Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Halaman 5)
Nama: Tengku fajril Iskandar Muda
Dari: Nanggrou Aceh Darussalam
Saya: Pengamat ASNLF
Aspirasi / Informasi: Kemarin, Senin tanggal 18 November, Pimpinan ASNLF dan HDC telah berjumpa di Stockholm guna melakukan diskusi dalam rangka membicarakan proses dialog yang sedang berlangsung antara ASNLF dan Pemerintah Republik Indonesia (RI)
Pertemuan tersebut sangat bermanfaat dan disetujui bahwa semua pihak akan berkerja keras guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang menjadi kendala dalam penandatanganan Persetujuan Penghentikan Permusuhan dan kekerasan (agreement for ending hostilities and violence) di Acheh. Dan apabila persoalan-persoalan yang menjadi kendala ini berhasil diselesaikan, maka Persetujuan akan segera ditandatangani kapan saja sesudah bulan Ramadhan berakhir. Pimpinan ASNLF dan HDC kemudian sepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan tanggal 9 Desember 2002 untuk melihat apakah persoalan-persoalan tersebut telah benar benar diselesaikan, dan kemudian menentukan tanggal yang pasti untuk penandatanganan Persetujuan Penghentian Permusuhan dan Kekerasan secara resmi di Acheh, sebagaimana disyaratkan oleh draft persetujuan tersebut bahwa akan disampaikan kepada publik, saat penandatanganan.
Para pimpinan ASNLF menggunakan kesempatan ini untuk menegaskan bahwa tidak pernah ada keputusan dari ASNLF dan HDC tentang tanggal penandatanganan apa yang dinamakan dengan "persetujuan damai" sebagaimana yang diumumkan berulang kali oleh para pejabat tinggi RI. Dan kenyataannya, persetujuan demikian memang sama sekali belum terwujud, dan ASNLF tidak pernah menyatakan menerima paket otonomi yang ditawarkan RI, sebagaimana dilaporkan secara luas oleh Pers Indonesia. Sekali lagi, ASNLF menyatakan memegang teguh dengan penuh komitmen Joint Statement yang ditandatangani bersama di Jenewa, 10 May 2002.
E-mail Pengirim:
Tanggal: 15 januari 2003
Nama: Rionardo Simanjuntak
Dari: Medan/Sumatera Utara
Saya: Mahasiswa Politeknik Informatika Del
Aspirasi / Informasi: Saya melihat pendidikan di indonesia sangat menurun, saya tidak tau apakah ada bantuan pendidikan dari pemerintah, atau pemerintah tidak mau tau tentang pendidikan, tetapi saya yakin itu adalah perbuatan kita sendiri, kalo dari pemerintah mungkin mereka sudaha berusaha, tetapi kita tidak mau memberi kesempatan kepada pemerintah, kita hanya mau perubahan itu harus cepat terjadi, jadi saya minta bagi saudara-saudara untuk memberi kesempatan. Jangan langsung demonstrasi karena masalah - masalah kepentingan kita pribadi.
Trimakasih
E-mail Pengirim: anjas1210@yahoo.com
Tanggal: 18 januari 2003
Nama & E-mail (Penulis): Anggrayani
Saya Mahasiswi di umy
Tanggal: 23/01/2003
Topic: Sistem absen yang aneh
Aspirasi / Informasi: Aneh, begitulah yang dilontarkan para mahasiswa UMY,khususnya fakultas kedokteran. Awal semester genap bulan Februari 2003, UMY akanmemberlakukan sistem pengabsenan jari dan tidak lagi memberlakukan sistem absen dengan tanda tangan. Di satu sisi memang akan terlihat efisien dan terlihat lebih canggih karena mahasiswa akan tertib untuk ikut kuliah dan tidak ada lagi kesempatan untuk titip absen (menjiplak) teman dengan pertimbangan toleransi. Para mahasiswa akan terfokus pada kuliah yang digelar.Disaat semester biasa,hal itu akan terlihat biasa. Tapi menurut saya, konflik akan terjadi saat semester pendek,mahasiswa akan kesulitan mengatur jadwalnya apalagi misalnya mata kuliahnya sangatlah penting. Tidak boleh ada ketidakperdulian pihak fakultas bagi hak mahasiswa nanti. Menurut saya, diharapkan bagi phak UMY untuk tidak memberlakukan sistem absen jari dikala semester pendek, berilah sedikit toleransi mahasiswa untuk memperbaiki nilainya.
Nama: Ratum
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung
Aspirasi / Informasi: Bila bangsa ini ingin maju jadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan. Tingkatkan kualitas SDM negeri ini yang jumlahnya sangat banyak yang merupakan potensi yang besar.
Contohlah Jepang, setelah perang yang ditanyakan berapa guru yang selamat bukan jumlah prajuritnya. mereka bisa bangkit setelah dihancurkan dengan bon atom. Alam mereka tak sekaya kita. Mengapa mereka cepat maju? karena mereka menomorsatukan pendidikan. Sedangkan kita apa yang dibanggakan? dulu dengan pertaniannya, sekarang, beras saja impor. Negeri ini negeri yang kaya tapi tidak bisa mengolah sumber daya yang ada. Maka dari itu, alokasikan sebesar mungkin anggaran untuk pendidikan sebagai investasi di masa yang akan datang.
Jangan sampai bangsa ini tetap bodoh yang biasa dibodohi oleh pemimpinnya. Para pembaca yang membaga tulisan ini belajarlah dari apa saja yang diciptakan Allah SWT karena sesungguhnya dari setiap tarikan napas ada pelajaran yang bisa diambil.
E-mail Pengirim: queen_m_24@yahoo.com
Tanggal: 1 Februari 2003
Nama: Ratum
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung
Aspirasi / Informasi: Jangan jadikan pendidikan sebagai toko kelontong. Perhatikan gaji guru jangan sampai ia ngejar setoran ke mana-mana sehingga ia tidak fokus dalam mengajardan mendidik. Itu bisa kita lihat hasilnya yaitu dihasilkannya pejabat-pejabat yang suka KKN, pejabat tak bermoral dan kejam menindas rakyat dengan menaikan BBM dan tarif listrik serta gemar menjual aset-aset bangsa.
E-mail Pengirim: queen_m_24@yahoo.com
Tanggal: 2 Februari 2003
Nama: Ratum
Dari: Bandung
Saya: Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung
Aspirasi / Informasi: Pendidikan akhlak jauh lebih penting dari saint dan teknologi sehingga dalam penyusunan kurikulum perlu peningkatkan pendidikan agama kalau bisa setiap hari seperti di pesantren. Agar manusia-manusia yang lulus itu berakhlak mulia yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.
E-mail Pengirim: queen_m_24@yahoo.com
Tanggal: 2 Februari 2003
Nama: Margono
Dari: Yogyakarta
Saya: Mahasiswa IST AKPRIND Yogyakarta
Aspirasi / Informasi: Saya prihatin dengan keadaan saat ini dimana Negara lain berlomba meningkatkan mutu pendidikan, bangsa kita masih berjalan di tempat... tolong bagi pemerintah untuk menomersatukan pendidikan... karena dengan SDM yang cerdas, maka bangsa ini akan mampu bersaing dengan bangsa lain. Buat rekan2 mahasiswa jangan bisanya hanya demo saja.... mari berkarya.. berikan sesuatu buat bangsa ini.
E-mail Pengirim: onoe_id@yahoo.com
Tanggal: 6/02/2003
Nama: Fajar Wisnu
Dari: Bogor, Jawa Barat
Saya: Siswa SLTP
Aspirasi / Informasi: Saya mohon, kepada pemerintah untuk benar-benar serius dalam mengatur pendidikan, saya harap pendidian PKK dan Budi Pekeri Luhur diadakan lagi, dan juga penamabahan jam pelajaran agama dengan sistem belajar praktek dan ceramah. Saya mohon juga anggaran pendidikan bisa dinaikan dan mohon agar pemerintah dapat terus menerima dan menyalurkan aspirasi para pelajar di seluruh nusantara.
E-mail Pengirim: fajar_wisnu@yahoo.com
Tanggal: 08/02/2003
Nama: mufarrohah
Dari: jawa timur
Saya: Mahasiswi Universitas Negeri Malang
Aspirasi / Informasi: saya ingin pendidikan murah murah di Indonesia dapat terwujud sehingga semua warga Indonesia dari berbagai kalangan terutama menengah kebawah dapat menikmati pendidikan dengan seluas-luasnya tanpa terbebani dengan biaya yang sangat mencekik leher.
Bu presiden? kapan pendidikan murah terwujud...?
E-mail Pengirim: veryco@yahoo.com
Tanggal: 10 februari 2003
Nama: John Sabinus ongko
Dari: Surabaya/Jawa Timur
Saya: Kepala Sekolah SMUK St.Stanislaus
Aspirasi / Informasi: Kita ketahui bersama bahwa mutu pendidikan kita saat ini rendah. Banyak faktor yang menyebabkan dan berbagai usaha dilakukan, namun tetap belum mampu mengangkat mutu pendidikan kita. Sementara pada berbagai kesempatan kita selalu bicara soal sumber daya manusia. Bicara soal sumberdaya manusia tidak akan terlepas dari pendidikan. Bicara soal mutu pendidkan tidak mungkin terlapas dari peran para guru. Sementara sampai dengan saat ini pemerintah belum sungguh-sungguh memperhatikan kehidupan guru. Lalu bagaimana mungkin kita bisa memiliki SDM yang tangguh, kalau ujung tombaknya yaitu guru belum diberdayakan?
E-mail Pengirim: jongsongko59@yahoo.com
Tanggal: l3 Februari 2003
Nama: paijo
Dari: jawa tenggah
Saya: Dosen surakarta
Aspirasi / Informasi: supaya memperhatikan nasip para mahasiswanya
E-mail Pengirim: elex_007@padamu.com
Tanggal: 13-02-2003
Nama: Abdullah Marzuki Ritonga
Dari: Sumatra Utara
Saya: Mahasiswa Universitas Antar Bangsa-bangsa Malaysia
Aspirasi / Informasi: Untuk memajukan pendidikan bukan merubah kurikulum atau sturuktur yang ada di dunia pendidikan, tetapi bagaimana menyadarkan masyarakat sendiri bahwa pendidikan salah satu kunci untuk melanjut kehidupan yang sejahtera demi menghadapi era globalisasi yang begitu cepat. Dan ini menurut saya sangart berimplikasi terhadap kemajuan bangsa dan negara
E-mail Pengirim: irt_nat@yahoo.com
Tanggal: 18-2-2003
Nama: hermanus bawuoh