SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan NetworkAspirasi KitaArtikel KitaBerita Kita

 
Pendidikan Network Homepage
Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas, 2001, P 72)

Membaca Aspirasi Aspirasi Kita 33 (Index)
Ke Halaman 32, 33, 33a
Menulis Aspirasi Anda



Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Halaman 33)

Nama: Sandrak H Manurung
Dari: Medan / Sumatera Utara
Saya: Mahasiswa Universitas Sumatera Utara
Aspirasi / Informasi: sangat disayangkan betapa terpuruknya negara ini oleh karena kurangnya SDM yang ada, bukannya kita tidak mampu bersaing dengan negara-negara yang berkembang tapi kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan yang dimana pemerintah sebagai motor dalam pengembangan SDM tersebut.
saya pernah membanyangkan bagaimana negara ini 10 tahun yang akan datang, ternyata, negara ini akan dikuasai oleh negara-negara lain yang banyak menelan pil neo-kapitalisme, dan kalaupun tetap ada negara ini maka pemerintahnya hanya menyakit-nyakitin hari rakyat saja. sebab mereka menjadi antek-antek neo-kapitalisme itu sendiri.
E-mail Pengirim: sandrak_monroe@plasa.com
Tanggal: 12 April 2006


Nama: Galih Prihantoko
Dari: Surabaya/Jawa Timur
Saya: Mahasiswa ITS Surabaya
Aspirasi / Informasi: sisitem pendidikan yang ada di Indonesia saat ini memang masih jauh di bawah negara-negara tetangga kita, misalnya Malaysia. Sistem pendidikan yang ada hanya menawarkan iming-iming kualitas yang tidak realistis terhadap kondisi negara saat ini. Sistem pendidikan yang ada sekarang hanya membuat orang yang pandai menjadi sombong dan membuat orang yang tidak pandai menjadi kurang percaya diri.
E-mail Pengirim: gua_liih@plasa.com
Tanggal: 15-04-2006


Nama: Indra SP
Dari: Jawa Tengah_Semarang
Saya: Mahasiswa Univ. Diponegoro
Aspirasi / Informasi: Kepada seluruh aparatur pemerintah khususnya yang ada ditingkat Provinsi atau kabupaten yang ada di Prov.Riau agar Dana alokasi Pendidikan dari APBN tolong benar-benar disalurkan. SDM kita sudah jauh tertinggal dari Provinsi lain. Jangan ngelamun, tantangan sudah dihadapan mata...
E-mail Pengirim: dra_syahputra@yahoo.com
Tanggal: 14-04-2006


Nama:
Dari:
Saya: Mohon Pilih
Aspirasi / Informasi: menurut saya sistim pendidikan di indonesia harus lebih ditingkatkan karena kualitas pendidikan di indonesia sangat jauh tertinggal dibanding negara2 berkembang lainnya didunia n tingkat pendidikan para pengajar harus lebih baik lagi dan satu hal yang penting yaitu setiap lembaga pendidikan seyogyanya harus mempersiapkan fasilitas yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tersebut. i really hope n maybe another think same wiyh me.
E-mail Pengirim: RAstuti@sme2.ialf.edu
Tanggal: 17 april 2006


Nama: rahadian citra anggara
Dari: surabaya
Saya: Mahasiswa
Aspirasi / Informasi:
Assalamualaikum Wr.Wb
kepada semua pembaca AKAN DATANG SETELAH KEMAUAN KEINGINAN KESUNGGUH - SUNGGUHAN YAITU KESUKSESAN DAN SEPERTI HALNYA AKAN DATANG SETELAH KITA BERSATU YAITU KEKUATAN DALAM MERUBAH SUATU BANGSA . BONDO BAHU PIKIR LEK PERLU SAK NYAWANE PISAN . Kepada surat pembaca HIDUP SEKALI HIDUPLAH YANG BERARTI Bagi agama bangsa dan negara .
E-mail Pengirim: mboje_85@yahoo.com
Tanggal: 18 - April - 2006


Nama: andi
Dari: sibolga/north sumatera
Saya: Student sibolga
Aspirasi / Informasi: my aspirations about education is.. i think the education is very importand to all people so. i hope our goverment want to waste money to it , because many people wasn't to got education 'cuz they haven't enough money to pay their children of education,example in my town many kids didn't come to school because the occupation their parents only as a fisher,
E-mail Pengirim: pandiman_boy2005@yahoo.com
Tanggal: 18-april-2006


Nama: Anshar
Dari: PAREPARE/Sulawesi Selatan
Saya: Guru SMK Amsir 1 Parepare
Aspirasi / Informasi: Pendidikan adalah satu modal bangsa kita, dimana kapan pendidikan kita menurun maka dengan sendirinya kualitas kemajuan negara akan turun begitu juga sebaliknya. Tetapi terkadan pendidikan yang tinggi akan mengantarkan manusia/person menjadi lebih pintar yang arahnya salah termasuk didalamnya koruptor, teroris dll, ini merupakan orang-orang pintar dinegara kita. Jadi semuanya kita kembalikan pada diri kita mau diarahkan kemana ilmu yang sudah didapat. Sehingga sangat diperlukan disini adalah Emotional and Spritual yang baik (ESQ dan SQ)
E-mail Pengirim: anshar@ict.dikmenjur.net
Tanggal: 20 April 2006


Nama: Thimotius Yantori
Dari: Serui/Papua
Saya: Mahasiswa Universitas sains dan Teknologi Jayapura
Aspirasi / Informasi: saya mohon supaya pendidikan di indonesia ini jangan terlalu mahal lah. kasian khan orang di papua tidak pernah dapat mengenyam pendidikan yang baik karena biaya pendidikan yang sangat mahal di perguruan tinggi, sdh githu, kapan mutu pendidikan di indonesia dapat maju?????
saya tunggu jawaban yang nyata di lapangan.
Tuhan Yesus Memberkati,,,
E-mail Pengirim: thyo01love@yahoo.com
Tanggal: 20 - 04 - 2006


Nama: Mizan S
Dari: Pungging Kab. Mojokerto- Jatim
Saya: Pengamat Kec. Pungging
Aspirasi / Informasi: Peningkatan Mutu Pendidikan
1. Sebaiknya Guru-guru sekarang jam masuk dan jam pulang harus disiplin seperti PNS lainya dan tidak merangkap mengajar, kenyataan dilapangan Guru pulang bersama - sama siswa pulang, apalagi guru SMP dan SMA,SMK masuk dan pualng sesui dengan jadwal.
2. Hampir 75 % guru belum membuat persiapan mengajar yang baik, harapan wajib untuk membuat ada sanksinya.
3. Banyak guru mengajar mengurut buku yang dipegang tidak melihat kurikulum, harapan kuasi kurikulum lingkungan yang digunkan unbtuk pembelajaran.
4. Fungsi pengawas sekolah diperdayakan tidak hanya supervisi adminitrasi, namum pembelajaran di kelas yang diutamakan.
5. Pengawas jangan sampai menyalahakan namum membantu guru untuk pembelajaran.
6. KS. juga berperan sebagai guru, kenyataan KS banyak yang tidak megajar.
E-mail Pengirim: mizansy2004@yahoo.com
Tanggal: 23 April 2006


Nama: DiJe
Dari: Jogja
Saya: Siswi Jogja
Aspirasi / Informasi: aduh, gimana ya...?? pinginnya sich pendidikan di Indonesia tuh kayak yang di negara2 maju lainnya!! di sana mereka lebih memprioritaskan @proses@ penerimaan ilmu, sedangkan di Indonesia sendiri hanya berorientasi pada nila... dan nilai... entah nilai itu dari hasil mencontek maupun MURNI!!
E-mail Pengirim:
Tanggal: 24/04/06


Nama: Veny Oktridian
Dari: Pekanbaru/Riau
Saya: Mahasiswi Universitas Riau
Aspirasi / Informasi: Menurut saya, pendidikan di Indonesia sekarang ini sudah cukup bagus, terbukti dengan semakin menjamurnya sekolah tinggi. tetapi menjamurnya sekolah tinggi tersebut, tidak dibarengi dengan usaha untuk meningkatkan kualitas dari para pengajar. sehingga masih banyak juga tamatan-tamatan dari sekolah tinggi yang tidak terpakai di dunia kerja, yang menyebabkan semakin banyaknya sampah masyarakat yang ada di Indonesia.
E-mail Pengirim: nevasomeone@yahoo.com
Tanggal: 25 April 2006


Nama: m.zaelani
Dari: dki.jakarta
Saya: Mahasiswa Lampung
Aspirasi / Informasi: PERINGATAN HARDIKNAS TAHUN 2006
Data di Depdiknas yang diungkapkan Direktur Pendidikan Masyarakat Eko Djatmiko, menunjukkan angka putus sekolah pada tingkat SD dan madrasah ibtidaiyah (MI) pada tahun 2004-2005 masih berada pada angka 685.967, sedang pada tingkat SLTP mencapai 263.793.Kalau dirata-rata penduduk Indonesia rata-rata kelas 1 SLTP waowww ?

Lebih parah lagi, Indonesia tetap berada di urutan ke-12 dari 12 negara di Asia yang dikaji kualitas sistem pendidikannya, ... Indonesia berada satu tingkat di bawah Vietnam yang menduduki urutan ke-11 ko bisa yaaaaa ?

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada bulan Mei mendatang, seyogyanya menjadi evaluasi bersama dalamrangka memperbaiki nasib pendidikan nasional kita ini, banyak negara sangat memprioritaskan SDM dari pada yang lain walau yang penting... artinya dari kesuksesan dunia pendidikan akan berimplikasi pada maju mundurnya sebuah negara apalagi negara kita masih pada maqom berkembang alias negara miskin... s

mari kita mulai perbaiki negeri ini dengan meningkatkan SDM yang handal
E-mail Pengirim: zela_peace@yahoo.com
Tanggal: 27 Aparil 2006


Nama: zaelani
Dari: dki jakarta
Saya: Mahasiswa Lampung
Aspirasi / Informasi: Hilangkan Kekerasan dalam Dunia Pendidikansekadar refleksi HARDIKNAS 2006
Banyak ragam kekerasan yang masih terus terjadi pada dunia pendidikan baik secara fisik dan psikis, hal ini tentunya tidak nyaman bagi siswa/wi dalam belajar proses ilmu pengetahuan. ............

ayo bagi para guru, dosen dst atau pelaku kekerasan agar cepet insyaf dan mendahulukan dialog yang dialogis pada peserta didik buka dialog yang tidak dialogis, mari kita mulai bagi yang peduli nasib kami,
E-mail Pengirim: zela_peace@yahoo.com
Tanggal: 27 Aparil 2006


Nama: YUSRIZAL ADI.S
Dari: PADANG/SUMATERA BAAT
Saya: Mahasiswa UNIVERSITAS ANDALAS
Aspirasi / Informasi: hidup mahasiswa...!!!!!!
saaat seakaang ini, bangsa kita telah kehilangan jati diri, dalam semua aspek kehidupan. salah satu contohnya adalah dari segi pendidikan, dewasa ini pendidikan sudah dijadikan sebagai ajang bisnis dan berujung kepada kapitalisasi pendidikan. berbeda dengan sistem pendidikan di era 60'an, waktu itu sistem pendidikan di indonesia cukup baik dibanding negara-negara lain khususnya kawasan asia tenggara. dimana imdonesia mengirimkan tenaga pendidik ke negara jiran "malaysia". tapi saat ini, katanya era reformasi, pembangunan bangsa atau apalah nama jamannya..sistem pendidikannya dapat dikatakan buruk..dilihat dari rating indonesia di tingkat dunia sangat menyedihkan, sebenarnya saya malu untuk menyebutkannya,,cobalah cari tau sendiri saja..maaf.

bukan hanya itu, pendidikan diindonesia telah dijadikan ajang bisnis, tidak lagi mementingkan seperti apa jadinya manusia-manusia yang dihasilkan dari sistem tsb, apalagi di RUU mengenai badan hukum pendidikan..jelas terlihat intrik-intrik politik komersialisasi pendidikan. mau dibawa kemana bangsa kita dengan sistem itu?????

saya, sebagai mahasiswa yang peduli akan nasib anak bangsa yang telah menjadi korban dari sistem pendidikan bangsa ini, dan mungkin saya juga sbg salah satu korbannya.

maka dari itu saya bepesan kepada para penguasa bangsa ini, agar lebih memperhatikan sistem pendidikan bangsa ini, tidak hanya itu saja dalam pembuatan kebijakan kiranya diperhatikan segala aspeknya,jangan ada intervensi dari pihak ke3 yang memiliki kepentingan yang merugikan bangsa indonesia...

bagi teman -teman yang pengen diskusi dengan saya kirim aja ke mail saya...kalo ada yang baca anak dari SMA 1 LUBUK PAKAM tlg kiim mail kesaya. thax
hidup mahasiswa...!!!!!
hidup rakyat...!!!!!
E-mail Pengirim: plur_id@yahoo.com
Tanggal: 28 APRIL 2006


Nama: Novita
Dari: Sidoarjo/jatim
Saya: Siswi SMPN 1 SIDOARJO
Aspirasi / Informasi: Saya ingin supaya pendidikan di Indonesia lebih maju. Dan sekolah-sekolah yang rusak, segera di renovasi agar para murid nyaman saat belajar. Dan banyak diadakan quiz yang mendidik. dan memperbanyak majalah yang mendidik. Karena belakangan ini banyak para siswa- siswi yang membeli majalah orang dewasa, dengan membohongi orang tuanya terutama anak yang mampu.
E-mail Pengirim: ayu_nob2dent_me@sltp.zzn.com
Tanggal: 27 April 2006


Nama: meina
Dari: medan/sumatera utara
Saya: Pengamat
Aspirasi / Informasi: pemerintah berikan perhatianmu kepada rakyatmu.ku yakin kau pun tak rela melihat rakyatmu tetap dijajah oleh kebodohan.haruskah tangan-tangan bangsa lain yang memberantas penjajahan itu?rela kah kau melihat rakyatmu kurus dan dan kekurangan gizi pendidikan?
Bapakpresiden dan mentri pendidikan yang terhormat perhatikanlah anak-nakmu.
saya alumnus universitas negeri medan sumut.
E-mail Pengirim: putri_fam_hasibuan.com
Tanggal: 28 april 2006


Nama: novie
Dari: medan
Saya: Mahasiswi USU
Aspirasi / Informasi: Saya sangat menyesal untuk mengakui bahwa pemerintah saat ini seolah tutup mata terhadap dunia pendidikan pada saat ini .Apalagi semakin kecilnya dana subsidi yang diberikan oleh pemerintah ,apalagi dengan ditambahnya adanya para penjilat yang tega-teganya memotong dana subsidi yang terbatas itu hanya untuk kepentingan individual dan ego bahkan demi menunjang gengsinya .Saya sangat mengharapkan pemerintah untuk segera menyadari bahwa untuk meningkatkan suatu negara ,akan dilihat bagaimana mutu daripada pendidikan negara tersebut .
E-mail Pengirim:
Tanggal: 28 APRIL 2006


Nama: masdarudin
Dari: bengkalis/riau
Saya: Guru bengkalis
Aspirasi / Informasi: Sebagai guru di sebuah sekolah dasar, saya sangat menyadari bahwa sebenarnya para guru yang sekarang mendidik anak-anak indonesia agar menjadi anak bangsa yang cerdas dan berwawasan secara intelektual, berbudi dan berakhlaq dalam berperilaku dan memeliki keterampilan yang dapat menopang kehidupannya sangat sulit diwujudkan, bila para guru yang mengajar dan mendidik anak-anak bangsa tersebut tidak memenuhi standar seorang guru. dengan kata lain para guru kita sebagian besar tidak layak sebagai seorang guru yang memikul tanggung jawab seperti di atas.

Saya berharap agar pemerintah menyiapkan tenaga guru yang benar-benar memenuhi standar seperti diharapkan masyarakat atau membenahi kembali tenaga guru yang ada supaya dapat memberikan pengabdiannya kepada masyarakat dengan lebih baik, bukan sekedar menjalankan tugas tanpa visi dan misi yang jelas.

Hal ini menurut saya sangat mendesak untuk dilakukan di negeri ini. Karena tanpa adanya usaha ke arah perbaikan para guru, mustahil bangsa ini akan meraih kejayaan.
E-mail Pengirim: masdarudin@yahoo.com
Tanggal: 29 april 2006


Nama: Dandung
Dari: Tulungagung, Jawa Timur
Saya: Pengamat Tulungagung
Aspirasi / Informasi: Berkenaan dengan pencairan BOS (bantuan operasional sekolah) saya mengharap ada tim investigasi independen yang langsung turun ke lokasi yang rentan terjadi praktik korupsi. Dana BOS yang baru turun harap ditinjau langsung ke rekening sekolah: Sudaqhkah pihak sekolah menyimpannya secara benar ...... Dalam hal ini bila ada temuan dugaan korupsi segera dilaporkan ke institusi yang berwenang tentanmg pelanggaran disiplin PNS agar secepatnya dijatuhi sanksi. Itu semua demi selamatnya dana BOS bagi kepentingan pendidikan.
E-mail Pengirim: dandung06@yahoo.co.id
Tanggal: 29 April 2006


Nama: Dandung
Dari: Tulungagung, Jawa Timur
Saya: Pengamat Tulungagung
Aspirasi / Informasi: Pemberian bantuan insentif untuk guru yang mengajar di daerah terpencil seringkali tidak sesuai dengan jumlah yang diajukan sehingga muncul dugaan pihak aparat sengaja membuat tindakan yang kurang pada tempatnya. Saya mohon ada kejelasan langsung dari pihak yang berkompetenm tentang sebab-sebab berkurangnya insentif guru terpencil dasn bila mana perlu ada kejelasan tertulis agar tak ada aparat yang dicurigai oleh para guru yang berhek menerima.
E-mail Pengirim: dandung06@yahoo.co.id
Tanggal: 29 April 2006


Nama: Dandung
Dari: Tulungagung, Jawa Timur
Saya: Pengamat Tulungagung
Aspirasi / Informasi: Mohon kepada pemerintah khususnya Depdiknas agar membuat kejelasan resmi tentang kedudukan tupoksi para staf di lingkup Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan meskipun ada pihak yang menyatakan bahwa itu semua wewenang pemerintah daerah selaras dengan azas otonomi. Bila tidak segera ada kejelasan selamanya para staf yang bekerja selama ini seakan tidak memiliki kekuatan hukum apa-apa, jadinya seperti tenaga lepas yang bisa dicopot sewaktu-waktu. Kejelasan adalah bagian dari prosedur penyelesaian pekerjaan yang bersifat paten dan mutlak karena ada landasan hukumnya atau surat keputusannya. Kalau para staf yang bekerja de4ngan kondisi seperti itu saya khawatir memunculkan penilaian bahwa pemerintah tidak mampu menata karyawannya. Kalau terjadi persoalan maka aparat yang paluing bawah itulash yang terkena dampaknya. Apakah tidak kasihan? Gajih saja jauh dari mencukupi mau mengutip uang beberapa ribu sudah diteriaki dengan alasan pungli namun di sisi lain penataannya tidak jelas. Ini sangat merugikan kawula cilik yang selalu jadi tumpuan masalah. Tolong ada perhatian yang maksimal.
E-mail Pengirim: dandung06@yahoo.co.id
Tanggal: 29 April 2006


Nama: ANHAR PULUNGAN
Dari: PEKANBARU
Saya: Mahasiswa UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
Aspirasi / Informasi: SALAM HANGAT
pengamatan setiap orang terhadap pendidikan semakin berkembang, banyak yang menginginkan pendidikan kedepan mendapat perhatian yang lebih serius, setiap tahunnya lembaga pendidikan mengeluarkan lulusan yang dianggap mampu terjun kemasyarakat, mampu mengembangkan ilmu yang telah digali di lembaga pendidikan.

Indonesia mempunyai banyak tenaga pendidik, pakar pendidikan, Doktor, bahkan kalau dibandingkan dengan negara tetangga yang memiliki para sarjana yang jumlahnya lebih sedikit bila dibandingkan dengan Indonesia, mereka mampu lebih unggul kualitasnya dibandingkan dengan pendidikan diIndonesia.

siapa yang harus bertanggung jawab terhadap rendahnya kualitas pendidikan diIndonesia?

semua tau tentang rendahnya SDM diindonesia kalau dibandingkan dengan negara maju. tapi sampai kapan kita harus tertinggal?

kalau diindonesia masih menjadikan lembaga pendidikan sebagai bisnis maka perkembangan negara ini akan sangat lambat.
jadi pintar kok mahal,
E-mail Pengirim: anhar_pul@yahoo.com
Tanggal: 29 APRIL 2006


Nama: zaelani
Dari: dki jakarta
Saya: Mahasiswa lampung
Aspirasi / Informasi: salam untuk kita semua
temen yang saya hormati, dalam rangka memperingati HARDIKNAS tahun ini, mari kita perbaiki nasib pendidikan negeri ini mulai dari sendiri,keluarga dan lembega pendidikan terdekat mudah-mudahan makna pendidikan akan lebih memanusiakanmanusia seperti dimaksudkan Ki.Hajar Dewantara,

saya, salah satu pemerhati nasib pendidikan dinegeri ini mengajak untuk peduli dengan nasib dunia pendidika kita khsusunya pelajar dan kaum yang peduli dengan pelajar,bisa arisan artikel dengan maksud kritik,saran dan solusinya bagi pelajar www.irmmania.org atau ke email:zela_peace@yahoo.com

mari bangun negeri ini dengan prestasi, SDM handal adalah salahsatu kuncinya...
salam
E-mail Pengirim: zela_peace@yahoo.com
Tanggal: 30 April 2006


Nama: sulistya yustinus
Dari: Jakarta
Saya: Guru jakarta
Aspirasi / Informasi: Pak SBY tolong bantu kami guru swasta untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme sehingga kami dapat ikut serta meningkatkan pendidikan nasional
E-mail Pengirim: yustinus_sulis
Tanggal: 1 Mei 2006


>

Nama: B. JAKA PURNAMA
Dari: SLEMAN/DI YOGYAKARTA
Saya: Guru SMAN 1 KALASAN
Aspirasi / Informasi: Menyambut Hari Pendidikan Nasional tgl 2 Mei 2006 besok merupakan moment penting bagi guru guna melihat potret diri sendiri. Profesi Guru selama ini masih belum menjadi idaman para siswa untuk memasuki jenjang perguruan tinggi. Ini terbukti fakultas kependidikan masih dinomorduakan dalam pemilihan program studi siswa SMA. Setelah mereka kalah berkompetisi dengan siswa lain untuk merebut kursi di fakultas favorit gagal, mereka baru melirik fak. kependidikan. Mengapa demikian ? Jawabannya sangat sederhana, karena gaji guru sangat tidak memadai untuk hidup secara layak sesuai basis pendidikannya. Inilah sumber masalah kualitas pendidikan di Indonesia yang relatif rendah. Jika saja gaji guru seperti profesi lain dengan basis pendidikan yang setara cukup memadai, pastilah input mahasiswa program studi kependidikan akan lebih baik, dan akhirnya akan membawa kepada peningkatan mutu pendidikan dan SDM di Indonesia.
E-mail Pengirim: purnamajaka@yahoo.com
Tanggal: 1 MEI 2006


Nama: anjar siswo saputro
Dari: sleman
Saya: Mahasiswa uny
Aspirasi / Informasi: mengapa agama yang mengajarkan kebenaran bisa menjadi konflik
E-mail Pengirim: anjar_marhain@yahoo.co.id
Tanggal:


Nama: Oman waarman
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Aspirasi / Informasi: Assalamu'alaikum wr. Wb.
Kepada seluruh guru dari mulai tingkat TK sampai Perguruan tinggi,berilah kami contoh teladan yang baik dari mu wahai guru !!!!
kami membutuhkan suri teladan yang baik darimu semua, kelemahan pendidikan di indonesia diantaranya karena kurang uswah hasanah dari para guru.
thanks, atas dibacanya
E-mail Pengirim:
Tanggal: 2 Mei 2006


Nama: Wayan Novan AAW
Dari: Makassar
Saya: Wartawan Radio TSFM 92,50 Mhz
Aspirasi / Informasi: Guru kembali kepada Porsinya semula, sebagai guru yang Profesional. Badan Penilik Sekolah, saya pikir sudah tidak diperlukan lagi, karena lebih banyak hura - huranya dari pada inti Job Deskripsinya. dan bagi Mentri Pendidikan yang terhormat, anda harus ingat tanpa guru anda, saya dan orang Indonesia tidak akan bisa berpolitik, bersosialisai dan bernegara yang baik tanpa Guru. Maka tolong hargai Beliau setinggi - tingginya agar martabatnya tidak direndahkan lagi (")
E-mail Pengirim: halonovan@telkom.net
Tanggal: 02/05/06


Nama: mega nurhasanah
Dari: padang
Saya: Mahasiswi universitas andalas
Aspirasi / Informasi: supaya proses pengakatan kepala sekolah untuk semua jenjang pendidikan disumbar lebih transparan dan lebih menutamakan mutu SDM calon kepala sekolah
E-mail Pengirim:
Tanggal: 02 -05-2006


Nama: AHMAD , ST
Dari: MALUKU UTARA
Saya: Dosen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA
Aspirasi / Informasi: PENDIDIKAN DI PROPINSI MALUKU MASIH JAUH TERTINGGAL, HAL INI DISEBABKAN KARENA BANYAK FAKTOR ANTARA LAIN :
1.SDM YANG MELAKSANAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR MASIH JAUH DARI HARAPAN
2. SISETM YANG ADA TIDAK MENUNJUKKAN SEBUAH BUDAYA INTELEKTUAL
3. PARA PENGAMBIL KEBIJAKAN DI PROPINSI MALUKU TIDAK PAHAM AKAN SEBUAH FUNGSI PENDIDIKAN
4.PENGHARGAAN TENTANG NILAI-NILAI PRESTASI BELUM ADA
5. KUALIFIKASI SEORANG PENGAJAR ATAU PENDIDIK ...............
ORIENTASI SEMUA PENGAMMBIL KEBIJAKAN ADALAH PROYEK.
MOHON INI DI PERTIMBANGKAN UNTUK DIBIJAKSANAI
E-mail Pengirim:
Tanggal: 2 MEI 2006


Nama: Agussalim,ST.
Dari: Banjarmasin/Kalsel
Saya: Guru Mts.Byna taqwa
Aspirasi / Informasi: Kami sangat kekurangan buku2 perpustakaan, kalau bapak peduli bisa kirmkan kealamat saya :
Agussalim, ST. MTS. Byna Taqwa PT. Austral Byna Jl. Byna Harapan Mantuil Banjar masin 70244
Hp. 08164557508
E-mail Pengirim: agusproduksi@hotmail.com
Tanggal: 03 May 2006


Nama: Ari Pristie
Dari: Tanggamus Lampung
Saya: Mahasiswi Univ. Indonesia
Aspirasi / Informasi: Saya pernah mengajukan beasiswa prestasi dan kurang mampu di daerah Tanggamus. Tapi ternyata birokrasinya difficult banget. Ada celoteh dari pegawai yang menurut saya sangat sukuisme. "Mbak kan bukan orang Lampung, ngapain minta beasiswa ? Ada orang dalam tidak mb ?". Lho! Jelas saya terkejut. Saya memang suku jawa, tapi saya sudah mengakui bahwa saya orang Lampung karena dari lahir saya tinggal di Lampung. Tolong, buat pemerintah...Jangan sukuisme dan berilah hak yang sesuai dalam pendidikan. Karena kami adalah aset aset daerah yang nantinya juga akan membangun daerah Lampung.
E-mail Pengirim: priest1186@yahoo.com
Tanggal: 04 Mei 2006


Nama: Damanik
Dari: Sumatera Utara
Saya: Guru Simalungun
Aspirasi / Informasi: Persoalan "UAN" sekarang menjadi hangat dibicarakan. Seluruh komponen pendidikan meragukan tercapainya standart lulus yang ditetapkan oleh pemerintah. Begitu juga masyarakat, merasa cemas dengan hasil yang diperoleh anak-anaknya. Alangkah sedihnya bangsa ini, hanya untuk memperoleh nilai 4,51 harus berjuang habis-habisan.Bagaimana kalau nilai 6................? makanya wajar saja kondisi bangsa terus begini, selalu tertingga karena karena standartnya cuma 4.
E-mail Pengirim: izal_79damanik@yahoo.co.id
Tanggal: 04 Mei 2006


Nama: Hermansyah
Dari: Palembang/sumatera selatan
Saya: Guru SMA NEGERI 3 PALEMBANG
Aspirasi / Informasi: Untuk membangun pendidikan di Indonesia sudah sewajarnya diserahkan kepada pihak yang profesional. Pemerintah bertugas sebagai pembina kualitas SDM pengelola dan memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan. Campur tangan pemerintah yang lebih dalam mengenai ketentuan kelulusan merupakan salah satu bentuk keterpurukan pendidikan, bukan meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri. Coba kita bayangkan saja. Sekolah dasar sampai sekolah menengah yang berada di Jawa saja masih belum memiliki standar yang baik, apalagi kita mengharapkan di luar jawa yang sama dengan pulau Jawa. Karena asumsi masyarakat P. Jawa sebagai potret keberhasilan pendidikan.

Dari gambaran di atas tidak layak bila standar kelulusan mau disamaratakan antara satu sekolah dengan sekolah lain yang berbeda lokasi, baik antar kabupaten maupun propinsi.

Saya kawatir justru kita tidak mendapatkan kualitas SDM yang baik malah kita akan mendapat SDM yang munafik.
E-mail Pengirim: herman_sma3p204@yahoo.com
Tanggal: 4 MEI 2006


Nama: YULIANUS PINIMET AMUNGME-SON, TIMIKA-AGIMUGA
Dari: TIMIKA PAPUA TENGAH
Saya: Mahasiswa YOGYAKARTA
Aspirasi / Informasi: Yth:Bapak Mentri Pendidikan,saya
Mahasiswa asal Kabupaten Timika, kini saya sedang mengenyam pendidikan di Jawa khususnya di-Yogyakarta (D.I.Y). Disini ingin pesan Perhatian Pemerintah Kabupaten Timika terhadap pembangunan di daerah Kabupaten Timika khususnya pembangunan pendidikan baik, dimana selama ini saya mengamati bahwa banyak persoalan yang terjadi, namun sangat disayangkan persoalan tersebut ....

....... Maaf diedit, Webmaster - ini situs "ASPIRASI" .......
Aspirasi adalah "harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"

Bapak mengetahui persoalan yang terjadi Kabupaten Timika terkait dengan masalah pendidikan. Saya sangat prihatin dengan program dan kebijakan yang dibuat dan diimplementasikan oleh Pemerintah Kabupaten Timika, terlebih-lebih prihatin saya pada realisasi dana pendidikan yang selalu saja diselewengkan oleh pemerintah daerah KAB Timika itu sendiri. Tindakan/kebijakan ini bukannya langkah membangun sumber daya manusia, tetapi justru mematikan sumber daya manusia di Timika. Artinya tidak ada kesempatan sekolah/kuliah bagi generasi Timika. Sehingga konsekuensi dari patologi pemerintah seperti ini akan menciptakan manusia-manusia miskin di tanah/neregi sendiri. Untuk itu saya memohon kepada Bapak agar dapat melakukan suatu Movement yang bermanfaat bagi generasi saya di Timika.
AKHIRNYA KESAN DAN PESAN SAYA CUKUP SEKIAN SAMPAI DISINI
SO MUCH AND THANK,S FUUL, SEE YOU ANY TIME.
By:Yulianus Pinimet Amungme-Son.
From:Daerah Rawan konflik (Timika-Tembagapura-Agimuga)
E-mail Pengirim: Yulian@yahoo
Tanggal: 05 MEI 2006


Nama: Silviani
Dari: Yogyakarta
Saya: Siswi SMA
Aspirasi / Informasi: Bagi Pemerintah, masih banyak masalah Pendidikan di Indonesia yang tercinta ini, sesungguhnya apakah hanya 4% dari APBN untuk pendidikan di Indonesia? emm... saya rasa tidak, saya sebagai anak bangsa mohon agar kembalikan subsidi pendidikan dengan semestinya agar berguna bagi anak2 yang kurang mampu dan tidak bisa bersekolah yang bahwa sesungguhnya mereka memiliki potensi untuk membangun bangsa ini.

Itu adalah permohonan saya yang pertama, yang kedua hehehehehe saya prihatin atas pola belajar di TK karena mereka dituntut untuk lebih belajar mati-matian daripada bermain, karena sebenarnya anak-anak TK itu belajar sambil bermain. Waktu untuk belajar membaca dan menulis juga bahasa asing malah cenderung lebih banyak daripada kegiatan untuk bermain. hal ini akan mematikan imajinasi mereka dan ini akan fatal akibatnya untuk ke depan. saya mohon kembalikan masa-masa itu seperti semula sebagai mana anak2 Tk menganggap bahwa Taman Kanak-Kanak adalah Taman Bermain sekaligus Taman Belajar.

saya sangat bangga kepada dinas pendidikan di DIY yang telah membuka sekolah interval bagi anak2 yang putus sekolah agar bisa melanjutkan semangat belajar dan prestasinya yang sempat tertunda karena hambatan masalah ekonomi. tingkatkan terus ya,......... aku mendukungmu!!!!!:-), ;-D
E-mail Pengirim: eka_47cutegirls@yahoo.co.id
Tanggal: 08 Mei 2006


Nama: Saskia Wulandari
Dari: Depok/ Jawa Barat
Saya: Dosen Depok
Aspirasi / Informasi: Terus terang saya sangat prihatin sekali melihat kondisi sekolah-sekolah di Indonesia yang makin hari makin menyedihkan. Atap sekolah rusak, sekolah kebanjiran, jumlah meja dan kursi sekolah kurang sehingga murid-murid terpaksa belajar dengan duduk di lantai, buku-buku pelajaran yang sering berganti tiap tahun tanpa ada peningkatan kualitas murid, pengajar dan pendukung pembelajaran, dan masalah2 lain. Sekarang kita bandingkan dengan keadaan di negara tetangga kita Malaysia yang pada tahun 1900-an masih mengirim pemuda-pemudinya untuk belajar di Indonesia dan masih mencari pengajar Indonesia untuk mengajar di sana, tetapi sekarang, kita yang pergi kesana untuk belajar dan mencari uang sebagai pembantu. aduh, menyedihkan sekali Indonesiaku. sedangkan di dalam Indonesia sendiri, para pejabat dengan seenaknya di "depan mata" rakyat kecil, melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan pejabat yang menjadi contoh tauladan. korupsi, kolusi dan nepotisme sudah menjadi cap jempol Indonesia dan tidak peduli Indonesiaku sedang bersedih. Tolong Pak SBY, yang menjadi presiden karena pilihan rakyat, tolong perhatikan kebutuhan rakyat terutama generasi muda yang akan melanjutkan perjuangan menjadikan Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan di segala bidang. kapan ya Indonesia bisa seperti itu jika masalah pendidikan saja belum becus?
E-mail Pengirim: indrawati_friends@yahoo.com
Tanggal: 9/ 5/ 2006


Nama: JASMANSYAH, S.Pd
Dari: SUKABUMI / JAWA BARAT
Saya: Guru SMAN DI SUKABUMI
Aspirasi / Informasi: AGAR UN DITIADAKAN, KARENA SANGAT MEMBEBANI SISWA DAN TIDAK SESUAI DENGAN UNDANG2 YANG BERLAKU.
E-mail Pengirim: JUST_PPSUPI@PLASA.COM
Tanggal: 10 MEI 2006


Nama: Nianti domala
Dari: Manado/Sulawesi Utara
Saya: Mohon Pilih UNIMA (Univ Neg Manado)
Aspirasi / Informasi: pendidikan kita sekarang ini yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri,sudah semakin menurun apalagi pemerintahan kita yang tidak peduli lagi dengan keadaan masyarakat sekarang ini,dan semakin banyak pengangguran dimana-mana padahal mereka itu lulusan sarjana. Mohon diperhatikan Pak SBY-JK
E-mail Pengirim: Nia_domala@yahoo.co.id
Tanggal: 12 mei 2005


Nama: Mohammad syam fauzi
Dari: Tasikmalaya / Jawa barat
Saya: Masyarakat Tasikmalaya
Aspirasi / Informasi: Seharusnya jika kurikulum 2004 tidak diadakan UAN karena kurikulum 2004 kita dituntut skil dan keahlian
E-mail Pengirim: augi_powerrnyahoo.com
Tanggal: 14-mei-2006


Nama: wilujeng
Dari: Semarang/Jawa tengah
Saya: Mahasiswi Institut Pertanian Bogor
Aspirasi / Informasi: Dilihat dari programnya,menurut saya KBK cukup kompeten untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Tapi perlu dilihat dimana KBK diterapkan. Bila diterapkan di kota besar(sekolah ternama) yang sarana dan prasarananya memadai serta kualitas dasar SDM yang sudah cukup menunjang, tentu saja pelaksanaannya tidak akan serumit di daerah yang guru sebagai pengajar justru beranggapan bahwa program ini mempernmudah tugas guru karena siswa dituntut belajar secara mandiri. padahal kreatifitas guru sangat diperlukan dalam pelaksanaan program ini yaitu untuk menuntun siswa agar dapat belajar secara efektif dan efisien.
E-mail Pengirim: COM>aJ-nG@PLASA>COM
Tanggal: 15 Mei 2006


Nama: moh haris
Dari: jatim
Saya: Mahasiswa surabaya
Aspirasi / Informasi: assalamualaikum... kepad abapak mendiknas . mengapa pendidikan dinegara kita kok sangat tinggi ? padahal masyarakat kita butuh yang namanya pendidikan yang bagus.dan tidak menutup kemungkinan pendidikan yang bagus/ unggul harus merogoh kocek yang tebal, sehingga orang yang tidak mampu akan sulit untuk mengikuti alur pendidikan tersebut.sehingga banyak sekali masyarakat kita yang menganggur.bahkan sekarang kabar2 tidak adanya ujian susulan bagi yang tidak lulus uan.apakah ini menjadi kebijakan yang sesuai di pendidikan kita? gitu aja pak terima kasih Wassalam....
E-mail Pengirim: elharisy@yahoo.com
Tanggal: 16-05- 2006


Nama: Diego Rahman
Dari: Cengkareng
Saya: Siswa sebuah SMU swasta
Aspirasi / Informasi: Assallamualaikum Pak Menteri, Saya adalah seorang siswa yang belakangan ini resah dan khawatir terhadap pelaksanaan UAN. Pada tahun 2006 ini nilai batas lulus UAN 4,25 tiap mata pelajaran dan rata-ratanya 4,5.Saya sebagai siswa merasa khawatir apabila saya atau rekan-rekan yang lain tidak berada dalam kondisi terbaik untuk mencapai nilai batas tersebut. Saya sendiri tidak habis pikir,mengapa hasil belajar siswa selama 3 tahun hanya ditentukan dalam 3 hari UAN.Terlebih,jika semua mata pelajaran HARUS 4,25. Bagaimana jika ada siswa yang benar-benar tidak mampu dalam menghadapi pelajaran yang di-UAN kan?Setiap siswa tentu memiliki talenta yang berbeda-beda.Lalu bagaimana dengan siswa yang cerdas dalam keseharian namun gagal hanya karena UAN?dapat dikatakan bahwa UAN membuyarkan segalanya. Menurut saya lebih realistis jika dengan alasan peningkatan mutu,rata-rata UAN menjadi 4,5.Tapi jika ketiga mata ujian harus 4,25 Tentu menjadi mubazir.Terlebih tidak ada ujian perbaikan. Bapak Menteri yang terhormat,tolong kaji kembali masalah UAN ini.Masih ada waktu 1 bulan untuk memikirkan jalan keluar.Aspirasi saya merupakan aspirasi siswa se-Indonesia yang sedang khawatir akan masa depannya sehubungan dengan UAN ini.Terima kasih atas perhatian Bapak Menteri. Wassalamualaikum wr wb
E-mail Pengirim: mulyantara@yahoo.com
Tanggal: 17 mei 2006


Nama: erwin
Dari: yogyakarta
Saya: Siswa yogyakarta
Aspirasi / Informasi: saya sebagai siswa SMA di jogjakarta, sangat menyayangkan standart kelulusan dan syarat-syaratnya yang sangat tidak bisa di terima, dan memberatkan. Mengingat kebijakan yang di tentukan selalu berubah-ubah dan tidak berjalan dengan semestinya..

perubahan kurikulum tanpa persiapan yang matang membuat kesulitan masalah buku dan bahan2 pelajaran.

bahan pelajaran selalu tidak urut dan melompat2.

andaikan saja anda mempelajari sesuatu, anda harus bertahap dari mulai hal yang kecil, tetapi dengan perubahan urutan bab2 bahan pelajaran, anda harus mempelajari suatu yang besar dulu baru ke hal yang kecil...

hal itu ditambah lagi dengan standart kelulusan.

selalu ada kesempatan kedua untuk yang gagal...

bayangkan jika banyak siswa yang tidak lulus dan menganggur selama setahun..

apa yang akan mereka perbuat??

tolong pikirkan kembali kebijakan yang telah anda tetapkan.pergantian kabinet memang akan mengganti menteri2 seperti anda menteri pendidikan..

tapi anda tidak boleh seenaknya langsung mengubah kebijakkan dari menteri terdahulu...

saya tahu maksud anda baik, tetapi harus bertahap.
E-mail Pengirim: red_silkie@yahoo.co.id
Tanggal: 18 mei 2006


Nama: Osep zam-zam mubarok
Dari: ciamis-jawabarat
Saya: Mohon Pilih aspiarasi
Aspirasi / Informasi: dalam aspek pendidik perlu kiranya kerelaan dan pengorbanan tanpa pamrih. Di aspek pemerintah perlu menambah gaji guru dan dosen untuk menambah kesejahteraannya. Di aspek pelajar/mahasiswa perlu kesadaran, kejujuran, perjuangan dalam mencari ilmu
E-mail Pengirim: aa_zam@plasa.com
Tanggal: 18-mei-2006


Nama: Evayenny
Dari: Kota Depok /Jawa Baarat
Saya: Dosen Kopertis Wilaayah III
Aspirasi / Informasi: Kami ingin menyampaikan pada pemerintah, untuk memaksimalkan perhatian pada kesejahteraan guru dan dosen. Pemerintah atau bangsa ini tidak akan pernak rugi bila memperhatikan kesejahteraan guru dan dosen dengan sebai-baiknya.Guru dan dosen adalah aset masa depan yang akan membawa bangsa ini kearah yang lebih baik. Bayangkan pak SBY guru dan dosen itu saat ini terpaksa terbang kesana kemari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Guru dan dosen yang masih idealis boleh dilihat hidupnya sederhana dan sangat bersahaja. Mereka seolah-olah tidak peduli dan terpengaruh semarak dan gemerlapnya dunia yang serba duit. Untuk beli sebuah buku baru saja mereka harus menabung menyisihkan sebagian gajinya. untuk beberap bulan kemudian baru bisa beli buku.

Tapi ..... saat ini, kami bersyukur dan agak berbesar hati, sebagian daerah seperti propinsi DKI sudah punya perhatian terhadap gaji guru, dulu mereka kesekolah naik sepeda dan kendaraan umum sekarang sudah naik motor kreditan, lumayan daripada tidak sama sekali. Untuk dosen DKI belum seberuntung Guru DKI, untuk saat ini gaji dosen kalah sama guru DKI, dalam forum ini kami menghimbau pada pak gubernur, agar memperhatikan juga kenaikan gaji dosen DKI, maksudnya supaya ada kesiimbangan antara guru dan dosen.

Untuk kedepan kami berharap gaji guru dan dosen sekurang-kurangnya sama atau lebih sedikit dari gaji para Anggota DPR. Pemerintah tidak akan rugi, bahkan untung besar,kelak akan lahir ahli-ahli dalam berbagai bidang, yang kami proses dalam keadaan periuk nasi kami aman dan terkendali. Semoga
E-mail Pengirim: evayenny2004@yahoo.com
Tanggal: 19 Mei 2006


Nama: Evayenny
Dari: Kota Depok/Jawa Barat
Saya: Dosen Kopertis III
Aspirasi / Informasi: Assaalamu'alaikum Pak Menteri, saya adalah dosen PNS yang dipekerjakan di STKIP KN. Saya bangga dengan para pakar pendidikan kita, dengan konsep-konsep pendidikan mereka, yang hasil kerja mereka telah tertuang dalam Undang-undang Sistem Penddidikan Nasional No. 20 tahun 2003, Undang-undang Otonomipendidikan,Kurikulum berbasis kompetensi, Mnajemen Berbasis Sekolah, dan yang terhkir ini yang lagi hangat dibicarakan UU No, 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Uhhhh luar biasa. Sebuah karya monumental.

Sebagai gurunya guru, saya mencoba mengawali kuliah dengan konsep pendidikan menurut Undang-undang No, 20 tahun 2003 BAB I pasal 1 ayat 1. Saya katakan ini penting untuk dipahami dan dimengerti. BAB I pasal satu ayat 1 ini adalah ibarat menu makanan yang ditawarkan oleh pemerintah untuk kita olah menjadi menu yang sempurna dan dengan cita rasa yang berkualitas tinggi. Untuk mengolah ini pemerintah meminta orang-orang yang ahli dibidangnya. Dan kriteria keahlian itu saat ini sudah diundangkan melalui UU RI No, 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Dengan lahirnya Undang-undang guru dan dosen ini saya bertambah kagum dengan pemerintah, terutama, pada para pakar pendidikan. saya berharap para pakar jangan berkecil hati kalau suatu saat nanti akan ada perbaikan/masukan berupa kritik dan saran dari kami yang ada dilapangan. Ini semua untuk kebaikan kita bersama. Selamat ya pak menteri, mudah-mudahan UU guru dan dosen ini bisa membawa kita pada pendidikan yang bermutu. Semoga !
E-mail Pengirim: evayenny2004@yahoo.com
Tanggal: 19 Mei 2006


Nama: roslindah daeng siang
Dari: Sulawesi selatan
Saya: Masyarakat Mkassar
Aspirasi / Informasi: untuk meningkatkan mutu pendidikan di indonesia sebaiknya diperhatikan kesejahteraan guru/dosen dengan meningkatkan tingkat pendapatannya.

dan mengenai yayasan perguruan tinggi di bidang kesehatan atau sekolah-sekolah tinggi ilmu kesehatan yang semakin menjamur supaya diperhatikan, nampaknya ada kepincangan/ketidakseimbangan pendidikan di segala bidang/aspek kehidupan. kecenderungan masyarakat indonesia untuk terjun ke dunia kerja di bidang kesehatan, sehingga bisa mematikan bidang ilmu lain seperti ilmu pertanian, perikanan, dan lainnya. hal ini juga menandakan bahwa masyarakat indonesia semakin banyak yang berpenyakitan karena semakin banyaknya membutuhkan tenaga kerja atau pelayanan di bidang kesehatan. sementara sektor lain yang menjadi dasar pembangunan indonesia tidak begitu diperhatikan, padahal produk yang menunjang kehidupan manusia indonesia berasal dari sana. sebaiknya pendidikan di aspek ini lebih diperhatikan dengan meningkatkan mutu pendidikan di bidang tersebut dan perhatian pemerintah juga diharapkan juga dalam untuk mengatasi pengangguran . terima kasih
E-mail Pengirim: roslindah24@yahoo.com
Tanggal: 20-05-2006


Nama: zaim mukaffi
Dari: banyuwangi-jawa timur
Saya: Mahasiswa Pasca Sarjana MEP-UGM
Aspirasi / Informasi: saya adalah mahasiswa MEP UGM. jurusan pembangunan daerah. JATIM adalah salah satu propinsi yang mempunyai jumlah penduduk yang besar dan terbanyak, hal ini perlu menjadi pertimbangan kepada pemerintah daerah agar memprioritaskan pembangunan SDM terlebih dahulu dari pada program-program lainnya.maka dari itu langkah kongrit yang harus dilakukan oleh pemerintah Jawa Timur adalah dengan meningkatkan anggaran pendidikan atau mengalokasikan anggaran pendidikan lebih besar dari pada sebelumnya dan lebih besar dari pada anggaran disektor lain. hal ini penting mengingat pembangunan Jawa Timur (maju tidaknya)sangat ditentukan oleh kualitas SDMnya. masak HDI (human development index) untuk pendidikan kalah dengan Jakarta an Ambon serta Jokjakarta!!!!!! hal lain yang tidak kalah pentingnya, yang mungkin perlu dilakukan adalah peningkatan kualitas siswa di jatim....kenapa demikian, sebab adanya ketimpangan kualitas antara lulusan negeri dengan lulusan swasta. adanya kesan dan fakta bahwa lulusan negeri lebih baik dari pada lulusan swasta, hal ini disebabkan oleh ketidak adilan sistem yang dibuat selama ini...masak sekolah negeri dapat perhatian lebih dari swasta padahal kita tidak bisa mengingkari kenyataan bahwa peran sekolah swasta mempunyai sumbangan yang sangat besar terhadap pembangunan bangsa ini bahkan jauh melebihi sekolah negeri....pertanyaannya adalah apakah pemerintah selama ini tidak menyadari hal yang demikian ini??????? atau pura-pura tidak tahu????? padahal UUD 45 pasal 33 sudah menyatakan secara eksplisit bahwa semua warga negara berhak mendapatan pendidikan "yang sama" dan di biayai oleh negara............masalahnya adalah apakah selama ini kebijakan pemerintah yang tidak benar atau UUD 45 pasal 33 yang salah dan perlu diamandemen...kalaupun UUD 45 yang salah saya mengusulkan agar redaksinya di ubah. dengan "sekolah negeri berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan dibiayai oleh negara...(catatan: bukan swasta)namun jk pemerintah yang salah maka....?????? (tentu anda para eksekutif tahu jawabannya). Terima kasih...
E-mail Pengirim: zaim_msi@yahoo.com
Tanggal: 22 Mey 2006


Nama: adtya
Dari: di yogyakarta
Saya: Masyarakat
Aspirasi / Informasi: seharusnya pemerintah tidak dulu menaikan standar nilai uan sma/smp karena saya lihat sebagai masyarakat belum banyak yang mampu ketika standar uan dinaikan apalagi ditambah tidak ada ulangan /ulang pemerintah seakan akan tidak menyaksikan situasi yang sedang labil dibangsa ini .seharusnya yang dinaikan hanya rata rata saja . dan ditambah kurikulum yang gonta ganti membuat siswa menjadi bingung dan bosan
E-mail Pengirim: aditya_jomblo@yahoo.com
Tanggal: 25/05/06


Nama: Saifuddin
Dari: Lamongan / JATUM
Saya: Masyarakat
Aspirasi / Informasi: Dengan kondisi perekonomiaan yang kian tak menentu dan cenderung tidak berpihak pada masyarakat kecil, kami berharap adanya keringanan gratis untuk tingkat SD atau setingkat sampai di SMA. Karena sesuai UU Dasar 45 bahwa warga negara berhak mendapat pendidikan. dan anggaran kita kan 20%. Semoga mentri pendidikan lebih berpihak pada masyarakat kecil dan peningkatan mutunya. tidak hanya menciptakan bagi yang punya. Masihkah orang kecil akan menikmati kemerdekaan mendapat pelayanan pendidikan di negeri tercinta i9ni,atau sebaliknya. mohon perhatiaan dari dinas terkait.
E-mail Pengirim: udiniaku@yahoo.com
Tanggal: 26 mei 2006


Nama: APRIYANI SUNDARI
Dari: PERDAGANGAN/SUMUT
Saya: Siswi SMK AW 2 PERDAGANGAN
Aspirasi / Informasi: PAK SAYA MOHON AGAR SEKOLAH MENENAH ATAS DIBEBASKAN DARI UANG SEKOLAH BAIK ITU SEKOLAH NEGERI ATAUPUN SWASTA.DAN SAYA MOHON AGAR NILAI UJIAN NASIONAL JANGAN TERLALU TINGGI.DAN SOAL -SOAL UJIAN JANGAN TERLALU SULIT.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 27 MEI 2006


Nama: AIDA PURNAMA SARI
Dari: PERDAGANGAN SUMUT
Saya: Siswi SMK AW 2 PERDAGANGAN
Aspirasi / Informasi: SAYA MOHON KEPADA BAPAK SBY BAHWA HAK-HAK GURU HARUS DITEGAKKAN DAN SAYA MOHON KEPADA BAPAK TIDAK ADA UAN UNTUK ITU KAMI PERLU PENGAWASAN DARI BAPAK DAN HARGA BUKU MENJADI GRATIS AGAR SISWA DAPAT SEKOLAH
E-mail Pengirim:
Tanggal: 27 MEI 2006


Nama: ANTONI DAMANIK
Dari: PERDAGANGAN/SUMUT
Saya: Siswa SMK AW 2 PERDAGANGAN
Aspirasi / Informasi: ASSALAMMUALAIKUM WR.WB.

BAPAK SAYA MOHON BIAYA SEKOLAH DISELURUH INDONESIA DIGRATISKAN/MURAH DAN MENGGALAKANPEMBELAJARAN DI INDONESIA
E-mail Pengirim:
Tanggal: 27 MEI 2006


Nama: dewi safitri
Dari: perdagangan/sumut
Saya: Siswi smk al washliyah 2 perdagangan
Aspirasi / Informasi: Saya berharap kepada mentri pendidikan agar uang sekolah di sekolah negri dan swasta di bebaskan.Karena biaya uang sekolah yang semakain mahal menyebabkan banyak anak-anak yang putus sekolah.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 27 Mei 2006


Nama: Hendri kesuma
Dari: perdagangan/Sumatra utara
Saya: Siswa SMK ALWASHLIYAH 2 PERDAGANGAN
Aspirasi / Informasi: Saya berharap kepada bapak mentri, supaya kami mendapatkan beasiswa kepada siswa yang kurang mampu.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 27 MEI 2006


Nama: NURCHOLIS
Dari: PERDAGANGAN / SUMATERA UTARA
Saya: Siswa SMK ALWASHLIYAH 2 PERDAGANGAN
Aspirasi / Informasi: Saya berharap kepada Bpk BAMBANG SUDIBYO agar menurunkan biaya pendidikan,dan juga meningkatkan fasilitas-fasilitas yang belum memadai sekolah,
E-mail Pengirim:
Tanggal: SABTU 27 MEI 2006


Nama: A. Ardy Widyarso
Dari: Kuala Kencana / Papua
Saya: Guru YPJ-KK Mimika / Papua
Aspirasi / Informasi: Pak SBY yth. saya warga negara, profesi Guru, yang dalam Pemilu Presiden memilih Bapak untuk menjadi presiden. Kini Bapak telah sebagai presiden RI. Begini pak : Kaisar Hiro Hito (alm) sehari setelah menyerah pada Sekutu karena Bom Hiroshima dan Nagasaki yang meratakan Bumi Nippon, tegas mengatakan: "Kita akan bangun kembali Nippon.....mari kita kumpulkan lagi dan ada berapa jumlah GURU yang masih hidup?" Kata-kata ini telah membalikkan keadaan jepang !! Dari kehancuran dan kembali bangkit ! Kaisar telah berkeputusan berani dan tepat !! Dia alokasikan dana yang besar untuk pendidikan dan mempertaruhkan masa depan Nippon !!! dan 3 dekade kemudian Jepang kembali menjadi raksasa Ekonomi dunia "Japanese Miracle" Mereka tak punya Sumberdaya Alam sekaya kita. tetapi sumberdaya manusia yang unggul karena pendidikan yang membuat bangsa Jepang unggul diantara bangsa lain di jagat ini. Pak SBY. yang saya hormati dan cintai.... sekaranglah waktunya untuk memenuhi amanat konstitusi ! Jangan tunda lagi !! dengan 20% anggaran pendidikan dari APBN kita masih jauh dibawah anggaran bangsa lain ! apalagi dibandingkan dengan anggaran pendidikan bangsa Nippon!! Dan itu berarti kita merangkak sementara mereka berlari..... Namun dengan niat yang positif.... merangkakpun kita akan capai masa depan yang gemilang.
E-mail Pengirim: ardy_widyarso@fmi.com
Tanggal: 28 Mei 2006


Nama: sinta wanda octavianti
Dari: tangerang/banten
Saya: Siswi smkn 3 tangerang
Aspirasi / Informasi: Assalamualaikum Wr.Wb saya sangat memohon kepada bapak mentri agar tidak menghapus seragam sekolah karena dengan kita menggunakan seragam sekolah kita akan tahu identitas kita sebagai siswa dan disamping itu kita akan merasa lebih kompak dalam berseragam dan seandainya jika mentri telah menghapus seragam sekolah menurut saya ini tidak ada pengaruhnya dalam memotivasi kegiatan belajar dan menurut saya akan menimbulkan kesenjangan sosial antara si miskin dan sikaya dan disamping itu saya yakin siswa -siswi akan berpakaian yang kurang sopan karena mode baju anak2 sekarang bisa dibilang kekurangan bahan dan apakah dengan menghapus seragam sekolah kita sebagai pelajar bisa lebih memfokuskan serta meningkatakan terhadap belajar kita? dan apakah dengan tidak menggunakan seragam sekolah kita bisa sejajar dengan negara maju? saya fikir tidak malah yang ada di benak saya kita hanya memfikirkan model baju yang akan kita pakai saja dan kesombongan akan terjadi diantara siswa-siswi di indonesia .maaf bukannya saya menyuruh,namun saya mengharapkan bapak mentri tidak usah memfikrkan dan memusingkan diri untuk mimikirkan seragam sekolah tapi saya sangat berharap bapak mentri memfokuskan terhadap Ekonomi dan pendidikan negara kita.insyaALLAH jika ekonomi dan pendidikan negara kita sudah membaik saya yakin semuanya akan beres .saya berfikir perampasan,perampokan,pelacuran,kemiskinan dll terjadi di indonesia karena faktor ekonomi dan pendidikan.dan disamping itu ada gak sih dampak positif jika kita tidak menggunakan seragam sekolah?apakah dengan kita tidak menggunakan seragam sekolah kita bisa membuat pesawat,mobil,kereta ataupun kita bisa menemukan sesuatu yang baru seperti para profesor,ilmuwan? jawabnya tidak.kita sebagai generasi muda harus terus belajar ,ber do'a dan berusaha menjadi kan bangsa kita ini agar bisa sejajar dengan negara maju
E-mail Pengirim: rhevhay@yahoo.com
Tanggal: 27 mei 2006


Nama: gusnetti
Dari: padang / Sumatera Barat
Saya: Mahasiswi UNP PADANG
Aspirasi / Informasi: Saya sebagai mahasiswa jurusan pendidikan sangat sedih sekali, karena masih banyak siswa - siswa yang belajar di jenjang pendidikan menengah yang seharusnya mereka sudah mendapatkan bekal yang cukup untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, malah tidak sama sekali. Adanya budaya malas membaca sangat disayangkan sekali. Saya berharap untuk penyediaan buku - buku di perpustakaan tidak hanya buku pelajaran saja , tapi buku - buku yang mendukung perkembangan peserta didik hendaknya juga diadakan oleh sekolah
E-mail Pengirim: gusnetti85@yahoo.com
Tanggal: 29 MAY 2006


Nama: Rahmat Hidayat
Dari: Medan / Sumatera Utara
Saya: Mahasiswa UNPAB
Aspirasi / Informasi: Yth.Bapak Presiden RI.Saya adalah orang yang kesekian kali yang mengarapkan kemajuan dan perhatian khususnya di bidang pendidikan kita.Memang tidaklah mudah untuk mengabulkan apa yg menjadi aspirasi setiap rakyat,di tengah keadaan negara kita yang terpuruk ini.namun untuk itu saya juga tidak berharap terlalu banyak kepada Bapak dan khususnya pak menteri pendidikan.saya hanya mengharapkan pemerintah memperhatikan sekolah - sekolah khususnya Yg berstatus Negeri.sebab kita lihat sekarang ini semua orang juga mengetahui bahwa sekolah-2yang berstatus negeri sangat 2 ketinggalan dengan swasta.bagaimana nasib sekolah negeri kita yang akan datang.apakah itu juga merupakan suatu gambaran terpuruknya negara kita saat ini.sementara pegawai atau guru nya yg berstatus PNS sangat 2 kurang terhadap amanah tanggungjawab yg dipikulnya terhadap peserta didik.apakah hal ini akan terus berlanbgsung ? tanpa ada yg mencegatnya?sungguh 2 sangat kita sayangkan.inilah yg dapat saya utarakan .sebelumnya saya minta maaf apabila terdapat kata2saya yang kurang tepat pada tempatnya.Wassalam.
E-mail Pengirim: king_bang@yahoo.com
Tanggal: 30-Mei-2006


Nama: AiSt
Dari: Tangerang/Banten
Saya: Siswi SMPN 1 PAMULANG
Aspirasi / Informasi: Pak Presiden yang bijak, saya siswi SMPN 1 Pamulang menginginkan supaya teman-teman saya yang berada di daerah bencana gempa Jogja,tepatnya yang berada di Bantul,agar mereka tetap bsa bersekolah dan melanjutkan cita-cita mereka. mohon kiranya bapak presiden mengabulkan permohonan saya ini... pliZz
E-mail Pengirim: ellasayse@yahoo.com
Tanggal: 31 Mei 2006


Nama: wawan kurniawan
Dari: Kuningan / Jawa Barat
Saya: Masyarakat
Aspirasi / Informasi: saya mengharapkan Indonesia Lebih Memperhatikan lagi Pendidikan. bukan hanya bagi siswa tapi bagi para pengajar. karena apabila Pengajar kita berpotensi baik maka akan melahirkan pelajar-pelajar yang bermutu pula
E-mail Pengirim: wawaw_kng@yahoo.com
Tanggal: 01 Juni 2006


Mengunjungi:

Korupsi dan Pendidikan
Kunjungi Korupsi Org

Untuk yang Peduli Pendidikan

[ Ke Tahun 2007 Halaman 33a - Klik Di Sini ]






Membaca Aspirasi HOME Menulis Aspirasi Anda

Print Halaman Ini