Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Halaman 33)
Nama: Fauzan Amrullah
Dari: Cakung Timur / DKI Jakarta
Saya: Mahasiswa State University of Jakarta
Aspirasi / Informasi: Sangat disayangkan kalau pendidikan yang menjadi tulang punggung masa depan bangsa dipermainkan seperti ini oleh pihak-pihak yang lebih mengutamakan bisnis. Tolong kepada pihak yang terkait, jangan permainkan pendidikan Indonesia! mari kita bangun Indonesia menjadi lebih baik dari hari ini....!!!
E-mail Pengirim: fzn-amr@yahoo.co.id
Tanggal: 27 Agustus 2006
Nama: Tedy Wahyudy Pasaribu
Dari: Medan/Sumatera Utara
Saya: Mahasiswa UNIMED
Aspirasi / Informasi: Adalah sangat indah ketika manusia Indonesia mulai sadar tentang arti sebuah pendidikan sehingga melahirkan UU guru dan Dosen walaupun masih menyisakan sedikit tanda tanya dan kontroversi. Bung, Pendidikan itu adalah murni pengabdian! Adalah lebih indah lagi kalau yang diperhatikan tidak hanya sekedar kesejahteraan manusianya saja tapi lebih baik lagi kalau juga ikut diperhatikan mengenai perubahan pola pendidikan yang cenderung monoton dan mengekang kebebasan berekspresinya kaum pengabdi. haruskah pendidikan kita mengikuti banking style? tidak bolehkah guru menentukan kurikulumnya sendiri? haruskah pendidkan di jauhkan dari problematika lingkungan sekitarnya? pelajar adalah pemikir maka sudah seharusnya pelajar ikut menjadi problem solver bagi permasalahan yang ada disekitarnya. kita harus menemukan sistem pendidikan yang baru! Tolong sirami jiwa saya dengan pandangan-pandangan tentang perubahan gaya pendidikan kita sehingga kita bersama-sama wisuda di surga.
Semoga
E-mail Pengirim: tedy_wahyudy@yahoo.com
Tanggal: 30 Agustus 2006
Nama: Tedy Wahyudy Pasaribu
Dari: Medan/Sumatera Utara
Saya: Mahasiswa UNIMED
Aspirasi / Informasi: Saya yakin tujuan pendidikan itu sebenarnya untuk mencari fitrahnya manusia itu seperti apa dalam menjalani kehidupan.hidup adalah untuk belajar hidup, maka saya yakin pendidikan yang mengacu kepada kebaikan-kebaikan akan berhasil apabila pendidikan itu sendiri dikembalikan kepada fitrahnya, filsapat dasarnya.
1. pendidikan adalah medium penyadaran. maka sebelum para siswa masuk kedalam dunia pembelajaran, mereka harus disadarkan terlebih dahulu tentang eksistensi mereka sebagai manusia dan hubungan mereka dengan makhluk lain serta alam sehingga siswa akan menyadari philosopi dasar dari pembelajaran yang akan mereka lakukan, kenapa harus belajar, untuk apa pembelajarn itu dan bagaimana pembelajaran itu!
yang benar-benar bisa memaknai sebuah pembelajaran itu hanyalah manusia. jadi ketika peserta didik belum menjadi manusia seutuhnya, maka ia tidak akan bisa mengikuti proses pembelajaran seutuhnya.
tidak ada beda antara mengajari pohon rambung dengan mengajari peserta didik yang belum sutuhnya menjadi manusia. karena kendala yang paling sering dihadapi seorang guru trehadapa muridnya adalah "Ketidak perdulian" murid terhadap pembelajaran yang sedang dilakukannya sehinggga cenderung membuat siswa tidak pro aktif dan tidak mau mengulang pembelajaran itu, lalu kalau sudah seperti ini mungkin yang hanya membedakan siswa dengan pohon rambung hanyalah jasadnya saja.
2. setiap manusia memiliki cara dan gayanya sendiri dalam memaknai sesuatu. pembelajaran adalah sebuah pemaknaan terhadap hal-hal yang sedang di pelajari. jadi sudah tidak jamannya lagi pendidik bersifat otoriter dalam menentukan gaya pembelajaran yang pas. dan manusia cenderung mencintai kebebasan positif untuk itu berhentilah mengkerangkeng manusia-manusia yang sedang melakukan sebuah proses pemaknaan dalam pembelajaran dengan subjektivitas pemikiran atau keputusan satu orang, karena setiap manusia memiliki dimensinya sendiri. berhentilah untuk membungkus manusia dengan matrealistis karena yang berproses melakukam pemaknaan adalah jiwanya. hal-hil yang bersifat jasadiah dalam pemaknaan hanya bersifat sebagai alat bantu saja. kembalikan manusia itu pada fitrahnya, lalu ia kan bisa menjadi seutuhnya manusia yang bisa melakukan pembelajaran tanpa komando atau paksaan apapun dari seorang pendidik. stop otoriterisme dalam pendidikan.
3. Hidup adalah belajar untuk hidup. manusia hidup dalam lingkungannya, berbaur dan menghadapi berbagai kondisi-kondisi yang terjadi di lingkungan sekitarnya. jadi jangan pernah pisahkan pembelajarannya,pemaknaan yang sedang dilakukannya dari lingkungannya. untuk apa manusia itu belajar tentang satu hal yang tidak ada kaitannya dalam kehidupan di lingkungannya sehingga ia tidak mampu menjadi problem solver bagi kondisi lingkungan sekitarnya. biarkan manusia itu berpikir global tetapi tetap bertindak lokal. kalau kondisi lingkungan tempat tinggalnya adalah daerah pegunungan, buat apa ia belajar terlalu banyak tentang perairan dan buat apa ia belajar banyak tentang rumus yang njelimet, toh satu saat dilupakannya. hidup adalah untuk belajar hidup, jadi sebaiknya ajarkanlah tentang keterampilan hiudp.
_________________________
resahlah jiwaku dalam kemelut kusam pendidikanku, diamnakah gerangan cercah cahaya itu?
E-mail Pengirim: tedy_wahyudy@yahoo.com
Tanggal: 30 Agustus 2006
Nama: Gita dan Rizky
Dari: Jogja
Saya: Masyarakat mana2
Aspirasi / Informasi: Kami merasa sangat prihatin dengan keadaan masyarakat Indonesia baik yang berkecukupan maupun dibawah garis kemiskinan, mengapa demikian?kami menyadari lambat laun perkembangan zaman yang pesat membuat kerenggangan antara masing2 golongan masyarakat.Kerenggangan itu kian terbukti dengan kurangnya rasa toleransi antara Si kaya kepada Si miskin, kurangnya kesadaran tersebut dapat berakibat kesenjangan sosial dan kecemburuan yang luar biasa!Kecemburuan tersebut dapat menyebabkan timbulnya tindakan kriminal yang akan merugikan masyarakat itu sendiri. Banyak terdapat LSM2 yang rencanannya ingin memperbaiki keadaan sosial masyarakat, namun masih sedikit pembuktian yang dapat dirasakan oleh khalayak umum,yang parahnya lagi dimana pendidikan sudah tidak dihargai lagi,katanya banyak aksi jual beli kursi pendidikan,kami hanya berasumsi...mengapa menargetkan nilai ujian akhir yang 4.25, sehingga banyak pelajar yang jadi korban, sedangkan masih banyak pembodohan2 lain yang kami rasa lebih berbahaya,contohnya seperti yang kami utarakan tadi.Benarkah hal itu benar2 terjadi hanya ALLAH yang tau dan hanya Dia yang bisa memberikan ganjarannya. Uang bukanlah segalanya. Karena uang kita semakin miskin, miskin hati, miskin moral dan miskin kesadaran akan pentingnya suatu kejujuran.
Maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan ini. Terima kasih
E-mail Pengirim: sweet_girl_walk@yahoo.com dan qmee_kieky@yahoo.com
Tanggal: 01/09/06
Nama: Hendi
Dari: Bandung/Jawa Barat
Saya: Siswa SMK Pasundan 2 Bandung
Aspirasi / Informasi: Saya harapkan kurikulum pendidikan di Indonesia tidak terlalu sering berubah-ubah,hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia.Juga untuk masalah UAN saya sangat mengharapkan jangan hanya 3 mata pelajaran yang menjadi acuan untuk kelulusan,karena ini sangat memberatkan saya khususnya dan teman-teman pelajar pada umumnya.
E-mail Pengirim: hendi_345@yahoo.co.id
Tanggal: 01 September 2006
Nama: Aceng Rahmat
Dari: Bandung
Saya: Masyarakat Bandung
Aspirasi / Informasi: Semoga aspirasi saya tidak percuma, sebelumnya saya ucapkan kepada semua guru yang telah mengajar say, pengasuh web ini dan menteri pendidikan.
sebetulnya saya tidak punya aspirasi tapi saya hanya coba mengusulkan.
Saya sudah 7 bulan saya kurang nonton acara televivi kecuali hobisaya yaitu sepak bola, alasanya saya ngeri melihat sinetron-sinetron yang mencontohkan bahwa anak-anak sekolah harus memakai baju ketat rok pendek (wanita) rambut merah baju dikeluarkan berambut panjang (pria)ngomong dengan bahasa INDONESIA yang baik dan mendingan, nah bagaimana ini bisa dibiarkan begitu saja padahal banyak kalangan bahwa pendidikan Indonesia harus maju tapi kenyataannya etika saja mundur. Pak tolong itu sinetron agak di tegor dan kalau bisa pake sinetron-sinetron yang dulu tayang di TVRI saja kaya ACI (Aku Cinta Indonesia)
hanya iitu yang bisa saya kemukakan maaf jika bahasa saya tidak beraturan, ya saya juga kena efek secara tak sengaja.
E-mail Pengirim: cenko2000@yahoo.com
Tanggal: 02-09-2006
Nama: nurjanah
Dari: bukittinggi sumatera barat
Saya: Masyarakat bukittinggi
Aspirasi / Informasi: begitu banyak guru-guru berprestasi di negara ini, tetapi berapa banyak yang memperhatikan nasibnya?gubernur, dinas pendidikan provinsi khususnya sumatera barat, nampaknya belum banyak berbuat untuk guru-guru berprestasi dari provinsi ini, tahun 2005, dua orang guru berprestasi sumbar sampai hari ini belum memperoleh reward dari pemprov/dinas pendidikan provinsi.begitu juga dengan guru berprestasi 2006 ini.kapan dan kapan lagi guru berprestasi dihargai ?
E-mail Pengirim:
Tanggal: 06-09-2006
Nama: Chandra arie Wiwaha
Dari: Purwokerto/Jawa Tengah
Saya: Siswa SMA N 4 Purwokerto
Aspirasi / Informasi: Pak Bambang, kenapa sih rata-rata pelajar di Indonesia gampang terpancing emosinya dan mudah sekali terprovokasi oleh masalah sepele. Padahal sebagai generasi penerus bangsa, bukankah kita harus rukun? Coba kita contoh pendidikan yang dilaksanakan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang bermotokan di atas dan untuk semua golongan. Saya pikir bila hal ini diterapkan di seluruh sekolah, saya kira tidak akan terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan alam pendidikan. Tempaan keras juga harus dilakukan, karena bila diberi ruang gerak bebas sebebas-bebasnya pelajar yang tidak lain adalah seorang remaja yang sedang mencari jati dirinya. Saya pikir dalam melaksanakan pendidikan yang baik pendidikan itu harus dilaksanakan dalam 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dalam pengawasan yang selau terkontrol. Para generasi penerus bangsa harus dikontrol secara terus-menerus, karena tanpa kontrol, remaja bak kuda lepas ke alam liar. Jadi, bisakah aspirasi ini dilakukan?
E-mail Pengirim: candra_darussalam@yahoo.co.id
Tanggal: 7 September 2006
Nama: AtHa
Dari: makassar/sulawesi selatan
Saya: Siswi sma wahyu
Aspirasi / Informasi: SKolah begitu menJelkan karena terlalu banyak tugas, dan guru2 nya jarang2 pengertian.. tak ada yang mengerti bahwa sebenARnya kami para siswa perlu santai.. otak kami kan bukan otak komputer yang tinggal di stel-stel dan akhirnya mengerti............. trus masalah organisasi, apa sih gunanya organisasi di sekolah kalo gurunya tak mengerti bahwa kami berorganisasi dan susah ngatur sekolah dan organisasi
...................... guru...............
E-mail Pengirim:
Tanggal: 8 september 206
Nama: Renius
Dari: Pematangsiantar/SUMUT
Saya: Siswa SMA SEMINARI P.SIANTAR
Aspirasi / Informasi: Hendaknya pemerintah lebih memperhatikan jalannya pendidikan di pedesaan.selain itu pemerintah harus lebih bersikap tegas terhadap orang yang bekerja di dinas pendidikan.
E-mail Pengirim: cressz_mora@yahoo.com
Tanggal: 8 SEPTEMBER 2006
Nama: Reni Nuryanti - Silvy R.Utami
Dari: Garut _ Jawa barat
Saya: Siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Garut
Aspirasi / Informasi: kami sebagai siswi merasa keberatan dengan biaya pendidikan yang semakin tahun semakin mahal,khususnya di lingkungan perkuliahan atau universitas.Kenyataannya walaupun Perguruan Tinggi Negeri tetap saja biayanya MAHAL.kami mohon kepada PEMERINTAH agar pada tahun ajaran tahun depan biayanya bisa ditekan agar kami bisa kuliah dengan lancar dan tenang.
E-mail Pengirim: silv_ridha30@yahoo.com
Tanggal: 09 September 2006
Nama: Roro Dian Iriyanti
Dari: Purwokerto
Saya: Mahasiswi Universitas Muhamadiyah Purwokerto
Aspirasi / Informasi: ya, saya pingin sekali pendidikan di indonesia ditunjang dengan fasilitas yang lengkap bukan hanya di kota besar saja tapi juga di daerah terpencil jadi tidak ada kesenjangan. Hal ini bisa dilihat pada saat Ujian Nasional.
E-mail Pengirim: abi_c_2006@yahoo.com
Tanggal: 11 September 2006
Nama: Mayanti
Dari: Banda Aceh
Saya: Mahasiswi LP3I banda Aceh
Aspirasi / Informasi: kepada Yth:DIRUT LP3I Indonesia.
saya seorang mahasiswa junior di LP3I cab Banda Aceh.besar nya biaya pendidikan membuat saya terengah _engah tuk bisa tenang di kampus.saya ingin tau apakah ada program bea siswa dari kampus tuk kami di banda aceh.
sementara begitu banyak mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan karerna tersendat pada masalah biaya.mohon ndispensasi dari pusat tu8k meringankan beban kami.
E-mail Pengirim: darmacinta@plasa.com
Tanggal: 12 sept 06
Nama: rochmah
Dari: serang banten
Saya: Guru smp n taktakan
Aspirasi / Informasi: realisasikan sertifikasi guru secepatnya biar bisa kuliah di pasca sarjana. mutu pendidikan bier kebih baik jika SDM unggul
berikan subsidi buku paket siswa biar anak mau baca buku
E-mail Pengirim: suwardhee@yahoo.com
Tanggal: 14 septemder 2006
Nama: Tessa Ashanti
Dari: Bandung
Saya: Siswi SMPN 40
Aspirasi / Informasi: Menurut saya pendidkan di Indonesia sangatlah kurang apa lagi dengan kejadian bencana alam yg tak kunjung berhenti.
selain itu PEMERINTAH JUGA TIDAK MEMBERI KERINGANAN UNTUK UAN YG AKAN DATANG MALAH DI TINGKATNYA NILAI KELULUSAN DI KOTA BANDUNG!!!.Jujur saya merasa sangat kecewa,akhir ini banyak siswa yg bolos sekolah ,atau di sebut MABAL karna alasan putus asa tidak akan LULUS[APALAGI SAAT INI SAYA MENJABAT SEBAGAI KM].Merekapun jadi kurang semangat,bahkan hingga 2 ORANG yg di KELUARKAN DARI KELAS 9-B.
Memang menurut saya ada baiknya di naikkan nilai uan agar terbukti tidak BEGITU BODOHNYA MURID BANDUNG
tapi...KENAPA HARUS SAMPAI MELONJAK?????,DI sisi lain kebaikannya adalah siswa jadi semangat belajar dan harus semangat belajar!!,PESAN UNTUK MURID2 SMP DI KOTA BANDUNG JANGAN PUTUS ASA DAN TERUS SEMANGAT!!!Munkin nanti akan ada baiknya bila kita berusaha SATU TUJUAN DAN SATU PKIRAN DENGAN PEMERINTAH!
TESSA
E-mail Pengirim: tzasu_ogawa_04@yahoo.com
Tanggal: 14-09-06
Nama: priyanto
Dari: Purwodadi/jawa tengah
Saya: Masyarakat Purwodadi
Aspirasi / Informasi: Kebijakan biaya pendidikan
Dalam perundang-undangan pemerintah tentang otonomi daerah yang memberikan hak atas keleluasaan dalam mengelola segala bidang yang ada pada daerah yang bersangkutan adalah hal yang benar,akan tetapi jika sebuah kebijakan dalm menentukan biaya pendidikan di suatu daerah,seorang penentu kebijakan tersebut harusnya mempertimbangkan kemampuan yang ada pada daerah tersebut seberapa mampukah masyarakat yang ada pada daerah tersebut mampu untuk memenuhi kebijakan tersebut.
Banyak kebijakan yang gak sesuai yang ada di lingkungan pendidikan, misal biaya sekolah yang terlalu tinggi bagi masyarakat pedesaan, padahal kita ta tahu bahwa kebanyakan masyarakatnya adalah petani dan kita tahu juga bahwa petani itu pada saat ini kalo boleh saya katakan pendapatannya sangat kecil,karena apa? kita lihat saja apakah pertanian kita dapat perhatian yang baik dari pemerintah,jika itu ada mungkin itu hanya sebagian kecil saja,dan sekarang harga sewa tanah juga mahal,musim juga sudah gak teratur pergantiannya,kesuburan tanah juga gak sebagus dulu,dengan demikian hasil panen gak maksimal. sedangkan kebutuhan sekarang semakin mahal,hasil mereka untuk hidup sehari-hari saja cukup itu sudah bagus,belum untuk bayar sekolah anak-anak mereka,bayangkan coba,ditambah lagi biaya pendidikan yang mahal meski itu di desa,kaya apa coba bayangkan. UNTUK ITU BAGI PEMERHATI PENDIDIKAN ANAK BANGSA SAYA MEMOHON DENGAN SEPENUH HARAPAN AGAR PENDIDIKAN DI PEDESAAN DIPERHATIKAN,BUKAN HANYA BAHAN UJI TAPI JUGA MASALAH ADMINISTRASI! kalau bukan kita siapa lagi yang peduli pada bangsa ini......?
E-mail Pengirim: yiyulianto
Tanggal: 15 September 2006
Nama: Lorentz Maran
Dari: Larantuka,Flores/NTT
Saya: Mahasiswa Univ. Teknologi Yogyakarta
Aspirasi / Informasi: Harapan saya untuk teman teman mahasiswa supaya harus diingat bahwa kita adalah calon-calon intelektual maka menyelesaikan suatu masalah maupun aspirasi tidak hanya dengan satu-satunya jalan Demo (saya sendiri adalah seorang yang Anti Demo dan Cinta Perdamaian), walaupun jalannya Demo dikemas secara baik tetapi sikon di lapangan secara spontan dan reflex dapat menimbulkan tindakan anarkis apalagi aspirasi tidak ditanggapi. ingat kita dikirim orang tua untuk Kuliah dan bukan melakukan tindakan anarkis apalagi sampai cidera dan bahkan korban jiwa yang rugi siapa coba?Ingat! jauhkan Narkoba dan tindakan kriminal lainnya, cepatlah menyelesaikan Kuliah dan kembali membangun daerah masing-masing.Jagalah Kredibilitas kita sebagai Generasi Muda yang berintelektual bukan mencetak rekor kejahatan dan kriminalitas. Bila ingin hubungi saya di No: 0852 28850703,Terima Kasih.
"Jatuh memang pengalaman yang tidak enak lebih-lebih bila disaksikan banyak orang,apakah anda berusaha untuk bangun lagi atau duduk di Lantai saja karena Malu???????" ANDA SOPAN AKU SEGAN.
E-mail Pengirim: lorentz_maran@yahoo.com
Tanggal: 16-09-2006
Nama: TASA L
Dari: YOGYAKARTA
Saya: Mahasiswa UGM
Aspirasi / Informasi: Saya cuma menaruh perhatian pada biaya pendidikan di Indonesia yang semakin lama menurut saya semakin tinggi, tapi dalam pencukupan kebutuhan maupun fasilitas pendidikan dari pemerintah dirasa belum sepenuhnya merata...
E-mail Pengirim: tasa_laurika@yahoo.com
Tanggal: 16 September 2006
Nama: dewi jaya lestari
Dari: sulawesi tenggara
Saya: Siswa andonouhu
Aspirasi / Informasi: pemerintah pusat hendaknya jangan membuat produk sistem pendidikan yang selalu berorientasi pada teori dan teori semata sejak negara ini lepas dari penjajahan sekitar 62 tahun yang lalu diberlakukan sistem teori akibatnya siswa hanya mampu berteori dan prakteknya nol alias kosong. hal ini mesti dipertimbangkan berhubung banyak pengangguran lulusan sma lantaran tidak punya keahlian apa2. jadi pemerintah harus menbciptakan sistem pendidikan yang berorientasi pada teori yang dibarengi praktek agar siswa lulusan sma walaupun tanpa kuliah mampu memperoleh pekerjaan yang layak dan hal ini dapat membantu upaya pemerintah untuk mengurangi pengangguran seminimal munkin.
E-mail Pengirim: sofia_gopala@yahoo.co.id
Tanggal: 17 september 2006
Nama: Syamsir Usman
Dari: Bekasi Jawa Barat
Saya: Kepala Sekolah Darussalam
Aspirasi / Informasi: Saya sangat prihatin dengan sistim pendidikan di Indonesia yang banyak disibukan persoalan administrasi pembelajaran, sementara hasil yang dicapai tidak pernah memuaskan, salah satu faktor utama ketidak tercapaian target yang dicanangkan menurut hemat saya ialah karena guru belum menguasai pola yang ada tiba-tiba saja mereka harus ganti pola lagi. Saya sangat khawatir dengan pola yang terus berubah padahal pola lama belum tersosialisasi kepada seluruh guru di negeri ini, pola baru sudah muncul lagi, bahkan saya sampai pada tingkat su'uzhon adakah negeri ini terjajah sistim pendidikannya sehingga mereka harus disibukkan seperti ini, bukankah dahulu ketika orang tua kita dijajah dalam bentuk fisik, mereka disibukkan dengan persoalan-persoalan baru secara internal, sehingga waktu dan pikiran mereka tersita yang menyebabkan mereka tidak fokus menghadapi penjajah. dan hasilnya seperti yang kita ketahui bersama mereka terjajah bertus-ratus tahun.
E-mail Pengirim: abufuad_fuad
Tanggal: Kamis, 20 Sept. 06
Nama: Muslimin Mabbate
Dari: R i a u
Saya: Masyarakat Kuala Enok Inhil Riau
Aspirasi / Informasi: Bapak Mendiknas Yang saya hormati,
Kalaulah kita melihat secara nyata kwalitas pendidikan kita semakin jauh dari harapan. Kami masyarakat tidak tahu apakah kurikulum pendidikan yang selalu berubah ubah atau memang kwalitas guru yang mesti ditingkatkan. Sebagai contoh saja pak, dulu waktu saya kelas II SD sudah hapal kali kali 1 sampai 10, sekarang anak sd kelas VI saja masih belum hafal, ini sekedar perbandingan pak. Mohon penjelasan.
E-mail Pengirim: Muslimin147yahoo.co.id
Tanggal: 25
Nama: Jilly Bella dan Amanda Koleangan
Dari: Manado/Sulut
Saya: Siswi SMP Kat Pax Christy
Aspirasi / Informasi: Sekarang ini, negara kita diperhadapkan dengan berbagai masalah pendidikan,dll. Banyak sekali bantuan yang disodorkan,namun mengapa kita berpikir panjang untuk menerimanya, sedangkan banyak sekali orang yang membutuhkan. Apakah kita mampu mengatasi masalah ini sendiri??! Tidakkah kita berpikir mengenai penderitaan orang lain seperti anak -anak terlantar yang tidak memperoleh pendidikan yang layak padahal mereka adalah tunas bangsa, generasi muda yang akan membangun bangsa ini kedepan. Jadi , kami berharap ada tindakan untuk memperhatikan masalah dan TOLONG janganlah menciptakan masalah lain karena masalah satu saja belum terselesaikan. Semoga ini apa yang dilaksanakan kedepan dapat diterima di mata TUHAN dan kita semua sebagai umat-Nya.
E-mail Pengirim: paxptd2000@yahoo.com
Tanggal: 29 September 2006
Nama: Nur astuti hasanah
Dari: klaten/ jateng
Saya: Siswi smansakar
Aspirasi / Informasi: Mohon pendidikan indonesia supaya diperhatikan lebih lanjut karena sarana dan prasarana kebutuhan untuk belajar yang minim.tolong sistem pendidikan lebih dikaji lagi.
E-mail Pengirim: ast 45
Tanggal: 29-9-2006
Nama: Fitri Yanthi P.
Dari: Balige/Sumatera Utara
Saya: Siswa SMK Negeri 2 Balige
Aspirasi / Informasi: Kenapa sih sistem pendidikan sekarang ini harus tergantung pada nilai yang ditetapkan misalnya, 4,50?
Berarti hanya mendapatkan nilai 4,50 banyak siswa yang tidak lulus. Selanjutnya kemana siswa yang tidak lulus ujian UAN??? Mereka hanya bisa sedih dan putus asa......!!!!!
E-mail Pengirim: flora_siska@yahoo.co.id
Tanggal: 30 September 2006
Nama: Tony Rosyid
Dari: Temanggung / Jawatengah
Saya: Masyarakat Temanggung
Aspirasi / Informasi: Kepada
Bapak Menetri yang terhormat
Assalamua'alaikum Wr.Wb.
Saya adalah seorang designer graphic, yang kebetulan sedang menekuni program animasi untuk multimedia dan sekarang saya sudah menghasilkan sebuah SOFTWARE untuk pembelajaran murid SMP-SMA juga bisa untuk umum. Program tersebut berisi tentang pengetahuan IPS juga pengetahuan umum,kalo program IPA dan CD pembelajaran untuk pra sekolah banyak terdapat di gramedia dan yang lainnya, tapi untuk pembelajaran IPS+umum belum pernah saya temui untuk CD interaktifnya , seandainya saya punya planning untuk saya ajukan ke pendidikan nasional(DIKNAS) untuk bisa didistribusikan ke seluruh indonesia CD interaktif itu dengan tanpa di pungut biaya apapun (GRATIS) dari saya, juga tidak menggangu anggaran pemerintah dan bertujuan mencerdaskan bangsa,& memudahkan siswa/umum untuk bisa mempelajarinya, karena isi buku itu tergolong komplit seperti pengetahuan tentang Kenegaraan,Peta digital indonesia & dunia yang dilengkapi dengan pembagian wilayah, Kultur, hasil daerah,juga pengetahuan tentang dunia, lebih bisa dikatakan hampir seperti buku pintar (karangan Iwan Gayo) yang diCD Interaktifkan, saya rasa cukup sekian dai saya Pak, seandainya ada respon dari Bapak itu adalah harapan besar kami,karena kami juga siap untuk mempresentasikan CD Interaktif tersebut. mohon ada jawaban meskipun, jawaban itu tidak menjadikan harapan kami. kami tunggu pak...
Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamua'alaikum Wr.Wb.
E-mail Pengirim: atharalie@yahoo.com
Tanggal: 30 September 2006
Nama: ana
Dari: yogyakarta
Saya: Mahasiswi uny
Aspirasi / Informasi: singkat saja saran saya. Mohon pendidikan sekarang yang semakin mahal diimbangi dengan kualitas pengajar dan fasilitas yang memadai
E-mail Pengirim: kasih_chy@yahoo.com
Tanggal: 30-9-06
Nama: aktivis mahasiswa poltek medan
Dari: medan
Saya: Mahasiswa politeknik medan
Aspirasi / Informasi: dasar benar-benar penindasan terhadap mahasiswanya.Saya sangat sedih dengan jeleknya kinerja dari PUDIR III poltek medan yang hanya tahu memakan uang beasiswa mahasiswa kami.tolong kepada presiden dan dikti diperhatikan pudir III kami ini yang jahat.
E-mail Pengirim: eduart@telkom.net
Tanggal: 01oktober 2006
Nama: HJ. TUTI JR, M.Pd.
Dari: Tangerang / Banten
Saya: Guru SMPN 1 Pondok Aren - TNG
Aspirasi / Informasi: Hari ini bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila. Sebagai seorang yang beragama tentu saja kata "sakti" saya maknai sebagai suatu kata istilah "keberhasilan" dlm. perjuangan menegakkan NKRI, karena menurut keyakinan saya tidak ada yang sakti kecuali ALLAH swt Sang Maha Sakti. Saya tidak membahas masalah hari Kesaktian Pancasila, namun saya ingin menyampaikan aspirasi sehubungan dengan peringatan hari-hari besar nasional selain hari Kemerdekaan RI 17-08, sebab sosialisasi peringatan hari-hari besar nasional selain tujuh belas Agustus di masyarakat terasa semakin tahun semakin melemah. Termasuk hari Kesaktian Pancasila. Padahal, sebagaimana kita sadari bersama bahwa Pancasila adalah Dasar Negara RI yang harus dimaknai sebagai suatu pedoman berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai seorang guru saya merasa sangat prihatin. Keprihatinan saya semakin bertambah ketika saya membaca buku Sejarah untuk SMP & SMA, muatan tentang nuansa perjuangannya berbeda dengan masa ketika saya sekolah dulu. Pelajaran Sejarah sekarang menurut pendapat saya muatan nuansa perjuangannya melemah. Hal ini sangat saya khawatirkan akan terjadi distorsi semangat perjuangan bagi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya berharap kepada bapak Presiden dan seluruh jajaran departemen dalam pemerintahan yang terkait untuk melakukan upaya-upaya mengembalikan nilai-nilai kejuangan yang saya rasakan dan saya khawatirkan tsb.
E-mail Pengirim: tuti300756@yahoo.com
Tanggal: 1 / 10 / 2006
Nama: panji
Dari: bekasi
Saya: Mahasiswa perbanas
Aspirasi / Informasi: proses pembelajaran dikampus seharusnya qta banyak menuntut dari dosen dan bukan sebaliknya. karna kebanyakan dosen dikampus merasa punya kepentingan atau hak2 dari mereka yg semena2 karna mereka adalah seorang dosen. kebanyakan dosen dikampus banyak yg merasa "killer" sehingga ditakuti ole para mahasiswa dan tidak berani untuk berdebat, karna jika kita melawan nilai qta akan dijatuhkan seperti membalikan telapak tangan..!! saya sebagai mahasiswa tdk SETUJU dgn proses tsb..! karna negara ini adalah negara demokrasi, bebas melakukan aspirasi suara qta..!! mudah2an diera globalisasi ini qta sebagai mahasiswa tidak dikecewakn lagi oleh bangsa ini.
E-mail Pengirim: sh1nich1_kudo7401@yahoo.com
Tanggal: 02-10-2006
Nama: Mariska
Dari: Yogjakarta
Saya: Mahasiswi
Aspirasi / Informasi: Saya minta kepada Mendiknas tolang diperhatikan lebih lanjut tentang Pendidikan Sekolah Dasar. Mohon Kurikulumnya ditinjau lebih lanjut. Apalagi mengenai pelajaran bahasa asing, khususnya bahasa inggris, inisitif saya sebaiknya lebih digalakan lagi, apalagi untuk yang berada di daerah, juga harap kualitas tenaga pengajarnya kebih ditingkatkan lagi. Terima kasih...
E-mail Pengirim:
Tanggal: 04/10/2006
Nama: andi rustaman
Dari: purwokerto
Saya: Mahasiswa purwokerto
Aspirasi / Informasi: bagai mana kalau pendidikan di indonesia di bikin gratis bagi semua sekolah,dan kalau bisa gajih guru di naikan karena guru adalah sumber pendidikan yang bisa memberikan ilmu kepada si siswa
E-mail Pengirim: www.andi.com
Tanggal: 5-oktober-2006
Nama: hannurofik
Dari: muarabulian/jambi
Saya: Guru SMAN 6 Batanghari
Aspirasi / Informasi: pendidikan adalah wujud perubahan tingkah laku. untuk itu berikan dan tunjukan model yang dapat digugu serta ditiru
E-mail Pengirim: @rofikoes
Tanggal: 7 oktober 2006
Nama: Ana Rinda Musthofia
Dari: Malang. jawa timur
Saya: Mahasiswi Brawijaya
Aspirasi / Informasi: Sebenarnya yang dibutuhkan pendidikan Indonesia bukan teori,atau gedung yang besar atau mewah tapi pendidikan di Indonesia hanya butuh fasilitas dan mutu, karena yang saya ketahui pendidikan di Indonesia terlalu banyak teori yang tak banyak yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata, buktinya banyak sarjana yang nilainya high skore tapi nganggur, itu sudah bukti pendidikan Indonesia jauh dari standard yang mana suatu pendidikan bisa menciptakan SDM yang bermutu buka cuma pandai, buat apa pandai tapi gak cerdas, nambah-nambahi pengangguran aja, jadi ini yang perlu diperhatikan oleh semua pihak terutama pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penataan kurikulum di Indonesia, Malaysia yang dulu banyak sistem pendidikannya di bawah kita sekarang bisa mengungguli kita, lantas apa bedanya kita dengan Malaysia, sama-sama melayu kan? nasib sebuah bangsa terletak pada generasinya.
E-mail Pengirim: stovia_86@yahoo.com
Tanggal: 6 Oktober 2006
Nama: Ana Rinda Musthofia
Dari: Malang. jawa timur
Saya: Mahasiswi BRAWIJAYA
Aspirasi / Informasi: Kesejahteraan guru ada pada seluruh lapisan pemerintak karena mereka yang diberi amanat untuk mensejahterakan guru, tapi sekarang boro-boro sejahtera tekanan yang ada, udah beban mereka berat,gaji pas-pasan belum lagi biaya pendidikan yang semakin mahal, mana balasan atas budi baik mereka, mereka memang pahlawan tanpa tanda jasa tapi bukan berarti mereka harus dilupakan, pemerintah yang sekarang memimpin negeri ini juga ada karena kerja keras guru mendidik siswanya, bayangkan aja kalau mereka gak didik sampai sepandai sekarang ini, mau jadi apa? jadi jangan lupa para aparat pemerintahan dan para pengusaha kaya, ingat kita pandai dan hebat karena hasil pendidikan yang diberikan para guru dengan ketulusan mereka, sekarang sudah saatnya membalas kebaikan mereka yang sudah bertahun-tahun mereka mendidik kita, jasa mereka sangat besar bagi negeri kita.
E-mail Pengirim: stovia_86@yahoo.com
Tanggal: 6 Oktober 2006
Nama: Taufiq
Dari: jakarta
Saya: Mahasiswa Universitas nasional
Aspirasi / Informasi: Sungguh amat disayangkan sekali APBN yang diberikan pemerintah terhadap pendidikan hanyalah 20% sedangkan selebihnya dianggarkan pada program-program yang ga jelas mutu dan manfaatnya.
Padahal qita semua tau bahwasanya dari sektor pendidikan lah suatu bangsa akan dpt menuai baik buruknya Re-generasinya tersebut so, gw minta kpd aktivis-aktivis kampus supaya lebih garang untuk menyuarakan biaya pendidikan yang masih terlalu mahal untuk kalangan universitas.
Hal ini di buktikan semakin banyak lulusan SMA yang tidak melanjutkan studynya ke jenjang perkuliahan dan makin sulitnya untuk mendapatkan Beasiswa yang konon katanya hampir semua instansi pemerntah atau instansi swasta yang mengeluarkan progam Bea siswa, tapi kenyataannya harus sikut sanalah sikut sinilah dan pada akhirnya gw kebingungan buat ngedapetinnya
Gw harap lo semua ngerti n mao beraksi thd anggaran pemerintah yang begitu mnim thd sektor pendidikan.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 07-10-2006
Nama: ZAKKY
Dari: TANGERANG
Saya: Mahasiswa UNTIRTA Serang
Aspirasi / Informasi: Saya ingin menyampaikan bahwa kemunduran negara ini bukanlah disebabkan oleh seorang presiden semata,tetapi rakyat indonesia yang tidak pernah berpikir kreatif.Rakyat hanya mau menerima segalanya secara instant.Faktor lain ialah moral dari para pejabat kita yang menggunakan kedudukannya untuk memperlancar usahanya walaupun itu ilegal.Banyak LSM di negeri ini yang dibiayai oleh para pejabat.wass.wr.wb
E-mail Pengirim: zakky_xxx@plasa.com
Tanggal: 7 oktober 2006
Nama: Lia Maya Sari
Dari: Yogyakarta
Saya: Siswi SMA ANGKASA ADISUTJIPTO
Aspirasi / Informasi: Kepada Menteri Pendidikan, Tolong jangan selalu mengganti-ganti kurikulum. Kita sebagai siswa, jujur saja jadi bingung. Selain itu, jangan seenaknya menaikan standar kelulusan menjadi semakin tinggi. Tolong lihat akibatnya. Anak-anak yang tidak lulus banyak yang stress dan bunuh diri. Kalau sudah seperti itu, siapa yang mau tanggung jawab????? Kalau memberi ketentuan, jangan dengan pendapat golongan sendiri saja, tetapi sertakan juga untuk anak-anak sekolah mengeluarkan pendapatnya.
Saya tahu, maksudnya menaikkan standar kelulusan memang baik, tapi jangan tergesa-gesa. Yang SABAR. Kita(siswa-siswi di mana saja)bukan ROBOT lho. Itu saja. Thank's!!!!
E-mail Pengirim: Viliea_89@yahoo.co.id
Tanggal: 7 Oktober 2006
Nama: nining purwandari
Dari: surakarta jawa tengah
Saya: Guru smp surakarta
Aspirasi / Informasi: to
Mendiknas RI
Tolong ditingkatkat sdm nya para guru-guru wiyata bhakti khususnya bahasa Inggris di SD khususnya daerah terpencil tentang kesejahterahan dan SDM nya , karena khususnya bahasa Inggris di surakarta masih muatan lokal sekolah, selama ini sepertinya kurang dipakai sdmnya dan kesejahterahan khususnya SD sumber VI
E-mail Pengirim: ning_lus@yahoo.com
Tanggal: 8 oktober 2006
Nama: suhatono
Dari: pemalang jawa tengah
Saya: Mahasiswa semarang
Aspirasi / Informasi: pendidikan di indonesia sangatlah mengharukan dengan melihat sestematikan dan konsep yang ditawarkan oleh dinas pendidikan diindonesia tugas utama pendidik adalah mengajar yang tidak harus di sibukan dengan begrbagai macam administrasi yang banyaknya hampir sampai 40 lebih tarohlah sebagai contoh guru SEKOLAH DASAR yang saat ini sedang dibingungkan oleh dengan beganti gantinyatinya kurikulum dan saya yakin guru SD saat ini lagi pada binggung bagai mana sukses mengajar kalau harus dipusingkin dengan administasi guru, sistem penilaian yang haus jeli dan teliti
E-mail Pengirim: tono_scout@yahoo.com
Tanggal:9 oktober 2006
Nama: ikhwanudin
Dari: Cirebon / Jawa Barat
Saya: Guru SMK N
Aspirasi / Informasi: Standar krangka kurikulum yang dikeluarkan oleh BSNP sebagai acuan penyusunan KTSP banyak yang memberikan penafsiran yang berbeda dan menjadi bahan perdebatan dari mulai tingkat dinas provinsi sampai ke guru-guru di lapangan, untuk mohon kiranya orang yang kompeten atau yang mempunyai ide dalam penyusunan kranka kurikulum versi BSNP ini memberikan penjelasan tertulis secara rinci untuk menjawab semua perbedaan dan perdebatan mengenai KTSP.
E-mail Pengirim: ivan_72id@yahoo.com
Tanggal: 10 Oktober 2006
Nama: Halim Dj. Lumuan
Dari: Palu/Sulawesi Tengah
Saya: Mahasiswa Universitas Tadulako
Aspirasi / Informasi: Kepada Yth. Bapak Presiden supaya pendidikan dikedepankan, karena majunya suatu bangsa tergantung dari sumber daya yang mampu bersaing seperti negara-negara lain. Untuk memperolehnya dengan cara peningkatan taraf pendidikan
E-mail Pengirim: halim_lumuan@yahoo.com
Tanggal: 10 Oktober 2006
Nama: Nuryasin Syahid Jihad Fisabilillah
Dari: Bandung / West Java
Saya: Dosen Pasundan
Aspirasi / Informasi: Tidak salah salah bila kita meniru bangsa yang mulai berkembang maju, seperti Singapura contohnya.
Di Singapura gaji guru ditingkatkan, ataupun bidang lain juga ikut naik dengan tujuan supaya bila ada yang korupsi langsung dipecat tanpa pandang bulu, keseimbangan antara pekerjaan dengan gaji yang di dapatkan relevan dan sesuai dengan tanggung jawab yang di embannya.
Karena di Indonesia juga sebetulnya mampu untuk menggaji yang lebih manusiawi bahkan bisa lebih, bila para executif dan legislatif serta pemegang kebijakan mempunyai hati nurani untuk kemajuan bangsa yang akan datang, tidak memikirkan hanya untuk sesaat dan pribadinya, dengan cara lebih sangkil dan mangkis atau efisien dan efektif
E-mail Pengirim: Syahid_1@telkom.net
Tanggal: 14 Oktober 2006
Nama: MARNI SAGALA
Dari: MEDAN/SUMATERA UTARA
Saya: Mahasiswi USU
Aspirasi / Informasi: MENURUT SAYA,ORANG-ORANG INDONESIA BUKANLAH ORANG-ORANG YANG TIDAK MEMPUNYAI HAL YANG PATUT DIBANGGAKAN,KARENA PADA DASARNYA,SEMUA MANUSIA INDONESIA MEMPUNYAI POTENSI,NAMUN KENYATAAN YANG TERJADI ADALAH SARANA DAN PRASANA PENGEMBANGAN POTENSI TERSEBUT BEGITU KURANG DI INDONESIA,CONTOHNYA SAJA SEKOLAH,BANYAK SEKOLAH NAMUN KURANG BERMUTU BAIK DARI SEGI SARANA DAN PRASARANA MAUPUN TENAGA PENDIDIK,UNTUK MEMPERBAIKI KONDISI INDONESIA,PERTAMA YANG DIPERLUKAN ADALAH PERBAIKAN PENDIDIKAN MULAI DARI JENJANG PENDIDIKAN YANG PALING RENDAH.
E-mail Pengirim: krez_tea89@yahoo.com
Tanggal: 15 OKTOBER 06
Nama: DETIUS YOMAN
Dari: JAWA TIMUR
Saya: Mahasiswa UNIVERSITAS DR. SOETOMO SURABAYA
Aspirasi / Informasi: SAYA SANGAT BANGA SEKALI DENGAN ADANYA POROGRAM BEASISWA BANTUAN KHUSUS UNTUK MAHASISWA PAPUA BAGI YANG TIDAK MAMPU TERMASUK SAYA KARENA HAMPIR SEMUA MAHASISWA PAPUA YANG DATANG KULIAH DI SE DAN BALI INI ORANG TUA KITA STATUS NYA PETANI SEMUA JADI SAYA MOHON DIPERHAT5IKAN YA.
E-mail Pengirim: NYOMANS_DETY
Tanggal: 15 OKTOBER 2006
Nama: sandy
Dari: bandung
Saya: Mahasiswa UPI
Aspirasi / Informasi: sistem pendidikan apalagi yang namanya kurikulum selalu berubah ubah, emang wajar kalo perubahan kurikulum itu selalu terjadi dan berjalan secara berkesinambungan tetapi masalahnya akan timbul jika hal yang baik itu tidak terealisir gara-gara penyampaian hal tersebut nihil di kalangan bawah (guru) tolong dong sampaikan hal yang baik itu ke bawah kerja dong para sosilisaii2, ga ada ruginya kok nerangin ilmu ente-ente ke bawah jangan cuma diatasnya aja yang aguk-anguk terhadap sistem yang dibawah geleng-geleng sampai kebanyakan geleng pada teler semua.
E-mail Pengirim: sandiez_ezha@yahoo.com
Tanggal: 20 Oktober 2006
Mengunjungi:
[ Ke Tahun 2007 Halaman 34 - Klik Di Sini ]