Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Halaman 4)
Nama: Ridwan Shaleh
Dari: DKI Jakarta
Saya: Masyarakat Jakarta
Aspirasi / Informasi: Kepada Yth, para pengelolah pendidikan, guru atau pendidik, karyawan atau pegawai yang berhubungan lansung dengan masalah pendidikan, Menteri Pendidikan nasional, Presiden Republik Indonesia dsb. Mohon kiranya kembali meletakkan dasar-dasar pembangunan di negara yang sama-sama kita cintai ini dengan mengedepankan aspek moral/etika dan spiritualitas, yang includ di dalamnya lebih meperioristaskan masalah-masalah pendidikan sebagai masalah utama bangsa ini ketimbang masalah-masalah lain yang justru sumber petakanya asal muasalnya dari masalah pendidikan. Hormat Saya Masyarakat Awam dari Jakarta
E-mail Pengirim: ridwan_shaleh@astaga.com
Tanggal: 6 Nopember 2002
Nama: yuswadi
Dari: Nangroe Aceh Darussalam
Saya: Mahasiswa LP3I
Aspirasi / Informasi:
Assalamualikum..
Dengan keterpurukan bangsa yang sangat kacau. menurut saya ada beberpa hal yang mungkin dilakukan.
1 . Pendidikan harus ditekan dari cara siswa berpikir maju dan terarah masa depan. merreka menemukan apa yang mereka cita-cita kan.
2. pemerintah memberikan modal yang cukup untuk dunia pendidikan dan dibantu dengan pasilitas yang lemkap.
3. indonesia jangan pakai hukum sekuler. itu bisa menghancurkan Generasi Anak Bangsa Indonesia Sendiri.
4. Indonesia jangan bergantung pada negara lain dan bisa mempercaya anak bangsa sendiri dan dunia technology.
5. Dikembang nya pusat Ilmu Komputer di seluruh Propensi
E-mail Pengirim: hacknad2000@yahoo.com
Tanggal: 9-november-2002
Nama: Adriansyah
Dari: Yogyakarta
Saya: Mahasiswa Univ Negeri Yogyakarta
Aspirasi / Informasi: Amandemen UUD'45 dibidang pendidikan, merupakan wujud bahwa rakyat memang telah haus akan pendidikan. Dana yang semakin besar hendaknya dapat membantu mencerdaskan bangsa ini. Namun, sampai kapan rakyat harus menunggu realisasinya? Apa harus menunggu harga bbm naik 100%? atau menambah utang ke IMF? Kami tunggu tindakan anda pemimpin sekalian. Atau haruskah ada lagi reformasi jilid 2? Semoga tidak. Amien
E-mail Pengirim: bem_fbs_uny@yahoo.com
Tanggal: 14 November 2002
Nama: Ign.Sumarya SJ
Dari: Jakarta
Saya: Pengamat Jakarta
Aspirasi / Informasi: Mencermati mutu pendidikan dan generasi muda kita, kami melihat pentingnya memberi perhatian pada:
1) pendidikan dasar yang merata dan bermutu. Amandemen UUD45 tentang wajib belajar dan jumlah anggaran 20% jangan hanya menjadi wacana. Kalau dicermati banyak tokoh yang pandai bicara, tetapi operasionalnya...???.
2) Kami ajak para bapak-ibu yang berhasil jadi orang, bukankah anda memperoleh pendidikan dasar yang memadai, kalau tidak boleh dikatakan bermutu. Bukankah anda pernah melampaui sekolah dasar atau sekolah rakyat? Tolong perhatikan sekolah dasar yang kurang memperoleh perhatian masa kini. Jangan sampai sekolah jadi asal-asalan, memperoleh ijasah tetapi tidak ada isinya.
3) Bangsa yang maju senantiasa memberi perhatian terhadap pendidikan secara memadai. Sekali lagi tak jemu-jemunya saya mengungkapkan: ada kata bahasa Inggris yang berbunyi "the man behind the gun" -> mari kita bangun "the man" nya jangan sibuk ngurus "the gun" (dan mungkin juga senjata sungguhan) -> "human oriented/investment", bukan "material oriented/investment"
Semoga.
E-mail Pengirim: marya@kawali.org
Tanggal: 14 Nopember 2002
Nama: TAUFIK SALEH
Dari: SUMATERA UTARA
Saya: Mahasiswa UNIMED
Aspirasi / Informasi: SAYA MEMPUNYAI KEINGINAN BESAR BERSAMA TEMAN SEASPIRASI SAYA DI UNIMED DALAM MELIHAT PENDIDIKAN YANG ADA DI INDONESIA YANG SANGAT MEMPRIHATINKAN KARENA DALAM PERINGKAT SDM INDONESIA MASIH DIBAWAH NEGARA VIETNAM, SEDANGKAN DI DUNIA KITA BERADA DIPERINGKAT 190-AN YANG SANGAT MEMALUKAN KARENA KITA NEGARA YANG LUAS WILAYAHNYA.BILA ADA INFORMASI MENGENAI PENDIDIKAN TOLONG KIRIM
E-mail Pengirim: OEFIX@yahoo.com
Tanggal: 14 NOP 2002
Nama: Debby Goesliana
Dari: Tanggerang/Banten
Saya: Mahasiswi Universitas Negri Jakarta
Aspirasi / Informasi: Saya sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan merasa banyak sekali hal yang harus kita pikirkan dan sumbangkan untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Keberhasilan pendidikan nasional bukan hanya tanggung jawab pelaksana pendidikan,maupun pemerintah. Banyak hal yang sudah terjadi sehubungan dengan usaha meningkatkan mutu pendidikan dari kenaikan anggaran pendidikan,kenaikan gaji guru,dsb. Namun kesemuanya itu belum dapat menjawab problema pendidikan Indonesia. Kita tidak dapat menyalahkan semua ini pada pemerintah, karena sampai kapanpun tidak ada jawabannya. Sebagai calon pengembang pendidikan saya merasa penting bagi kita untuk memerankan peranan masing-masing secara optimal tanpa harus menu
nggu pemerintah. Walaupun kita tahu gaji pendidik masih saja kurang, sarana pendidikan masih minim.Tapi kita harus sama-sama mengusahakan pemecahan problema pendidikan dengan sarana dan anggaran yang ada, dengan kata lain kita harus mandiri.Membicarakan pendidikan memang tak akan ada habisnya, karena pendidikan terus berkembang sesuai kebutuhan jaman.
E-mail Pengirim: tingky_wingky86@yahoo.com
Tanggal: 15 november 2002
Nama: dwi reno pradipto
Dari: Surabya
Saya: Guru SMU Kr.Petra 2 Surabaya
Aspirasi / Informasi: Saya Dwi Reno Pradipto...
Profesionalitas guru sangat sulit diterjemahkan bila hanya dilihat dalam satu sudut pandang saja. Sebagai manusia holistik, guru mempunyai keutuhan sebagai mahkluk sosial, jasmani, rohani dan psikis. Keempat yang utuh tsb, sangat mempengaruhi dalam diri seorang manusia. Berpijak dari hal tsb. maka saya beranggapan profesionalitas guru harus dikaji dalam keempat hal tadi. Pemunculan rasa safe thd kehidupan individual dan sosial, akan membantu menterjemahkan arti profesionalitasan seorang guru. Prosfesionalitas bukan hanya masalah kecakapan/skill tapi juga masalah tehnik dan metode, serta kondisi yang terkait/keholistikan. Sudahkah dipikirkan masalah tsb diatas. Memamg rumit tapi pertimbangan yang baik dan bijak akan membuat segalanya menjadi indah dan menarik. Semoga dunia pendidikan Indonesi tidak sedang mati suri, tetapi semakin bertambah dan berbuah.....Profesionalitas yang holistik
E-mail Pengirim: dwirenopradipto@yahoo.com
Tanggal: 19 Nopember 2002
Nama: Mohamad Fajar S.Pd.
Dari: Sumenep,/ Jawa Timur
Saya: Kepala Sekolah SLTPN3 Arjasa Sumenep
Aspirasi / Informasi: Kabupaten Sumenep yang demikian luasnya tersebar di beberapa pulau diperlukan kecepatan informasi dan komunikasi terutama di bidang pendidikan. Untuk itu teknologi Informasi baik Telpon ataupun internet sangat diperlukan . Sebagai informasi SLTPN3 Arjasa Sumenep tidak ada sarana Telpon karena sangat jauhnya dari jangkauan Telkom.
Dimohon kepada Dinas Pendidikan baik daerah, Propinsi atau pusat, Pemerintah Kabupaten atau instansi lain yang peduli terhadap pendidikan diharapkan bantuannya untuk menyediakan sarana tersebut baik berupa sambungan telpon atau Komputer bagi daerah terpencil yang sulit dijangkau seperti di SLTPN3 Arjasa, sehingga sekolah tidak ketinggalan informasi, dengan maksud dan tujuan mutu pendidikan lebih meningkat pada daerah terpencil
E-mail Pengirim: fajar_samporna@plasa.com
Tanggal: 22 November 2002
Nama: urie
Dari: purwokerto/jawa tengah
Saya: Mahasiswa unsoed
Aspirasi / Informasi: sehubungan dengan di berlakukannya otonomi daerah , marilah kita dukung otonomi pendidikan di indonesia agar berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan.........amin
E-mail Pengirim: urie_002021@yahoo.com
Tanggal: 18 des 2002
Nama: Tantiana
Dari: Yogyakarta
Saya: Mahasiswa UMY
Aspirasi / Informasi: SAMPAI SEKARANG INI KONDISI PENDIDIKAN DI INDONESIA SANGAT TERPURUK SEKALI.HAL ITU BISA DIKARENAKAN KARENA KURANGNYA MENEJEMEN DAN PERHATIAN PEMERINTAH TERHADAP PENDIDIKAN UNTUK ITU SAYA MOHON ANGGARAN PENDIDIKAN UNTUK DITAMBAH KARENA DENGAN BEGITU RAKYAT INDONESIA INI MENJADI BANGSA YANG MAJU YANG TIDAK KETINGGALAN AKAN TEKNOLOGI DALAM ARTIAN KUALITAS SDM UNGGUL. TERIMA KASIH. SEMOGA MENJADI PERHATIAN
E-mail Pengirim: isna_free@yahoo.com
Tanggal: 2 JANUARI 2003
Nama: Jonpada Sembiring
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa ITB
Aspirasi / Informasi: Di aspek pendidik perlu kerelaan dan pengorbanan tanpa pamrih
Di aspek pemerintah perlu menambah gaji guru dan dosen. Di aspek pelajar/mahasiswa perlu kesadaran, kejujuran, perjuangan dalam mencari ilmu.
Thanks
E-mail Pengirim: jonpada@yahoo.com
Tanggal: 2 Januari 2003
Nama: Susila Rahmi
Dari: Yoghyakarta
Saya: Mahasiswi Yogyakarta
Aspirasi / Informasi: SAya sangat sedih dan menghina diri saya yang lahir dari daerah yang dikenalatau disebut primitif, tepatnya di Lombok namun dari pada itu saya juga sangt kagum denngan adanya kelebihan lain yang dimilikinya. Namun yang saya sangat sesalkankan tidak adanya perhatian penuh terhadap pendidikan dan sarana dan prasarana pendidikan di sana, meskipun ada itupun sangatlah sedikit. Dan yang menysdihkan adalah kuranngnya budaya membaca bnaik realitas, pustaka dan media-medai lainya. Aya sangat sedih ketika teman-teman saya harus memiliki sarana prasarana yang didapatkan abik dari keluarganya sendiri maupun dari daerahnua. PAdahal pendiidkan tanpa informasi tidakkaan bisa mencapai tujuan. Pendiikan bukan hanya mendidik ahlak semata tapi juaga ,emberikan onformasi sebagai alat komunikasi dengan alam dan ilmu penegtahuan lainnnya.
SAya juga terkadang setuju dengan materisl dengan pernyataanyaa kalau tanpa materi semuanya tidak bisa kita penuhi. dengan materi kita mudah meraih apa yang kita inginkan. Memang saya adalah seorang agamis, namun dagama juga mengajarkan prinsip mmateria atau dunia. Inilah diantara keterkejutan dan kesedihan seoranng perantau yogya dari lombok
E-mail Pengirim: Susila_hr@Yahoo.com
Tanggal: 4/1/2003
Nama: lilis suryanti
Dari: banten
Saya: Guru ciledug
Aspirasi / Informasi: Harapannya saya pendidikan di indonesia segera diperbaiki, disemua lini. Ada baiknya subsisidi-subsisidi dibidang lain yang telah dikurangi dialihkan ke pendidikan , jika memungkinkan setidaknya pendidikan dinegeri ini dibebaskan dalam pembiayaannya sehingga semua anak-anak negeri mendapatkan haknya akan ilmu, mungkin ini berat bagi pemerintah ,tapi apalagi yang dapat dirasakan oleh anak-anak negeri katulistiwa ini yang kabarnya kaya SDA,tetapi samasekali tidak merasakan kebahagiaan hidup dinegeri yang katanya masyarakatnya begitu tepa selira.
Rasanya cukup sudah pengeksploitasian wanita-wanita untuk menjadi TKW , berikanlah setitik ilmu tanpa pungutan biaya sepeserpun ,sehingga nantinya mereka tidak mudah dibodohi, dan dapat pula
mengembangkan ilmunya untuk negeri ini. Berbesar hatilah para pemimpin dan orang-orang berada untuk hidup sederhana. Tolong, berikanlah hak-hak anak negeri untuk mengenyam pendidikan, meski mereka orang tak punya atau karena ayah-ayah mereka yang tak memiliki pekerjaan karena sulitnya mencari hidup dinegeri yang katanya kaya ini. Majukanlah negeri ini dimulai dari pendidikan yang gratis dan bermutu dan berikanlah upah yang sesuai bagi para guru sehingga mereka tidak bingung mencari sampingan untuk hidup.
Para pejabat pendidikan buatlah kebijakan yang berarti tidak hanya teori tapi berikan pula teladan,ada baiknya sesekali turun mengajar dilapangan, safari seluruh indonesia dan tidak bongkar pasang kurikulum melulu. Simpelkan materi pelajaran ,berikan yang lebih memiliki daya guna, ppkn rasanya cukup untuk dimasukkan keagama,budi pekerti lebih baik diganti dengan etika dan komunikasi, ktk untuk ekstrakurikuler, mungkin itu contoh untuk materi sekolah menengah yang perlu diperbaiki.
E-mail Pengirim: lilis@pendidikan.zzn.com
Tanggal: 08-01-03
Nama: Zuhrowardi YS
Dari: Selong NTB
Saya: Staf Administrasi STKIP HAMZANWADI Selong
Aspirasi / Informasi: Bismillahi wabihamdihi
Assalamu'alaikum wr. wb
Bagaimana cara meningkatkan honor pegawai. Adakah pemerintah memperhatikan pegawai swasta terutama yang bekerja di Perguruan Tinggi Swasta, karena kami bekerja dari pukul 08.00 - 13.00 bahkan seringkali sampai pukul 21.00, sedangkan honor saya hanya 115.000.
Apakah pemerintah tak perhatin melihat hal semacam ini.
Wassalamu'alaikum wr wb
E-mail Pengirim: hamzanwadi2002@yahoo.com
Tanggal: 9 Januari 2003
Nama: Drs.Pardomuan Pakpahan
Dari: Bandung-Jawa Barat
Saya: Staf Teknologi Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan(BPTP)JABAR
Aspirasi / Informasi: Pendidikan Indonesia akan maju apabila:
1. Anggaran pendidikan diatas 25%
2. Tenaga Kependidikan di evaluasi ulang,setelah itu gaji berdasarkan kebutuhan hidup+tunjangan pendidikan
3. Sarana sekolah di lengkapi sesuai materi pembelajaran yang ada melalui analisis kebutuhan secara optimal.
4. Guru harus mendapat sertifikat pengalaman bekerja di masyarakat minimal 5 tahun baru layak untuk mengajar di sekolah.
5. Sistem manajemen berbasis sekolah harus jalan dan terus dibina.
6. Jumlah siswa 24 orang/kelas
7. Perbanyak dirikan sekolah
8. Guru tidak boleh mengajar di beberapa tempat,utk cari tambahan penghasilan, dan harus ada di tempat setiap hari kerja.
9. Harus di masyarakatkan bahwa hasil pendidikan membangun bangsa dimasa depan,sebagai warisan temahal.
10. Kirim sebanyak-bayaknya anak-anak bangsa mencari ilmu di negeri orang, dan setelah kembali sediakan tempat menginplementasikan pengetahuan yang diperoleh.
Marilah kita selalu berpikir untuk membenahi bangsa ini,melalui pendidikan karena hasilnya jangka panjang, biarlah sekarang pahit akan tetapi 10 sampai 15 tahun yang akan datang, bangsa ini akan lebih dapat bersaing dengan negara lain,sekarang orang lebih banyak menyalahkan daripada ingin memperbaiki,dan cenderung jangka pendek,sebab menurut hemat saya berpikir jangka pendek dimana nikmatnya juga pendek dan sebaliknya.Semoga Indonesia ku jaya dan belajar terus dari sejarah,serta malu tidak berbuat sesuatu yang baik sebagai warga bangsa.
11. Buat sangsi tegas kepada Guru dan Pegawai yang tidak melaksanakan tugas dengan baik, sebab yang bekerja dilingkungan pendidikan harus siap sebagai contoh ditengah-tengah masyarakat.
E-mail Pengirim: bptpbandung@bdg.Centrin.net.Id
Tanggal: 10 Januari 2003
[ Ke Halaman 5 - Klik Di Sini ]