Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Tahun 2007 Halaman 35)
Nama: Tajul Arifin
Dari: Bandung
Saya: Dosen UIN Bandung
Aspirasi / Informasi: Undang-Undang Guru dan Dosen sudah mau masuk usia 2 tahun, tapi sampai sekarang aspek-aspek yang secara siginifikan berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan di negeri ini belum juga direalisasikan. Adalah peningkatan kesejahteraan guru dan dosen sebagimana diamanatkan oleh UUGD itu yang harus segera direlaisasikan agar wajah bangsa ini segera berubah. Bahkan RPP Guru juga RPP Dosen sampai saat ini belum juga menjadi PP. Kapan itu akan terwujud? Bekerjalah dengan cepat jika bangsa ini ingin mengejar kemajuan yang telah dicapai bangsa lain.
E-mail Pengirim: tajularifin@uinsgd.ac.id
Tanggal: 29 September 2007
Nama: Ramahadin Damanik
Dari: Yogyakarta/D.I.Yogyakarta
Saya: Mahasiswa UIN Sunan Kali jaga
Aspirasi / Informasi: saya sebagai mahasiswa dan kader dari himpunan mahasiswa islam, sekaligus bagian dari masyarakat, tidak setuju dengan akan disyahkannya BHP,dan kepada seluruh pemeggang kebijakan negara, harap mempertimbangkan akan undang - undang yang akan disyahkan, saya sedih, ketika negara indonesia tidak lagi dimiliki oleh bangsanya, negara ini sudah milki para kapitalisme yang gak punya otak, dengan disyahkannya undang - undangt penanaman modal, mau jadi apa negara ini. dan saya juga bingung apakah kita semua sudah lupa terhadap amanat yang diembankan oleh para founding father kita yang terejawantahkan dalam UUD 1945......harap para birokrat negara supaya membaca ulang akan isi dan makna dari UUD 1945...thank you....kita belum merdeka....kita di tindas....Bahagia HMI.....
E-mail Pengirim: adin06@yahoo.com
Tanggal: 08 Oktober 2007
Nama: M. Ariful Ulfi
Dari: Pasuruan/Jawa timur
Saya: Guru SMKN 1 Purwosari
Aspirasi / Informasi: 1. Alhamdulillah saya termasuk guru SMK yang mendapatkan kesempatan studi S-2 di UM Malang melalui jalur beasiswa dari biro kerjasama luar negeri Depdiknas. yang menjadi pertanyaan saya apakah program ini ada follow up nya?
E-mail Pengirim: ariful_u@yahoo.com
Tanggal: 23 Oktober 2007
Nama: E. Nanang Prijambodo
Dari: Jakarta Timur/DKI Jakarta
Saya: Guru SMK St. Fransiskus
Aspirasi / Informasi: Mengenai ujian nasional,
Ujian Nasional memang perlu dan baik, namun sistem yang berlaku selama beberapa tahun terakhir ini kami rasakan tidak adil. Mengapa saya katakan tidan adil ?
1. Fasilitas dan tingkat kemampuan sekolah belum merata.
2. Siswa bisa gagal hanya karena satu mata pelajaran nilainya kurang.
3. Seorang siswa yang sehari-hari mempunyai prestasi cukup bagus, tapi pada saat ujian nasional kesehatannya terganggu sehingga ada nilai ujian yang gagal.
Kami mengusulkan demikian :
1. Ujian nasional tetap dilaksanakan dan memperluas mata pelajaran yang diujikan, tidak hanya B. Indonesia, B. Inggris, Matematika, dan Ekonomi.
2. Peserta Ujian memperoleh nilai ujian murni.
3. Sekolah melaksanakan Ujian sekolah untuk seluruh mata pelajaran.
4. Untuk penentuan kelulusan adalah hasil perpaduan dari rata-rata nilai semester selama tiga tahun, nilai ujian sekolah dan nilai ujian nasional.Nilai rata-rata komulatifnya (indeks prestai/IP) ditentukan oleh pihak sekolah berapa minimalnya.Tidak harus semua mata pelajaran dinyatakan lulus.
Demikian usul kami semoga bisa menjadi bahan pertimbangan demi kemajuan pendidikan Indonesia.
E-mail Pengirim: enaangp@yahoo.com
Tanggal: 25 Oktober 2007
Nama: AHMAD MURTADA
Dari: PONTIANAK/KALIMANTAN BARAT
Saya: Guru Kabupaten Pontianak
Aspirasi / Informasi: Yth.
Bapak Menteri Pendidikan Nasional.
Saya, selaku guru merasa iri dengan kebijakan pemerintah terhadap pelaksanaan sertifikasi yang memberikan kesempatan kepada teman-teman yang sudah memenuhi kualifikasi S-1. Saya kebetulan guru yang belum memenuhi kualifikasi S-1 yang mungkin juga dirasakan teman-teman-teman guru yang senasib dengan saya dan merupakan komunitas terbanyak merasa terpinggirkan dengan kebijakan tersebut. Karena, saya dan teman-teman lain yang berada di daerah terpencil yang tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang disesbabkan oleh keterbatasan sarana informasi dan biaya yang sudah memiliki masa kerja lebih dari 15 tahun tidak mendapat perhatian untuk mengikuti seritifikasi tersebut karena tidak memenuhi kualifikasi S-1 (belum sarjana). Saya berharap, dan mungkin ini juga merupakan aspirasi teman-teman yang senasib agar ada kebijakan khusus kepada kami. Demikian, atas perhatian Bapak Menteri terhadap kami selaku guru yang terpinggirkan saya ucapkan terima kasih.
E-mail Pengirim: amurtadha@yahoo.co.id
Tanggal: 27-10-2007
Nama: trian
Dari: gombong,kebumen, jawa tengah
Saya: Siswa sma n 1 gombong
Aspirasi / Informasi: bagaimana tanggapan anda apabila sex education menjadi mata pelajaran di sekolah. mohon jawaban. terimakasih
E-mail Pengirim: three_an@yahoo.co.id
Tanggal: 28 oktober 2007
Nama: Rasmoro
Dari: Puwokerto\Jawa Tengah
Saya: Mahasiswa UAD
Aspirasi / Informasi: Kepada Bapak mentri pendidikan, saya mahasiswa uad. Sebelumnya saya mendoakan semoga sukses dalam mengemban tugas pemerintahan. Saya di sini ingin memberikan pikiran sedikit, tentang sustem pembiyayaan pendidikan di Indonesia. Bagaimana kalau pembiyayaan untuk mahasiswa yang kurang mampu menggunakan "sitem utang budi". Sistem utang budi yaitu suatu yang menggunakan kepercayaan dalam pembiyayan pendidikan dengan penarikan biyaya setelah bekerja. Tujuan sistem ini yaitu, mahasiswa yang kurang mampu dapat belejar ke perguruan tinggi, dengan catatan pembiyayaan di angsur setelah bekerja.
Dengan ini mahasiswa atau calon mahasiswa yang kurang mampu dapat membiyayai diri sendiri tanpa minta dari orang tua, tetapi calon mahasiswa atau mahasiswa tersebut harus bersedia membayar biyaya selama di perguruan tinggi tersebut setelah bekerja. cara ini dapat meningkatkan mutu sumberdaya manusia Indonesia karena, siswa yang lulus dari ujian nasional sebagian besar dari kalangan yang kurang mampu. Sayang apabila pemerintah membiarkan siswa yang lulus dengan nilai baik tanpa arti.
Seadang kan dari mereka banyak yang tidak lulus dari golongan orang kaya yang berkeinginan melanjutkan ke perguruan tinggi. Mereka rela berkorban harta, benda asal dapat lulus dari ujian nasional. Ini saatnya orang pintar berkuasa dan menduduki haknya. Bukan orang kaya yang selalu berkuasa dah menduduki jabatan yang bukan haknya, dan uang alatnya. Untuk ujian nasional menurut saya setuju. Dengan ujian nasional dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 18 November 2007
Nama: sunardi
Dari: cilegon/banten
Saya: Mahasiswa cilegon
Aspirasi / Informasi: kepada menteri pendidikan yang terhormat tolong ujian nasional jangan memberatkan siswa benahi dulu fasilitas sekolah baru standar ikuti luar negeri
E-mail Pengirim: sunardi_mtkmtsn@yahoo.com
Tanggal: 25 november
Nama: sunardi
Dari: cilegon/banten
Saya: Mahasiswa cilegon
Aspirasi / Informasi: kepada generasi muda belajarlah yang rajin dan jangan banyak tingkah yang tidak berguna
E-mail Pengirim: sunardi_mtkmtsn@yahoo.com
Tanggal: 25 november
Nama: Dahlia Mulyani
Dari: Cimahi.Jawa Barat
Saya: Guru TK Plus Al Hikmah
Aspirasi / Informasi: Masa depan bangsa ini bergantung pada pendidikan generasi saat ini. Masa kanak-kanak merupakan masa keemasan dalam mengeksplorasi berbagai fakta yang berada di sekitar anak melalui segenap indra yang mereka punyai untuk kemudian mereka kaitkan dengan berbagai informasi yang tealah mereka cerap dan diolah dalam otak sehingga menghasilkan pemahaman tertentu. Masa kanak kanak yang indah , berkesan dan mempunyai dasar yang kuat akan membangun sebuah pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab di masa depan.
Peran guru TK dalam membangun dasar kepribadian ini tidak bisa diremehkan. Selama ini pendidikan anak usia dini belum dikelola secara intensif oleh pemerintah. Lihat saja pengelolaan TK lebih banyak dilakukan oleh swasta dan yayasan. Jika pemerintah peduli dengan PAUD dorong terus pertumbuhan TK negeri yang berkwalitas. Begitupun dengan ketersediaan tenaga guru, 99 %guru tk adalah guru yayasan. Bila bukan kita , masyarakat dan negara siapa yang peduli dengan pendidikan anak usia dini.
E-mail Pengirim: dahlya_myn@yahoo.co.id
Tanggal: 03 Desember 2007
Nama: UMI MAIMANAH,S.PD
Dari: PACITAN JAWA TIMUR
Saya: Guru SMAN 1 Pacitan
Aspirasi / Informasi: Halo.... saya ingin bergabung dalam forum ini.Saya seorang guru di salah satu daerah tepatnya di Pacitan Jatim, saya ingin sekali mendapatkan informasi tentang Model-Model Pembelajaran yang saat ini sedang lagi di idealkan oleh seorang guru. Untuk itu aku mohon bantuannya agar dapatnya memberikan info itu yang dapat dikirim ke alamat e-mail saya: ummnh51263@yahoo.co.id
Saya tunggu ya informasinya. Terima kasih
E-mail Pengirim: UmiMaimahahS.Pd@SLTA.zzn.com
Saran Webmaster, coba: http://MBEProject.Net PAKEM (Contextual Learning) adalah Model Pembelajaran untuk semua tingkat pendidikan.
Tanggal: 5 Desember 2007
Nama: GAMA
Dari: CIREBON/JAWA BARAT
Saya: Mahasiswa
Aspirasi / Informasi: SAYA PRIHATIN DENGAN SISTEM PENDIDIKAN DIINDONESIA, TIAP SETIAP 4/5 TAHUN SEKALI DI GANTI SISTEM PEMBELAJARANYA INI SANGAT MEMBUAT PARA SISWA MENJADI BINGUNG BAGAIMANA CARA BELAJAR YANG BAIK DI INDONESAI, BAHKAN TINGKAT STANDARISASI TIAP TAHUN DINAIKAN, INI MEMBUAT PARA SISWA MENJADI STRESS, BINGUNG DAN SEBAGAINYA, JANGAN JADIKAN PARA SISWA MENJADI KELINCI PERCOBAAN....!!!!!!!
E-mail Pengirim: TEMBOX_CUTE@YAHOO.CO.ID
Tanggal: 13-12-2007
Nama: Syamsuri,S.Ag
Dari: Kota Bogor
Saya: Kepala Sekolah Mts.Yapendi
Aspirasi / Informasi: Bapak menteri yang terhormat, Alhamdulillah dengan adanya BOS, saya tidak terlalu bingung untuk memberikan honor kepada guru-guru dan staf, namun kami masih belum bisa meningkatkan pelatihan guru, karena jumlah dana masih sangat kurang. Maka kami harapkan adanya peningkatkan dana BOS pada tahun mendatang menjadi 60.000 persiswa dengan kata lain manajemen sekolah tersebut baik dan terprogram
E-mail Pengirim: yapendi@yahoo.co.id
Tanggal: 24 Desenber 2007
Nama: Karti Tuhu Utami
Dari: Pasuruan/ JawaTimur
Saya: Guru SMP Negeri 1 Bangil
Aspirasi / Informasi: Berdasarkan DUK (Daftar Urutan Kepangkatan), saya termasuk guru senior di SMPN1 Bangil. Tahun 2006 saya tidak berkesempatan ikut sertifikasi, karena mapel saya mulok B.Daerah. Tahun 2007 saya tidak berkesempatan lagi, karena masa kerja saya baru 19 tahun. Saat yang sama, ada teman yang bermasa kerja 22 tahun diusulkan, padahal nilai belum mencapai batas minimal 850 poin. dia baru mendapat 650 poin. Nilaiku sudah melebihi teman guru tersebut, yakni hampir 1.000 poin. Tetapi,aku tetap tidak diberi kesempatan untuk ikut. Ternyata, temanku memang tidak lulus. Selanjutnya, dia ikut diklat sertifikasi di Malang selama 10 hari dan sekarang lulus.
Belakangan, aku diberi informasi Kabag Kepegawaian LPMP Surabaya bahwa PTK-ku yang ke IVc lolos dan diharap melengkapi berkas untuk PAK-nya. Ternyata, berita gembiraku dicibir seorang teman. Katanya, "Tak penting naik pangkat, yang penting lulus sertifikasi!" Aku jadi sedih sekarang, kompetensiku diabaikan teman guru sendiri. Apa benar, sertifikasi lebih mengutamakan masa kerja dan mengabaikan prestasi kerja? Aku seperti harimau ompong sekarang, biarkan pangkatku tinggi, tetapi gajiku kecil. Sementara, teman-teman pangkat di bawah saya, tetapi gajinya besar-besar. Itu sebentar lagi akan jadi kenyataan! Mudah-mudahan Bapak Menteri berkenan membaca tulisanku dan memberikan tanggapan.
E-mail Pengirim: kti16@yahoo.co.id
Tanggal: 8 Januari 2008
Nama: sunardi , S.Pd
Dari: Cilegon/ Banten
Saya: Guru mts cilegon
Aspirasi / Informasi: saya sebagai seorang guru memohon kepada menteri pendidikan benahi kurikulum yang sering berganti-ganti dulu KBK sekarang KTSP dan buat standar kurikulum yang sesuai dan nilai jangan terlalu tinggi dulu, tapi benahi fasilitas sekolah terutama yang ada dipelosok desa. hai salam dari saya buat seluruh keluarga mahasiswa matematika uin bandung terutama angkatan 2001 berjuang untuk masa depan penerus generasi muda Allahu Akbar
E-mail Pengirim: sunardi_mtkmtsn@yahoo.com
Tanggal: 8 januari 2008
Nama: Agus Priyanto LIGA MAHASISWA NASIONAL untuk DEMOKRASI
Dari: Jakarta
Saya: Mahasiswa Jorjakarta
Aspirasi / Informasi: Saya baru saja buka alamat ini. Karena didalam alamat ini diberikan ruang aspirasi bagi pengunjung dengan tambahan keterangan tentang Pendidikan, saya menjadi tertarik untuk memberikan sumbangan/aspiorasi saya terhadap pembangunan dan peningktan pendidikan kita saat ini.
Menurut data pada bulan Mei 2007, jumlah lulusan SMA, secara nasional, tiap tahunnya sekitar 2,7 juta. Angka itu lalu dibagi untuk 82 perguruan tinggi negeri (PTN), dan 2.746 PTS dengan 10.656 prodi. Bila dipersentasekan, 75% mahasiswa diserap PTS dan hanya 25% diserap PTN. ini bentuk persaingan-perdagangan/liberalisasi/komersialisasi pendidikan yang terjadi saat ini. Ini pula yang menjadi masalah bagi lembaga pendidikan (penyeleggara ataupun badan penyelenggara) antara swasta dan negeri. Meski menjadi catatan disini, PTN, sebagai tanggung jawab negara telah dikomersialisasi juga setelahdisahkannya PP 61 1999 tentang otonomi kampus, UU Sisdiknas no 20 thn 2003 dan sekarang yang ramai menjadi tuntutan adalah RUU BHP.
disisi lain, melihat kerangka persoalan yang melingkupi secara khusus dunia pendidikan kita, persoalan diatas harusnya diletakkan, dalam penyelesaiaannya, dalam kerangka menjawab persoalan pembangunan dan peningkatan tenaga manusia Indonesia dalam mwujudkan kesejahteraannya. jika kita hadapkan data tentang situasi pendidikan kita saat ini, sejumlah lulusan SMA, 2,7 juta pertahunnya, dengan seluruh populasi penduduk Indonesia saat ini, masih jauh dari panggang jika kita punya cita-cita bangsa ini menjadi cerdas, mendapatkan kesejahteraan dan keadilan. jumlah penduduk Indonesia tahun 2007 telah mencapai sekitar 220 juta, dari situ, maka jumlah penduduk usia sekolah (5 tahun-25 tahun) sekitar 84.196.774. untuk usia 20-14 tahun sebesar 19,905,150. sehingga jumlah lulusan 2,7 juta hanyalah 13,5 % dari total usia sekolah.
problem dunia pendidikan kia saat ini, persoalan kurikulum, infrastruktur, kualitas tenaga pengajar dll, sumber utamanya berangkat dari persoalan semakkin hilangnya tanggung jawab pemerintah dalam pemenuhan hak pendidikan. hal ini masih ada jalan untuk mewujudkan pemenuhan haknya, subsidi bagi kebutuhan, penddikan, investasi masa depan bagsa yang meodern, mandiri dan kerakyatan adalah dengan menekan pengeluaran APBN dan meningkatkan penerimaan APBN. sumbe pengeluaran APBN kita saat ini paling besar untuk Hutang Luar Negeri, porsinya lebih dari 30 %. disisi penerimaan, saat ini sektor pertambangan sangat sedikit sekali sumbangannya terhadap APBN, tak lebih 25 % total APBN pertahunnya, itu belum termasuk dengan biaya cost recovery yang tertulis dalam kontrak karya atau kontrak pertambangan.
E-mail Pengirim: agus_priyanto23@yahoo.com
Tanggal: 13 Januari 2008
Nama: NANANG SUDIANA