SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan NetworkAspirasi KitaArtikel KitaBerita Kita

 
Pendidikan Network Homepage
Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas, 2001, P 72)

Membaca Aspirasi Aspirasi Kita 34 (Index)
Ke Halaman 33, 34, 35
Menulis Aspirasi Anda



Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Tahun 2007 Halaman 35)

Nama: Tajul Arifin
Dari: Bandung
Saya: Dosen UIN Bandung
Aspirasi / Informasi: Undang-Undang Guru dan Dosen sudah mau masuk usia 2 tahun, tapi sampai sekarang aspek-aspek yang secara siginifikan berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan di negeri ini belum juga direalisasikan. Adalah peningkatan kesejahteraan guru dan dosen sebagimana diamanatkan oleh UUGD itu yang harus segera direlaisasikan agar wajah bangsa ini segera berubah. Bahkan RPP Guru juga RPP Dosen sampai saat ini belum juga menjadi PP. Kapan itu akan terwujud? Bekerjalah dengan cepat jika bangsa ini ingin mengejar kemajuan yang telah dicapai bangsa lain.
E-mail Pengirim: tajularifin@uinsgd.ac.id
Tanggal: 29 September 2007


Nama: Ramahadin Damanik
Dari: Yogyakarta/D.I.Yogyakarta
Saya: Mahasiswa UIN Sunan Kali jaga
Aspirasi / Informasi: saya sebagai mahasiswa dan kader dari himpunan mahasiswa islam, sekaligus bagian dari masyarakat, tidak setuju dengan akan disyahkannya BHP,dan kepada seluruh pemeggang kebijakan negara, harap mempertimbangkan akan undang - undang yang akan disyahkan, saya sedih, ketika negara indonesia tidak lagi dimiliki oleh bangsanya, negara ini sudah milki para kapitalisme yang gak punya otak, dengan disyahkannya undang - undangt penanaman modal, mau jadi apa negara ini. dan saya juga bingung apakah kita semua sudah lupa terhadap amanat yang diembankan oleh para founding father kita yang terejawantahkan dalam UUD 1945......harap para birokrat negara supaya membaca ulang akan isi dan makna dari UUD 1945...thank you....kita belum merdeka....kita di tindas....Bahagia HMI.....
E-mail Pengirim: adin06@yahoo.com
Tanggal: 08 Oktober 2007


Nama: M. Ariful Ulfi
Dari: Pasuruan/Jawa timur
Saya: Guru SMKN 1 Purwosari
Aspirasi / Informasi: 1. Alhamdulillah saya termasuk guru SMK yang mendapatkan kesempatan studi S-2 di UM Malang melalui jalur beasiswa dari biro kerjasama luar negeri Depdiknas. yang menjadi pertanyaan saya apakah program ini ada follow up nya?
E-mail Pengirim: ariful_u@yahoo.com
Tanggal: 23 Oktober 2007


Nama: E. Nanang Prijambodo
Dari: Jakarta Timur/DKI Jakarta
Saya: Guru SMK St. Fransiskus
Aspirasi / Informasi: Mengenai ujian nasional,
Ujian Nasional memang perlu dan baik, namun sistem yang berlaku selama beberapa tahun terakhir ini kami rasakan tidak adil. Mengapa saya katakan tidan adil ?
1. Fasilitas dan tingkat kemampuan sekolah belum merata.
2. Siswa bisa gagal hanya karena satu mata pelajaran nilainya kurang.
3. Seorang siswa yang sehari-hari mempunyai prestasi cukup bagus, tapi pada saat ujian nasional kesehatannya terganggu sehingga ada nilai ujian yang gagal.

Kami mengusulkan demikian :
1. Ujian nasional tetap dilaksanakan dan memperluas mata pelajaran yang diujikan, tidak hanya B. Indonesia, B. Inggris, Matematika, dan Ekonomi.
2. Peserta Ujian memperoleh nilai ujian murni.
3. Sekolah melaksanakan Ujian sekolah untuk seluruh mata pelajaran.
4. Untuk penentuan kelulusan adalah hasil perpaduan dari rata-rata nilai semester selama tiga tahun, nilai ujian sekolah dan nilai ujian nasional.Nilai rata-rata komulatifnya (indeks prestai/IP) ditentukan oleh pihak sekolah berapa minimalnya.Tidak harus semua mata pelajaran dinyatakan lulus.
Demikian usul kami semoga bisa menjadi bahan pertimbangan demi kemajuan pendidikan Indonesia.
E-mail Pengirim: enaangp@yahoo.com
Tanggal: 25 Oktober 2007


Nama: AHMAD MURTADA
Dari: PONTIANAK/KALIMANTAN BARAT
Saya: Guru Kabupaten Pontianak
Aspirasi / Informasi: Yth.
Bapak Menteri Pendidikan Nasional.
Saya, selaku guru merasa iri dengan kebijakan pemerintah terhadap pelaksanaan sertifikasi yang memberikan kesempatan kepada teman-teman yang sudah memenuhi kualifikasi S-1. Saya kebetulan guru yang belum memenuhi kualifikasi S-1 yang mungkin juga dirasakan teman-teman-teman guru yang senasib dengan saya dan merupakan komunitas terbanyak merasa terpinggirkan dengan kebijakan tersebut. Karena, saya dan teman-teman lain yang berada di daerah terpencil yang tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang disesbabkan oleh keterbatasan sarana informasi dan biaya yang sudah memiliki masa kerja lebih dari 15 tahun tidak mendapat perhatian untuk mengikuti seritifikasi tersebut karena tidak memenuhi kualifikasi S-1 (belum sarjana). Saya berharap, dan mungkin ini juga merupakan aspirasi teman-teman yang senasib agar ada kebijakan khusus kepada kami. Demikian, atas perhatian Bapak Menteri terhadap kami selaku guru yang terpinggirkan saya ucapkan terima kasih.
E-mail Pengirim: amurtadha@yahoo.co.id
Tanggal: 27-10-2007


Nama: trian
Dari: gombong,kebumen, jawa tengah
Saya: Siswa sma n 1 gombong
Aspirasi / Informasi: bagaimana tanggapan anda apabila sex education menjadi mata pelajaran di sekolah. mohon jawaban. terimakasih
E-mail Pengirim: three_an@yahoo.co.id
Tanggal: 28 oktober 2007


Nama: Rasmoro
Dari: Puwokerto\Jawa Tengah
Saya: Mahasiswa UAD
Aspirasi / Informasi: Kepada Bapak mentri pendidikan, saya mahasiswa uad. Sebelumnya saya mendoakan semoga sukses dalam mengemban tugas pemerintahan. Saya di sini ingin memberikan pikiran sedikit, tentang sustem pembiyayaan pendidikan di Indonesia. Bagaimana kalau pembiyayaan untuk mahasiswa yang kurang mampu menggunakan "sitem utang budi". Sistem utang budi yaitu suatu yang menggunakan kepercayaan dalam pembiyayan pendidikan dengan penarikan biyaya setelah bekerja. Tujuan sistem ini yaitu, mahasiswa yang kurang mampu dapat belejar ke perguruan tinggi, dengan catatan pembiyayaan di angsur setelah bekerja.

Dengan ini mahasiswa atau calon mahasiswa yang kurang mampu dapat membiyayai diri sendiri tanpa minta dari orang tua, tetapi calon mahasiswa atau mahasiswa tersebut harus bersedia membayar biyaya selama di perguruan tinggi tersebut setelah bekerja. cara ini dapat meningkatkan mutu sumberdaya manusia Indonesia karena, siswa yang lulus dari ujian nasional sebagian besar dari kalangan yang kurang mampu. Sayang apabila pemerintah membiarkan siswa yang lulus dengan nilai baik tanpa arti.

Seadang kan dari mereka banyak yang tidak lulus dari golongan orang kaya yang berkeinginan melanjutkan ke perguruan tinggi. Mereka rela berkorban harta, benda asal dapat lulus dari ujian nasional. Ini saatnya orang pintar berkuasa dan menduduki haknya. Bukan orang kaya yang selalu berkuasa dah menduduki jabatan yang bukan haknya, dan uang alatnya. Untuk ujian nasional menurut saya setuju. Dengan ujian nasional dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 18 November 2007


Nama: sunardi
Dari: cilegon/banten
Saya: Mahasiswa cilegon
Aspirasi / Informasi: kepada menteri pendidikan yang terhormat tolong ujian nasional jangan memberatkan siswa benahi dulu fasilitas sekolah baru standar ikuti luar negeri
E-mail Pengirim: sunardi_mtkmtsn@yahoo.com
Tanggal: 25 november


Nama: sunardi
Dari: cilegon/banten
Saya: Mahasiswa cilegon
Aspirasi / Informasi: kepada generasi muda belajarlah yang rajin dan jangan banyak tingkah yang tidak berguna
E-mail Pengirim: sunardi_mtkmtsn@yahoo.com
Tanggal: 25 november


Nama: Dahlia Mulyani
Dari: Cimahi.Jawa Barat
Saya: Guru TK Plus Al Hikmah
Aspirasi / Informasi: Masa depan bangsa ini bergantung pada pendidikan generasi saat ini. Masa kanak-kanak merupakan masa keemasan dalam mengeksplorasi berbagai fakta yang berada di sekitar anak melalui segenap indra yang mereka punyai untuk kemudian mereka kaitkan dengan berbagai informasi yang tealah mereka cerap dan diolah dalam otak sehingga menghasilkan pemahaman tertentu. Masa kanak kanak yang indah , berkesan dan mempunyai dasar yang kuat akan membangun sebuah pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab di masa depan.

Peran guru TK dalam membangun dasar kepribadian ini tidak bisa diremehkan. Selama ini pendidikan anak usia dini belum dikelola secara intensif oleh pemerintah. Lihat saja pengelolaan TK lebih banyak dilakukan oleh swasta dan yayasan. Jika pemerintah peduli dengan PAUD dorong terus pertumbuhan TK negeri yang berkwalitas. Begitupun dengan ketersediaan tenaga guru, 99 %guru tk adalah guru yayasan. Bila bukan kita , masyarakat dan negara siapa yang peduli dengan pendidikan anak usia dini.
E-mail Pengirim: dahlya_myn@yahoo.co.id
Tanggal: 03 Desember 2007


Nama: UMI MAIMANAH,S.PD
Dari: PACITAN JAWA TIMUR
Saya: Guru SMAN 1 Pacitan
Aspirasi / Informasi: Halo.... saya ingin bergabung dalam forum ini.Saya seorang guru di salah satu daerah tepatnya di Pacitan Jatim, saya ingin sekali mendapatkan informasi tentang Model-Model Pembelajaran yang saat ini sedang lagi di idealkan oleh seorang guru. Untuk itu aku mohon bantuannya agar dapatnya memberikan info itu yang dapat dikirim ke alamat e-mail saya: ummnh51263@yahoo.co.id
Saya tunggu ya informasinya. Terima kasih
E-mail Pengirim: UmiMaimahahS.Pd@SLTA.zzn.com

Saran Webmaster, coba: http://MBEProject.Net PAKEM (Contextual Learning) adalah Model Pembelajaran untuk semua tingkat pendidikan.
Tanggal: 5 Desember 2007


Nama: GAMA
Dari: CIREBON/JAWA BARAT
Saya: Mahasiswa
Aspirasi / Informasi: SAYA PRIHATIN DENGAN SISTEM PENDIDIKAN DIINDONESIA, TIAP SETIAP 4/5 TAHUN SEKALI DI GANTI SISTEM PEMBELAJARANYA INI SANGAT MEMBUAT PARA SISWA MENJADI BINGUNG BAGAIMANA CARA BELAJAR YANG BAIK DI INDONESAI, BAHKAN TINGKAT STANDARISASI TIAP TAHUN DINAIKAN, INI MEMBUAT PARA SISWA MENJADI STRESS, BINGUNG DAN SEBAGAINYA, JANGAN JADIKAN PARA SISWA MENJADI KELINCI PERCOBAAN....!!!!!!!
E-mail Pengirim: TEMBOX_CUTE@YAHOO.CO.ID
Tanggal: 13-12-2007


Nama: Syamsuri,S.Ag
Dari: Kota Bogor
Saya: Kepala Sekolah Mts.Yapendi
Aspirasi / Informasi: Bapak menteri yang terhormat, Alhamdulillah dengan adanya BOS, saya tidak terlalu bingung untuk memberikan honor kepada guru-guru dan staf, namun kami masih belum bisa meningkatkan pelatihan guru, karena jumlah dana masih sangat kurang. Maka kami harapkan adanya peningkatkan dana BOS pada tahun mendatang menjadi 60.000 persiswa dengan kata lain manajemen sekolah tersebut baik dan terprogram
E-mail Pengirim: yapendi@yahoo.co.id
Tanggal: 24 Desenber 2007


Nama: Karti Tuhu Utami
Dari: Pasuruan/ JawaTimur
Saya: Guru SMP Negeri 1 Bangil
Aspirasi / Informasi: Berdasarkan DUK (Daftar Urutan Kepangkatan), saya termasuk guru senior di SMPN1 Bangil. Tahun 2006 saya tidak berkesempatan ikut sertifikasi, karena mapel saya mulok B.Daerah. Tahun 2007 saya tidak berkesempatan lagi, karena masa kerja saya baru 19 tahun. Saat yang sama, ada teman yang bermasa kerja 22 tahun diusulkan, padahal nilai belum mencapai batas minimal 850 poin. dia baru mendapat 650 poin. Nilaiku sudah melebihi teman guru tersebut, yakni hampir 1.000 poin. Tetapi,aku tetap tidak diberi kesempatan untuk ikut. Ternyata, temanku memang tidak lulus. Selanjutnya, dia ikut diklat sertifikasi di Malang selama 10 hari dan sekarang lulus.

Belakangan, aku diberi informasi Kabag Kepegawaian LPMP Surabaya bahwa PTK-ku yang ke IVc lolos dan diharap melengkapi berkas untuk PAK-nya. Ternyata, berita gembiraku dicibir seorang teman. Katanya, "Tak penting naik pangkat, yang penting lulus sertifikasi!" Aku jadi sedih sekarang, kompetensiku diabaikan teman guru sendiri. Apa benar, sertifikasi lebih mengutamakan masa kerja dan mengabaikan prestasi kerja? Aku seperti harimau ompong sekarang, biarkan pangkatku tinggi, tetapi gajiku kecil. Sementara, teman-teman pangkat di bawah saya, tetapi gajinya besar-besar. Itu sebentar lagi akan jadi kenyataan! Mudah-mudahan Bapak Menteri berkenan membaca tulisanku dan memberikan tanggapan.
E-mail Pengirim: kti16@yahoo.co.id
Tanggal: 8 Januari 2008


Nama: sunardi , S.Pd
Dari: Cilegon/ Banten
Saya: Guru mts cilegon
Aspirasi / Informasi: saya sebagai seorang guru memohon kepada menteri pendidikan benahi kurikulum yang sering berganti-ganti dulu KBK sekarang KTSP dan buat standar kurikulum yang sesuai dan nilai jangan terlalu tinggi dulu, tapi benahi fasilitas sekolah terutama yang ada dipelosok desa. hai salam dari saya buat seluruh keluarga mahasiswa matematika uin bandung terutama angkatan 2001 berjuang untuk masa depan penerus generasi muda Allahu Akbar
E-mail Pengirim: sunardi_mtkmtsn@yahoo.com
Tanggal: 8 januari 2008


Nama: Agus Priyanto LIGA MAHASISWA NASIONAL untuk DEMOKRASI
Dari: Jakarta
Saya: Mahasiswa Jorjakarta
Aspirasi / Informasi: Saya baru saja buka alamat ini. Karena didalam alamat ini diberikan ruang aspirasi bagi pengunjung dengan tambahan keterangan tentang Pendidikan, saya menjadi tertarik untuk memberikan sumbangan/aspiorasi saya terhadap pembangunan dan peningktan pendidikan kita saat ini.

Menurut data pada bulan Mei 2007, jumlah lulusan SMA, secara nasional, tiap tahunnya sekitar 2,7 juta. Angka itu lalu dibagi untuk 82 perguruan tinggi negeri (PTN), dan 2.746 PTS dengan 10.656 prodi. Bila dipersentasekan, 75% mahasiswa diserap PTS dan hanya 25% diserap PTN. ini bentuk persaingan-perdagangan/liberalisasi/komersialisasi pendidikan yang terjadi saat ini. Ini pula yang menjadi masalah bagi lembaga pendidikan (penyeleggara ataupun badan penyelenggara) antara swasta dan negeri. Meski menjadi catatan disini, PTN, sebagai tanggung jawab negara telah dikomersialisasi juga setelahdisahkannya PP 61 1999 tentang otonomi kampus, UU Sisdiknas no 20 thn 2003 dan sekarang yang ramai menjadi tuntutan adalah RUU BHP.

disisi lain, melihat kerangka persoalan yang melingkupi secara khusus dunia pendidikan kita, persoalan diatas harusnya diletakkan, dalam penyelesaiaannya, dalam kerangka menjawab persoalan pembangunan dan peningkatan tenaga manusia Indonesia dalam mwujudkan kesejahteraannya. jika kita hadapkan data tentang situasi pendidikan kita saat ini, sejumlah lulusan SMA, 2,7 juta pertahunnya, dengan seluruh populasi penduduk Indonesia saat ini, masih jauh dari panggang jika kita punya cita-cita bangsa ini menjadi cerdas, mendapatkan kesejahteraan dan keadilan. jumlah penduduk Indonesia tahun 2007 telah mencapai sekitar 220 juta, dari situ, maka jumlah penduduk usia sekolah (5 tahun-25 tahun) sekitar 84.196.774. untuk usia 20-14 tahun sebesar 19,905,150. sehingga jumlah lulusan 2,7 juta hanyalah 13,5 % dari total usia sekolah.

problem dunia pendidikan kia saat ini, persoalan kurikulum, infrastruktur, kualitas tenaga pengajar dll, sumber utamanya berangkat dari persoalan semakkin hilangnya tanggung jawab pemerintah dalam pemenuhan hak pendidikan. hal ini masih ada jalan untuk mewujudkan pemenuhan haknya, subsidi bagi kebutuhan, penddikan, investasi masa depan bagsa yang meodern, mandiri dan kerakyatan adalah dengan menekan pengeluaran APBN dan meningkatkan penerimaan APBN. sumbe pengeluaran APBN kita saat ini paling besar untuk Hutang Luar Negeri, porsinya lebih dari 30 %. disisi penerimaan, saat ini sektor pertambangan sangat sedikit sekali sumbangannya terhadap APBN, tak lebih 25 % total APBN pertahunnya, itu belum termasuk dengan biaya cost recovery yang tertulis dalam kontrak karya atau kontrak pertambangan.
E-mail Pengirim: agus_priyanto23@yahoo.com
Tanggal: 13 Januari 2008


Nama: NANANG SUDIANA
Dari: BANJAR /JAWA BARAT
Saya: Guru KOTA BANJAR
Aspirasi / Informasi: SEBENARNYA KALAU DI SEKOLAH BEBAS KORUPTOR PASTI BANGUNAN SEKOLAH, KUALITAS LULUSAN, SARANA SEKOLAH AKAN BAGUS
E-mail Pengirim:
Tanggal: 16 JANUARI 2008


Nama: SUMARMIN
Dari: LAMPUNG
Saya: Masyarakat di LAMPUNG
Aspirasi / Informasi: TOLONG ANAK SAYA YANG IKUT PESERTA SERTIFIKASI GURU DARI LAMBAR MOHON DIPERIKSA DENGAN SEBAIK-BAIKNYA. YANG SAYA SEKILAS MENDENGAR YANG DIPERCAYA UNTUK MELAKSANAKAN PENILAIAN SETIFIKASI DI FKIP TERJADI KOLOSI DAN NEPOTISME BERAT. MOHON PAK MENTRI MENINJAU KEMBALI PELAKSANAAN INI TERIMA KASIH PAK MENTRI DIKNAS.
E-mail Pengirim: TRIKISMO@YAHOO.CO.ID
Tanggal: 21 JANUARI 2008


Nama: sunardi,S.Pd
Dari: cilegon
Saya: Guru di cilegon
Aspirasi / Informasi: pak menteri pendidikan tolong anggaran pendidikan 20% dapat direalisasikan dengan sebenar-benarnya karena angka putus sekolah masih banyak kita dulu mengekspor guru di malaysia dan sekarang kita ketinggalan jauh dg negri jeran tersebut karena di negri jeran anggaran pendidikan begitu tinggi di bandingkan dg indonesia tolong terjun langsung ke sekolah pelosok yg masih jauh ketinggalan sedangkan pemerintah selalu menaikan angka nilai ujian nasional sedangkan prasarana kurang mendukung' salam keseluruh alumni mtk uin bandung kerja keras untuk mencapai keridhoan Allah swt
E-mail Pengirim: sunardi_mtkmtsn@yahoo.com
Tanggal: 25 januari


Nama: ama tantie
Dari: Pangkalpinang-Babel
Saya: Staf Administrasi di sdn74pkp
Aspirasi / Informasi: Bapak Menteri Pendidikan Yang Terhormat,tolong perhatikan nasib kami, nasib para Staf Adminitrasi/Tu, jangan kami dijadikan sebagai pajangan/pigura di tepat kami bekerja, tapi hargailah kami seperti guru-guru yang lain. Dan apakah ada kemungkinan nasib kami diangkat menjadi PNS, atau hanya menjadi honorer selamanya.
E-mail Pengirim: Yantie@Yahoo.com
Tanggal: 31-01-2008


Nama: NurainiAriana
Dari: Jakarta
Saya: Mahasiswi di IKIP Jakarta/UNJ
Aspirasi / Informasi: kAlau ada waktu yg panjang, bolehlah kita mengulur pekerjaan..
Bila ada jabatan penting, bolehlah kita korupsi..
Ungkapan ini,jangan sampai ditelinga pejabat kita yaaaa.Ntar mereka pengen korupsi lagi..
Hehehehehehehe
Atau mereka udah dengar ya????
Silahkan kasih comment......
E-mail Pengirim: yannovfer@yahoo.com
Tanggal: 6 FEBRUARI 2008


Nama: sigit
Dari: jatim
Saya: Konsultan di DRM Program
Aspirasi / Informasi: mohon jawaban dari yang mengelola milis ini, apakah benar aspirasi ini bisa dijembatani untuk diberikan pada yang membutuhkan masukan? kalau kolom aspirasi saya ini dijawab, maka berarti memang benar ada tim khusus yang memperhatikan milis ini sesuai kebutuhan dan update. terimakasih atas jawabannya
E-mail Pengirim: derash69@yahoo.com

Yth. Saudara Sigit
Tujuannya forum ini adalah menyampaikan saran anda ke masyarakat lain maupun banyak pegawai negeri yang hadir ke website-website "Pendidikan Network". Kalau "tim", ya nggak ada, hanya saya sendiri dan sendirian.
Salam hormat, Webmaster

Tanggal: 6 Februari 2008


Nama: Denin
Dari: NAD
Saya: Mahasiswa di Salah satu PTS di NAD
Aspirasi / Informasi: Assalamu'alaikum pak menteri.
Banyak anak-anak di Aceh dalam pendidikan yang ayah dan ibu nya telah tiada, jadi mohon pak menteri, benar-benar diperhatikan dan dibantu Pemerintah Aceh terhadap upaya kemajuan pendidikan anak Aceh kedepan. kalo pak mentri kurang peduli nanti gedek anak-anak yatim itu minta merdeka aceh lagi...hehe...
E-mail Pengirim: a.denin@yahoo.co.id
Tanggal: 23 Feb 2008


Nama: Yudha Arif Budiman
Dari: Jawa Barat
Saya: Siswa di SMAN 1 Kuningan
Aspirasi / Informasi: MOHON UNTUK MENJARING SISWA-SISWA BERPRESTASI DI DAERAH DAN MEMBERIKAN BEASISWA
BANYAK SEKALI SISWA YANG BERPRESTASI PUTUS SEKOLAH
DIMOHON DENGAN SANGAT
E-mail Pengirim: adinda_arif@yahoo.co.id
Tanggal: 1 Maret 2008


Nama: Dikry Abdika
Dari: Kuningan
Saya: Siswa di SMA N 1 CILIMUS
Aspirasi / Informasi: Pak mentri dan pak presiden yang terhormat. saat ini pendidikan di indonesia belum tercantum pelajaran sistematika berfikir dan jarangnya pelajaran pendidikan mengamati alam. mungkin dengan lengkapnya program2 yang dirancang bisa menjadikan anak didik diseluruh indonesia tidak bermental meja, bermoral kursi dan berpola duduk. amin.
E-mail Pengirim: dikty_abdika@yahoo.com
Tanggal: 3 maret 2008


Nama: Mukhasin
Dari: Banten
Saya: Kepala Sekolah di Tangerang
Aspirasi / Informasi: Dalam menghadapi Ujian akhir sekolah, menurut pengalaman saya. Problem terberat di antaranya adalah ETOS BELAJAR SISWA, itu bisa dilihat dari rendahnya motivasi belajar dan minat baca siswa. Untuk itu kalau ada teman yang punya pengalaman yang berhasil memotivasi belajar siswa dan meningkatkan minat baca dalam sebuah unit sekolah atau komunitas, tolong sharingnya.
E-mail Pengirim: mukhasin@yahoo.com
Tanggal: 19 Maret 2008


Nama: Fetri Sukisworo, S.Kom
Dari: Tulungagung-Jawa Timur
Saya: Guru di SD Islam Al-Badar
Aspirasi / Informasi: Saya merasa sebagai guru (swasta) belum mendapatkan hak untuk bisa mengikuti diklat-diklat yang diperlukan untuk sertifikasi, yang sepertinya cenderung mengutamakan guru yang PNS. Ini e-mail saya : ftrxz@yahoo.co.id
E-mail Pengirim: ftrxz@yahoo.co.id
Tanggal: 19/03/2008


Nama: Mamad
Dari: Pandeglang / Banten
Saya: Guru di SMPN 1 Saketi
Aspirasi / Informasi: Yth. Bapak Mendiknas.
Salam sejahtera saya sampaikan, semoga Bapak senantiasa berada dalam lindungan-Nya, sehat wal-afiat di dalam menunaikan tugas mulia memajukan pendidikan bangsa ini. Selanjutnya saya menyampaikan permohonan kiranya Bapak berkenan memberikan penjelasan mengenai realisasi penyaluran tunjangan profesi guru untuk guru yang lulus sertifkasi tahun pertama 2006. Kebetulan saya termasuk salah seorang yang lulus pada angkatan tersebut. Namun demikian, sampai hari ini baru menerima tunjangan profesi untuk bulan Oktober dan November 2007, sedangkan dari Desember s.d. saat ini belum saya terima. Selain itu, jumlah yang saya terima belum sesuai dengan gaji pokok. Apakah ada pemotongan untuk PPh? Kapankah penyaluran selanjutnya akan dapat saya terima? Mohon maaf atas kata-kata atau data yang tidak pada tempatnya. Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak.
E-mail Pengirim: muhammadreksa@gmail.com
Tanggal: 05/04/2008


Nama: Raimundus Sengga,SH
Dari: Waingapu/NTT
Saya: Masyarakat di Waingapu
Aspirasi / Informasi: Tahun 2008 murid sekolah dasar dan yang sederajat yang usianya tergolong anak kecil dan remaja harus belajar ekstra keras, rupanya pemerintah betul-betul ingin meningkatkan mutu sekolah.. tapi sayang sekolah di desa terpencil dengan minim sarana dan prasarana.. apakah hasilnya akan maksimal entahlah... bukankah itu salah satu proyek yang punya penghasilan besar bagi penyelenggara.. untuk menguji kebenaran perlu uji petik setelah pemeriksaan komputer perlu pemeriksaan manual oleh masing-masing sekolah didampingi tim independen
E-mail Pengirim: robert_mbata@yahoo.co.id
Tanggal: 05/04/ 2008


Nama: GUHOMI
Dari: Kep. Riau
Saya: Guru di Kab. Bintan
Aspirasi / Informasi: Saat ini sy bkj sbg seorg guru honor murni di sbh SMP Negeri dgn tgg jwb sbg : Wali kelas, guru mapel Fisika (ikut UAN) dan merangkap sbg petugas BP khusus utk kelas IX. Pendidikan terakhir sy S2 (MSi.) Univ Negeri dg BKU Ekonomi SDM. Selama setahun mengajar ini (pd 6 kelas tsb), saya mendapat honor sebesar Rp. 350 rb/bln. Dan ini tentu sj sgt minim alias nombok. Adapun saran sy thdp pemerintah baik di pusat maupun daerah, krn pd dasarnya tanggung jwb seorang guru 'saat berada didlm kelas' itu pd dasarnya sama dan tdk melihat status kepegawaiannya (contohnya : apakah tgg jwb seorang guru honor yg honornya hanya 1/5 (20%) sj dr rekan sejawatnya yg berstatus PNS hanya dituntut (dan mendpt 'excuse') utk memenuhi target kelulusan UN sbsr 20% sj sesuai perbndgn bsrnya gj mrk tsb? Tentu sj jk kita melihat kdlm hati nurani seorg Guru tdk akan smp hati menelantarkan ms depan anak didiknya walaupun hrs 'koprol' dlm melaksanakan PBM mapelnya tsb.

Krn itu hendaknya jika ada tunjangan lain diluar gaji bagi para guru hendaknya tidak dibedakan pula atas statusnya tsb, bahkan sebenarnya para guru honor murni ini yg perlu mendpt perhatian khusus krn sdh pasti honornya (sbgn bsr) dibawah UMR yg ada dan ini nyata adanya! (Jgn malah terbalik, Guru PNS yg sdh jauh lbh bsr gajinya malah dilebih-lebihkan lg tnjgnnya shg akan makin besar pulalah 'gap' penghasilan keduanya walau mgkn sj Guru PNS itu tdk mengajar mapel yg di-UN-kan, smntr si Guru honor td sdh honornya cuma 1/5 dari Guru PNS, tnjgnnya dianak-tirikan (tnjgn dr prov. mmg dpt tp tnjgn dr pemkab tdk dpt spt Guru yg PNS), dan mapelnyapun ikut di-UN-kan, jd ini sungguh ironis-is-is ! (Dlm tuntunan agam : jgn lah kita menganiaya seseorg krn ...).
E-mail Pengirim: ik-bk@yahoo.com
Tanggal: 28 /04/08


Nama: M.Syahrizal Damanik
Dari: Sumatera Utara
Saya: Guru di Simalungun
Aspirasi / Informasi: Pembohongan publik terjadi lagi. seluruh elemen pendidikan seakan tidak peduli dengan konsekwensi Pemerintah dengan dilakukan UN sebagai indikator penentu keberhasilan siswa dalam belajar....

entah siapa yang memulai, seakan sudah terorganisir, upaya membantu siswa dalam ujian sudah merupakan rahasia umum yang kerap terjadi apabila momok yang namanya UN tiba. hai kawan - kawan guru, dimana harga dirimu sebagai guru.....?
E-mail Pengirim: www.uz_riez@yahoo.com
Tanggal: 29 April 2008


Nama: Saisa Ahmad Rani
Dari: Aceh
Saya: Pengamat di Banda Aceh
Aspirasi / Informasi: Bagaimana Pendidikan Aceh???? kenapa di daerah yang terisolir tidak diperdulikan pendidikannya??? saya pikir guru yang usianya sudah di atas 50 tahun sudah tidak wajar lagi untuk mengajar..lebih bagus yang jadi guru tu usianya sampai 50 aja jangan lebih 50 ya pak
E-mail Pengirim: saisa_chem02@yahoo.co.uk
Tanggal: 08 Mei 2008


Nama: AHRI Dewantoro
Dari: Semarang
Saya: Staf Administrasi di Semarang
Aspirasi / Informasi: Salam Sejahtera buat semua yang baca komentar saya ini, Saya ingin menyampaikan uneg-uneg yang selama ini saya rasakan dan mungkin juga sama seperti yang dirasakan oleh semua tenaga administrasi khususnya di sekolah / lembaga pendidikan di Indonesia, sebuah sekolah/lembaga pendidikan tidak hanya Guru yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, apakah pemerintah / anggota dewan / wakil rakyat tidak tahu bahwa tenaga administrasi (yang jelas-jelas nasibnya jauh dibawah Guru) juga perlu diperhatikan kesejahteraannya, kami juga butuh sesuatu untuk hidup. UU Guru dan Dosen ((( GANTI ))) jadi UU PENDIDIK dan TENAGA KEPENDIDIKAN. SEKALI LAGI : Kami JUGA perlu diperhatikan .... TERIMA KASIH
E-mail Pengirim: ahridewantoro@yahoo.co.id
Tanggal: 08/05/2008


Nama: Tolib
Dari: Pandeglang banten
Saya: Staf Administrasi di Smp negeri 2 saketi
Aspirasi / Informasi: Yth. bapak mendiknas, sy mo nnya, sy seorang penjaga sekola di smpn 2 saketi, sy sdh mngbdi 8 thn, kpn ada pengangkt lngsng tanpa test, mhn di prhtkn yng sdh pny ms kerja 5 thn ke atas.terima kasih. dr. tolib smpn 2 saketi.
E-mail Pengirim: Tolib.@smp.com
Tanggal: 22 mei 2008


Nama: Lorentz Maran
Dari: Larantuka,Flores Timur/NTT
Saya: Mahasiswa di Universitas Teknologi Yogyakarta
Aspirasi / Informasi: Harapan saya untuk teman teman mahasiswa supaya harus diingat bahwa kita adalah calon-calon intelektual maka menyelesaikan suatu masalah maupun aspirasi tidak hanya dengan satu-satunya jalan Demo (saya sendiri adalah seorang yang Anti Demo dan Cinta Perdamaian), walaupun jalannya Demo dikemas secara baik tetapi sikon di lapangan secara spontan dan reflex dapat menimbulkan tindakan anarkis apalagi aspirasi tidak ditanggapi.

ingat kita dikirim orang tua untuk Kuliah dan bukan melakukan tindakan anarkis apalagi sampai cidera dan bahkan korban jiwa yang rugi siapa coba?Ingat! jauhkan Narkoba dan tindakan kriminal lainnya, cepatlah menyelesaikan Kuliah dan kembali membangun daerah masing-masing.Jagalah Kredibilitas kita sebagai Generasi Muda yang berintelektual bukan mencetak rekor kejahatan dan kriminalitas.Toh kalaupun terus demo BBM tetap dinaikan jadi menyampaikan pendapat, solidaritas terhadap masyarakat kecil boleh tapi jangan sampai buat susah diri sendiri dan orang tua kalau terjadi sesuatu saat demo berlangsung,menyelesaikan masalah dan menyampaikan aspirasi tidaklah hanya satu-satunya jalan dengan demostrasi yang berujung pada tindakan anarkis sampai terjadi kecelakaan tapi gunakan intelektual anda untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Jika keras hadapilah dengan lembut, jika orang menampar pipi kirimu berilah juga pipi kananmu,jika orang melempar kamu dengan batu balaslah ia dengan kapas,ingat air dapat melubangi batu karang secara perlahan-lahan dan bukan kekerasan. Bila ingin hubungi saya di No: 0852 28850703,Terima Kasih. "Jatuh memang pengalaman yang tidak enak lebih-lebih bila disaksikan banyak orang,apakah anda berusaha untuk bangun lagi atau duduk di Lantai saja karena Malu???????" ANDA SOPAN AKU SEGAN.
E-mail Pengirim: lorentz_maran@yahoo.com
Tanggal: 23 Mei 2008


Nama: Ridwan
Dari: DKI Jakarta
Saya: Staf Administrasi di SDN Guntur 03
Aspirasi / Informasi: Saya bingung dengan sistem pendidikan di Indonesia saat ini, terutama pada DINAS PENDIDIKAN DASAR yang di dalamnya ada SD dan SMP. Jika dilihat dari jumlah bantuan yang diberikan pemerintah daerah (DANA BOP) kepada sekolah kenapa dibeda-bedakan, kenapa SD hanya 60.000 dan SMP mendapatkan 110.000/siswa/bulan. padahal jika kita fikirkan, bila sekolah ingin fotocopy atau membeli ATK, atau memakai jasa pasti harganya akan sama. Apakah ada, karena kita dari Sekolah Dasar (SD) biaya fotocopy/lembar yang kita keluarkan lebih murah dari SMP. Tetap saja sama. Baik dari SD atau SMP, tukang fotocopy tetap memasang tarif Rp. 150/lembar. Begitu juga dengan pembelian ATK atau jasa. Tetapi kenapa dana untuk SD dibedakan. TOLONG JANGAN ANAK TIRI kan KAMI !!!
E-mail Pengirim: velconer@yahoo.com
Tanggal: 16 Agustus 2008


Nama: ridwan
Dari: Jakarta
Saya: Staf Administrasi di SDN Guntur 03
Aspirasi / Informasi: SD dan SMP adalah bagian dari DINAS PENDIDIKAN DASAR, dimana setiap ada pelaporan2/isian dikerjakan oleh TU/Staf Administrasi, tetapi kenapa untuk TU di Sekolah Dasar tidak mendapat perhatian sama sekali. Untuk SMP, staf TU bisa sampai 10 orang yang menangani bidangnya masing-masing. tetapi untuk SD kenapa masih jarang?? kalaupun ada itupun hanya 1 tenaga honorer(seperti saya) yang sangat mengharapkan pengangkatan menjadi PNS, KAPANKAH BISA TERWUJUD??? hmmm.mm
E-mail Pengirim: velconer@yahoo.com
Tanggal: 16 Agustus 2008


Nama: Mamad
Dari: Pandeglang/Banten
Saya: Guru di SMPN 1 Saketi
Aspirasi / Informasi: Kepada Yth. Bapak Dirjen PMPTK
Semoga Bapak senantiasa sehat wal afiat dan dimuliakan Allah SWT. Saya gembira sekaligus khawatir dengan RAPBN bidang pendidikan 2009 (20% RAPBN). Insya Allah dengan anggaran sebesar itu tidak akan ada lagi anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah, tidak akan ada lagi gedung sekolah yang ambruk, tidak akan ada lagi sekolah tanpa laboratorium IPA, tidak akan ada lagi demo-demo menuntut kesejahteraan guru, dan banyak harapan indah lainnya. Tetapi, anggaran besar tanpa didukung oleh kejujuran dan kemampuan untuk mengelolanya, akan menyuburkan ladang korupsi. Saya khawatir, anggaran yang sangat besar itu tidak mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, akibat masih rendahnya moral para pejabat yang menentukan kebijakan pendidikan.
E-mail Pengirim: muhammadreksa@gmail.com
Tanggal: 11 September 2008


Mengunjungi:

Korupsi dan Pendidikan
Kunjungi Korupsi Org

Untuk yang Peduli Pendidikan

[ Ke Halaman 36 - Klik Di Sini ]


Mengirim Aspirasi / Informasi Anda
menghadap kebutuhan pendidikan
dan SDM di Indonesia

Nama Anda:

Kota / Propinsi:

Saya di

Tanggal Hari Ini:

Aspirasi / Informasi Anda:

E-Mail Anda:

Mohon Klik Sekali Saja!






Membaca Aspirasi HOME Menulis Aspirasi Anda

Print Halaman Ini