Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Halaman 7)
Nama: yuli kusmayanti
Dari: depok /jawabarat
Saya: Mahasiswi UNJ
Aspirasi / Informasi: saya sebagai mahasiswa yang peduli akan pendidikan berharap bahwa pemerintah tidak hanya membual akan memperbaiki pendidikan negeri ini. karen aternyata walupun dan auntuk pendidikan sudah di kucurkan 100% tapi ternyata hanya 5% saja yang sampai. jadi saya mohon kepada bapak-bapak yang berada di pemerintahan tolong jangan hanya memikirkan perut dirinya sendiri karena masih banyakl rakyat yang merasa terzolimi karena uang yang seharusnya menjadi haknya dimakan oleh para aparat pemerintahan yang tidak bertanggung jawab. ddan jika pendidikan tidak benar-benar diperhatikan bagaimana pemerintahan ini nantinya ? karena rakyatnya bodoh semua, apakah kalian mau thaun mendatang negara kita dikuasai oleh para pendatang asing sedangkan kita hanya jadi buruh yang berada di negeri sendiri.
KITA TIDAK BOLEH MENJADI SEPERTI ITU. OLEH KARENA ITU PENDIDIKAN HARUS MENJADI SALAH SATU FAKTOR YANG HARUS KITA PERJATIKAN UNTUK KEMAJUAN NEGERI KITA.
Seharusnya Indonesia sudah menjadi negeri yang maju karena di era 70 an kita banyak mengirimkan tenaga pengajar kita ke luar negeri tapi mengapa di tahun 2000 ini justru kita yang meminta mereka datang ke negeri kita itu sangat menyedihkan sekali.
oleh karena itu kepada seluruh masyarakat yang peduli kepada pendidikan Indonesia, mari... kita berjuang bersama mengeluarkan aspirasi kita , karena bagaimana pun pendidikan di Indonesia harus terus dikembangkan. HIDUP PENDIDIKAN !!!!!!!!!!
E-mail Pengirim: hurin_aqeel@yahoo.com
Tanggal: 2 mei
Nama: Charlie
Dari: Jakarta
Saya: Siswa Jakarta
Aspirasi / Informasi: Hi
Hmmm pendidikan dan SDM di Indonesia yah, yah cakupan nya luas yah, kitaa tidak usah jauh 2 deh
liat ajah di DKI jakarta, masih banyak siswa siswi smu yang berhenti sekolah gara 2 problem 2 yang terjadi dari problem keuangan sampai sekolah
Sebenenya SDM di Indonesia menurut saya sudah baik dan cukup bermutu
tp sangat di sayangkan
Semua yang Saya ( siswa siswi smu )
pelajari di sekolah se akan-akan menjadi kadarluasa di dunia global dan seakan akan hanya tipu muslihat belaka.
Dulu sewaktu saya masih duduk di bangku SD sekitar 8 thn yang lalu
selalu di ajarkan jangan membeda medakan Agama/ suku / ras dll, Tp apa kenyataan nya setelah saya menginjak Smu khusunya smu kls 3
saya belajar pelajaran TT.negara + Sosiologi, di situ banyak sekali bercerita tentang keburukan keburukan Bangsa Indonesia tercinta ini, Juga di pertontonkan Kameramen-kameramen Amatir yang banyak mengupas KKN di mana-mana
Jadi permasalah yang utama bukan terletak di intelijensi siswa siswi
tp moral siswa siswi yang semakin buruk di akibatkan secara langsung oleh contoh2 yang terdapat di masyarakat
Sebagai contoh, pelajaran PPKN Smu tentang kerukunan, pelajaran ini serasa hambarrrr, berbicara kerukunan sampai mulut kering tetep saja (baca Koran) khusunya pos kota, setiap hari ada saja yang di bunuh di perkosa di copet di tipu di jambret
pelajaran PPKN yang hanya 4 jam selama 1 minggu benar 2 kadarluasa
dan basi
Kita tak menyalahkan sapa 2
Banhkan pemerintah mengeluarkan RUU pendidikan yang jelas 2 smu swasta menentang dan menolak
bagaimana pun kebijaksanaan sebaik apa pun itu keputusan kalau
" dipaksakan " dengan buntut Hukum
TAK AKAN BERJALAN
hanya akan menimbulkan sia - sia belaka
Jadi bukan kan lebih baik jika
Orang 2 yang berkuasa lebih bijak dan memberi contoh
cobalah memulai bukan dengan siapa yang bersalah tp bagaimana memecahkan permasalahan, yanh tak lain harus di mulai dari PEMERINTAH.
E-mail Pengirim: laysfam@cbn.net.id
Tanggal: 2 mei 2003
Nama: wajiran
Dari: Jogjakarta
Saya: Pengamat Jogjakarta
Aspirasi / Informasi: Bagi saya menempuh pendidikan adalah kebutuhan dasar bagi setiap manusia. karena hanya dengan pendidikan lah manusia akan mengetahui nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya menjadikan bekal hidup sampai mati. tapi sayangnya pendidikan kita selama ini justru tidak pernah melahirkan atau mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan itu secara sempurna. dan ironisnya justru nilai-nilai kemanusiaan itu banyak dieksploitasi oleh lembaga pendidikan yang sering mencekik dan mempersulit peserta didik untuk mendapatkan pemahaman akan nilai-nilai kemanusiaan yang sebenarnya.
kita dapat melihat perkembangan pendidikan yang semakin menjamur sekarang ini justru dijadikan lahan bisnis yang tidak memperhatikan mutu dan output perserta didik yang menjadi tanggung jawab mereka.
karena itu kepada semua calon atau bahkan yang saat itu berprofesi sebagai pendidik, perserta didik atau calon pendidik dan peserta didik. sadarilah bahwa kesadaran pradi yang akan menghantarkan kita kepada kesuksesan. lembaga pendidikan tidak akan menjamin kesuksesanmu dimasa depan. Tapi diri mu sendiri yang akan menentukan. cara dan kesungguhanmu mempersiapkan dirimu menghadapi segala tantangan, hambatan dan rintangan globalisasi adalah the most important key to get success.....!
selamat berjuang....!
E-mail Pengirim: wazier79@yahoo.com
Tanggal: 5 April 2003
Nama: Muhammad Rizal
Dari: Pekanbaru
Saya: Konsultan Pekanbaru
Aspirasi / Informasi: Pendidikan di Indonesia wajib dimajukan lagi, dari segi kualitas guru-guru maupun materi pelajaran yang diberikan kepada siswa disekolah, karena kita merupakan salah satu negara yang mempunyai sistem pendidikan yang kurang memadai. Fasilitas di pendidikan juga harus ditingkatkan mengingat setiap tahun perkembangan ilmu pengetahuan berjalan dengan cepat, tentu saja harus ditingkatkan biaya pendidikan, pemerintah harus konsentrasi kepermasalahan itu kalau harkat dan martabat kita tidak mau dipandang sebelah mata kita. Makasih
E-mail Pengirim: rizal_muhammad@yahoo.com
Tanggal: 02 Mei 2003
Nama: Abd.Wafi
Dari: jawa timur
Saya: Mahasiswa Unisma
Aspirasi / Informasi: Yang saya herankan sampai sa'at ini, orang yng berpendidikan kurang mendpat penghargaan dari Negara..! buktinya, untuk bisa lulus dalam TES dalam sebuah perusahaan/instansi, kita harus punya Deking dan tak jarang mengeluarkan Duit dulu..!
E-mail Pengirim: siliwangi_aku@yahoo.com
Tanggal: 3-5-2003
Nama: iman nurchaedi
Dari: bandung/jawa barat
Saya: Siswa bandung
Aspirasi / Informasi: assalamu'alaikum wr wb
saya adalah siswa kelas 3 smu di salah satu smun di bandung, saat ini saya merasa bahwa sekolah sangat lah mahal, sangat jauh dari biaya sekolah yang dulu, saya adalah seorang anak yatim dimana jika memilih sekolah yang ingin saya lanjutkan haruslah yang tidak banyak membutuhkan biaya.
Tadinya saya tidak begitu gusar krn sekolah yang saya inginkan tidak begitu mahal, namun dalam minggu-minggu ini saya sangat kecewa dan depresi krn sekolah yang saya cita-citakhan berubah 1180 derajat, dimana uang pendaftaran masuk dan biaya persemesternya yang tidak lebih dari 1,5 juta ternyata kini mencapai 2 juta lebih dan uang sumbangan wajib yang tidak mencapai 3 juta rupiah kini minimal harus menyumbang 45 juta, begitu mendengar berita tersebut saya sangat kecewa, terpukul, semuan cita-cita, mimpi dan harapan saya langsung musnah seketika. kini sayahanya berharap jika ada org yang mau membantu saya, atau rektor pt tersebut mau berbaik hati.
Dan satu pertanyaan yang sering ada di benak saya adalah emanakan biaya alokasi pendidikan dari pemeriintah yang kini katanya jauhlebih besar dari dulu, tapi sekolah negeri pun mahalnya sama dengan sekolah swasta, bahkan lebih mahal!
E-mail Pengirim: cakep17@yahoo.com
Tanggal: 3 mei 2003
Nama: Muntadhar Umar, A.Ma
Dari: banda Aceh / NAD
Saya: Mahasiswa IAIN Ar-Raniry
Aspirasi / Informasi: Tanggal 2 mei merupakan sebagai tonggak sejarah pendidikan nasional, dan disini kita memperingatinya, apakah kita pernah berpikir sejauh mana pendidikan nasional ini berkembang ? suatu "pr" bagi semua pihak dari pemerintah sampai masyarakat. Kualitas SDM Bangsa kita rasanya masih kurang dibanding dengan negara-negara lain, misalkan tetangga kita Malaysia, dulu mereka meminta guru (tenaga pendidik) dari kita, sekarang 180 derjat berbalik dan kita perlu menghormati dan bersujud pada mereka bahwa mereka lebih mementingkan pendidikan untuk bangsanya. kita ???. merajalelanya mafia-mafia pendidikan untuk kepentingan pribadi. mulai sekarang mari bergandengan tangan dan saling bahu membahu untuk kemajuan bangsa yang tercinta ini. Mari dan Semoga...
E-mail Pengirim: muntadhar@pendidikan.zzn.com
Tanggal: 03052003
Nama: Dedy Kurniawan
Dari: Jambi/Jambi
Saya: Masyarakat
Aspirasi / Informasi: Sampai hari ini, pendidikan di Indonesia belum mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. Lebih buruk lagi, malah memperbodoh kehidupan bangsa yang sudah kepalang morat-marit. Masalah sarana prasarana, misalnya tidak dapat memenuhi kebutuhan pencerdasan bangsa, atau kalaupun ada, malah membebani siswa.
Sudah bukan rahasia umum, kalau ada proyek pengadaan peralatan sekolah, maka ada oknum yang diuntungkan, jadi yang penting ada pengadaan, masalah barang yang diadakan bisa dipakai atau tidak, rusak atau bagus, bukan masalah. Kalau begini terus, kapan bangsa bisa cerdas? Semoga pemimpin yang diatas, melihat juga, jangan sampai pura pura buta, atau malah ikut-ikutan membodohi orang yang mempercayakan dan mempercayainya, Amin. Hi
dup pendidikan!
E-mail Pengirim: dee_kurniawan@yahoo.com
Tanggal: 4 Mei 2003
Nama: M.Yus Efendi
Dari: Binjai / Sumatera Utara
Saya: Guru SMUN 2 Binjai
Aspirasi / Informasi: Kepada Yth. para Petinggi Negeri tercinta ini. Sadarlah, sebelum terlambat, sebab masih ada waktu bagi kita untuk membenahi negera kita yang telah lelah terombang ambing dibawa arus reformasi yang tidak jelas arahnya. Mari kita bergandengan tangan, saling memaafkan satu sama yang lain Allah Yang Maha Kuasa dapat memaafkan kesalahan hambanya meski seberat apapun kesalahan itu, mengapa kita sesama manusia tidak mau saling memaafkan bagi para petinggi (khusus yang beragama Islam bacalah Al Quran Surat Ali Imran ayat 132 s.d 136 ) agar kita dapat menyadari kekeliruan kita.
Untuk Menteri Pendidikan Nasional kita yang tercinta. Saya menilai bahwa pelaksanaan otonomi daerah dalam hal pendidikan menjadi sangat aneh kelihatanya, bayangkan saja banyak pejabat yang menempati posisi sebagai pejabat khususnya dalam bidang yang berkaitan dengan pendidikan ( Dinas Pendidikan ) namun banyak sekali orang - orang yang mengendalikan pendidikan itu bukan yang berlatar belakang pendidikan, kalau begitu kemana arah pendidikan ini harus dibawa ? seyogianya yang mengendalikan pendidikan itu adalah orang - orang yang berlatar belakang pendidikan juga bukan dari orang tehnik, atau hukum. Hal ini yang menyebabkan dunia pendidikan banyak yang dikomersialkan atau dijadikan ajang perebutan proyek setiap tahunnya.
Kami sebagai guru juga merasa bahwa otonomi daerah belim memberikan arti yang banyak bagi dunia pendidikan di daerah sengsaranya guru terlihat jelas, dari sulitnya mengurus kenaikan pangkat/jabatan dan alokasi dana yang tidak seimbang kepada sekolah - sekolah yang semakin dimarginalkan. Untuk itu saya mengusulkan alangkah baiknya jika Dunia Pendidikan ini dikembalikan ketingkat Pusat ( bersifat Nasional) hal ini untuk memberikan nuansa bahwa pendidikan itu harus memiliki standart yang terukur secara nasional . bukan bersifat kedaerahan yang lebih banyak resikonya kearah perpecahan.
Mudah - mudahan aspirasi kami ini dapat disimak oleh para petinggi negeri yang tercinta ini. Amiin.
E-mail Pengirim: m_yus_Efendi@pendidikan.zzn.com
Tanggal: 4 Mei 2003
Nama: ahmad junaidi
Dari: surabaya/jawa timur
Saya: Mahasiswa ITS Surabaya
Aspirasi / Informasi: Aku mahasiswa biologi ITS. Aku nggak tahu kondisi institut lain, tapi disini sangat terasa banget adanya ketimpangan dalam penyediaan fasilitas akademik. Tapi nggak apalah kalau hal tersebut tidak ditambahi dengan "kemalasan" dosen-dosen pengajar. Setahuku dosen itu pegawai negri (PN) dan PN punya jam kerja, tapi anehnya sering sekali para dosen datang dan pergi semaunya. Aku nggak tahu apa mereka punya "kerjaan" lain, tapi kalau "mroyek" emang iya. Hal ini terasa menyakitkan banget lebih-lebih sekarang aku lagi nggarap skripsi.
Eh kalo ada waktu ya semoga Pak Rektor atau siapapun kek yang bisa ngingetin para dosen itu supaya bisa mandang kita selayaknya mereka memandang anak-anak mereka.
Amin.
E-mail Pengirim: a7un@yahoo.com
Tanggal: 4 mei 2003
Nama: Jainul
Dari: Kedunggalar-ngawi
Saya: Pengamat Ngawi
Aspirasi / Informasi: Dalam rangka memajukan pendidikan yang serba duit ini mohon kepada pemerintah agar, dari pada uang dihambur-hamburkan utk keperluan yang tidak tepat pada sasaran yang dibantu atau bantuan yang selalu dikorupsi dari para tk. pusat sampai kelurahan, mendingan dananya di buat utk meningkatkan pendidikan anak-anak kita. ringkasnya anggaran pendidikan harus dilipatkan 10 kali lipat, negara tetangga aja pendidikan dalam rangka peningkatan SDM biaya-nya ngagk tangung-tanggung makanya negara tetatngga kita yang tadinya agak bodo-bodo malah sekarang kita meguru ke sana. saya kira itu aja unek-unek saya seperti anda semua. trimaksih.
E-mail Pengirim: m.z.arifin@plasa.com
Tanggal: 05-05-2003
[ Ke Halaman 8 - Klik Di Sini ]