SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan NetworkAspirasi KitaArtikel KitaBerita Kita

 
Pendidikan Network Homepage
Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas, 2001, P 72)

Membaca Aspirasi Aspirasi Kita 5 (Index)
Ke Halaman 3, 4, 5, 6, 7
Menulis Aspirasi Anda



Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Halaman 5)

Nama: Tengku fajril Iskandar Muda
Dari: Nanggrou Aceh Darussalam
Saya: Pengamat ASNLF
Aspirasi / Informasi: Kemarin, Senin tanggal 18 November, Pimpinan ASNLF dan HDC telah berjumpa di Stockholm guna melakukan diskusi dalam rangka membicarakan proses dialog yang sedang berlangsung antara ASNLF dan Pemerintah Republik Indonesia (RI)

Pertemuan tersebut sangat bermanfaat dan disetujui bahwa semua pihak akan berkerja keras guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang menjadi kendala dalam penandatanganan Persetujuan Penghentikan Permusuhan dan kekerasan (agreement for ending hostilities and violence) di Acheh. Dan apabila persoalan-persoalan yang menjadi kendala ini berhasil diselesaikan, maka Persetujuan akan segera ditandatangani kapan saja sesudah bulan Ramadhan berakhir. Pimpinan ASNLF dan HDC kemudian sepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan tanggal 9 Desember 2002 untuk melihat apakah persoalan-persoalan tersebut telah benar benar diselesaikan, dan kemudian menentukan tanggal yang pasti untuk penandatanganan Persetujuan Penghentian Permusuhan dan Kekerasan secara resmi di Acheh, sebagaimana disyaratkan oleh draft persetujuan tersebut bahwa akan disampaikan kepada publik, saat penandatanganan.

Para pimpinan ASNLF menggunakan kesempatan ini untuk menegaskan bahwa tidak pernah ada keputusan dari ASNLF dan HDC tentang tanggal penandatanganan apa yang dinamakan dengan "persetujuan damai" sebagaimana yang diumumkan berulang kali oleh para pejabat tinggi RI. Dan kenyataannya, persetujuan demikian memang sama sekali belum terwujud, dan ASNLF tidak pernah menyatakan menerima paket otonomi yang ditawarkan RI, sebagaimana dilaporkan secara luas oleh Pers Indonesia. Sekali lagi, ASNLF menyatakan memegang teguh dengan penuh komitmen Joint Statement yang ditandatangani bersama di Jenewa, 10 May 2002.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 15 januari 2003


Nama: Rionardo Simanjuntak
Dari: Medan/Sumatera Utara
Saya: Mahasiswa Politeknik Informatika Del
Aspirasi / Informasi: Saya melihat pendidikan di indonesia sangat menurun, saya tidak tau apakah ada bantuan pendidikan dari pemerintah, atau pemerintah tidak mau tau tentang pendidikan, tetapi saya yakin itu adalah perbuatan kita sendiri, kalo dari pemerintah mungkin mereka sudaha berusaha, tetapi kita tidak mau memberi kesempatan kepada pemerintah, kita hanya mau perubahan itu harus cepat terjadi, jadi saya minta bagi saudara-saudara untuk memberi kesempatan. Jangan langsung demonstrasi karena masalah - masalah kepentingan kita pribadi.
Trimakasih
E-mail Pengirim: anjas1210@yahoo.com
Tanggal: 18 januari 2003


Nama & E-mail (Penulis): Anggrayani
Saya Mahasiswi di umy
Tanggal: 23/01/2003
Topic: Sistem absen yang aneh
Aspirasi / Informasi: Aneh, begitulah yang dilontarkan para mahasiswa UMY,khususnya fakultas kedokteran. Awal semester genap bulan Februari 2003, UMY akanmemberlakukan sistem pengabsenan jari dan tidak lagi memberlakukan sistem absen dengan tanda tangan. Di satu sisi memang akan terlihat efisien dan terlihat lebih canggih karena mahasiswa akan tertib untuk ikut kuliah dan tidak ada lagi kesempatan untuk titip absen (menjiplak) teman dengan pertimbangan toleransi. Para mahasiswa akan terfokus pada kuliah yang digelar.Disaat semester biasa,hal itu akan terlihat biasa. Tapi menurut saya, konflik akan terjadi saat semester pendek,mahasiswa akan kesulitan mengatur jadwalnya apalagi misalnya mata kuliahnya sangatlah penting. Tidak boleh ada ketidakperdulian pihak fakultas bagi hak mahasiswa nanti. Menurut saya, diharapkan bagi phak UMY untuk tidak memberlakukan sistem absen jari dikala semester pendek, berilah sedikit toleransi mahasiswa untuk memperbaiki nilainya.

Nama: Ratum
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung
Aspirasi / Informasi: Bila bangsa ini ingin maju jadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan. Tingkatkan kualitas SDM negeri ini yang jumlahnya sangat banyak yang merupakan potensi yang besar.

Contohlah Jepang, setelah perang yang ditanyakan berapa guru yang selamat bukan jumlah prajuritnya. mereka bisa bangkit setelah dihancurkan dengan bon atom. Alam mereka tak sekaya kita. Mengapa mereka cepat maju? karena mereka menomorsatukan pendidikan. Sedangkan kita apa yang dibanggakan? dulu dengan pertaniannya, sekarang, beras saja impor. Negeri ini negeri yang kaya tapi tidak bisa mengolah sumber daya yang ada. Maka dari itu, alokasikan sebesar mungkin anggaran untuk pendidikan sebagai investasi di masa yang akan datang.

Jangan sampai bangsa ini tetap bodoh yang biasa dibodohi oleh pemimpinnya. Para pembaca yang membaga tulisan ini belajarlah dari apa saja yang diciptakan Allah SWT karena sesungguhnya dari setiap tarikan napas ada pelajaran yang bisa diambil.
E-mail Pengirim: queen_m_24@yahoo.com
Tanggal: 1 Februari 2003


Nama: Ratum
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung
Aspirasi / Informasi: Jangan jadikan pendidikan sebagai toko kelontong. Perhatikan gaji guru jangan sampai ia ngejar setoran ke mana-mana sehingga ia tidak fokus dalam mengajardan mendidik. Itu bisa kita lihat hasilnya yaitu dihasilkannya pejabat-pejabat yang suka KKN, pejabat tak bermoral dan kejam menindas rakyat dengan menaikan BBM dan tarif listrik serta gemar menjual aset-aset bangsa.
E-mail Pengirim: queen_m_24@yahoo.com
Tanggal: 2 Februari 2003


Nama: Ratum
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung
Aspirasi / Informasi: Pendidikan akhlak jauh lebih penting dari saint dan teknologi sehingga dalam penyusunan kurikulum perlu peningkatkan pendidikan agama kalau bisa setiap hari seperti di pesantren. Agar manusia-manusia yang lulus itu berakhlak mulia yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.
E-mail Pengirim: queen_m_24@yahoo.com
Tanggal: 2 Februari 2003


Nama: Margono
Dari: Yogyakarta
Saya: Mahasiswa IST AKPRIND Yogyakarta
Aspirasi / Informasi: Saya prihatin dengan keadaan saat ini dimana Negara lain berlomba meningkatkan mutu pendidikan, bangsa kita masih berjalan di tempat... tolong bagi pemerintah untuk menomersatukan pendidikan... karena dengan SDM yang cerdas, maka bangsa ini akan mampu bersaing dengan bangsa lain. Buat rekan2 mahasiswa jangan bisanya hanya demo saja.... mari berkarya.. berikan sesuatu buat bangsa ini.
E-mail Pengirim: onoe_id@yahoo.com
Tanggal: 6/02/2003


Nama: Fajar Wisnu
Dari: Bogor, Jawa Barat
Saya: Siswa SLTP
Aspirasi / Informasi: Saya mohon, kepada pemerintah untuk benar-benar serius dalam mengatur pendidikan, saya harap pendidian PKK dan Budi Pekeri Luhur diadakan lagi, dan juga penamabahan jam pelajaran agama dengan sistem belajar praktek dan ceramah. Saya mohon juga anggaran pendidikan bisa dinaikan dan mohon agar pemerintah dapat terus menerima dan menyalurkan aspirasi para pelajar di seluruh nusantara.
E-mail Pengirim: fajar_wisnu@yahoo.com
Tanggal: 08/02/2003


Nama: mufarrohah
Dari: jawa timur
Saya: Mahasiswi Universitas Negeri Malang
Aspirasi / Informasi: saya ingin pendidikan murah murah di Indonesia dapat terwujud sehingga semua warga Indonesia dari berbagai kalangan terutama menengah kebawah dapat menikmati pendidikan dengan seluas-luasnya tanpa terbebani dengan biaya yang sangat mencekik leher.
Bu presiden? kapan pendidikan murah terwujud...?
E-mail Pengirim: veryco@yahoo.com
Tanggal: 10 februari 2003


Nama: John Sabinus ongko
Dari: Surabaya/Jawa Timur
Saya: Kepala Sekolah SMUK St.Stanislaus
Aspirasi / Informasi: Kita ketahui bersama bahwa mutu pendidikan kita saat ini rendah. Banyak faktor yang menyebabkan dan berbagai usaha dilakukan, namun tetap belum mampu mengangkat mutu pendidikan kita. Sementara pada berbagai kesempatan kita selalu bicara soal sumber daya manusia. Bicara soal sumberdaya manusia tidak akan terlepas dari pendidikan. Bicara soal mutu pendidkan tidak mungkin terlapas dari peran para guru. Sementara sampai dengan saat ini pemerintah belum sungguh-sungguh memperhatikan kehidupan guru. Lalu bagaimana mungkin kita bisa memiliki SDM yang tangguh, kalau ujung tombaknya yaitu guru belum diberdayakan?
E-mail Pengirim: jongsongko59@yahoo.com
Tanggal: l3 Februari 2003


Nama: paijo
Dari: jawa tenggah
Saya: Dosen surakarta
Aspirasi / Informasi: supaya memperhatikan nasip para mahasiswanya
E-mail Pengirim: elex_007@padamu.com
Tanggal: 13-02-2003


Nama: Abdullah Marzuki Ritonga
Dari: Sumatra Utara
Saya: Mahasiswa Universitas Antar Bangsa-bangsa Malaysia
Aspirasi / Informasi: Untuk memajukan pendidikan bukan merubah kurikulum atau sturuktur yang ada di dunia pendidikan, tetapi bagaimana menyadarkan masyarakat sendiri bahwa pendidikan salah satu kunci untuk melanjut kehidupan yang sejahtera demi menghadapi era globalisasi yang begitu cepat. Dan ini menurut saya sangart berimplikasi terhadap kemajuan bangsa dan negara
E-mail Pengirim: irt_nat@yahoo.com
Tanggal: 18-2-2003


Nama: hermanus bawuoh
Dari: manado/sulut
Saya: Guru sltpn 1 manado
Aspirasi / Informasi: Pertimbangan karier/profesional harus diutamakan dalam merekrut pejabat/tenaga dibidanng/lingkungan pendidikan agar supaya mutu pendidikan tetap terjaga dan terpelihara dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.
Masyarakat harus diajak untuk berpartisipasi dalam membangun dunia pendidikan, jika memungkinkan pemerintah mengeluarkan ketentuan/peraturan untuk wajib menyisihkan laba para pengusaha dengan prosentase tertentu untuk dana pendidikan.
Jangan tambah dana pendidikan kita dengan pinjaman luar negeri, kecuali bantuan yang tidak mengikat.
Link Pengirim: www.spensa.net
Tanggal: 19 pebruari 2003


Nama: Suci Kurniawan
Dari: Blackburn, Lancashire, England
Saya: Masyarakat Surabaya
Aspirasi / Informasi: Kami sedang mencoba mengawali pen-pal-scheme antara sekolah di Jawa Timur dengan sekolah di Blackburn. Bila ada yang berminat, bisa menghubungi kami
E-mail Pengirim: nawainruk@hotmail.com
Tanggal: 19 Feb 2003


Nama: kusnanto
Dari: Jakarta
Saya: Mahasiswa AMIK BSI Jakarta
Aspirasi / Informasi: Dengan kamajuan teknologi/ informasi dewasa ini(dunia). jika dinilai sistem pendidikan kita masih dibawah standar dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Faktor penghambatnya adalah adanya diskriminasi pendidikan/lebih halusnya lemahnya manajemen pemerintah kita dalam hal pendidikan (pendidikan secara tidak langsung hanya untuk kalangan yang berduit). Minimnya kesempatan/peluang bagi kalangan yang kurang mampu, dikarenakan biaya yang tidak terjangkau. Mulai dari tingkat dasar sampai kampus. Hal itu dikarenakan kecilnya anggaran pendidikan dari pemerintah melalui subsidi dibangingkan dengan dengan pengeluaran negara yg lain, yang malah tidak jelas arahnya (baca : dikorupsi), sedangkan yang kedua ketidak mampua n pengajar/ dosen memberikan contoh yang terpuji dalam keseharian. Hematnya untuk mencapai kesempurnaan pendidikan kita ada dua perbaikan yaitu perbaikan sistem & moral.
Wallohu'alam bishowab.
E-mail Pengirim: cyber_maniac@plasa.com
Tanggal: 22-02-2003


Nama: beny budi setiana
Dari: garut- jawa barat
Saya: Kepala Sekolah sltp
Aspirasi / Informasi: Aspirasi saya :
1. Tingkatkan anggaran pendidikan.
2. Revisi seluruh perundangan/peraturan pendidikan, sosialisasikan,tegakkan dengan konsisten dan konsekuen.
3. Uji ulang kelayakan seluruh aparat pendidkan ( pejabat struktural, kepala sekolah, guru, staf administrasi dll).
E-mail Pengirim: beni_budi@yahoo.com
Tanggal: 24 pebruari 2003


Nama: Yefrizal Umar
Dari: Duri/Riau
Saya: Guru Riau
Aspirasi / Informasi: Kepada Yth, MPR, DPR, Presiden Republik Indonesia, Mentri.
Sampai kapanpun Indonesia ini tak akan berubah sebelum anda-anda yang di atas tidak mau berubah. Ada bebrapa hal yang amat penting untuk diperhatikan.
1. Anda-anda Sibuk mengatakan mari berdemokrasi sementara, bila anda dikritik anda balas mengancam. Contoh tuh yang dibuat oleh Pak Yacob yang mentri itu mengancam akan mengerahkan massanya yang ribuan bila dikritik terus. Akui saja, pemerintah sekarang memang masih bobrok atau malah makin bobrok. bila dibandingkan pada era Suharto. Jadi yang ada hari ini hanya DemoCrazy.
2. Dunia Pendidikan masih nomor seribu, makanya sampai hari ini indonesia tetap goblok. Gaji guru kecil lalu masih ada potongan ini dan itu, tentu saja guru terpaksa cari objekan. makanya murid tak terurus. Mana mungkin mengajar dalam keadaan perut lapar. Tolong contoh Jepang Jerman, Malaysia dalam menghargai Guru. Kalau guru tidak dalam kondisi lapar akan makin baik perhatiannya dalam mengajar.
3. Depag sebagai departemen yang mengurus akhlak manusia malah banyak tak berakhlak, lihat saja betapa banyaknya tikus di depag dan dep-dep yang lainnya, contoh : tikus haji, tikus hutan, tikus aspal, tius ktp dll dll dll semua hasil pendidikan yang tidak becus. Makanya kalu masuk sekolah sudah nyogok dan masuk kerja juga nyogok makanya ketika kerja bisanya cuman jadi tikus.
Harapan saya semoga anda-anda yang diatas mau medengar jeritan hati rakyat ini. kalau tidak doa saya mudah-mudahan anda berobat dan kalu tidak juga semoga anda berumur panjang, kaya raya, namun hidup penuh dengan derita batin karena sudah terlalu banyak menyusahkan orang lain.
Semoga saya tidak hanya sekedar menuduh. Mari kita tobat!!!!
E-mail Pengirim: yefrizal@pendidikan.zzn.com
Tanggal: 25 Februari 2003


Nama: Eric van deer pour
Dari: Semarang
Saya: Mahasiswa UNNES
Aspirasi / Informasi: Siapa yang salah tentang pendidikan di Indonesia?semua pihak menurut saya. Guru Oemar bakrie yang dulu sebagai pahlawan tanpa tanda jasa ternyata sekarang bisa menuntut sebuah jasa yang seharusnya tidak mereka harapkan lebih.Disatu sisi penyelenggara pemerintahpun seakan memejamkan mata atas situasi seperti ini. Disatu sisi pula masyarakatpun seakan tidak memperdulikan nasib pendidikan di Indonesia. Mereka seakan acuh akan perkembangan generasi penerus bangsa ini.

Masyarakat Indonesia lebih mengejar kekayaan material daripada kekayaan ilmu. ini yang akan menjadi bumerang bagi masa depan Indonesia.pertanyaannya apakah dunia pendidikan Indonesia akan terus menerus dihadapkan pada gontok-gontokan masalah kesejahteraan? lalu langkah maju kita apa? "Mbok ya sudah mbeneri sing legawa ra wis". Masalah yang lebih penting dihadapakan pada perkembangan pendidikan Indonesia, salah satunya Kurikulum pendidikan contohnya.

Pendidikan di Indonesia kenapa relatif stagnan, karena tidak adanya sinkronisasi antara dunia pendidikan dan dunia luar sebenarnya. Ini bisa terlihat ketika anak didik melakukan observasi/praktek kerja di lapangan. Menurut saya pendidikan formal itu ya hanya formalitas, artinya ketika kita belajar pada salah satu colledge, kita juga sedang melakukan(sebagai pelaku sebenarnya)sesuai bidang yang digeluti. contoh singkat saya tidak menyalahkan lembaga pendidikan diluar negeri masuk ke Indonesia selama proses perijinan dan kualifikasi benar dan legal. Format pendidikan mereka bisa kita pelajari semua, sebuah keefektifan waktu belajar yang diisi dengan bekerja yang menghasilkan materi selain itu prinsip "Learn by doing" akan lebih melekat daripada kita membaca materi pelajaran melulu. Hal-hal kompleks seperti inilah yang seharusnya menjadi perdebatan kita.kami harapkan semua pihak salingn menyadari ats keadaan negara saat ini,bukan terus main demo dan ancaman, dan hal ini perlu diperhatikan semua pihak. Bagaimanapun nasib bangsa ada ditangan guru.karena pada prinsipnya "Guru digugu dan ditiru".
E-mail Pengirim: euricopurple@plasa.com
Tanggal: 25 februari 2003


Nama & E-mail (Penulis): Eva Sulastri
Saya Mahasiswi di Poltekkes tanjung Karang Jurusan Keperawatan
Tanggal: 28/02/2003
Kurikulum yang sesuai standar Internasional
Topik: Kurikulum yang bagaimana yang ber-standar ?

Assalamu'alaikum, wr, wb
Mengingat Indonesia telah memasuki gerbang globalisasi, sudah barang tentu kita sebagai manusia-manusia Indonesia sudah saatnyalah untuk memperbaiki diri. Yang utama tak lain dari kualitas SDM itu sendiri. Lalu pertanyaannya ; Bagaimana caranya ?

Melihat fenomena yang ada, hal-hal yang dapat membantu kita untuk meningkatkan kualitas SDM adalah dengan merevisi ulang kurikulum yang ada di segala sektor pendidikan. Bagaimana mungkin kita dapat bersaing bila ilmu-ilmu yang didapat pelajar-pelajar dan mahasiswa di Indonesia jauh dibawah standar.

Sekarang mari kita menengok ketetangga-tetangga kita. Seperti Jepang, mungkin. Bagi kita yang tidak begitu teliti memahami masalah yang ada sekarang, mungkin perbandingan kurikulum dengan negara Jepang dianggap sebagai mimpi mengingat motivasi dan semangat belajar manusia Indonesia sendiri yang lemah.

Mohon bagi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang duduk di Sektor pendidikan untuk mempertimbangkan kembali aspirasi saya. Karena sebagai anak bangsa saya begitu mengharapkan negara kita dapat menjajari langkah yang telah dicapai oleh negara-negara maju.

Terimakasih.Wassalam.


Nama: YOPI FIRMANSYAH
Dari: CIMAHI / JAWA BARAT
Saya: Siswa SMK NEGERI 1 CIMAHI
Aspirasi / Informasi: pendidikan merupakan aset yang sangat berharga bagi kehidupan bangsa dan merupakan faktor pengangkat derajat dan martabat bangsa. Tapi pendidikan tanpa adanya biaya itu mustahil karena itu kami berharap adanya para pemerhati pendidikan yang bersedia untuk menjadi para donatur bagi mereka yang ingin maju dalam pendidikan, semoga. TERIMA KASIH
E-mail Pengirim: shinobu_instind26@yahoo.com
Tanggal: 04-03-2003


Nama: Vivi
Dari: jombang/jawa timur
Saya: Siswi indonesia
Aspirasi / Informasi: saya sangat tidak puas dengan kurikulum yang ada di indonesia. memang sebentar lagi kan diterapkan kurikulum berbasis kompetensi yang katanya lebih menuntut siswa berpikir sendiri. bukan atas tuntunan dari guru tapi apakah hal itu mungkin, sedangkan selama ini siswa hanya belajar di dalam ruangan. mungkin para guru bisa memberi tugas. tapi tentu saja pikiran siswa tidak bisa terbuka jika hanya di dalam kelas.andaikan pelajaran diberikan di luar kelas tentu siswa akan lebih semanagat dalam belajar walau tidak setiap saat belajar di luar kelas.harapan seay pemerintah membuat kurikulum sehingga siswa bisa belajar di luar kelas dan memiliki pandangan2 baru.terimakasih
E-mail Pengirim: sheiro -27@plasa.com
Tanggal: 7 maret 2003


Nama: annisa assyauqi
Dari: sumbar
Saya: Siswa
Aspirasi / Informasi: saya seorang pelajar saya ingi pendidikan di negri kita ini lebih di perhatikan
E-mail Pengirim: annisa_assyauqi@yahoo.com
Tanggal: 7/3/03


Nama: ERWIEN
Dari: BANDUNG/JAWA BARAT
Saya: Mahasiswa ITB
Aspirasi / Informasi: UBAH KURIKULUM PENDIDIKAN DARI TINGKAT BAWAH S.D ATAS, PESERTA DIDIK TERLALU BERAT KALAU HARUS MEMPELAJARI BANYAK MATA PELAJARAN.
E-mail Pengirim: sejati1303@yahoo.com
Tanggal: 13 MARET 2003


Nama: samjos & jhonson
Dari: medan/sumut
Saya: Mahasiswa UNIMED
Aspirasi / Informasi: PENDIDIKAN DI INDONESIA PERLU DIPERHATIKAN LEBIH MENDALAM OLEH APARAT NEGARA.TERLEBIH PARA TENAGA PENGAJAR HARUS LEBIH DIPERHATIKAN SEPERTI HALNYA PENDIDIKAN DI MALAYSIA DIMANA DI MALAYSIA ITU PEMERINTAH SANGAT MEMPERHATIKAN PENDIDIKAN TERUTAMA DIBAGAIAN TENAGA PENGAJAR.
E-mail Pengirim: jonsonaritra@yahoo.com
Tanggal: 14/03/2003


Nama: Drs. Khardi Santoso, PhD
Dari: Wonosari, DI Yogyakarta
Saya: Guru SMU 1 Karangmojo
Aspirasi / Informasi: Pendidikan berkembang setiap saat, namun para pengelola pendidikan bergerak saat ada proyek. Ini dua masalah yang sukar dicari titik temunya. Saya ngomong atas nama kebodohan saya, yaitu mestinya pendidikan di Indonesia itu dikelola secara nasional sebab bagian pendidikan itu meliputi berbagai aspek kehidupan yaitu agar manusia mengenal tatanan yang benar dan berlaku bagi kehidupan itu sendiri. Otonomi mestinya tidak sembarangan seperti sekarang ini, saya yakin kalau tidak segera di tata ulang secara nasional akan segera runtuh. Kalau depdagri di otonami masuk akal, tatanan pemerintahan di semua daerah berbeda-beda sesuai adat istiadat dan kesukuan. Namun kalau pendidikan dan insan di dalamnya termasuk guru dan murid di kotak-kotak dengan otonomi yang nantinya banyak orang jadi menurun gairah kerjanya karena di satu daerah ada yang dapat tambahan tunjangan sekian ratus ribu, di lain daerah tidak karena minusnya pendapatan daerah. Nah yang tidak khan jadi kerja monoton tak ada surprise. Itu satu masalah insentive. Belum masalah yang lain.

Sekarang ini seolah-olah pendidikan hanya dijadikan obyek berebut proyek antara pusat dan daerah. Dilihat dari segi menterinya, la wong menterinya sementara ini kurang responsip terhadap masalah yang dihadapi anak buahnya. Coba bayangkan ada guru baru yang bekerja atas SK dari beliau, di daerah sudah bekerja selama satu tahun gajinya tidak turun bahkan SKnya tidak berlaku hanya gara-gara alasan DAU atau kalah oleh SK bupati yang menggusurnya ke daerah lain. Itu beberapa masalah yang dapat kami sebutkan. Coba kalau para pemegang kendali pendidikan mau melihat di media massa, atau di jaringan online internet mungkin mereka dapat minimal nggedumel dengan temannya, kalau mereka tidak mau imbang dengan uang saku yang mereka teken tiap bulan alias hanya sama dengan saya yang tak punya kekuatan apa-apa. Kalau begini terus belum ada harapan cerah di bidang pendidikan.

Kapan ada Menteri yang betul-betul dari orang pendidikan dan pernah di lapangan sehingga pernah merasakan pahit getirnya orang bergelut di bidang pendidikan dan mereka punya keberanian dengan taruhan jabatannya hilang jika gagal dalam membuat inovasi yang positif (bukan seperti sekarang inovasi kok dalam bidang Kurikulum). Kurikulum kita sebetulnya sudah sangat kemajon artinya satu anak disuruh kuasai berbagai bidang pelajaran yang kadang-kadang mereka memang tidak suka atau tidak sesuai dengan bakat dan kemampuan bawaannya. Kalau luar negeri kan sudah dibentuk kelompok-kelompok bakat dan spesifikasi sesuai dengan bakat dan ketrampilan dasar yang dimilikinya. Jadi orang luar kalau pakar yang memang pakar, bukan seperti Indonesia hanya pakar-pakaran. Ada yang m enyebut dirinya pakar otonomi, tapi mana buktinya? Kalau memang dia pakar pasti pendidikan tidak tercerai berai dengan segenap perbedaan yang mestinya ada dan di akui. Coraknya memang berbeda namun pengelolaannya harus terpusat. Ingat jangan salah paham ....! teori ringan: "semakin banyak jalan yang dilalui oleh suatu urusan maka urusan itu sendiri jadi tambah ruwet masalahnya di setiap jalan ada sesuatu yang dipermasalahkan yaitu uang". Nggak percaya selidiki dan tanya secara jujur, akui dan jangan di manipulasi data yang anda selidiki, ok!
E-mail Pengirim:
Tanggal: 17 Maret 2003


[ Ke Halaman 6 - Klik Di Sini ]






Membaca Aspirasi HOME Menulis Aspirasi Anda

Print Halaman Ini