|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Tahun 2007 Halaman 34)
Nama: sinta Dari: jember/jawa timur Saya: Aspirasi / Informasi: pendidikan yang privatisasi E-mail Pengirim: sint_volney@yahoo.com Tanggal: 25-02-2007
Nama: efrizal wijaya Dari: palembang/ Sumatera Selatan Saya: Masyarakat palembang Aspirasi / Informasi: Salam Kenal
Dengan Hormat
Bapak Presiden
Izinkan saya memperkenalkan diri
nama :Efrizal Wiajaya
Jk :Laki - Laki
Umur :23 tahun
Agama :Islam
Saya Mohon Bantuan Kepada Bapak saya bercita-cita untuk dapat bekerja di staf bapak di bag Sistem informasi dan pengembagan sistem.
terima kasih bapak telah membaca email saya. E-mail Pengirim: E_Rizal@PENDIDIKAN.zz.com Tanggal: 26 /2/ 2007
Nama: jodi Dari: bojonegoro Saya: Siswa bojonegoro Aspirasi / Informasi: tolong siswa indonesia jangan dijadikan uji coba? masak setiap tahun nilai harus naik??? karena kami bukan kelinci percobaan!!! E-mail Pengirim: joker_xtidu@yahoo.co.id Tanggal: 1 maret 2007
Nama: anita Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswi Ukrim Aspirasi / Informasi: selamat sore pak, saya adalah mahasiswi yang nantinya akan menjadi guru. saya sangat terbeban dengan genarasi muda indonesia nantinya. saya melihat saat ini bayak sekali anak-anak yang mengeluh karena biaya untuk sekolah semakin melangit. sementara tidak semua orang tua mereka mampu memenuhi standart biaya yang diberikan di sekolah.
bagaimana mungkin generasi muda kita bisa menjadi generasi yang memiliki intelektual dan keterampilan yang baik jika yang bisa mengecap pendidikan dibangku sekolah hanya orang yang punya uang. sementara di daerah-daerah terpencil masih bayak sekolah yang belum didirikan, jika ada pun, tenaga pengajar yang terbeban sangat sedikit. mungkin ini sedikit aspirasi dan pengamatan yang dapat saya berikan. terima kasih untuk perhatian bapak E-mail Pengirim: ft_fitro@yahoo.com Tanggal: 2 maret 2007
Nama: Syafiih Dari: Sampang Saya: Staf Administrasi SMA Aspirasi / Informasi: Mengapa praktik perjokian di ujian nasional masih saja direncanakan oleh oknum-oknum yang notabene adalah pejabat teras dinas pendidikan dengan cara softpress terhadap kepala sekolah, mereka takut reputasinya hancur, jadi apa gunanya pemerintah menggunakan sistim ini itu dan tentu dengan biaya yang sangat mahal, jika pelaksananya bermental hipokrit?. Mereka berkata: Buatlah model ujian kayak apapun, kami siap menyiasati. jadi kapan Indonesia maju? apalagi Madura tambah terpuruk deh. E-mail Pengirim: smakedu1@yahoo.co.id Tanggal: 3 Maret 2007
Nama: Budi Kurniawan Dari: Bandar Lampung/Lampung Saya: Dosen Unila Aspirasi / Informasi: Assalamaulalaikum
Melalu surat ini saya seorang dosen cpns (SK Juli 2006);
Nama: Budi Kurniawan,S.IP
NIP:132317974
Unit Kerja:Jurusan Pemerintahan Unila
No HP:08154024714
mengadukan perlakuan dholim oknum kampus Unila (PR 2 dan Jajarannya) terhadap diri saya yang telah menahan gaji saya sejak saya diterima secara resmi Juli 2006. Alasan penahananya dikarenakan artikel saya yang mengkritik kebijakan BHPT Unila di Koran Harian Lampung Post tgl 21 November 2006. Saya merasa sangat keberatan karena perlakuan mereka melanggar peraturan pegawai negeri yang ada serta tidak menjunjung tinggi kebebasan akademik dan nilai demokrasi. sampai saat ini saya belum dapat menerima gaji CPNS saya sepeserpun padahal saya adalah tulang punggung keluarga.
Melalui email ini ingin meperoleh keadilan dari bapak. Semoga bapak dapat membantu kesulitan saya ini. semoga Allah melindungi bapak dalam memperjuangkan keadilan dan hak saya.
Wassalam
Budi Kurniawan E-mail Pengirim: gov_unila@yahoo.com Tanggal: 6 Maret 2007
Nama: MUHAMMAD GHOFAR Dari: BOJONEGORO JAWA TIMUR Saya: Guru SDN PEKUWON II SUMBERREJO BOJONEGORO Aspirasi / Informasi: Alhammdullillah puji syukud kita panjatkan khadirat ALLAH SWT sehingga saya bisa menyuarakan aspirasi saya sebagai guru yang berstatus GTT atau bisa di sebut guru tidak tetap. saya ucapkan banyak terima kasih pada aspirasi pendidikan. saya sebagai guru GTT sangat mengharapkan bangsa kita ini maju dalam segala aspek khususnya di dunia pendidikan, berbagai upaya telah di tempuh oleh pemerintah kita untuk memajukan pendidikan kita.
saya mau mengadukan nasib saya pak presiden SBY dan pak menteri PENDIDIKAN BAMBANG SUDIBYO, untuk GTT yang ada di bojonegoro pada saat ini masih banyak nasibnya yang tidak jelas, karna kami mendapatkan GAJI 50000 /bulan dan ada teman kami yang mendapat 30000 /bulan. padahal kebutuhan manusia tidak sedikit pak. terkadang saya harus bagaimana pak,mengeluh itu sudah jelas pak,tapi kama tetap sabar,kemarin saja saya tidak berangkat mengajar anak-anak didik kita dikarnakan gak punya uang untuk membeli bensin,kadang kami/saya menjerit letih pak mengharapkan kapan kita di angkat sebagai CPNS, agar kami giat mengajar dan dapat memajukan dunia pendidikan sebagai cita-cita saya,dengrkan dan renungkan pak, kani hanya butuh bukti yang kongrit dari para pemimpin-pemimpin bangsa INDONESIA. terima kasih Wassalamualaikum WrWb.salam damai E-mail Pengirim: gheench@yahoo.co.id Tanggal: 06-03-2007
Nama: Rachmat Dari: Tangerang / banten Saya: Masyarakat Ciledug Aspirasi / Informasi: Assalamualaikum wr wb
semoga pendidikan di indonesia tidak lagi mementingkan nilai, namun lebih kepada bakat dan kemampuan anak didik sehingga bisa lebih terasah dan mampu berkembang dengan baik untuk kemajuan indonesia E-mail Pengirim: Tanggal: 8 Maret 2007
Nama: Wiek Dari: Jawa Barat Saya: Masyarakat Depok Aspirasi / Informasi: Salam! Maafkan kami bpk/ibu guru krn tdk dpt bantu bpk/ibu proleh kehidupan n pghargaan yg layak. Sedih baca aspirasi bpk/ibu tp negara blm jg sadari kkliruannya mlantarkan warga2 potensial terbaiknya. Smoga ksabaran n amal Bpk/ibu u bangsa mndapat prhatian dari YMK dg mlimpahi pahala n anugrah-NYA yg lbh abadi. Smoga jg negara kita sgra dberi pemimpin2 yg baik n amanah kpd rakyatnya. Amin E-mail Pengirim: soemarwiati.com,id Tanggal: 8-3-2007
Nama: SIswandi Dari: Jakarta / DKI Saya: Dosen LP31 Aspirasi / Informasi: Saya sudah mengabdi menjadi dosen pts hampir 14 tahun jenjang kepangkatan terakir lektor
Ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan
1.apakah ada kebijakan pemerintah c/q mendiknas untuk mengimplementasikan undang -undang guru/ dosen untuk memberikan tunjangan fungsional /kepangkatan. saya mendengar dari beberapa teman sejawat katanya UU dosen / guru akan membawa perubahan dunia pendidikan. Alangkah indahnya pendidikan kita bila hal itu bisa terrealisasi.
2.Bagaiman masalah sertivikasi dosen apakah perlu diadakan uji kompetensi ? Bagaimana model sert dan kompetensinya
Terimakasih Wasalam Wr wb E-mail Pengirim: Bila_ozan@yahoo.co.id. Tanggal: 14 maret 07
Nama: AgusP Dari: Pontianak/Kalimantan Barat Saya: Guru Pontianak Aspirasi / Informasi: Kapan Akan dilaksanakan sertifikasi guru, menurut isu yang beredar kelihatannya tidak akan dilaksanakan. Jadi andaikata dilaksanakan siapa pihak yang paling bertanggungjawab E-mail Pengirim: borokokok_66@yahoo.com Tanggal: 23 Maret 2007
Nama: Puji Astuti Dari: Tanjung Pandan/BABEL Saya: Mahasiswi Yogyakarta Aspirasi / Informasi: Menurut Saya pendidikan itu, memang mahal tapi yang jadi persoalannya pendidikan mahal siapa yang menanggungnya? Apakah rakyat atau Pemerintah. Apabila kita lihat saat ini yang menanggung itu semua adalah Rakyat. Apalagi dengan adanya RUU BHP yang baru. Menginginkan setiap PT untuk Mandiri dengan menaikan biaya pendidikan dan menerima pinjaman dari para pendonor yang tentunya pasti memiliki kepentingan yang dapat mempengaruhi kebijakan PT.
Sedangkan Pemerintah berlepas tangan dengan ini semua dengan dalil itu semua dilakukan untuk menutupi utang luar negeri yang semangkin menumpuk. Padahal yang semestinya menanggung ini semua adalah Pemerintah sebagai pelayan Rakyat. Bukan menghisap darah Rakyat. dengan SDA yang ada, tentu saja dikelola oleh Negara, bukan diberikan kepada pihak Asing atau Investor. E-mail Pengirim: rosni67@yahoo.com Tanggal: 8 April 2007
Nama: SYARIF HIDAYAT Dari: TEMANGGUNG/JAWA TENGAH Saya: Mahasiswi UNIVERSITAS GAJAH MADA Aspirasi / Informasi: SALAM ANTI KOMERSIALISASI PENDIDIKAN, SALAM ANTI PENDIDIKAN MAHAL DAN SALAM ANTI KEMALASAN PENDIDIKAN
ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB
PAK BAMBANG SUDIBYO YANG SAYA HORMATI DAN WARGA TEMANGGUNG BANGGAKAN. SAYA ADALAH MAHASISWA ASAL TEMANGGUNG YANG SEDANG BELAJAR DI UNIVERSITAS GAJAH MADA JOGJAKARTA, DAN SEKARANG JUGA SEDANG DIAMANAHI UNTUK MENJABAT KETUA DI KELUARGA MAHASISWA TEMANGGUNG (KMT. DISINI SAYA SEBAGAI MAHASISWA TEMANGGUNG HANYA INGIN MEMBERIKAN CERITA DAN SEDIKIT ASPIRASI TERKAIT DENGAN PERGERAKAN TEMAN-TEMAN MAHASISWA DI/ASAL TEMANGGUNG SELAMA BEBERAPA BULAN TERAKHIR INI SEBAGAI CATATAN BAHWA TEMANGGUNG SELAMA INI YANG ADEM AYEM NAMUN TERNYATA MASIH PUNYA ANAK MUDA-ANAK MUDA YANG PUNYA SPIRIT OF CHANGE AND SPIRIT TO MORE PRUDUCTIF AND PROGRESSIF. PERLU KITA BERSAMA KETAHUI BAHWA ADA BEBERAPA ORGANISASI ETNIS KE-TEMANGGUNG-AN YANG TERSEBAR DI BERBAGAI KOTA.
KURANG LEBIH ADA 18 ORGANISASI ETNIS MAHASISWA TEMANGGUNG DI BERBAGAI DAERAH MAUPUN ORGANISASI INTRA KAMPUS SEPERTI SENAT MAHASISWA AKPER AL KAUTSAR TEMANGGUNG DAN AKPER NGESTI WALUYO SERTA BEM STAINU TEMANGGUNG DAN JUGA OSIS-OSIS DI BERBAGAI SMU/MA/SMK ATAU YANG SEDERAJAT KEMARIN PADA TANGGAL 10 FEBRUARI 2007 BERTEMPAT DI GEDUNG GRAHA BUMI PHALA TEMANGGUNG MENGADAKAN KONGRES KE - 1 ORGANISASI MAHASISWA DAN PELAJAR TEMANGGUNG BERSATU. KONGRES YAND DIHADIRI OLEH PERWAKILAN DARI ORGANISASI MAHASISWA DAN PELAJAR INI KEMUDIAN MENELUARKAN SEBUAH ORGANISASI BERSAMA, SEBUAH ORGANISASI YANG DAPAT MENGAKOMODIR SEMUA ORGANISASI YANG TELAH ADA JUGA SEBAGAI PUSAT KOORDIANSI DAN KOMMUNIKASI ANTAR ORGANISASI DI BERBAGAI DAERAH YANG DIBERI NAMA REPUBLIK PELAJAR DAN MAHASISWA TEMANGGUNG ATAU DISINGKAT RPMT.
ACARA YANG DIBUKA DENGAN SEMINAR BERTAJUK REVITASLISASI POTENSI DAN PERAN MAHASISWA DAN PELAJAR TEMANGGUNG SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA INI BERLANGSUNG SUNGGUH SANGAT DEMOKRATIS DAN BERHASIL MENGGUGAH SEMANGAT ANAK ANAK MUDA TEMANGGUNG UNTUK MELAKUKAN SESUATU SEBAGAI SUMBANGSIH ATAU KONTRIBUSI POSITIF UNTUK MASYARAKAT TEMANGGUNG.
DALAM ACARA TERSEBUT SEBENARNYA KAMI HENDAK MENGGUNDANG BAPAK BAMBANG SUDIBYO UNTUK MEMBUKA ACARA TERSEBUT NAMUN TERNYATA SULIT. SAYA BERKUNJUNG KE KEDIAMAN BAPAK DI KARANG GAYAM JOGJAKARTA DAN DISANA DITEMUI SATPAM, DARI SANA SAYA DAPAT INFORMASI BAHWA UNTUK BISA MENGUNDANG BAPAK, PANITIA BUTUH WAKTU 3 BULAN MINIMAL UNTUK ITU, SUNGGUH SANGAT DISAYANGKAN. WAKTU YANG CUKUP LAMA UNTUK MENUNGGU.
BUT, IT'S NOT PROBLEM TO US.
BULAN DEPAN, SEBAGAI KEGIATAN AWAL KAMI BERRENCANA UNTUK MENGADAKAN PENDIDIKAN, KURANG LEBIH AKAN MEMBAHAS MASALAH EVALUASI PENDIDIKAN DI TEMANGGUNG DI BERBAGAI JENJANG STUDI. DARI SINI, KAMI BERHARAP BAPAK DAPAT MEMBERIKAN SESUATU BUAT KAMI DAN WARGA TEMANGGUNG PADA UMUMNYA, UNTUK BERSAMA-SAMA MENGUBAH PENDIDIKAN DAN HASIL-HASILNYA YANG SELAMA INI KURANG BEGITU MEMBANGGAKAN. YA, INI SEBAGAI PERKENALAN. TERIMA KASIH. INI SEKEDAR INFORMASI DAN KAMI HARAP BAPAK DAPAT MEMBACA APA YANG SAYA TULIS INI, UNTUK KEMUDIAN KAMI AKAN SELALU MENUNGGU KONTRIBUSI DARI BAPAK SEBAGAI MENTERI PENDIDIKAN. syarif_kmt@yahoo.com E-mail Pengirim: syarif_kmt@yahoo.com Tanggal: 10 APRIL 2007
Nama: yandri Dari: kota padang Saya: Mahasiswa padang Aspirasi / Informasi: Yang terhormat bapak mendiknas. saya adalah seorang mahasiswa ilmu politik di univ. andalas. sekitar 2 minggu yang lewat telah terjadi demonstrasi di gedung fakultas fisip unand, mahasiswa menuntut pencabutan sanksi terhadap 109 mahasiswa yang melaksanakan KBM (kemah bakti mahasiswa), salah satu sanksinya adalah pembatalan studi sebanyak 6 SKS dan dilarang mendapatkan beasiswa... Bagaimana hal ini menurut bapak, mohon penjelasannya dan pengawasanya terhadap kasus ini E-mail Pengirim: yan_marhaen04@yahoo.co.id Tanggal: 17 April 2007
Nama: fe ugm Dari: jogjakarta Saya: Mahasiswa fe ugm Aspirasi / Informasi: saya mahasiswa ugm memohon 30% dari suara bapak untuk pemilihan rektor baru di ugm. untuk diberikan kepada calon rektor yang memiliki jiwa yang merakyat. peduli pada lingungan. supaya kampus ugm kami benar benar kembali menjadi kampus rakyat.
terima kasih. E-mail Pengirim: imoenk@gmail.com Tanggal: 17 april 2007
Nama: sang Dari: Temanngung jateng Saya: Pengamat temangung Aspirasi / Informasi: pendidikan bukanlah hal tabu lagi untuk dibahas kebobrokannya, jika kita melihat kondisi real di masyarakat Temanngung pada khususunya E-mail Pengirim: SANG_PERMATA@yahoo.com Tanggal: 21-4-07
Nama: Mira Dari: Pohuwato_gorontalo Saya: Guru SMA Aspirasi / Informasi: Yth. Bapak Mendiknas Demi peningkatan kualitas dan profesionalisme guru khususnya di daerah terpencil maka kiranya di berikan beasiswa untuk melanjutkan studi bagi guru tersebut. Mohon perhatian dari bapak E-mail Pengirim: Mira_olan@yahoo.co.id Tanggal: 21 April 2007
Nama: Gunawan Dari: Sidoarjo/Jawa Timur Saya: Guru Lembaga Swasta Pendidikan Luar Sekolah Aspirasi / Informasi: sudah saatnya pendidikan indonesia mengalami reformasi yang fundamental. karena sistem pendidikan saat ini sangat otoriter dan tidak adil. bagaimana mungkin masa depan anak hanya ditentukan oleh beberapa bidang studi, yang sebenarnya Allah telah memberikan berbagai macam kecerdasan dan kemampuan yang beraneka ragam.
dan lebih tragis lagi guru pengajar dan pembimbing tidak diberikan peran dalam penentuan kelulusan anak, padahal beliaulah yang tahu kepribadian anak didiknya sehari-hari, bukankah ini adalah perampasan hak dan profesi guru.
sudah saatnya kita mengubah instrumen pendidikan dengan memperhatikan kelebihan anak didik untuk dapat dikembangkan sebagai bekal hidup mereka kelak. terutama pada sistem sekolah dasar, kelulusan siswa hendaknya melibatkan peran guru dengan memperhatikan nilai-nilai mata pelajaran yang tidak hanya mengacu pada kecerdasan intelektual saja tetapi kecerdasan yang lain, misalnya musikal, sosial, agama, motorik keterampilan, olahraga, dll, sedangkan pemerintah meyediakan standart dan regulasinya (bukan merampas kemampuan anak dan guru) agar kwalitas lulusan lebih bermutu.
"Pendidikan adalah Dasar Penentu Kelangsungan Kehidupan Bangsa" Salam Saya untuk Pemerhati Pendidikan Indonesia
Hidup dunia Pendidikan Indonesia!!!!!!! E-mail Pengirim: gntp@plasa.com Tanggal: 11 Mei 2007
Nama: MARADONI Dari: Medan/ Sumatera Utara Saya: Mahasiswa UNIMED Aspirasi / Informasi: Saya ingin menyampaikan kepada mendiknas agar benar-benar dan memperhatikan jurusan Teknologi Pendidikan yang mempunyai kawasan sebagai pendesain, Pengelola, Pemanfaatan, pengembangan, dan evaluasi dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk menyarankan agar Mendiknas membuka lapangan pekerjaan (P N S) Bagi lulusan jurusan ini. karena jurusan ini adalah merupakan salah satu yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di tanah air kita. E-mail Pengirim: cofrin_sg86@yahoo.com Tanggal: 21-05-2007
Nama: syamsu Dari: gorontalo Saya: Guru Aspirasi / Informasi: Pak SBY, kapan pendidikan di Indonesia benar-benar mendidik anak bangsa sehingga menjadi bermoral, berilmu dan bermanfaat bagi rakyat dan bangsa? E-mail Pengirim: hilmyid@yahoo.com Tanggal: 23
Nama: Esther Dari: Bekasi Saya: Masyarakat POndok Gede Aspirasi / Informasi: saya ingin tahu sebenarnya untuk daerah Desa Ngimbang, Kec. Palang, Kab.Tuban (Jatim) ada Beasiswa untuk SMP tidak? Karena banyak keluarga yang tidak mampu... jadi banyak sekali anak-anak yang tidak sekolah. Tolong Bagaimana Bapak/Ibu dengan kasus ini? tolong penjelasannya... E-mail Pengirim: esthers_85@yahoo.com Tanggal: 24/05/2007
Nama: Alter Ambate Dari: Timika - Papua Saya: Guru SMP Negeri 2 Mimika - Papua Aspirasi / Informasi: Salam Hormat. Saat ini banyak anak usia sekolah, lebih khusus SMP dan SMU/SMK gemar menonton sinetron-sinetron di tv yang mengambil latar belakang lembaga pendidikan/sekolah sebagai obyeknya dan pelaku-pelakunya menggunakan seragam sekolah. Jika kita hanya melihat sekejap sinetron tersebut menarik atau bagus ceritanya, tetapi negatifnya para pelaku sinetron-sinetron itu tidak memberikan pendidikan cara berpakaian seragam sekolah dengan baik dan benar, seperti laki-laki/siswa pakaian diluar dan menggunakan anting-anting/perhiasan ditelinga, yang wanita/siswi pakaian diluar dan menggunakan ikat kepala besar serta gelang yang sangat berlebihan saat berada di sekolah bahkan saat berbicara dengan guru dan kepala sekolah dalam sinetron itu. Mohon kiranya DIKNAS memberikan aturan/himbauan kepada BADAN SENSOR SINETRON
yang meggunakan latar belakang lembaga pendidik dan anak didik sebagai obyek dan pelaku suatu sinetron, agar para produser dan sutradara sinetron lebih mengutamakan pendidikan generasi muda lewat visual daripada mengejar uang, popularitas dan jam tayang. Jayalah terus Pendidikan Indonesia. Terima kasih.
Anda juga dapat sampaikan saran di TelevisiPendidikan.Com Salam Webmaster
E-mail Pengirim: Alter_Timika@Yahoo.com Tanggal: 26
Nama: nora Dari: MALANG Saya: Mahasiswi MALANG Aspirasi / Informasi: kekerasan dalam dunia pendidikan sebaiknya tidak perlu ditutupi oleh pihak sekolah, khususnya apa yang pernah terjadi di IPDN dan sekolah lain yang sejenis. karena masyarakat umum perlu mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, apa yang selama ini didapat oleh siswa selama menjalani pendidikan selain KBM. dan kekerasan yang sudah merupakan tradisi militerisasi di sekolah sipil tersebut sebaiknya dihilangkan sepenuhnya, agar tidak lagi menimbulkan korban. pembaharuan pada sistem yang diterapkan jika perlu juga diubah, agar tidak terjadi penyelewengan dalam segala aspek. E-mail Pengirim: chipus_meow@yahoo.com Tanggal: 29-05-2007
Nama: LA MUDI Dari: manado/sulawesi tenggara Saya: Mahasiswa UNIMA Aspirasi / Informasi: assalamu alaikum wr wb.
pendidikan adalah merupakan rumah pelajar yang dimana tempat untuk berproses dan mengembangkan cerdasannya lewat kemampuan yang mereka miliki. akan tetapi hari ini saya bisa katakan bahwa pendidikan masih dalam keadaan tidak sehat (sakit). yang dimana setiap pelajar mengeluh tentang biaya sekolah baik2 dari tinggakt sd, smp, smu sampai pada peeguaruan tinggi ada apa sih sebenanrnya pendidikan di indonesia saat ini? mungkin pengaruhnya terdapat berbagai macam korupsi, tindakan2 krimil, dan bahkan aturan2 atau hukum2 yang tidak beraturan sehingga pada intinya akan berdampak pada masyarakt. jadi yang saya harapkan bahwa semoga bangsa pendidikan di indonesia akan menjadi baik, semoga kapasitas teladan moral, etika bangsa ini akan pulih setelah adanya kabinet bersatu ini.
hidup rakyat...!!!
bangun dan bangkit melawan, sebab tunduk dan diam adalah penghianatan! salam..
YAKUSA (YAKIN USAHA SAMPAI).
LA MUDI, 085256096550 E-mail Pengirim: anton_kabawo@yahoo.com Tanggal: 03/06/2007
Nama: Siti Fitria Rohmatika Dari: Malang Saya: Mahasiswi UM Malang Aspirasi / Informasi: Menurut saya biaya pendidikan saat ini semakin mahal, apalagi perguruan tinggi negeri akan berstatus swasta. Hal itu akan berdampak pada masyarakat miskin. Dengan adanya status perguruan tinggi yang menjadi swasta berakibat biaya pendidikan semakin mahal, karena tidak ada subsidi dari pemerintah.Mohon bapak menteri mempertimbangkan keputusan tersebut. E-mail Pengirim: fitria_099_ap06@yahoo.com Tanggal: 5 juni 2007
Nama: Susilo Wati Dari: DKI Jakarta Saya: Siswa SMA Trisula Perwari 1 Aspirasi / Informasi: Dahulukan pendidikan!!!!
Pendidikan itu nomor 1 tanpa pendidikan Indonesia tidak akan maju. BAPAK MENDIKNAS YANG TERHORMAT tolong perhatikan pendidikan di Indonesia. kita kalah jauh dengan negara-negara lain.Dulu Malaysia mengambil guru dari Indonesia sekarang kenapa terbalik. E-mail Pengirim: ariexagirls@yohoo.co.id Tanggal: 6 Juni 2007
Nama: Siti Fitria Rohmatika Dari: MALANG Saya: Mahasiswi UM MALANG Aspirasi / Informasi: Menurut saya pendidikan saat ini semakin mahal. Hal itu akan berdampak pada masyarakat. Apalagi dengan adanya perubahan status perguruan tinggi negeri menjadi otonomi kampus. Dengan dijadikannya otonomi kampus biaya pendidikan di perguruan tinggi akan semakin mahal, karena tidak adanya subsidi dari pemerintah. Mohon bapak menteri mempertimbangkan keputusan tersebut. E-mail Pengirim: fitria_099ap_um06@yahoo.com Tanggal: 6 JUNI 2007
Nama: Ati' Kumillayla Dari: MALANG Saya: Mahasiswi UM MALANG Aspirasi / Informasi: Menurut saya sertifikasi guru merupakan suatu upaya untuk pembenahan mutu pendidikan di Indonesia. Program sertifikasi bagus diterapkan dan dilaksanakan bagi seluruh guru yang ada di Indonesia. Karena mutu pendidikan itu dari tahun ke tahun harus lebih bagus dan mengutamakan mutu dalam taraf pengajaran. Oleh sebab itu penerapan program ini sangat membantu agar guru menjadi lebih profesional dalam mengajar. Kalau dari faktor guru mutu pendidikannya baik maka peserta didik yang diajar akan menjadi peserta didik yang bermutu juga. E-mail Pengirim: akumi_um06@yahoo.com Tanggal: 6 JUNI 2007
Nama: ARIS SETIAWAN (ENGLISH TEACHER) Dari: SIDOARJO - JAWATIMUR Saya: Guru SMP NEGERI 3 TAMAN Aspirasi / Informasi: I WANNA SHARE THE EXPERIENCE HOW TO MAKE THE ENGLISH LEARNING ACTIVITY BECOMES MORE AND MORE INTERESTING. E-mail Pengirim: rieseta_aris@yahoo.com Tanggal: 20 JUNI 2007
Nama: CITRA PUTRI A.A Dari: JEMBER/JATIM Saya: Siswi SMP NEGERI 3 TANGGUL Aspirasi / Informasi: SAYA MENGHARAP AGAR UAN DITIADAKAN, AGAR TINGKAT KELULUSAN SEMAKIN BERTAMBAH. MOHON MENTRI PENDIDIKAN BISA MEMPERTIMBANGKAN USULAN DARI SAYA, TRIMA KASIH. E-mail Pengirim: Tanggal: 21 KAMIS 6/07
Nama: ditha Dari: bogor Saya: Siswi smp 1 bogor Aspirasi / Informasi: kenapa UAN harus ada yang lulus dan tidak?
Mengapa yang nilainya tidak mencapai standar kelulusan diberikan ujian ulang saja.
sampai ia dapat mencapai standar kelulusan. lagipula kemampuan siswa berbeda.bagaimana kalau anak yang saat kecil tidak pernah makan daging dan minum susu.
kasihan sekali orang tuanya yang anaknya harus mengulang setahun lagi. KALAU SEPERTI INI SISTEMNYA MAKA AKAN BANYAK BEREDAR BOCORAN2 YANG BERASAL DARI SEKOLAH DAN DINAS ITU SENDIRI.ANEH PENDIDIKAN DI INDONESIA.BIKIN PERATURAN TAPI DILANGGAR SENDIRI.untuk apa belajar 3 tahun hanya mengejar nilai kelulusan bukan ilmu??????? perhatikan tuh dinas bandung yang memberikan bocoran ke murid!!!!!! E-mail Pengirim: dithablue_bub@yahoo.com Tanggal: 28-06-07
Nama: yudha Dari: pontianak/kalimantan barat Saya: Mahasiswa universitas tanjungpura Aspirasi / Informasi: saya sudah beberapa bulan ini tidak kuliah dikarenakan biaya.... nilai saya 3,00 di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan untan, jurusan bahasa inggris. padahal saya sudah semester akhir dan sedang penulisan skripsi. saya meminta bantuan dari siapa saja yang sudi membantu saya... sebagai kontribusinya, saya akan mengabdikan ilmu saya pada anda dalam kurun waktu yang disepakati. E-mail Pengirim: yudha_english@yahoo.com Tanggal: 9-7-2007
Nama: tn.paryeng Dari: bandung Aspirasi / Informasi: speking indonesia. kepada yth; bapak mentri pendidikan nasional.di jakarta. pertanyaan.[1]. sebenarnya bapak mentri pendidikan nasional, sebagai wakil [papayung] siapa; [2].Sebenarnya bagaimana mengatasi generasi [anak-anak] raskin supaya bisa sekolah sampai SLTI [SMU]; [3].bagimana dana-dana bantuan generasi\anak-anak raskin dijamin sampai pada yang haknya; [4].bagaimana supaya dana-dana bantuan pemerintah BOS dan PEMBAMGUNAN REHAB SEKOLAH dijamin beres [tentu pemkab/pemkot seluruh indonesia. sekian dan terima kasih. E-mail Pengirim: pemkab.Bandung Tanggal: 11 juli 2007
Nama: rhema Dari: Kalimantan barat Saya: Mahasiswi berlin Aspirasi / Informasi: Yang terhormat Pak Bambang Sudibyo..
Mungkin saya akan menjadi salah satu umat ataupun masyarakat yg mengeluhkan pendidikan di Tanah air kita tercinta.
Saya hanya ingin bertanya sedikit pertanyaan. Betapa saya tahu sulitnya memimpin sebuah negara dan mengaturnya mejadi baik..tapi sebegitu susahnya kah memperbaiki Pendidikan di Indonesia..mungkin forum ini seharusnya juga menyertakan jawaban2 Anda atas pertannyaan ataupun pernyataan dari masyarakat yg sebelumnya tidak pernah anda temui,bahkan Anda pun tidak akan pernah mengenalnya..Saya mengerti Anda sudah sangat disibukkan dengan urusan pemerintah,tp tidak ada salahnya jika Anda sekali2 mencoba duduk didepan laptop anda dan mencoba berbincang2 di forum ini dengan orang2 melalui dunia maya. Anda bisa mengajak keluarga anda duduk didepan Laptop Anda sambil mendiskusikan isi2 saran tersebut.
Mungkin dengan cara ini anda juga bisa ikut merasakan apa yg kami suarakan,tanpa hanya sekedar "menampung" saran2 kami.
Saya adalah seorang calon mahasiswi yg sekarang sedang memperjuangkan ilmu di negara lain,dan tentunya masi perduli dengan penddikan di Indonesia..
Pada tahun ini,sebuah lembaga telah menerabangkan sekitar 62 siswa untuk bersekolah ke jerman.Tentunya mereka punya cita2.Sedikit bercerita Bapak Menteri,hanya sebagai pembuka.Saya salah satu anak yg harus menuruti kemauan orangtua saya di Jerman.Awalnya saya pesismis untuk lebih baik,karna apa yg saya jalanin bukanlah mau saya.Saya ingin pulang ke indonesia.Tapi lama kelamaan,waktu mengajarkan saya untuk berpikir mana yg terbaik.
Pulang ato tetap lanjut disini.
Dan tentunya saya memilih lanjut karna saya berpikir mungkin saya bisa menyogok salah satu Universitas untuk menerima saya,tapi apalah yg saya dapat,cuma pendidikan kosong.Mengapa,karna hal itu mengajarkan saya untuk bermain curang.
Saat ini,saya sedang jatuh bangun menata semua dari awal,fondasi mental saya untuk menjadi masyarakat yg disiplin.Karna Anda tahu,disini sangat berbeda dengan Indonesia.
Semua pelaku pendidikan disini sangat mengutamakan pendidikan,bahkan pemerintahnya pun sangat mengutamakan kepentingan pelajar.Misalkan saja,pemerintah menyediakan perpustakaan yg sangat memadai,bahkan toko buku di sini pun memperbolehkan customernya membaca buku dengan gratis.Untuk apa?untuk memicu semangat belajar dan semangat ingin tahu mereka.
Kemudian,para pelaku pendidikan itu pun,misalnya seluruh staff pengajar di sekolah saya,semuanya bisa diajak komunkasi tanpa mesti menyelipkan segepok uang ke dalam saku mereka.
Banyak sekali informasi tentang pola hidup pendidikan orang2 disini.
Yang kadang jika saya cerminkan dengan indonesia,menimbulkan pemikiran apa yg harus saya lakukan di Indonesia?pulang dengan gelar dari luar negri dan memupuk duit atau ikut memajukan indonesia?
Oh iya pak menteri. Mungkin kita terlalu terlena dengan sistem pemerintahan Demokrasi kita, sehingga masyarakat kita seenaknya mendemonstrasikan arti Demokrasi itu sendiri,ataupun pemerintah ikut menyalahgunakan istilah Demokratis itu.Entahlah.
Mungkin pemerintah harus belajar medisiplinkan jiwa masyarakatnya terlebih dahulu, daripada merombak sana sini.
Ada lagi,kenapa tidak sistem menyogok di universitas2 di benarkan,tetapi dengan harga yg sangat tinggi,dan uang hasil sogokkan dipergunakan untuk membangun sekolah2 yg lain..jangan malu menggunakan cara yg pada umumnya tidak sebaiknya digunakan,toh pada kenyataanya hal itu sering terjadi,hanya kita saja yg menutup mata.
tapi ingat.ciptakan dulu Masyarakat yg berdisiplin,supaya ga menyelewengkan duitnya ke kantong pribadi.
Salam E-mail Pengirim: rhema_05@yahoo.com Tanggal: 15/07/07
Nama: Ir. Birma S. Mughoffar Dari: Medan/Sumatera Utara Saya: Konsultan Medan Aspirasi / Informasi: Terimakasih, telah menemukan insan-insan penduli Pendidikan di Pendidikan Network, yang sudah sya catat aspiratornya sejak halaman aspirasi kita 1 s/d 34 kurang lebih 1261 komentar tentang pendidikan kita di indonesia dan komparatifnya di dunia luar. Kebetulan keluhan yang sama menjadi bagian pengamatan yang saya geluti sejak sekitar 27 tahun yang silam sampai sekarang khususnya lebih fokus sejak 7 tahun terakhir. Alhamdulillah seperti komentar-komentar kawan-kawan tentang permasalahan pendidikan kita beserta solusi-solusi yang diajukan sudah saya baca dan memang begitulah adanya serta memang harus begitu sepanjang alat ukur yang kita miliki juga masih yang seperti selama ini.
Khusus 3 tahun terakhir ini alhamdulillah titik terang pendidikan kita oleh saya pribadi mulai nampak dan bahkan sukses sudah dipelupuk mata, walau tentunya pasti harus berhadapan dengan rintangan yang lebih besar. Rintangan yang pertama adalah seperti yang saya alami sendiri untuk berproses dari tidak tahu nasalah dan solusinya menjadi mengetahuinya. Rintangan kedua adalah proses bertindak untuk menyampaikan apa yang kita tahu menjadi pengetahuan orang lain. Dalam proses upaya penyampaian informasi ini disemua penjuru terbentang hambatan yang sangat kokoh untuk membendung jalannya kecerdasan dan kesadaran pendidikan kita.
Mulai dari kelompok/lapis masyarakat tidaak peduli dan tidak mau tahu tentang pendidikan samasekali, lapis masyarakat yang tidak mengenal masalah dan solusi pendidikan tetapi merasa sudah maha tahu (sok tahu), dan lapis sosial yang tahu persis tentang masalah pendidikan nasional kita tetapi berperan sebagai perusak pendidkan kita demi kebutuhan temporer kendati berdampak malapetaka generasi yang tak berkesudahan. Sementara insan-insan yang mengerti persoalan dan solusi pendidikan kita serta rela mempertaruhkan subyektifitasnya demi keselamatan diri dan bangsanya masih belum tampil sebagai sosok yang dominan dinegeri ini seperti halnya seluruh negara-negara senasib dipenjuru bumi ini.
Duapuluhan tahun berkelana merunut masalah dan solusi pendidikan kita ditengah kebenagkusutan yang hampir-hampir tak kenal mana ujung-pangkal, namun saya belum pernah menulis masmedia manapun selain yang anda baca hari ini demi mencapai satu kepastian , artinya tulisan pertama ini sebagai ucapan terimakasih kepada Webmaster adalah awal saya memulai komentar pendidikan dan solusinya sebagai satu kebulatan pendirian atas alternatif obyektifnya pendidikan kita di Indonesia. Sekalilagi terimakasih kepada Webmaster dengan semua kru-kru yang ada didalamnya yang menurut saya kurang lebih 9 tahun berkorban demi kepuasan berjuang bukan harga yang sembarang harga melainkan pertaruhan jiwaraga demi sebuah nilai. Kepada ribuan aspirator yang telah menuangkan sumbangsih pemikirannya kiranya berkenan menerima saya sbgai sahabat senasib seperuntungan dalam perjuangan pendidikan kita di indonesia. Insyaallah sari perjalanan panjang lagi melelahkan bagi saya dalam mengenali masalah pendidikan kita akan saya tuangkan untuk menjadi milik brsama kita dan untuk siapapun yang peduli pendidikan kita. Semuga ruang dan waktu dengan segala isinya ini masih mau bersahabat dengan kita-kita yang peduli pendidikan. wassalam.
Birma S. Mughoffar
Pembina
Pusat Konsultasi-Pelatihan-dan Pengembangan SDM Pendidikan Dan Kepeloporan, Solusi Kesenjangan Harapan Dengan Kenyataan.
Email : pbi_center@yahoo.co.id
Telp/Fax : 061 7853094
HP : 081371572977
Tanggal 17-7-2007 E-mail Pengirim: pbi_center@yahoo.co.id Tanggal: 17 Juli 2007
Nama: Romi Suparman Dari: Jakarta Saya: Masyarakat Internet Aspirasi / Informasi: beritajakarta.com
presidensby.info
Terbilang di UUD 1945 Amandemen ke-2 Bab XA Hak Asasi Manusia, pasal 28c dan pasal 28f serta dimuat juga dalam UU RI No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pada bagian ketiga Hak Mengembangkan Diri pasal 12, 13, dan 14. Di kitab UU yang terakhir, HAM didefinisikan sebagai "seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk ***** Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia." Dan menurut UU yang sama, "setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis sarana yang tersedia."
Membatasi hak seseorang untuk memperoleh dan menyampaikan informasi merupakan pelanggaran terhadap HAM.
Tengoklah jembatan penyampaian kita (sebagai warga) terhadap mereka (pihak negara) yang masih belum transparan.. yang segala sesuatu yang dipublikasikan masih dalam filter tangan mereka...
Negara demokrasi yang seperti lilin ini, tidak sesuai dengan terbentuknya ketetapan yang saya liat dari media2 di internet (diatas adalah salah satu contoh penghambat) akan tercapainya aspirasi baik di bidang pendidikan maupun politik E-mail Pengirim: romi.suparman@yahoo.com Tanggal: 22/7/2007
Nama: REA Dari: PALEMBANG Saya: Masyarakat PALEMBANG Aspirasi / Informasi: KEPADA PEMERINTAH RI " TOLONG SEGERAKAN REALISASI PEMBERIAN TUNJANGAN FUNGSIONAL KEPADA GURU DAN TENAGA PENDIDIK DAN JANGAN DIBEDAKAN ANTARA GURU PNS DAN GURU YAYASAN,KARENA MEREKA SAMA-SAMA BERJASA DALAM HAL PENDIDIKAN.
TERUS TERANG SAYA SEBAGAI ISTRI DARI STAFF TU YAYASAN PENDIDIKAN YANG MENDAPAT GAJI HANYA Rp.700.000/BLN. MERASA SANGAT KEKURANGAN DALAM HAL MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP. TERIMAKASIH HARAP DI TANGGAPI. E-mail Pengirim: atta_2307@yahoo.co.id Tanggal: 26 JULI 2007
Nama: Malan Siregar Dari: Balige / sumatera utara Saya: Guru smp negeri Aspirasi / Informasi: Assalami'alaikum Wr Wb
kepada bapak yth, saya ingin
menginformasikan karena saya guru TIK smp negeri,maka dari itu saya sampaikan sebagai kekurangan praktek siswa adalah Komputer padahal komputer disekolah tidak karena tanpa praktek siswa tak bisa belajar dengan baik, saya pribadi mohon solusi tersebut, kalau bisa komputer dibagikan kepada sekolah-sekolah (beda dgn swasta) sarana dan prasarana komputer yang digunakan sangat lengkap sedangkan negeri belum lengkap sarana komputernya terutama sekolah negeri yang ada di balige sekitarnya, atas perhatian bapak saya ucapkan banyak terima kasih, wassalam E-mail Pengirim: malan_srg@yahoo.com Tanggal: 08 Agsutus 2007
Nama: PEN Dari: Ampana Sulteng Saya: Siswa SMA Negeri 1 Ampana Kota Aspirasi / Informasi: Kami telah membuat tabloid sekolah, walaupun dana kami kurang. untuk itu kami hanya ingin meminta pratisipasi aktif dari anda untuk mendukung Tabloid kami. E-mail Pengirim: rendi_sam@yahoo.co.id Tanggal: 9 Agustus 2007
Nama: mahfudz aziz Dari: temanggung/central java Saya: Student STM Pembangunan Jogjakarta Aspirasi / Informasi: i'm very appreciate about him. The simple man, have good public speaking.
i hope to ministry give a lot of schoolarship for vocational students like me.
give me information about schoolarship. i want to get a teacher, then i will build indonesia to big country..
thanks alot mister ministry. E-mail Pengirim: aziz_mahfudz@yahoo.com Tanggal: 28 august 2007
Nama: TEKNIK Dari: kupang/nusa tenggara timur Saya: Mahasiswa universitas nusa cendana Aspirasi / Informasi: BAPAK MENDIKNAS TELONG DENGARKAN ASPIRASI KAMI KAMI MAHASISWA YANG BINGUNG DENGAN Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pendirian Fakultas Sains dan Teknik. TOLONG DIJELASKAN. KAMI BUTUH FAKULTAS TEKNIK !!! E-mail Pengirim: CIVILUNC@YAHOO.COM Tanggal: lima september
Nama: Rosiana Dari: Kota Bogor Saya: Masyarakat Bogor Aspirasi / Informasi: Yth. Presiden RI Saya adalah istri dari seorang guru swasta di Bogor dimana suami saya mengajar dari th. 1995 dengan gaji yang sangat minim yang tidak layak untuk guru. Sekarang masih tetap mengajar di SMK tersebut, karena suami saya sudah terlalu menyukai pekerjaannya walaupun gaji kecil. Pergi pagi pulang petang dan pendapatan pas-pasan. Usia suami saya 39 tahun pak, tolong kami pak agar suami saya bisa dapat sertifikasi dan dapat diangkat jadi guru bantu setelah itu jadi CPNS. Karena suami saya bukan dari IKIP sehingga tidak punya akta.
Kasian suami saya pak, saya hanya bisa bantu suami jualan sayur, anak kami ada 3 orang yang masih kecil. Mudah-mudahan bapak bisa memberikan keringanan terhadap guru yang tidak punya akta IV. Jangankan ikut akta IV pak, untuk makan aja kami kadang ngutang. Suami saya jujur pak. Bertanggungjawab atas amanah yang diberikan sebagai guru. Tolong ya pak tolong suami saya agar bisa jadi CPNS. E-mail Pengirim: daesrada Tanggal: 7 September 2007
Nama: arsil ihsan Dari: kabupaten selayar sulawesi-selatan Saya: Wartawan radio contrend selayar Aspirasi / Informasi: pengawasan dalam pelaksanaan pengalokasian anggaran pendidikan di kabupaten selayar khususnya dana alokasi khusus seyogyanya lebih di perketat, hal ini di maksudkan untuk meminimalisir penyimpangan dana negara khususnya DAK Pendidikan. Ada kesan orang pusat gak tahu kalo dana DAK ini di jadikan lahan bisnis .belum lag proses peaksanaanya rada tertutup dan sengaja tidak di sosialisasikan kepada publik. E-mail Pengirim: radiocontrend@yahoo.co.id Tanggal: 10-9-2007 / hari senin
Nama: Rita Hudamni P Dari: Jakarta Pusat Saya: Masyarakat Kramat-Jakarta Aspirasi / Informasi: Sekolah Negeri yang bebas Biaya Uang sekolah ternyata masih ada/pungutan yang sangat mencekik leher orang tua rela mengeluarkan biaya demi kemajuan sekolah anaknya tetapi masih ada pungutan yang dirasakan dangat berlebihan dengan waktu yang berdekatan misalnya buka puasa bersama Rp 25.000 persiswa, THR guru Rp 50.000 persiswa belum lagi kewajiban perbulan Rp 80.000 yang disepakati bersama (masih ada lagi cicilan pembuatan AC) Sekolah harus mempertimbangkan dengan matang dalam satu bulan bisa 3 kali pengeluaran belum lagi sebagian buku beli sendiri. Kepala sekolah lepas tangan dan mengatakan bahwa pengeluaran tersebut keputusan Komite. Padahal Orang tua memasukkan anaknya ke sekolah Negeri dengan harapan biaya ringan. E-mail Pengirim: ritagabe@pelkesi.or.id Tanggal: 20 September 2007
Mengunjungi:
[ Ke Halaman 35 - Klik Di Sini ]
|