, di Tanah Air tercinta ini. Amin.
Saya jarang urun rembug di pendidikan.net ini, karena harus online (bukan POP3) ketika akan menyampaikan aspirasi/informasi dari lembaga tempat saya bekerja.
Untuk kedepan saya akan mencoba menyisihkan waktu untuk mencari informasi/ belajar di pendidikan.net ini.
Salam hangat dari Garut, Vini, Vidi, Vici!
E-mail Pengirim: arief_irwn@yahoo.com Tanggal: 13-02-2006
Nama: latifah furqoni Dari: pijoan/Jambi Saya: Siswi SMA 1 Aspirasi / Informasi: Saya tidak yakin jika di Indonesia ini bisa menghapus KKN secara murni, Sebab semua sekolah_sekolah tinggi yang bersifat Kedinasan tidak bisa dimasuki secara murni. Hal ini terbukti dari Kakak saya yang lulus di AKPOL biayanya tidak kurang dari 200.000.000,dengan adanya hal ini tentu alumni_alumninya akan berusaha mengembalikan uang yang telah mereka bayar, yakni dengan cara korupsi. Kepada pejabat_pejabat negara apakah anda tahu bahwa hal ini terjadi di Indonesia, saya rasa anda tahu akan hal ini.jika memang anda punya naluri,cepat hilangkan masalah ini, kasihan Rakyat kecil!!! E-mail Pengirim: Latif4_h@yahoo.co.id
Terima kasih Latifah
RE: "Saya tidak yakin jika di Indonesia ini bisa menghapus KKN secara murni"
Memang, selama masyarakat (atau keluarga kita) mau melayani koruptor, bagaimana bisa?
Terus terang saya tidak begitu simpatik dengan kasus anda (kalau benar) karena dengan kelakuan keluarga anda, mereka (yang jelas mampu) membuktikan bahwa mereka sendiri tidak peduli "Rakyat kecil". Mengapa? Saya tahu bahwa dari dulu (saya punya saudara seorang polisi lulusan AKPOL tidak membayar apapun) anak bangsa kalau pintar tidak perlu pakai uang.
Kalau calon polisi dapat masuk pakai uang - mereka berarti menempatkan kursi anak lain yang seharusnya masuk secara benar. Juga, bagaimana kita dapat meningkatkan SDM kalau anak-anak sudah melakukan korupsi sebelum masuk akademi. Kalau ada yang meminta uang anda wajib untuk melapor kepada Kapolri. Apakah anda sudah melapor?
Selama masyarakat mau ikut atau terkait dengan kelakuan koruptor bagaimana negara ini dapat maju. Kalau anda peduli bangsa dan negara ini, langsung melapor!!!
Yang tahu saya Kapolri kelihatannya betul ingin meningkatkan SDM dan prestasi kepolisian di Indonesia.
KALAU ANDA DIMINTA UANG UNTUK MASUK AKADEMI KEPOLISIAN ATAU CPNS LANGSUNG MELAPOR KE KAPOLRI ATAU BKN PUSAT TELP. (021) 8092423 FAKS (021) 8010301
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R. (Webmaster)
Tanggal: 13 Februari 2006
Nama: amal usman Dari: KENDARI\SULAWESI TENGGARA Saya: Pengamat KENDARI Aspirasi / Informasi: SAYA BERHARAP AGAR PEMERINTAHAN SAAT INI DAPAT ENINGKATKAN MUTU PENDIDIDKAN SECARAH MENYELURUH DI SELURUH WILAYA DITANAH AIR AGAR DAPAT MEMBAWA BANGSA INI TERLEPAS DARI BELENGGU KEMISKINANA OLEH KARENA ITU AGAR DANA DARI APBN UNTUK PENDIDIKAN DAPAT DAPAT DITINKATKAN LAGI. SAYA JUGA BERHARAP AGAR PEMERINTAH SAAT INI AGAR DAPAT MEMANTAU PENYALURAN DANA PENDIDIKAN. E-mail Pengirim: amal_kendari@yahoo.com Tanggal: 13
Nama: sri maryati Dari: bandung/jawa barat Saya: Mahasiswi bandung Aspirasi / Informasi: saya sebentar lagi akan sidang, tapi sampai saat ini saya melihat bahwa pengangkatan pns untuk guru seringkali mengangkat masalah guru lama atau calon guru yang baru lulus. saya sebagai orang yang baru lulus sangat kecewa dengan masalah tersebut. mengapa harus ada skala prioritas segala, ini era globalisasi dan era bebas, kalau mau bersaing yang gentle. saya rasa sudah seharusnya semua orang mendapat kesempatan yang sama, jangan melihat orang lama atau baru, yang penting kan kualitasnya. tidak ada jaminan orang lama lebih baik dari orang baru atau pun sebaliknya. jadi, tolong cpns jangan lagi mempermasalahkan orang lama atau baru.demi keadilan, sudah selayaknya semua orang indonesia yang menempuh pendidikan keguruan dan layak mendapat kesempatan yang sama. E-mail Pengirim: sm_nci@yahoo.co.id Tanggal: 13 pebruari 2006
Nama: AM MATONDANG Dari: TARUTUNG, SUMUT Saya: Siswa SMA NEGRI 1 TARUTUNG Aspirasi / Informasi: TOLONG KEPADA KPK UNTUK MEMERIKSA PEJABAT SETEMPAT, KARNA DISINI MASIH SANGAT KENTAL BUDAYA KKN. MASA SEORANG PREMAN JADI .... DAN KUALITAS SDM-NYA PUN.... YA BEGITULAH SMA AJA GAK TAMAT. E-mail Pengirim: AM_BEKS@YAHOO.COM.SG Tanggal: 13 FEBRUARI 2006
Nama: nely Dari: ngawi/jatim Saya: Mahasiswi UIN Malang Aspirasi / Informasi: pak sby yang saya hormati, indonesia saat ini mengalami problematika yang multidimensi dari berbagai aspek. dan menurut saya pendidikan merupakan salah satu solusi dalam menghadapi problematika tersebut. jadi saya mohon prioritas dan anggaran dana unutuk pendidikan lebih diperhatikan lagi.dan syukur kalau beasiswa lebih diratakan. Trimakasih E-mail Pengirim: rahwa_19@yahoo.com Tanggal: 14 februari 2006
Nama: Slamet Riyaji, S.Pd Dari: Jawa Tengah Saya: Guru SMa Negeri 1 Kramat Aspirasi / Informasi: Kesejahteraan para guru adalah tanggung jawab kita semua, terutama pemerintah harap saya anggaran pendidikan bisa mencapai 20% dari APBN. Guru tidak akan dapat melaksanakan tugas dengan baik selama kesejahteraan guru tidak di pikirkan, sekarang ini banyak sekali guru yang lebih mengutamakan usaha mencari tambahan diluaran dari pada harus menjadi seorang guru yang profesional tapi dapur ngak bisa ngebul. sebetulnya kalau kita mau sebagai guru profesional yang betul-betul profesional maka rejeki akan mengikuti dengan sediri. tapi bagaimanapun pemerintah harus tetap mewujudkan anggaran pendidikan mencapai 20% dari APBN. E-mail Pengirim: gomet@yahoo.com Tanggal: 14 Februari 2006
Nama: Ron Dari: Bogor Saya: Mahasiswa Bogor Aspirasi / Informasi: saya pernah mendengar kasus yang ada di diknas pusat tentang penyelewengan sisa dana pendidikan dari apa yang dianggarkan, akan tetapi tidak tercium oleh timtas tipikor. seharusnya kalau mereka benar2 menjabat atau bekerja di diknas, tau dong kalau masih banyak fasilitas dan sarana pendidikan yang harus dilengkapi di Negara ini. Dan yang saya dengar dan sangat disayangkan kasus seperti itu memang sudah biasa dilakukan.
seandainya uang sisa anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan sekolah atau untuk melengkapi sarana dan fasilitas di sekolah yang memerlukan,,,Subhanallah kemungkinan besar semua itu bisa meningkatkan taraf pendidikan di negara ini.
Tolong anda sekalian (para pejabat/pegawai yang ada di diknas) pantau kembali saran dan prasarana sekolah yang ada di pedesaan, bahkan di perkampungan sekali pun anda harus pantau, masih terlalu banyak yang memerlukan pembangunan.
Kami harap TIMTAS TIPIKOR MEMANTAU KINERJA DARI DIKNAS, KHUSUSNYA DARI SEGI ANGGARAN ATAU PENGELUARAN KEUANGANNYA, DAN UMUMNYA SEMUAnya. E-mail Pengirim: Tanggal: 14th february 2006
Nama: Fitrachudin Laoh Dari: Gorontalo/Gorontalo Saya: Mahasiswa Gorontalo Aspirasi / Informasi: kalo menurut aku sich dengan adanya KBK akan lebih mengetahui sejauhmana kompetensi dari siswa itu sendiri dibandingkan dengan kurikulum lama, karena disitulah guru dapat melihat apa yang nampak pada siswa ketika berada di dunia pendidikan. E-mail Pengirim: vheed_boss@yahoo.com Tanggal: 14 Februari 2006
Nama: adi Dari: bandung Saya: Mahasiswa bandung Aspirasi / Informasi: saya berharap agar biaya pendidikan di indonesia jangan terlalu mahal, karena kasihan rakyat miskin. E-mail Pengirim: Tanggal: 15 februari 2006
Nama: Drs.Hazairin SL Dari: DKI Jakarta Saya: Staf Teknologi Cosmopoint (College of Technologi) Aspirasi / Informasi: ASS, Pak Presiden ! Kami dari yayasan masjid Panglima Besar Soedirman Cijantung Baru bekerja sama dengan Cosmopoint Malaysia dibidang IT, Multimedia dan Design... mohon bantuan dan perhatiannya dalam rangka meningkatkan kuwalitas SDM bangsa kita terima kasih, Wassalam. E-mail Pengirim: mhazairin_sl@yahoo.com Tanggal: 15 Februari 2006
Nama: SRI TITIN Dari: YOGYAKARTA Saya: Mahasiswi UNY Aspirasi / Informasi: pemarintah seharusnya lebih memperhatikan pendidikan. karena dewasa sekarang ini pendidikan itu sangat penting. pemerintah itu harus membantu agar terlaksananya sebuah pendidikan yang maju. karena pada jaman sekarang yang sudah maju, masih ada sekolah yang belum mempunyai fasilitas yang memadai. bagaimana mungkin kalau pendidikan itu akan meningkat apabila fasilitasnya kurang memadai. setidaknya sekolah itu harus mempunyai ruang kelas yang cukup aman untuk dihuni, bukan kewas-wasan dalam mengikuti belajar mengajar. E-mail Pengirim: arienci_86@yahoo.com Tanggal: 16/2/06
Nama: N.K.M.L Dari: Jateng Saya: Siswa SMK LENTERA KENDAL Aspirasi / Informasi: ketika menyikapi sistem pendidikan yang ada terjadi saat ini saya sangat kecewa karena para asatid hanya menggunakan sistem pasif artinya sanga guru hanya mengandalkan sistem ceramahannya dengan tanpa mengaktivkan muridnya sehingga sanga murid hanya menjadi pendengar setia E-mail Pengirim: supii@telkom.net Tanggal: 17 2006
Nama: Oliefa Dari: jateng Saya: Siswi smk lentera Aspirasi / Informasi: aspirasi/informasi saya tehadap kebutuhan sarana pendidikan di sekolah saya sangat kurang, mohon pemerintah memperhatikan kami agar mendapatkan dan mendukung pendidikan yang lebih layak E-mail Pengirim: joan_olief@yahoo.com Tanggal: 17,2,2006
Nama: saulian Dari: daerah istimewa yogyakarta Saya: Mahasiswa politeknik ppkp yokyakarta Aspirasi / Informasi: saya seorang mahasiswa dari salah satu politeknik yang ada di jogja, saya juga prihatin atas nasib masyarakat bangsa ini di karnakan pendidikan . di negara ini masih banyak yang belum menikmati pendidikan. saya punya teman yang cukuo cerdas , setelah selesai di smp dia ingin meneruskan sekolahnya lagi, tapi sayang itu blom ia dapat, orang tuanya tdk mampu untuk membiayainya. menurut saya pemerintah perlu mencari bibit yang berbobot yang tidak memiliki biaya dalam hal melanjutkan sekolah, dalam hal ini , menurut saya pemerintah harus lebih memperhatikan nasip anak bangsa ini. kasihan mereka yang memiliki kecerdasan tapi tidak mampu sekolah. saya merasakan itu karna saya juga anak yang kurang mampu.
terimakasih. E-mail Pengirim: lian_topin2002@yahoo.com Tanggal: 17/02/06
Nama: M. RAUL MUZANDI Dari: PEKANBARU / RIAU Saya: Siswa SMA Negeri 1 pekanbaru Aspirasi / Informasi: assalammualaikum saya adalah seorang siswa yang sedang duduk di kelas XI (2) jurusan IPA, pada saat sekarang saya sedang memeikirkan kuliah yang baik untuk saya dan untuk masa depan saya, saya ingin berkuliah di UGM atau universitas lainnya yang biaya nya tidak terlalu mahal. untuk itu saya mengharapkan semua yang telah membaca aspirasi say ini untuk dapat memberikan solusi kepada saya dari sekarang agar saya dapat memasuki UNiversitas yang menjamin masa depan saya tentunya dengan biaya yang murah, saat ini saya agak merasa takut karena Ujian kelulusan saat ini tidak ada ujian susulannya untuk itu saya mengharapkan agar teman2 semua dapat membantu. trima kasih E-mail Pengirim: rauldaqwah@yahoo.co.id Tanggal: 20 februari 2006
Nama: Muhsonah Afifi Dari: Temanggung Saya: Siswi SMK N 2 TEMANGGUNG Aspirasi / Informasi: Kesadaran pendidikan masyarakat Temanggung ini saya rasa masih sangat rendah. Sebagai contoh banyak anak-anak usia sekolah di wilayah saya yang sudah berhenti sekolah. Kurangnya kesadaran itu mungkin di karenakan rendahnya kualitas SDM. Saya berharap pemerintah kabupaten dapat memberi penyuluhan tentang arti pentingnya pendidikan. Sehingga masyarakat dapat mengerti makna sebuah ilmu. Dengan begitu kita dapat membantu mewujudkan pemberantasan buta huruf. E-mail Pengirim: vhie_Thor@yahoo.co.id Tanggal: 22 Februari 2006
Nama: komarudin Dari: bogor Saya: Staf Teknologi institut Aspirasi / Informasi: Dengan mengadakan sekolah Gratis....dan semua bahan 2 buku dan lain nya gratis.... E-mail Pengirim: mithunlong@yahoo.com Tanggal: 22/2/2006
Nama: Lolyta Dari: Bogor Saya: Staf Administrasi lembaga Aspirasi / Informasi: Didaerah saya, banyak sekali warga yang tidak dapat melanjutkan kejenjang yanglebih tinggi, misalnya melanjutkan ke SLTP/MTs, dikarenakan orangtuanya kurang mampu. Memang sebagian besar penduduk Kp. Lio Jambu, Leuwisdeng, berprofesi sebagai buruh serabutan.
Mohon Bapak, memberikan kepada kami, bagaimana memperoleh beasiswa tanpa melihat hasil/nilai/NEM siswa, terimakasih. E-mail Pengirim: pse2_14@yahoo.com Tanggal: 24 Februari 2006
Nama: Dari: binjai Saya: Mahasiswa itm Aspirasi / Informasi: terkadang hidup ini butuh pengertian tetapi cinta butuh pengorbanan dan pengertian. pengorbananan tanpa ada pengertian adalah sia - sia. i<>u...iros E-mail Pengirim: sabri_ginting@yahoo.com Tanggal: 24 februari 2005
Nama: roihatul jannah Dari: jabar Saya: Mahasiswi kairo Aspirasi / Informasi: Saya prihatin dengan keadaan pendidikan indonesia saat ini tapi saya belum tahu harus berbuat apa?yang saya soroti sekarang adalah pemerintah.........Bapak2 yang di birokrasi tolonglah pendanaan masalah pendidikan di dahulukan,saya sgt berterimakasih jika masalah ini di perhatikan. E-mail Pengirim: medza_sufgi86@yahoo.com Tanggal: 24 februari 2006
Nama: Kartika Dari: JABAR Saya: Siswi SMAN .... BDG Aspirasi / Informasi: Mohon maaf sebelumnya,
saya begitu ingin memberikan kritik atau masukan pada Depdiknas atau kepada seluruh Staf Kepengurusan PTN (Perguruan Tinggi Negara)
1) Saya sangat kecewa begitu mengetahui bahwa yang masuk ITB mulai tahun2 ini yang melalui jalur SPMB hanya 15% saja
Dan sisanya adalah melalui 'jalur khusus' dengan dukungan materi, bagi saya itu sangat menyedihkan.
Bukankah sebaiknya diprioritaskan bagi yg lulus SPMB??
Bagaimana bangsa Indonesia bisa maju..?
Bukannya saya iri pada orang yang mampu untuk hal itu, saya juga terbilang mampu untuk melakukannya juga, namun saya tidak mau masuk ke PTN sefavorite ITB hanya numpang nama saja,, saya ingin kuliah dengan baik, sesuai dengan minat dan bakat saya. Saya lebih berpikir 'bagaimana dengan yang tidak mampu tapi punya potensi yang baik?' Itu sangat disayangkan sekali....
Anehnya semakin lama biaya kuliah itu semakin mahal tapi hasilnya...?
Kenapa bisa ITB yang dulunya pernah menduduki peringkat puluhan di DUNIA tapi sekarang terjatuh ke jurang sampai menduduki peringkat ratusan?? Apakah biaya itu menjamin segalanya..?
Sebaiknya kita berpikir jauh ke depan.. seperti halnya Jerman yg memasang biaya murah sekali untuk sekolah walaupun biaya kehidupannya tak semurah disini..
Tapi menurut saya itu logika yang baik. Dengan penduduk ratusan juta dan biaya pendidikan semahal ini apa Indonesia bisa terus berkembang sementara gaKin semakin bertambah? Absurd.
Bukannya sok intelek atau apa, yang jelas kita harus membangkitkan Indonesia, apapun dengan meningkatkan SDM dulu, karena SDA Indonesia sudah kaya.
Kita harus menjadi bangsa Indonesia yang pintar bukan karena uang dan membeli nilai, tapi harus murni. Saya juga memang terbilang kurang dalam belajar tapi saya peduli dengan hal-hal yg saya kecewakan di atas. Ya bukan hanya ITB saja, begitu banyak... sangat banyak PTN lain yang saya kecewakan.
Mudah-mudahan saran saya didengar, karena jujur 100% saya bermaksud demi meningkatkan Indonesia, saya juga tidak mau menjadi bangsa yang terpuruk terus sementara globalisasi terus berjalan
Karena.. kalau bukan bangsa Indonesia sendiri.. siapa lagi..??
Terima kasih E-mail Pengirim: hemu2andshina@yahoo.com Tanggal: 25 Februari 2006
Nama: gusnetti Dari: padang/sumaterabarat Saya: Mahasiswi universitas negeri padang Aspirasi / Informasi: saya mengharapkan agar para guru baik yang mengajar dismk atau pun yang mengjar di smu dapat menerapkan strategi pembelajaran yang baik khususnya untuk mata pelajaran akuntansi, karena akuntansi itu menarik bukan menakutkan dan buatlah siswa lebih rileks dalam belajar karena keberhasilan belajar sangat tergantung kepada guru dalam melmilih strategi belajar. oh ya bagi yang ingin berbagi pengetahuan dengan saya dapat mengirimkan lewat e-mail saya. Bagi para guru kenalilah anak didik dan berusahalah untuk dekat dengan mereka. E-mail Pengirim: gusnetti@yahoo.com Tanggal: 26 Februari 2006
Nama: Subandi W Dari: Samarinda Saya: Mahasiswa STMIK WCD samarinda Aspirasi / Informasi: Saya mahasiswa stmik wcd samarinda mau menyampaikan uneg2..
Sekarang kan saya lg proses skripsi n mulai bimbingan setelah bimbingan beberapa kali dan saya siap maju untuk seminar 2 ternyata dihambat lagi oleh pembimbing padahal sebelumnya dia sudah acc...kok bisa yaaaa....
Tolong dech diproses lembaga pendidikan kok begitu yaaa...oia denger2 disana juga hanya buat bisnis aja n bukan untuk menuntut ilmu E-mail Pengirim: _satria@telkom.net Tanggal: 27
Nama: YULIANI Dari: DOMPU/NTB Saya: Mahasiswi UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Aspirasi / Informasi: saya mohom kepeda pemerintah supaya terus memerhatikan masalah pendidikan2 saat sekarang ini yang semakin lama makin buruk dan memprihatinkan. itu saja kalau ada kesalahan penulisan saya mohon maaf. E-mail Pengirim: yani@maci.plaza.com Tanggal: 28-02-2006
Nama: achlaf Dari: cirebon, Saya: Mahasiswa UPI bdg Aspirasi / Informasi: kepada pemerintah yg telah mengesahkan uu tentang guru dan dosen agar segera menetapkan PPnya. karena banyak sekali pasal dalam undang2 tersebut yang mash harus dijabarkan dalam pp.sehingga implemntasi dari udang2 tersebut cma jd omong kosong atau sebuah wacana saja. E-mail Pengirim: achlaf_crb@yahoo.com Tanggal: 28-02-06
Nama: rifai ahlaf Dari: cirebon Saya: Mahasiswa UPI BDG Aspirasi / Informasi: dalam memeberikan dana BOS, pemerintah harus melakukan pengawasan dengan ketat, karena didaerah saya banyak sekali peyalahgunaan dana bos dan penggunaannya yg tidak efektif dan efisien....... E-mail Pengirim: achlaf_crb@yahoo.com Tanggal: 28-02-06
Nama: Rendy_mq Dari: Pangkalpinang/BABEL Saya: Mahasiswa Yogyakarta Aspirasi / Informasi: "MABUK KORUPSI" korupsi yang merajalela di Negeri Serumpun Sebalai, terutama dalam dunia pendidikan telah membuat pendidikan menjadi "Babak Belur". dunia pendidikan telah dijadikan lahan subur untuk berkorupsi ria, toh para koruptornya tidak akan pernah di penjara. Para elitpunpu ikut melindungi para koruptornya. saya sangat mengharapkan peran Media dalam mengungkapkan kasus korupsi yang menghilang selama ini. sebagai contoh, kasus Mark up buku yang di dikorupsi hingga miliyaran rupiah, sebut saja si Si Otong... hingga skg tdk jelas, ada opini yang merebak bahwa Si Otong skg sedang memulai jabatan dari tingkat bawah dan saat dijebloskan ke penjara, gaji dan tunjangannya-pun tetap berjalan. E-mail Pengirim: rendy_mq@yahoo.com Tanggal: 01 maret 2006
Nama: adi mulyana Dari: jogjakarta Saya: Mahasiswa UIN SUNAN KALI JAGA JOGJAKRTA Aspirasi / Informasi: Sekali lagi saya minta kepada bapak presiden untuk bersedia mengerti keadaan .... E-mail Pengirim: adye_ef@yahoo.co.id Tanggal: 03-03-2006
Nama: Dari: Saya: Mohon Pilih Aspirasi / Informasi: PADA ERA OTONOMI KHUSUS DI PROPINSI PAPUA YANG MENITIK BERATKAN PADA 4 PROGRAM SALAH SATUNYA ADALAH DI BIDANG PENDIDIKAN DAN DENGAN DANA YANG BESAR UNTUK PENINGKATRAN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA TERNYATA DI BEBERAPA DAERAH PEDALAMAN PAPUA YANG SDNYA TIDAK ADA GURU SAMA SEKALI HAL INI AKIBAT TIDAK DI PERHATIKANNYA KESEJAHTERAAN GURU KHUSUSNYA DI DAERAH YANG PALING TERPENCIL ...MASA ANGGOTA DPR YANG HANYA TAK PUTAR DI KOTA NAIK MOBIL KUDA DAN HARI-HARINYA HIIDUP DENGAN BAR SAJA PUNYA GAJI YANG TINGGI COBA PEMERINTAH PUSAT NAIKKAN GAJI GURU DAN TENAGA KESEHATAN JUGA SEPERTI GAJI ANGGOTA DEWANKA...../ E-mail Pengirim: YULIUSNIRIGI@YAHOO.COM Tanggal: 03 maret 2006
Nama: m.zaelani Dari: dki.jakarta Saya: Mahasiswa jakarta Aspirasi / Informasi: sebaiknya pemerintah harus serius lagi memperhatikan pendidikan diindonesia, sebab SDM handal akan mempercepat pembangunan negeri ini, jangan sampai pemerintah mengkebiri hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan, untuk itu kami mohon dikimkan data penidikan khususnya statistik yang dapat sekolah dan tidak, kami akan mencoba merumuskan model pendidikan alternatif bermutu dan murah E-mail Pengirim: zela_peace"yahoo.com Tanggal: 6 maret 2006
Nama: Fitriana Dari: bontang / kal-tim Saya: Siswi smk Putra bangsa bontang Aspirasi / Informasi: saya berharap pemerintah mau membangun sebuah perpustakaan untuk umum d bontang coz gmn SDM nya mo maju baca aja g pernah en klo bisa perpusnya d buat d tempat yg strategis agar masy mudah menjangkau.OK..........THANK U E-mail Pengirim: garace_punk@yahoo.com Tanggal: 06-Mart-2006
Nama: Y.Sugeng Prihanto Dari: SUKOHARJO-JATENG Saya: Guru SMK NEGERI 1 SUKOHARJO Aspirasi / Informasi: Saya ingin meneruskan ke s2 tapi bagaimana caranya karena tidak punya biaya, gaji hanya pas untuk makan keluarga E-mail Pengirim: Y_sugengprihanto@Yahoo.com Tanggal: 6 MARET 2006
Nama: Ibnu Nafis,S.Pd Dari: Pekalongan , Jawa Tengah Saya: Guru SMK Negeri 1 Aspirasi / Informasi: Setelah Membaca Kompas tentang kurikulum smk 2004 , dan rencana akan ada perubahan ,padahal sekolah ada salah satu program keahlian yang baru memberlakukan tahun ini, rasanya menjadi bertambah bingung . bagaimanakah ini pak ! E-mail Pengirim: NAFIS@SMUN.ZZN.COM Tanggal: 7 Maret 2006
Nama: samir Dari: bandung jawa barat Saya: Mahasiswa bandoeng Aspirasi / Informasi: kenapa semua manusia selalu menyalahkan orang lain???
selalu berteriak kebenaran padaha dirinya sendiri juga blom bener..knpa coba,,,knp??
makanya saran gw bwat loe loe pade yg suka mrotes ngaca doloe gimana aspirasi kalian mo di denger orang klo yg nyampein aspirasinya juga masih urakan anarkis....
hemat saya intropeksi diri masing2 doloe baroe ngomongin orang...
sapa sih loe...???
hidup mahasiswa hidup mahasiswi E-mail Pengirim: i_am_sam@ilovechocolate.com Tanggal: 10 03 2006
Nama: KANG GURU Dari: BEKASI / JAWA BARAT Saya: Masyarakat BEKASI Aspirasi / Informasi: Belajar kesenian dari SD-SMU setelah lulus, baca not balok saja tidak bisa.
Belajar matematik dari SD-SMU
setelah lulus lupa semua,yang ingat cuma PLUS-MINUS-BAGI-KALI itupun pake kalkulator.
Belajar menggambar dari SD-SMU setelah lulus menggambar orang jadi boneka, menggambar boneka jadi wayang. Belajar bahasa Inggris dari SD/SLTP-SMU setelah lulus ngomong aja gak becus. Cuma bisa denger (tapi gak ngerti) karena tidak tuli.
Bagaimana ya agar generasi baru belajar tapi kalau lulus benar-benar BISA ???????
Saran saya : Cari guru yang MAHAL (Handal) buktinya kalo ikut kursus bahasa atau menggambar atau musik PASTI BISA. Kalo Guru nya digaji setara praminiaga atau baby sitter, mana bisa muridnya pinter.
Dah dulu deh, nti saya ngetik lagi aspirasi untuk mencari jalan keluarnya. E-mail Pengirim: ikamulya_21@yahoo.com Tanggal: 10-03-2006
Nama: MATNURIL Dari: PEKANBARU_RIAU Saya: Mahasiswa PEKANBARU_UNRI Aspirasi / Informasi: penjajahan memang telah merusak mental bangsa ini, menjadi masyarakat yang manja dan pesimitisme. kita lihat bersama, sudah setengah ABAD lebih kita merdeka namun buta huruf belum bisa dituntaskan. NAH, sekarang kita masih dijajah lagi oleh yang namanya globalisasi. reformasi sistem pendidikanpun mau atau tidak mau akan berubah, dari yang manualistik menuju pendidikan bertulang punggung NET. sangat menyedihkan sekali, mental bangsa ini kembali terpukul dan semakin tidak optimalistis karena tidak ada dasar kesiapan yang matang. JIKA hal ini tidak diperhahtikan dengan sungguh-sungguh maka sebagian besar masyarakat indonesia akan menjadi masyarakat yang frustasialisme. E-mail Pengirim: Tanggal: 11-MARET-2006
Nama: mardianti susantris Dari: blitar/jawa timur Saya: Mahasiswi ITS Aspirasi / Informasi: saat ini perkembangan karya-karya ilmiah mulai berkembang di kampus saya. namun seringkali tidak terealisasi dengan baik, padahal banyak karya yang dapat dipakai dengan efisiensi dan keefektifan yang baik. semoga pemerintah lebih memperhatikan ide-ide serta gagasan dari mahasiswa sebagai pengembang bangsa. amin E-mail Pengirim: mardianti_03@yahoo.com Tanggal: 10 maret 2006
Nama: lia rizky Dari: surabaya/jatim Saya: Siswi surabaya Aspirasi / Informasi: di negara-negara lain keberadaan guru sangat dihormati, baik dari segi material maupun spiritualnya. namun apa yang terjadi di negara kita? orang-orang ogah jadi guru karena emang ga' mendapatkan balasan sesuai dengan jasa yang diberikan. kalau seperti ini bagaimana indonesia bisa maju ? E-mail Pengirim: Tanggal: 12-03-06
Nama: andrea answer Dari: depok, jawa barat Saya: Siswa SMAN 1 Depok Aspirasi / Informasi: saya punya cita-cita jadi menteri pendidikan. Tapi kalo pun ga kesampean, saya harap rencana2 saya kalo jadi menteri pendidikan suatu hari nanti, bisa diwujudin sama menteri pendidikan kita sekarang. Langkah pertama yg bakal saya ambil kalo jadi menteri pendidikan, saya akan hapus standarisasi nilai. SOalnya, saya dan teman-teman sebagai siswa nggak pernah merasa terpacu untuk belajar dengan adanya pemberlakuan standar nilai kelulusan, sebagaimana yang jadi harapan dari pemberlakuan standar nilai tsb. Bukannya terpacu buat belajar, yang ada saya dan teman2 jadi sibuk ngira2, sebenernya apa sih yang ada di pikiran pembuat kebijakan tsb?
Terus, mungkin ga sih pak, anak2 yg dikirim ke luar negri itu diperbanyak? Terus, supaya menjamin mereka ga kemana2, bikin aja ikatan dinas sbagai ucapan makasih mereka karena udah dibiayain negara. Saya seneng waktu denger anggaran buat pendidikan di apbn 2006 dinaikkan, tapi yg nyesek, anggaran itu kok kayak nggak nyata ya? MAsih aja ada orang yg tega ngorup dana pendidikan? Mungkin pak menteri harus awasin sampe ke tingkat sekolah juga kali ya. Soalnya skolah juga c yg kadang suka usil juga.
Palagi Ya? Ya... good luck aja deh pak. Paling satu lagi pesen saya, kurikulum jangan digonta ganti mulu pak. Bingung. Makasih... E-mail Pengirim: jc_guitarfreak@yahoo.com Tanggal: 13 maret 2006
Nama: Maafi Husin Dari: Nanggro Aceh Darussalam Saya: Mahasiswa INSANIAH, Institut Agama Islam Negeri Kedah, Malaysia Aspirasi / Informasi: Memohon Partisipasi Dana Pendidikan Bagi Mahasiswa Karena Musibah Juga Tiada Kemampuan Lagi. E-mail Pengirim: Maafi_Husin@Yahoo.com.My Tanggal: 12 mar 2006
Nama: sariyanta Dari: gunungkidul diy Saya: Kepala Sekolah smk 45 wonosari Aspirasi / Informasi: Surplus anggaran di diy akan bagus apabila digunakan untuk pengadaan fasilitas pendidikan dibagi keseluruh sekolah berdasarkan jumlah siswa dan difokuskan untuk pengadaan media dan alat peraga mengajar dan rehab gedung,syukur-syukur ada perhatian yang lebih untuk sekolah swasta,agar predikat kota pelajar ini benar-benar terbukti,jangan hanya slogan.saya kira ini patut di perdebatkan demi kemajuan diy. E-mail Pengirim: smk45wonosari@yahoo.com Tanggal: 13 maret 2006
Nama: Rere Dari: palembang Saya: Pengamat Aspirasi / Informasi: Melihat kondisi pendidikan hari ini, saya mempunyai kesimpulan bahwa pendidikan yang diselenggarakan oleh negara, TIDAK BERPIHAK KEPADA RAKYAT, dengan ditetapkannya UU. BHMN yang duiperhalus menjadi BHP, menambah kejelasan bahwa pemerintah merupakan kaum BORJUIS KOMPARADORNYA IMPERIALISME AS DAN SEKUTUNYA. Dimana dalam kesepakatan GATTS, bidang pendidikan masuk kedalam 10 bidang jasa yang akan diperjual belikan. Karena itulah RAKJAT Indonesia tidak akan mampu lagi mengenyam pendidikan dengan layak dikarenakan PENDIDIKAN MAHAL, pemisahan secara stratisifikasi sosial akan mertambah jauh, dikarenaka yang dapat mendapatkan pendidikan hanyalah masyarakat yang berada di strata atas, sedangkan massa RAKYAT kelas menengah dan bawah tidak akan mampu mengenyam pendidikan. Alasan yang sering diberikan oleh pemerintah adalah UNTUK MENDAPATKAN PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS HARUS DIBAYAR MAHAL SESUAI KUALITASNYA, PADAHAL SESUNGGUHNYA DANA APBN SEBESAR 20% CUKUP UNTUK MENCIPTAKAN PENDIDIKAN MURAH BAHKAN GRATIS. KARENA ITULAH SAYA MENGGUGAT PEMERINTAH UNTUK "RELISASIKAN DANA APBN/APBD SEBESAR 20% DAN PENDIDIKAN GRATIS UNTUK ANAK KAUM BURUH, TANI MISKIN, KAUM MISKIN KOTA, DAQN PEGAWAI-PEGAWAI RENDAHAN LAINNYA!!!" E-mail Pengirim: sospol_berlawan Tanggal: 13 maret 2006
Nama: PETRUS O.P.SITORUS Dari: BANDUNG Saya: Mahasiswa BANDUNG Aspirasi / Informasi: Yah saya juga merasa sedih jika melihat adik-adik saya yang mengamen di jalanan, ada yang memang masih sekolah tetapi demi membantu orangtuanya mereka harus bekerja pula sesudah pulang dari sekolahnya bahkan ada yang putus atau tidak bersekolah sama sekali karena biaya yang cukup berat dirasakan orangtua/keluarganya kala itu(mungkin sampai sekarang). Walaupun memang di sebagian sekolah tertentu saat ini saya cukup bersyukur karena tepatnya di sekolah negeri (yang saya lebih tahu pasti saat ini di Jakarta) sudah dibebaskan uang sekolahnya dari mulai SD sampai SLTP,walaupun belum sampai SMU. Tetapi untuk pendidikan tinggi (kuliah) yang begitu diidam-idamkan banyak remaja atau pemuda yang tentunya untuk berkuliah bagi mereka yang notabane masyarakat kita yang posisi ekonominya masih di sekitar garis kemiskinan saya kira masih dirasa begitu sulit atau begitu berat, oleh karena itu saya bersyukur karena masih bisa mengenyam pendidikan tinggi, tapi saya tetap berharap agar rekan-rekan yang masih seusia saya diluar sana yang sebenarnya ingin kuliah seperti saya agar lebih diperhatikan juga dan supaya biaya pendidikan juga jangan terlampau tinggi (yang mengerti kondisi rakyat yang masih mengalami krisis moneter saat ini saja) tidak hanya di sekolah-sekolah tetapi juga di kampus-kampus. Karena siapa yang tahu jika mereka sebenarnya jangan-jangan yang akan menjadi salah satu pimpinan bangsa kita ini, karena setahu saya pada umumnya orang yang terhimpit masalah ekonomilah yang daya juang ke depan lebih tinggi disertai optimisme dan visi serta misi yang lebih luhur dan berjiwa sosial(humanistik)(tanpa ada maksud saya menganggap remeh golongan lain) karena mereka sudah merasakan sulitnya hidup ini dari sejak muda sekarang(asalkan jika sudah berhasil nantinya tidak lupa pada sulitnya hidup sebelumnya). Walaupun memang semua punya peluang pada dasarnya,tapi tetap saja intinya siapa pun kita (bukannya saya sok menasehati,maaf) mari kita semakin memajukan pendidikan bangsa kita bagi semua lapisan tanpa terkecuali supaya kualitas sumber daya manusia bangsa kita semakin melambung tinggi,bersama-sama kita tanpa pandang bulu memajukan negara kita tercinta Indonesia ini sampai akhir hayat kita. Hidup Indonesiaku! E-mail Pengirim: Tanggal: 14 MARET 2006
Nama: fera Dari: tangerang Saya: Mahasiswi STIE PERBANAS Aspirasi / Informasi: Apa itu SDM? Apa itu pendidikan? Sepertinya di Indonesia tidak dibutuhkan lagi karena (memang) pemerintah Indonesia kurang peduli atau bahkan tidak peduli. Banyak SDM di Indonesia apalagi yang mempunyai keterampilan dan pendidikan tapi malah ditampung dan dipelihara jadi pengangguran saja. Paling keren kerja di luar Negeri, itu juga jadi TKI padahal titel dibelakang namanya sarjana. Kenapa sih pemerintah doyan banget buang-buang duit buat bikin gedung paling tinggi-lah, paling besar-lah, paling lebar-lah eh pas diliat kedalem pegawainya cuma sedikit (ngabisin tempat aja) mending bikin taman bermain buat anak kecil yang bakal jadi penerus bangsa. di Jakarta bikin monorail segala buat apaan kan penduduknya juga mayoritas lebih suka desek-desekan di bis. Padahal tuh duit kan bisa dipake buat bikin lapangan pekerjaan baru. udahlah gak usah pusing-pusing mikirin negara kalo gak bakal jadi presiden. Bagi para mahasiswa jaman sekarang belajar gak usah harus jadi pinter kok yang penting punya banyak pengetahuan dan jadi orang berguna. toh sekarang banyak orang bodoh diangkat jadi orang yang disuruh pura-pura pinter dan sok berguna bagi bangsa dan negara. E-mail Pengirim: fera_himura@yahoo.com Tanggal: 14 Maret 2006
Nama: Ryan Oetary Dari: Padang Saya: Masyarakat Padang Aspirasi / Informasi: saya mohon dikirimkan informasi tentang bimbingan belajar untuk masuk mengikuti program kenotariatan UI. Mohon informasinya saya terima tidak dalam waktu lama sehingga saya dapat mempersiapkan segalanya. Terimakasih banyak. E-mail Pengirim: ryan_oetary@yahoo.co.in Tanggal: 15/03/2006
Nama: nevy Dari: bandung Saya: Mahasiswi UPI Aspirasi / Informasi: mutu SDM yang rendah merupakan salah satu akibat dari rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Hal trsebut salah satunya terlihat pada masih rendahnya mutu dari setiap jenjang pendidikan, rendahnya mutu dari suatu lembaga pendidikan bisa dikarenakan penerimaan siswa atau mahasiswa baru yang kurang selektif, maksudnya menurut jurnal pendidikan dan kebudayaan tahun 2004 hanya 10 persen maha
siswa yang diterima di PTN yang murni memiliki tingkat intelektual dan emosional sedangkan 90 persen-nya diterima dengan alasan untuk mengisi kursi yang kosong.Jadi bukankah hal tersebut akan menurunkan mutu dari perguruan tinggi itu sendiri?? E-mail Pengirim: djodjo_voice@yahoo.com Tanggal: 15 maret 2006
Nama: nurhidayat Dari: serang/banten Saya: Asisten Lab Untirta Aspirasi / Informasi: nama:nurhidayat(08568310938) dari:Untirta Saya:mahasiswa,Asisten Lab, Guru, Pengusaha Aspirasi/iformasi:Hampir semua mahasiswa menginginkan adanya pinjaman lunak dari pihak universitas guna modal untuk berwirausa sehingga setelah lulus tidak menjadi pegagguran karena sudah terbiasa dengan bisnis E-mail Pengirim: Tanggal: 15 maret2006
Nama: JUHRI BASTOMI Dari: Surabaya / Jawa Timur Saya: Masyarakat Surabaya Aspirasi / Informasi: Dalam awal tahun ini saya melihat makin maraknya sekolah/ usaha2/ kursus yang bergerak di bidang pendidikan dengan menawarkan berbagai bidang jurusan yang akan di tempuh dengan biaya yang saya anggap terlalu mahal bagi orang untuk saya. Sekolah perhotelan, informatika/ komputer yang menjanjikan siswanya mendapat pekerjaan. Cuma (saya mendapat informasi dari teman) biaya yang dikeluarkan untuk kursus semakin lebih mahal, entah karena alasan BBM yang naik dan yang lain lain, padahal teman tersebut cukup pintar. Saya pernah mengusulkan untuk cari beasiswa dan katanya memang sulit, kebanyakan beasiswa di dapat dari kuliah. Sedangkan untuk kursus atau pendidikan setaraf D1/D2/D3 tidak ada.
Memang beasiswa tersebut tergantung dari pihak kursus tapi adakah cara lain untuk mendapatkannya biar lebih mudah. E-mail Pengirim: azhuhri@plasa.com Tanggal: 16 maret 2006
Nama: Nickellette Dari: Jakarta Saya: Siswi Jakarta Aspirasi / Informasi: Pendidikan di Indonesia sudah mengalami perubahan terus, seperti cuaca yang berubah terus menerus. Dari kurikulum 94, ke kurikulum 2004 berbasis kompetensi, dan sekarang, akan dirubah lagi ke kurikulum kompetensi sekolah. Istilah ujian akhir yang digunakan tahun ke tahun pun berubah terus. Apa tujuan dari ini semua? Jawaban yang didengar selalu adalah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tapi nyatanya, apa yang bisa diambil dari ini semua? Justru generasi peneruslah yang terkena imbasnya. Menghadapi perubahan yang tak pernah mencapai kepastian...
Lalu, mengapa sistem tahun ajaran di Indonesia dirubah menjadi sistem setengah tahunan? Setahu saya alasannya adalah agar murid yang sudah lulus SMA dapat segera bersekolah di universitas luar negeri yang tahun ajarannya dimulai pada pertengahan tahun, namun, bukankah ini justru bertolak belakang? Bagaimana murid dapat bersekolah di luar negeri sementara waktu sangat rapat dan pendaftaran dimulai bulan februari? bukankan lebih baik jika tahun ajaran diubah ke sistem awal tahunan seperti layaknya di negara-negara lain? E-mail Pengirim: origin_of_me@yahoo.com Tanggal: 17 Maret 2006
Nama: Willibrordus Boy Dari: Jogjakarta Saya: Mahasiswa Jogjakarta Aspirasi / Informasi: Bapak-Bapak...Ibu-Ibu yang berwenang dibidang pendidikan untuk negara kita tercinta, Indonesia......
coba anda-anda lihat...
dari bawah hingga keatas...
sudah rapikah "pendidikan" kita
rapi, berarti komponennya lengkap,
kalo bisa,sarana prasaran pendukungnya juga ada...
akhir kata saya ucapkan...
maaf dan terima kasih......
"ikhlas bakti bina bangsa... berbudi bawa laksana" E-mail Pengirim: brorduzs@yahoo.com Tanggal: 20 maret 2006
Nama: sariyanto Dari: Jawa Tengah Saya: Staf Administrasi uns Aspirasi / Informasi: Mudah-mudahan janji Bapak Menpan kepada honorer tentang pengangkatan pns seluruh Indonesia terealisasi sampai tahun 2009.karena kami salah satu pegawai honorer di instansi depdiknas. E-mail Pengirim: silos_vir76 Tanggal: 20 maret 2006
Nama: bijak Dari: malang Saya: Mahasiswi malang Aspirasi / Informasi: kenapa kurikulum harus diganti-ganti, tanpa ada evaluasi yang jelas dari hasil masing-masing kurikulum.
Kurikulum KBK 2004 sebenarnya sudah bagus, tapi penerapannya kurang ada kesiapan dari masing-masing komponen pendidikan sehinggga hasil yang dicapai tidak maksimal atau bahkan belum tercapai tujuan dari sisdiknas.Sebaiknya dalam menerapkan suatu kurikulum baru disiapkan dulu masing-masing komponennya, misalnya KBK 2004: untuk menerapkannya seharusnya semua guru diberi pemahaman konsep yang jelas tentang KBK itu sendiri mulai dari teori sampai penerapan. Karena dari hasil pengamatan saya, selama ini para guru yang menjadi tokoh penting dalam pendidikan kurang memahami bagaimana sebenarnya KBK itu dilaksanakan.Mereka hanya merasa lebih mudah karena siswa dituntut untuk belajar mandiri. Padahal dalam KBK jika kita baca buku yang berjudul Kurikulum Berbasis Kompetensi yang ditulis oleh salah seorang dosen UM,tugas guru sebenarnya lebih berat lagi. E-mail Pengirim: trie_raunoerha@yahoo.co.id Tanggal: 21
Nama: ISMONO DWI ATMANTO Dari: SEMARANG/JAWA TENGAH Saya: Masyarakat SEMARANG Aspirasi / Informasi: SAYA SAMPAIKAN SEDIKIT UNEG UNEG SEBAGAI BERIKUT :
1. KORUPSI , NEPOTISME , KOLUSI SUDAH TERJADI DI HAMPIR SEMUA SENDI MASYARAKAT
2. DUGAAN SURAT ASLI TAPI PALSU TERJADI DI TINGKAT ELIT SAMPAI DENGAN TINGKAT BAWAH,
3. ANGGOTA DEWAN LEGISLATIF MAKIN JAUH DENGAN RAKYAT YANG "SEHARUSNYA" DIWAKILI UNTUK MENGURANGI RASA KURANG ENAK DARI UNEG UNEG SAYA TERSEBUT DIATAS SAYA SAMPAIKAN SARAN :
1. DALAM MEMBERANTAS KKN TIDAK SAJA MENGANDALKAN PADA KPK, TAPI PEMERINTAH BERUPAYA KERAS DENGAN MENUMBUHKAN BUDAYA BEBAS KKN DENGAN MEMBERI CONTOH
2. KURIKULUM PENDIDIKAN DI INDONESIA DILENGKAPI DENGAN PELAJARAN TENTANG ETIKA DAN TATA KRAMA
3. ANGGOTA DEWAN LEGISLATIF DITENTUKAN GAJI DAN EMOLUMEN DENGAN TINGKATAN MANAJER DI BUMN.
DIHARAPKAN MELALUI LANGKAH LANGKAH TERSEBUT UNEG UNEG SAYA TIDAK SAYA RASAKAN LAGI DI MASA DATANG. E-mail Pengirim: ismono_da@telkom.co.id Tanggal: 21 MARET 2006
Nama: DEWI HAJAR Dari: KLATEN / JAWA TENGAH Saya: Siswi Aspirasi / Informasi: ASSALAMU'LAIKUM WR. WB
Dengan hormat,
Pak, saya adlah seorang siswi di SMA N 2 Klaten. saya ingin memberikan saran untuk pendidikan di Indonesia :
1. saya ingin agar pendidikan adalah wahana nomor satu dalam pembicaraan di DPR, karena saya ingin agar para pembangun bangsa mempunyai akhlak dan moral serta kepergayaan diri yang tinggi untuk rasa cinta terhadap bangsa indonesia.
2. saya ingin anak -anak terlantar dan putus sekolah dapat melanjutkan sekolah, karena mereka adalah aset bangsa yang sangat berharga. seperti anak-anak jalanan yang kurang terkena cipratan beasiswa kurang mampu.
3. saya ingin agar diperhatikan lebih sehingga kami menjadi anak kandung negara, bukan anak tiri. karena kami punya cita-cita tinggi tapi tak kesampaian karena kurang uang pembiayaan.
4. saya ingin agar pendidikan lebih murah, dan tolong undang-undang 20% dari APBN untuk pendidikan cepat diselesaikan dan diputuskan, dan tolong dana tersebut sampai ketujuannya. karena saya sebagai rakyat kecil hanya ingin Negara Indonesia tercinta ini tetap utuh dan jaya, tanpa banyak korupsi dan masalah.
saya percaya sama bapak kalau bapak bisa mewujudkannya.
maaf pak, kalau ada yang menyinggung dan maaf juga karena saya minta banyak tuntutan.
terima kasih sekali, semoga ALLOH yang membalas kebaikan bapak. amin
pak, tolong dijawab pakai surat ya, karena saya tidak sering ke internet. terima kasih
alamat sekolah saya:
DEWI HAJAR
SMA N 2 KLATEN
Jl. angsana, trunuh, klaten selatan, klaten. jawa tengah E-mail Pengirim: gazextra_tuyul Tanggal: 21 MARET 2006
Nama: Ahsanal Farid Dari: Jogja/DIY Saya: Mahasiswa UII Aspirasi / Informasi: Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya pandai??memiliki cita-cita yang tinggi dan seterusnya...
Namun keluhan demi keluhan yang menggeliat telinga saya tentang "biaya pendidikan" yang semakin bertambahnya tahun semakin mahal...!!!Apalagi dengan naiknya BBM kemudian rencana TDL dsb,.Dari mana mereka mendapatkan uang untuk pendidkan anaknya?? untuk makan seharian saja tidak cukup...
Bangsa ini sudah mengalami krisis multidemensi. Siapa yang akan kita harapkan?? Pemerintah?? atau diri kita sendiri?? Trus...apa yang harus dilakukan??DEMO??atau Berdo'a saja??
Hhmm...ini merupakan pertanyaan besar bagi saya pribadi dan mungkin juga teman-teman yang lain...!!! E-mail Pengirim: ariel_farid@yahoo.com Tanggal: 21 Maret 2006
Nama: farid gunawan Dari: yogyakarta Saya: Guru smp 3 ponjong gunungkidul Aspirasi / Informasi: Penerimaan guru yang semula direncanakan lebih banyak gtt/honor dari pada pendaftar umum kok pelaksanaannya nggak gitu sich pak? gimana nich bisa ngitung prosentase nggak ya...praktek dan teori kok sulit ya, rencana dan fakta apalagi. tapi aku bangga punya indonesia yang sdmnya baik, pejabatnya jujur, muridnya pinter-pinter. luar biasa negaraku. semoga terus menuju negara maju. E-mail Pengirim: mantrajava@yahoo.co.id Tanggal: 22 maret 2006
Nama: dalius Dari: padang/sumbar Saya: Guru smk Aspirasi / Informasi: Demi peningkatan smk dimasa datang dan kemajuan pendidikan secara nasional, sebaiknya jalan terbaik bagi pendidkan di Indonesia, sebaiknya diolah kembali secara terpusat/nasional dan tidak di otonomikan seperti sekarang ini, mohon Bapak Presiden tindak lanjuti, terima kasih. E-mail Pengirim: dalius@telkom.net Tanggal: 22/03/2006
Nama: Domingos Korreia Dari: Timor Leste Saya: Mahasiswa UNTL Aspirasi / Informasi: bagaimana cara memperbaiki kualitas pendidikan dalam suatu negara? tolong berikan suatu alasan! E-mail Pengirim: mingos_chemistryman@yahoo.co.Id Tanggal: 22 Maret 2006
Mengunjungi:
[ Ke Halaman 32 - Klik Di Sini ]
|